Methotika : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika ISSN : 2776-5792 Vol. No. April 2021, pp. http://ojs. fikom-methodist. net/index. php/METHOTIKA A 1 Analisa Persepsi Mahasiswa FIKOM Di Universitas Methodist Indonesia Terhadap Pelayanan Tenaga Pendidik Menggunakan User Centered Design Andri Junius Simanullang1. Darwis Robinson Manalu2,Indra Kelana Jaya3. Mendarisan Aritonang4. Mufri Jonathan Purba5 1,2,3,4,5 Info Artikel Histori Artikel: Received. Okt 1, 2019 Revised. Mar 20, 2020 Accepted. May 11, 2020 Keywords: Persepsi mahasiswa. User Centered Design. User interface. Pelayanan. Tenaga Pendidik. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Methodist Indonesia ABSTRACT Pada saat ini perkembangan tekonologi tanpa batas karena tuntutan kualitas produk suatu aktivitas dalam era globalisasi semakin tinggi. Dunia pendidikan dituntut harus dapat memiliki output berupa sumber daya manusia yang dengan kualitas. Figur dosen yang ideal menurut persepsi beberapa mahasiswa adalah dosen yang ramah, murah senyum, menarik dan bervariasi dalam menyampaikan materi, dapat mengendalikan emosi, datang tepat waktu, tidak mementingkan kepentingan pribadi, memberikan waktu di luar jam kuliah untuk konsultasi, menjalin interaksi sosial yang baik dalam proses belajar mengajar maupun di luar kelas, mampu menyampaikan materi dengan jelas dan mudah dipahami serta dapat memicu motivasi belajar Dalam kenyataannya masih banyak pendidik dalam hal ini dosen yang memiliki kinerja rendah terlihat dalam melaksanakan tugas sebagai pengajar tidak berbekal pada persiapan perangkat mengajar seperti: analisis materi perkuliahan, satuan pembelajaran, rencana pembelajaran dan Metode yang akan digunakan pada kasus ini adalah metode User Centered Design. User Centered Design merupakan paradigma baru dalam pengembangan sistem yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Perancangan berbasis pengguna (User Centered Desig. adalah istilah yang digunakan untuk untuk menggambarkan filosofi perancangan. Konsep dari UCD adalah user sebagai pusat dari proses pengembangan sistem, dan tujuan/sifat-sifat, konteks dan lingkungan sistem semua didasarkan dari pengalaman pengguna. Aplikasi ini akan dapat digunakan mahasiswa untuk melakukan penilaian pada dosen secara objektif dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada dan dapat melihat nilai dosen tersebut dari penilaian mahasiswa yang telah memberikan This is an open access article under the CC BY-SA license. Penulis Koresponden: Nama Penulis Andri Junius Simanullang. Faculty of Computer Science. Universitas Methodist Indonesia. Medan. Jl. Hang Tua No. Medan - Sumatera Utara. Email: Simanullangandrij@gmail. PENDAHULUAN Pada saat ini perkembangan tekonologi tanpa batas karena tuntutan kualitas produk suatu aktivitas dalam era globalisasi semakin tinggi. Dunia pendidikan dituntut harus dapat memiliki output berupa sumber daya manusia yang berkualitas. Berkualitas adalah mereka yang memiliki kompetensi terhadap disiplin ilmunya dan mampu diterima di pasar tenaga kerja dan setaraf dengan Login : Methotika : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika Vol. No. 1 April 2021 : 1-6 DOI : 10. 46880/methotika. kualitas output dari negara maju. Kebutuhan akan belajar pada mahasiswa mendorong timbulnya motivasi dari dalam dirinya, sedangkan stimulus dari dosen mendorong timbulnya motivasi dari luar. Masih ada mahasiswa yang mempunyai persepsi bahwa dosen kurang mampu atau kurang memiliki kompetensi dalam meyampaikan materi kuliah. Persepsi mahasiswa terhadap dosen yang dilakukan pada saat ini di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Methodist Indonesia masih dilakukan dengan secara manual yaitu dengan menggunakan quisiner berupa kertas yang disebarkan kepada mahasiswa, hal ini tentu memakan banyak waktu yang lama untuk mengumpulkannya dan membutuhkan biaya yang banyak juga dan tenaga untuk mengumpulkan data kuisioener tersebut. Persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penggunaan panca indera dalam menerima stimulus, kemudian diorganisasikan dan diinterpretaikan sehingga memiliki pemahaman. Dosen merupakan kunci dalam setiap upaya peningkatan mutu, relevansi, dan efisiensi Hal ini menuntut dosen harus mampu mempersiapkan kompetensi dirinya secara Kemampuan dosen dalam melaksanakan perannya sebagai fasilitator adalah menyediakan kemudahan-kemudahan bagi mahasiswa dalam proses belajar mengajar, membimbing peserta didik yang mengalami kesulitan selama proses belajar mengajar, dan memberikan contoh yang baik kepada mahasiswa. Dosen berkewajiban mengelola sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan sistem manajemen mutu yang dilakukan secara berkelanjutan agar dapat efektif dan efisien dalam mencapai kualitas pendidikan yang telah ditetapkan. Dengan tenaga dosen yang mempunyai kualitas dan berkompeten akan memudahkan dalam penyampaian ilmu pengetahuan dan teknologi. Figur dosen yang ideal menurut persepsi beberapa mahasiswa adalah dosen yang ramah, murah senyum, menarik dan bervariasi dalam menyampaikan materi, dapat mengendalikan emosi, datang tepat waktu, tidak mementingkan kepentingan pribadi, memberikan waktu di luar jam kuliah untuk konsultasi, menjalin interaksi sosial yang baik dalam proses belajar mengajar maupun di luar kelas, mampu menyampaikan materi dengan jelas dan mudah dipahami serta dapat memicu motivasi belajar mahasiswa. Kinerja dosen menjadi salah satu tolok ukur sebagian besar dari keberhasilan pendidikan di suatu perguruan tinggi karena akan menentukan terhadap tinggi atau rendahnya kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Dalam kenyataannya masih banyak pendidik dalam hal ini dosen yang memiliki kinerja rendah terlihat dalam melaksanakan tugas sebagai pengajar tidak berbekal pada persiapan perangkat mengajar seperti: analisis materi perkuliahan, satuan pembelajaran, rencana pembelajaran dan sebagainya. Aplikasi ini akan dapat digunakan mahasiswa untuk melakukan penilaian pada dosen secara objektif dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada dan dapat melihat nilai dosen tersebut dari penilaian mahasiswa yang telah memberikan nilai. Berdasarkan latar belakang diatas, judul penelitian ini adalah AuAnalisa Persepsi Mahasiswa FIKOM di Universitas Methodist Indonesia Terhadap Pelayanan Tenaga Pendidik Menggunakan Metode User Centered DesignAy. METODE PENELITIAN Metode penelitian dimulai dari pengumpulan data dapat diperoleh secara langsung dari objek Cara yang dilakukan untuk mendapatkan data primer atau data yang diperoleh dari objek penelitan adalah dengan melakukan studi pustaka, studi lapangan, wawancara serta observasi. Setelah data dikumpulkan maka akan masuk ke tahap analisa data, perancangan/desain penelitian dan dilanjutkan implementasi penelitian. UCD (User Centered Desig. merupakan paradigma baru dalam pengembangan sistem berbasis web. Perancangan berbasis pengguna (User Centered Desig. adalah istilah yang yang digunakan untuk untuk menggambarkan filosofi perancangan. Pendekatan User Centered Design akan melibatkan pengguna pada proses pengembangan sehingga pengguna dapat memberikan saran mengenai antarmuka website, serta hasil akhir dalam perancangan website ini diharapkan menghasilkan desain solusi sesuai dengan kebutuhan pengguna. , . Konsep dari UCD adalah user sebagai pusat dari proses pengembangan sistem, dan tujuan/sifat-sifat, konteks dan lingkungan sistem semua didasarkan dari pengalaman pengguna. Prinsip yang harus diperhatikan dalam UCD Login : Methotika : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika Vol. No. 1 April 2021 : 1-6 DOI : 10. 46880/methotika. adalah Fokus pada pengguna . Perancangan harus berhubungan langsung dengan pengguna sesungguhnya atau calon pengguna melalui interview, survey, dan partisipasi dalam workshop Tujuannya adalah untuk memahami kognisi, karakter, dan sikap pengguna serta karakteristik anthropometric. Aktivitas utamanya mencakup pengambilan data, analisis dan integrasinya ke dalam informasi perancangan dari pengguna tentang karakteristik tugas, lingkungan teknis, dan organisasi. Kedua, perancangan yang terintegrasi artinya harus mencakup antarmuka pengguna . ser interfac. , sistem bantuan . , dukungan teknis serta prosedur instalasi dan Ketiga, sejak awal pengembangan, user terlibat dalam aktifitas pengujian, satu-satunya pendekatan yang sukses dalam perancangan sistem yang berpusat pada pengguna adalah secara empiris dibutuhkan observasi tentang kelakuan pengguna, evaluasi umpan-balik yang cermat, wawasan pemecahan terhadap masalah yang ada, dan motivasi yang kuat untuk mengubah Keempat, perancangan interaktif maka sistem yang sedang dikembangkan harus didefinisikan, dirancang, dan ditest berulang kali. Berdasarkan hasil test kelakuan dari fungsi, antarmuka, sistem bantuan, dokumementasi pengguna, dan pendekatan pelatihannya. Proses User Centered Design. dapat dilihat pada Gambar 1 berikut. Gambar 1. Proses User Centered Design Perancangan merupakan penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa yang bertujuan untuk melakukan tahap awal dalam merancang suatu sistem. Perancangan juga merupakan suatu proses pengembangan setelah melakukan analisa kemudian difokuskan pada suatu bentuk Perancangan sistem dilakukan setelah mendapatkan gambaran jelas mengenai apa yang harus dikerjakan. Dalam perancangan sistem ini, peneliti merangkum dalam use case diagram. Unified Modeling Language atau lebih sering dikenal dengan sebutan UML, adalah salah satu metode dalam teknik rekayasa perangkat lunak yang digunakan untuk menggambarkan alur dan cara kerja sistem, fungsi, tujuan dan mekanisme kontrol sistem tersebut. Use case diagram digunakan untuk menjelaskan apa yang dilakukan oleh sistem yang akan dibangun dan siapa saja yang berinteraksi dengan sistem. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan interaksi antar user sebuah sistem dengan sistem itu sendiri. Berikut ini adalah use case diagram dari aplikasi yang akan dibangun : Use Case Diagram Admin Use case diagram admin adalah use case diagram yang menggambarkan kegiatan aktor admin dalam aplikasi yang akan dibangun. Use Case Diagram digunakan untuk mengkomunikasikan interaksi manusia dengan apa yang bisa dilakukan oleh sistem. Sebuah Use Case dapat mewakili beberapa jalur interaksi manusia dengan sistem dan setiap jalur yang disebut sebagai scenario. Use case diagram admin dapat dilihat pada gambar 1. Login : Methotika : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika Vol. No. 1 April 2021 : 1-6 DOI : 10. 46880/methotika. Menambah Menambah User User Menambah Menambah Dosen Dosen <> <> Login Login Mengolah Mengolah Hasil Hasil Persepsi Persepsi <> <> <> Mengolah Mengolah Pertanyaan Pertanyaan Persepsi Persepsi Admin Logout Logout Gambar 2. Use Case Diagram Admin Use Case Diagram Pengguna Use case diagram pengguna dapat di lihat pada gambar 3. Mengola Mengola Data Data Pengguna Pengguna <> Memberikan Memberikan Persepsi Persepsi <> Login Login <> Melihat Melihat Hasil Hasil Persepsi Persepsi <> Pengguna Logout Logout Gambar 3. Use Case Diagram Pengguna Perancangan User Interface dari penelitian ini ditampilkan dalam bentuk gambar, dimana menjelaskan beberapa tampilan yang diimplementasikan menjadi sebuah sistem. Perancangan login admin berfungsi bagi admin menginput data email dan password sebelum masuk ke halaman menu. Perancangan login dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 4. Login Admin Login : Methotika : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika Vol. No. 1 April 2021 : 1-6 DOI : 10. 46880/methotika. Perancangan menu utama admin berfungsi bagi admin mengakses bagian menu. Perancangan menu utama admin dapat dilihat pada gambar 5. Gambar 5. Perancangan Menu Utama Admin Perancangan menu persepsi berfungsi bagi admin untuk bisa melihat hasil dari penilaian pengguna terhadap dosen. Perancangan menu persepsi dapat dilihat pada gambar 6. Gambar 6. Perancangan Menu Persepsi HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan perancangan diatas, pada saat pengujian ada dua tahapan yang akan dilakukan. Pengujian pertama adalah melakukan wawancara terhadap mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan mengenai rancangan antarmuka aplikasi persepsi dosen. Mahasiswa akan menjawab beberapa pertanyaan sambil memperhatikan setiap antarmuka pada simulator media yang telah Setelah melakukan wawancara dengan mahasiswa dapat disimpulkan bahwa rancangan antarmuka aplikasi persepsi ini sudah dapat mempermudah mahasiswa dalam memberikan persepsinya dan dapat diimplementasikan. Tampilan antarmuka pada rancangan aplikasi persepsi ini cukup bagus. KESIMPULAN Setelah melakukan wawancara dengan mahasiswa dapat disimpulkan bahwa rancangan antarmuka aplikasi persepsi ini sudah dapat mempermudah mahasiswa dalam memberikan persepsinya dan dapat diimplementasikan. Aplikasi ini dapat digunakan mahasiswa untuk melakukan Login : Methotika : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika Vol. No. 1 April 2021 : 1-6 DOI : 10. 46880/methotika. penilaian pada dosen secara objektif dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada dan dapat melihat nilai dosen tersebut dari penilaian mahasiswa yang telah memberikan nilai. REFERENSI