ORIGINAL ARTICLE AACENDIKIA: Journal of Nursing. Volume 01. Juli 2022, p. https://doi. org/10. 1234/aacendikiajon. Hubungan frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil Relationship between the frequency of ANC visits and the incidence of anemia in pregnant Adriana Puskesmas Batu-Batu. Soppeng. Indonesia *Correspondence: Adriana. Address: Puskesmas Batu-Batu. Indonesia. Email: adriana@gmail. Responsible Editor: Marisna Eka Yulianita. Kep. Ns. Kep Received: 8 Juni 2022 U Revised: 14 Juli 2022 U Accepted: 27 Juli 2022 ABSTRACT Introduction: Anemia in pregnancy can be caused by a lack of consumption of foods that contain iron and folic acid during This study aims to determine the relationship between the frequency of antenatal care visits (ANC) and the incidence of anemia in pregnant women. Methods: This type of research was carried out in the form of a quantitative analytic survey with a cross-sectional study The population in this study were all pregnant women who came to check their pregnancies at the Batu-Batu Health Center in Soppeng Regency, totaling 40 pregnant women from January to June 2021. The sampling technique in this study used a total sampling of 40 samples. Results: The results showed that the percentage of ANC visits to pregnant women at the Batu-Batu Health Center in Soppeng Regency in 2021 who met the requirements during pregnancy was 23 people . 5%). There is a significant relationship between the frequency of ANC visits and the incidence of anemia in pregnant women at the Batu-Batu Health Center in Soppeng Regency in 2021 with a p=0. Conclusions: It is expected that pregnant women will ask at every visit other than pregnancy and fetal health. However, it is deemed necessary to ask about nutritional intake that must be met, and reduced during pregnancy and carry out all the suggestions given. ABSTRAK Pendahuluan: Anemia pada kehamilan dapat disebabakan oleh kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini di lakukan adalah kuantitatif survey analitik dengan pendekatan crosectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng sebanyak 40 ibu hamil pada bulan Januari sampai Juni 2021. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling jumlah sebanyak 40 sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng tahun 2021 yang memenuhi syarat selama proses kehamilan yaitu sebanyak 23 orang . ,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng Tahun 2021 dengan nilai p=0,049. Kesimpulan: Diharapkan ibu hamil bertanya pada setiap kali kunjungan selain kehamilan dan kesehatan janin namun, dirasa perlu untuk menanyakan asupan gizi yang harus dipenuhi, dan dikurangi saat hamil dan melakukan semua saran yang Kata Kunci: frekuensi kunjungan ANC, kejadian anemia, ibu hamil 1 | E-ISSN: 2963-6434 A 2022 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Adriana . AACENDIKIA: Journal of Nursing Pendahuluan Pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu tahapan penting menuju kehamilan yang Boleh dikatakan pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para ibu Dengan pemeriksaan kehamilan kita dapat mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan bahkan penyakit atau kelainan pada kandungan yang diharapkan dapat dilakukan penanganan secara Pemeriksaan kehamilan merupakan bagian dari Antenatal Care (ANC). ANC akan mencegah berbagai masalah yang terjadi saat hamil termasuk risiko kematian ibu akibat kehamilan (Marmi. Berdasrakan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, sebanyak 000 perempuan meninggal akibat persalinan. Sebanyak 99% kematian ibu dan bayi akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang, sedangkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di tahun 2011, 81% diakibatkan karena komplikasi kehamilan, komplikasi kehamilan diakibatkan rendahnya kunjungan ibu hamil (Antenatal Car. sehingga komplikasi tersebut tidak terdeteksi secara dini (Komariyah, 2. Di wilayah Propinsi Sulawesi Selatan, angka kematian ibu saat melahirkan tahun 2014 sebesar 69 per 100. 000 kelahiran hidup sedangkan angka kematian bayi sebesar 281 per 100. 000 kelahiran Sehubungan dengan ini kiranya ibu hamil selalu menjaga kesehatannya agar bayi yang dikandung dan dilahirkan nantinya sehat dengan rutin melakukan antenatal care (Pasandang. Ernawati dan Wahyuni, 2. Anemia pada kehamilan dapat disebabakan oleh kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat selama Kondisi Anemia pada ibu hamil dapat berefek pada Rendahnya suplai nutrisi dan oksigen sehingga sirkulasi uteroplacental menjadi tidak lancer. Hal tersebut mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin tergangagu. Salah satu akibat yang dapat terjadi adalah persalinan premature (Manuaba, 2. Kekurangan zat besi sejak sebelum kehamilan bila tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kematian pada saat melahirkan, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, janin dan ibu mudah terkena infeksi, keguguran, dan meningkatkan risiko bayi lahir prematur (Kementrian Kesehatan RI, 2. Anemia gizi besi masih menyumbang masalah kesehatan dalam masyarakat dengan prevalensi pada anak balita sebesar 28,1%, ibu hamil sebesar 37,1%, remaja putri . -18 tahu. sebesar 22,7%, dan pada wanita usia subur . -49 tahu. sebesar 22,7%. Angka prevalensi anemia gizi besi ibu hamil tinggi dan telah mendekati masalah kesehatan masyarakat berat . ervere public health proble. dengan batas prevalensi anemia Ou 40% (Riskesdas, 2. Hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Wungkana . Mengatakan bahwa Frekuensi Antenatal Care yaitu 50% ketaatan konsumsi tablet Fe yaitu sebanyak 63% dan prevalensi 43,5%. Analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara Frekuensi Antenatal Care dengan kejadian Anemia pada ibu hamil dan terdapat hubungan bermakna antara ketaatan konsumsi tablet fe dengan kejadian Anemia pada ibu hamil. Kekurangan zat besi bila tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kematian pada saat melahirkan, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, janin dan ibu mudah terkena infeksi, keguguran, dan meningkatkan risiko bayi lahir premature, perdarahan saat Keluhan kedatangan pasien ke pusat kesehatan berkaitan dengan kehamilan, yaitu kompliksi hamil muda, perdarahan, gestosis, pecahnya ketuban, in partu. Selain itu, penyakit yang menyertai kehamilan berdasarkan keluhan utama, belum dapat di ambil Perlu dikembangkan lebih luas untuk membuat status secara menyeluruh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Jadwal melakukan pemeriksaan antenatal care sebanyak 12 sampai 13 kali selama hamil (Prawirohardjo, https://aacendikiajournal. com/ojs/index. php/Journal-of-Nursing | 2 Adriana . Berdasarkan data dari Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng tentang kunjungan antenatal care sebanyak 241 ibu hamil pada tahun 2019 dengan kasus anemia sebanyak 40 kasus, pada tahun 2020 sedikit mengalami penurunan 29 kasus dengan jumlah kunjugan sebanyak 202 ibu hamil. Sedangkan kunjungan antenatal care periode Januari sampai Maret sebanyak 40 ibu hamil dengan 7 kasus anemia. Sedangkan data kunjungan ANC pada bulan April Tahun 2021 sebanyak 23 ibu hamil dengan 4 diantaranya mengalami anemia, bulan Mei tahun 2021 kunjungan ANC sebanyak 31 ibu hamil dengan 3 diantaranya mengalami anemia, dan bulan Juni tahun 2021 kunjungan ANC sebanyak 32 ibu hamil dengan 2 diantaranya mengalami anemia. Dari hasil wawancara peneliti dengan bidan dan beberapa pasien, mengatakan kadan ibu hamil tidak teratur memeriksakan kehamilannya atau mengikuti jadwal kunjugan ANC. Sehingga peneliti ingin melakukan studi penelitian tentang hubungan frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng Tahun Metode Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif survey analitik dengan pendekatan crosectional Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah uji statistik uji chi square . ilai p<0,. Hasil Tabel 1. Distribusi responden menurut kunjungan ANC ibu hamil . Kunjungan ANC Tidak memenuhi Memenuhi 3 | E-ISSN: 2963-6434 Tabel 1 dapat diketahui bahwa dari 40 responden, didapatkan kunjungan ANC ibu hamil yang tidak memenuhi jumlah syarat kunjugan sebanyak 17 orang . ,5%) dan yang memenuhi syarat kunjungan ANC selama kehamilan sebanyak 23 orang . ,5%). Tabel 2. Distribusi responden menurut kejadian anemia ibu hamil . Kejadian Anemia Normal Anemia Ringan Anemia Sedang Tabel 2 dapat diketahui bahwa dari 40 responden, didapatkan bahwa ibu hamil yang tidak mengalami anemia sebanyak 9 orang . ,5%), anemia ringan sebanyak 27 orang . ,5%), dan anemia sedang sebanyak 4 orang . %). Tabel 3. Hubungan frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil . Kunjugan ANC Kejadian Anemia Total Tidak Sesuai Normal Ringan Sedang 0,049 Tabel 3 menunjukkan bahwa hasil uji chi square terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng Tahun 2021 dengan nilai p=0,049. Pembahasan Kunjungan ANC menjadi suatu hal yang penting karena pada saat ibu hamil melakukan kunjungan ANC, ibu hamil tersebut akan mendapatkan 10 komponen pelayanan secara bersamaan pada satu kali kunjungan. Komponen pelayanan yang akan ibu dapat pada saat kunjungan ANC adalah pemeriksaan perut. Adriana . AACENDIKIA: Journal of Nursing tekanan darah, denyut jantung janin, tinggi rahim, lingkar lengan atas, tinggi badan, darah, timbang berat badan, konseling, dan pemberian tablet Fe SDKI . Berdasarkan hasil penelitian pada 40 ibu hamil didapatkan bahwa responden yang melakukan kunjungan ANC tidak memenuhi syarat yaitu sebanyak 42,5%. Ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC tidak sesuai dengan syarat minimal kemungkinan tidak dapat mengetahui resiko atau resiko-resiko yang dapat terjadi terhadap kehamilan. Hal ini dikemukakan oleh Wiknjosastro . dalam Vati . bahwa kunjungan ANC bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan yang kemungkinan timbul pada kehamilan agar segera diketahui dan diatasi serta tidak berpengaruh buruk terhadap Pada hasil penelitian ini kunjungan ANC dapat memengaruhi kejadian anemia pada ibu Hasilnya menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan ANC tidak memenuhi syarat dan mengalami anemia ringan sebanyak 15 orang dengan presentase 37,5% dan mengalami anemia sedang sebanyak 1 ornag . ,5%). Hal ini diduga bahwa berdasarkan data primer ibu hamil yang mengalami anemia, beberapa diantaranya melakukan kunjungan ANC tidak memenuhi syarat minimal 1 kali setiap trimester dan memulai kunjungan bukan di awal trimester. Sehingga responden tidak dapat mengetahui resiko yang terjadi dalam kehamilannya dan tidak dapat mencegahnya sehingga terjadi anemia pada Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa hasil uji chi square terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng Tahun 2021 dengan nilai p=0,049. Penelitian ini sejalan dengan Hendrayani . , tentang perilaku pemeriksaan antenatal sebagai faktor risiko anemia gizi ibu hamil di Puskesmas II Denpasar Selatan. Hasil penelitian kontak pertama ibu hamil dijumpai mayoritas . ,5%) setelah trimester I dengan frekuensi pemeriksaan yang tidak memadai dan terbukti sebagai faktor risiko anemia (OR=23,. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Charles . menyimpulkan bahwa dengan pemahaman perilaku sehat ibu hamil, khususnya dalam sikap dan tindakan untuk memanfaatkan pelaksanaan pelayanan ANC yang bermutu akan mampu mengupayakan penurunan angka kejadian anemia. Penurunan kejadian anemia tersebut akan berpengaruh terhadap tingkat derajat ibu hamil yang sehat, yang akhirnya merupakan upaya pencegahan anemia dalam kehamilan. Demikian halnya dengan penelitian yang dilakukan ole Fatimah . bahwa ada hubungan antara pelayanan ANC oleh bidan dengan anemia dalam kehamilan trimester i. Selain itu para bidan diharapkan dapat mempertahankan dan lebih meningkatkan pelayanan antenatal care dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil terutama anemia pada Menurut Mardha & Syafitri . dalam penelitiannya menyatakan bahwa ada hubungan kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu Sedangkan hasil analisis multivariat diperoleh kunjungan ANC yang paling mempengaruhi anemia dengan nilai sig 0,000 <0,05. Sedangkan penelitian Antono . menyatakan bahwa ada hubungan antara frekuensi antenatal care dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester i. Penelitian Sari . menyatakan bahwa setiap kehamilan dapat memiliki potensi dan membawa resiko bagi ibu sampai meimbulkan kematian ibu dan anak, oleh karena itu deteksi dini oleh tenaga kesehatan dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkannya. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu hamil melakukan kunjungan antenatal care yang sesuai sebanyak 80% dan mayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan baik sebanyak 54. 3% serta ada hubungan antar pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Batu Aji Kota Batam dengan p value 0. https://aacendikiajournal. com/ojs/index. php/Journal-of-Nursing | 4 Adriana . Menurut asumsi peneliti menyatakan bahwa keteraturan kunjungan ANC yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jumlah kunjungan ANC ibu hamil selama masa kehamilan terakhir, yaitu min 1x pada trimester pertama, 1x pada trimester kedua, dan 2x pada trimester ketiga. Pemeriksaan ANC secara rutin mampu membantu menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi, sehingga dapat mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil selama kehamilan. Kunjungan ANC secara teratur merupakan salah satu perwujudan dari pelayanan antenatal yang baik dan benar . Pelayanan kesehatan yang bermutu dapat mendeteksi secara dini masalah-masalah kehamilan yang akan terjadi, seperti terjadinya anemia pada Ibu Hamil, sehingga anemia pada ibu hamil dapat segera Dengan melakukan kunjungan ANC secara rutin dapat mengetahui berbagai resiko dan komplikasi hamil sehingga ibu hamil dapat diarahkan untuk melakukan rujukan ke rumah Kesimpulan Berdasarkan disimpulkan bahwa persentase kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng tahun 2021 yang memenuhi syarat selama proses kehamilan yaitu sebanyak 23 orang . ,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng Tahun 2021 dengan nilai p=0,049. Diharapkan agar selalu memeriksa kehamilan setiap minggu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan berdasarkan anjuran bidan dan Diharapkan ibu hamil bertanya pada setiap kali kunjungan selain kehamilan dan kesehatan janin namun, dirasa perlu untuk menanyakan asupan gizi yang harus dipenuhi, dan dikurangi saat hamil dan melakukan semua saran yang diberikan. Referensi