The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani STIT NU Al-Farabi Pangandaran. haanifitriani@gmail. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 2 July 2025 Hal : 299-310 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 July 2025 Accepted: 22 July 2025 Published: 31 July 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Abstract . This research aims to analyze the implementation of the independent curriculum in shaping the environmental caring character of students at MAN 1 Pangandaran through the strengthening project of Pancasila student profiles (P. This study uses qualitative methods, with subjects consisting of the school principal, vice principal for curriculum. P5 coordinator, and students. The research was conducted at MAN 1 Pangandaran. Data collection techniques used in this study include observation, interviews, and documentation conducted directly in the field. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study can be concluded that the implementation of the independent curriculum through P5 in shaping the environmental caring character is well implemented. The implementation process goes through three stages: interpretation, organization, and Interpretation is carried out with mutual understanding among all parties. Keywords . Curriculum Implementation. Independent Curriculum, and Environmentally Caring Character Abstrak . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum Copyright: A 2023 by the authors. merdeka dalam pembentukan karakter peduli lingkungan peserta Submitted for possible open access didik di Man 1 Pangandaran melalui proyek penguatan profil pelajar publication under the terms and conditions pancasila (P. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, of the Creative Commons Attribution (CC dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala BY) madrasah bidang kurikulum, coordinator P5 dan siswa. Penelitian . ttps://creativecommons. org/licenses/by dilaksanakan di MAN 1 Pangandaran. Teknik pengumpulan data -sa/4. yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan langsung ke lapangan. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi kurikulum merdeka melalui P5 dalam pembentukan karakter peduli lingkungan terimplementasi dengan baik. Proses implementasi ini melalui tiga tahapan yaitu tahapan interpretation, organization, dan aplication. interpretation terlaksana dengan adanya kesepahaman oleh semua pihak yang terlibat dalam pembentukan karakter peduli Organization terlaksana dengan adanya organisasi pelaksana P5. Aplication terlaksana dengan terimplementasinya program-program yang sudah direncanakan. Semua Vol 04 No 2 July 2025 | 299 Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani tahapan tersebut dilaksanakan dengan baik sehingga kurikulum merdeka terimplementasi dan pembentukan karakter peduli lingkungan dapat membuahkan hasil. Kata Kunci . Implementasi Kurikulum. Kurikulum Merdeka, dan Karakter Peduli Lingkungan Pendahuluan Melalui manajemen kurikulum yang baik, implementasi Kurikulum Merdeka, dan komitmen terhadap pendidikan karakter, kita dapat membantu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan moral yang baik. Disamping itu, berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa kita memperioritaskan pendidikan karakter sebagai dasar pembangunan pendidikan. Adanya Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik termasuk pada pendidikan karakter. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dalam Kurikulum Merdeka adalah projek lintas disiplin ilmu yang kontekstual dan berbasis pada kebutuhan masyarakat maupun berbasis masalah di lingkungan sekolah. Berdasarkan pada P5&PPRA dari Kemenag RI bahwasanya profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif saja, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia, yaitu meliputi . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. bergotong royong. berkebhinekaan global. bernalar kritis. kreatif (Astuti et al. , 2. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pusat Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional telah merumuskan 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter yang bersumber dari agama, pancasila, dan budaya (Sekar Ayu Widhi Astuti, 2. Salah satunya adalah karakter peduli lingkungan atau cinta lingkungan. Karakter cinta lingkungan merupakan sikap memperbaiki dan mencegah kerusakan yang terjadi. Cinta dan peduli tersebut dapat ditunjukkan manusia dengan cara menjaga dan mengelola Karakter ini meliputi peduli lingkungan sosial dan lingkungan alam. Melihat fenomena saat ini bahwasanya karakter cinta lingkungan pada anak bangsa semakin menipis, pendidikan karakter peduli lingkungan perlu diterapkan pada era modern saat ini. Oleh sebab itu penelitian ini berfokus pada pembentukan karakter peduli lingkungan melalui program P5 yang diterapkan di MAN 1 Pangandaran. 300 | Vol 04 No 2 July 2025 Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani Program P5 dapat dilakukan melalui budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, pembelajaran kokurikuler, dan kegiatan ekstrakurikuler peserta didik. Sebagaimana penelitian terdahulu. P5 sudah banyak diimplementasikan pada sebagian lembaga pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2022 salah satu sekolah di Kabupaten Purbalingga, tepatnya di Kecamatan Kemangkongan yaitu SMP N 1 Kemangkongan mulai menerapkan program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai bentuk implementasi kurikulum Merdeka. Salah satu program di dalamnya dalah pembentukan karakter peduli lingkungan. Dengan menerapkan program pembentukan karakter peduli lingkungan diharapkan akan dapat membentuk generasi masa depan yang memiliki jiwa kepedulian tinggi terhadap lingkungan, baik lingkungan sosial maupun lingkungan sekitar dan alam. Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Muktamar dkk pada tahun 2024 dengan judul Au Transformasi Pendidikan : Menyelami Penerapan Proyek P5 Untuk Membentuk Karakter Siswa Au. Penelitian ini berfokus pada observasi dan pemecahan masalah Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan P5 pada kurikulum merdeka memiliki potensi besar untuk memperkuat karakter siswa sesuai dengan standar kualifikasi lulusan pembelajaran. Pendekatan P5, yang melibatkan metode proyek dengan fokus pada observasi dan pemecahan masalah lingkungan, mampu membawa dampak positif dalam membentuk siswa menjadi individu yang memiliki nilai-nilai Pancasila yang kuat (Muktamar et al. , 2. Menerapkan dan menumbuhkan karakter peserta didik bukanlah hal yang mudah, perlu bimbingan dan kesabaran untuk mencapai tujuan tersebut. Seperti halnya disebutkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Cici Dwi Jayanti dkk, dengan judul AuPenerapan P5 dengan Tema Hidup Cinta Lingkungan dalam Mengembangkan Karakter dan Peduli Lingkungan pada Siswa Kelas 2 SD Negeri 74 Kota BengkuluAy bahwasanya dalam proses guru dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan anak melalui metode pembiasaan, guru selalu mengingatkan anak yang lupa untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, proses guru dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan pada anak harus dilakukan melalui metode pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang (Cici Dwi Jayanti, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Desta Anggraini dan Nanda Anisa pada tahun 2023 dengan judul AuImplementasi Program P5 Pada Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Vol 04 No 2 July 2025 | 301 Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani Pembentukan Karakter Peserta Didik Di SMAN 2 BengkalisAy. Penelitian ini berfokus pada tema yang gunakan dan bentuk implementasi dalam implementasi P5. Hasil penelitian ini menunjukan Implementasi Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMA Negeri 2 Bengkalis berlangsung dengan baik. Pemilihan tema kegiatan dinilai mampu menumbuhkan ke enam dimensi karakter yang tercantum dalam program P5 diantaranya karakter peduli lingkungan yang dikembangkan melalui tema kemandirian dan cinta lingkungan hidup (Anggraini, 2. Berdasarkan uraian masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum Merdeka melalui pelaksanaan Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. ini dalam upaya pembentukan karakter peduli lingkungan peserta didik di MAN 1 Pangandaran. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpossitivisme atau enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci. Sedangkan menurut Jhon Creswel, penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna di sejumlah individua atau sekelompok orang yang berasal dari masalah sosial. Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian yang membahas tentang kehidupan Masyarakat. Sejarah, tingkah laku, konsep atau fenomena, masalah sosial dan lain-lain. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument, yaitu peneliti itu sendiri. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai di balik data yang tampak. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi ( gabungan observasi, wawancara dokumentasi ) , data yang diperoleh cenderung data kualitatif, analisis data bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil penelitian dapat bersifat temuan potensi dan masalah, keuinikan obyek, makna suatu peristiwa, proses dan interaksi sosial, kepastian kebenaran data, konstruksi fenomena, dan temuan hipotesis. 302 | Vol 04 No 2 July 2025 Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani Diskusi dan Pembahasan Proses Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dalam Membentuk KarakterPeduli Lingkungan pada Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Berdasarkan data yang diperoleh penulis melalui hasil penelitian dilapangan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan di MAN 1 Pangandaran. Maka pada bab ini penulis akan mengemukakan hasil penelitian sekaligus membahas sesuai dengan tujuan penelitian. Implementasi kurikulum adalah proses pengaplikasian rencana pendidikan yang telah dirancang oleh manajemen sekolah yaitu wakil kepala bidang kurikulum ke dalam praktik pengajaran di lapangan. Pentingnya implementasi kurikulum mencakup berbagai aspek yang esensial untuk keberhasilan Pendidikan. Implementasi kurikulum ini berdasar pada kebijakan yang sudah diterapkan, yaitu kebijakan penerapan kurikulum Merdeka di lembaga pendidikan MAN 1 Pangandaran. Kebijakan memberikan kerangka kerja dan dukungan yang diperlukan, sementara implementasi kurikulum menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam praktik nyata di lapangan. Seperti dinyatakan oleh Miller and Seller bahwa implementasi kurikulum yaitu:Aysuatu proses peletakan ke dalam praktik tentang suatu ide, program atau seperangkat aktivitas baru bagi orang dalam mencapai atau mengharapkan suatu perubahan. (Rino Rusdi, 2. Dalam hal ini penulis akan membahas bagaimana implementasi kurikulum Merdeka dalam pembentukan karakter peduli lingkungan di MAN 1 Pangandaran dengan menganalisis program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. menggunakan teori implementasi kurikulum Seller and Miller dan teori implementasi kebijakan menurut Charles O. Jones (Baidowi, 2. Tahap atau proses implementasi kurikulum . menurut Charles O. Jones, diantaranya : Interpretasi Interpretasi merupakan tahap penjabaran kebijakan yang akan diterapkan oleh lembaga nantinya. Dalam hal ini kepala sekolah menyampaikan kebijakan terkait kurikulum yang akan diterapkan di MAN 1 Pangandaran. Vol 04 No 2 July 2025 | 303 Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani Penjabaran Kebijakan Sekolah MAN 1 Pangandaran mempertimbangkan pelaksanaan kebijakan tersebut sebagai langkah meningkatkan karakter peserta didik yang diantaranya adalah karakter peduli lingkungan. Berdasarkan kebijakan dari kemendikbud secara umum dan dari kementerian agama secara khusus. MAN 1 Pangandaran ditunjuk sebagai piloting untuk menerapkan kurikulum Merdeka dari Kementerian Agama di tingkat MA Kabupaten Pangandaran. Hal itu dibuktikan dengan adanya SK dari Kementerian Agama yang menunjukan bahwa MAN 1 Pangandaran ditunjuk sebagai salah satu pelaksana Kurikulum Merdeka pertama di Tingkat MA Kabupaten Pangandaran Tahun Pelajaran 2023/ 2024. Implementasi kurikulum meredeka di MAN 1 Pangandaran berdasar pada kebijakan pemerintah yaitu Menristek Dikti No. 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum, kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah dan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3881 Tahun 2022 tentang Madrasah Pelaksana Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2022/ 2023. Komunikasi-Sosialisasi Komunikasi mengimplementasikan kebijakan baru di lingkungan sekolah, termasuk kebijakan terkait Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di MAN 1 Pangandaran. Dalam hal ini Kepala sekolah dan wakamad bidang kurikulum berperan sebagai kumunikator yang menyampaikan bahwasanya terdapat kebijakan yang dikeluarkan oleh kemendikbudristak serta Kemenag terkait Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2023/2024. Penyampaian kebijakan tersebut dilakukan dengan cara mengadakan rapat dan sosialisasi terkait Implementasi Kurikulum Merdeka di MAN 1 Pangandaran. Rapat dilakukan secara bertahap, pertama rapat dengan semua staf sekolah yang didalamnya kepala sekolah menyampaikan detail kebijakan Kurikulum Merdeka P5 kepada seluruh staf sekolah, termasuk guru, tenaga administrasi, dan staf Kedua, rapat khusus tim kurikulum yang bertujuan untuk membentuk dan membahas rencana implementasi kurikulum lebih mendalam dengan tim yang terdiri dari perwakilan guru dari berbagai mata pelajaran. Pada rapat ini dibahas mengenai 304 | Vol 04 No 2 July 2025 Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani rencana pelaksanaan kurikulum, pembagian tanggung jawab, dan penyusunan materi Setelah dilakukan rapat dan menghasilkan sebuah keputusan pelaksanaan kurikulum merdeka di MAN 1 Pangandaran, maka tahap selanjutnya wakamad bidang kurikulum berkomunikasi dengan para koordinator untuk membuat program-program sesuai dengan tema yang ditentukan. Dalam pembentukan karakter peduli lingkungan maka koordinator tema yang berkaitan akan membuat program yang merujuk pada karakter peduli lingkungan dan nantinya disampaikan pada peserta didik. Penyampain kebijakan dalam setiap rapat dan sosialisasi disampaikan secara lisan oleh kepala sekolah dan dibantu dengan menggunakan media pendukung baik itu platform digital, dokumen pendukung, video, website atau media sosial lainnya. Proses komunikasi-sosialisasi ini sudah dilaksanakan dengan baik memenuhi unsur komunikasi seperti disebutkan oleh Lasswell bahwa komunikasi meliputi lima unsur, yakni: 1. Komunikator 2. Pesan 3. Media 4. Komunikan 5. Efek, (Unique, 2. Kepala sekolah dan wakamad bidang kurikulum berperan sebagai komunikator, pesan yang disampaikan adalah perihal kebijakan implementasi kurikulum merdeka di MAN 1 Pangandaran disampaikan kepada guru-guru dan peserta didik secara lisan dibantu dengan media pendudkung lainnya sehingga terbentuklah kesepakatan pelaksanaan implementasi kurikulum di MAN 1 Pangandaran. Dalam penyampaian kebijakan kurikulum Merdeka dan P5 ini Kepala sekolah dan wakamad kurikulum menggunakan teknik pendekatan Mutual Adaption. Pendekatan ini memiliki ciri pokok dalam implementasinya adalah pelaksana mengadakan penyesuaian-penyesuain berdasarkan kondisi riel, kebutuhan dan tuntutan perkembangan secara kontekstual. (Rino Rusdi, 2. Dalam artian, kepala madrasah dan wakamad bidang kurikulum dalam menyampaikan segala kebijakan disesuaikan dengan kondisi riel para guru, keadaan sekolah, dan dana yang ada. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tahap interpretasi sudah terpenuhi dengan adanya penjabaran terkait kurikulum meredeka melalui proses komunikasi-sosialisasi yang pada akhirnya memberikan pemahaman kepada para pihak-pihak terlibat bahwasanya dengan diterapkannya kurikulum merdeka akan mendukung proses pembentukan karakter peduli lingkungan di MAN 1 Pangandaran. Vol 04 No 2 July 2025 | 305 Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani Organisasi (Organizatio. Bentuk Organisasi Pelaksana Kebijakan Bentuk organisasi pelaksana kebijakan implementasi di sekolah merujuk pada struktur dan susunan tim atau individu yang bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan dan program yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Pembentukan organisasi pelaksana implementasi kurikulum Merdeka di MAN 1 Pangandaran sangat diperlukan dalam mendukung proses implementasi tersebut. Organisasi inilah yang nantinya akan membuat dan menjalankan ketentuan yang sudah ditetapkan. MAN 1 Pangandaran membentuk TIM Khusus pelaksana kurikulum Merdeka P5 yang diketuai langsung oleh wakamad bidang kurikulum Bapak Juhana Arif S. Pd. Pd. sekretaris yang dijabat oleh Ibu Puji Nurwahyuni S. Pd dan beberapa anggota yang bertugas dalam menentukan tema yang akan diterapkan di MAN 1 Pangandaran dalam satu tahun ajaran. TIM khusus ini membentuk koordinator dan fasilitator yang akan terjun langsung membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam pelaksanaan P5. Koordinator mengelola proyek, memfasilitasi pendidik dan peserta didik, memastikan kolaborasi pembelajaran antar mata pelajaran, serta memastikan tujuan dan asesmen pembelajaran sesuai dengan kriteria keberhasilan proyek. Fasilitator bertugas memfasilitasi peserta didik dalam menjalankan projek yang sesuai dengan minatnya, dengan pilihan cara belajar dan produk belajar yang sesuai dengan preferensi peserta Penetapan SOP SOP adalah dokumen tertulis yang menjelaskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk melaksanakan kegiatan atau proses tertentu. Dalam hal ini MAN 1 Pangandaran memiliki acuan dalam pelaksanaan kurikulum yang nantinya menjadi margin dalam proses pembelajaran yaitu Kurikulum Operasional Madrasah (KOM). KOM adalah bentuk penjabaran dari kurikulum nasional yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan spesifik madrasah. KOM dirancang untuk memastikan bahwa pendidikan di madrasah tetap relevan, kontekstual, dan mampu memenuhi tuntutan lokal serta nilai-nilai keagamaan. 306 | Vol 04 No 2 July 2025 Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani Penetapan Sumber Daya Keuangan dan Peralatan Memastikan keberhasilan projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di MAN 1 Pangandaran diperlukan sumber dana yang memadai. Dana tersebut digunakan untuk mendukung terlaksananya projek dengan maksimal. Terdapat beberapa sumber dana yang digunakan. Pertama. Anggaran dari sekolah yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan P5 namun hanya diberikan untuk kebutuhan yang bersifat umum, penyedian kebutuhan proyek yang umum, untuk melengkapi kekurangan itu peserta didik diarahkan untuk mencari dana mandiri dengan kreatifitasnya masing-masing. Kedua. Dana mandiri yang dikeluarkan oleh peserta didik dalam menyelesaikan projek P5, dana mandiri tersebut bisa diakomodir dengan pengadaan uang kas kelas yang sebelumnya disepakati untuk bisa digunakan dalam pengerjaan tugas-tugas P5 dan Ketiga. Peserta didik bisa menyelesaikan projek tanpa mengeluarkan biaya jika projek yang tugaskan memang bisa terselesaikan dengan kreatifitas anak saja. Penyusunan Program Kerja Penyusunan program kerja P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. adalah proses perencanaan strategis yang mencakup identifikasi tujuan, pengembangan rencana tindakan, dan pengalokasian sumber daya untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat profil pelajar Pancasila di sekolah. Koordinator yang sudah dibentuk tim khusus pelaksana P5 MAN 1 Pangandaran, melakukan penyusunan program kerja sesuai dengan tema yang sudah ditentukan. Dalam pembentukan karakter peduli lingkungan, diterapkan beberapa tema yang mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan diantaranya tema perubahan iklim global, kewirausahaan, dan hidup berkelanjutan. Dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekolah, sumber daya manusia, dana yang dibutuhkan, penyesuaian kalender akademik dan disesuaikan dengan tujuan maka dibuat program kerja sesuai tema dan analis tersebut. Pembuatan program kerja dilakukan oleh masing-masing Rincian Program Kerja Rincian program kerja adalah dokumen atau daftar yang berisi detail tentang berbagai kegiatan, langkah-langkah, dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu proyek atau program. Rincian program kerja yang sudah terlaksana dalam proses pembentukan karakter peduli lingkungan di MAN 1 Vol 04 No 2 July 2025 | 307 Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani Pangandaran diantaranya adalah program daur ulang barang bekas, pengelolaan sumber daya alam lokal, dan pembuatan pupuk kompos. Penyusunan Jadwal Penyusunan jadwal program P5 MAN 1 Pangandaran dari setiap tema dilakukan oleh masing-masing koordinator disesuaikan dengan kalender akademik yang Program kerja yang sudah dibuat dan disepakati ditinjau untuk disesuaikan jadwal pelaksanaannya. Adanya jadwal pelaksanaan program menjadi sebuah acuan agar program yang sudah dibuat terlaksana dengan efektif dan efisien, memberikan struktur dan arah sehingga dapat terlihat program yang menjadi prioritas, memastikan bertabrakan,mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan menghindari pemborosan sumber daya dengan menjadwalkan kegiatan secara tepat, serta meningkatkan pengawasan dan kontrol. Manajemen Pelaksanaan Manajemen pelaksanaan kebijakan adalah proses yang melibatkan berbagai langkah untuk memastikan bahwa kebijakan yang telah dirumuskan dapat diimplementasikan dengan efektif dan efisien. Program yang sudah dilaksanakan dalam pembentukan karakter Peduli Lingkungan melalui tema kearifan lokal, tema kewirausahaan dan tema hidup berkelanjutan. Faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dalam membentuk karakter peduli lingkungan peserta didik di MAN 1 Pangandaran Dalam Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. tidak selamanya mengalami kelancaran, ada beberapa faktor yang dapat mendukung dan menghambat keberhasilan dari sebuah perencanaan yang direncanakan. MAN 1 Pangandaran memiliki beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam mendukung terlaksananya proses implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dalam pembentukan karakter peduli lingkungan, diantaranya sebagai berikut: Faktor Pendukung Faktor pendukung proses implementasi P5 adalah adanya dukungan dari pemerintah sejak awal yang mendukung diterapkannya kurikulum merdeka di MAN 1 Pangandaran. Penempatan sumber daya manusia yang sesuai dengan kompetensinya 308 | Vol 04 No 2 July 2025 Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik di MAN 1 Pangandaran Hani Pitriani menduduki jabatan, sumber daya alam dan letak geografis sekolah yang menyediakan dan mempermudah pelaksanaan proyek-proyek P5 serta kerja sama yang terjalin antara guru dengan guru, guru dengan murid, bahkan murid dengan murid. Hal tersebut sangat mendukung proses implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam pembentukan karakter peduli lingkungan di MAN 1 Pangandaran. Faktor Penghambat Faktor penghambat implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam pembentukan karakter peduli lingkungan di MAN 1 Pangandaran antara lain dapat ditemukan : Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang isu-isu lingkungan dan pentingnya menjaga lingkungan, keterbatasan dana sekolah, minimnya dukungan dari pihak orang tua dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai program P5 yang memang banyak membuat projek-projek, keterbatasan waktu yang ada dan berkecenderungan lebih melaksanakan program yang sifatnya insidental serta sifatnya penting, mendesak dan tidak tertulis dalam program kerja sekolah. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian terkait Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentuka Karakter Peduli Lingkungan Peserta didik di MAN 1 Pangandaran dengan menganalisis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila mendapatkan kesimpulan bahwa Implementasi kurikulum Merdeka dalam hal ini yang menjadi sebuah kebijakan di MAN 1 Pangandaran mempunyai dan menjadi peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik, termasuk karakter peduli lingkungan melalui program-program yang mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan. Melalui tahapan pelakasanaan kebijakan kurikulum yang sudah dilaksanakan meliputi tahap Interpretasi. Organization, dan Application. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat diimplementasikan dan mencapai hasil yang diharapkan. Referensi