ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 MENAKAR DAMPAK PEMBIAYAAN MUDHARABAH. MUSYARAKAH DAN MURABAHAH TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS BANK SYARIAH INDONESIA TAHUN 2019Ae2023 Muhammad Fiqih Akbar Sekolah Tinggi Agama Islam An-Najah Indonesia Mandiri Kgsfiqihakbar009@gmail. Abstrak : Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana nisbah bagi hasil Bank Syariah Indonesia tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 akan dipengaruhi oleh pembiayaan mudharabah, musyarakah, dan murabahah. Pendekatan kuantitatif deskriptif regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini. Informasi yang digunakan laporan keuangan bank syariah Indonesia. yang dapat diakses melalui website Bank Syariah Indonesia (BSI). Studi ini menemukan bahwa rasio mudharabah, musyarakah, dan murabahah dapat menyumbang 42% dari variabel profitabilitas sahring nirlaba. Uji R square . ji parsia. menunjukkan bahwa variabel rasio musyarakah dan murabahah berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas nirlaba syariah, sedangkan variabel mudharabah tidak berpengaruh signifikan. Hal ini karena bank syariah perlu menemukan cara baru untuk mengelola risiko karena pembiayaan mudharabah dianggap berisiko. Sementara itu, pembiayaan musyarakah dan murabahah memberikan komitmen yang sangat besar terhadap all out pay bank syariah sampai taraf tertentu secara fundamental mempengaruhi produktivitas bank syariah Indonesia. Kata kunci : mudharabah,musyrakah,murabahah dan profitabilitas Abstract: The purpose of this research is to find out how the profit sharing ratio of Bank Syariah Indonesia from 2019 to 2023 will be affected by mudharabah, musyarakah and murabaha financing. Multiple linear regression descriptive quantitative approach is used in this study. The information used is the financial statements of Indonesian Islamic which can be accessed through the Bank Syariah Indonesia (BSI) website. This study found that the ratio of mudharabah, musyarakah, and murabaha can contribute 42% of the variable profitability of non-profit sahring. The R square test . artial tes. shows that the musyarakah and murabahah ratio variables have a significant effect on the profitability of sharia nonprofits, while the mudharabah variable has no significant This is because Islamic banks need to find new ways to manage risk because mudharabah financing is considered risky. Meanwhile, musyarakah and murabahah financing provide a very large commitment to all out pay of Islamic banks and to a certain extent fundamentally affect the productivity of Indonesian Islamic banks. Keywords : mudharabah,musyrakah,murbahah dan profitabilitas ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Pendahuluan Dalam ekosistem industri Bank syariah dan halal memainkan peran penting sebagai perantara dalam semua transaksi ekonomi. Selama beberapa tahun terakhir, bidang keuangan Islam Indonesia telah mengalami perluasan dan peningkatan yang kritis. Ada trend positif dalam inovasi produk dan peningkatan layanan dari tahun ke tahun. Faktanya, banyaknya acara perusahaan yang diselenggarakan oleh bank syariah menunjukkan perlunya kecepatan. Bank Syariah Mandiri. BNI Syariah, dan BRI Syariah adalah tiga contoh bank syariah yang dimiliki oleh bank-bank milik negara. Penggabungan Bank Syariah Mandiri. BNI Syariah, dan Satu unit yang dikenal dengan nama BRI Syariah,Bank Syariah Indonesia (BSI) terjadi pada tanggal 1 Februari 2021 yang jatuh pada tanggal 19 Jumadil Akhir 1442 H. Keunggulan ketiga bank syariah tersebut 'kapasitas modal yang lebih besar, cakupan yang lebih luas, dan layanan yang lebih komprehensif akan ditemukan melalui merger ini. Perbankan Syariah Indonesia dituntut untuk bersaing secara universal karena energi kerjasama dengan induk organisasi (Mandiri. BNI, dan BRI) serta tanggung jawab otoritas publik melalui Pelayanan BUMN. Tujuan dari bank syariah ini adalah untuk memastikan bahwa masing-masing bank syariah dapat memberikan layanan tingkat tinggi untuk kegiatan ekonomi nasional dan membantu kesejahteraan pelanggannya. Selain itu. Substansi Perbankan Syariah di Indonesia yang kekinian, umum dan bermanfaat bagi semua (Rahmatan Lil' Aalamii. dihadirkan oleh Keberadaan Bank Syariah Indonesia. Total Aset Triliun ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Aset Bank Syariah Indonesia adalah Rp. 240 triliun. DPK Rp. 210 triliun, pembiayaan Rp. 157 triliun, dan modal dasarnya adalah Rp. 22,6 triliun. Setelah merger ini, bank memiliki 1. 200 cabang. Di dalam, karyawannya hanya mencapai 20. 000 orang. Dari segi total aset, bank ini menempati urutan ketujuh di Indonesia. Bank memiliki ekspektasi besar di Indonesia. Perbankan syariah memiliki pangsa pasar yang baik karena Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Pangsa pasar hanya mencapai 5% pada tahun 2017. Namun pada tahun 2020, pangsa pasar akan melampaui 5%, atau 6,3%. Saat ini mayoritas penduduk Indonesia lebih suka bekerja di sektor bisnis dan dapat menopang tingkat perekonomian Indonesia. Karena banyaknya perdagangan dan industri, para pelaku bisnis harus kreatif. Sehingga kemajuan bisnis perusahaan memerlukan modal yang cukup. Karena kebutuhan modal yang cukup tinggi, pelaku ekonomi tidak mampu membayar seluruh modal yang dibutuhkan untuk usahanya. Selain itu, perkembangan zaman dan teknologi membuat masyarakat semakin sulit untuk membeli produk/barang dagangan yang diinginkan. Akibatnya, pelaku ekonomi mencari pinjaman dan modal tambahan dari lembaga keuangan. Ini ditujukan khusus untuk masyarakat Islam Indonesia yang biasanya mencari tambahan modal dari lembaga keuangan Islam untuk menghindari riba. Perkembangan ekonomi Islam biasanya dikaitkan dengan perkembangan lembaga keuangan Islam. Perbankan Islam sebagai lembaga keuangan memandu pertumbuhan pemikiran dan praktik ekonomi Islam. Bank syariah adalah lembaga pengelola keuangan yang juga menjalankan tugas operasional, menghimpun dana masyarakat, dan mengembalikan dana tersebut kepada masyarakat melalui pinjaman. Cadangan yang dikumpulkan dari orang-orang pada umumnya disimpan sebagai simpanan, dana investasi, dan simpanan waktu. Memiliki Standar Wadia dan Standar Mudharabah. Di sisi lain. Dana disalurkan melalui pembiayaan oleh bank syariah Indonesia sesuai dengan empat pola distribusi: aturan jual beli, bagi hasil, ujroh, dan prinsip kontrak Segmen pasar lembaga yang baru dibentuk menjadi perhatian. Bagaimana sampai pada bagian pasar baru sementara yang awal sekarang sudah terbentuk? Harus diakui bank ini menyasar segmen pasar yang kecil. karena lebih mementingkan umat Islam. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Bagaimanapun, kehadiran bank-bank ini memang membuat fragmen pasar semakin Saat ini, perbankan syariah tidak memiliki pangsa pasar yang signifikan. Masih banyak masyarakat yang tidak mau menggunakan produk berlabel syariah. Namun demikian, hal ini menimbulkan masalah bagi bank ini. Pasalnya. Indonesia memiliki pangsa pasar yang belum tergarap. Petunjuk langkah demi langkah untuk menawarkan item dan administrasi yang berbeda. Menerapkan syariah dan etika sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau pelanggan. Akibatnya, bank masih memiliki peluang untuk memperluas pangsa pasarnya (Antonio, 2. Metode Penelitian Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Menurut Sugyono . Strategi menarik adalah teknik yang digunakan untuk menggambarkan atau memecah hasil pemeriksaan namun tidak membuat kesimpulan yang lebih luas. Dalam proses pengambilan sampel karena peneliti percaya bahwa anggota sampel sudah memiliki karakteristik yang diinginkan. Laporan keuangan bank syariah yang terdaftar di Bank Indonesia merupakan populasi yang menjadi subjek penelitian. dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023. Sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, persentase tingkat profitabilitas ditampilkan dalam laporan keuangan. Persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk dijadikan contoh dalam penelitian ini antara lain bank syariah yang terdaftar di Bank Indonesia, yang secara rutin mendistribusikan laporan keuangan bulanan untuk periode Januari 2019 hingga Desember 2023, memiliki informasi lengkap berdasarkan faktor-faktor yang dimaksud. Sehubungan dengan istilah dan model ini, ilmuwan menetapkan bahwa contoh yang digunakan dalam penelitian ini masing-masing lebih dari 52 ringkasan anggaran, yang terdiri dari penjelasan gaji bulanan dan pernyataan posisi keuangan bulanan . aporan ase. Website Bank Syariah Indonesia (BSI) menyediakan akses ke laporan keuangan tersebut. Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) versi 22 untuk Mac OS digunakan untuk mengolah dan menganalisis data yang diperoleh. Uji asumsi klasik yang terdiri dari uji heteroskedastisitas dan uji multikolinearitas digunakan untuk melakukan analisis. Untuk memastikan bahwa setiap data bersifat multikolinear, maka dilakukan uji multikolinearitas. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Uji regresi linier berganda dapat digunakan untuk melanjutkan karena data yang baik menunjukkan bahwa variabel independen tidak memiliki hubungan yang kuat . Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat interkorelasi . ubungan yang kua. antar variabel bebas. Model kekambuhan seharusnya bagus dan dapat digunakan dengan asumsi tidak ada interkorelasi antara faktor-faktor diikuti oleh banyak tes relaps langsung. Toleransi (TOL) dan Variance Inflation Factor (VIP) Uji heteroskedastisitas, sebaliknya, bertujuan untuk menentukan apakah residual dari pengamatan tambahan mengungkapkan ketidaksetaraan variabel dalam model regresi. Scatterplot yang dibuat dari data yang diproses SPSS berfungsi sebagai dasar untuk pengujian heteroskedastisitas. Model persamaan linier berganda: Y = 0 1 Mudharabah 2 Musyarakah 3 Murabahah Ui Dimana: Y = Profitabilits = Konstanta 1 = Koefisiensi dari rasio mudharabah = Koefisiensi dari rasio musyarakah = koefisiensi dari rasio murabahah U = Kesalahan Random Hasil Dan Pembahasan Uji Asumsi Klasik Uji Multikolonieritas Variabel VIF Mudharabah Musyarakah Murabahah ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Berdasarkan hasil uji multikolinieritas yang ditampilkan, meninjukkan bahwa nilai koefisien korelasi antar variabel independen adalah 1 berada dibawah 10 atau 1 < 10. Dapat diartikan tidak terjadi Multikolinieritas jika nilai VIF lebih kecil dari 10. Uji Autokorelasi Nilai DL: Nilai DU: Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan output Scatterplots di atas diketahui bahwa : Titik data didistribusikan di atas, di bawah, atau kira-kira antara 0 dan -1. Titik-titik tidak mengelompok tepat di atas atau di bawah satu sama lain. Penyebaran fokus informasi tidak membingkai contoh bergelombang, itu meluas kemudian membatasi dan memperbesar lagi. Tidak ada pola untuk hamburan titik data. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Uji Normalitas Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. 171904,043471 Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Nilai signifikansi Asiymp adalah fakta. Nilai Sig . -taile. lebih besar dari 0,05 atau 0,200. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa data berdistribusi normal berdasarkan dasar pengambilan keputusan pada uji normalitas sebelumnya. Akibatnya. Asumsi model regresi atau persyaratan normalitas telah terpenuhi. Uji Linearitas Between Groups Sig Deviation from Linearity Within Group 0,231 Atas dasar Sig . ilai signifikans. : Nilai Deviasi dari Linearitas Sig lebih besar dari 0,05 dari output sebelumnya. Akibatnya, hubungan linier yang signifikan antara variabel X dan Y dapat ditarik. Mengingat nilai F: Nilai F terhitung adalah 11,430 > 3,261 berdasarkan keluaran sebelumnya. Dimungkinkan untuk menarik kesimpulan bahwa ada hubungan linier yang signifikan antara variabel X dan Y mengingat nilai F hitung lebih besar dari F tabel. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Uji Regresi Linear berganda Model Unstandardized B (Constan. Mudharabah (X. Musyarakah (X. Murabahah (X. Y= 167. 014 X1 0. 579X2 - 0. 042 X3 Hasil anylisis mengenai pengaruh Mudharabah (X. Musyarakah (X. , dan Murabahah (X. terhadap Profitabilitas yaitu (Y). Sehingga : Persamaan untuk regresi linier sederhana menunjukkan bahwa nilainya adalah Hal ini menunjukkan bahwa nilai profitabilitas yaitu (Y) adalah sebesar 147. jika semua variabel bebas yaitu Mudharabah (X. Musyarakah (X. , dan Murabahah (X. memiliki nilai yang sama yaitu 0 . Jika variabel lain pembayaran tetap dan Skor Mudharabah (X. naik satu satuan. Profitabilitas (Y) akan naik sebesar 0,435 satuan, yang ditunjukkan dengan nilai 0,0,14 Dengan asumsi variabel lain nilainya tetap, maka nilai 0,579 untuk 2 menunjukkan bahwa Profitabilitas (Y) akan meningkat sebesar 0,455 satuan jika skor Musyarakah (X. bertambah satu satuan. Jika variabel lain nilainya tetap. Profitabilitas (Y) akan turun sebesar 0,253 satuan jika nilai Murabahah (X. turun sebesar satu satuan, yang ditunjukkan dengan nilai -0,042 Uji T Variabel X T hitung Constant Mudharabah Musyarakah Murabahah ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Hasil uji T menunjukkan bahwa HO1 diterima dan HA1 ditolak karena nilai t hitung berpengaruh positif sebesar 0,126 2,750 dan nilai signifikansi Mudharabah (X. terhadap Profitabilitas (Y) sebesar 0,00 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Mudharabah berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Hasil uji T menunjukkan bahwa HO1 ditolak dan HA1 diterima karena nilai t hitung berpengaruh positif sebesar 4,631 > 2,750 dan nilai signifikansi Musyarakah (X. terhadap Profitabilitas (Y) sebesar 0,01 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Musyarakah berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas. Hasil uji T menunjukkan bahwa HO1 diterima dan HA1 ditolak karena nilai t hitung berpengaruh negatif sebesar -0,305 2,750 dan nilai signifikansi Murabahah (X. terhadap Profitabilitas (Y) sebesar 0,00 0,05. bermaksud bahwa ada konsekuensi merugikan yang kritis dari Murabahah terhadap Produktivitas. Uji F Model F hitung Regression Fakta bahwa nilai signifikansi Mudharabah (X. Musyarakah (X. , dan Murabahah (X. terhadap Profitabilitas (Y) diketahui sebesar 0,000 0,05 dan bahwa f hitung 608 lebih besar dari nilai f tabel 2. 550 menunjukkan bahwa HO diterima dan HA Hal ini dimaksudkan agar terdapat pengaruh yang sangat besar antara Mudharabah (X. Musyarakah (X. , dan Murabahah (X. terhadap Produktivitas (Y). Uji Determinasi (R Squar. Keterangan Nilai Koefisien R-Squared 42% atau 0. Koefisien determinasi yang disebut juga dengan R Square memiliki nilai 0,420. Mengkuadratkan koefisien korelasi, atau "R", yaitu 0648 x 0,648 = 0,419 ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 menghasilkan nilai R Square sebesar 0,420. Besarnya koefisien (R Squar. adalah 0,420, atau 42%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Profitabilitas (Y) dipengaruhi oleh variabel Mudharabah (X. Musyarakah (X. , dan Murabahah (X. sebesar 42%. Sebaliknya, 58% sisanya dipengaruhi oleh variabel-variabel yang tidak diteliti atau berada di luar regresi penjualan ini. Pembahasan Pembiayaan mudharabah dinilai memiliki risiko yang tinggi karena bank syariah dapat mengalami kerugian modal dari usaha nasabah, meskipun kerugian tersebut bukan karena kelalaian nasabah sebagai pengelola dana. Konsekuensi penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dipimpin oleh Emha . Fadholi . Setiawiani . Sari dan Anshori . Almanaseer dan AlSlehat . , dan Ogilo . yang menyatakan bahwa mudharabah memiliki dampak besar penting untuk kepentingan Bank Bisnis Islam. Tingkat ROA secara parsial dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh pembiayaan mudharabah. Hal ini terjadi karena, secara konsisten, pembayaran tunjangan mudharabah tidak lagi berkontribusi banyak terhadap pembayaran penuh dari dana bagi hasil. rasio mudharabah menurun dan pembiayaan mudharabah tidak lagi berdampak signifikan terhadap profitabilitas Bank Syariah Indonesia. Pengaruh Mudharabah terhadap Profitabilitas Setelah dilakukan pengujian hipotesis variabel mudharabah terhadap profitabilitas, diperoleh hasil yang berpengaruh positif signifikan artinya pengaruh pembiayaan mudharabah berbanding lurus dengan profitabilitas. profitabilitas yang dicapai oleh Bank Syariah Indonesia. begitu pula sebaliknya, ketika dana mudharabah menurun maka tingkat profitabilitas juga menurun. Dapat disimpulkan bahwa pembiayaan mudharabah akan berdampak kuat terhadap profitabilitas bank syariah Indonesia. Hal ini dapat terjadi karena bank mengelola dana Mudharabah dengan baik sehingga kualitas pendanaan menjadi lebih tinggi dan bagi hasil bank meningkat. Dengan demikian dapat ditunjukkan bahwa pengelolaan modal di Bank Syariah Indonesia yang disalurkan dalam bentuk pembiayaan ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 mudharabah dapat menghasilkan bagi hasil yang optimal. Dengan pengelolaan uang yang optimal, hal ini dapat mempengaruhi profitabilitas Bank Syariah Indonesia. Rasio musyarakah dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa bagi hasil pembiayaan musyarakah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas karena kontribusinya yang signifikan terhadap pendapatan pembiayaan bank syariah. Musyarakah adalah akad kerjasama antara sekurang-kurangnya dua pertemuan untuk suatu usaha tertentu dimana masingmasing pihak menyumbangkan hartanya dengan pemahaman bahwa manfaat dan bahayanya akan dibagi berdasarkan kesepahaman tersebut. Menurut Emha . Fadholi . Setiawiani . Sari dan Anshori . Almanaseer dan AlSlehat . , dan Ogilo . , mudharabah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah. Temuan ini konsisten dengan temuan penelitian Bank akan mengeluarkan lebih banyak biaya sebagai akibat dari pembiayaan Musyarakah, yang dapat menghasilkan keuntungan yang lebih rendah dari yang Dana bagi hasil yang diperoleh bank umum syariah dari penyaluran pembiayaan musyarakah belum tentu diperoleh dengan cara yang terbaik, sehingga belum mampu menutup biaya. Pengaruh Musyarakah terhadap Profitabilitas Dari uji hipotesis variabel musyarakah terhadap profitabilitas , diperoleh hasil berpengaruh positif signifikan, mengurangi jumlah pembiayaan musyarakah dan dicapai oleh bank syariah Indonesia, artinya menurunkan profitabilitas. Pinjaman Musyarakah berisi jenis akad pinjaman, dimana jenis digunakan oleh bank syariah Indonesia dan meningkat dari tahun ke tahun. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pendanaan Musyarakah berdampak positif terhadap profitabilitas. Hal ini mungkin disebabkan pengelolaan dana Musyarakah yang baik, kualitas pendanaan yang optimal, dan bertambahnya bagi hasil yang diterima. Oleh karena itu, pengelolaan yang optimal dapat berdampak pada profitabilitas. Ini juga berdampak pada keuntungan yang dihasilkan,. pendanaan musyarakah dapat berdampak ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Rasio murabahah Pembiayaan murabahah akan membuat bank pembiayaan lebih mahal, yang akan merugikan profitabilitas mereka. Dalam mengelola pembiayaan murabahah, bank membutuhkan profesionalisme dan kehati-hatian. Jumlah yang dicapai oleh bank syariah di Indonesia semakin menurun. Pinjaman Murabahah Bank Syariah Indonesia merupakan pinjaman terbesar dan paling sering Temuan penelitian ini bertentangan dengan Sari dan Anshori . Qodriasari . Felani dan Setiawani . , serta Almanaseer dan AlSlehat . , yang mengklaim bahwa murabahah memiliki dampak yang signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah. karena jenis akad yang datang dengan ketidakpastian pendapatan termasuk pembiayaan murabahah. Risiko yang dapat timbul dalam pembiayaan murabahah antara lain wanprestasi atau kelalaian, nasabah dengan sengaja tidak membayar cicilan, dan biasanya kewajiban tertunda. Risiko ini harus diantisipasi dalam pembiayaan murabahah. membayar karena pelanggan tidak mampu. Pengaruh Murabahah terhadap Profitabilitas Dari pengujian hipotesis terhadap profitabilitas variabel Murabahah diperoleh hasil yang berpengaruh negatif signifikan yang berarti volume kredit murabahah meningkat, dan profitabilitas yang dicapai bank syariah Indonesia semakin rendah. Murabahah adalah pinjaman yang paling banyak digunakan oleh Bank Syariah Indonesia dan pinjaman terbesar dibandingkan pinjaman lainnya. Namun. Murabahah memiliki pengaruh negatif terhadap profitabilitas. Karena Bank Syariah Indonesia akan menerima pendapatan dari Pembiayaan Murabahah berupa margin ditambahkan ke harga pembelian. Kesimpulan Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Mudharabah. Musyarakah, dan Murabahah terhadap produktivitas Bank Umum Syariah di Indonesia. Tinjauan ini mencoba lebih dari 144 informasi yang diperoleh dari penggunaan pemeriksaan Berikut kesimpulan yang dapat ditarik dari analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 Manfaat Bank Syariah Indonesia dipengaruhi secara negatif oleh variabel Mudharabah. Risiko pembiayaan mudharabah berarti tingkat pengembalian modal akan terpengaruh jika terjadi kerugian. Variabel Musyarakah berpengaruh positif signifikan secara statistik terhadap profitabilitas Bank Syariah Indonesia. Hal ini dikarenakan Bank Syariah Indonesia telah berhasil mengelola permodalan yang disalurkan menjadi pembiayaan Musyarakah sehingga dapat meningkatkan Profitabilitas. Konsekuensinya, profitabilitas Bank Syariah Indonesia meningkat akibat lonjakan pinjaman Musyarakah. Profitabilitas Bank Syariah Indonesia dipengaruhi secara positif oleh variabel murabahah yang secara statistik signifikan. Hal ini disebabkan karena akad memanfaatkan nasabah bank syariah. Selanjutnya terjadi lompatan kritis dalam akad jual beli murabahah karena akan meningkatkan pendapatan bersih bank syariah di Indonesia. Berdasarkan uji determinasi (R Squar. Mudharabah. Musyarakah, dan Murabahah dapat memberikan kontribusi sebesar 42% terhadap variabel profitabilitas, sedangkan variabel lain di luar penelitian ini sebesar 58%. Ada keterbatasan dalam penelitian ini. Fakta bahwa analisis dalam penelitian ini hanya didasarkan pada data sekunder laporan keuangan bulanan yang diunduh dari website Bank Syariah Indonesia berarti bahwa keakuratan data penelitian di bawah standar merupakan salah satu keterbatasan penelitian. Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini masih banyak kekurangan dan Oleh karena itu, analis memberikan ide kepada pihak terkait dan untuk pemeriksaan tambahan. Di antara sarannya adalah Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan data primer untuk dapat memperoleh hasil yang lebih akurat. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 Juni 2024 DAFTAR PUSTAKA