PENERAPAN PAYMENT GATEWAY SEBAGAI JEMBATAN TRANSAKSI YANG AMAN DI ERA DIGITAL. STUDI KASUS PT ABC Hari Mantik mantik@universitassuryadarma. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Abstract E-payment services have been widely used for various purposes, namely: bill payments, ticket orders and others using the ISO 8583 financial standard as a message format. The ISO 8583 standard is used to manage financial transactions consisting of inquiries, payments and reversals. The e-payment system has three entities involved, namely the service provider/biller, payment gateway and financial institution/Collecting Agent (CA). The payment gateway connects the financial transaction process between the CA and the biller, in this process the customer makes a transaction through the CA then the transaction is sent to the payment gateway for further processing and forwarded to the biller, then the biller will provide a response regarding the status of each transaction carried out to the payment gateway and forwarded back to the CA. Tests carried out on this application are to test the functionality of financial transactions on the payment The existence of this application can help CAs and billers in carrying out financial transactions without having to think about the differences in message formats in the CA and biller systems. The use of the ISO 8583 standard message format is also starting to be emphasized by Bank Indonesia as the regulator in financial transactions. Keywords: biller, collecting agent, e-payment. ISO 8583, payment gateway, standardization financial Pendahuluan Payment gateway adalah sebuah media transaksi yang disediakan oleh layanan aplikasi e-commerce dengan standard ISO 8583 sesuai regulasi dari Bank Indonesia. Bisa memberi otorisasi pemrosesan kartu kredit, ataupun pembayaran langsung bagi pelanggan dalam aktivitas bisnis online. Payment gateway ini bisa mempermudah para pebisnis sekaligus pelanggan dalam bertransaksi. Ruang Lingkup Ruang lingkup bahasan Payment Gateway ini terbagi atas: Eksplorasi metode non-payment gateway . xisting proces. Gap Analysis . xisting vs Payment Gatewa. Implementasi Payment Gateway secara terbatas pada PT ABC Manfaat Melalui implementasi Payment Gateway, diharapkan publik ataupun pengguna transaksi pembayaran dapat memahami beberapa hal diantaranya terkaitt pentingnya keamanan data dalam bertransaksi melalui AVS (Address Verification Syste. Card Security Code, dan 3D Secure Password. Selain itu publik dan pelaku transaksi juga dapat mengetahui cara kerja sistem teknologi Saat bertransaksi online, kita tentu mengharapkan adanya proses pembayaran yang lebih mudah dan aman (Awaludin & Amelia, 2. Proses transaksi dalam teknologi payment gateway bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari transaksi kredit, debit, transfer bank, atau sistem pembayaran langsung jenis lain seperti: e-wallet, direct debit, dan lain-lain. Payment Gateway, baik secara flow, messaging, beserta arsitektur dan topologi nya. bank, dan pemroses pembayaran bisnis, dan bertanggung jawab untuk memverifikasi informasi kartu pelanggan, kita juga mengenal istilah Payment Processor, yang memproses pembayaran kartu kredit dengan mengirimkan data kartu dari sistem tempat penjualan pedagang ke jaringan kartu atau bank yang terlibat dalam transaksi. Pemroses pembayaran diperlukan agar bisnis dapat menerima transaksi kartu, dan membebankan biaya yang biasanya dihitung sebagai bagian dari setiap transaksi yang diproses. Beberapa penyedia POS seperti Square menyertakan pemrosesan pembayaran dalam sistem POS mereka yang lebih Banyak penyedia gateway pembayaran juga menawarkan layanan pemrosesan pembayaran, yang memungkinkan untuk menggabungkan layanan tersebut. Kerangka Teori Payment Gateway Secara garis besar, payment gateway adalah bentuk sistem transaksi yang memiliki tugas untuk mengotorisasi suatu proses transaksi melalui e-commerce. Saat bertransaksi online, kita tentu mengharapkan adanya proses pembayaran yang lebih mudah dan aman. Proses transaksi dalam teknologi payment gateway bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari transaksi kredit, debit, transfer bank, atau sistem pembayaran langsung jenis lain seperti: ewallet, direct debit, dan lain-lain. Dengan teknologi internet, payment gateway dapat Anda aplikasikan untuk kegiatan berbelanja online dalam pasaran global. Teknologi payment gateway memungkinkan para produsen untuk menerima pembayaran dari penjuru dunia dengan Tabel 01: Perbedaan antara Payment Gateway dengan Payment Processor Payment Gateway Memverifikasi keabsahan informasi kartu yang dimasukkan di situs web pedagang. Dapat mengotorisasi dan memproses Tidak diperlukan untuk transaksi kartu secara langsung. Salah satu hal yang cukup unik dari teknologi payment gateway adalah tidak hanya pihak bank saja yang dapat menyediakan sistem ini, tapi pihak non-bank dapat menyediakan sistem ini untuk memvalidasi dan mengotorisasi transaksi antara merchant dan konsumen. Payment Processor Menangani semua logistik pembayaran kartu kredit atau debit. Dapat memproses, namun biasanya tidak mengotorisasi transaksi. Diperlukan untuk memproses transaksi kartu secara langsung dan Payment Gateway vs Payment Aggregator Satu lagi yang membedakan antara Payment Gateway dengan Payment Aggregator adalah. Payment Aggregator merupakan layanan pembayaran yang mengumpulkan dan menyediakan berbagai macam metode pembayaran ke merchant. Dengan kata lain, pembeda utama Gateway dan Payment Gateway vs metode lain Payment Gateway vs Payment Processor Selain Payment Gateway, yang merupakan suatu tempat dimana merchant memasukkan informasi kartu kredit dengan aman untuk melakukan pembayaran, dan bertindak sebagai perantara antara si pembayar. Aggregator adalah kalau Gateway ditujukan untuk website/app. Aggregator men-digitise berbagai mode pembayaran, baik online maupun gunakan kartu untuk melakukan pembayaran di toko (EFTPOS) menggunakan ISO 8583 di beberapa titik dalam rantai komunikasi, seperti halnya transaksi yang dilakukan di ATM. Secara khusus, jaringan Mastercard. Visa dan Verve mendasarkan komunikasi otorisasi mereka pada standar ISO 8583, seperti halnya banyak institusi dan jaringan lainnya. Sebuah Payment Aggregator memfasilitasi transaksi apapun, termasuk pencatatan uang cash serta berbagai metode pembayaran digital, baik itu online . ebsite, ap. , atau offline . i konter, di toko, kios, warung, lewat SMS, dan lain lai. Kesimpulannya. Aggregator meringankan beban kerja mengurus berbagai metode pembayaran, sehingga merchant hanya perlu mengandalkan satu solusi untuk semua jenis pembayaran, yaitu si Aggregator ini. Perbedaan antara Payment Gateway dengan Meskipun ISO 8583 mendefinisikan standar umum, namun biasanya tidak digunakan secara langsung oleh sistem atau jaringan. Ini mendefinisikan banyak bidang standar . lemen dat. yang tetap sama di semua sistem atau jaringan, dan menyisakan beberapa bidang tambahan untuk meneruskan detail spesifik Bidang ini digunakan oleh setiap jaringan untuk mengadaptasi standar untuk penggunaannya sendiri dengan bidang khusus dan penggunaan Kartu contactless / proximity card. Payment Aggregator adalah: A Payment Gateway: bertindak sebagai penengah antar merchant dan pembeli, untuk pembayaran yang dilakukan secara online. A Payment Agregator: bertindak sebagai sebuah interface / portal yang memungkinkan merchant menerima pembayaran dengan berbagai metode Internet of Things (IoT) Internet of things (IoT) mengacu pada konektivitas dari alat atau perangkat elektronik . ering disebut sebagai perangkat terhubung atau perangkat pinta. , kendaraan, perangkat lunak, sensor, aktuator/penggerak, dan perangkat komunikasi, yang mana perangkat tersebut dapat mengirim, memindahkan, dan memproses informasi. IoT memperbolehkan kita untuk memonitor dan mengontrol perangkat secara jarak jauh dengan menggunakan jaringan komunikasi, membuka potensi untuk menggabungkan sistem fisik yang terkomputerisasi dengan sistem digital, dan meningkatkan efisiensi, akurasi, serta produktifitas dan mengurangi interaksi manusia. ISO 8583 ISO 8583 adalah standar internasional untuk pertukaran pesan yang berasal dari kartu transaksi keuangan. Ini adalah standar Organisasi Internasional untuk Standardisasi dalam sistem pertukaran transaksi elektronik yang dilakukan oleh pemegang kartu menggunakan kartu pembayaran. ISO 8583 mendefinisikan format pesan dan aliran komunikasi sehingga sistem yang berbeda dapat bertukar permintaan dan tanggapan transaksi Sebagian besar transaksi yang dilakukan ketika pelanggan meng57 Karakter dari IOT, diantaranya A Keterhubungan jaringan antara perangkat keras A Perangkat yang terhubung A Perangkat pintar yang terhubung A Alat elektronik. Perangkat lunak, sensor, aktuator/penggerak, dan A Object untuk mengumpulkan dan menukar data A Object yang difungsikan dan diatur secara jarak jauh melalui infrastruktur ringan A Membuka peluang untuk pengintegrasian dunia fisik . erangkat kera. dan sistem digital tetapi tidak perlu hadir dalam load ukuran besar. Perangkat Kehadiran perangkat mikro atau berukuran kecil dapat meningkatkan ketepatan, skalabilitas, dan fleksibilitas performa IoT. Belum lagi, semakin kecilnya perangkat juga akan memiliki nilai biaya yang semakin sedikit. Agile Methodology Agile Lifecycle Dalam Agile, siklus hidup yang singkat dalam pengembangan aplikasi berfokus pada AuscrumAy. Proyek scrum ini dipecah menjadi iterasi pendek yang disebut dengan AusprintAy. Siklus setiap sprint meliputi seperti gambar di bawah ini: Unsur utama dalam IoT, adalah: Sensor: mampu mengubah perangkat IoT, tepatnya pada segi jaringan dari yang sistemnya pasif berubah menjadi aktif dan terintegrasi dengan lingkungan Kecerdasan buatan / artificial intelligence: (AI) menjadi salah AumenghidupkanAy IoT. Dengan AI, perangkat bisa berkomunikasi secara pintar. Lebih dari itu, perangkat IoT yang dibekali AI akan bisa melakukan kemampuan analisis yang lebih kompleks, seperti koleksi data, mengatur jaringan, bahkan mengembangkan Dengan demikian, kehadiran AI pada perangkat IoT juga memungkinkan mereka dapat melakukan aktivitas sendiri tanpa harus menerima instruksi dari si Koneksi jaringan: menjadi komponen pendukung sistem IoT untuk bisa berkomunikasi secara Konektivitas yang diperlukan sejatinya harus berjalan stabil. Gambar 01: Siklus Sprint (Emerson Taymor, agilehandbook. Kickoff / Sprint Planning Setiap scrum-project dimulai dengan kick-off meeting . ertemuan inisialisasi pertam. Pertemuan pertama umumnya membahas kebutuhan project backlog yang harus dibuat, dan memperkenalkan team project. Tujuan awal dari Sprint Planning n Membuat overview / rangkuman dari project dan tujuan yang akan n n n n n Menyeleksi dan menetapkan siapa saja yang akan bekerja dalam Menetapkan PIC dari client yang akan melakukan sign-off . enandatanganan berita acara hasil Membuat project backlog Menetapkan fitur atau fungsi mana yang akan dikerjakan dalam suatu sistem AuGetting on the same pageAy atau seluruh team dan client harus punya paradigma, pandangan dan arah yang sama. r_71__using_kanban_for_itsm_operation. Metodologi Penelitian Metode penelitian menggunakan 2 pendekatan, yaitu: Penelitian Deskriptif, memaparkan deskripsi yang akurat, faktual, dan sistematis pada fakta tertentu. Studi Kasus dan korelasional, untuk mengkaji tingkat keterkaitan dari suatu fakta/kasus yang sudah ada dan eksplorisasi suatu kejadian, proses atau aktivitas Metode Kanban Metode kanban merupakan Aulean methodologyAy, atau metode dengan pendekatan sistematis yang menggambarkan nilai bisnis melalui peningkatan secara terus menerus. Team Agile menggunakan Aupapan kanbanAy Aepapan tulis, papan elektronik, bahkan jendela Ae yang dicoretcoret atau ditempel dengan carikan kertas ataupun post-it-notes, untuk menampikan yang kita sebut sebagai kanban . ahapan dan status pekerjaa. yang disusun dalam kolom yang mewakili tahapan dalam proses, buffer, kondisi dan antrian. Papan kanban bisa di lihat seperti gambar Hasil dan Pembahasan Pelaku Payment Gateway di Indonesia Pada 2022 lalu, total nilai transaksi pembayaran online melalui payment gateway mencapai angka sekitar Rp2. 000 triliun, meningkat sebesar 35% dari tahun sebelumnya. Data ini pembayaran digital di berbagai sektor bisnis, seperti e-commerce, travel, dan layanan online lainnya, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan perekonomian digital secara Payment gateway juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Data menunjukkan bahwa sekitar 80% dari total transaksi pembayaran online melalui payment gateway berasal dari UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM semakin mengadopsi model bisnis online untuk memperluas jangkauan pasar mereka dan meningkatkan pendapatan. Gambar 02: Kanban Board . ttps://blog. com/blog/p Dengan adanya payment gateway yang mudah diakses dan terjangkau. UMKM dapat mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan bisnis mereka, sehingga pertumbuhan perekonomian digital secara keseluruhan. n Berikut adalah contoh lima payment gateway di Indonesia saat ini: n Doku. Doku telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu payment gateway terbaik di Indonesia. Menurut data statistik terbaru. Doku telah berhasil menarik lebih dari 10. 000 bisnis sebagai mitra mereka selama tiga tahun terakhir. Ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi yang diberikan oleh para pelaku bisnis kepada Doku sebagai solusi pembayaran online mereka. n Midtrans. Midtrans adalah salah satu payment gateway terkemuka di Indonesia yang telah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Data statistik menunjukkan bahwa Midtrans telah memproses lebih dari 1 miliar transaksi selama periode tersebut. Jumlah ini mencerminkan tingginya tingkat adopsi dan kepercayaan yang diberikan oleh pengguna dan bisnis terhadap platform Midtrans. n Faspay. Faspay memiliki 15 tahun yang pengalaman dalam melayani berbagai perusahaan mulai dari startup hingga perusahaan besar. Faspay mencatat lebih dari 10. transaksi harian melalui platform Data menunjukkan bahwa lebih dari 70% dari total transaksi pembayaran online melalui Faspay berasal dari UMKM. Hal Faspay dalam mendorong UMKM mengadopsi model bisnis online n n n dan meningkatkan akses mereka ke pasar digital. Xendit. Xendit telah menjadi salah satu payment gateway yang mengalami pertumbuhan pesat dalam tiga tahun terakhir. Data statistik menunjukkan bahwa Xendit telah mengalami peningkatan lebih dari 200% dalam jumlah pengguna aktif mereka. Ini menandakan adopsi yang cepat dan tingginya kepercayaan yang diberikan oleh bisnis di Indonesia terhadap Xendit sebagai solusi pembayaran online mereka. Finpay. Merupakan anak perusahaan Telkom Indonesia yang melayani pembayaran online sejak 30 Mei 2012. FinPay sudah bekerja sama dengan banyak bank di Indonesia, termasuk dengan provider kartu kredit, seperti VISA dan Master Card. Juga telah berkolaborasi dengan website ecommerce besar, seperti LivingSocial. Plasa. Apps Foundry. Telkomsel, dan TelkomVision. IPaymu. IPaymu memudahkan pengguna dalam bertransaksi menggunakan layanan internet untuk pembayaran produk, belanja online, sumbangan, produk berlangganan, pengiriman uang, dan penarikan uang dengan tiga model bisnis, yakni solusi bisnis e-commerce, payment gateway, dan layanan merchant. Veritrans. Veritrans bisa menerima berbagai channel pembayaran kartu kredit dan debit. Mandiri Clickpay. CIMB Clicks. BCA Klikpay. XL Tunai. T-Cash, bank transfer dan pembayaran melalui minimarket yang sudah terintegrasi melalui VT-Web. VT-Direct, dan VT-Link peran berbeda tergantung pada Tingkatannya adalah sebagai berikut: n Level 1: Admin ABC, tujuan level ini adalah untuk melihat semua pengguna dan keseluruhan sistem. Peran ini berhak membuat pengguna lain, mengatur sistem dan parameter, serta memeriksa log audit. n Level 2: Pengguna ABC, pengguna ini bertanggung jawab atas bisnis dan operasional organisasi/bank. Ini bisa memiliki banyak peran di tingkat ini. Peran pedagang memiliki hak untuk mengatur profil pedagang. Operasi pedagang memiliki hak untuk mengelola transaksi, tim penipuan pedagang memiliki hak untuk mengatur parameter Kebijakan PT ABC akan membuat pedomannya sendiri tentang cara mengelola tingkat ke-2 ini. n Level 3: Admin Merchant, pengguna ini dapat mengakses semua menu dalam sistem pelaporan merchant dan membuat pengguna menggunakan peran yang telah ditentukan sebelumnya yang ditetapkan oleh Admin ABC. Admin Merchant dibuat oleh Pengguna ABC dan biasanya oleh Pengguna ABC yang Merchant. Pengguna ABC, sebelum dapat mengatur Admin merchant, perlu menyiapkan Pengguna Mitra yang memungkinkannya melihat beberapa pedagang yang terdaftar di bawah Mitra. n Level 4: Pengguna Merchant, level pengguna ini umumnya dibuat oleh Admin Merchant. Arsitektur Payment Gateway Gambar 03: Arsitektur Payment Gateway Implementasi Payment Gateway pada PT ABC Proses Flow Pengembangan Payment Gateway PT ABC Gambar 04: Proses Flow Pengembangan Payment Gateway PT ABC Create Operator User User dapat di create melalui Admin ABC. Hanya user yang valid yang akan dimuat ke portal Admin ABC. Peran pengguna harus ditentukan di menu Kelola Peran sebelum membuat akun apa pun. Setelah Manage Role dibuat dan disimpan. Anda dapat membuat pengguna melalui menu Admin User. Untuk tujuan dan pemahaman yang lebih baik, disarankan agar pengguna gateway pembayaran dibagi menjadi 4 level dan setiap level pengguna berpartisipasi dalam Internet Payment Gateway dalam Jika ada lebih dari satu orang yang mengoperasikan Sistem Pelaporan Merchant, pengguna di level ini akan dibuat. Misalnya mempunyai tim keuangan yang ingin membaca data transaksi dan settlement. n n Setup Merchant Modul Admin menyediakan kemampuan untuk mengatur atau melakukan pemeliharaan pada profil Merchant di sistem. Informasi detail pengaturan Merchant akan dimasukkan ke dalam sistem Gerbang Pembayaran Internet oleh Admin. Pertama. Admin akan melakukan penyiapan Mitra dan kemudian penyiapan Merchant. Pengaturan mitra adalah pendaftaran yang mudah karena hanya untuk mengatur informasi mitra utama sebagai grup merchant Selanjutnya melakukan Merchant mengikuti menu dan tab Merchant serta mengatur metode pembayaran serta ID Merchant. n n Create Merchant User Setelah Mitra dan Merchant dibuat. Admin akan menyiapkan Pengguna Mitra dan Pengguna Merchant untuk mengaktifkan login Merchant ke Sistem Pelaporan Merchant. Kemudian Merchant Admin dapat membuat lebih banyak Pengguna Merchant di bawah Merchant sejumlah total di merchant ecommerce dengan kartu kredit Visa. MasterCard, dan JCB. LinkAja: pembayaran ini digunakan pelanggan untuk menyelesaikan pembayaran dengan dompet digital LinkAja OVO: pembayaran ini digunakan pelanggan untuk menyelesaikan pembayaran dengan dompet digital OVO Direct Debit Promotion: IPG memiliki 2 jenis. Promosi Bank dan Promosi Merchant. Promosi Bank diskon/cashback . asukkan nomor kartu akan menentukan besaran disko. yang mana hanya tersedia untuk pelanggan Kartu Kredit tertentu. Merchant Promotion digunakan untuk Merchant yang melakukan promo untuk penawaran promosi bank tertentu. Dalam hal ini. BIN. Nama Bank. Periode . aktu dan tangga. Jumlah Diskon/Cashback dan kolom keterangan wajib diisi di Internet Payment Gateway (IPG). Secara umum, ketika pelanggan berbelanja di website merchant, mereka akan diarahkan ke halaman pembayaran yang disediakan oleh Internet Payment Gateway. Ada beberapa kasus dimana pelanggan akan menggunakan halaman pembayaran merchant dalam hal ini Internet Payment Gateway hanya menyediakan API pembayaran aman yang diberikan kepada Merchant, untuk ini. Merchant harus berada di lingkungan yang PCI DSS Procesing Transaction Internet Payment Gateway mendukung beberapa jenis pembayaran n General Credit Card Payment: pembayaran ini digunakan oleh pelanggan untuk membayar (Pembayaran Standar Keamanan Data Industri Kart. Pengguna Merchant memilih data penyelesaian yang tertunda Merchant memilihnya dan transaksi akan Refund atau Void n Transaksi Refund adalah Fungsi yang akan mengembalikan uang ke pelanggan. Pengembalian dana akan tersedia untuk digunakan ketika transaksi telah diselesaikan. n Transaksi Void adalah: Fungsi yang akan membatalkan transaksi awal seolah-olah tidak pernah ada. Digunakan bila otorisasi atau penagihan/penangkapan telah dilakukan, namun transaksi belum diselesaikan. Membatalkan transaksi akan memberi tahu nasabah bank penerbit bahwa pedagang tidak menagih transaksi sehingga dana yang ditahan tersebut dikembalikan ke nasabah lagi. Audit Log Log audit dianggap sebagai bagian penting dari setiap bisnis. Untuk tujuan ini. Internet Payment Gateway menyediakan log audit untuk memastikan setiap aktivitas dalam sistem dipantau. Log audit dapat digunakan untuk melacak setiap tindakan yang dilakukan oleh pengguna pada sistem Gerbang Pembayaran Internet. Hal ini juga dapat digunakan sebagai bukti informasi jika karyawan atau pengguna tidak menggunakan sistem dengan benar. Settlement Menyelesaikan transaksi adalah langkah terakhir dari proses yang mengonfirmasi kepada institusi bahwa merchant ingin mentransfer uang dari kartu kredit pelanggan dan metode pembayaran lainnya ke rekening bank merchant. Setiap merchant hanya akan memiliki satu jenis settlement. Ada 2 jenis settlement, yaitu: n Auto Settlement: Semua transaksi akan diselesaikan secara otomatis. Ini akan termasuk dalam pengaturan default untuk semua merchant yang akan terjadi secara harian . aily settlement. n Manual Settlement: Proses penyelesaian dilakukan oleh merchant melalui web pada Merchant Reporting System. Gambar 05: Log Audit dari Internet Payment Gateway Use Case Diagram: High Level Process Flow Gambar 06: Use Case Diagram High Level Process Pengembangan Payment Gateway System Actors (User roles and Authority Requirements Extensions Priority Special Requirements Tabel 02: System Actors User/Role Example End User ECommerce ECommerce Payment Staff Payment Gateway Division Staff Payment Gateway Division Manager Merchant Admin IPG Operator IPG Admin Frequency of use Frequent Security/Access. Features used Payment Frequent Transactions Settlement Void Refund Merchant User Frequent Occasional System User credit/debit card Payment success If payment is rejected, the end-user goes back to the merchant to repeat the checkout process High N/A User Acceptance Testing (UAT) Login Login merupakan awal otorisasi dan credential pertama dari user yang diberikan hak akses sesuai privilege nya Setting Gambar 07: Halaman Login Use Cases (Payment credit/debit car. Home/Partner Halaman home/partner merupakan laman yang bertujuan untuk menambah partner, pemutahiran data partner, dan laporan terkait informasi dari partner. Tabel 03: Use case payment UC-1 Primary Actor. Stakeholders and Interest Trigger Preconditions Postconditions Main Success Scenario Payment Credit/Debit Card Merchant End-user Merchant End-user Merchant Acquiring Bank Merchant End-user merchant to do payment. Merchant has verified the purchase and calculates the total amount of end user purchase. Merchant end-user can complete the payment using a Credit/Debit End checkout from Select Payment credit/debit card Enter Gambar 08: Laman Home / Partner (Add. Update. Repor. Merchant Halaman merchant merupakan laman yang bertujuan untuk menambah merchant, pemutahiran data merchant, dan laporan terkait performance atau kegiatan dari Gambar 09: Laman Merchant (Add. Update. Repor. Gambar 12: Laman Setup Merchant Settlement Account Setup config API Setup konfigurasi API bertujuan untuk memastikan credential sudah di tanam dalam aplikasi Setup Merchant Velocity Setup Merchant Velocity adalah laman yang mengatur admin dalam menentukan limit transaksi dari merchant . aik per nilai transaksi ataupun per frekuensi transaks. Gambar 10: Laman Setup Konfigurasi API Gambar 13: Laman Setup Merchant Velocity Setup Payment Method Setup payment method adalah laman yang menyediakan user untuk memilih metode pembayaran Transaksi Transaksi pembayaran merupakan proses merchant sudah setuju terhadap item yang akan di proses, sedangkan proses checkout adalah proses validasi terhadap pembayaran yang akan mendapatkan persetujuan dari pihak bank ataupun pihak pemilik rekening. Gambar 11: Laman Setup Payment Method Setup Merchant Settlement Account Setup Merchant Settlement Account adalah laman yang mengesahkan metode pembayaran melalui akun atau rekening merchant yang di Gambar 14: Laman Transaksi informasi kepada user/merchant status transaksi apakah sudah terbayarkan . dan sah . Gambar 15: Laman Checkout Gambar 18: Laman Disbursement dan Settlement Scoring Information Laman Scoring Information memberikan informasi mengenai detail transaksi yang menjadi acuan bagi team risk manajemen untuk memantau keabsahan transaksi (Fraud detectio. Settlement dan Disbursement Dispute Settlement Disbursement Dispute merupakan laman yang memberikan informasi jika ada sengketa atau selisih dalam proses transaksi pembayaran Gambar 16: Laman Scoring Information Complain Handling Complain handling merupakan laman yang memberikan informasi komplain dari merchant atau user terkait masalah transaksi ataupun proses abnormal dalam aplikasi. Gambar 19: Laman Settlement dan Disbursement Dispute Audit Trail Audit trail merupakan laman yang memberi informasi mengenai jejak . dari semua status transaksi baik yang sukses ataupun gagal . ailed/disput. Gambar 17: Laman Complaint Handling Disbursement dan Settlement Disbursement Settlement adalah halaman yang memberikan Gambar 20: Laman Audit Trail Kesimpulan Payment gateway adalah sebuah media transaksi yang disediakan oleh layanan aplikasi e-commerce dengan standard ISO 8583 sesuai regulasi dari Bank Indonesia. Dengan berkembangnya transaksi melalui kanal dompet digital dan e-commerce, yang sarat dengan keterkaitan banyak entitas, diantaranya dengan merchant, bank, switching, dan regulator, maka kehadiran Payment Gateway dapat berperan sebagai mediator dalam mengotorisasi proses transaksi, terutama dalam transaksi online dari berbagai jenis kanal . esin EDC. ECR, direct-debit, e-commerc. dan berasal dari berbagai macam platform . artu kredit, kartu debit, dan dompet digita. Teknologi payment gateway juga memungkinkan para produsen untuk menerima pembayaran dari penjuru dunia dengan mudah. Selain itu teknologi Payment Gateway tidak hanya disediakan oleh perusahaan perbankan saja, akan tetapi perusahaan non-bank juga banyak menyediakan layanan ini sebagai dasar untuk memvalidasi dan mengotorisasi transaksi antara merchant dan konsumen. Kedepannya apakah teknoogi Payment Gateway akan menggantikan metode Payment processor yang selama ini tidak melakukan otorisasi dalam transaksi pembayaran, atau menggantikan metode Payment Agregator yang sejauh ini hanya bertugas sebagai sebuah interface/portal yang memungkinkan merchant menerima pembayaran dengan berbagai cara, maka perilaku dan lifestyle konsumen lah yang akan menjawab bagaimana seharusnya mereka akan memandang dan melakukan suatu transaksi, apakah terbatas pada hasil transaksi, atau lebih pada validitas dan otorisasi transaksi yang lebih dapat di Daftar Pustaka