PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENGEMBANGKAN LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Ubaidillah Ridwanulloh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. Indonesia ubaid@iainkediri. Syamsul Huda Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. Indonesia syamsulhudaiainkediri@gmail. Yuan Robiah Al Adawiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. Indonesia aldaredmi0@gmail. Abstract The model of early childhood education institutions managed under the auspices of Islamic boarding schools is increasingly gaining popularity among the general public, as concerns over the moral and character development of children continue to rise. This study aims to describe the extent of the role played by Islamic boarding schools in developing early childhood education institutions (PAUD) to produce graduates with strong character, quality, and appeal to the community. The research employs a qualitative method. The findings reveal that the development strategies for early childhood education institutions include optimizing effective learning, integrating government and Islamic boarding school curricula, enhancing human resource (HR) capacity, and providing full support from Islamic boarding schools in terms of both material resources and branding. As a result of these strategies. PAUD institutions have gained trust and popularity among the community, evidenced by the high number of students enrolled in these institutions. Keywords: Early Childhood Education Institutions. Pesantren. Roles. Abstrak Model lembaga pendidikan anak usia dini yang dikelola di bawah naungan pondok pesantren mulai diminati masyarakat umum karena perkembangan karakter dan moral anak akhir-akhir ini semakin marak terjadi dan meresahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa jauh peran pondok pesantren dalam mengembangkan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di lembaga PAUD sehingga mampu menghasilkan lulusan berkarakater, berkualitas dan diminati oleh Masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan lembaga pendidikan anak usia dini lembaga PAUD dilakukan melalui optimalisasi pembelajaran yang efektif, kolaborasi kurikulum pemerintah dan pondok pesantren, peningkatan kapasitas M. Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sumber daya manusia (SDM), dukungan penuh pondok pesantren baik secara materi maupun branding. Hasil dari strategi tersebut, lembaga PAUD dipercaya dan diminati Masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke lembaga tersebut. Ini terlihat dari banyak jumlah peserta didik yang dimiliki lembaga PAUD. Kata Kunci: Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Pesantren. Peran. Pendahuluan Fenomena lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dikelola atau di bawah naungan pondok pesantren sudah mulai bermunculan. Beberapa lembaga PAUD yang mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis agama di lingkungan pesantren terbukti efektif (Hakim & Dyah Permatasari, 2. Proses pendidikan karakter itu dimulai dari pembiasaan pada kegiatan pembelajaran, kegiatan tahfidzul QurAoan, pembiasaan sholat berjamaah, pengembangan emosional, pengembangan kurikulum berbasis pesantren dan seterusnya (Hayati et al. , n. Husna et al. , 2021. Husna, 2020. Muharrahman, 2. Bahkan materi pembelajaran diambil dari materi-materi yang berkaitan dengan keIslaman. Tujuanya agar perkembangan belajar anak senantiasa mengingat dan menanamkan karakter nilai-nilai agama sekaligus menanamkan kecintaan terhadap agama Islam. Dengan lembaga PAUD dikelola di bawah naungan pondok pesantren diharapkan nuansa karakter, pembelajaran anak serta perkembangan emosional dan social anak dapat tumbuh sebagaimana yang tujuan pondok pesantren (Indahsah et al. , 2. Selanjutnya juga dengan dikenalkannya anak terhadap pondok pesantren akan bisa memunculkan keinginan anak nantinya untuk melanjutkan pendidikannya diantaranya melalui pondok pesantren. Sejauh ini penelitian tentang peranan pondok pesantren cenderung menempatkan pondok pesantren sebagai alat ciri khas keagamaan pada PAUD di naungannya untuk menarik simpati Masyarakat agar tertarik untuk menyekolahkan anaknya tersebut. Peran lembaga pondok pesantren dalam mengembangkan lembaga PAUD mulai muncul di berbagai pondok pesantren. Pada penelitian Bening & Munastiwi . menyebutkan berkembangnya salah satu lembaga PAUD berbasis pesantren dengan menyelenggarakan pembelajaran berbasis pesantren dan strategi pemasaran, serta diferensiasi layanan. Penelitian Yulianto & Huda, . menjelaskan dalam membentuk karakter religious anak di PAUD berbasis pesantren dilakukan internalisasi nilai karakter melalui kegiatan pengenalan kitab suci dan pembiasaan kegiatan religi (Muntomimah, 2. Muharrahman, . menyatakan mengembangkan lembaga PAUD di lingkungan pesantren tentunya dengan mendesain kurikulum berbasis pesantren agar dapat menarik perhatian Masyarakat serta melibatkan orang tua dalam merencanakan dan merumuskan kurikulum. Peran pondok pesantren dalam membantu mengembangkan lembaga PAUD tentunya menjadi kabar baik. Namun demikian ada persoalan yang cukup mendasar yaitu kurang menjaminnya lulusan profil dihasilkan untuk mengetahui dan memahami ajaran agama dengan baik sesuai usianya seperti yang diinginkan pengelola pesantren karena bisa jadi kapasitas guru diambil dari guru PAUD yang kurang mengerti basic tradisi pendidikan pesantren (Ulum, 2. Solusinya harus ada sistem semacam penjaminan mutu yang dapat dijadikan pedoman lembaga PAUD dalam menghasilkan lulusan yang ditentukannya. Studi ini merupakan respon atas kekurangan studi-studi terdahulu yang mengabaikan kualitas lulusan yang dihasilkan lembaga PAUD. Penelitian ini membahas POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 M. Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) peran salah satu pondok pesantren di Kota Blitar Provinsi Jawa Timur dalam mengembangkan lembaga PAUD yang berada di bawah naungannya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas baik secara pemahaman keagamaan atau berkarakter yang baik. Jika dilihat dari perspektif kepesantrenan, untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai pemahaman agama yang baik dan berciri seperti pesantren maka lembaga PAUD harus menirukan model pendidikan di pesantren. Contohnya guru diambil dari alumni pesantren yang menguasi basic pesantren, sistem kurikulum dan pembelajarannya dilakukan kegiatan berbasis agama sebagaimana di pesantren, serta membuat branding dan kualitas sebagaimana ciri khas pesantren agar Masyarakat percaya antusias untuk menyekolahkan anaknya ke PAUD tersebut. Sejalan dengan itu maka tentunya dalam mengembangkan PAUD berbasis pesantren bisa dilihat dari bagaimana lembaga PAUD di lingkungan pesantren dalam mengembangkan lembaganya, seberapa jauh peran pesantren dalam mendukung lembaga yang berada di bawah naungannya, serta bagaimana pengaruh dukungan pesantren pada lembaga PAUD terhadap minat dan antusiame Masyarakat dalam menyekolahkan ke PAUD Jika hal itu mendapat dukungan penuh dari pesantren maka lulusannya bisa dijamin untuk memiliki pengetahuan agama yang baik dan berakhlakul karimah. Tulisan ini didasarkan pada argument bahwa keberhasilan lembaga PAUD dalam menyelenggarakan pendidikan berbasis pesantren dipengaruhi oleh pemahaman agama guru dan pengetahuan kepesantrenan, desain kurikulum dan kegiatan pembelajaran menirukan sistem pesantren, dukungan dari pesantren baik secara motivasi dan materiil secara penuh, serta membangun branding lembaga Bersama pondok pesantren agar Masyarakat segera percaya. Guru yang memiliki pengetahuan agama yang baik dan mengerti sistem pesantren akan melakukan kegiatan pengajaran dengan ciri khas Apalagi hal itu didukung dengan desain kurikulum yang berbasis pesantren semakin memudahkan guru dalam mengajar dan membentuk karakter anak sesuai ajaran Dukungan pesantren berupa motivasi, perhatian dan pemenuhan fasilitas akan semakin kuat dalam mengembangkan lembaga yang berciri khas pesantren dan mampu menghasilkan lulusan yang diinginkannya. Terakhir ialah jika dalam membangun lembaga pendidikan dibutuhkan membangun branding dari awal. Namun jika lembaga berada di bawah naungan pondok pesantren maka tidak lagi lembaga yang baru tersebut membangun branding dari awal akan tetapi ikut branding lembaga induk yaitu pondok Dengan demikian peran pondok pesantren dalam membangun lembaga PAUD memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan dan kemajuan yang diperoleh lembaga PAUD tersebut. Literatur Review Pentingnya Mendidik Anak Sejak Dini Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ialah bentuk pendidikan yang berfokus untuk mendidik dan membina anak usia dini . -7 tahu. agar dapat tumbuh secara optimal, baik fisik maupun psikis. Meskipun pada usia anak masik balita yang lebih banyak sisi belajar secara bertahap dan bermain, konsentrasi pendidikan anak usia dini didesain sesuai dengan perkembangan anak. Tujuannya agar perkembangan dan pertumbuhan jasmani rohaninya dapat optimal serta pembentukan karakter positif ditanamkan sejak Secara kelembagaan. PAUD membutuhkan sarana dan prasarana yang bersifat bermain yang mengedukasi. Jenis permainan yang disediakan berdasarkan tingkat kecerdasan anak agar dapat berkembang secara optimal. Secara kurikulum. PAUD mendesain kurikulum berdasarkan psikologi perkembangan anak, seperti POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 221 Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengoptimalkan motoric halus maupun motoric kasar (Pugach et al. , 2020. VanTasselBaska & Wood, 2. Banyak pakar yang berpendapat bahwa perlunya bayi sejak lahir mulai dididik, dirangsang, diajarkan hal-hal positif agar nantinya tumbuh sesuai dengan Jika anak diajar sejak dini sesuai perkembangannya maka bisa menjadi anak yang cerdas serta memiliki kepekaan hati. Membentuk Karakter Anak sesuai Nilai Agama di Tengah Perkembangan Teknologi Pertumbuhan kognitif dan kepribadian anak bisa terganggu dan tidak sesuai dengan yang diharapkan jika tidak mendapatkan pendidikan dari sejak dini. Oleh sebab itu penting memberikan pendidikan anak sejak dini agar pertumbuhan jasmani dan Rohani anak bisa diarahkan sesuai dengan nilai moral atau nilai agama (Aljabreen. Ardoin & Bowers, 2. Perkembangan teknologi era modern sangat cepat dan mengakibatkan perubahan di berbagai aspek kehidupan mulai bidang social, politik, pendidikan, budaya dan seterusnya (Su & Yang, 2. Tentunya dampak perubahan itu mempunyai dampak positif dan negative. Jika masyarakat tidak menjaga dan menyaring informasi yang masuk ke anak mereka maka dampak negative dari perkembangan teknologi akan merasuk ke dalam pikiran anaknya (Lyrida-Ayala et al. , 2. Akibatnya perilaku anak akan berubah dan perkembangan karakter anak menjadi tidak sesuai ajaran moral agama dan moral masyarakat. Apa yang ditonton dalam video akan ditirukan oleh anak baik yang bersifat positif ataupun negative. Lebih parahnya perkembangan moral anak menjadi cenderung individualistis dan egois. Orang tua melihat perkembangan anaknya menjadi gelisah dan berusaha mencari solusi dengan mendidik anak terhadap nilai moral berbasis agama (Andika, 2022. Han et al. , n. Orang Tua lebih Memilih dan Memasukkan Anaknya Ke Lembaga Pendidikan Berbasis Pondok Pesantren Banyak orang tua berusaha mencari pendidikan yang bermutu bagi anaknya terutama dalam bidang keagamaan. Namun bukan berarti lembaga pendidikan lainnya tidak bermutu, hanya saja orang tua lebih mengedepankan pendidikan karakter berbasis agama (Azrina & Akrim, 2. Sebagai contoh, orang tua masa kini lebih memilih menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren. Karena pendidikan agama Islam selain bermanfaat bagi pembentukan karakter peserta didik yang agamis, juga bermanfaat untuk pendidik dan orang tua (Irhamna & Purnama. Lindhardt, 2. Jika anak tidak diberikan porsi pendidikan yang cukup akan mengakibatkan perkembangan anak tidak terkontrol. Jika hal ini dibiarkan akan menjadikan anak lebih emosional, tidak mau belajar, susah dikendalikan serta karakter dan moralnya terkadang berkembang kurang sesuai norma social dan agama (Alsimah et al. , 2021. Hasanah, 2. Lebih lanjut, dengan pengawasan orang tua yang kurang terhadap mengakses gadget, anak akan bisa mengakses hal negative dan belum saatnya dilihat, seperti pergaulan bebas (Martyn-Criado et al. , 2021. Ratnasari & Alias, 2. Sebaliknya pengelola lembaga pendidikan mulai menyadari bahwa tren Masyarakat dalam menyekolahkan anak diarahkan pada lembaga pendidikan yang bernuansa pembentukan karakter, terutama berbasis agama. Dengan keadaan demikian, pada zaman modern ini tidak mengherankan jika mulai bermunculan lembaga pendidikan baru mulai dari tingkat PAUD. TK, hingga SMA swasta dengan mengutamakan pendidikan karakter berbasasis agama. Hal ini dalam rangka menjawab permintaan Masyarakat agar lembaga pendidikan juga melayani pembentukan karakter berbasis nilai moral atau nilai agama, selain hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum (Muharrahman, 2019. Nurhayati et al. , 2. Tidak hanya itu, beberapa lembaga POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 M. Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pendidikan anak usia dini didirikan di bawah naungan pondok pesantren agar proses pendidikan berbasis karakter langsung diawasi oleh pondok pesantren (Muntomimah. Ulum, 2. Tujuannya supaya anak dikenalkan terlebih dahulu dengan pendidikan agama serta pembiasaan karakter berbasis nilai moral agama (Alfaini et al. Wadu et al. , 2. Selain itu pondok pesantren bisa langsung mengawasi terhadap lembaga pendidikan anak usia dini agar program pendidikannya sesuai dengan sistem pesantren (Dwikurnaningsih, 2020. Purwadhi et al. , n. Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Pesantren membentuk Karakter sesuai Nilai Moral dan Agama Menurut Adian Husaini, karakter anak akan dapat tumbuh dengan baik jika diupayakan melalui proses pendidikan berbasis agama, lingkungan yang mengajarkan nilai moral dan pemberian stimulus agar berkembang sesuai tujuan pendidikan (Husaini. Bahkan menurut Fadhlillah, menghentikan dekadensi moral dapat dilakukan melalui pendidikan moral dan akhlak anak di lembaga PAUD berbasis agama (Hasanah. Agar perkembangan karakater anak berkembang dengan baik sesuai ajaran agama, salah satu strateginya melalui metode keteladanan dari guru. Secara tidak langsung, karakter anak akan terpengaruh pada lingkungan yang dilihatnya dan kemudian ditirunya. Jika lingkungan guru, orang tua dan Masyarakat mencontohkan karakter yang berakhlak maka karakter anak akan tumbuh sesuai akhlak yang Sebaliknya jika lingkungan memberikan contoh karakter yang kurang baik maka juga akan ditiru anak yang kemudian menjadi karakternya (Birhan et al. , 2021. Inaku & Nur Iman, 2020. Sari et al. , 2. Munculnya fenomena lembaga PAUD yang dikelola lembaga pondok pesantren tentunya menjadi kabar yang baik bagi Masyarakat sebab kualitas lembaga PAUD akan terkontrol proses pendidikannya secara agamis (Rasyidi, 2023. Suri & Chandra, 2021. Syam et al. , 2. Tentunya program membiasakan anak pada ajaran agama menjadi program utama seperti sholat duha, mengaji, berbicara berpidato di depan kelas untuk melatih mental, dan lain sebagainya. Hal tersebut tentunya untuk mengembangkan mutu dan prestasi anak berbasis agamis atau berbasis pesantren (Low & Ayoko, 2018. Mahmudiyah & Mulyadi, 2. Pada sisi lain penelitian tentang peran pesantren dalam mengembangkan PAUD dengan dukungan penuh agar menghasilkan lulusan dengan ciri menghasilkan lulusan dengan dengan pemahaman yang baik dan berhasil dalam membentuk karakter masih terbatas. Penelitian peran pesantren dalam mengembangkan lembaga PAUD didominasi oleh desain kurikulum PAUD didasarkan didesain dengan kurikulum pesantren. Sehingga penelitian terkait dukungan pesantren dalam membangun PAUD secara penuh masih minim dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pengembangan lembaga PAUD yang terintegrasi dengan dukungan penuh pesantren dan tentunya juga sesuai dan diakui oleh kurikulum pemerintah. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam hal ini ialah penelitian kualitatif. Metode kualitatif merupakan suatu metode yang mana hasil penelitian ini bukan angka-angka namun berupa data berbentuk kalimat. Peneliti memahami suatu fenomena yang diteliti terkait dengan focus dan permasalahan yang diamati dan hasilnya dideskripsikan dalam bentuk deskripsi kalimat (Creswell, 2015. Sugiyono, 2. Penelitian ini menjelaskan dan mendeskripsikan secara mendalam terkait pengembangan pendidikan anak usia dini lembaga PAUD dan peran pondok pesantren dalam mengembangkan lembaga pendidikan anak usia dini tersebut. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 223 Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Penelitian ini dilakukan di salah satu lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berada di Kabupaten Blitar. Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan sekitar 3 bulan yang dimulai bulan Juli hingga September 2023. Sumber data penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam observasi, peneliti mengamati langsung kegiatan pembelajaran dari awal hingga selesai. Selain itu juga melakukan wawancara dan sebagai responden wawancara dalam penelitian ini ialah kepala PAUD, guru dan wali murid. Bahkan peneliti banyak mendapatkan informasi yang mendalam ketika berinteraksi pada saat di sekolah maupun melaksanakan observasi langsung dan melakukan wawancara terhadap guru serta orang tua atau wali murid. Adapun partisipan yang bersedia terdapat tiga orang yaitu sebut saja dengan inisial Rani. Rina dan Ratna. Rani berkedudukan sebagai kepala lembaga PAUD. Rina berkedudukan sebagai salah satu guru senior di PAUD, dan Ratna merupakan salah satu orang tua yang menyekolahkan anaknya ke PAUD tersebut. Pendidikan terakhir dari kepala sekolah dan guru yaitu S-1 serta Tingkat SMA untuk salah satu murid. Semua partisipan tersebut beralamat di Kabupaten Blitar. Provinsi Jawa Timur. Indonesia. Selanjutnya peneliti juga mengumpulkan data dokumentasi dari data catatan siswa dan lainnya untuk menguatkan data awal. Selanjutnya setelah data dikumpulkan, dilakukan analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mendeskripsikan sejauh mana peran pesantren dalam pengembangan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) mulai bidang kurikulum, sistem pembelajaran, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, dan lainnya. Melakukan mengumpulkan data objek yang diteliti Berikutnya melakukan memperoleh data lebih banyak dan mendalam Untuk mengecek kredibilitas data agar memperoleh data valid maka dilakukan pengecekan ulang dengan menggunakan metode trianggulasi. Hasil akhir data penelitian yang diperoleh valid. Data yang diperoleh melalui reduksi data, menyajikan data, dan menarik Kesimpulan. Jika dirasa data kurang . Gambar 1. Alur Penelitian Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Temuan Penelitian Lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) berbasis pesantren adalah lembaga pendidikan yang berdiri di bawah naungan pondok pesantren sebagai lembaga induk. Pondok pesantren ini sangat memberikan kontribusi penuh kepada lembaga PAUD Bahkan kiprah pesantren dalam berbagai hal sangat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Seperti kultur, metode, prestasi-prestasi yang diraih santri dan jaringan yang sangat luas sehingga memudahkan untuk dikenal masyarakat hingga pelosok daerah. Dengan demikian, masyarakat semakin tertarik untuk menyekolahkan anaknya di lembaga PAUD karena di bawah naungan pondok pesantren. Selain itu, lembaga PAUD juga selalu ikut andil dalam segala bentuk acara yang diselenggarakan pondok pesantren. Baik milad sekolah. Haul Pondok Pesantren, acara PHBI maupun POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 M. Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PHBN, dan lain sebagainya. Semua peserta didik yang belajar di lembaga PAUD telah dianggap santri oleh pondok pesantren tersebut. Sehingga ilmu yang didapat tidak hanya dari sekolah PAUD tetapi juga dari kebarokahan kyai yang mengasuh pondok pesantren Peran pondok pesantren ini memberikan kontribusi penuh kepada lembaga PAUD Bahkan perannya pesantren memberikan dampak dalam berbagai hal yang dapat dirasakan oleh semua lapisan Masyarakat sekitar. Pengaruh dampak tersebut seperti kultur, metode, prestasi-prestasi yang diraih santri dan jaringan yang sangat luas sehingga memudahkan untuk dikenal masyarakat hingga pelosok daerah. Dengan pengaruh pesantren tersebut, masyarakat mudah mengetahui dan percaya pada lembaga PAUD yang kemudian tertarik untuk menyekolahkan anaknya. Keterlibatannya hal tersebut seperti pada milad sekolah. Haul Pondok Pesantren, acara PHBI maupun PHBN, dan lain sebagainya menjadi penguat peran pondok pesantren dalam merangkul dan mengembangkan lembaga PAUD. Tabel 1. Data Jumlah Peserta Didik lembaga PAUD Kelas Usia Jumlah Peserta Didik KB Bintang 3 bulan Ae 2 tahun 12 anak KB Bulan 2 tahun Ae 3 tahun 12 anak KB Matahari 3 tahun Ae 5 tahun 16 anak Total 40 nak Strategi Pengembangan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Dalam sebuah lembaga sekolah, tentunya terdapat sebuah kelebihan atau keunggulan yang berbeda dibanding dengan lembaga sekolah lainnya. Seperti yang telah dijelaskan oleh kepala sekolah keunggulan dari lembaga PAUD yang pertama adalah dari tenaga pendidik atau guru. Semua guru yang mengajar di PAUD mengutamakan dari hasil rekrutmen alumni pondok sebagai lembaga induk yang mempunyai tanggung jawab besar dan komitmen untuk mengabdikan diri di yayasan maupun lembaga ini. Selain itu, dari tenaga pendidik dinilai mampu membentuk karakter Islami yang tercermin dari program pondok pesantren seperti melatih anak sholat duhur berjamaah, membiasakan diri berdoa sebelum belajar, berdoa sebelum makan yang ditanamkan kepada peserta didik sejak dini. Sehingga apabila peserta didik nanti sudah lulus dan menjadi alumni, akan berbeda dengan lulusan lembaga lainnya. Keunggulan PAUD ini juga diperkuat oleh guru yang menjelaskan bahwa perekrutan alumni untuk mengabdi di lembaga PAUD adalah salah satu keunggulannya. Ditambah dengan latarbelakang PAUD yang berbasis pondok pesantren menjadikan sistem pengajaran sekolah sama dengan pesantren. Lembaga PAUD menerima peserta didik mulai dari usia 0-4 tahun. Selanjutnya pengelompokan kelas PAUD dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas reguler dan kelas full day. Perbedaan dari kelas tersebut adalah kelas reguler untuk anak-anak yang mengikuti kelas formal yang dimulai jam aktif 08. 00 sampai 12. Sedangkan kelas full day dimulai dari jam aktif belajar 08. Keunggulan lain yang berbeda dari lembaga lain adalah tidak hanya jenjang PAUD, tetapi juga mempunyai lembaga TK. Bahkan dibuka jenjang RA yang bekerja sama dengan Pondok pesantren. Anak yang sekolah Mulai dari tingkat RA juga bisa melanjutkan dijenjang selanjutnya di bawah naungan yayasan pondok pesantren. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 225 Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sistem Pembelajaran Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Sistem pembelajaran yang digunakan lembaga PAUD ialah standar pengajaran anak usia dini dari pemerintah dan juga menggunakan sistem pengajaran pondok pesantren yang dipadukan. Praktek dari pengajarannya seperti pelatihan sholat duha berjamaah, pembacaan doa sehari-hari, belajar membaca asmaul husna bersama, dan membiasakan untuk sholat duhur berjamaah. Selanjutnya pembelajaran dilakukan di dalam kelas . dan di luar kelas . Pembelajaran di luar kelas . dilakukan setiap satu bulan sekali yang biasanya dilakukan bersamaan dengan study tour ditaman edukasi. Hal ini bertujuan untuk bermain sambil belajar agar anak menjadi senang dan nyaman dalam belajarnya. Kurikulum di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Kurikulum adalah salah satu komponen utama dalam sebuah pendidikan. berdasarkan penjelasan dari kepala sekolah bahwa kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran di lembaga PAUD yaitu tetap mengikuti sistem kurikulum sesuai dengan anjuran dari dinas pendidikan sebagai integrative holistic. Penerapannya mengacu dengan ketentuan kurikulum dinas pendidikan, namun juga menambahkan kurikulum dari pondok pesantren untuk mengembangkan kemampuan anak dalam mempelajari ilmu bidang agama yang diterapkan di kehidupan sehariAehari anak. Untuk mengukur hasil akhir belajar. PAUD menggunakan sistem sentra, dimana selain menerapkan pelaporan hasil belajar sesuai kaidah dinas pendidikan juga menggunakan raport portofolio. Bentuk raportnya adalah lembar hasil belajar yang tidak hanya nemberikan penilaian deskripsi ataupun angka, namun juga terdapat beberapa gambaran kegiatan berupa foto pada setiap individu anak meliputi kemampuan perkembangan berjinjit, meniti papan titian, meloncat. Hal itu dilaporkan kepada wali murid agar mereka mengetahui perkembangan anak dalam segi motoriknya. Menurut salah satu guru memaparkan bahwa: dulu pada awal berdirinya lembaga PAUD, sistem kurikulum yang digunakan adalah kurikulum K13. Namun dengan adanya perubahan kebijakan dari pemerintah tentang kurikulum pendidikan. PAUD mengambil kebijakan untuk menerapkan kurikulum Permendikbud tersebut. Selain menggunakan kurikulum Permendikbud. PAUD juga memadukan kurikulum pondok pesantren untuk membentuk karakter agamis yang mendukung pertumbuhan, perkembangan pembelajaran dan prestasi anak usia dini. Strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran Strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran dan prestasi anak di lembaga PAUD disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anak. Pada usia anak belum dapat terlihat secara detail kemampuan dan bakat khusus dimilikinya. Sehingga srategi guru untuk mengembangkannya yang pertama adalah dengan memberikan contoh atau teladan dari guru itu sendiri. Selanjutnya kebijakan dari kepala sekolah, diadakan pelatihan-pelatihan untuk mengasah kemampuan guru dan sharing bersama serta evaluasi yang dilakukan satu minggu sekali untuk membahas kendala, keluhan, atau bahkan masukan. Berdasarkan evaluasi tersebut, guru akan terbantu untuk mengenali karakter siswa dan mengetahui strategi mengajar yang cocok dan sesuai sekaligus menghadapi berbagai macam karakter masing-masing anak. Adapun untuk strategi lainnya adalah guru lebih memprioritaskan perkembangan minat dan bakat anak dengan cara merangsang dan mengajarkan menyanyi anak, menari, menggambar, membacakan sebuah cerita anak. Sebagaimana keterangan dari kepala sekolah dan guru selaku senior di lembaga PAUD bahwa: strategi untuk mengembangkan belajar dan prestasi anak tidak semudah POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 M. Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dibayangkan. Yang paling utama adalah tergantung strategi guru dalam mengajar. Dalam proses pembelajarannya membutuhkan kesabaran, ketegasan dan kreatifitas model mengajar agar peserta didik tidak mudah bosan. Misalnya setiap satu minggu dua kali diadakan kelas memasak. Kemudian juga diadakan kelas outdor dan study tour di taman edukasi untuk mengenalkan anak dengan berbagai macam hewan, bunga, dan lain sebagainya. Strategi-strategi inilah yang dapat membantu guru untuk mengembangkan pembelajaran anak dan sedikit demi sedikit dapat menemukan kemampuan, minat dan bakat anak yang nantinya dapat dikembangkan lagi dijenjang selanjutnya. Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Lembaga pendidikan anak usia dini yang dikelola di bawah naungan pondok pesantren tentunya lembaga itu terpengaruh oleh visi pondok tersebut. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi lembaga pendidikan anak usia dini karena selain kurikulumnya dibantu, juga mudah dikenal dan dipercaya oleh Masyarakat. Sebagaimana yang keterangan dari kepala sekolah lembaga PAUD bahwa Yayasan Pondok pesantren sangat berpengaruh dalam membantu mengembangkan lembaga di PAUD ini. Salah satunya adalah membantu kelengkapan fasilitas atau sarana prasarana. Yayasan Pondok pesantren memperhatikan penuh untuk kelengkapan sarana prasarana mulai dari ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, taman bermain, kelas khusus kelas memasak, kamar mandi, buku penunjang pembelajaran, mainan, dan tempat khusus untuk istirahat peserta didik. Semua fasilitas ini disediakan untuk supaya kondusif serta menunjang keberhasilan dan perkembangan kualitas peserta didik. Selain sarana prasarana yang disiapkan dan didukung penuh oleh pihak Yayasan pondok pesantren untuk PAUD. Pondok pesantren juga selalu menggandeng PAUD dalam agenda tahunan seperti Rapat kerja tahunan yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali yang diikuti oleh semua tenaga kerja mulai dari PAUD. MADIN. MI. SMP. SMA. Perguruan tinggi, yang menjadi naungan yayasan pondok pesantren. Dalam rapat itu membahas mengenai evaluasi kebutuhan, permasalahan, dan pencapaian program kerja yang telah dilaksanakan setahun terakhir dan merancang program kegiatan untuk satu tahun ke depan. Diantara program kegiatan yang disemarakkan seperti kegiatan PHBN, kegiatan PHBI, acara purnawiyata, wisuda khatmil, dan lain sebagainya. Dalam rapat tersebut, lembaga PAUD sangat diperhatikan penuh dan dibantu secara tuntas atas semua permasalahan dan kebutuhan apapun yang diperlukan untuk memnunjang proses belajar mengajar. Penjelasan ini juga diperkuat oleh salah satu guru senior yang mengajar. Beliau menjelaskan bahwa: pondok pesantren sangat membantu terutama dalam hal segi kurikulum agama dan sarana prasarana. Dengan adanya fasilitas yang sangat memadai yang disediakan oleh pondok pesantren maka proses belajar mengajar menjadi nyaman dan kondusif sehingga guru semakin inovatif dalam mengajar serta peserta didik lebih bersemangat dalam belajar. Selain itu, yayasan pondok pesantren juga selalu melibatkan semua lembaga di bawah naungannya termasuk PAUD dalam semua kegiatan sehingga menjadikannya benar-benar merasa dirangkul dan terjalin erat hubungannya dengan pondok pesantren. Tidak hanya itu, dalam segi pembelajaranpun keberadaan pondok pesantren sangat berpengaruh. Hal ini tercermin pada pembelajaran yang dilakukan berbasis pesantren dan kental akan nilai agamis. Selain itu terdapat juga kelas khusus mengaji pada hari tertentu yang dikoordinasi langsung oleh pondok pesantren untuk menambah nilai agamis pada peserta didik. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 227 Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sesuai keterangan di atas bahwa pondok pesantren sangat berperan penting terutama dalam sarana prasarana dan pembelajaran berbasis agamis yang diberikan sehingga membantu dalam proses perkembangan pembelajaran dan prestasi anak di lembaga PAUD. Pengaruh Pengembangan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini bagi Masyarakat Lembaga PAUD lingkungan pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang sudah cukup dikenal banyak masyarakat sekitar. Menurut hasil wawancara terhadap salah satu masyarakat (Ibu UH), yang juga menjadi salah satu wali murid siswa PAUD menjelaskan bahwa alasan memilih lembaga PAUD di lingkungan pesantren karena PAUD ini merupakan lembaga formal berbasis agama. Disisi lain. Masyarakat memang sudah sangat mempercayai bahwa PAUD yang merupakan satu unit dengan yayasan pondok yang juga secara kurikulum dan materinya sesuai dan tidak menyimpang dari ajaran aswaja. Anak usia dini sangat membutuhkan pembentukan karakter yang sesuai dengan harapan orang tua dan sesuai dengan ajaran Islam. Salah satu alasan lain yang menguatkannya ialah anak yang sekolah di lembaga PAUD dibimbing langsung oleh guru-guru yang merupakan satu nasab dengan guru alumni pondok dan Kyai. Selain itu, biaya sekolah di lembaga PAUD juga terbilang relative terjangkau daripada sekolah lain. Walaupun terbilang relative terjangkau, namun materi dan semua ilmu yang diberikan kepada anak tidak murahan melainkan sangat berkualitas. Menurut pangakuan salah satu wali murid lainnya mengatakan bahwa: sangat merasakan perkembangan karakter anak terutama dalam hal empati dan sikap sosial. Anak yang belajar di lembaga PAUD sudah mulai terbiasa memberi tanpa diminta, menolong tanpa diperintah, dan lebih banyak menguasai kosa kata baru dalam kehidupan sehari-hari. Anak usia 2-3 tahun sudah mulai pandai ketika diajak komunikasi dengan baik oleh lawan bicaranya. Selain itu, anak juga mulai bisa bercerita walaupun hanya sekedar mendeskripsikan hal-hal kecil. Selanjutnya anak sudah dikenalkan doa-doa keseharian, misalnya seperti berdoa sebelum makan, doa menjelang Biasanya saat anak pulang dari sekolah, anak sudah bisa bernyanyi seperti apa yang diajarkan ketika sekolah. Banyak dampak positif yang dapat dirasakan ketika anak di sekolahkan di lembaga PAUD yang berada di bawah naungan pondok pesantren. Kemampuan berbicara yang semakin berkembang, kemampuan visual berupa rangsangan berkembang, mengingat lagu-lagu bernyanyi, rasa empati yang mulai tertanam, dan karakter agamis yang sudah mulai tampak pada pribadi anak yang telah diajarkan oleh guru-guru di lembaga PAUD berbasis pesantren. Selanjutnya usaha yang telah dilakukan untuk mengembangkan pembelajaran dan prestasi anak tentunya juga terdapat kendala atau permasalahan yang dihadapi. Salah satunya adalah ketika ada beberapa anak yang memiliki kebutuhan khusus yang ingin bersekolah di lembaga PAUD berbasis pesantren dan ternyata belum ada tenaga guru yang mempunyai keahlian dalam bidang tersebut. Sehingga kebijakan dari lembaga sekolah adalah mengarahkan untuk mengikuti pendidikan yang sesuai di luar lembaga PAUD. Agar masyarakat memilih lembaga PAUD berbasis pesantren sebagai sekolah yang dipilih, maka lembaga PAUD mengedepankan kualitas guru yang baik dalam hal kemampuan mengajar, kemampuan untuk berinteraksi dengan wali murid, inovasi dalam mendidik dan menyayangi anak. Dengan demikian, masyarakat akan lebih terkesan dengan cara melihat keunggulan guru sehingga dapat menjadi daya Tarik bagi wali murid agar menyekolahkan anaknya di lembaga PAUD berbasis pesantren. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 M. Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berdasarkan hasil wawancara dengan Masyarakat terutama wali murid. Lembaga PAUD memiliki berbagai macam kesan yang baik. Selain itu jumlah peserta didik setiap tahun semakin meningkat. Dengan antusiasme Masyarakat, kepala sekolah berharap agar fasilitasnya ditambah terutama untuk penambahan ruang kelas karena peserta didik yang bertambah. Pembahasan Rendahnya sumber daya manusia Indonesia dibanding dengan negara lainnya menurut survei UNDP yang menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan sejak dini. Rendahnya mutu pendidikan juga berakibat pada sumber daya manusia Indonesia menjadi tidak optimal. Selain itu, era globalisasi dengan berkembang pesatnya teknologi modern telah menimbulkan dampak positif dan negetif, terutama bagi anak (Schmuck et al. , 2. Diantara dampak negatifnya, beberapa orang tua mengenalkan anak dengan smartphone tanpa pengawasan. Akibatnya anak menjadi terlalu sering bermain dengan smartphone yang juga mempengaruhi karakter anak kea rah negative. Contohnya seperti anak menghabiskan waktu hanya untuk bermain game, menonton video dan lain sebagainya. Sehingga perkembangan karakter anak menjadi egois, kepekaan social rendah, serta kecanduan pada hal-hal yang kurang bermanfaat untuk masa depan anak (Buabbas et al. , 2021. Matthes et al. , 2021. Primayana, 2. Pendidikan anak usia dini (PAUD) ialah jenis pendidikan yang diberikan kepada anak sejak usia dini dan menjadi salah satu Solusi alternatif yang efektif untuk mendidik karakter anak usia dini. Pada zaman modern ini, perkembangan pondok pesantren dalam menghadapi tantangan zaman telah mengharuskannya untuk melakukan inovasi-inovasi. Salah satu bentuk inovasi yang muncul ialah sistem pondok pesantren terpadu (Muhammad Roy Purwanto, 2020. Yunus, 2. Pondok pesantren terpadu diartikan sebagai program pembelajaran yang memadukan antara ilmu agama dengan ilmu umum, baik melalui kurikulum maupun materi pembelajaran (Kurniawan & Ariza, 2021. Mursidi et al. Hal ini dilakukan disebabkan adanya tuntutan Masyarakat agar jika anak lulus nantinya tidak hanya menguasai ilmu agama saja namun juga ilmu umum. Oleh sebab itu pondok pesantren bekerja sama dengan sekolah pada umumnya atau mendirikan sendiri sekolah seperti yang ada di Masyarakat. Tujuannya agar pondok pesantren bisa mengawasi dan mengarahkan model pendidikan sekolah yang sesuai dengan visi pondok pesantren yaitu pembentukan karakter individu yang agamis. Bentuk sekolah tersebut sudah mulai banyak muncul di berbagai daerah sekolah yang terpadu dengan pondok pesantren (Bening & Munastiwi, 2022. Oktiwanti et al. , 2016. Rahman, 2. Peran pondok pesantren dalam membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan terpadu berpengaruh pada perkembangan dan reputasi lembaga pendidikan yang di bangunnya, terutama lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) terpadu yang berada di bawah naungan pondok pesantren akan berkembang dengan baik karena citra lembaga tersebut berada di bawah pondok pesantren. Sehingga Masyarakat percaya bahwa lembaga pendidikan anak usia dini membentuk karakter anak sesuai ajaran agama. Tentu hal itu membuat reputasi pesantren dapat berkembang dengan cepat dan diminati Masyarakat luas (Roqib, 2. Selanjutnya dalam hal pembangunan, dukungan optimal pesantren terhadap lembaga pendidik anak usia dini sangat membantu agar segera dapat berkembang dengan baik dan terpenuhi segala fasilitas yang diperlukannya. Dari sisi kurikulum, pondok pesantren akan membantu mendesain kurikulum yang ideal sesuai dengan psikologis dan perkembangan anak (Blewitt et al. , 2020. Mahmudiyah & Mulyadi, 2. Dengan POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 229 Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) demikian, lembaga PAUD yang berada di bawah naungan pondok pesantren akan mampu tumbuh dan berkembang dengan relative cepat karena adanya peran pondok pesantren yang membantu mengembangkannya. Selanjutnya reputasi lembaga pendidikan anak usia dini tersebut dengan segera akan memiliki reputasi baik dari Masyarakat karena terbantu oleh reputasi pesantren atau kyai yang telah dikenal oleh Masyarakat luas (Mulyadi et al. , 2. Akibatnya, banyak orang tua yang tertarik memasukkan anaknya untuk sekolah di lembaga pendidikan anak usia dini tersebut. Orang tua mengharapkan agar anaknya yang disekolahkannya akan dibentuk karakternya sesuai nilai karakter agama yang menjadi ciri khas pesantren. Selain itu, ilmu umumnya juga bisa diperoleh dari lembaga PAUD tersebut (MarAoati, 2. Pada akhirnya Masyarakat akan merasa puas jika anaknya dimasukkan ke sekolah PAUD yang berada di bawah naungan pesantren sebab anaknya akan mendapatkan pendidikan umum dan pendidikan agama serta pembentukan karakter melalui pembiasaan berbasis pesantren (Setiowati, 2. Peran lembaga pendidikan anak usia dini berbasis pesantren merupakan salah satu solusi alternatif efektif saat ini dalam menumbuhkembangkan karakter anak yang bermoral, berakhklak mulia, kreatif, inovatif serta kompetitif. Model lembaga pendidikan berbasis pesantren mendesain kurikulum tentu dengan nuansa agama yang membiasakan karakter anak sesuai nilai-nilai moral agama (Rouf. Dengan berlandaskan agama, maka kurikulum sekolah akan mampu membentuk karakter anak sesuai ajaran agama di tengah berbagai persoalan Masyarakat akibat perkembangan modern yang pesat. Strategi pembelajaran pada lembaga pendidikan berbasis pesantren biasanya dilakukan melalui pembiasaan spiritual dan pembiasaan social yang dilakukan di lokasi pesantran atau masjid. Tujuan pembiasaan social yang dilakukan guru agar pembentukan karakter social dan solidaritas anak tumbuh sejak Pembiasaan spiritual dilakukan dalam bentuk melakukan sholat berjamaah, sholat dhuha, sholat dhuhur, membaca doa, dan menghafal beberapa ayat Al-QurAoan (Mafrudlo et al. , 2. Kegiatan pembiasaan spiritual dilakukan di sekitar pondok pesantren, masjid, mushola atau tempat ibadah lainnya agar anak terbentuk kesadaran dekat dengan masjid atau tempat ibadah (Budiharso et al. , 2023. Isbah & Sakhiyya, 2. Selanjutnya dalam pembelajaran di sekolah, guru akan menjadi sosok yang diteladani oleh anak dalam segala perilaku, pola komunikasi serta cara fikirnya. Agar terbentuk karakter spiritual, guru harus mencontohkan sifat sabar, solidaritas, disiplin, serta telaten (Shofiyah & FuAoadah, 2. Hal ini akan ditiru anak dan dijadikan role model yang ideal bagi anak yang secara langsung tertanam dalam diri anak akan karakter tersebut. Terlebih lembaga pendidikan anak usia dini di bawah naungan pesantren, model pembelajaran dengan ciri khas pesantren akan mempengaruhi serta mewarnai pola pembelajaran lembaga PAUD tersebut (Muharrahman, 2. Selain itu, kedekatan anak terhadap lembaga pendidikan pesantren akan tertanam sedemikian rupa sehingga menjadikan spiritual anak dapat berkembang dengan baik sebagaimana yang diharapkan (Zamhari & Rahmayanti, 2. Adapun kurikulum lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di bawah naungan pondok pesantren tentunya kurikulum yang digunakan ialah kurikulum yang disusun berdasarkan perpaduan kurikulum dari pemerintah dan ciri khas pesantren (Kusnandi, 2. Model pengajaran yang digunakan berdasarkan kondisi psikologis anak pada umumnya namun materinya disisipi dengan materi keagamaan berbasis pesantren. Misalnya pada saat akan dan sesudah makan, guru mengajak terlebih dahulu untuk berdoa. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 M. Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Hal ini menjadikan anak menyadari bahwa sebelum makan harus ingat kepada Tuhan yang menciptakan makanan (Adji et al. , 2021. Sutopo et al. , 2. Kemudian pada saat anak berbuat salah maka guru akan memberinya contoh untuk minta maaf. Hal itu agar perkembangan karakter social anak dapat tumbuh dengan baik yang membiasakan anak untuk bersikap mengakui kesalahan jika berbuat salah. Selanjutnya pada saat bermain, guru harus bersikap ramah, adil, dan halus Ketika anak berebut mainan dengan temannya. Guru harus mempunyai rasa sabar dan sayang terhadap anak meskipun terkadang muncul perasaan kurang sabar. Tentunya itu akan dilihat dan dicontoh oleh anak akan sikap dan sifat tersebut. Jika guru mampu berbuat sabar dan memberikan arahan berbasis spiritual maka anak akan menyukai guru dan mau mendengarkan segala arahan dari guru (Manshur, 2. Oleh karena itu kurikulum lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berada di bawah naungan pesantren mempunyai kelebihan dan daya Tarik tersendiri karena kurikulum yang digunakannya ialah perpaduan kurikulum pemerintah dan kurikulum ciri khas pondok pesantren (Irawan, 2023. Mahmudiyah & Mulyadi, 2021. Maspupah, 2. Kesimpulan Pengembangan lembaga PAUD berbasis pesantren bisa dilakukan melalui pengambilan guru dari alumni pondok pesantren, penyusunan kurikulum yang didesain kolaborasi kurikulum pemerintah dan pondok pesantren, sistem pembelajaran berbasis kegiatan keagamaan serta pemenuhan sarana dan prasarana oleh disediakan dan didukung oleh pondok pesantren. Bahkan anak yang sekolah di lembaga PAUD dianggap sebagai santri pondok pesantren meskipun masih dalam usia balita. Selain itu juga dikuatkan dengan strategi branding lembaga PAUD menggunakan nama pondok pesantren yang memang sudah dikenal di Masyarakat luas. Sehingga lembaga pendidikan anak usia dini segera dikenal dan diminati Masyarakat agar menyekolahkan anaknya ke lembaga tersebut. Proses pembentukan karakter melalui pelatihan sholat dhuha berjamaah, pembacaan doa sehari-hari, belajar membaca asmaul husna bersama, dan membiasakan untuk sholat duhur berjamaah. Kelompok kelas PAUD dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas reguler dan kelas full day. Hasil yang diperoleh penerapan strategi tersebut meningkatkan Masyarakat merasa puas bahwa anaknya memiliki pemahaman agama yang relative lebih baik dan bersikap sopan santun sesuai ajaran agama tanpa harus Hasil penelitian ini akan cocok diterapkan pada Masyarakat yang religious, artinya memiliki pemahaman agama yang baik dan taat dalam menjalani perintah Tentunya hasil penelitian ini memiliki kelemahan yakni belum bisa sepenuhnya diterapkan pada Masyarakat yang kurang memiliki pemahaman agama atau religious. Jika hasil penelitian diterapkan pada Masyarakat yang kurang taat dalam menjalankan perintah agama maupun pemahaman agama yang masih kurang, maka hasil penelitian ini kurang relevan dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait tema ini dengan lingkungan Masyarakat yang demikian tersebut. Ucapan Terima Kasih Kami ucapkan terima kasih kepada narasumber terlibat dalam penelitian ini dan utamanya kepada lembaga PAUD serta pondok pesantren yang mengizinkan dilakukan Tidak lupa kami ucapkan terima kasih atas dukungannya dari dosen MPI POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 231 Ubaidillah Ridwanulloh. Syamsul Huda. Yuan Robiah Al Adawiyah: Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IAIN Kediri yang telah meluangkan waktunya untuk konsultasi atas terselesaikannya penelitian ini. Daftar Pustaka