ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 HUBUNGAN FAKTOR RESIKO DENGAN MORTALITAS PADA PASIEN RAWAT INAP ICU COVID-19 DI RUMAH SAKIT BP KOTA BATAM Wennas1. Tafsil2. Aldho Dharma Kamil3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, wennas@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, tafsil@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, aldho. k@gmail. ABSTRACT Background: Corona Virus Disease-19 (COVID-. causes a respiratory tract infection that was discovered in and declared a pandemic on March 11, 2020. Mortality in COVID-19 patients is known to be related to age and disease history. the greater risk of mortality obtained by patients who have a history of the disease coupled with older age, the older the age, the higher risk can apply mortality. Methods: This research method is descriptive analytic with a cross sectional study approach which was carried out at the Batam City Entrepreneurs Agency Hospital in December 2021. The sampling technique was simple random sampling with a total sample of 59 respondents. Univariate analysis is presented in the frequency distribution table and bivariate analysis using Chi Square . Results: Patients no cytokine storm was 62. 7% and cytokine storm was 37. No bronchopneumonia 8%, and bronchopneumonia was 32. No COVID-19 mortality is 64. 4% and yes 35. There is a significant relationship between COVID-19 mortality and age in Batam City RSBP patients . value = 0. There is a relationship between COVID-19 mortality and comorbidities in Batam City RSBP patients . value = 0. There is a relationship between COVID-19 mortality and cytokine storm in Batam City RSBP patients . value = 0. Conclusion: Based on this study, it was concluded that there was a significant relationship between the characteristics of the clinical picture and mortality in ICU COVID-19 inpatients at BP Hospital Batam Keywords: Risk Factor. Mortality. Covid-19. ABSTRAK Latar Belakang : Corona Virus Disease-19 (COVID-. menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan yang ditemukan pada dan dinyatakan sebagai pandemi pada 11 maret 2020. Mortalitas pada pasien COVID-19 diketahui berkaitan dengan usia dan riwayat penyakit. Dimana resiko mortalitas lebih besar didapati oleh pasien yang mempunyai riwayat penyakit ditambah dengan rentanusia, semakin tua umur pasien resiko semakin tinggi dapat berujung mengalami mortalitas. Metode : Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Badan Pengusaha Kota Batam pada bulan Desember tahun 2021. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 59 responden. Analisis univariat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil : Pasien tidak badai sitokin adalah 62,7% dan badai sitokin 37,3%. Tidak bronkopneumonia adalah 67,8%, dan bronkopneumonia 32,2%. Tidak Mortalitas COVID-19 adalah 64,4% dan ya mortalitas 35,6%. Ada hubungan yang signifikan antara mortalitas COVID-19 dengan usia pada pasien RSBP kota Batam . value = 0,. Adanya hubungan antara mortalitas COVID-19 dengan komorbid pada pasien RSBP kota Batam . value = 0,. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara karakteristik gambaran klinis dengan mortalitas pada pasien rawat inap ICU COVID-19 di RS BP kota Batam tahun 2021. Kata Kunci : Faktor Resiko. Mortalitas. Covid-19. Universitas Batam Page 191 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 PENDAHULUAN Kasus yang terus meningkat dikarenakan Pada awal tahun 2020, dunia dikejutkan oleh wabah. Wabah ini ditemukan di kota Wuhan provinsi Hubei menandakan seseorang sudah terinfeksi, secara China, setelah dilakukan oleh beberapapeneliti. umum paling sering terjadi seperti demam, rasa Secara resmi. WHO menamakan penyakit ini kelelahan, dan mengalami batuk keringdan ada Corona Virus Disease-19 (COVID-. dan juga dari beberapa pasien coronavirus juga nama virus tersebut yaitu SARS-CoV-2 (Severe mengalami gejala lain seperti rasa nyeri, rasa Acute Respiratory Syndrome Coronaviru. sakit, mengalami pilek dan hidung tersumbat COVID-19 menjadi penyakit baru yang telah serta sakit pada tenggorokan dan diare. menjadi pandemikdiseluruh dunia, penyakit ini Kebanyakan gejala lebih berat dialami oleh usia harus diwaspadai karena penularan yang relatif lansia (Yuliana, 2. cepat (Levani. Prastya and Mawaddatunnadila. Berdasarkan hasil penelitian di Wuhan didapati gejala batuk pada COVID-19 sebanyak Coronavirus dapat ditularkan dari manusia 69% penderita . engan ditemukan dahak pada ke manusia dan telah menyebar secara luas di 34% pasie. , 44 % mengalami demam dengan China dan lebih dari 190 negara lainnya suhu 37,5-38AC. Pasien yang merasakan sesak termasuk Indonesia. Menurut data dari WHO tenggorokan sebanyak 14%, dan mengalami terkonfirmasi positif COVID-19 di dunia diare sebanyak 4% (Levani. Prastya and sejumlah 170 juta kasus. Amerika Serikat Mawaddatunnadila, 2. berada diposisi pertama dengan 32,8 jutakasus. Menurut penelitian (Cc Lai. TP Shih, et all. India dan Brazil berada berada diposisi kedua 2. dijumpai penderita dengan dan ketiga dengan jumlah kasus sebanyak 27,7 demam sebanyak . -98%), batuk . -82%) juta dan 16,3 juta kasus. Di Indonesia kasus dan sesak nafas atau dyspnea . -55%). yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak Menurut World Health Organization tahun 1,8 juta kasus, sedangkan di Kepulauan Riau 2020 menyatakan bahwa ada sekitar 3,5 juta jumlah kasus yang terkofirmasi positif COVID- kasus kematian COVID-19 di dunia, di Asia 19 sebanyak 16,3 ribu kasus, diketahui kasus di Tenggara kasus kematian COVID-19 397 ribu. Kota Batam yang terkonfirmasi positif COVID- Hasil riset oleh Peta Sebaran Gugus Tugas 19 sebanyak 9 ribu kasus (Yuliana, 2020. percepatan penanganan COVID-19 didapatkan Levani. Prastya and Mawaddatunnadila, 2021. 50 ribu (Peta Sebaran Gugus Tugas COVID- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 19, 2. Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 Kepulauan Riau tahun 2020 menunjukkan prevalensi kasus kematian Universitas Batam Page 192 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 sebanyak 332 kasus di Kota Batam menurut Simple Random Pemerintah Kota Batam Tanggap COVID-19 Sampling dengan jumlah sampel 59 responden. tahun 2020 menunjukkan kasus kematian Teknik pengambilan data menggunakan data sekunder data yang diperoleh dari rekammedik COVID-19 (Yuliana, 2020. Husaidah et al. , 2021. Pitriyanti et al. , 2. menggunakan chi square 2x2. Berdasarkan hasil survey pendahuluan didapatkan 10 pasien meninggal dari 150 pasien Dinkes Analisis HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian tentang hubungan yang terinfeksi virus corona, lebih banyak dijumpai oleh usia anak-anak dan lansia, dan mortalitas pada pasien rawat inap ICU COVID- juga lebih banyak terjadi pada laki- laki yang 19 di RS BP kota Batam tahun 2021, memiliki gambaran klinis COVID- 19 di berdasarkan analisis didapatkan jenis kelamin Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam kategori laki-laki adalah 45,8% dan perempuan Tahun 2021. 54,2%. Usia remaja adalah 25,4%. Peneliti terdorong melakukan penelitian ini dewasa 42,4% dan lansia 32,2%. Komorbid tidak hipertensi adalah 44,1%, komorbid disebabkan oleh COVID-19 yaitu sebanyak 3,5 55,9%. Komorbid HT adalah 59,4%. DM II jt kematian di dunia. o Nascimento et al. 29,7%, dan HT&DM 10,9%. Tidak badai Berdasarkan latar belakang diatas maka sitokin adalah 62,7% dan badai sitokin 37,3%. peneliti tertarik untuk mengetahui Hubungan Tidak bronkopneumonia adalah 67,8%, dan Gambaran Klinis Dengan Mortalitas Pada bronkopneumonia 32,2%. Tidak Mortalitas Pasien Rawat Inap ICU COVID-19 di Rumah COVID-19 adalah 64,4% dan ya mortalitas Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam Tahun 35,6%. Ada hubungan yang signifikan antara mortalitas COVID-19 dengan usia pada pasien METODE PENELITIAN RSBP kota Batam . value = 0,. Adanya hubungan antara mortalitas COVID-19 dengan penelitian survey deskriptif analitik dengan komorbid pada pasien RSBP kota Batam . Populasi value = 0,. Adanya hubungan antara penelitian ini adalah semua Populasi adalah mortalitas COVID-19 dengan badai sitokin keseluruhan objek penelitian atau objek yang pada pasien RSBP kota Batam . value = 0,. Adanya hubungan antara mortalitas Penelitian Adapun Populasi dalam penelitian ini COVID-19 terkonfirmasi RT-PCR positif di Rumah Sakit COVID-19 dengan bronkopneumonia pada pasien RSBP kota Batam . value = 0,. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin BP kota Batam tahun 2021. Teknik sampel Universitas Batam Page 193 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 Berdasarkan dari hasil analisis univariat Pada Tabel 3 ini dapat dilihat bahwadengan distribusi frekuensi jenis kelamin diperoleh komorbid lebih banyak yaitu 33 orang 55,9%. hasil sebagai berikut: Distribusi Frekuensi Badai Sitokin Tabel 1. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Jenis Frekuensi . Kelamin Presentase Berdasarkan dari hasil analisis univariat (%) distribusi frekuensi Pada Pasien badai sitokin Laki-laki RSBP kota Batam diperoleh hasil sebagai Perempuan Total Tabel 4. Distribusi Frekuensi Badai Sitokin Pada Tabel 1 ini dapat dilihat bahwa usia dewasa lebih banyak yaitu 25 orang . ,4%). Distribusi Frekuensi Usia Berdasarkan dari hasil analisis univariat distribusi frekuensi Usia Di RSBP Kota Batam diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2. Distribusi Frekuensi Usia Di RSBP Kota Batam Komorbid Frekuensi . Presentase (%) >60 tahun Total Badai Sitokin Tidak Iya Total Presentase (%) Frekuensi . Pada Tabel 4 ini dapat dilihat bahwa yang tidak badai sitokin lebih banyak yaitu 37 orang . ,7%). Distribusi Frekuensi Bronkopneumonia. Berdasarkan dari hasil analisis univariat brongkopneumonia diperoleh hasil sebagai Tabel 5. Distribusi Frekuensi Bronkopneumonia Di RSBP Kota Batam. Pada Tabel 2 ini dapat dilihat bahwa dengan usia 20-59 tahun lebih banyak yaitu 25 orang 42,4%. Bronko Frekuensi . Presentase (%) Iya Total Distribusi Frekuensi komorbid RSBP kota Batam Berdasarkan dari hasil analisis univariat distribusi frekuensi pasien komorbid RSBP kota Batam diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3. Distribusi Frekuensi pasien Komorbid Frekuensi Presentase . (%) Tidak Universitas Batam Page 194 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 Tidak Iya Total Pada Tabel 5 ini dapat dilihat bahwa tidak bronkopneumonia lebih banyak yaitu 40 orang. ,8%). Distribusi Frekuensi Mortalitas Berdasarkan dari hasil analisis univariat distribusi frekuensi Pada pasien mortalitas COVID-19 di RSBP kota Batam diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 6. Distribusi Frekuensi Mortalitas Universitas Batam Page 195 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 Hubungan Mortalitas dengan Usia Pada COVID19 Mortalitas Tidak Iya Total Frekuensi . Presentase (%) Pada Tabel 6 ini dapat dilihat bahwa yang tidak mortalitas lebih banyak yaitu 38 orang Pasien COVID-19 Berdasarkan dari hasil analisis univariat Hubungan Mortalitas dengan Usia Pada Pasien COVID-19 diperoleh hasil sebagai berikut: ,4%). Tabel 7. Hubungan Mortalitas dengan Usia Pada Pasien COVID-19 Usia Remaja Dewasa Lansia Jumlah Mortalitas COVID-19 Tidak Jumlah p value 0,000 Dari table 7 ini dapat dilihat bahwa hasil Berdasarkan analisis dari hasil uji statistik analisis pada pasien mortalitas COVID-19 dengan Chi Square diperoleh nilai p= 0,000 kategori tidak dengan usia remaja 11-19 tahun . <0,. yang artinya adanya hubungan yang sebanyak 14 orang . ,3%), dewasa 20-59 signifikan antara mortalitas COVID-19 dengan tahun sebanyak 20 orang . ,0%), lansia >60 tahun sebanyak 4 orang . Sedangkan Hubungan Mortalitas Komorbid COVID-19 pasien mortalitas COVID-19 kategori ya Terhadap Pada Pasien dengan usia remaja 11-19 tahun sebanyak 1 COVID-19 RSBP kota Batam orang . ,7%), dewasa 20-59 tahun sebanyak 5 Berdasarkan dari hasil analisis univariat orang . ,0%), dan lansia >60 tahun sebanyak distribusi frekuensi Mortalitas COVID-19 15 orang . ,0%) Terhadap Komorbid diperoleh hasil sebagai Tabel 8. Hubungan Mortalitas COVID-19 Terhadap Komorbid Pada Pasien COVID-19 RSBP kota Batam Mortalitas COVID-19 Tidak Komorbid Tidak Jumlah Dari table 8 ini dapat dilihat bahwa hasil Universitas Batam Jumlah p value 0,000 analisis pasien mortalitas COVID-19 kategori Page 196 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 tidak mortalitas dengan pasien tidak komorbid sebanyak 25 orang . ,8%), kategori ya sebanyak 13 orang . ,2%). Universitas Batam Sedangkan Page 197 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 mortalitas COVID-19 kategori ya mortalitas sebanyak 1 orang . ,8%), kategori ya sebanyak 20 orang . ,2%). Berdasarkan analisis dari hasil uji statistik dengan Chi Square diperoleh nilai p= 0,000 . <0,. yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara mortalitas COVID-19 dengan Hubungan Mortalitas COVID-19 Terhadap Badai Sitokin Pada Pasien RSBP kota Batam Berdasarkan dari hasil analisis univariat distribusi frekuensi Mortalitas COVID-19 Terhadap Badai Sitokin Pada Pasien RSBP kota Batam diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 9. Hubungan Mortalitas COVID-19 Terhadap Badai Sitokin Pada Pasien RSBP kota Batam Mortalitas COVID-19 Jumlah Tidak Badai Sitokin p value Tidak 0,001 Jumlah Dari table 9 ini dapat dilihat bahwa hasil Hubungan Mortalitas COVID-19 analisis pasien mortalitas COVID-19 kategori Terhadap Bronkopneumonia PadaPasien hidup dengan badai sitokin kategori tidak RSBP kota Batam sebanyak 30 orang . ,9%), kategori ya Berdasarkan dari hasil analisis univariat sebanyak 8 orang . ,1%). Sedangkan pasien distribusi frekuensi Mortalitas COVID-19 mortalitas COVID-19 kategori meninggal Terhadap Bronkopneumonia diperoleh hasil dengan badai sitokin kategori tidak sebanyak 7 sebagai berikut: ,3%), kategori ya sebanyak 14 orang . ,7%). Berdasarkan analisis dari hasil uji statistik dengan Chi Square diperoleh nilai p= 0,001 . <0,. yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara mortalitas COVID-19 dengan badai sitokin. Tabel 10. Hubungan Mortalitas COVID-19 Terhadap Bronkopneumonia Pada Pasien RSBP kota Batam Mortalitas COVID-19 Jumlah p value Bronko Tidak Tidak 0,000 Jumlah Universitas Batam Page 198 ZONA KEDOKTERAN NO. 1 FEBRUARI ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 VOL. NO. 3 SEPTEMBER Dari table 10 ini dapat dilihat bahwa hasil infeksi pada bronkus dan kantung udara analisis pasien mortalitas COVID-19 kategori . (Nugraha et al. , 2. hidup dengan bronkopneumonia kategori tidak Mortalitas atau kematian sebanyak 34 orang . ,5%), kategori ya salah satu dari tiga komponen proses sebanyak 4 orang . ,5%). Sedangkan pasien mortalitas COVID-19 kategori meninggal struktur peduduk. Dua komponen proses . ,6%), sebanyak 15 orang . ,4%). Chi Square . , dan mobilitas penduduk. Pada penelitian ini terdapatnya mortalitas yang Berdasarkan analisis dari hasil uji statistik 0,000. <0,. yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara mortalitas COVID-19 dengan bronkopneumonia. disebabkan oleh virus COVID-19 dan komplikasi dari beberapa penyakit lainnya (CDC, 2. Distribusi Frekuensi Usia Pasien COVID19 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang Distribusi Frekuensi Mortalitas COVID- dilakukan peneliti sebagian besar usia dewasa 20-60 tahun sebanyak 47,5%. Berdasarkan hasil penelitian yang remaja 11-19 tahun 25,4%,dan lansia >60 dilakukan peneliti terdapat sebagian besar tahun 27,1%. Hal ini dikarenakan bahwa mortalis COVID-19 menunjukkan kategori bahwa pada usia dewasa lebih banyak hidup sebanyak 64,4% dan meninggal melakukan aktivitas atau pekerjaan yang sebanyak 35,6%. memungkinkan untuk ketemu orang banyak Maka dapat disimpulkan bahwa ini dibandingkan dengan usia remaja dan lansia. terjadi karena COVID-19, dan karena Usia merupakan kurun waktu sejak adanya beberapa faktor resiko. Faktor resiko yang dapat menyebabkan mortalitas menggunakan satuan waktu dipandang dari pada COVID-19 yaitu seperti usia lansia segi kronologis, individu normal dapat dengan sistem imun yang lemah, kemorbid dilihat derajat perkembangan anatomis dan atau dengan gabungan beberapa penyakit fisiologis usia juga merupakan waktu penyerta seperti diabetes dan hipertensi, lamanya hidup atau ada . ejak dilahirkan badai sitokin yang disebabkan produksi atau diadaka. Pada penelitian ini dari usia sistem pertahanan tubuh . el darah puti. remaja 11-19 tahun, 20-59 tahun hingga yang berlebihan dan menyerang tubuh lansia >60 tahun (Nugraha et al. , 2. sendiri atau disebut juga dengan auto imun dan yang di sebabkan virus COVID-19 Universitas Batam Page 199 ZONA KEDOKTERAN NO. 1 FEBRUARI ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 VOL. NO. 3 SEPTEMBER Distribusi Frekuensi Komorbid COVID19 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti sebagian besar pada Berdasarkan hasil penelitian yang pasien badai sitokin dengan kategori tidak dilakukan peneliti sebagian besar pasien sitokin yaitu sebanyak 62,7%, dan kategori komorbid dengan kategori ya komorbid iya Badai Sitokin 37,3%. Hal ini disebabkan sebesar 50,8%, dan kategori tidakkomorbid karena pasien yang terpapar virus COVID- hipertensi 49,2%. Hal tersebut karena pada 19 membuat lonjakanproduksi kadar sitokin umumnya gejala COVID-19 melebihi dari dalam tubuh yang meningkat dan tak dua gejela sehingga pasien didiagnosis mengakibatkan reaksi hipersensitivitas yang sehingga pasien bersamaan pada individu yang sama. Komorbiditas disfungsi organ dan mortalitas. khususnya pada pasien yang terkena virus Badai COVID-19 COVID-19 sehingga pasien memiliki status komplikasi yang umum terjadi dan bukan kesehatan juga fungsi fisik dan kognitif hanya pada pasien yang terkena COVID-19 yang melampaui jumlah efek penyakit tetapi juga pada pasien yang terkena flu dan penyakit pernapasan lainnya. Badai sitokin Terutama pada usia lansia yang multiple sclerosis dan pankreatitis(Kangdra, frekuensi penyakit kronis pada individu meningkat dengan bertambahnya usia. Komorbiditas juga memiliki penyakit non-infeksi seperti Distribusi Frekuensi Bronkopneumonia Pasien COVID-19 Berdasarkan hasil penelitian sebagian seseorang menderita dua penyakit kronis atau lebih pada saat yang bersamaan. kategori tidak sebanyak 67,8%, dan kategori Penyakit tersebut umumnya bersifat kronis ya 32,2%. Hal ini disebabkan karena oleh bermacam macam seperti bakteri, virus. Kombinasi komorbid bisa beragam, seperti penyakit fisik, gangguan mental, atau kombinasi jamur dan benda asing. Bronkopneumonia yang disebabkan terkhusus oleh virus COVID-19 dapat komorbid diukur berdasarkan yang papar membuat peradangan pada parenkim paru COVID-19 (Rothan and Byrareddy, 2. yang melibatkan bronkus atau bronkiolus Distribusi Pada Frekuensi Badai Sitokin yang berbentuk seperti bercak-bercak Pasien COVID-19 Universitas Batam Page 200 ZONA KEDOKTERAN NO. 1 FEBRUARI ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 VOL. NO. 3 SEPTEMBER atchy distributio. Dampak lainnya dari mental emosional yang umumnya terjadi pada lansia (Susilo et al. , 2. Hal ini di konsolidasi jaringan paru dan gangguan sebabkan karna kebiasaan hidup yang tidak pertukaran gas setempat (Simonson et al. sehat, seperti tidak mengatur makanan yang dimakan, jarang berolahraga, merokok dan COVID-19 Hubungan Mortalitas Dengan Usia Pada Pasien Rawat Inap ICU COVID-19 Di RSBP kota Batam Hubungan Mortalitas Dengan Komorbid Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti didapatkan nilai p= 0,000 kebiasaan buruk lainnya (Nugraha et al. <0,. Berdasarkan hasil penelitian yang hubungan yang signifikan antara mortalitas dilakukan oleh peneliti didapatkan nilai p= COVID-19 dengan usia pada pasien rawat 0,000 inap ICU COVID-19 di RSBP Kota Batam. hubungan yang signifikan antara mortalitas Berdasarkan hasil analisis didapatkan COVID-19 dengan komorbid pada pasien hubungan yang signifikan antara mortalitas rawat inap ICU COVID-19 di RSBP Kota COVID-19 dengan usia yaitu pada pasien Batam. COVID-19 Di RSBP kota Batam Pada Pasien Rawat Inap ICU COVID-19 . <0,. Berdasarkan hasil analisis didapatkan dengan usia remaja 11-19 tahun sebanyak pasien mortalitas COVID-19 kategori tidak 14 orang . ,3%), dewasa 20-59 tahun mortalitas dengan pasien tidak komorbid sebanyak 20 orang . ,0%), lansia >60 sebanyak 25 orang . ,8%), kategori ya tahun sebanyak 4 orang . Sedangkan sebanyak 13 orang . ,2%). Sedangkan pasien mortalitas COVID-19 kategori ya dengan usia remaja 11-19 tahun sebanyak 1 mortalitas dengan pasien komorbid kategori orang . ,7%), dewasa 20-59 tahun sebanyak tidak sebanyak 1 orang . ,8%), kategori ya 5 orang . ,0%), dan lansia >60 tahun sebanyak 20 orang . ,2%). sebanyak 15 orang . ,0%). COVID-19 Hasil penelitian ini sejalan dengan Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Rahayu teori bahwasanya salah satu Lansia yang tersebut Pada penderita Hipertensi yang terkena COVID-19 terjadi peningkatan COVID-19 dikarenakan pada dewasa dan lansia sudah ACE-2 terdapat banyak penyakit kronik penyerta Hipertensi. Melitus. SARS-Cov-2, terutama pengobatan dengan Bronkopneumonia, angiotensin II receptor blocker (ARB) dan Diabetes Stroke, penyakit sendi, dan gangguan Universitas Batam angiotensin converting enzyme inhibitor Page 201 ZONA KEDOKTERAN NO. 1 FEBRUARI ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 VOL. NO. 3 SEPTEMBER (ACE. Hal tersebut dapat berujung pada saturasi oksigen. Pada masa periode badai perburukan dan keparahan infeksi SARS- sitokin, saturasi oksigen akan menurun Cov-2 akibat peningkatan ikatan virus hingga dibawah 90% dan saturasi oksigen dengan sel target yang memanfaatkan ACE- bukanlah parameter dasar apakah seseorang 2 (Susilo et al. , 2. sedang mengalami badai sitokin atau tidak. Hubungan Mortalitas Dengan Badai Dijelaskan juga bahwa peradangan yang Sitokin Pada Pasien Rawat Inap ICU hebat dan tidak terkontrol adalah salah satu COVID-19 Di RSBP kota Batam pemicu yang dapat menyebabkan kerusakan Berdasarkan hasil penelitian yang jaringan yang lebih besar ketika badai dilakukan oleh peneliti didapatkan nilai p= sitokin sedang berlangsung pada pasien. 0,001 Kerusakan jaringan inilah yang nantinya hubungan yang signifikan antara mortalitas akan menyebabkan demam dan penurunan COVID-19 dengan badai sitokin pada pasien rawat inap ICU COVID-19 di RSBP menggunakan oksimeter merupakan hal Kota Batam. <0,. Berdasarkan hasil analisis didapatkan pasien mortalitas COVID-19 kategori hidup paru-paru. Pemantauan saturasi oksigen pada pasien yang terkena COVID-19 (Kangdra, 2. Hubungan Mortalitas Dengan sebanyak 30 orang . ,9%), kategori ya Bronkopneumonis Pada Pasien Rawat sebanyak 8 orang . ,1%). Sedangkan Inap ICU COVID-19 Di RSBP kota Batam COVID-19 meninggal dengan badai sitokin kategori Berdasarkan hasil penelitian yang tidak sebanyak 7 orang . ,3%), kategori dilakukan oleh peneliti didapatkan nilai p= ya sebanyak 14 orang . ,7%). Penelitian ini 0,000 sejalan dengan Dewi tahun 2021 bahwa hubungan yang signifikan antara mortalitas terdapat Badai sitokin juga dapat dipicu oleh COVID-19 dengan bronkopneumonia pada sejumlah infeksi lainnya, seperti influenza, pasien rawat inap ICU COVID-19 di RSBP pneumonia, dan sepsis. Kota Batam. <0,. Jadi respon imun yang meningkat Berdasarkan hasil analisis didapatkan secara tidak normal bukan hanya disebkan pada pasien mortalitas COVID-19 kategori oleh pasien dengan infeksi yang parah, hidup dengan bronkopneumonia kategori tetapi banyak faktor lain yang belum tidak sebanyak 34 orang . ,5%), kategori ya sebanyak 4 orang . ,5%). Sedangkan COVID-19 terkena badai sitokin melihat penurunan Universitas Batam Page 202 ZONA KEDOKTERAN NO. 1 FEBRUARI ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 VOL. NO. 3 SEPTEMBER (Ha diterima. H0 ditola. Adanya hubungan kategori tidak sebayak 6 orang . ,6%), yang signifikan antara mortalitas COVID-19 kategori ya sebanyak 15 orang . ,4%). dengan komorbid pada pasien RSBP kota Batam Hasil penelitian ini didukung dengan dengan di peroleh nilai p value sebesar 0,000 (Ha penelitian yang dilakukan oleh Breadly diterima. H0 ditola. Adanya hubungan yang . signifikan antara mortalitas COVID-19 dengan badai sitokin pada pasien RSBP kota Batam COVID-19 dengan di peroleh nilai p value sebesar 0,001 (Ha penanganan atau pengobatan umum dan diterima. H0 ditola. Adanya hubungan yang signifikan antara mortalitas Pasien Penanganan pemberian oksigen lembab 2-4 L/Menit atau PaO2 pada analisis gas darah >60torr, pada pasien RSBP kotaBatam dengan di peroleh pemasangan infus untukk rehidrasi dan nilai p value sebesar 0,000 (Ha diterima. H0 koreksi elektrolit, asidosis diatasi dengan pemberian bikarbonat intravena. SARAN Sebagian COVID-19 kategori hidup lebih mendominasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 38 orang 64,4%. Sebagian besar pasien dengan usia dewasa lebih mendominasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 25 orang . ,4%). Sebagian besar sebanyak 33 orang . ,9%). Sebagian besar pasien badai sitokin kategori tidak lebih sebanyak 37 orang . ,7%). Sebagian Bagi Masyarakat KESIMPULAN COVID- sebanyak 40 orang . ,8%). Adanya hubungan yang signifikan antara mortalitas COVID-19 Diharapkan bagi pasien yang memiliki COVID-19 memeriksakan diri kedokter atau rs terdekat, agar gejala nya tidak semakin parah. Bagi Instansi Pendidikan Diharapkan dapat menambah informasi yang berguna bagi ilmu pengetahun dalam bidang kedokteran khususnya bahanreferensi perpustakaan Fakultas KedokteranUniversitas Batam. Bagi Peneliti Penelitian penambah wawasan peneliti tentanghubungan mortalitas COVID-19 dengan rekap medik masukan pengetahuan informasi serta pengembangan penelitian selanjutnyadengan variabel yang berbeda. dengan usia pada pasien RSBP kota Batam dengan diperoleh nilai p value sebesar 0,000. Universitas Batam Page 203 ZONA KEDOKTERAN NO. 1 FEBRUARI ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 VOL. NO. 3 SEPTEMBER UCAPAN TERIMA KASIH Penulis , 2021. Coronavirus Disease2019(COVID- . : Patogenesis. Manifestasi Klinis dan kepada ibu Cevy Amelia. ChtAos. Psi. Pilihan Terapi. Jurnal Kedokteran Psikolog yang telah memberikan bimbingan. Kesehatan, 17. , pp. 44Ae57. do Nascimento. , von Groote. OAoMathyna, penelitian ini. Ucapan terimakasih juga penulis . Abdulazeem. Henderson. ucapkan kepada dr. Putra Mahendra. Sp. Jayarajah. Weerasekara. Pericic. dan dr. Andi Ipaljri S,M. Kes yang telah Gerald Klapproth. Puljak. Cacic. memberikan masukan dalam penelitian ini. Zakarija-Grkovic. Meirelles Guimaryes. Atallah. Bragazzi. Marcolino. Marusic. and Jeroncic. DAFTAR PUSTAKA