Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan Terhadap Motivasi dan Minat Berwirausaha Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang Saifa Novidian. Hendra Dedi Kriswanto Universitas Negeri Semarang Email: saifa_novidian@students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengajaran berwirausaha terhadap motivasi dan minat berwirausaha pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa yang mengikuti program pengajaran berwirausaha dan siswa yang tidak mengikuti program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran berwirausaha memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dan minat berwirausaha pada siswa. Siswa yang menerima pengajaran berwirausaha memiliki motivasi dan minat berwirausaha yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima pengajaran berwirausaha. Hal ini menunjukkan bahwa pengajaran berwirausaha dapat meningkatkan motivasi dan minat berwirausaha pada siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengajaran berwirausaha dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi wirausaha sukses. Siswa yang menerima pengajaran berwirausaha memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konsep wirausaha, termasuk identifikasi peluang, pengembangan bisnis, dan manajemen keuangan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pendidikan wirausaha di sekolah. Pengajaran berwirausaha dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan jumlah wirausaha muda dan membantu mereka mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi wirausaha Kata Kunci: Pembelajaran Berwirausaha. Motivasi Berwirausaha. Minat Berwirausaha PENDAHULUAN Pembangunan suatu negara tidak terlepas dari tantangan ekonomi, salah satunya adalah tingginya tingkat pengangguran. Pengangguran tidak hanya menghambat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memicu kesenjangan sosial dan kriminalitas. Berdasarkan data dari (Statistik, 2. , tingkat pengangguran terbuka di Indonesia masih didominasi oleh lulusan SMK dan SMA, namun lulusan perguruan tinggi juga menyumbang persentase signifikan. Hal ini menjadi paradoks, karena secara teoritis, lulusan diploma dan sarjana telah dibekali kompetensi yang memadai untuk turut serta dalam pembangunan, baik melalui sektor formal maupun kewirausahaan (Mokosandib & Nuringsih, 2. Secara sosiologis, fenomena ini menunjukkan ketidaksiapan sebagian besar lulusan dalam menghadapi dunia kerja atau menciptakan peluang usaha sendiri. Di sisi lain, bonus demografi di Indonesia menghadirkan potensi besar, karena mayoritas anak muda cenderung memilih profesi sebagai wirausahawan daripada menjadi pegawai negeri atau karyawan (Sabiq & Apsari, 2. Hal ini mengindikasikan perubahan paradigma, namun masih dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengarahkan potensi tersebut menjadi tindakan nyata yang produktif dan berkelanjutan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Kewirausahaan dinilai sebagai solusi strategis untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan daya saing bangsa. Pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu alternatif utama yang dipilih oleh banyak institusi pendidikan, termasuk perguruan tinggi, untuk menumbuhkan semangat dan keterampilan berwirausaha di kalangan mahasiswa. Dalam hal ini, motivasi dan minat menjadi dua faktor penting yang mendorong seseorang untuk Motivasi mencerminkan dorongan internal untuk berani memulai dan mempertahankan usaha, sedangkan minat menunjukkan kecenderungan seseorang terhadap aktivitas wirausaha (Y. Nuraeni, 2022. Safitri & Maryanti, 2. Namun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tidak semua mahasiswa menunjukkan peningkatan motivasi dan minat yang signifikan setelah mengikuti mata kuliah kewirausahaan. Hal ini juga terjadi di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang, di mana pembelajaran kewirausahaan telah menjadi bagian dari kurikulum Program Studi Pendidikan Nonformal. Pembelajaran ini telah dirancang untuk menggabungkan pendekatan teori dan praktik, namun hasil pengamatan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil mahasiswa yang benar-benar menerapkan ilmu tersebut ke dalam dunia usaha. Melalui uraian di atas, dapat dirumuskan bahwa masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya implementasi kewirausahaan di kalangan mahasiswa meskipun telah mengikuti mata kuliah yang relevan. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk menguji apakah pembelajaran kewirausahaan benar-benar berpengaruh terhadap motivasi dan minat mahasiswa dalam berwirausaha. Hal ini menjadi penting karena hasilnya dapat menjadi dasar untuk perbaikan kurikulum, pendekatan pembelajaran, dan kebijakan pendidikan di bidang kewirausahaan. Alternatif solusi untuk mengatasi masalah ini antara lain adalah memperkuat pembelajaran kewirausahaan yang berbasis praktik, meningkatkan kualitas dosen pengampu, serta menyediakan ekosistem kewirausahaan yang kondusif bagi mahasiswa. Solusi yang dipilih dalam penelitian ini adalah fokus pada evaluasi pengaruh pembelajaran kewirausahaan sebagai variabel yang dapat menjelaskan variabilitas motivasi dan minat berwirausaha mahasiswa. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap motivasi dan minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran kewirausahaan yang lebih efektif dan aplikatif. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu . uasi-experimenta. , yang bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap motivasi dan minat berwirausaha mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang, khususnya Program Studi Pendidikan Nonformal. Peneliti memilih desain ini karena dinilai sesuai untuk melihat hubungan sebab-akibat antar variabel dengan tetap Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 mempertimbangkan kondisi riil di lapangan yang tidak memungkinkan pengacakan penuh terhadap subjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu dengan menetapkan kriteria bahwa responden adalah mahasiswa angkatan 2021 hingga 2023 yang sudah mengikuti perkuliahan kewirausahaan. Teknik ini dipilih untuk memastikan bahwa partisipan benar-benar relevan dengan tujuan dan konteks penelitian. Prosedur penelitian dimulai dari observasi awal terhadap implementasi pembelajaran kewirausahaan di lingkungan kampus. Setelah itu, peneliti menyusun instrumen dalam bentuk angket, yang kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya. Kuesioner disebarkan kepada responden untuk mengumpulkan data primer yang berkaitan dengan persepsi mereka terhadap pengalaman belajar kewirausahaan, serta tingkat motivasi dan minat mereka dalam berwirausaha. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi terbaru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner tertutup yang dirancang berdasarkan indikator teoritis dari variabel pembelajaran kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan minat berwirausaha. Validitas isi instrumen diuji dengan teknik korelasi Pearson Product Moment, dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruh item dinyatakan valid karena memiliki nilai korelasi di atas batas minimum yang ditetapkan. Selanjutnya, uji reliabilitas dilakukan menggunakan rumus Alpha Cronbach dan diperoleh nilai reliabilitas yang tinggi untuk semua konstruk, yakni di atas 0,70, yang menunjukkan bahwa instrumen tersebut konsisten dan dapat dipercaya. Alat pengumpul data utama dalam penelitian ini adalah angket yang disusun menggunakan skala Likert dengan lima kategori tanggapan, mulai dari "sangat tidak setuju" hingga "sangat setuju". Skala ini dipilih karena dapat memberikan gambaran kuantitatif terhadap sikap dan kecenderungan perilaku mahasiswa terhadap masing-masing konstruk yang diteliti. Selain itu, observasi informal juga dilakukan sebagai pelengkap untuk memahami konteks implementasi pembelajaran kewirausahaan di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan profil responden dan kecenderungan data, serta uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas untuk memastikan bahwa data memenuhi syarat dalam analisis regresi. Selanjutnya, dilakukan analisis regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap masingmasing variabel terikat, yakni motivasi dan minat berwirausaha. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5% ( = 0,. dengan memperhatikan nilai signifikansi . dan koefisien determinasi (RA) sebagai dasar dalam penarikan kesimpulan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap motivasi dan minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Temuan disajikan berdasarkan hasil analisis deskriptif dan uji regresi linier sederhana (Ghozali, 2. , kemudian dibahas berdasarkan teori yang relevan serta hasil penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, variabel pembelajaran kewirausahaan memiliki nilai rata-rata sebesar 33,26 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan pembelajaran kewirausahaan yang mereka ikuti sudah cukup baik dalam hal penyampaian materi, metode, serta pengalaman praktik yang diberikan. Sementara itu, variabel motivasi berwirausaha memiliki nilai rata-rata sebesar 15,26 dan variabel minat berwirausaha sebesar 14,49, yang keduanya juga berada dalam kategori Temuan ini mengindikasikan bahwa secara umum mahasiswa memiliki dorongan dan kecenderungan yang kuat untuk terlibat dalam aktivitas kewirausahaan. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi berwirausaha. Nilai koefisien regresi sebesar 0,326 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 menunjukkan adanya hubungan positif antara kedua variabel. Artinya, semakin baik pembelajaran kewirausahaan yang diterima mahasiswa, maka semakin tinggi pula motivasi mereka untuk berwirausaha. Hal ini sejalan dengan pendapat Nuraeni . yang menyatakan bahwa kualitas pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan motivasi internal mahasiswa dalam merencanakan dan menjalankan usaha. Hasil ini juga menguatkan teori motivasi McClelland yang menjelaskan bahwa kebutuhan akan pencapaian . eed for achievemen. dapat ditumbuhkan melalui pendidikan yang tepat (McClelland, 1987. Sardiman, 2. Selain itu, pembelajaran kewirausahaan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,293 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran kewirausahaan dengan baik cenderung memiliki minat yang lebih besar untuk terlibat dalam aktivitas usaha. Temuan ini mendukung hasil penelitian Safitri dan Maryanti . yang menyatakan bahwa pengalaman belajar dalam kewirausahaan, khususnya yang bersifat aplikatif, mampu meningkatkan ketertarikan mahasiswa untuk mencoba dan menekuni dunia usaha. Dalam konteks ini, minat berwirausaha dapat dilihat sebagai manifestasi dari proses belajar yang efektif, di mana mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga tertarik untuk mengeksplorasinya secara nyata (Gibb, 2. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan sebagai variabel bebas memberikan kontribusi terhadap perubahan variabel motivasi dan minat secara terpisah. Meskipun nilai koefisien determinasi (RA) menunjukkan kontribusi yang sedang, hasil ini tetap bermakna dalam konteks pendidikan, karena memperkuat argumen bahwa aspek pengajaran dan pengalaman belajar memiliki peran strategis dalam membentuk sikap dan orientasi kewirausahaan mahasiswa (Fayolle & Gailly, 2. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pembelajaran kewirausahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi dan minat berwirausaha mahasiswa. Hal ini mempertegas pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi, baik dari sisi materi, metode, maupun keterlibatan praktis mahasiswa. Dengan demikian, penelitian ini menjawab pertanyaan utama bahwa pembelajaran kewirausahaan tidak hanya berkontribusi secara teoritis terhadap pemahaman mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesiapan dan kecenderungan mereka dalam memilih jalur berwirausaha sebagai bagian dari masa depan mereka (Sugiyono, 2018. Arikunto, 2013. Azwar, 2. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dan minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran kewirausahaan secara teoritis dan praktis menunjukkan motivasi dan minat berwirausaha yang lebih tinggi. Pembelajaran ini meningkatkan semangat, keberanian mengambil risiko, kepercayaan diri, serta ketertarikan dan keinginan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam dunia usaha. Secara teoritis, temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis pengalaman dan praktik berperan penting dalam membentuk karakter dan orientasi kewirausahaan generasi muda. Implikasi praktisnya, perguruan tinggi perlu mengembangkan model pembelajaran kewirausahaan yang aplikatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa, seperti magang, studi lapangan, dan proyek bisnis. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperluas subjek dan variabel, termasuk faktor eksternal seperti dukungan keluarga atau akses modal. Pendekatan kualitatif atau campuran juga dapat digunakan untuk memahami motivasi dan hambatan mahasiswa dalam Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan teori dan kebijakan pendidikan kewirausahaan, serta meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan dunia usaha secara nyata. DAFTAR PUSTAKA