E-ISSN: 2809-8544 PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI KASUS PADA PENGUNJUNG ACARA MINGGUAN HUMA BETANG NIGHT PALANGKA RAYA) THE EFFECT OF EXPERIENTIAL MARKETING & EVENT QUALITY ON RETURN VISIT INTEREST THROUGH VISITOR SATISFACTION AS AN INTERVENING VARIABLE (CASE STUDY ON VISITORS OF THE WEEKLY HUMA BETANG NIGHT EVENT IN PALANGKA RAYA) Salbetta Sihombing1*. Vivy Kristinae2. Gema Borneo Poetra3. Meitiana4 Universitas Palangka Raya. Indonesia *Email Correspondence: salbettasihombing1123@gmail. Abstract This study examines the effects of experiential marketing and event quality on revisit intention, mediated by visitor satisfaction, in the weekly Huma Betang Night cultural event (Palangka Raya. Indonesi. A quantitative survey of 75 visitors was analyzed using PLS-SEM (SmartPLS 3. Results indicate positive, significant paths: experiential marketing Ie satisfaction ( = 0. , event quality Ie satisfaction ( = 0. p < 0. , satisfaction Ie revisit intention ( = p < 0. , experiential marketing Ie revisit intention ( = 0. p = 0. , and event quality Ie revisit intention ( = 0. p = 0. Satisfaction partially mediates the effects of experiential marketing . ndirect = 0. p = 0. and event quality . ndirect = 0. on revisit intention. Model explanatory power is moderate (RA satisfaction = 0. RA revisit intention = 0. The findings highlight the importance of sensoryAeaffective experiences and service/process quality to strengthen visitor satisfaction and revisit intention in secondary-city cultural night contexts. Keywords: experiential marketing, event quality, visitor satisfaction, revisit intention, cultural event. Abstrak Penelitian ini menguji pengaruh experiential marketing dan kualitas acara terhadap minat berkunjung ulang dengan kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening pada acara mingguan Huma Betang Night di Palangka Raya. Desain penelitian adalah survei kuantitatif dengan n = 75 responden. menggunakan PLS-SEM (SmartPLS 3. Hasil menunjukkan: experiential marketing Ie kepuasan ( = 0,392. p < 0,. , kualitas acara Ie kepuasan ( = 0,404. p < 0,. , kepuasan Ie minat berkunjung ulang ( = 0,431. p < 0,. , experiential marketing Ie minat berkunjung ulang ( = 0,251. p = 0,. , kualitas acara Ie minat berkunjung ulang ( = 0,262. p = 0,. Kepuasan memediasi sebagian hubungan experiential marketing ( tidak langsung = 0,169. p = 0,. dan kualitas acara ( tidak langsung = 0,174. p < 0,. terhadap minat berkunjung ulang. Daya jelaskan model berada pada tingkat sedang (RA kepuasan = 0,321. RA minat berkunjung ulang = 0,. Temuan menegaskan pentingnya penguatan pengalaman inderawi-emosional serta kualitas layanan/proses acara untuk menaikkan kepuasan dan niat kunjungan ulang pada konteks cultural night kota sekunder. Kata kunci: experiential marketing, kualitas acara, kepuasan pengunjung, minat berkunjung ulang, acara budaya. PENDAHULUAN Saat ini, sektor pariwisata di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Berwisata pada dasarnya merupakan kebutuhan sekunder dari diri seseorang yang perlu SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. dipenuhi untuk pulih secara fisik dan mental. Kehidupan sehari-hari dan rutinitas yang padat dapat membuat jenuh dan stres, yang mendorong seseorang untuk berkeinginan pergi/berwisata (Sappewali et al. , 2. Salah satu upaya dalam sektor pariwisata yang efektif dalam menarik perhatian wisatawan untuk datang adalah dengan penyelenggaraan suatu acara atau event (Saputro & Wardani, 2. Menurut Noor . alam Ningsi & Wibowo, 2. event adalah kegiatan dengan tujuan untuk masyarakat berkontribusi di dalamnya dan dengan waktu yang telah direncanakan. Event memiliki jenis, salah satunya adalah cultural event atau event budaya. Acara kebudayaan . ultural even. ditandai dengan kegiatan-kegiatan yang sangat melekat dengan identitas budaya, mencakup festival seni dan budaya, pameran kuliner tradisional, serta perayaan tradisi masyarakat setempat. Kekayaan tradisi dan seni budaya, dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata. Keunikan dan potensi tersebut mampu menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke daerah tersebut (Sappewali et al. , 2. Untuk menjadi industri pariwisata yang memiliki banyak peluang untuk berkembang dibutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang baik dan tepat sasaran (Chairunisa, 2. Salah satu event budaya adalah AuHuma Betang Night Palangka RayaAy. Dalam artikel (Biro Adpim, 2. menginformasikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pempro. Kalimantan Tengah secara resmi meluncurkan Program Car Free Night AuHuma Betang Night 2025Ay. Sabtu, 14 Juni 2025 malam, di Bundaran Besar Palangka Raya. Acara ini dirancang sebagai panggung seni dan budaya yang digelar setiap sabtu malam. Tujuannya adalah untuk melestarikan kebudayaan Dayak dalam bingkai NKRI dan menciptakan ruang yang inklusif untuk rekreasi, seni, budaya, dan kebersamaan masyarakat serta di sekeliling bundaran juga para pelaku UMKM lokal menjajakan aneka produk dari kuliner khas Dayak, kerajinan tangan, hingga fashion dan aksesoris buatan anak muda Kalteng. Palangka Raya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah menghadapi tantangan dalam sektor pariwisata akibat keterbatasan destinasi wisata yang mampu menjadi magnet utama bagi masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah. Karakteristik kota yang belum sepenuhnya dikembangkan sebagai kota wisata, membuat pilihan masyarakat akan tempat rekreasi sangat terbatas. Kondisi inilah yang kemudian melatarbelakangi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk meluncurkan inovasi berupa acara mingguan bertajuk AuHuma Betang NightAy, sebuah event budaya dan hiburan malam yang berlokasi di Bundaran Besar Palangka Raya, setiap sabtu malam. Antusiasme masyarakat terhadap Huma Betang Night tidak muncul begitu saja, melainkan sebagai respons terhadap minimnya alternatif hiburan dan rekreasi kota. Fenomena tersebut menunjukan adanya perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat dari aktivitas wisata konvensional yang terbatas menjadi pengalaman baru yang mengedepankan experiential marketing melalui sensasi menikmati pertunjukan seni, bazar kuliner, hingga keterlibatan langsung dalam kegiatan budaya. Dalam konteks ini, keberhasilan acara tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung semata, tetapi juga kepuasan pengunjung dan keinginan untuk kembali datang. Keberadaan fenomena tersebut memperkuat urgensi penelitian terkait pengaruh experiential marketing dan kualitas acara terhadap minat SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. berkunjung ulang, melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening dalam lingkup acara Huma Betang Night di Palangka Raya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Aditya & Tiarawati, 2. mengatakan bahwa experiential marketing sangat penting untuk membuat pengalaman pengunjung Pengalaman positif selama acara dapat meningkatkan kepuasan pengunjung dan mendorong mereka untuk kembali lagi ke acara tersebut di masa mendatang. Selain itu, kepuasan dan keinginan pengunjung untuk kembali ke acara dipengaruhi oleh kualitas acara yang diantaranya adalah kualitas interaksi, lingkungan fisik, dan kualitas pertunjukan. Kualitas dalam KBBI didefinisikan sebagai tingkah baik buruknya sesuatu. Jadi untuk mengetahui sesuatu, setiap orang memiliki penilaian yang berbeda-beda dalam Pengunjung yang merasa puas dalam kunjungannya pastinya memiliki pengalaman yang baik dan kemungkinan untuk melakukan kunjungan ulang. Menurut Ridwan dan Hidayat Sukriadi . alam Nurnizam & Hastuti, 2. Kepuasan pengunjung merupakan penilaian yang dilakukan berdasarkan perbandingan antara harapan yang dimiliki dengan pengalaman nyata saat mengunjungi suatu destinasi wisata. Kepuasan ini memiliki peran penting dalam membentuk loyalitas pengunjung serta meningkatkan kemungkinan mereka untuk melakukan kunjungan ulang ke tempat tersebut. Penyelenggara acara Huma Betang Night Palangkaraya berusaha meningkatkan kualitas acara dengan memperhatikan pengunjung memiliki pengalaman yang positif setelah melakukan kunjungan dalam upaya untuk meningkatkan keberhasilan dan keberlanjutan Namun menjaga kualitas pengalaman termasuk kenyamanan, keamanan, dan variasi konten acara dengan memadukan elemen budaya lokal, hiburan, dan pemberdayaan UMKM, seringkali sulit untuk menciptakan suasana yang benar-benar menghibur dan sesuai dengan Selain itu, pengelolaan arus pengunjung dan fasilitas pendukung seperti area parkir, informasi acara, kebersihan lokasi, dan tempat duduk yang kurang memadai adalah faktor yang tidak boleh diabaikan. Jika pengunjung merasa tidak nyaman dan kecewa dengan layanan, mereka mungkin tidak akan kembali di masa yang akan datang. Huma Betang Night ini dirancang untuk melestarikan budaya dan menarik wisatawan, konsistensi dalam mempertahankan identitas budaya lokal dalam setiap penyelenggaraan acara merupakan masalah penting. Acara dapat menjadi biasa dan tidak menarik jika tidak memiliki inovasi dan pendekatan kreatif. Diperlukan evaluasi terus menerus terhadap kepuasan pengunjung, koordinasi panitia, dan partisipasi komunitas lokal diperlukan untuk memastikan bahwa acara tidak hanya ramai secara kuantitas tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan memberikan pengalaman yang membekas bagi pengunjung. Penelitian ini juga menjelaskan bagaimana pengaruh experiential marketing & kualitas acara terhadap minat berkunjung ulang melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening . tudi kasus pada pengunjung acara mingguan Huma Betang Night Palangka Ray. Penelitian ini juga diharapkan memberi pemahaman serta implikasi untuk meningkatkan kepuasan pengunjung acara Huma Betang Night. Oleh karena itu, penelitian ini nantinya tidak hanya sekedar memberikan manfaat, tetapi memberikan solusi untuk penyelenggara dalam mewujudkan kepuasan pengunjung. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. TINJAUAN PUSTAKA Experiential Marketing Menurut Schmitt (Wijaksono, 2. Experiential Marketing is how to get customers to sense, feel, think, act, and relate to your company and brands. Artinya Experiential Marketing adalah pendekatan untuk menghasilkan pengalaman yang akan dirasakan konsumen saat menggunakan produk atau jasa melalui panca indera . , pengalaman afektif . , pengalaman berpikir kreatif . , pengalaman yang berkaitan dengan tubuh, perilaku, dan gaya hidup . , serta pengalaman yang dihasilkan dari sensation, feelings, cognitions, dan actions . Experiential Marketing adalah suatu konsep pemasaran yang bertujuan membuat pelanggan yang setia dengan menyentuh emosi mereka dan memberikan kesan positif terhadap barang dan jasa perusahaan (Radjab, 2. Menurut Schmitt . alam Khirana, 2. mengatakan bahwa suatu perusahaan dikatakan baik dalam menerapkan experiential marketing apabila telah memenuhi kriteria 5 indikator yaitu Sense. Feel. Think. Act, dan Relate. Kualitas Acara Kualitas dalam KBBI didefinisikan sebagai tingkah baik buruknya sesuatu. Jadi untuk mengetahui sesuatu, setiap orang memiliki penilaian yang berbeda-beda dalam Menurut Wijaya dan Santoso . , kualitas acara adalah tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan acara yang mencakup aspek teknis, pelayanan, dan pengalaman yang dirasakan selama acara berlangsung. Banyak peneliti memberikan artian yang banyak mengenai konsep kualitas event . Tetapi, banyak peneliti yang mengaitkannya dengan konsep kualitas layanan. Menurut Kotler and Keller (Albiansyah, 2. mengungkapkan pelayanan terbaik selama event acara berlangsung akan menciptakan pengalaman positif dan kepuasan konsumen. Lima indikator utama kualitas pelayanan yang juga relevan untuk acara yaitu Tangibles. Reliability. Responsive. Assurance, dan Empathy. Minat Berkunjung Ulang Menurut Suhartapa & Sulistyo . mengatakan bahwa minat kunjungan ulang adalah dorongan kuat dari pengunjung untuk kembali mengunjungi suatu tempat sebagai respons langsung setelah pengalaman kunjungan sebelumnya. Menurut (Purwanto et al. Minat berkunjung ulang adalah bentuk perilaku pengunjung pada sebuah objek wisata dari pengalaman kunjungan sebelumya, di mana minat ini biasanya muncul sebagai respons terhadap minatnya pada kunjungan berikutnya yang akan mempengaruhi pandangan pengunjung dalam jangka panjang. Menurut Baroroh . alam Fadoli, 2. , minat berkunjung ulang wisatawan terdiri dari indikator yaitu Intention to recommend. Intention to revisit dan Willingness to place the visiting destination in priority. Kepuasan Pengunjung Menurut Ridwan dan Hidayat Sukriadi . alam Nurnizam & Hastuti, 2. Kepuasan pengunjung merupakan penilaian yang dilakukan berdasarkan perbandingan antara harapan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. yang dimiliki dengan pengalaman nyata saat mengunjungi suatu destinasi wisata. Kepuasan ini memiliki peran penting dalam membentuk loyalitas pengunjung serta meningkatkan kemungkinan mereka untuk melakukan kunjungan ulang ke tempat tersebut. Kepuasan merupakan suatu keadaan ketika keinginan dan harapan seseorang terpenuhi. Suatu layanan dianggap memuaskan jika mampu memenuhi kebutuhan dan ekspektasi yang menerima layanan tersebut. Salah satu bentuk perilaku pasca kunjungan dalam industri pariwisata adalah kepuasan wisatawan, yang juga dapat didefinisikan sebagai kesamaan antara harapan dan kenyataan yang dirasakan oleh wisatawan setelah mengunjungi lokasi (Riadi et al. Menurut Tjiptono . alam Nursoliah, 2. kepuasan pengunjung dapat diukur melalui indikator yaitu overall satisfaction, confirmation of expectation dan comparison to Kerangka Konseptual Gambar 1. Kerangka Konseptual Hipotesis Penelitian H1: Terdapat pengaruh positif dan signifikan experiential marketing terhadap kepuasan pengunjung pada acara mingguan Huma Betang Night Palangka Raya H2: Terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas acara terhadap kepuasan pengunjung pada acara mingguan Huma Betang Night Palangka Raya H3: Terdapat pengaruh positif dan signifikan experiential marketing terhadap minat berkunjung ulang pada acara mingguan Huma Betang Night Palangka Raya H4: Terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas acara terhadap minat berkunjung ulang pada acara mingguan Huma Betang Night Palangka Raya H5: Terdapat pengaruh positif dan signifikan kepuasan pengunjung terhadap minat berkunjung ulang pada acara Huma Betang Night Palangka Raya H6: Terdapat pengaruh secara tidak langsung experiential marketing terhadap minat berkunjung ulang pada acara mingguan Huma Betang Night Palangka Raya melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening H7: Terdapat pengaruh secara tidak langsung kualitas acara terhadap minat berkunjung ulang SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. pada acara mingguan Huma Betang Night Palangka Raya melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening METODE Penelitian ini merupakan studi asosiatif yang menggunakan metode kuantitatif. Studi asosiatif bertujuan untuk mengkaji hubungan sebab dan akibat dalam sebuah konstruk (Bancin et al. , 2. Sugiyono, . mengungkapkan bahwa metode penelitian kuantitatif adalah metode menggunakan data berupa angka-angka yang dikumpulkan dari instrumen penelitian lalu dianalisis menggunakan metode statistik pada populasi dan sampel tertentu untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner yang disebarkan kepada responden menggunakan Google Form dan diuji dengan menggunakan skala likert dari Ausangat tidak setujuAy hingga Ausangat setujuAy. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung acara mingguan Huma Betang Night Palangka Raya yang melakukan kunjungan minimal 2 . kali dan pengunjung berusia 17 tahun hingga 35 tahun ke atas. Peneliti menggunakan 75 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan non probability sampling dengan metode purposive sampling karena pemilihan sampel didasarkan pada kriteria yang telah ditentukan oleh penulis. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis data dengan metode Structural Equation Model (SEM) digunakan untuk menganalisis data dengan bantuan software SmartPLS versi 3. Menurut (Tarumingken, 2. SmartPLS adalah perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). PLS memiliki dua model pengukuran: outer model dan inner model. PLS adalah prosedur statistik untuk memperkirakan sistem persamaan secara bersamaan yang dikenal sebagai pemodelan persamaan struktual SEM) (Hair & Alamer, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Validitas Konvergen Validitas konvergen menjelaskan bahwa indikator . anifes variabe. dengan variabel latennya harus memiliki korelasi yang kuat (Ghozali & Latan. Pengujian validitas konvergen dievaluasi dengan melihat nilai loading factor dan AVErage variance extracted (AVE). Rule of Thumb atau asumsi pada pengujian validitas konvergen yaitu nilai loading factor harus lebih besar dari 0. 7 dan nilai AVE harus lebih besar dari 0. 5 (Ghozali & Latan, 2. Tabel 1. Hasil Pengujian Loading Factor Awal Experiential Kualitas Minat Berkunjung Kepuasan Marketing Acara Ulang Pengunjung EXMAR1 0,434 EXMAR2 0,831 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. EXMAR3 EXMAR4 EXMAR5 EXMAR6 EXMAR7 EXMAR8 EXMAR9 EXMAR10 KA1 KA2 KA3 KA4 KA5 KA6 KA7 KA8 KA9 KA10 MBU1 MBU2 MBU3 MBU4 MBU5 MBU6 KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KP6 Experiential Marketing 0,816 0,827 0,764 0,435 0,543 0,824 0,742 0,586 Kualitas Acara Minat Berkunjung Ulang Kepuasan Pengunjung 0,874 0,775 0,757 0,877 0,780 0,533 0,709 0,840 0,710 0,500 0,965 0,948 0,954 0,953 0,967 0,943 0,940 0,949 0,926 0,943 0,942 0,943 Berdasarkan pengujian algoritma awal seperti yang terdapat pada Tabel 1 diketahui bahwa terdapat indikator yang memiliki nilai loading factor di bawah 0. diantaranya EXMAR1. EXMAR6. EXMAR7. EXMAR10. KA6 dan KA10. Maka indikator tersebut direduksi . dari model kemudian dilakukan perhitungan algoritma kembali secara bertahap hingga nilai loading factor seluruh indikator memenuhi asumsi seperti yang terlihat pada Tabel 2. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. EXMAR2 EXMAR3 EXMAR4 EXMAR5 EXMAR8 EXMAR9 KA1 KA2 KA3 KA4 KA5 KA7 KA8 KA9 MBU1 MBU2 MBU3 MBU4 MBU5 MBU6 KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KP6 Tabel 2. Hasil Pengujian Loading Factor Akhir Experiential Kualitas Minat Berkunjung Marketing Acara Ulang 0,847 0,843 0,827 0,790 0,841 0,756 0,863 0,762 0,760 0,886 0,792 0,722 0,834 0,722 0,965 0,948 0,954 0,953 0,967 0,943 Kepuasan Pengunjung 0,940 0,949 0,926 0,943 0,942 0,943 Nilai yang dimiliki oleh setiap indikator atau pengukur dikenal sebagai outer loading, semua variabel memiliki nilai > 0,7 yang menunjukkan bahwa setiap indikator yang berkaitan dengan variabel dapat dianggap valid. Hasil outer loading menunjukkan validitas konvergen telah terpenuhi. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Gambar 2. Hasil Outer Model PLS Gambar di atas terlihat seluruh indikator pada semua variabel menunjukkan nilai > 0,7 yang menunjukkan bahwa semua indikator dianggap valid dan dapat dilanjutkan untuk pengujian selanjutnya. Validitas Diskriminan Selanjutnya dilakukan evaluasi terhadap nilai AVE seluruh variabel laten. Berdasarkan hasil perhitungan algoritma terakhir diketahui nilai AVE seluruh variabel lebih besar dari 0. 5 seperti yang terdapat pada Tabel 3. Hal ini menunjukkan bahwa indikator dalam model penelitian telah valid secara konvergen dan dapat dilakukan pengujian berikutnya. Tabel 3. Hasil Pengujian AVE AVErage Variance Extracted (AVE) Experiential Marketing 0,669 Kualitas Acara 0,632 Minat Berkunjung Ulang 0,912 Kepuasan Pengunjung 0,885 Validitas diskriminan menjelaskan bahwa indikator suatu variabel laten tidak berkorelasi kuat dengan variabel laten lainnya (Ghozali & Latan. Pengujian validitas diskriminan dapat dievaluasi dengan pendekatan Fornell-Larcker Criterion dan Cross Loading. Pada pendekatan cross loading, nilai cross loading indikator dengan variabel latennya harus lebih besar dibandingkan dengan nilai cross loading indikator tersebut terhadap variabel laten lainnya. Sedangkan pada pendekatan Fornell-Larcker Criterion asumsi terpenuhi apabila masing-masing nilai akar kuadrat SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. AVE variabel laten lebih besar dibandingkan nilai korelasinya terhadap variabel laten Tabel 4. Hasil Pengujian Fornell Larcker Criterion Experiential Kepuasan Kualitas Minat Marketing Pengunjung Acara Berkunjung Ulang Experiential Marketing 0,818 Kepuasan Pengunjung 0,397 0,941 Kualitas Acara 0,011 0,408 0,795 Minat Berkunjung Ulang 0,425 0,638 0,441 0,955 Berdasarkan hasil pengujian Fornell Larcker Criterion seperti yang terdapat pada Tabel 4 diketahui bahwa seluruh nilai akar kuadrat AVE variabel laten lebih besar dibandingkan nilai korelasinya terhadap variabel laten lainnya. Lebih lanjut dilakukan evaluasi terhadap nilai cross loading indikator. Pada Tabel 5 menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki nilai cross loading lebih besar terhadap variabel latennya dibandingkan variabel laten lainnya. Maka daripada itu dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator valid secara diskriminan dan dapat dilakukan pengujian berikutnya. Tabel 5. Hasil Pengujian Cross Loading EXMAR2 0,847 -0,070 0,364 0,265 EXMAR3 0,843 0,318 0,336 EXMAR4 0,827 0,021 0,254 0,263 EXMAR5 0,790 0,111 0,388 0,355 EXMAR8 0,841 -0,060 0,400 0,411 EXMAR9 0,756 0,099 0,323 0,275 KA1 0,017 0,863 0,282 0,372 KA2 -0,140 0,762 0,282 0,247 KA3 0,024 0,760 0,328 0,218 KA4 -0,060 0,886 0,291 0,354 KA5 0,262 0,792 0,548 0,431 KA7 -0,123 0,722 0,313 0,326 KA8 -0,066 0,834 0,259 0,180 KA9 -0,022 0,722 0,343 0,330 MBU1 0,429 0,422 0,965 0,587 MBU2 0,426 0,430 0,948 0,608 MBU3 0,454 0,377 0,954 0,618 MBU4 0,374 0,416 0,953 0,597 MBU5 0,356 0,457 0,967 0,617 MBU6 0,395 0,425 0,943 0,626 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KP6 0,394 0,384 0,416 0,363 0,360 0,317 0,412 0,364 0,325 0,395 0,449 0,357 0,615 0,567 0,642 0,613 0,584 0,572 0,940 0,949 0,926 0,943 0,942 0,943 Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas bertujuan untuk menguji konsistensi indikator dalam mengukur konstruk (Ghozali & Latan. Pengujian reliabilitas dapat dievaluasi dengan pendekatan Composite Reliability dan CronbachAos Alpha. Indikator dinyatakan reliabel apabila masing-masing variabel laten memiliki nilai Composite Reliability dan CronbachAos Alpha lebih besar dari 0. 7 (Ghozali & Latan. Tabel 6. Nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability CronbachAos Alpha Composite Reliability Experiential Marketing 0,901 0,924 Kepuasan Pengunjung 0,974 0,979 Kualitas Acara 0,917 0,932 Minat Berkunjung Ulang 0,981 0,984 Pada Tabel 6 diperoleh nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability masingmasing variabel laten telah memenuhi asumsi atau lebih besar dari 0. Hal tersebut menunjukkan bahwa indikator yang digunakan pada penelitian ini reliabel mengukur variabel laten atau konstruknya. Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Koefisien Determinasi (R Squar. Koefisien determinasi digunakan untuk memprediksi pengaruh atau kontribusi variabel eksogen terhadap variabel endogen dalam suatu model penelitian. Nilai RSquare digunakan untuk mengukur tingkat variasi perubahan variabel independent terhadap variabel dependen. Kriteria Batasan nilai R-Square ini dapat dibagi menjadi tiga kualifikasi yaitu 0,67 Ae 1,00 . , 0,20 Ae 0,33 . dan 0,19 . Berikut hasil estimasi R-Square dengan menggunakan Smart PLS. Tabel 7. Nilai R-Square R-Square Kepuasan Pengunjung Minat Berkunjung Ulang SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Berdasarkan Tabel 7 diketahui nilai koefisien determinasi kepuasan pengunjung adalah sebesar 0,321. Hasil tersebut menggambarkan hubungan dengan tingkat sedang. Hal ini menunjukkan bahwa variabel experiential marketing dan kualitas acara memberikan pengaruh atau kontribusi terhadap variabel kepuasan pengunjung sebesar 9% variabel kepuasan pengunjung dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam model penelitian. Lebih lanjut nilai koefisien determinasi variabel minat berkunjung ulang diketahui sebesar 0,497. Hasil tersebut menggambarkan hubungan dengan tingkat sedang. Hal ini menunjukkan bahwa variabel minat berkunjung ulang dijelaskan oleh variabel experiential marketing dan kualitas acara sebesar 49. 3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam model penelitian. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pada penelitian ini terdiri atas dua model yaitu pengujian model jalur pengaruh langsung . irect effec. dan tidak langsung . ndirect effec. Analisis pengaruh langsung atau direct effect menggunakan pendekatan koefisien jalur . ath coefficien. dan T Statistic atau P value. Analisis koefisien jalur menunjukkan arah hubungan antar variabel dalam suatu model. Lebih lanjut untuk menganalisis signifikansi hubungan antar variabel dapat dilakukan dengan membandingkan nilai tstatistic atau p value. Asumsi pengujian signifikansi model penelitian menggunakan p value 1,96 pada significance level = 5 persen atau lebih kecil 0,05 Kemudian untuk pengujian pengaruh tidak langsung atau mediasi pada suatu model dapat menggunakan prosedur analisis mediator pada PLS yang dikembangkan oleh Zhao et al. alam Bancin. sebagai berikut: Jika a x b . ndirect effec. signifikan sedangkan c . irect effec. tidak signifikan. Maka tipe mediasi adalah indirect-only mediation . ull mediatio. Jika a x b . ndirect effec. tidak signifikan sedangkan c . irect effec. Maka tipe mediasi adalah direct-only nonmediation . o mediatio. Jika a x b maupun c tidak signifikan maka tipe mediasi adalah no effect nonmediation . o Jika a x b dan c signifikan. Tentukan tanda dari hasil perkalian a x b x c. Apabila hasilnya positif maka tipe mediasi adalah complementary mediation . artial mediatio. sedangkan apabila hasilnya negatif maka tipe mediasi adalah competitive mediation . artial Tabel 8. Hasil Pengujian Hipotesis Hubungan Antar Variabel Path Coefficient T Statistics P Values Pengaruh Langsung Kepuasan Pengunjung -> Minat Berkunjung Ulang Kualitas Acara -> Kepuasan Pengunjung 0,431 4,961 0,000 0,404 5,020 0,000 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Kualitas Acara -> Minat Berkunjung Ulang Experiential Marketing -> Kepuasan Pengunjung Experiential Marketing -> Minat Berkunjung Ulang Pengaruh Tidak Langsung 0,262 2,563 0,005 0,392 4,632 0,000 0,251 2,878 0,002 Experiential Marketing-> Kepuasan Pengunjung -> Minat Berkunjung Ulang Kualitas Acara -> Kepuasan Pengunjung -> Minat Berkunjung Ulang 0,169 3,225 0,001 0,174 3,441 0,000 Gambar 3. Hasil Inner Model PLS Pengaruh Experiential Marketing Terhadap Kepuasan Pengunjung Pada Pengunjung Acara Mingguan Huma Betang Night Palangka Raya Berdasarkan hasil penelitian ini experiential marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Hal ini dibuktikan oleh hasil analisis yang menunjukkan nilai koefisien positif. Hasil perhitungan memperlihatkan nilai koefisien jalur sebesar 0,392 dengan t-statistic sebesar 4,632 > t-tabel 1,96 dan p-value sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis pertama (H. yang menyatakan bahwa experiential marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung diterima. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Aditya & Tiarawati, 2. mengatakan bahwa experiential marketing sangat penting untuk membuat pengalaman pengunjung Pengalaman positif selama acara dapat meningkatkan kepuasan pengunjung. Menurut (Elvera & Mico, 2. dengan menggunakan strategi experiential marketing, pengunjung bisa mendapatkan pengalaman yang berkesan, menarik, dan memuaskan secara emosional dan kognitif sehingga menghasilkan kepuasan yang tinggi dari layanan dan pengalaman wisata. Dalam penelitian lain. Yeh at al . alam Aditya & Tiarawati, 2. menemukan bahwa experiential marketing sangat memengaruhi kepuasan. Ketika pengunjung merasakan udara segar, menikmati berbagai wahana, dan fasilitas yang menarik serta mengabadikan momen di lokasi wisata. Pengaruh Kualitas Acara Terhadap Kepuasan Pengunjung Pada Pengunjung Acara Mingguan Huma Betang Night Palangka Raya Berdasarkan hasil penelitian ini kualitas acara memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang. Hal ini dibuktikan oleh hasil analisis yang menunjukkan nilai koefisiensi yang positif. Hasil perhitungan memperlihatkan nilai koefisien jalur sebesar 0,404 dengan t-statistic sebesar 5,020 > t-tabel 1,96 dan p-value sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis kedua (H. yang menyatakan bahwa kualitas acara berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung diterima. Penelitian yang dilakukan oleh Jessica . menunjukkan bahwa kualitas layanan event berkontribusi signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Penelitian ini menemukan bahwa persepsi pengunjung tentang kualitas layanan yang mereka terima selama acara berlangsung, yang mencakup keandalan, kenyamanan, dan kemudahan akses. Layanan yang baik memenuhi atau bahkan melebihi harapan pengunjung, sehingga berdampak pada kepuasan mereka. Alantoni et al. , . mendukung temuan ini dengan menegaskan bahwa kualitas pelayanan di Phenom Event Indonesia berkontribusi terhadap kepuasan pengunjung karena pelayanan mengutamakan empati yang tinggi dan keandalan dalam memenuhi kebutuhan dan harapan pengunjung. Pelayanan yang responsif dan penuh perhatian menumbuhkan kenyamanan selama cara, sehingga pengunjung merasa puas selama acara Pengaruh Experiential Marketing Terhadap Minat Berkunjung Ulang Pada Pengunjung Acara Mingguan Huma Betang Night Palangka Raya Berdasarkan hasil penelitian ini experiential marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang. Hal ini dibuktikan oleh hasil analisis yang menunjukkan nilai koefisiensi yang positif. Hasil perhitungan memperlihatkan nilai koefisien jalur sebesar 0,251 dengan t-statistic sebesar 2,878 > t-tabel 1,96 dan p-value sebesar 0,002 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis ketiga (H. yang menyatakan bahwa experiential marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Penelitian yang dilakukan oleh (Aditya & Tiarawati, 2. experiential marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang. Dengan menambah berbagai fasilitas dan spot foto, pengelola Taman Rekreasi Selecta berhasil membuat pengunjung ingin kembali menciptakan pengalaman positif. Pengunjung yang memiliki pengalaman positif akan berkunjung kembali, baik secara pribadi maupun dengan Mereka juga akan berbagi pengalaman dan merekomendasikan kepada orang lain. Syahputra & Anjarwati . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara experiential marketing terhadap minat berkunjung ulang. Seseorang jika memiliki pengalaman yang menyenangkan di Kampung Coklat, mereka akan berniat berkunjung kembali di masa yang akan datang. Pengaruh Kualitas Acara Terhadap Minat Berkunjung Ulang Pada Pengunjung Acara Mingguan Huma Betang Night Palangka Raya Berdasarkan hasil penelitian ini kualitas acara memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang . Hal ini dibuktikan oleh hasil analisis yang menunjukkan nilai koefisiensi positif. Hasil perhitungan memperlihatkan nilai koefisien jalur sebesar 0,262 dengan t-statistic sebesar 2,563 > t-tabel 1,96 dan p-value sebesar 0,005 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis keempat (H. yang menyatakan bahwa kualitas acara berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang diterima. Banyak peneliti memberikan artian yang banyak mengenai konsep kualitas event . Tetapi, banyak peneliti yang mengaitkannya dengan konsep kualitas layanan. Penelitian yang dilakukan oleh Jessica . menyatakan bahwa kualitas layanan yang baik, membuat pengunjung lebih percaya diri, nyaman, dan merasa dihargai, yang pada gilirannya meningkatkan keinginan mereka untuk kembali berkunjung. Riadi et al. , . juga menambahkan bahwa layanan yang baik yang didapatkan oleh pengunjung akan menciptakan kepuasan bagi mereka yang pada akhirnya menjadi dorongan untuk berkunjung lagi di masa yang akan datang. Pengaruh Kepuasan Pengunjung Terhadap Minat Berkunjung Ulang Pada Pengunjung Acara Mingguan Huma Betang Night Palangka Raya Berdasarkan hasil penelitian ini Kepuasan Pengunjung memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang. Hal ini dibuktikan oleh hasil analisis yang menunjukkan nilai koefisien positif. Hasil perhitungan memperlihatkan nilai koefisien jalur sebesar 0,431 dengan t-statistic sebesar 4,961 > t-tabel 1,96 dan p-value sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis kelima (H. yang menyatakan bahwa kepuasan pengunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang diterima. Kepuasan memainkan peran penting dalam membangun minat berkunjung ulang pada pengunjung acara mingguan Huma Betang Night. Penelitian yang dilakukan oleh Syahputra & Anjarwati . menegaskan bahwa semakin tinggi kepuasan pengunjung maka semakin besar kemungkinan mereka untuk kembali berkunjung. Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan positif antara kepuasan dengan niat beli ulang. Trenggono & Supriyadi. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. juga menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan dengan daya tarik, pengalaman, dan fasilitas yang tersedia, mereka merasa lebih nyaman pada tempat tersebut, sehingga mereka cenderung akan melakukan kunjungan ulang. Pengaruh Experiential Marketing Terhadap Minat Berkunjung Ulang Pada Pengunjung Acara Mingguan Huma Betang Night Palangka Raya Melalui Kepuasan Pengunjung Sebagai Variabel Intervening Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, nilai signifikansi pengaruh tidak langsung . ndirect effec. Hasil perhitungan memperlihatkan nilai koefisien jalur sebesar 0,169 dengan t-statistic sebesar 3,225 > t-tabel 1,96 dan p-value sebesar 0,001 < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa indirect effect melalui kepuasan pengunjung signifikan. Maka dapat disimpulkan tipe mediasi pada model jalur ini adalah complementary mediation . artial mediatio. Sehingga hipotesis keenam (H. dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa experiential marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap minat berkunjung ulang melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening, diterima. Berdasarkan hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Tastri et al. , . yang menyatakan bahwa minat berkunjung ulang tidak selalu didasarkan atas experiential marketing, terutama pada suatu objek wisata. Masyarakat sebagai wisatawan mempunyai pilihan untuk mengetahui apakah mereka puas saat mengunjungi suatu tempat. Salah satu komponen yang memastikan bahwa mereka puas adalah keinginan untuk mengunjungi kembali di masa depan. Aditya & Tiarawati . juga mengatakan bahwa saat pengunjung memiliki pengalaman yang baik seperti menikmati udara segar, fasilitas, wahana menarik, dan momen yang menyenangkan, harapan mereka terpenuhi, dan pengunjung lebih mungkin untuk merasa puas dan ingin kembali kelokasi wisata di masa yang akan datang. Pengaruh Kualitas Acara Terhadap Minat Berkunjung Ulang Pada Pengunjung Acara Mingguan Huma Betang Night Palangka Raya Melalui Kepuasan Pengunjung Sebagai Variabel Intervening Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, nilai signifikansi pengaruh tidak langsung . ndirect effec. Hasil perhitungan memperlihatkan nilai koefisien jalur sebesar 0,174 dengan t-statistic sebesar 3,441 > t-tabel 1,96 dan p-value sebesar 0,000 < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa indirect effect melalui kepuasan pengunjung signifikan. Maka dapat disimpulkan tipe mediasi pada model jalur ini adalah complementary mediation . artial mediatio. Sehingga hipotesis ketujuh (H. dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa kualitas acara memiliki pengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap minat berkunjung ulang melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening, diterima. Berdasarkan hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa acara yang berkualitas tidak hanya meningkatkan minat berkunjung secara langsung tetapi SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING & KUALITAS ACARA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL A Salbetta Sihombing et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. juga melalui kepuasan pengunjung. Usman et al. , . mengatakan bahwa semakin baik pelayanan yang diberikan oleh wisata Bantimurung kepada wisatawan yang berkunjung, semakin puas wisatawan, yang pada gilirannya akan mendorong wisatawan untuk kembali Penelitian Irda et al. , . juga mendukung bahwa kualitas pelayanan yang baik tidak hanya berdampak langsung pada keinginan pengunjung untuk kembali, tetapi juga meningkatkan kepuasan pengunjung. Kepuasan pengunjung berperan sebagai jembatan dan perantara yang penting dalam meningkatkan keinginan untuk kembali. KESIMPULAN Huma Betang Night Palangka Raya adalah sebuah event budaya dan hiburan malam yang berlokasi di Bundaran Besar Palangka Raya yang diselenggarakan setiap Sabtu malam yang memiliki keunikan karena mengangkat potensi budaya lokal Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh experiential marketing dan kualitas acara terhadap minat berkunjung ulang melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening . tudi kasus pada pengunjung acara mingguan Huma Betang Night Palangka Ray. Hasil pengujian dan analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa experiential marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Kualitas acara berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Experiential marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang. Kualitas acara berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang. Kepuasan pengunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung ulang. Experiential marketing secara tidak langsung mempengaruhi minat berkunjung ulang secara positif dan signifikan melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening. Kualitas acara secara tidak langsung mempengaruhi minat berkunjung ulang secara positif dan signifikan melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening. DAFTAR PUSTAKA