e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 PENGARUH OPINI AUDITOR. PROFITABILITAS. UKURAN PERUSAHAAN DAN KOMITE AUDIT TERHADAP AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI PERIODE 2016 Ae 2022 Oleh Raja Vanaldo Boang Manalu. Herman. Annisa AoAdah . Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan rvanaldo@stiebalikpapan. hermanalhshak@gmail. Annisaadah08@gmail. Abstract The aim of this research is to provide empirical evidence about the influence of auditor opinion, profitability, company size and audit committee on audit delay in goods and consumer goods sub-sector companies listed on the IDX for the 2016-2022 period. audit delays. The population in this research is goods and consumption sub-sector companies listed on the IDX for the 2016-2022 period, and the sample taken was 5 companies using purposive sampling. The statistical method used is multiple linear regression analysis assisted by the SPSS version 25 application. The results of the research show that auditor opinion, profitability which is proxied as return on assets, company size and audit committee have a negative and significant effect on audit delay. Simultaneously proves that auditor opinion, profitability return on assets, company size and audit committee together have a significant effect on audit delay. Keywords: audit delay, auditor's opinion, profitability, return on assets, company size, audit committe Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh opini auditor, profitabilitas, ukuran perusahaan dan komite audit tehadap audit delay pada perusahaan sub sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2016-2022. audit delay. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2016-2022, dan sampel yang diambil sebanyak 5 perusahaan dengan purposive sampling. Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan dibantu dengan aplikasi spss versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini auditor, profitabilitas yang diproksikan sebagai return on assets, ukuran perusahaan dan komite audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Secara simultan membuktikan bahwa opini auditor, profitabilitas return on assets, ukuran perusahaan dan komite audit secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Kata Kunci : audit delay, opini auditor, profitabilitas, return on asset, ukuran perusahaan, komite audit Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 PENDAHULUAN Investor di era sekarang ini tidak ada batasan jika ingin melakukan investasi, investor bisa melakukan investasi di negara mana saja yang diinginkan melalui bursa yang telah tersedia di setiap Di indonesia telah menyediakan informasi jika ada investor ingin melakukan investasi yang disebut bursa efek indonesia (BEI). BEI menyediakan laporan keuangan, namun masih harus diaudit terlebih dahulu untuk menjamin akuntabilitas dari laporan keuangan yang di sajikan. Laporan keuangan harus di audit untuk menghindari informasi yang tidak akurat, laporan kinerja perusahaan harus disampaikan sesuai batas waktu yang Penyampaian laporan kinerja perusahaan secara tepat waktu dapat menjadi acuan untuk menilai mutu perusahaan dan penawaran investor. Berdasarkan Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) Nomor: KEP-346/BL/2011 dengan nomor peraturan X. 2 lampiran keputusan ketua Bapepam Nomor KEP Ae 36 / PM/ 2003 tanggal 30 september 2003, tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan menyatakan bahwa perusahaan Go Public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia independen kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lembaga Keuangan kepada masyarakat paling lambat akhir bulan ketiga setelah tutup buku berakhir. Namun saat ini walaupun pihak OJK sudah mengeluarkan peraturan terkait dengan batas waktu penyampaian laporan keuangan serta penetapan sanksi atau denda bagi perusahaan yang melanggar, dimana penetapan sanksinya yakni perusahaan yang audit delay telah melewati waktu ketentuan dari OJK akan dikenakan sanksi sesuai dengan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Ketentuan pasal 19 yaitu memberi sanksi administratrif. Akan tetapi masih saja ditemukan sebagian besar perusahaan go public mengalami audit delay. Saat ini audit delay tersebut masih terjadi dapat dilihat dari lamanya waktu penyelesaian laporan keuangan antara perbedaan waktu dengan tanggal laporan keuangan yang dibuat perusahaan jangka waktu penyelesaian audit oleh auditor dimana semakin lama perbedan waktu yang dialami, antara tanggal laporan keuangan yang dibuat dengan tanggal laporan auditor independen maka perusahaan tersebut mengalami audit Jensen & Meckling, . 6, p. Dalam hubungan Agency Theory, terdapat suatu kontrak dimana satu orang atau lebih . yang dimana sebagai Pemilik perusahaan memberikan kewenangan pengambilan keputusan kepada manajer sesuai dengan kontrak Pemilik yang tidak mampu manajer sesuai dengan kontrak kerja. Sebagai perusahaan dengan sebaik mungkin untuk melakukan operasi dan meningkatkan laba perusahaan. Untuk meminimalisir terjadinya asimetri informasi antara principal dan agent. Lestari & Nuryatno, ( 2018, p. audit Perusahaan wajib menyelesaikan laporan keuangan tahunan pengauditan pada tanggal penutupan buku 31 desember sampai dengan laporan auditor independen yang tercatat dalam laporan keuangan yang disajikan oleh auditor maka audit delay diukur berdasarkan waktu yang telah di tentukan. Namun Publikasi audit perusahaan sektor barang dan konsumsi Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 selama enam tahun terakhir mengalami fluktuasi cenderung meningkat. Berikut dapat di lihat pada grafik dibawah ini Jumlah perusahaan audit delay 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Sumber : Laporan keuangan barang (Data diolah peneliti,2. Gambar 1 Grafik Data Perusahaan Sektor Barang Dan Konsumsi yang Mengalami Audit delay di Periode Tahun 2016 Ae 2. Jumlah perusahaan yang mengalami audit delay terbanyak terjadi pada tahun 2020 sebanyak 30 perusahaan. Dan perusahaan yang mengalami audit delay terendah berada pada tahun 2016, 2018 dan 2022 sebanyak 4 perusahaan. Terjadinya keterlambatan publikasi laporan keuangan auditan tersebut rentang waktu yang panjang dalam menyelesaikan audit laporan keuangan sehingga publikasi laporan keuangan auditan melampaui batas waktu yang telah ditetapkan. Sehingga peneliti melakukan penelitian terkait dengan audit delay. Berikut ini faktor Ae faktor yang mempengaruhi terjadinya audit Mulyadi, . 3, p. 19 ) opini yang diberikan oleh auditor mengenai kewajaran laporan keuangan auditan sangat dibutuhkan oleh pihak eksternal atau pemangku kepentingan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan Dimana dalam semua hal yang material, yang didasarkan dengan prinsip akuntansi berterima umum penyusunan laporan keuangan tersebut telah sesuai. Jika pendapat yang dinyatakan oleh auditor mengenai kewajaran laporan keuangan pengauditan, opini yang dinyatakan oleh auditor selain wajar tanpa pengecualian akan membuat laporan keuangan diaudit menjadi lebih mengumpulkan bukti-bukti pemeriksaan wawancara dengan auditan, pengamatan, yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit telah di sajikan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dan Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Penelitian Patinaja & Siahainenia, . yang menyatakan bahwa opini auditor secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Sudarno Renaldo. Nicholas Hutauruk. Marice Br, . 2, p . Untuk perusahaan dalam beroperasi sehingga perusahaan menghasilkan laba bagi menggunakan Return on asset yang dimana rasio ini merupakan salah satu dari rasio profitabilitas yang diukur dengan membandingkan antara laba setelah pajak dengan total aset yang dimiliki oleh perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Penelitian (Josephine, 2. menyatakan bahwa ROA secara signifikan terhadap audit delay. Wati,. 9, p. ukuran perusahaan adalah Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan investor dalam berinvestasi yaitu dilihat dari ukuran perusahaan dimana besar kecilnya perusahaan dapat ditunjukan salah satunya melalui total aset yang di miliki oleh perusahaan sehingga apabila perusahaan memiliki total aset yang besar maka, akan menjadi daya tarik untuk investor berinvestasi pada perusahaan tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rozi. Fachrul Shiwan. Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Dona Sarus Anggraeni. Kartika Hermiyetti, . menyatakan bahwa ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh dan negatif signifikan. Muchtar, . 1, p. Komite Audit dibentuk oleh Dewan dan komite yang bertanggung jawab membantu Dewan komisaris dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya dalam mengawasi perusahaan apakah laporan keuangan yang disajikan telah relevan dan andal. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Devi & Wati, 2. menyatakan bahwa secara parsial komite audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Berdasarkan Fenomena Latar Belakang Masalah dan Gap Research diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul AuPengaruh Opini Auditor. Profitabilitas. Ukuran Perusahaan. Dan Komite Audit Terhadap Audit delay Pada Perusahaan Manufaktur di BEI Periode 2016-2022Ay. Kajian Literatur Teori Keagenan (Agency Theor. Menurut Jensen & Meckling, . 6, . Di dalam hubungan Agency Theory, terdapat suatu kontrak dimana satu orang atau lebih . yang dimana sebagai Pemilik perusahaan memberikan kewenangan pengambilan keputusan kepada manajer sesuai dengan kontrak kerja. Pemilik yang tidak mampu manajer sesuai dengan kontrak kerja. (Agen. manajer bertanggung jawab menjalankan perusahaan dengan sebaik melakukan operasi dan meningkatkan laba perusahaan. Audit delay e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Lestari & Nuryatno, . 8, p. Perusahaan wajib menyelesaikan laporan keuangan tahunan pengauditan pada tanggal penutupan buku 31 desember independen yang tercatat dalam laporan keuangan yang disajikan oleh auditor maka audit delay diukur berdasarkan waktu yang telah di tentukan tersebut. Jika laporan keuangan melewati waktu yang telah ditentukan maka perusahaan dapat dikatakan audit delay. Tandean, . 5, p. bahwa Audit delay adalah rentang waktu penyelesaian audit laporan keuangan tahunan, yang diukur dengan lamanya waktu atau hari yang diperlukan untuk memperoleh laporan auditor independen atas laporan keuangan tahunan perusahaan, sejak perusahaan, yaitu 31 Desember sampai dengan tanggal yang tercantum dalam laporan auditor independen. Jura&Tewu, . 1, p . Audit delay adalah lama atau periode penyelesaian audit yang diukur dari tanggal laporan keuangan . khir tutup buk. sampai dengan tanggal laporan audit ditandatangani. Opini auditor Manurung et al. , . 1, p. menyatakan bahwa Opini auditor merupakan pernyataan kewajaran laporan keuangan yang telah di audit yang dinyatakan dan dimuat dalam laporan Menurut Agoes, . 7, p. opini auditor adalah Laporan auditor yang harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat Jika keseluruhan tidak dapat diberikan,maka alasannya harus dinyatakan. Mulyadi, . 3, p. Opini auditor adalah pendapat yang dikeluarkan oleh Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 auditor mengenai kewajaran laporan keuangan auditan, dalam semua hal yang material, yang didasarkan atas kesesuaian penyusunan laporan keuangan tersebut dengan prinsip akuntansi berterima Return on asset (ROA) Sartono, . 0,p. Profitabilitas adalah suatu keahlian dalam mencari keuntungan yang berkaitan dengan penjulan, total asset maupun modal Hery, . 5, p. Hasil pengembalian atas asset (Return on . penggunaan asset perusahaan dalam menciptakan laba bersih. Sudarno et al. , . 2, p. bahwa AuROA merupakan salah satu rasio menghasilkan keuntungan /laba bagi Ukuran Perusahaan Brigham & Houston, . 7, p. 4 ) & Wati, . 9, p. bahwa ukuran perusahaan merupakan ukuran besar kecilnya sebuah perusahaan yang ditunjukkan atau dinilai oleh total asset, total penjualan, jumlah laba, beban pajak dan lain-lain. Wati, . 9, p. ukuran perusahaan merupakan salah satu faktor yang di pertimbangkan investor dalam melakukan investasi sehingga besar kecilnya perusahaan ditunjukan oleh total asset, total penjualan, rata Ae rata total aset, dan rata Ae rata total penjualan. Yanti, . 2, p. Firm Size . kuran perusahaa. merupakan ukuran besar kecilnya perusahaan yang diukur melalui logaritma natural dari total asset (Ln total Total aset digunakan sebagai perkiraan ukuran perusahaan, dengan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 asumsi bahwa nilai aset cenderung lebih stabil dari pada nilai penjualan. Komite Audit Ridzal. Nining Asniar Bertuah. Eka Heningtyas. Oryza Sativa Situmorang. Bornok Kartika. Erawati IIyas. Meifida Siahaan. Septony B Elisabeth. Duma Megaria Saragih. Rintan Br Ardiany. Yuli Ginting. Mitha Christina Deswanto. Vero Sembiring. Malinda Sari Das. Nidia Anngreni . 2, p. Komite audit adalah pengawas terhadap perusahaan yang diharapkan dapat melakukan kontrol serta pengawasan terhadap keputusan manajer sekaligus memastikan bahwa keputusan yang dibuat adalah Hamdani, . 6, p. bahwa komite audit bertugas membantu dewan komisaris untuk memastikan bahwa, laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum,struktur pengendalian internal perusahaan dilaksanakan dengan baik, pelaksanaan audit internal maupun eskternal dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku,tindak lanjut temuan hasil audit dilaksanakan oleh Muchtar, . 1, p. bahwa Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada dewan melaksanakan tugas dan fungsi dewan Pengaruh opini auditor terhadap audit delay Mulyadi, . 3, p. Opini auditor adalah pendapat yang dikeluarkan oleh auditor mengenai kewajaran laporan keuangan auditan, dalam semua hal yang material, yang didasarkan atas kesesuaian penyusunan laporan keuangan tersebut dengan prinsip akuntansi berterima Manurung et al. , . 1, p. Opini auditor merupakan pernyataan kewajaran Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 laporan keuangan yang telah di audit yang dinyatakan dan dimuat dalam laporan audit. Laporan audit yang di laporan oleh auditor independen dinyatakan oleh auditor berdasarkan pada hasil laporan keuangan yang telah dikaji oleh auditor inpenden yang kemudian laporan keuangan yang diaudit tersebut, dimana hasil pernyataan pendapat audit tersebut disebut dengan opini auditor. Jika opini yang diberikan wajar tanpa pengecualian maka semakin pendek audit delaynya, dan sebaliknya. Lestari & Nuryatno, . 8, p. penyelesaian audit atas laporan keuangan tahunan, berdasarkan waktu yang diukur antara tanggal penutupan buku 31 Desember sampai dengan laporan auditor independen yang tercatat dalam laporan keuangan yang disajikan oleh auditor. Opini auditor adalah suatu pernyataan yang di berikan oleh auditor mengenai kewajaran laporan keuangan auditan yang dimana secara keseluruhan laporan keuangan telah sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum( PABU ). Jika opini yang diberikan auditor wajar tanpa pengecualian( unqualified opinion ) maka audit delay yang dilakukan akan semakin singkat, karena perusahaan akan cenderung mempercepat pengumuman laporan keuangan kepada publik dan mempersingkat audit delay. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Patinaja & Siahainenia, . bahwa opini audit secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay, maka diperoleh hipotesis sebagai berikut : H1 : Opini Audit Secara Parsial Berpengaruh Negatif Dan Signifikan Terhadap Audit delay pada perusahaan sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di bursa efek indonesia. e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Pengaruh Return on asset terhadap audit delay Sartono, . 0,p. Profitabilitas adalah suatu keahlian dalam mencari keuntungan yang berkaitan dengan penjulan, total asset maupun modal Menurut Brigham & Houston, . 7, p. ukuran perusahaan merupakan Auukuran besar kecilnya sebuah perusahaan yang ditunjukkan atau dinilai oleh total asset, total penjualan, jumlah laba, beban pajak dan lain-lain. Ay Semakin besar total asset yang dimiliki mempresentasikan bahwa keterlambatan pada pelaporan audit semakin rendah. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi ukuran perusahaan maka akan semakin rendah audit delay nya. Lestari & Nuryatno, . 8, p. penyelesaian audit atas laporan keuangan tahunan, berdasarkan waktu yang diukur antara tanggal penutupan buku 31 Desember sampai dengan laporan auditor independen yang tercatat dalam laporan keuangan yang disajikan oleh auditor Ukuran perusahaan digunakan untuk menggambarkan seberapa besar ukuran suatu perusahaan yang diukur melalui total aset yang dimiliki oleh perusahaan Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rozi et al. , 2. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay, maka diperoleh hipotesis sebagai berikut : H3 : Ukuran Perusahaan Secara Parsial Berpengaruh negatif Dan Signifikan Terhadap Audit delay delay pada perusahaan barang dan konsumsi yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Pengaruh Komite Audit terhadap audit delay Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Muchtar, . 1, p. Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada dewan melaksanakan tugas dan fungsi dewan Hamdani, . 6, p. komite audit bertugas membantu dewan komisaris untuk memastikan bahwa, keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, struktur pengendalian internal baik,pelaksanaan audit internal maupun eskternal dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku,tindak lanjut temuan hasil audit dilaksanakan oleh Lestari & Nuryatno, . 8, p. penyelesaian audit atas laporan keuangan tahunan, berdasarkan waktu yang diukur antara tanggal penutupan buku 31 Desember sampai dengan laporan auditor independen yang tercatat dalam laporan keuangan yang disajikan oleh auditor. Hal ini menunjukan semakin banyak jumlah komite audit maka lebih cepat dalam menemukan serta menyelesaikan potensi masalah yang terjadi dalam proses pelaporan keuangan sehingga dapat memperpendek audit delay. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Devi & Wati, 2. bahwa komite audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay, maka diperoleh hipotesis sebagai berikut : H4 : Komite Audit Secara Parsial Berpengaruh Negatif Dan Signifikan Terhadap Audit delay pada perusahaan barang dan konsumsi yang terdaftar di bursa efek indonesia. Pengaruh Opini Auditor. ROA. Ukuran Perusahaan dan Komite Audit terhadap Audit dela Hipotesis dalam penelitian ini dapat di simpulkan bahwa opini Auditor. ROA, e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Ukuran Perusahaan. Dan Komite Audit Secara Simultan Berpengaruh Dan Signifikan Terhadap Audit delay. H5 : Opini Auditor. ROA. Ukuran Perusahaan. Dan Komite Audit Secara Simultan Berpengaruh Dan Signifikan Terhadap Audit delay pada perusahaan sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di BEI. Kerangka Pemikiran Gambar 2 Kerangka Pemikiran Metode Penelitian Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, tetapi pengumpul data memperoleh data lewat orang lain atau Pada penelitian kuantitatif ini pengumpulan datanya dilakukan dengan melakukan studi kepustakaan dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor barang dan konsumsi yang berjumlah sebanyak 61 emiten. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana teknik ini sampelnya ditentukan atas dasar kriteria Kriteria yang dipilih dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Dan Konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2016 2022. Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Perusahaan yang mengalami audit delay Ou 1 kali dari periode penelitian 2016 Ae 2022. Perusahaan yang melaporkan laporan keuangan secara berturut Ae turut pada tahun 2016 Ae 2022. Perusahaan yang mengalami laba. Perusahaan yang memiliki komite Definisi Operasional Dan Pengukuran Variabel Audit delay (Y) Audit delay adalah waktu dimana audit laporan keuangan melebihi batas waktu yang telah ditentukan Patinaja & Siahainenia, . Berikut indikator Audit delay yang digunakan dalam penelitian ini : Audit delay = Tanggal Laporan Audit Ae Tanggal Laporan Keuangan Dan indikator diatas di adopsi dari pernyataan Patinaja & Siahainenia, . Josephine, . Pratania Putri et al. , . Devi & Wati, . Indrabudiman et al. , . Rozi et al. Opini Auditor (X. Opini Auditor adalah pendapat yang diberikan oleh auditor independen atas laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan Untuk mengukur indikator opini audit menggunakan variabel dummy nilai 1, untuk pernyataan wajar tanpa pengecualian,kemudian untuk pendapat selain wajar tanpa pengeculian maka diberi nilai 0 (Patinaja & Siahainenia, 2. dan Josephine, . Return on asset (X. Profitabilitas adalah besarnya profit yang diperoleh perusahaan dalam satu periode pembukuan yang diukur dengan menggunakan rasio keuangan Return on asset (ROA) yaitu laba bersih dibagi total e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Laba bersih yaitu laba setelah pajak (Rozi et al. , 2. Berikut indikator untuk menilai profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini : ycIyceycycycycu ycCycu yaycycyceyc . cIycCy. = Laba Setelah Pajak Total Aset Dan indikator diatas di adopsi dari pernyataan Josephine, . Pratania Putri et al. , . Devi & Wati, . Rozi et al. , . Ukuran Perusahaan (X. Ukuran perusahaan adalah ukuran besar atau kecilnya suatu perusahaan yang dinilai berdasarkan jumlah kekayaan . otal ase. yang dimiliki oleh perusahaan (Rozi et al. , 2. Dalam penelitian ini ukuran perusahaan diukur menggunakan indikator logaritma total Firm Size = Ln (Total Ase. Dan indikator diatas di adopsi dari pernyataan Patinaja & Siahainenia, . Josephine, . Indrabudiman et al. , . Rozi et al. , . Komite Audit(X. Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris dan bertanggung jawab. untuk membantu melaksanakan tugas dan fungsi dewan komisaris (Pratania Putri et al. , 2. Dalam penelitian ini ukuran perusahaan diukur menggunakan indikator logaritma total aset : Komite Audit = Jumlah komite audit Dan indikator diatas di adopsi dari pernyataan Pratania Putri et al. , . Devi & Wati, . Indrabudiman et al. Rozi et al. , . Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Sugiyono, . 0, p . Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Uji Asumsi Klasik Alat menganalisis pengaruh variabel-variabel yang diteliti, yaitu terdiri atas: Uji Normalitas Ghozali, . 8, p . 161 ) Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. seperti diketahui bahwa Uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal . Jika hasil kolmogorov-smirnov > tingkat signifikansi 0,05 maka berdistribusi normal. Jika hasil kolmogorov-smirnov < tingkat signifikansi 0,05 maka tidak berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Ghozali, . 8, p. Uji menguji apakah model regresi ditemukan Untuk menemukan terdapat atau tidaknya multikolinearitas pada model regresi dapat diketahui dari nilai toleransi dan nilai variance inflation factor (VIF). Ketentuan uji ini adalah sebagai berikut : Jika tolerance value Ou 0,10 atau VIF O 10, maka tidak ada Jika tolerance value O 0,10 atau nilai VIF Ou 10, terjadi Uji Heteroskedastisitas Ghozali, . 8, p . Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap,maka disebut homoskedastisitas Dilakukan dengan uji park dan dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: Jika signifikansi dari variabel independen > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Jika signifikansi dari variabel independen < 0,05 maka terjadi Uji Autokorelasi Ghozali, . 8, p . Uji korelasi Bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t1 . Uji autokorelasi dilakukan dengan metode Durbin Watson (DW) dengan kriteria sebagai berikut : jika 0 < d < dl, berarti ada autokorelasi positif jika dl O d O du, berarti tidak ada autokorelasi positif jika 4 Ae dl < d < 4, berarti ada korelasi negatif jika 4 Ae du O d O 4, berarti ada korelasi negatif jika nilai du < d < 4 Ae Du maka tidak terjadi autokorelasi positif atau Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Persamaan regresi linier berganda yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah sebagai Y = a - 1 X1 - 2 X2 - 3 X3 - 4 X4 Ae e Keterangan : = Audit delay Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 = Opini Auditor = ROA = Ukuran Perusahaan = Komite Audit = Konstanta 1, 2, 3, 4, = Koefisien regresi = Tingkat Kesalahan Uji Hipotesis Uji Parsial ( Uji . Ghozali, . 8, p . 179 ). Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing Ae masing variabel independent terhadap variabel dependen. maka dari pernyataan ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa dengan Menggunakan Uji t maka dapat membantu untuk mengetahui bagaimana pengaruh antara variabel independent terhadap variabel dependen. Adapun kriteria pengambilan keputusan Penerimaan hipotesis. Jika nilai thitung < ttabel maka menerima hipotesis alternatif (H. dan menolak hipotesis nol (H. , bahwa variabel independen secara Jika nilai thitung > ttabel maka menolak hipotesis alternatif (H. dan menerima hipotesis nol (H. , bahwa variabel independen secara parsial tidak mempengaruhi variabel dependen dan signifikansi > 0,05. Uji Simultan (Uji F ) Ghozali, . 8, p . 179 ) Uji pengaruh Bersama Ae sama . diagunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara BersamaAesama atau joint mempengaruhi variabel dependen. Uji pengaruh simultan (Uji F) dikenal dengan Uji serentak atau uji Model/Uji Anova. Adapun bentuk pengujiannya sebagai Pengaruh opini auditor (X. ROA (X. , ukuran perusahaan (X. dan komite audit (X. terhadap audit delay (Y) H0 : 1, 2, 3 = 0, artinya opini auditor. ROA, ukuran perusahaan, dan komite audit tidak berpengaruh terhadap audit delay Ha : 1, 2, 3 O 0, opini auditor. ROA, ukuran perusahaan, dan komite audit berpengaruh terhadap audit delay Uji Koefisien Determinasi Parsial . Djuniadi. Afiffudin. , & Lestari, . 6, p . Uji determinasi parsial digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Uji Koefisien Determinasi Ganda (R. Djuniadi et al. , . 6, p . Uji determinasi ganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat Nilai determinasi adalah antara nol dan satu . < x <. Ay. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum OPINI ROA AUDIT Std. Deviation Mean DELAY Valid N = 35 Sumber: Diolah dengan SPSS Versi 25. Berdasarkan tabel 1 di atas, dari total Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 menunjukkan bahwa variabel opini auditor memiliki nilai minimum sebesar 00 nilai maximum sebesar 1. 00, dan mean sebesar 0. 7714, serta standar deviasi sebesar 0. Variabel ROA memiliki nilai minimum sebesar 0. nilai maximum sebesar 0. 19, dan nilai mean sebesar 0. 0763, serta standar deviasi sebesar 0. Variabel ukuran perusahaan memiliki nilai minimum 75, nilai maximum sebesar 68, dan nilai mean sebesar 28. serta standar deviasi sebesar 1. Variabel komite audit memiliki nilai minimum sebesar 3. 00, nilai maximum 00, dan nilai rata-rata . 1143, serta standar deviasi Variabel audit delay memiliki nilai minimum sebesar 57. nilai maximum sebesar 316. 00 dan nilai rata-rata . 0286, serta standar deviasi sebesar 55. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Parameters Mean Most Extreme Differences Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Test distribution is Normal. Sumber: Diolah dengan SPSS Versi 25. 0, 2023 Berdasarkan hasil analisis pada tabel 2 diatas, dapat diartikan bahwa hasil uji normalitas data menggunakan One sample Kolmogorov-Smirnov Test, dapat diinterpretasikan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. 200 > 0,05, maka dapat diartikan bahwa nilai residual berdistriibusi normal. Uji Mulkolienaritas Tabel 3 Uji Multikolienaritas Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. OPINI ROA Dependent Variable: AUDIT DELAY Model Sumber: Diolah dengan SPSS Versi 25. Dari hasil analisis pada tabel 3 diatas, dapat diartikan bahwa nilai tolerance dari opini auditor sebesar 0,731, return on asset sebesar 0,591, ukuran perusahaan sebesar 0,477, dan komite audit sebesar 0,492 dari hasil tersebut maka menunjukan dengan jelas bahwa semua variabel independen memenuhi kriteria tolerance yaitu > 0,10. Kemudian nilai VIF dari opini auditor sebesar 1. return on asset sebesar 1. 693, ukuran perusahaan sebesar 2. 097 , dan komite audit sebesar 2. 031 dari hasil tersebut maka jelas menunjukan bahwa semua variabel independen memenuhi kriteria VIF yaitu < 10. Uji Heteroskedastisitas Tabel 4 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Sig 1 (Constan. OPINI ROA Dependent Variable: LnU2i Sumber: Diolah dengan SPSS Versi 25. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4 diatas, dapat diartikan bahwa nilai signifikansi opini auditor sebesar 0,331. Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 return on asset sebesar 0. 694, ukuran perusahaan sebesar 0. 660, komite audit 058, dari hasil tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa tidak ada satupun variabel independen yang variabel dependen nilai LnU2i, hal tersebut dikarenakan nilai probabilitas memiliki signifikansi yang diatas 0. atau 5%. Sehingga tidak terjadi Berdasarkan tabel 6 di atas, maka hasil persamaan regresi linear berganda pada penelitian ini adalah sebagai Audit delay = 1005. 536 - 76. 158 OPINI 640. 187 ROA Ae 18. 889 UP - 83. 783 KA e Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Tabel 7 Hasil Uji Parsial (Uji . Uji Autokorelasi Tabel 5 Hasil Uji Autokorelasi Model Model Summaryb Adjusted Std. Error of Durbi Square the Estimate Watson Square Predictors: (Constan. KA. OPINI. ROA. UP Dependent Variable: AUDIT DELAY Sumber: Diolah dengan SPSS Versi 25. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 5 diatas, dapat diartikan bahwa nilai Durbin Watson (DW) adalah sebesar 721, dengan jumlah sampel . yaitu 35 dan jumlah variabel independen sebanyak . , hasilnya dapat dilihat pada tabel Durbin Watson (DW) yaitu nilai dl 2221 dan dU sebesar 1. sedangkan pada . Ae dU) yaitu sebesar Hasil dari dU < d < 4 Ae dU yaitu 7259 < 1. 721< 2. 274 dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 6 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. OPINI ROA Dependent Variable: AUDIT DELAY Model Coefficientsa Sig (Constan. OPINI ROA Dependent Variable: AUDIT DELAY Sumber: Diolah dengan SPSS Versi 25. Berdasarkan tabel 7 di atas, dapat disimpulkan hasil dari uji parsial . adalah sebagai berikut: Hasil pengujian opini auditor maka diperoleh nilai thitung sebesar -3. nilai ttabel sebesar 2. 04227 , dengan tingkat signifikansi 0. 001 < 0. yang artinya H1 diterima dan H0 Jadi hasil dari penelitian ini Sumber: Diolah dengan SPSS Versi secara parsial berpengaruh dengan arah negatif dan signifikan terhadap audit delay dan dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mendukung hipotesis pertama sehingga H1 Hasil pengujian return on asset maka diperoleh nilai thitung sebesar -3. > nilai ttabel sebesar 2. dengan tingkat signifikansi 0. 05, yang artinya H2 diterima dan H0 Jadi hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa return on asset secara parsial berpengaruh dengan arah negatif dan signifikan terhadap audit delay dan dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mendukung Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 hipotesis kedua sehingga H2 Hasil pengujian ukuran perusahaan maka diperoleh nilai thitung sebesar 2. 784 > nilai ttabel sebesar 2. dengan tingkat signifikansi 0. 05, yang artinya H3 diterima dan H0 Jadi hasil dari penelitian ini berpengaruh dengan arah negatif dan signifikan terhadap audit delay dan dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mendukung hipotesis ketiga sehingga H3 diterima. hasil pengujian komite audit maka diperoleh nilai thitung sebesar -2. nilai ttabel sebesar 2. 04227, dengan tingkat signifikansi 0. 014 < 0. yang artinya H4 diterima dan H0 Jadi hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa komite audit secara parsial berpengaruh dengan arah negatif dan signifikan terhadap audit delay dan dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mendukung hipotesis keempat sehingga H4 Uji Simultan . ji F) Tabel 8 Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sig Regression Residual Total Dependent Variable: AUDIT DELAY Predictors: (Constan. KA. OPINI. ROA. Sumber: Diolah dengan SPSS Versi 25. Berdasarkan tabel 8 di atas menunjukkan hasil bahwa nilai diperoleh hasil Fhitung sebesar 7. 246 > 2. dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel opini auditor, return on asset, ukuran perusahaan, dan komite audit secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap audit delay. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mendukung hipotesis kelima, sehingga H5 diterima. Uji Koefisien Determinasi Parsial Tabel 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial . Coefficientsa Model Correlations Zeroorder Partial Part (Constan. OPINI ROA Dependent Variable: AUDIT DELAY Sumber: Diolah dengan SPSS Versi 25. Berdasarkan tabel 9 di atas dimana hasilnya menunjukkan bahwa variabel opini auditor memiliki pengaruh secara parsial sebesar 32. %, variabel ROA memiliki pengaruh secara parsial sebesar 25%, ukuran perusahaan memiliki pengaruh secara parsial sebesar 20. variabel komite audit memiliki pengaruh secara parsial sebesar 18. Uji Koefisien Determinasi Ganda (R. Tabel 12 Hasil Uji Koefisien Determinasi Ganda (R2 ) Model Summary Adjuste Squar Square Std. Error of Estimate Predictors: (Constan. KA. OPINI. ROA. UP Sumber: Diolah dengan SPSS Versi 25. Mode Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Berdasarkan hasil analisis pada tabel 12 diatas, dapat diketahui besarnya Adjusted R Square sebesar 0,424. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan keempat variabel independen yaitu opini auditor, return on asset, ukuran Perusahaan dan komite audit dalam menjelasakan variabel dependen yaitu audit delay 4% sedangkan sisanya sebesar 6% . % - 42. 4%) dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel independen dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Opini Auditor Terhadap Audit delay Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan dengan uji parsial . , menunjukkan bahwa opini auditor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Dari hasil pengujian opini auditor maka diperoleh nilai thitung 816 > nilai ttabel sebesar 04227, dengan tingkat signifikansi 001 < 0. 05, yang artinya H1 diterima dan H0 ditolak. Dapat diartikan bahwa opini auditor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Jika opini yang diberikan auditor seperti wajar tanpa pengecualian . nqualified opinio. maka audit delay yang dilakukan akan semakin singkat, karena perusahaan akan cenderung mempercepat pengumuman laporan keuangan kepada publik dan mempersingkat audit delay. Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian . nqualified opinio. merupakan opini yang mengindikasikan tidak terjadi konflik antara auditor dan memperpendek audit delay. Perusahaan wajib menyelesaikan laporan keuangan tahunan pengauditan pada tanggal penutupan buku 31 desember sampai dengan laporan auditor independen yang tercatat dalam laporan keuangan yang disajikan oleh auditor e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 maka audit delay diukur berdasarkan waktu yang telah di tentukan. Sehingga opini yang diberikan oleh auditor mengenai kewajaran laporan keuangan auditan sangat dibutuhkan oleh kepentingan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Dimana dalam semua hal yang material, yang didasarkan dengan prinsip akuntansi berterima umum penyusunan laporan keuangan tersebut telah sesuai. Di dalam hubungan Agency Theory, terdapat suatu kontrak dimana satu orang atau lebih . yang dimana sebagai Pemilik perusahaan memberikan kewenangan pengambilan keputusan kepada manajer sesuai dengan kontrak kerja. Pemilik yang tidak mampu manajer sesuai dengan kontrak kerja. (Agen. manajer bertanggung jawab menjalankan perusahaan dengan sebaik Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Patinaja & Siahainenia, . bahwa opini audit secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Sedangkan penelitian yang menolak dengan hasil yang berbeda yaitu dilakukan oleh Josephine, . menyatakan bahwa opini audit secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap audit delay. Pengaruh Return on asset Terhadap Audit delay Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan dengan uji parsial . , menunjukkan bahwa return on asset berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Dari hasil pengujian return on asset maka diperoleh nilai thitung sebesar -3. 353 > nilai ttabel 04227, dengan tingkat Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 002 < 0. 05, yang artinya H1 diterima dan H0 ditolak. Dapat diartikan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan Return on asset mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Dalam hal ini perusahaan tercatat yang memiliki tingkat ROA tinggi akan menyampaikan kabar baik secepatnya kepada para pengguna laporan keuangan untuk pengambilan keputusan investasi, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk audit laporan keuangan semakin cepat. Perusahaan wajib menyelesaikan laporan keuangan tahunan pengauditan pada tanggal penutupan buku 31 desember sampai dengan laporan auditor independen yang tercatat dalam laporan keuangan yang disajikan oleh auditor maka audit delay diukur berdasarkan waktu yang telah di tentukan. Untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam menghasilkan laba dapat diukur menggunakan rasio ROA dimana rasio ini merupakan salah satu dari rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang dihitung dengan membandingkan laba setelah pajak dengan total aset yang dimiliki. Di dalam hubunganAgency Theory, terdapat suatu kontrak dimana satu orang atau lebih . yang dimana sebagai Pemilik perusahaan memberikan kewenangan pengambilan keputusan kepada manajer sesuai dengan kontrak kerja. Pemilik yang tidak mampu manajer sesuai dengan kontrak kerja. (Agen. manajer bertanggung jawab menjalankan perusahaan dengan sebaik melakukan operasi dan meningkatkan laba perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Josephine, 2. return e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 on asset secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit Sedangkan penelitian yang menolak dengan hasil yang berbeda yaitu dilakukan oleh Rozi. Fachrul Shiwan. Dona Sarus Anggraeni. Kartika Hermiyetti, . menyatakan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Audit delay Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan dengan uji parsial . , menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Dari hasil pengujian ukuran perusahaan maka diperoleh nilai thitung sebesar - 2. 784 > nilai ttabel sebesar 04227, dengan tingkat signifikansi 009 < 0. 05, yang artinya H1 diterima dan H0 ditolak. Dapat diartikan bahwa ukuran perusahaan yang diukur dari total aset atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Karena dalam hal ini jika semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin pendek jumlah hari audit delay, karena perusahaan besar pada umumnya memiliki sumber daya yang besar, tenaga kerja yang ahli dan dapat diandalkan, internal kontrol yang lebih berkualitas dan teratur sehingga audit delay dapat Perusahaan wajib menyelesaikan laporan keuangan tahunan pengauditan pada tanggal penutupan buku 31 desember sampai dengan laporan auditor independen yang tercatat dalam laporan keuangan yang disajikan oleh auditor maka audit delay diukur berdasarkan waktu yang telah di tentukan. Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan investor dalam berinvestasi yaitu dilihat dari ukuran perusahaan dimana besar kecilnya perusahaan dapat Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 ditunjukan salah satunya melalui total aset yang di miliki oleh perusahaan sehingga apabila perusahaan memiliki total aset yang besar maka, akan menjadi daya tarik untuk investor berinvestasi pada perusahaan tersebut. Semakin besar total asset yang dimiliki sebuah mempresentasikan bahwa keterlambatan pada pelaporan audit semakin rendah. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap audit delay. Di dalam hubunganAgency Theory, terdapat suatu kontrak dimana satu orang atau lebih . yang dimana sebagai Pemilik perusahaan memberikan kewenangan pengambilan keputusan kepada manajer sesuai dengan kontrak kerja. Pemilik yang tidak mampu manajer sesuai dengan kontrak kerja. (Agen. manajer bertanggung jawab menjalankan perusahaan dengan sebaik melakukan operasi dan meningkatkan laba perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rozi et al. , 2. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Sedangkan penelitian yang menolak dengan hasil yang berbeda yaitu Penelitian yang dilakukan oleh Pratania Putri et al. , . menyatakan bahwa ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Pengaruh Komite Audit Terhadap Audit delay Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan dengan uji parsial (Uji . , menunjukkan bahwa komite audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Dari hasil pengujian komite audit maka diperoleh nilai thitung 611 > nilai ttabel sebesar e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 04227, dengan tingkat signifikansi 014 < 0. 05, yang artinya H1 diterima dan H0 ditolak. Dapat diartikan bahwa komite audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Hal ini menunjukan semakin banyak jumlah komite audit maka lebih cepat dalam menemukan serta menyelesaikan potensi masalah yang terjadi dalam proses pelaporan keuangan sehingga dapat memperpendek audit delay. Perusahaan wajib menyelesaikan laporan keuangan tahunan pengauditan pada tanggal penutupan buku 31 desember sampai dengan laporan auditor independen yang tercatat dalam laporan keuangan yang disajikan oleh auditor maka audit delay diukur berdasarkan waktu yang telah di tentukan. Sehingga peranan Komite Audit yaitu bertugas untuk membantu Dewan dalam memastikan bahwa laporan keuangan disajikan dengan benar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima secara umum, bahwa struktur dilaksanakan dengan baik dan bahwa audit internal dan eksternal dilakukan sesuai dengan standar auditing yang Di dalam hubungan Agency Theory, terdapat suatu kontrak dimana satu orang atau lebih . yang dimana sebagai Pemilik perusahaan memberikan kewenangan pengambilan keputusan kepada manajer sesuai dengan kontrak kerja. Pemilik yang tidak mampu manajer sesuai dengan kontrak kerja. (Agen. manajer bertanggung jawab menjalankan perusahaan dengan sebaik melakukan operasi dan meningkatkan laba perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Devi & Wati, 2. Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 bahwa komite audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Sedangkan penelitian yang menolak dengan hasil yang berbeda yaitu penelitian yang dilakukan oleh Pratania Putri. Arie Gabe Simanjuntak. Anugrah Manalu. Afridesi. , . menyatakan bahwa komite audit secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Pengaruh Opini Auditor. Return on asset. Ukuran Perusahaan dan Komite Audit Terhadap Audit delay Berdasarkan hasil pengujian simultan (Uji F) menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini, yaitu opini auditor (X. , return on asset (X. , ukuran Perusahaan (X. dan komite audit (X. secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen yaitu audit delay. Hal ini dapat dilihat dari tabel 4. 14, dimana hasil F hitung sebesar 7. 246 > 2. dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya bahwa H0 ditolak dan Ha Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R2 sebesar 0. 424 atau hal ini menunjukkan bahwa opini auditor, return on asset, ukuran Perusahaan dan komite audit mampu menjelaskan variabel audit delay 4% dan sisanya sebesar 57. % - 42. 4% ) dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel independen dalam penelitian ini. Jika opini yang diberikan auditor seperti wajar tanpa pengecualian maka audit delay akan semakin singkat, karena perusahaan cenderung mempercepat pengumuman laporan keuangan kepada publik dan mempersingkat audit delay. begitu juga dengan perusahaan tercatat yang memiliki tingkat ROA tinggi akan menyampaikan kabar baik secepatnya kepada para pengguna laporan keuangan untuk pengambilan keputusan investasi, e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 sehingga waktu yang dibutuhkan untuk audit laporan keuangan semakin cepat. Dan jika semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin pendek jumlah hari audit delay, karena perusahaan besar pada umumnya memiliki sumber daya yang besar, tenaga kerja yang ahli, dapat diandalkan, internal kontrol yang lebih berkualitas dan teratur sehingga audit delay dapat diminimalisir. Dalam hal ini juga menunjukan semakin banyak jumlah komite audit maka lebih cepat dalam menemukan serta menyelesaikan potensi masalah yang terjadi dalam proses pelaporan keuangan sehingga dapat memperpendek audit delay. Berdasarkan hasil pengujian simultan (Uji menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini, yaitu opini auditor (X. , return on asset (X. , ukuran Perusahaan (X. dan komite audit (X. secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen yaitu audit delay. Simpulan dan Saran Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengajuan hipotesis tentang pengaruh opini auditor, return on asset, ukuran perusahaan dan komite audit terhadap audit delay pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang dan Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2022, dapat disimpulkan sebagai Hasil penelitian opini auditor secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay dalam laporan keuangan perusahaan yang termasuk dalam perusahaan Manufaktur Sektor Barang Dan Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian return on asset secara parsial berpengaruh negatif Visioner: Jurnal Manajemen dan Bisnis | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 dan signifikan terhadap audit delay dalam laporan keuangan perusahaan yang termasuk dalam perusahaan Manufaktur Sektor Barang Dan Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil signifikan terhadap audit delay perusahaan yang termasuk dalam perusahaan Manufaktur Sektor Barang Dan Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian komite audit secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay dalam laporan keuangan perusahaan yang termasuk dalam perusahaan Manufaktur Sektor Barang Dan Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan hasil penelitian secara simultan membuktikan bahwa opini auditor, return on asset, ukuran perusahaan, dan komite audit secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Dan Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saran