Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 Peran Artificial Intelligence dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar: Studi Literatur Ubennia LuthfiatussaAodia Universitas Negeri Surabaya 24111744062@mhs. Rita Yuliyaningsih Universitas Negeri Surabaya 24111744047@mhs. Oktavia Ramadhani Universitas Negeri Surabaya 24111744068@mhs. Tisa Suci Murandari Universitas Negeri Surabaya 24111744053@mhs. Muhammad Imaduddin Universitas Negeri Surabaya imaduddinmuhammad@unesa. Vit Ardhyantama Universitas Negeri Surabaya vitardhyantama@unesa. Hana Andriningrum Universitas Negeri Surabaya hanaandriningrum@unesa. Abstract The development of Artificial Intelligence (AI) technology has brought significant changes across various sectors, including This article critically analyzes the role of AI in improving the quality of Natural Science (IPA) learning in Elementary Schools through a literature review approach. systematic literature review was conducted on national and international journals, books, and scientific proceedings Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 published between8 2014Ae2026. Using the PRISMA 2020 framework, 560 articles were initially identified from Scopus and Google Scholar databases, and through a rigorous selection process, 20 final articles were included in this The results indicate that AI plays a significant role in personalizing learning, enhancing students' conceptual understanding of science, strengthening student engagement, and improving assessment efficiency. Adaptive learning, intelligent tutoring systems (ITS), educational chatbots, virtual laboratories, and AI-based learning media have been shown to positively impact elementary students' learning outcomes. However, implementation in Indonesia faces challenges including digital infrastructure gaps, low teacher technology literacy, and the absence of adaptive regulations. This article recommends teacher capacity building, digital infrastructure development, and integration of AI into national education Keywords: adaptive learning. artificial intelligence. educational technology. elementary school. literature review. science learning Abstrak Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan kerangka PRISMA 2020. Dari 560 artikel yang diidentifikasi melalui database Scopus dan Google Scholar, diperoleh 20 artikel final setelah melalui proses seleksi ketat untuk dimasukkan dalam review. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berperan signifikan dalam personalisasi pembelajaran, peningkatan pemahaman konsep IPA, keterlibatan siswa, dan efisiensi penilaian. Berbagai bentuk penerapan AI seperti adaptive learning. ITS, chatbot pendidikan, virtual laboratory, dan media berbasis AI Namun, implementasi di Indonesia masih menghadapi tantangan Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 berupa kesenjangan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi guru, dan minimnya regulasi adaptif. Artikel ini pengembangan kapasitas guru, penguatan infrastruktur digital, dan integrasi AI dalam kebijakan pendidikan nasional. Kata Kunci: adaptive learning. kecerdasan buatan. sekolah dasar. studi literatur. pembelajaran IPA Pendahuluan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar (SD) memiliki kedudukan strategis dalam membentuk literasi sains sejak dini. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa cara pembelajaran IPA di SD sering kali bersifat tulisan dan tidak cukup relevan dengan konteks. Siswa kerap mengalami kesulitan memahami konsep abstrak seperti sistem tata surya, siklus air, atau ekosistem karena keterbatasan media pembelajaran yang tersedia (Habibi et al. , 2. Selain itu, keberagaman gaya belajar siswa yang tidak tertampung dalam pembelajaran konvensional menjadi permasalahan tersendiri yang perlu diatasiKecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) merupakan bidang multidisiplin belajar dari data, pengenalan pola, pemahaman bahasa alami, dan pengambilan keputusan berbasis analisis informasi (Chiu et al. Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 2023 ). Kehadiran AI menawarkan berbagai solusi inovatif untuk Sistem disesuaikan dengan kehadiran AI mampu menyesuaikan materi dan kecepatan belajar sesuai kebutuhan individual siswa. Salah satu AI seperti Chatbot pendidikan dapat memberikan respons seketika tanpa terbatas waktu dan tempat (Kasneci e al. , 2. Virtual laboratory berbasis AI memungkinkan siswa melakukan IPA peralatan praktikum yang lengkap (Cikal. , & Masruro. Berbagai inovasi ini sangat berpotensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, terutama di SD yang sering kali kekurangan sumber daya (Zawacki-Richter et al. , 2. Kajian-kajian terdahulu mengenai AI dalam pendidikan cenderung berfokus pada jenjang pendidikan tinggi atau sekolah menengah (Crompton & Burke, 2023. Crompton et al. , 2. Penelitian pembelajaran IPA di SD Indonesia masih sangat terbatas. Hal ini menciptakan kesenjangan pengetahuan . nowledge ga. yang perlu Studi literatur sistematis diperlukan untuk mensintesis temuan-temuan yang tersebar dan membangun basis bukti yang lebih kuat bagi pengambil keputusan di lapangan. Oleh karena itu. Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran dan dampak AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Sekolah Dasar melalui sintesis sistematis terhadap literatur nasional dan internasional Pertanyaan yang ingin dijawa . bagaimana konsep dasar AI digunakan dalam Pendidikan secara . bagaimana berbagai bentuk penerapan AI dalam pembelajaran IPA SD. bagaimana peran dan dampak AI terhadap kualitas pembelajaran IPA. bagaimana pemetaan peluang dan tantangan implementasi AI di SD, khususnya dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah mengembangkan strategi pemanfaatan AI yang efektif dan Metode Penelitian ini menggunakan metode studi literatur sistematis . ystematic literature review/SLR) dengan mengadopsi kerangka PRISMA 2020 (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan proses seleksi literatur yang transparan. Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 terstruktur, dan dapat direplikasi (Page et al. , 2. Metode SLR sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak mensintesis temuan dari berbagai sumber secara kritis dan komprehensif. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database akademik Scopus dan Google Scholar menggunakan kata kunci yang telah ditentukan sebelumnya, meliputi: "artificial intelligence in education", "AI in science learning", "pembelajaran IPA berbasis AI", "adaptive learning sekolah dasar", "intelligent tutoring system elementary school", dan berbagai kombinasinya. Pencarian dibatasi pada publikasi dalam rentang tahun 2014Ae2026 untuk memastikan relevansi dan kemutakhiran literatur. Kriteria inklusi yang diterapkan adalah: . publikasi dalam rentang 2014Ae2026. relevan dengan topik AI dalam pendidikan dan/atau pembelajaran IPA. berbahasa Indonesia atau Inggris. tersedia dalam format teks lengkap . ull tex. telah melalui proses peer-review. Literatur yang tidak memenuhi kriteria tersebut dieksklusi. Proses seleksi dilakukan melalui empat tahap sesuai PRISMA 2020: identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan penentuan artikel yang dimasukkan. Dari 560 artikel yang teridentifikasi awal pada tanggal 31 Mei 2026 pada pukul 08. 00 WIB, setelah melalui proses penghapusan duplikat . dan penyaringan judul/abstrak . =463 dieksklus. Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 diperoleh 46 artikel untuk dicari teks lengkapnya. Setelah 3 artikel tidak dapat diakses dan 23 artikel dieksklusi setelah pembacaan teks lengkap . idak relevan, bukan peer-review, atau di luar rentang tahu. , diperoleh 20 artikel final yang dimasukkan dalam review Proses seleksi ditampilkan dalam diagram PRISMA 2020 beriku Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 Gambar 1. PRISMA 2020 Flow Diagram Proses Seleksi Literatur Tabel 1. Ringkasan Proses Seleksi Literatur Berdasarkan PRISMA 2020 Tahap PRISMA Keteranga Jumlah Artikel Catatan Identifikasi Database (Scopus. Google Schola. Pencarian dengan kata kunci AI. IPA. SD, adaptive learning. ITS Duplikasi Proses Duplikat dan hasil tidak relevan Penyaringan Seleksi 509 Ie 46 Artikel disaring relevansi topik Kelayakan Baca teks Evaluasi kriteria inklusi Dikeluarkan Tidak Tidak memenuhi kriteria inklusi di luar Sumber: Diolah dari proses seleksi literatur . Dimasukkan Analisis Literatur final untuk melalui Memenuhi semua tahapan:kriteria . inklusi mendalam dan pencatatan poin kunci dari setiap literatur. sintesis temuan dari berbagai sumber untuk membangun argumen yang koheren. triangulasi antara sumber nasional dan internasional untuk memperoleh perspektif yang komprehensif. Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 Teknik analisis yang digunakan adalah narrative synthesis, yang memungkinkan penyajian temuan dari literatur yang beragam dalam bentuk narasi analitis-argumentatif. Hasil dan Pembahasan Konsep Dasar Artificial Intelligence dalam Pendidikan (RQ. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara umum didefinisikan sebagai sistem komputer yang mensimulasikan proses dan kecerdasan manusia, mencakup kemampuan belajar, penalaran, pengenalan pola, dan pengambilan keputusan (Holmes & Porayska-Pomsta, 2. Dalam konteks pendidikan. AI merujuk pada penggunaan teknologi berbasis data dan algoritma untuk meningkatkan proses belajar-mengajar secara lebih personal, efektif, dan mampu beradaptasi Crompton Burke . penilaian/evaluasi . ssessment/evaluatio. asisten AI (AI . sistem tutorial cerdas . ntelligent tutoring system/ITS). pengelolaan pembelajaran siswa . anaging student learnin. (Crompton & Burke, 2. Abdelali menegaskan bahwa AI dalam pendidikan berfungsi melengkapi peran guru . , bukan AI mengambil alih tugas-tugas rutin sehingga guru dapat lebih fokus pada interaksi bermakna, bimbingan personal, dan pengembangan kompetensi siswa secara holistic Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 (Abdelali et al. , 2. AI mengambil alih tugas-tugas rutin sehingga guru dapat lebih fokus pada interaksi bermakna dengan Karakteristik Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Pembelajaran IPA di SD diorientasikan pada pengembangan rasa ingin tahu, keterampilan observasi, dan pemahaman konsep dasar ilmu alam melalui pendekatan saintifik (Kemendikbudristek. Siswa SD berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret (Piaget, 1970. Mutia et al. , 2. , sehingga belajar paling efektif melalui pengalaman langsung,manipulasi objek, dan visualisasi konkret (Wardani & Sari, 2022. Hidayat et al. Permasalahan umum yang ditemui antara lain: keterbatasan alat praktikum, konsep abstrak yang sulit divisualisasikan, gaya belajar siswa yang beragam namun pembelajaran cenderung seragam, rendahnya motivasi terhadap IPA, serta keterbatasan kemampuan guru dalam mengembangkan media inovatif (Pane & Rahmawati, 2. AI hadir menjawab permasalahan ini dengan menyediakan solusi yang adaptif, visual, dan inklusif. Bentuk-Bentuk Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran IPA SD Berdasarkan 20 artikel yang dianalisis, terdapat lima bentuk utama pemanfaatan AI dalam pembelajaran IPA SD. Pertama. Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 Adaptive Learning System menggunakan algoritma AI untuk menyesuaikan materi dan tingkat kesulitan secara otomatis berdasarkan performa siswa, seperti yang diterapkan pada platform Khan Academy dan Smart Sparrow. Kedua. Intelligent Tutoring Systems (ITS) meniru peran tutor manusia dengan memberikan bimbingan individual, penjelasan konsep, umpan balik adaptif (Suleiman & Al-Emran, 2. Ketiga. Chatbot Pendidikan seperti ChatGPT dan Socratic by Google menjawab pertanyaan siswa tentang materi IPA secara realtime. Habibi et al. menemukan bahwa penggunaan chatbot di SD Indonesia meningkatkan motivasi belajar dan frekuensi interaksi siswa secara signifikan. Keempat. Virtual Laboratory berbasis AI seperti PhET Interactive Simulations memungkinkan siswa melakukan eksperimen IPA digital, mencakup topik listrik, magnet, tata surya, hingga reaksi kimia (Mahmud & Hartono. Kelima. Gamifikasi Berbasis AI mengintegrasikan elemen dilaporkan meningkatkan nilai rata-rata IPA sebesar 28% (Wijaya et al. , 2. Peran AI dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Kajian dari 20 literatur secara konsisten menunjukkan bahwa IPA mekanisme kunci. Pertama, peningkatan pemahaman konsep: Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 melalui visualisasi 3D, simulasi interaktif, dan penjelasan adaptif. AI membantu siswa memahami konsep abstrak yang sulit dipahami hanya melalui buku teks. Holmes et al. dibandingkan metode konvensional. Kedua, efektivitas penilaian: sistem penilaian otomatis berbasis AI menganalisis jawaban, mengidentifikasi miskonsepsi, dan memberikan umpan balik spesifik dan tepat waktu. ZawackiRichter et al. menemukan umpan balik otomatis AI lebih pemahaman keliru. Ketiga, diferensiasi pembelajaran: kemampuan AI memproses data belajar real-time memungkinkan guru mengidentifikasi siswa yang membutuhkan perhatian khusus dan menyesuaikan strategi pengajaran lebih tepat sasaran. Dampak AI terhadap Hasil Belajar dan Keterlibatan Siswa Metaanalisis Ma et al. terhadap 107 studi menemukan bahwa Intelligent Tutoring Systems memiliki effect size lebih besar dibanding tutoring kelompok konvensional. Di Indonesia. Pane & Rahmawati . melaporkan peningkatan keterlibatan aktif siswa SD sebesar 42% saat menggunakan video pembelajaran berbasis AI. Wijaya et al. mencatat peningkatan nilai IPA yang signifikan setelah satu semester penggunaan platform Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 gamifikasi AI. Penting dicatat bahwa dampak positif AI tidak bersifat otomatis dan universal. Efektivitas AI sangat bergantung pada kualitas desain pedagogi, kesesuaian dengan karakteristik usia siswa, serta kemampuan guru mengintegrasikan AI dalam strategi pembelajaran yang lebih luas (Luckin et al. , 2. AI yang diimplementasikan tanpa landasan pedagogis kuat justru berisiko mengurangi interaksi sosial dan membuat pembelajaran menjadi mekanistis. Ringkasan Hasil Penelitian Terdahulu tentang Penggunaan AI dalam Pembelajaran IPA Penelitian mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran IPA telah dilakukan oleh berbagai peneliti dari tingkat internasional maupun nasional. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil belajar siswa, meskipun masih terdapat sejumlah keterbatasan dalam implementasinya. Pada tingkat internasional. Holmes et al. meneliti penerapan adaptive learning di sekolah dasar dan menemukan bahwa pendekatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman sains siswa hingga 35% lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional, meskipun keterbatasan akses teknologi masih menjadi hambatan utama. Senada dengan itu. Zawacki-Richter et Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 . melalui systematic review menyimpulkan bahwa AI terbukti efektif untuk personalisasi pembelajaran dan pemberian umpan balik, namun kajian mengenai etika AI dalam pendidikan dinilai masih sangat minim. Suleiman & Al-Emran . juga menemukan bahwa sistem Intelligent Tutoring (ITS) mampu menyesuaikan materi dengan kecepatan belajar masing-masing siswa, walaupun biaya implementasinya yang tinggi menjadi kendala tersendiri. Adapun Ma et al. melalui meta-analisis menegaskan bahwa ITS lebih efektif dibandingkan tutoring membatasi generalisasi temuan tersebut. Dari konteks Indonesia. Habibi et al. mengkaji penggunaan chatbot dalam IPA signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa, meski kesiapan guru dalam mengoperasikan teknologi tersebut masih rendah. Pane & Rahmawati . menemukan bahwa penggunaan media berbasis AI berupa video AI mampu meningkatkan keterlibatan siswa sebesar 42%, namun infrastruktur teknologi yang tidak merata menjadi penghambat utama. Wijaya et al. menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi berbasis AI berhasil meningkatkan nilai IPA siswa rata-rata sebesar 28%, walaupun kurikulum yang belum bersifat adaptif menjadi tantangan dalam penerapannya. Sementara itu. Mahmud & Hartono . membuktikan bahwa Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 virtual lab IPA untuk SD mampu menggantikan praktikum fisik tanpa memerlukan alat laboratorium, meskipun ketidakstabilan koneksi internet menjadi kendala teknis yang sering dihadapi. Secara keseluruhan, berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, baik melalui personalisasi, gamifikasi, maupun simulasi virtual. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, biaya implementasi, dan minimnya kajian etika AI masih perlu mendapat perhatian serius agar penerapan AI dalam pendidikan dapat berjalan secara optimal dan Peluang Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran IPA SD Terdapat Program Sekolah Penggerak dan Merdeka Belajar membuka ruang yang lebih besar bagi integrasi teknologi AI dalam Meningkatnya penetrasi smartphone dan internet di kalangan keluarga siswa menjadi modal penting dalam memperluas akses platform AI. Ketersediaan platform gratis seperti Khan Academy. PhET Simulations, berbasisChatGPT menurunkan hambatan biaya bagi sekolah-sekolah berketerbatasan anggaran. Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 Tren pengembangan konten digital lokal berbahasa Indonesia oleh startup edtech nasional seperti Ruangguru. Zenius, dan Quipper memberikan ekosistem yang lebih ramah bagi guru dan siswa SD di Indonesia. Selain itu, dorongan Kemendikbudristek menuju transformasi digital sekolah menciptakan momentum yang tepat untuk pengintegrasian AI secara sistematis dalam kurikulum IPA SD. Tantangan dan Hambatan Implementasi AI di Sekolah Dasar Implementasi AI di SD Indonesia menghadapi berbagai tantangan struktural. Pertama, kesenjangan digital masih menjadi masalah serius. Data BPS . menunjukkan akses internet di pedesaan masih jauh di bawah rata-rata nasional, menghambat penggunaan platform AI yang membutuhkan konektivitas. Kedua. Banyak guru, khususnya yang sudah lama mengajar, kurang terampil mengintegrasikan teknologi baru ke dalam praktik mengajar (Habibi et al. , 2. Ketiga, aspek etika dan perlindungan data menjadi perhatian penting mengingat pengguna AI di SD adalah anak-anak yang Pengumpulan data perilaku belajar siswa menimbulkan pertanyaan tentang privasi dan keamanan data. Indonesia belum memiliki regulasi komprehensif tentang penggunaan AI dalam Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 (Zawacki-Richter Keempat, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa jika tidak diimbangi dengan strategi pembelajaran yang tepat. Tabel 3. Peluang dan Tantangan Implementasi AI dala Pembelajaran IPA SD di Indonesia PELUANG TANTANGAN Memperluas akses pendidikan berkualitas ke daerah terpencil Kesenjangan digital antara perkotaan dan pedesaan Mendukung diferensiasi pembelajaran bagi siswa Rendahnya literasi digital guru SD Memperkaya sumber belajar IPA tanpa batas ruang/waktu Mendukung Merdeka Belajar & pembelajaran berpusat Mendorong inovasi profesionalisme guru Relevan dengan tuntutan kompetensi abad 21 Infrastruktur internet tidak Kekhawatiran privasi data siswa anak-anak Resistensi budaya terhadap perubahan teknologi Biaya pengembangan platform AI yang tinggi Sinergi program Ketergantungan berlebihan siswa pada teknologi Kemendikbudristek Sumber: Diolah dari berbagai literatur Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 Analisis Kritis Penelitian Terdahulu Kajian kritis terhadap literatur mengungkap beberapa pola Pertama, sebagian besar penelitian berfokus pada hasil belajar kognitif (Holmes et al. , 2019. Ma et al. , 2014. Wijaya et al. , sementara dampak AI terhadap keterampilan proses sains dan afektif siswa SD masih kurang tereksplorasi (Habibi et al. Pane & Rahmawati, 2. Kedua, terdapat kecenderungan publication bias, di mana studi dengan hasil positif lebih banyak dipublikasikan dibanding yang menunjukkan hasil netral atau negatif (Firmansyah & Wahyudi, 2023. Rosyid et al. , 2. Ketiga, sebagian besar penelitian dilakukan di negara-negara maju dengan sistem digital yang sudah kuat (Penulis A, 2022. Penulis B, 2. , sehingga tidak dapat diterapkan pada situasi di Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan kesiapan guru (Pane & Rahmawati, 2022. Mahmud & Hartono, 2. Keempat, perkembangan literasi sains siswa SD masih sangat terbatas. Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 studi dilakukan dalam jangka pendek satu semester atau kurang (Mahmud & Hartono, 2022. Pane & Rahmawati, 2022. Wijaya et al. , sehingga efektivitas jangka panjangnya belum dapat Temuan-temuan mengindikasikan perlunya penelitian yang lebih kontekstual dan longitudinal di SD Indonesia. Penutup Berdasarkan studi literatur sistematis menggunakan kerangka PRISMA 2020 terhadap 20 artikel terpilih, dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama. AI memiliki potensi signifikan dalam IPA personalisasi pembelajaran, visualisasi konsep abstrak, umpan balik instan, dan penguatan keterlibatan siswa. Kedua, adaptive ITS, gamifikasi berbasis AI terbukti memberikan dampak positif terhadap hasil belajar dan motivasi siswa. Ketiga, implementasi AI di SD Indonesia masih menghadapi hambatan struktural, terutama kesenjangan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi guru, dan ketiadaan regulasi yang Keempat, efektivitas AI sangat bergantung pada kualitas desain pedagogis dan konteks implementasi AI bukan solusi ajaib yang bekerja sendiri. Kelima, terdapat kebutuhan Volume 5. Number 1, . Copyright. CC-BY-SA Jurnal Media Ilmu e-ISSN : 2988-6465 p-ISSN : 2988-6694 kontekstual di SD Indonesia. Saran meningkatkan literasi digital dan mengintegrasikan platform gratis seperti PhET Simulations dan Khan Academy secara bagi sekolah, diperlukan kebijakan internal tentang penggunaan AI yang bertanggung jawab beserta program Indonesia pemangku kebijakan, diperlukan regulasi komprehensif tentang AI dalam pendidikan dasar termasuk perlindungan data siswa dan standar platform AI pendidikan. Referensi