Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Volume 4. Nomor 1. Mei 2023 E-ISSN. Website: https://ejurnal. id/index. php/edukasitematik/index DOI: https://doi. org/10. 59632/edukasitematik. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PKN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Agni Zein Fauziah Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Tasikmalaya Email Korespondensi: agnizeinfauziah@upi. eduuO Info Artikel Histori Artikel: Masuk: 22 Desember 2022 Diterima: 20 April 2023 Diterbitkan: 08 Mei 2023 Kata Kunci: Implementasi Pembelajarn. PKn. Karakter. Siswa SD. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan sangat penting untuk pendidikan karakter sehingga implementasinya dapat membantu dalam pembentukan karakter generasi bangsa di Indonesia. Melalui pendidikan karakter peserta didik diajarkan untuk memiliki sikap dan perilaku yang baik. Pendidikan karakter bertujuan untuk kembali menghidupkan karakter warga negara yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, antara lain nilai ketaqwaan, nilai keimanan, nilai kejujuran, nilai kepedulian, hingga nilai etika atau sopan santun. PKn merupakan salah satu sarana yang tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai dalam pendidikan karakter kepada peserta didik, karena tujuan PKn pada dasarnya adalah untuk menciptakan peserta didik menjadi warga negara yang demokratis dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, pembelajaran PKn dapat diimplementasikan untuk membentuk karakter generasi muda Indonesia terutama mulai dari peserta didik di Sekolah Dasar. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha sadar dan yang direncanakan untuk mewujudkan suasana belajar yang kondusif. Pemberian pendidikan kepada peserta didik di Indonesia salah satunya bertujuan untuk pemupukan nilai-nilai sikap dan kepribadian sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung didalam silasila Pancasila. Dalam lingkup Pendidikan Nasional. Pendidikan Kewarganegaraan dijadikan sebagai suatu wadah untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. Pendidikan kewarganegaraan adalah suatu mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan oleh pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia diharapkan mampu mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen yang kuat dan konsisten untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia (Fryska, 2. Proses perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai dengan semakin pesatnya persaingan daya saing antar bangsa yang semakin ketat, maka bangsa Indonesia mulai memasuki era globalisasi di berbagai bidang pendidikan menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis (Pertiwi, dkk. Dalam proses perjalanan bangsa menuju masyarakat yang beradab, pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu mata pelajaran di persekolahan perlu beradaptasi dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang mengalami proses globalisasi. Pergeseran tren kehidupan dalam diri pelajar di Indonesia menjadi sebuah masalah yang sangat penting bagi dunia Berbagai kasus yang melibatkan remaja . ering disebut dengan kenakalan remaj. mulai mengkhawatirkan para orang tua. Persoalan ini pada dasarnya menjadi sebuah tanggung jawab utama untuk seluruh bagian dari pihak-pihak dalam sebuah lembaga pendidikan (Hardini, 2. Tidak bisa Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 4. Nomor 1. Mei 2023 | E-ISSN 2746-8011 dipungkiri bahwa manusia Indonesia saat ini, khususnya remaja, dihadapkan pada problema kemerosotan moral. Persoalan ini seolah-olah melengkapi persolan yang sebelumnya sudah ada, seperti lemahnya penegakan hukum, korupsi yang semakin merebak, kolusi dan nepotisme. Bahkan etika politik kalangan pejabat pemerintahan dan penyelenggara negara dewasa ini juga sangat mengecewakan Ingkar janji hingga tidak mengabaikan suara rakyat sudah lumrah dilakukan oleh pejabat negara. Pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma barunya tugasnya yaitu mengembangkan pendidikan demokrasi tiga fungsi pokok, yakni mengembangkan kecerdasan warga negara, melatih keterampilan warga negara dan membentuk kepribadian warga negara. Selanjutnya, untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu misi-misi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma baru pendidikan kewarganegaraan (Juliardi, 2. Berdasarkan pendapat di atas dapat analisis bahwa PKn sebagai program pembelajaran yang tidak hanya sosok program pola KBM yang mengacu pada aspek kognitif saja, melainkan secara utuh dan menyeluruh yakni mencakup aspek afektif dan psikomotor. Selain aspek-aspek tersebut PKn juga mengembangkan pendidikan nilai dan moral. Dimana, pendidikan moral yang saat ini terjadi pada siswa SD sudah semakin merosot. Dalam proses pembelajaran, pendidikan karakter harus diterapkan, maka lembaga pendidikan wajib dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran. Pendidikan karakter adalah sebagai usaha yang ada dalam membentuk, mengembangkan, dan memberikan arahan kepada seseorang ataupun sekelompok orang untuk berperilaku sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku sehingga mempunyai karakter yang baik dan akhlak yang terpuji. Bagi dunia pendidikan yang ada, implementasi pendidikan menjadi hal yang sangat urgensi sehingga diharapkan institusi pendidikan bisa menerapkan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Pentingnya pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini menjadi dasar yang sangat penting untuk siswa sekolah dasar. Tetapi pada kenyataannya kesadaran akan negara dan moral di Indonesia sangatlah memprihatinkan, dan pada umumnya itu terjadi pada anak sekolah yang dibekali pelajaran Kesadaran pada diri anak haruslah menjadi bekal utama untuk memberikan pendidikan tersebut. Untuk itu, kita sebagai calon guru sekolah dasar hendaknya kita juga ikut berpartisipasi dalam meningkatkan perkembangan mutu pendidikan di Indonesia. Terlebihnya kita harus menjadi guru yang profesional yang bisa memberikan pendidikan karakter yang baik pada siswa sekolah dasar. Melatih siswa-siswa untuk aktif dalam proses belajar, tanggap dengan materi yang Berdasarkan realita di atas, sungguh sangat ironis sekali. Kepada siapa lagi generasi muda harus meniru, sementara generasi di atas mereka yang seharusnya menjadi teladan belum bisa menunjukkan sikap yang patut untuk diteladani. Inilah yang disebut dengan krisis moral. Moral seolah-olah sudah tidak ada lagi. Moral tidak lagi diagungkan. Kehidupan kebangsaan dan kenegaraan dewasa ini, yang dihinggapi berbagai krisis moral, maka menjadi sangat penting untuk direalisasikan pembangunan karakter bangsa melalui proses pendidikan. Dalam hal ini. Pendidikan Kewarganegaraan (PK. diharapkan dapat menjadi wahana pembangunan kembali karakter bangsa yang mulai terkikis. Maka dari itu pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah terutama di jenjang sekolah dasar perlu menyesuaikan dan meningkatkan dengan tuntutan masyarakat luar. Dengan perkembangan zaman yang semakin canggih dan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, kita sebagai warga negara Indonesia perlu meningkatkan daya saing baik dalam meningkatkan ilmu pengetahuan, maupun Maka tentu yang dibutuhkan dalam kondisi seperti adalah pendidikan karakter. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kajian Pustaka, literatur review. Kajian pustaka ini merupakan penelitian yang mengkaji atau meninjau secara kritis pengetahuan. Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 4. Nomor 1. Mei 2023 | E-ISSN 2746-8011 gagasan, atau temuan yang terdapat di dalam tubuh literatur berorientasi akademik . cademic-oriented literatur. , serta merumuskan kontribusi teoritis dan metodologisnya untuk topik tertentu. HASIL DAN PEMBAHASAN Membina moral yang diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung persatuan bangsa dalam masyarakat yang beraneka ragam kepentingan, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran, pendapatan, ataupun kepentingan di atas melalui musyawarah dan mufakat, serta perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, permasalahan yang peneliti dapatkan adalah praktek pendidikan dalam pembelajaran PKn yang berlangsung di kelas pada saat ini hanyalah sebatas pendidikan yang berorinetasi pada pencapaian tujuan kognitif atau pengetahuan saja. Sedangkan afektif, hal yang berkaitan dengan proses pembentukan karakter siswa cenderung diabaikan. Kelemahan pembelajaran PKn dalam perspektif pendidikan karakter dipertegas lebih rinci seperti kegiatan berpusat pada pendidik . eacher cente. , orientasi pada hasil lebih kuat, kurang menekankan pada proses, bahan disajikan dalam bentuk informasi, posisi siswa dalam kondisi pasif siap menerima pelajaran, pengetahuan lebih kuat daripada sikap dan keterampilan, penggunaan metode terbatas pada situasi pembelajaran tidak menyenangkan dan satu arah. Berdasarkan hal di atas, maka perlu perbaikan pembelajaran PKn dalam mengembangkan karakter siswa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kita harus mampu melakukannya yang bisa menginternalisasikan nilai-nilai karakter yang ada karena penanaman nilai-nilai karakter tidak cukup hanya sekedar diajarkan tetapi juga harus dikembangkan serta diimplementasikan. Pembahasan mengenai karakter merupakan hal yang sangat penting dan mendasar. Karakter terbentuk melalui suatu proses dan merupakan hal urgen yang akan sangat mempengaruhi masa depan kehidupan seseorang. Tidak hanya itu, karakter yang dimiliki oleh seseorang juga akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada kelompok di mana dia berada, baik itu kelompok kecil seperti keluarga, hingga kelompok besar seperti masyarakat, bangsa, bahkan negara. Hal ini jelas menunjukkan bahwa kumpulan karakter dari individu-individu lah yang akan mempengaruhi kesejahteraan suatu bangsa. Karakter merupakan kekuatan dan kemudian yang akan mengendalikan kehidupan suatu bangsa agar tidak terombang-ambing. Jika warga suatu negara memiliki karakter yang baik maka masa depan negara tersebut kemungkinan besar akan baik. Perkembangan moral anak-anak di Indonesia sekarang ini sangat minim sekali. Dari anak-anak kalangan bawah maupun anak-anak kalangan atas, sikap mereka terhadap negara kurang ikut berpartisipasi dalam menjaga keutuhan negara. Jenjang pendidikan sekolah dasar merupakan pondasi untuk pembentukan karakter bangsa yang baik dan berguna (Pertiwi, dkk. Dengan adanya Pendidikan Kewarganegaraan ini diharapkan anak-anak di Indonesia bisa memperbaiki moral mereka dengan kesadaran dirinya sendiri. Itupun orang tua dan pemerintah juga harus ikut berpartisipasi dalam mendukung perbaikan moral anak-anak Indonesia. Persoalan karakter terjadi hampir pada setiap elemen yang ada, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat umum, bahkan para pejabat yang merupakan wakil rakyat di pemerintahan. Persoalan karakter yang nampak pada buruknya tingkah laku warga negara kita, dapat kita lihat dari pemberitaan yang ada di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik (Syam, 2. Hampir setiap hari, seakan tiada henti media massa memberitakan tentang kejahatan yang dilakukan oleh warga negara kita, baik itu kejahatan biasa maupun kejahatan yang luar biasa yang sebenarnya sudah sangat sulit untuk ditoleransi. Sejauh ini, membahas mengenai solusi dari setiap permasalahan karakter yang Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 4. Nomor 1. Mei 2023 | E-ISSN 2746-8011 ada, pendidikan masih menjadi bidang yang paling efektif dan efisien dalam usaha pembentukan karakter baik pada generasi muda . Pembangunan karakter bangsa dijadikan sebagai arus utama dalam pembangunan nasional. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap upaya pembangunan harus selalu diarahkan untuk memberi dampak positif terhadap pengembangan karakter. Sesungguhnya, hal tersebut secara konstitusional telah tercermin dari misi pembangunan nasional (Hardini, 2. Selanjutnya, perhatian pemerintah akan permasalahan karakter juga dapat dilihat dari adanya penyusunan grand design pendidikan karakter pada tahun 2010. Pada grand design tersebut pemerintah menguraikan mengenai nilai-nilai karakter yang harus dimiliki siswa dan strategi melaksanakan pendidikan karakter tersebut. Pada grand design pendidikan karakter 2010, diuraikan bahwa pada lingkungan sekolah terdapat empat pilar yang dapat dijadikan wadah penanaman nilai-nilai karakter, yaitu kegiatan belajar mengajar di kelas yang terintegrasi pada setiap mata pelajaran, kegiatan keseharian dalam bentuk budaya satuan pendidikan . chool cultur. , kegiatan ekstrakurikuler, serta kegiatan keseharian di rumah, dan dalam masyarakat. Pembelajaran di kelas dapat mengintegrasikan nilai-nilai karakter yang hendak dicapai pada tiap tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, termasuk juga dalam pembelajaran PKn. Apalagi dalam hal ini, peran mata pelajaran PKn merupakan leading sector dari pendidikan karakter sudah jelas harus mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam kegiatan belajar mengajarnya karena hal tersebut sudah jelas diuraikan dalam tujuan pembelajaran PKn (Pertiwi, dkk. Mata pelajaran PKn sesungguhnya merupakan salah satu mata pelajaran yang kaya akan nilai-nilai karakter. PKn merupakan salah satu leading sector dari pembelajaran berkarakter. Oleh karena itu tujuan karakter yang ditetapkan dalam pembelajaran PKn sesungguhnya merupakan dampak instruksional yang ingin dicapai bukan hanya sebatas dampak pengiring saja. Namun, pada kenyataan saat ini PKn seakan menjadi mata pelajaran yang tidak dianggap begitu penting karena pelajaran PKn hanya sebatas pada kegiatan menghafal materi dan kurang mampu menjalankan fungsinya sebagai leading sector dari pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk mengembangkan potensi individu warga negara Indonesia yang memiliki wawasan, disposisi, serta keterampilan intelektual dan sosial kewarganegaraan yang memadai, yang memungkinkan untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (Dewi. Selain itu. PKn juga memiliki fungsi sebagai wahana untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang setia kepada Bangsa dan Negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan amanat yang terkandung dalam Pancasila. Upaya yang dilakukan untuk membangun karakter bangsa dengan melalui pengenalan dan pemahaman nilai yang berlaku pada bangsa Indonesia ini. Pembangunan karakter bangsa juga menjadi tujuan masa depan bangsa kita agar karakter siswa menjadi lebih baik dan bisa menjadi penerus bangsa. Masa depan bangsa Indonesia ditentukan oleh siswa yang mempunyai karakter baik. Kalau siswa yang tidak memiliki karakter baik jadi apa bangsa kita dengan dipimpin oleh orang yang tidak mempunyai karakter Untuk itu sekolah-sekolah sekarang juga menerapkan nilai karakter yang ada pada diri mereka Dalam dunia pendidikan, karakter juga masuk dalam penilaian sekolah, itu termasuk upaya yang dilakukan agar karakter bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Telah banyak upaya yang dilakukan untuk memperbaiki karakter bangsa Indonesia. Salah satunya yaitu penilaian karakter yang dilakukan di sekolah-sekolah. Meskipun telah ada nilai karakter di sekolah tetap saja banyak perilaku siswa yang tak sesuai karakter atau perilaku siswa yang tidak baik. Salah satu upaya untuk memperbaiki moral siswa saat ini, di mana moral siswa sekarang sudah turun, dengan adanya pelajaran PKn mengenai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai perilaku yang baik dan benar, maka diharapkan bisa memperbaiki mental anak Ae anak . Sekolah sebagai tempat untuk mendidik siswa bukan hanya pendidikan kognitifnya saja yang perlu diajarkan, tetapi pelajaran moral juga perlu diterapkan di dalam sekolah. Sehingga siswa Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 4. Nomor 1. Mei 2023 | E-ISSN 2746-8011 bisa mendapatkan pelajaran kognitif dan juga moral agar ketika siswa bergaul maupun berkumpulan dengan masyarakat memiliki perilaku yang baik. Di lembaga pendidikan maupun di luar itu, pendidikan karakter harus di berikan sedini mungkin. Mulailah dari keluarga dan kemudian dapat dibantu serta dikembangkan oleh pendidik di lembaga pendidikan formal yang dimulai dari jenjang pendidikan dasar (SD) bahkan dari pendidikan dini (PAUD). Keberhasilan Dalam pendidikan karakter di SD dapat berpengaruh sampai dia tumbuh dewasa, karena pada saat itu anak mulai bisa mengenal hal Ae hal yang baik dan juga buruk, dengan bimbingan yang baik maka siswa akan bisa berperilaku dengan baik dan kualitas pendidikannya meningkat dan berkembang. Dapat diketahui bahwa karakter tersusun oleh tiga bagian yang diantaranya saling berkaitan. Ketiga diantaranya ialah moral knowing atau pengetahuan moral, moral feeling atau perasaan moral, serta moral behavior atau perilaku moral. Karakter yang baik pada dasarnya tersusun dari pengetahuan mengenai kebaikan, keinginan kepada kebaikan, dan juga berbuat kebaikan. Namun, esensi pendidikan karakter memiliki makna yang lebih tinggi dari sekedar hanya dikatakan sebagai pendidikan moral. Karena pendidikan karakter tidak hanya menitikberatkan pada persoalan benar dan salah, tetapi juga mengenai bagaimana menanamkan kebiasaan hal-hal baik dalam hidup agar peserta didik memiliki tingkat kesadaran dan pemahaman yang tinggi, serta perhatian dan komitmen untuk menerapkan halhal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengimplementasian pendidikan karakter pada pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dapat terlihat mulai dai awal pembelajaran sampai kepada kegiatan penutup. Proses pengimplementasian nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dapat dilakukan dengan tahapan berikut, yaitu perencanaan proses yang mana pengimplementasian nilai-nilai pendidikan karakter dilakukan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat oleh Kemendikbud. Implementasi nilai pendidikan karakter pada saat proses pembelajaran di kelas berpacu kepada kompetensi dasar dan indikator. Dalam pembuatan silabus dan RPP memuat nilai-nilai pendidikan karakter yang akan dimasukan ke dalam indikator pembelajaran, sehingga nantinya nilai pendidikan karakter yang termuat dalam indikator akan dilakukan pada saat proses pembelajaran. Dengan kata lain, pada proses pembuatan RPP pendidik juga harus bisa memperhatikan indikator pencapaian pembelajarannya. Sehingga, dari indikator tersebut pendidik dapat mengetahui nilai karakter apa saja yang perlu diadakan pada proses pembelajaran di kelas. Kemudian pelaksanaan yaitu pada proses pelaksanaan pengimplementasian nilai pendidikan karakter pada peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Dalam melakukan implementasi nilai pendidikan karakter pada proses pembelajaran dapat dilakukan melalui strategi pembelajaran sebagai berikut, diantaranya . ceramah, . demonstrasi, . diskusi, . simulasi, dan . praktik pengalaman belajar lapangan. Selain dengan menerapkan strategi seperti yang telah disampaikan di atas pemilihan media pembelajaran juga dapat mempengaruhi proses pembelajaran (Hardini, 2. Oleh karena itu, diperlukannya pemilihan media pembelajaran yang sesuai dan tepat dengan kebutuhan peserta didiknya agar bisa mencapai tujuan pembelajaran yang Implementasi pendidikan karakter melalui PKn di setiap jenis dan jenjang pendidikan dapat dilakukan dengan cara pendidikan karakter terintegrasi pada setiap materi PKn, dengan sendirinya setiap materi yang ada diberi bobot pendidikan karakter (Juliardi, 2. Pendidik menyusun rencana pembelajaran dengan mengaitkan perilaku aspek nilai karakter pada indikator dan tujuan pembelajaran serta bahan belajar PKn. Kemudian pelaksanaan pembelajaran PKn dengan bahan belajar tentang nilai karakter diuraikan pada proses belajar mengajar melalui 3 tahapan, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Pada pendahuluan perilaku karakter disajikan melalui apersepsi pada kegiatan sehari-hari peserta didik atau pengalaman mereka terhadap perilaku serta sikap. Selanjutnya dalam kegiatan inti disajikan melalui contoh atau penugasan sehingga secara langsung maupun tidak langsung peserta didik belajar berbagai perilaku tentang nilai karakter bersama peserta didik lainnya. Berikutnya pada kegiatan Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 4. Nomor 1. Mei 2023 | E-ISSN 2746-8011 penutup disimpulkan perilaku apa saja yang harus dikuasai peserta didik setelah mempelajari konsep Jadi, dalam proses pembelajaran PKn, pendidik harus mampu menciptakan watak atau karakter kepada setiap peserta didik. Serta evaluasi pembelajaran PKn yang menerapkan nilai-nilai karakter dilakukan pada pembentukan karakter. Dengan melihat hasil tugas mingguan yang berupa tugas peningkatan karakter/sikap yang dibuat oleh peserta didik, terlihat perubahan dan peningkatan pada diri mereka secara bertahap setiap minggunya. Contoh, untuk membentuk karakter tanggung jawab, peserta didik yang tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok diberi hukuman yang disepakati PENUTUP Pendidikan karakter menjadi salah satu hal yang penting dalam menciptakan generasi bangsa di Indonesia. Melalui pendidikan karakter peserta didik diajarkan untuk memiliki sikap dan perilaku yang Pendidikan karakter bertujuan untuk kembali menghidupkan karakter warga negara yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, antara lain nilai ketaqwaan, nilai keimanan, nilai kejujuran, nilai kepedulian, hingga nilai etika atau sopan santun. PKn merupakan salah satu sarana yang tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai dalam pendidikan karakter kepada peserta didik, karena tujuan PKn pada dasarnya adalah untuk menciptakan peserta didik menjadi warga negara yang demokratis dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, pendidikan karakter tepat diimplementasikan melalui PKn dalam membentuk akhlak generasi muda. DAFTAR PUSTAKA