Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 190-196 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Pendampingan Pengembangan Website Institusi Sebagai Media Promosi Yunda Heningtyas1*. Rizky Prabowo2. Iqbal Parabi3 . Tristiyanto4 1,2,3,4Jurusan Ilmu Komputer. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Lampung Email: 1yunda. heningtyas@fmipa. id, 2*rizky. prabowo@fmipa. parabi@fmipa. id, 4tristiyanto. 1981@fmipa. (Yunda Heningtyas* : coressponding autho. Received 31-August-2024 Accepted 6-September-2024 Publish 16-September-2024 Abstrak - Dalam konteks globalisasi dan digitalisasi yang semakin meningkat, keberadaan website menjadi unsur penting yang mencerminkan identitas dan profesionalitas sebuah institusi. Namun banyak institusi yang memiliki keterbatasan sumber daya, masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan dan mengelola website yang efektif dan informatif. Selain aspek teknis, program ini juga fokus pada pengembangan konten edukatif dan informatif untuk memenuhi kebutuhan dan minat target audien. Hal ini mencakup pembuatan materi yang mudah dipahami, penggunaan multimedia untuk meningkatkan interaksi dan visibilitas online. Program pendampingan ini bertujuan untuk membekali institusi dengan alat dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadirkan website yang bukan hanya sebagai etalase, tapi juga sebagai platform efektif untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan teknis dan praktik terbaik dalam pembuatan website yang tidak hanya menarik dari segi visual, tapi juga fungsional, mudah diakses, dan ramah pengguna. Melalui serangkaian workshop interaktif, sesi pelatihan praktis, dan bimbingan langsung, peserta akan diajarkan cara-cara untuk meningkatkan kualitas konten, desain responsif, serta strategi pengelolaan website yang Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis staf institusi serta memperkuat strategi komunikasi dan pemasaran mereka melalui internet. Pelatihan yang telah dilakukan, menghasilkan sebuah website institusi. Website ini merupakan hasil praktis dari praktik selama pelatihan dan bimbingan Kata Kunci: website. hak akses. AbstractOe In the context of increasing globalization and digitalization, the existence of a website is an important element that reflects the identity and professionalism of an institution. However, many institutions with limited resources still face challenges in developing and managing an effective and informative website. In addition to the technical aspects, this program also focuses on developing educational and informative content to meet the needs and interests of the target audience. This includes creating easy-to-understand materials, using multimedia to increase interaction and online visibility. This mentoring program aims to equip institutions with the necessary tools and knowledge to present a website that is not only a storefront, but also an effective platform for education, research, and community service. The program is designed to provide technical knowledge and best practices in creating websites that are not only visually appealing, but also functional, accessible, and user-friendly. Through a series of interactive workshops, practical training sessions, and hands-on guidance, participants will be taught ways to improve content quality, responsive design, and effective website management strategies. This approach is expected to improve the technical skills of institutional staff and strengthen their communication and marketing strategies through the internet. The training resulted in an institutional website. This website is the practical result of the training and mentorship. Keywords: Website. Training. Access Right. Promotion. Institution PENDAHULUAN Website merupakan salah satu indikator penting dalam menunjukkan eksistensi serta profesionalitas sebuah institusi. Website tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai wajah institusi di dunia digital yang memiliki peran penting dalam komunikasi dan interaksi dengan masyarakat luas(Jamil et al. , 2. Oleh karena itu, pengembangan website |Page 190 Copyright A 2024. Yunda Heningtyas. Rizky Prabowo. Iqbal Parabi. Tristiyanto Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 190-196 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. yang efektif dan efisien menjadi kebutuhan mendesak bagi setiap institusi untuk meningkatkan kredibilitas serta memperluas jangkauan pelayanannya(Dwivedi et al. , 2. Tantangan dalam pengembangan website institusi tidak bisa dianggap remeh. Banyak institusi, masih menghadapi kendala dalam hal sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknis dalam pengembangan web, keterbatasan anggaran untuk pembuatan dan pemeliharaan website, serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya website sebagai alat komunikasi strategis(Martini et al. , 2022. Ruban & Yashalova, 2. Hal ini menyebabkan banyak institusi belum memiliki website atau memiliki website yang kurang maksimal dalam memenuhi kebutuhan informasi dan layanan kepada masyarakat. Dalam konteks ini, peran pendampingan dalam pengembangan website institusi menjadi sangat Pendampingan tidak hanya melibatkan proses teknis pembuatan website, tapi juga membangun kapasitas sumber daya manusia institusi dalam mengelola dan memanfaatkan website secara optimal. Pendampingan ini perlu diarahkan untuk mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi oleh institusi, mulai dari perencanaan, desain, pengembangan, hingga strategi konten dan pengelolaan website yang berkelanjutan. Gambaran yang jelas mengenai tujuan pembuatan website dan bagaimana website dapat digunakan untuk mendukung tujuan organisasi(Hanafizadeh et al. , 2. Proses pendampingan perlu menyediakan pengetahuan dan keterampilan teknis terkait dengan pembuatan website yang tidak hanya menarik dari segi visual, tetapi juga mudah digunakan oleh pengunjung(Ma et al. , 2. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis dari peserta untuk proses pengembangan website. Kemampuan teknis meliputi kemampuan untuk mengelola sebuah server dan juga mengembangkan website institusi. Kemampuan ini akan menjadi keahlian tambahan bagi peserta yang mengikuti pelatihan ini. Oleh karena itu, pendampingan pengembangan website institusi menjadi sangat strategis dalam konteks peningkatan kapasitas institusi untuk beradaptasi dengan tuntutan zaman yang semakin Pendekatan yang holistik dan berkelanjutan dalam pendampingan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi institusi dan masyarakat luas METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan pelatihan dilakukan dalam beberapa tahap. Hal ini dilkaukan untuk mengoptimalkan hasil luaran dari pelatihan yang telah dilakukan. Beberapa tahapan yang telah dilakukan diantaranya: Metode dan Tahapan Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan memanfaatkan metode: Pelatihan yang meliputi kegiatan ceramah, demonstrasi, dan diskusi Praktik yang dilakukan untuk memantau tingkat pemahaman materi yang diberikan kepada khalayak sasaran Bahan pelatihan dan diskusi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi: Pendafataran Domain Institusi Hosting sistem Cpanel Sistem Content Management System Deskripsi Kegiatan Kegiatan pendampingan pengembangan website institusi ini merupakan kegiatan yang diadakan atas kesepakatan pihak universitas lampung dengan Yayasan ABC lampung. Kegiatan yang dilakukan meliputi aspek pemberian materi pengetahuan tentang pemanfaatan website sebagai media promosi dan komunikasi(Kalua et al. , 2. Selanjutnya dilakukan pendampingan pendaftaran website yang langsung dilakukan oleh perwakilan dari Yayasan ABC lampung. Pendaftaran domain ini sedikit berbeda karena domain yang dipakai merupakan domain resmi yang dipakai untuk sebuah institusi pendidikan. Setalah domain berhasil dibuat maka dilakukan pelatihan penggunaan domain beserta cpanel yang didapat dari pendaftaran domain dan |Page 191 Copyright A 2024. Yunda Heningtyas. Rizky Prabowo. Iqbal Parabi. Tristiyanto Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 190-196 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Langkah selanjutnya yaitu melakukan pendampingan pembuatan website institusi berikut pengisiannya. Setelah semua selesai, maka perlu adanya evaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan tersebut. Prosedur Kerja Pendampingan pengembangan website ini dilakukan selama 5 bulan. Beberapa prosedur yang dilakukan adalah Pembuatan kesepakatan Hal ini dilakukan agar kedua belah pihak menyadari dan memahami tugas dan kewajiban masing-masing pihak Pelaksanaan kegiatan pendampingan pendaftaran domain Pendafatran domain merupakan hal utama dalam pembuatan sebuah website. Pendafataran domain diikuti dengan proses sewa hosting yang dapat dilakukan secara tahunan atau per tahun. Pelatihan pembuatan website Proses pembuatan website meliputi instalasi dan konfigurasi bagian-bagian dasar dari sebuah website itu sendiri. Beberapa bagian tersebut diantaranya penggunaan CMS, tools editing dan Teknik yang digunakan. Pelatihan penyesuaian website Penyesuaian dilakukan dengan tujuan agar website yang dibuat menggambarkan institusi mitra. Penyesuaian dilakukan baik dari sisi tata letak ataupun isi dari website itu sendiri Evaluasi kegiatan Evaluasi dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan dari dilaksanakannya pendampingan pada kegiatan pelatihan ini. Evaluasi Proses evaluasi dilakukan dengan cara melakukan observasi awal sebelum dillakukan Hasil observasi awal yang telah dilakukan dapat dilihat pada table 1. Tabel 1. Observasi Awal Object Eksistensi Website Istitusi Ketersediaan SDM Ketersediaan Server Akses Internet Potensi User Biaya Keterangan Resmi Untuk Institusi Pendidikan Tinggi SDM bidang IT Tempat meletakkan website Jumlah Pengguna Pendanaan Ada Tidak Ada En En En En En En Table 1 menjadi dasar proses evaluasi(Sari, 2. yang akan dilakukan pada saat pelatihan telah selesai. Dari table 1 kita dapat melihat bahwa institusi mitra belum memiliki website resmi. Selain itu sumber daya manusia yang dimiliki juga bukan berasal dari bidang IT. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk memberikan pelatihan kepada peserta yang bukan dari bidang IT dalam waktu yang terbatas. Selain itu, institusi juga tidak memiliki dedicated server untuk mengembangkan sebuah website. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan dilakukan dalam 5 hari kerja. Pelatihan diikuti oleh peserta yang berlatarbelakang Pendidikan radiologi. Beberapa penjelasan terkait hasil pelatihan dibagi menjadi beberapa |Page 192 Copyright A 2024. Yunda Heningtyas. Rizky Prabowo. Iqbal Parabi. Tristiyanto Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 190-196 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. 1 Domain Domain yang dipakai untuk institusi akademik ber-ekstensi ac. hal ini menandakan bahwa pemakai domain tersebut merupakan sebuah institusi berlatar belakang akademik. Proses untuk mendapatkan domain untuk institusi akademik membutuhkan beberapa syarat diantaranya: SK pendirian institusi Pengantar dari pejabat berwenang Proses akuisisi domain membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam pada hari kerja. 2Hosting Hosting merupakan sebuah media penyimpanan yang berada di sebuah server. Pada institusi mitra belum memiliki server pribadi untuk proses pengembangan website. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan melakukan sewa server pada jasa provider penyewaan hosting. Beberapa kelebihan dari Tindakan sewa hosting ini adalah kita tidak direpotkan dengan proses pemeliharaan dan pengelolaan server. Jadi kita hanya memakai server sesuai dengan yang kita Proses sewa dapat dilakukan dalam jangka watu tertentu seperti 6 bulan atau 1 tahun atau 2 tahun. Pada saat ini jasa provider penyewaan hosting banyak memberikan paket-paket penyewaan yang dapat kita pertimbangkan terkait dengan fungsi dan kegunaan hasting 3 Cpanel Setelah melakukan proses penyewaan dan akuisisi domain maka kita akan mendapatkan akses Proses ini merupakan proses sewa yang berjangka waktu selama 1 sampai 2 tahun bergantung dari kesepakatan dengan provider. Cpanel merupakan media akses ke server yang disewa untuk meletakkan file dan juga aplikasi yang berhubungan dengan institusi. Dengan Cpanel ini kita dapat membuat subdomain dan juga mengakses database. Beberapa aplikasi tambahan juga termasuk didalamnya. Hak akses Cpanel merupakan hak akses tertinggi pada saat kita mengakses sebuah server. Pengelola memerlukan pengetahuan terkait manajemen Server ini akan dipakai untuk seluruh kepentingan institusi. Gambar 1. Cpanel Hosting Pada gambar 1 dapat dilihat bahwa Cpanel memeberikan berbagai kemudiahan dalam melakukan akses ke server. Kita dapat melakukan manejemen server melalui Graphical User Interface. Cpanel dapat di akses melalui browser. Hal yang menentukan kecepatan akses disini adalah kecepatan jaringan yang dimiliki oleh user. |Page 193 Copyright A 2024. Yunda Heningtyas. Rizky Prabowo. Iqbal Parabi. Tristiyanto Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 190-196 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. 4 Subdomain Subdomain adalah bagian dari domain utama yang digunakan untuk mengatur dan memisahkan berbagai bagian dari sebuah situs web atau layanan online. Subdomain biasanya digunakan untuk membedakan berbagai fungsi atau layanan yang masih berada di bawah satu domain Subdomain dapat dibuat dan dikelola melalui panel kontrol hosting atau DNS provider Anda. Setiap subdomain dapat diarahkan ke server atau IP yang berbeda, memungkinkan fleksibilitas dalam pengaturan infrastruktur. Pelatihan ini menghasilkan 2 subdomain utama dari Yayasan ABC lampung yaitu subdomain untuk institusi STIKES dan juga untuk pengelolaan 5 Evaluasi Proses evaluasi dilakukan dengan baseline hasil observasi awal dangan observasi setelah dilakukan pelatihan. Perbadingan hasil pelatihan dapat dilihat pada table 2. Tabel 2. Perbandingan hasil Sebelum Pelatihan Ada Tidak Ada En Sesudah Pelatihan Ada Tidak Ada En Object Keterangan Eksistensi Website Istitusi Resmi Untuk Institusi Pendidikan Tinggi Ketersediaan SDM Ketersediaan Server Akses Internet SDM bidang IT En En Tempat meletakkan website En En En En Potensi User Jumlah Pengguna En En Biaya Pendanaan En En Table 2 menunjukkan bahwa terdapat perubahan dalam 3 aspek penilaian yaitu eksistensi website, ketersediaan SDM yang mengerti penggunaan atau manajemen server dan juga ketersediaan server itu sendiri. Perubahan ketiga komponen ini merupakan hal minimum yang harus dimiliki peserta supaya dapat mengelola server institusi kedepannya. Tentu saja proses upgrade kemampuan sumberdaya manusia tidak boleh berhenti sampai disini. Proses belajar dan upgrading harus terus dilakukan baik oleh peserta secara individu ataupun oleh institusi. Gambar 2. Pengelolaan server Gambar 2 merupakan proses pelatihan pengelolaan server. Sebelum peserta dapat membuat website, peserta dibakali kemampuan untuk mengelola server. Hal ini dikarenakan website yang |Page 194 Copyright A 2024. Yunda Heningtyas. Rizky Prabowo. Iqbal Parabi. Tristiyanto Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 190-196 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. akan dibangun akan diletakkan di server web yang disewa oleh institusi. Pengelolaan dasar meliputi pembuatan subdomain, penggunaan ssl dan juga penempatan system di server. Gambar 3. Pengembangan website Gambar 3 memperlihatkan dokumentasi proses pengembangan website. Website yang dikembangkan merupakan website utama institusi. Dengan demikian hasil dari pelatihan ini langsung dapat dilihat di server. Selain itu website juga dapat diakses secara langsung melalui domain yang disewa oleh institusi. KESIMPULAN Pelatihan pengembangan website yang telah dilakukan berhasil membantu pengembangan Beberapa indicator dapat dilihat dari beberapa indicator. Indicator pertama terkait dengan eksistensi website resmi institusi. Website resmi institusi telat terbentuk dari mulai penyewaan domain,pengelolaan server, deployment website dan juga pengisian website. Website resmi tersebut bersifat public dan sudah dapat di akses oleh pengguna yang Indicator kedua, terkait dengan kemapuan baru peserta pelatihan terkait manajemen server menggunakan Cpanel. Hal ini meliputi pengelolaan SSL. Domain. Subdomain dan administrasinya. indikator ketiga, terkait dengan server khusus untuk institusi yang didapat dari penyewaan dalam jangka waktu 1 sampai 2 tahun. Proses administrasi penyewaan server dapat diperpanjang ataupun dihetikan sesuai dengan kesepakatan dengan penyedia layanan. DAFTAR PUSTAKA