Volume 1 Nomor 1 . Pages 23 Ae 30 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Email Journal : pen. jhn@gmail. Web Journal : http://onlinejournal. com/index. php/jhn Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Literasi Baca Dan Kompotensi Kewarganegaraan Mahasiswa Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaaran Adam Wiguna1. Muhammad Arden Hibatullah Pratama2. Miftah Safitri3. Vicka Azzahra Iftita Maulyda4 Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah. Universitas Islam Negri Syekh Nurjati Cirebon Email : adamwigunaa@gmail. com1, ardenpratama209@gmail. mifthamiftha21@gmail. com3, vickaazzahra@gmail. Received : 2024-12-11. Accepted : 2025-01-11. Published : 2025-02-01 Kata Kunci: Kompotensi Literasi,Pembelajaran Daring Abstrak Keywords: Civic Competence. Literacy. Online Learning Abstract Penelitian ini berfokus pada pengaruh pembelajaran daring terhadap literasi baca dan kompetensi kewarganegaraan. Literasi lebih pada melibatkan tindakan yang kemudian berpengaruh terhadap pembentukan prilaku, sikap, nilai, hubungan, perasaan, struktur kekuasaan dan aspek kontekstual lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaktivitas, sikap kemandirian, kemudahan mengakses, dan pengayaan, serta adakah pengaruh pembelajaran daring terhadap literasi dan kompetensi kewarganegaraan mahasiswa PPKn Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik dasar dan pendukung dalam pengumpulan data di lapangan. Data yg terkumpul lalu dianalisis menggunakan SPSS versi 25. The Effect of Online Learning on Reading Literacy and Citizenship Competence of Pancasila and Citizenship Education Students. This research focuses on the influence of online learning on reading literacy and civic Literacy involves more action and is connected with the formation of attitudes, values, relationships, feelings, power structures and contextual aspects. This study aims to find out how interactivity, attitudes of independence, ease of access, and enrichment, as well as whether there is an influence of online learning on the literacy and civic competence of PPKn Students of Lampung University. This research uses a quantitative approach with basic and supporting techniques in collecting data in the field. The collected data was then analyzed using SPSS version 25. Copyright A 2025 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 24 | Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Literasi Baca Dan Kompotensi Kewarganegaraan Mahasiswa Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaaran PENDAHULUAN Akhir tahun 2019 ditemukan sebuah virus yang diidentifikasi sebagai SARS-CoV-2 atau Covid-19, pertama kali ditemukan di China, tepatnya di Provinsi Wuhan. Virus ini menyebar dengan cepat ke seluruh dunia hingga kemudian dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu badan PBB yang menaungi masalah Indonesia mengumumkan kasus pertama untuk pasien yang terinfeksi virus Covid-19 pada awal Maret 2020. Penyebarannya yang begitu mudah dan cepat, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan sebagai upaya menanggulangi pandemi ini, salah satunya melalui peneribtan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sistem yang digunakan selama berlakunya kebijakan tersebut adalah dalam jaringan atau . Pembelajaran dalam jaringan . merupakan sistem pembelajaran yang dalam pelaksanaanya dilakukan dengan mengandalkan koneksi internet dengan aksesbilitas, fleksibilitas dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Menurut Moore. DicksonDeane, . Pembelajaran dalam jaringan membantu proses kegiatan belajar mengajar tanpa harus membuat pendidik dan peserta didik ada pada satu ruang dan waktu yang sama, yang berarti pembelajaran dalam jaringan bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Pemerintah mengeluarkan kebijakan bantuan kuota data internet untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 yang diatur dalam Peraturan Sekretaris Jendral Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Paket Kuota Data Internet Tahun 2021 dengan demikian proses pendidikan diharapkan tetap dapat berjalan meski dalam keadaan pandemi seperti saat ini. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang menuntut peserta didik lebih mandiri dan bertanggungjawab dalam pelaksanannya. Kemudahan teknologi dan akses terhadap internet harus dimanfaatkan dengan baik dan bijak. Pembelajaran daring memberikan peserta didik kesempatan seluas-luasnya untuk mengakses informasi melalui internet, maupun buku, jurnal, artikel, berita dan media Oleh karena itu pembelajaran daring dapat menjadi momentum dalam meningkatkan minat literasi peserta didik. Diketahui bersama bahwa Indonesia memiliki minat baca yang rendah. Masyarakat Indonesia lebih senang bertutur kata lisan dari pada membaca. Rendahnya minat baca di Indonesia ini ditunjukkan oleh hasil studi Programme for International Student Asessment (PISA) 2018 yang menyebutkan bahwa kemampuan membaca siswa di Indonesia, berada pada skor rata-rata yakni 371, skor tersebut membawa Indonesia beraada pada urutan 72 dari 77 negara yang diteliti. Dari negara-negara yang ada di Asia Tenggara. Indonesia berada pada urutan paling bawah bersama dengan Filipina yang menduduki peringkat terakhir dalam membaca. Rendahnya tingkat literasi di Indonesia berbanding terbalik dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Politik Hukum dan Keamanan Kementrian Komunikasi dan Informatika Indonesia memiliki jumlah pengguna internet mencapai 202 juta orang, yang mana hal tersebut menjadi tantangan sendiri bagi bangsa Indonesia untuk bijak dalam menggunakan internet, sehingga memperkuat kompetensi kewarganegaraan menjadi sangat penting dalam membentuk Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn JHN : Jurnal Hukum Nusantara. Volume x . Tahun 20xx | E-ISSN : 2746-7x | 25 karakter warga negara di era digital saat ini. Kompetensi kewarganegaraan memiliki beberapa komponen yang menjadi suatu capaian. Winataputra . , menyebutkan setidaknya ada tujuh kecakapan atau kemampuan yang harus dimiliki oleh warga negara civic knowledge, civic skills, civic disposition, civic confidence, civic competence, civic commitment, dan civic culture. Setidaknya warga negara harus memiliki tiga kompinen utama, yaitu civic skils . etrampilan kewarganegeraa. , civic knowledge . engetahuan kewarganegaraa. dan civic dispositions . ikap kewarganegaraa. dengan tujuan membentuk smart and good citizen. Satu usaha dalam mengatasi permasalahanpermasalahan bangsa adalah melalui penguatan civic literacy terutama pada mahasiswa. Penguatan kompetensi kewargaenegaraan mengarahkan mindset mahasiswa agar tidak hanya mementingkan diri sendiri atau self centered, tetapi juga mendorong dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemikiran dan tindakan dalam pembangunan Penguatan kompetensi kewarganegaraan mengarah pada pembentukan warga negara yang mampu menemukan solusi atas masalah-masalah dalam kehidupan bermasyarakat, dan mengoreksi pemikiran yang salah dalam kehidupan berbangsa dan METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan Penelitian deksriptif merupakan penelitian yang digunakan guna memberikan gambaran yang lebih detail mengenai gejala dari sutau fenomena. Data primer dan data sekunder adalah sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pokok, berupa angket atau kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pertanyaan yang sudah dibuat kemudian mengajukannya kepada responden dengan tujuan menjaring data dan informasi yang dibutuhkan dari responden yang bersangkutan. Teknik penunjang berupa dokumentasi dan wawancara, peneliti mendapatkan data, keterangan dan informasi melauli wawancara dan angket. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran daring sudah ada sejak tahun 1990 dengan penggunaan istilah elearning. Kuntarto . , menjelaskan pembelajaran dalam jaringan adalah sebuah sistem pembelajaran yang dapat menghubungkan mahasiswa dan dosen dan memungkinkan terjadinya interaksi dalam proses pembelajaran melalui jaringan Menurut Dickson-Deane & Galyen . , pembelajaran daring adalah pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet untuk aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuannya untuk menghasilkan berbagai jenis interaksi Hartley . juga menjelaskan bahwa e-learning atau Pembelajaran daring adalah kegiatan belajar mengajar yang menggunakan internet, intranet, atau jaringan komputer lainnya untuk memungkinkan penyampaian bahan ajar dan bahan ajar kepada peserta didik. Rusman . menyebutkan karakterisitik pembelajaran daring sebagai berikut yakni, interaktivitas (Interactivit. yakni kemampuan pengguna untuk bisa berkomunikasi Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 26 | Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Literasi Baca Dan Kompotensi Kewarganegaraan Mahasiswa Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaaran langsung dengan komputer atau perangkat, seperti chatting, atau bahkan video, kemandirian . dalam segi penyelenggaraan pembelajaran Penyelenggaraan pembelajaran yang berhubungan dengan waktu, media, dan bahan ajar, sehingga proses pelaksanaan pembelajaran daring lebih berpusat pada peserta didik. Aksesbilitas . materi atau bahan ajar bahkan sumber belajar pun semakin mudah diakses dengan berbagai macam sarana dan variasi penggunaan media yang ada diinternet, pengayaan . kegiatan belajar seperti presentasi atau diskusi sebagai pengayaan dapat dilakukan dengan perangkat media seperti video streaming, atau video conference. Keempat karakteristik dalam pembelajara daring di atas merupakan pembeda pembelajaran daring dengan pembelajaran konvensional. Dalam pembelajaran daring proses pembelajaran tidak lagi hanya mengandalkan pendidik sebagai sumber informasi, melainkan peserta didik sendirilah yang mengonstruksi ilmu pengetahuannya melalui materi atau bahan ajar yang diberikan oleh pendidik lewat media belajar yang digunakan. Rosen Wahono dalam (Rosalina & Saleh, 2. Secara umum ada dua jenis aplikasi komunikasi diinternet yang bisa digunakan yaitu, synchronous system adalah jenis aplikasi yang berjalan secara realtime atau langsung dimana para pengunanya dapat berkomunikasi saat itu juga dengan bersamaan, contohnya chatting, video conferencee, live streaming dan lain sebagainya, asyinchronous system merupakan jenis aplikasi yang tidak bergantung pada waktu, dimana penggunanya bisa mengakses dan berkomunikasi dengan menyesuaikan waktunya masing-masing. Tavgiridze, . Literasi mencakup berbagai jenis keterampilan dan kemampuan seperti membaca dan menulis, pengolahan informasi, ide dan pendapat, pengambilan keputusan, pemecahan masalah. Literasi juga mencakup lebih banyak perilaku yang terkait dengan pembentukan sikap, nilai, hubungan, emosi, struktur kekuasaan, dan aspek kontekstual (Perry & Homan, 2. Kata literasi terkadang memiliki arti yang lebih luas. Literasi saat ini tidak bisa diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis saja (Musfiroh & Listyorini, 2. Literasi sejak lama identik dengan belajar sebagai tanda menjadi orang yang terdidik, berilmu, dan berbudaya (McGowan,2. Kern . dalam (Bayu Firmansyah, 2. membagi prinseip literasi menjadi lima prinsip yakni, interpretasi . dalam hal literasi membaca, pembaca berpartisipasi untuk menginterpretasikan. Penulis menceritakan pengalaman atau informasi maupun cerita kedalam tulisan berdasarkan interpretasinya. Pembaca dalam membaca tulisan tersebut juga melakukan interpretasi berdasarkan konsepsinya sendiri tentang hal Kolaborasi . yang dimaksud adalah kerja sama antara penulis dan Penulis memutuskan apa yang akan ditulis di dalam tulisannya tersebut, sedangkan embaca, di sisi lain, menggunakan pengetahuan, motivasi, dan pengalaman membaca mereka untuk memahami teks penulis. Pengetahuan kultural . ultural knowledg. membaca dan menulis atau mendengarkan dan berbicara berpengaruh pada sistem sikap, keyakinan, kebiasaan, cita-cita, dan nilai tertentu. Orang-orang yang berada di luar suatu sistem tersebut rentan atau sering kali keliru dalam memahami. Misalnya buku tentang hukum pidana biasanya dibaca oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia hukum, walaupun orang awam bisa juga membacanya namun akan ada Kemungkinan Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn JHN : Jurnal Hukum Nusantara. Volume x . Tahun 20xx | E-ISSN : 2746-7x | 27 salah pemahaman terhadap tulisan atau salah satu muatannya. Karena bisa jadi ada istilah-istilah hukum yang tidak diketahuinya. Pemecahan masalah . roblem solvin. ketika membaca, seseorang akan membayangkan bagaimana hubungan yang ada di antara kata, frasa, kalimat, unit-unit makna, teks, dan dunia. Upaya membayangkan atau berpikir ini merupakan bentuk dari proses pemecahan masalah. Penggunaan bahasa . se the languag. literasi tidak hanya terbatas pada sistem bahasa lisan atau tulis, tetapi juga bagaimana bahasa digunakan baik dalam konteks lisan maupun tulisan untuk menciptakan wacana atau diskursus, yang juga membutuhkan pengetahuan. Civic literacy atau kemelek-wacanaan kewarganegaraan adalah pengetahuan dan kapasitas warga negara untuk menghadapi masalah politik, sosial dan pemerintahan (Suryadi, 2. Dwipayana . mendefinisikan literasi kewarganegaraan menjadi kapasitas intelektual & kemampuan masyarakat negara untuk mengetahui global politik yg lebih luas lagi, untuk berpartisipasi aktif dalam komunitas atau masyarakat yang lebih besar, yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengetahui bagaimana mewujudkan perubahan di masyarakat. Warga negara memiliki beberapa komponen inti: Pengetahuan Kewarganegaraam . ivic knowledg. adalah wawasan tentang bagaimana warga negara hidup sebagai bangsa dan menjadi bangsa dalam hal kebangsaan, mewujudkan nilai-nilai Pancasila. Keterampilan Kewarganegaraan . ivic skill. adalah keahlian individu sebagai warga negara yang mengembangkan bakat dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa. Watak kewarganegaraan . ivic dispositio. adalah sikap individu yang berusaha memposisikan dirinya sebagai warga negara dalam rangka memenuhi tugas-tugas kewarganegaraannya. Memberdayakan warga membentuk pola pikir kaum muda dan mendorong mereka tidak hanya untuk mementingkan diri sendiri tetapi juga untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa melalui pemikiran dan tindakan. Penguatan kewarganegaraan mengarah pada pembentukan warga negara yang dapat memecahkan masalahmasalah yang ada dalam masyarakat, negara, kehidupan berbangsa, dan mengoreksi pemikiranpemikiran yang salah dari masyarakat Kompetensi kewarganegaraan merupakan seperangkat pengetahuan dan keterampilan, nilai dan juga sikap yang harus dimiliki setiap warga negara. Branson . mengatakan terdapat tiga kompetensi kewarganegaraan yang paling penting pada Pendidikan Kewarganegaraan civic knowledge, civic skil. , civic disposition. Civic knowledge adalah suatu kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan yang diketahui atau dimiliki oleh seorang warga negara tentang negaranya. Civic skills merupakan keterampilan dalam berkehidupan bermasyarakat yang berkaitan dengan keterampilan berpartisipasi, keterampilan intelektual dll. Sementara itu civic disposition merupakan karakter atau sikap yang melekat padan warga negara, sikap ini harus sesuai dengan karakter dan nilainilai luhur bangsa. Menurut Branson . dalam Winarno . , keterampilan kewarganegaraan meliputi keterampilan intelektual yaitu. mendeskripsikan, menganalisis, mengevaluasi, dan kecakapan partisipatoris yaitu. berinteraksi, memantau, dan memengaruh. keterampilan intelektual penting guna menjadi warga negara yang terinformasi, efektif dan bertanggungjawab yang juga dikenal sebagai keterampilan Berfikir Kritis. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 28 | Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Literasi Baca Dan Kompotensi Kewarganegaraan Mahasiswa Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaaran Pengaruh pembelajaran daring terhadap literasi baca dilihat dari Interaktivitas . (Rusman, 2. menunjukan adanya pengaruh. Mahasiswa mampu berdiskusi, dan tanya jawab selama pelaksanaan pembelajaran daring, bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajiban yang diberikan, menggunakan akses internet untuk menunjang kebutuhan pembelajaran dan mencari sumber belajar. Selama pembelajaran daring berlangsung mahasiswa memiliki aksesterhadap informasi yang tidak terbatas, karena pembelajaran daring dapat dilakukan dimana saja sehingga waktu yang digunakan lebih fleksibel. Pembelajaran online dapat dibagi menjadi dua jenis. Pembelajaran online sinkron dan asinkron. Pembelajaran online sinkron adalah pembelajaran bersamaan, sedangkan pembelajaran asinkron adalah kebalikan dari pembelajaran sinkron, artinya tidak menggunakan waktu yang sama (Hartino et al, 2. Jamil . menyatakan bahwa semakin tinggi penggunaan internet siswa selama pembelajaran online, semakin tinggi minat siswa untuk belajar. Pelaksanaan pembelajaran online dengan menggunakan berbagai media memudahkan proses pembelajaran yang tidak mungkin dilakukan secara tatap muka. Menurut Deden Sutrisna . penggunaan salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa salah satunya adalah . oogle classroo. Budaya membaca di kalangan siswa masih rendah, hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Pujiono . yang menyebutkan 60% mahasiswa melakkukan kegiatan membaca terkaiit dengan mata kuliah dan sebanyak 11% kerena senang membaca. Kegiatan menulis karena senang berkisar antara 17-40%. Karena tuntutan mata kuliah sebesar 25-42%. Sebanyak 53% mahasiswa mengaitkannya dengan kegiatan membaca dan menulis. Berdasarkan data tersebut, bisa diartikan bahwa literasi dikalangan mahasiswa masih kurang. Pelaksanaan pembelajaran daring memberikan kesempatan yang luas bagi mahasiswa dalam mengakses internet, dengan demikian secara tidak langsung mahasiswa sedang melakukan kegiatan literasi, yang diharapkan semakin banyak menggunakan internet untuk mengakses materi maka semakin meningkay pula aktvitas literasi yang dilakukan. Ditengah mewabahnya Covid-19 dan dilakukannya kegiatan belajar secara online tentu saja menjadi tantangan bagi dunia Pembelajaran daring bukan halangan dalam membentuk karakter warga negara, pembelajaran online/jarak jauh diterapkan untuk memberikan siswa pengalaman belajar yang bermakna. Siagian & Nababan . berpendapat bahwa keterampilan inovasi adalah keterampilan abad ke-21: kepemimpinan, kolaborasi, kreativitas, literasi digital, komunikasi efektif, kecerdasan emosional, kewirausahaan, globalisasi, pemecahan masalah, dan kolaborasi. Kemampuan berpikir kritis , secara kreatif dan inovatif, memahami perbedaan budaya, mengembangkan literasi informasi dan media, serta membangun insan cerdas dengan keterampilan karir dan belajar. KESIMPULAN Pembelajaran daring berpengaruh terhadap literasi baca mahasiswa PPKn Universiitas Lampung. Hal ini dapat dilihat dari 4 indikator dari pembelajaran daring, yaitu interaktivitas . , kemandirian . , aksesbiliitas . , dan pengayaan . berada pada kategori cukup baik. Literasi Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn JHN : Jurnal Hukum Nusantara. Volume x . Tahun 20xx | E-ISSN : 2746-7x | 29 baca dengan kondisi cukup baik. Hal ini dilihat dari indikator literasi baca, seperti interpretasi, pemecahan masalah, dan penggunaan bahasa yang dikategorikan cukup Pembelajaran daring berpengaruh terhadap kompetensi kewaraganegaraan mahasiswa PPKn Universitas Lampung dilihat dari indikator pembelajaran daring, yaitu interaktivitas . , kemandirian . , aksesbiliitas . , dan pengayaan . cukup baik. Terkait kompetensi kewarganegaraan, hal ini juga masuk kategori cukup baik. Dilihat dari indikator-indikator kompetensi kewarganegaraan, seperti kecakapan intelektual . ntelektual skil. dan kecakapan partisipatoris . artisipastory skil. dalam kategori cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran daring yang dilakukan saat ini dengan akses internet yang tidak terbatas memengaruhi literasi baca mahasiswa, dimana mahasiswa memiliki waktu yang fleksibel dan kebebasan mencari sumber belajar di berbagai macam platform yang tersedia. Semakin banyak mahasiswa menghabiskan waktu untuk mengakses informasi, mahasiswa secara tidak langsung juga sedang melakukan aktivitas literasi. Aktivitas literasi pada mahasiswa akan berdampak pada dimilikinya kemampuankemampuan dan keterampilan yang diharapkan mampu membentuk mahasiswa menjadi karakter yang partisipatif dan juga bertanggungjawabdalam keidupan bermasyarakat dan bernegara. Kemampuan literasi mahasiswa mendorong mahasiswa menjadi warganegara yang memiliki kompetensi kewarganegaraan yang didalamnya mencakup intelektual skill dan partisipatory skill yang akan sangat dibutuhkan oleh individu yang hidup dalam kelompok masyarakat. DAFTAR PUSTAKA