JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 176-186 ISSN : 2985-4768 PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUASAAN SERTA IMPLIKASINYA PADA LOYALITAS PELANGGAN DI WARUNG AYAM PENYET ANAM RAWA BELONG JAKARTA BARAT Nur Asih1 Nurmin Arianto2 Email : agstxnrsh1414@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan1,2 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Kepuasan Serta Impikasinya Pada Loyalitas Pelanggan di Warung Ayam Penyet Anam Rawa Belong Jakarta Barat, baik secara parsial maupun secara simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini pelanggan yang membeli Ayam Penyet Anam sebanyak 31. 909 jumlah pelanggan 2018-2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Penelitian ini menggunakan analisis yang dinamakan analisis jalur atau Path Analysis (PA) Hasil penelitian ini Variabel Kualitas Produk memiliki nilai standardized coefficients sebesar 0,219 dan tingkat signifikan sebesar 0,003 pada koefisien alpha 5%. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat signifikan kurang dari 5% atau 0,003< 0,05. Maka artinya terdapaat pengaruh signifikan antara Kualitas Produk (X. terhadap Loyalitas (Y). Variabel Harga memiliki nilai standardized coefficients sebesar 0,309 dan tingkat signifikan sebesar 0,001 pada koefisien alpha 5%. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat signifikan kurang dari 5% atau 0,002 < 0,05. Maka artinya terdapaat pengaruh signifikan antara Harga (X. terhadap Loyalitas (Y). Variabel Kualitas Produk memiliki nilai standardized coefficients sebesar 0,410 dan tingkat signifikan sebesar 0,000 pada koefisien alpha 5%. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat signifikan kurang dari 5% atau 0,000 < 0,05. Maka artinya terdapat pengaruh signifikan antara Kualitas Pelayanan (X. terhadap kepuasan (Z). Variabel Harga memiliki nilai standardized coefficients sebesar 0,507 dan tingkat signifikan sebesar 0,000 pada koefisien alpha 5%. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat signifikan kurang dari 5% atau 0,000 < 0,05. Maka artinya terdapaat pengaruh signifikan antara Harga (X. terhadap kepuasan (Z). Variabel kepuasan memiliki nilai standardized coefficients 0,384 dan tingkat significants 0,000 pada koefisien alpha sebesar 5%. Dengan hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat signficant kurang dari 5% atau 0,000 < 0,05. Yang artinya terdapat pengaruh signifikan antara kepuasan (Z) terhadap Loyalitas (Y). Kata Kunci: Kualitas Produk. Harga. Kepuasan. Loyalitas. ABSTRACT The aim of this research is to determine the influence of product quality and price on satisfaction and its implications for customer loyalty at Warung Ayam Penyet Anam Rawa Belong. West Jakarta, both partially and simultaneously. The method used is quantitative. The population in this study of customers who purchased Ayam Penyet Anam was 31,909 customers from 2018-2022. The sampling technique using the Slovin formula obtained a sample of 100 respondents in this study. This research uses an analysis called path analysis (PA). The results of this research are that the Product Quality Variable has a standardized coefficient value of 0. 219 and a significance level of 0. 003 at an alpha coefficient of 5%. These results show that the significant level is less than 5% or 0. 003<0. So this https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 176-186 ISSN : 2985-4768 means that there is a significant influence between Product Quality (X. on Loyalty (Y). The price variable has a standardized coefficient value of 0. 309 and a significance level of 0. 001 at an alpha coefficient of 5%. These results show that the significant level is less than 5% or 0. 002 < 0. So this means that there is a significant influence between Price (X. on Loyalty (Y). The Product Quality variable has a standardized coefficient value of 0. 410 and a significance level of 0. 000 at an alpha coefficient of 5%. These results show that the significant level is less than 5% or 0. 000 < 0. So this means that there is a significant influence between Service Quality (X. on satisfaction (Z). The Price variable has a standardized coefficient value of 0. 507 and a significance level of 0. 000 at an alpha coefficient of 5%. These results show that the significant level is less than 5% or 0. 000 < 0. So this means that there is a significant influence between price (X. on satisfaction (Z). The satisfaction variable has a standardized coefficient value of 0. 384 and a significance level of 0. 000 at an alpha coefficient of 5%. These results show that the significance level is less than 5% or 0. 000 < 0. Which means there is a significant influence between satisfaction (Z) on Loyalty (Y). Keywords: Product Quality. Price. PENDAHULUAN Peternakan merupakan sektor yang sangat penting dalam proses pemenuhan Indonesia. Tujuan dari peternakan adalah mencari keuntungan dengan menerapkan prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal. Sub sektor peternakan merupakan bagian dari sektor pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam menyediakan pangan hewani berupa daging, susu, serta telur yang benilai gizi tinggi. Pengembangan usaha peternakan saat ini berkembang sangat pesat, harus di dukung oleh sarana dan prasarana pendukung yang peternakan dapat tercapai. Dengan mengukur keberhasilan suatu usaha tingkat keuntungan yang diperoleh dengan cara pemanfaatan faktor-faktor produksi secara efisien. Produksi adalah suatu kegiatan mengolah, membuat dan menambah nilai guna suatu produk menjadi produk setengah jadi ataupun produk jadi. Menurut Kotler dan Armstrong . Produk adalah semua yang dapat ditawarkan ke pasar untuk perhatian, perolehan, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Perkembangan bisnis saat ini sangat Sebuah perusahaan atau organisasi bisnis pada dasarnya bertujuan untuk bertahan hidup, https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index memperoleh laba melalui strategi agar mampu bersaing dengan perusahaan lain. Saat ini perkembangan usaha bisnis terutama bisnis kuliner semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Perkembangan bisnis kuliner saat ini berkembang pesat, karena adanya perubahan gaya hidup pada masyarakat dengan mobilitas yang tinggi dan aktifitas kerja yang padat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari salah satunya dengan mencari makanan dan minuman di luar rumah, dibanding mengolah makanan untuk memenuhi Saat ini sudah banyak masyarakat yang makanan yang berprotein. Makanan yang mengandung protein yang banyak di minati konsumen salah satunya adalah daging ayam. Kesadaraan masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi makanan berprotein seperti daging ayam. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan protein hewani bagi masyarakat Indonesia maka pemerintah telah berupaya meningkatkan hasil produksi yang bersumber dari usaha ternak, diantaranya adalah ayam ras pedaging atau ayam broiler. Berdasarkan data menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produksi daging ayam ras pedaging . pada tahun 2021 produksi ayam mencapai 3. 042,00 ton (Badan Pusat Statistik 2. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 176-186 Berikut data produksi ayam ras pedaging . di Indonesia dari tahun 2017 hingga 2022 dapat dilihat pada Tabel 1. ttps://w. id/indicator/24/488/1/pro duksi-daging-ayam-ras-pedaging-menurutprovinsi. Berdasarkan data tabel 1. 1 dan gambar 1 di atas. Indonesia memproduksi ayam pada tahun 2018 sebanyak 3. 558,00 ton, lalu pada tahun 2019 produksi naik menjadi 090,53 ton, pada tahun 2020 akibat pandemi Covid19 yang menyebabkan produksi menurun sebanyak 3. 117,00 ton lalu pada tahun 2021 mengalami penurunan 698,48 ton , dan pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi sebanyak 573,09 ton. Warung Ayam Penyet Anam merupakan salah satu pelaku usaha UMKM yang bergerak di sektor pengelolaan ayam potong yang konsentrasi pemasarannya saat ini masih dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam negeri utamanya di wilayah Rawa Belong Jakarta Barat. Ayam Penyet Anam selalu menjaga kualitas produk yang dihasilkan serta mengoptimalkan pelayanan maupun delivery produk agar konsumen menjadi Loyal terhadap Ayam Penyet Anam. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Bisnis UMKM harus mampu memanfaatkan peluang pasar agar produk yang dijual mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen serta bersaing dengan kompetitif. Warung Ayam Penyet Anam Rawa Belong merupakan warung makan yang sudah berdiri dari awal tahun 2015. Pada awal berdirinya warung ayam penyet Anam Rawa Belong hanya menggunakan sebuah tenda di pinggiran jalan yang buka mulai dari pukul 00 - 00. 00 Wib. Dikelola hanya menggunakan usaha pemasaran jangka pendek tanpa power karena pada saat itu belum ada teknologi secanggih seperti zaman sekarang. Seiring berjalannya waktu. Warung Ayam Penyet Anam Rawa Belong menjadi sebuah warung makan yang terbilang baik dikarenakan sudah berpindah tempat dari pinggiran jalan yang terletak di trotoar menjadi tempat semi permanen yang disediakan oleh pihak pengelola lahan tersebut. Produk yang ditawarkan oleh warung makan ayam penyet Anam Rawa Belong ini terbilang hanya beberapa produk saja yang tentu nya ayam penyet menjadi produk utama yang ada di warung ayam penyet Rawa Belong. Inovasi ayam penyet cabe ijo merupakan perbedaan dari ayam yang dijual pada umumnya dikarenakan pada saat awal berdiri belum ada ayam penyet seperti yang di jual oleh Warung Ayam Penyet Anam tersebut. Ini merupakan ungulan dari segi produk yang ditawarkan oleh Warung Ayam Penyet Rawa Belong. Lokasi Warung Ayam Penyet Anam yang berada di daerah Rawa Belong Jakarta Barat ini bisa dibilang strategis, karena jalan raya rawa belong merupakan jalanan penghubung daerah Jakarta Barat dengan daerah Jakarta Selatan dan terdapat 1 Universitas swasta, perkantoran dan apartement yang cukup dekat dengan lokasi Warung Ayam Penyet Anam itu sendiri. Sehingga tidak heran jika pembeli di Warung Ayam Penyet Anam ini mayoritas para penghuni apartement, karyawan/i dan juga mahasiswa/i. Kualitas produk merupakan penentu dari kepuasan konsumen setelah melakukan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 176-186 Dengan kualitas produk yang baik maka keinginan konsumen terhadap produk tersebut akan terpenuhi. Hal tersebut selaras dengan pendapat AuTjiptono . Kualitas produk adalah tingkat mutu yang diharapkan dan pengendalian keragaman dalam mencapai mutu tersebut untuk memenuhi kebutuhan Konsumen akan merasa puas jika kualitas yang diberikan telah sesuai atau bahkan melebihi harapan mereka, begitupun sebaliknya jika kualitas produk atau jasa yang diberikan kurang ataupun berada dibawah harapan, maka konsumen akan kecewa. Berdasarkan data table 1. 2 di atas Jakarta Barat memproduksi ayam pada tahun 2019 sebanyak 139,45 ton, lalu pada tahun 2020 produksi mengalami penurunan karena adanya Covid-19 menjadi 106,45 ton. Pada tahun 2021 masih mengalami penurunan yang signifikan sebanyak 92,48 ton lalu tahun 2022 masih mengalami penurunan yang drastis menjadi 63,67 ton dan pada tahun 2023 mengalami kenaikan yang si cukup tinggi mmenjadi 117,80 ton. Dari hasil observasi dan prasurvey yang penelitian tentang kualitas produk terhadap 30 pelanggan maka diperoleh hasil: Berdasarkan data hasil prasurvey yang dilakukan oleh peneliti maka di ketahui bahwa kualitas yang diberikan masih kurang hal ini https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 dilihat berdasarkan respon pelanggan yang menjawab Tidak masih tinggi dan hal ini diperkuat dengan jumlah penjualan dan pelanggan yang mengalami penurunan sehingga membuktikan bahwa kualitas produk yang diberikan masih kurang. Selain kualitas produk yang tak kalah penting ialah penetapan harga sangat penting dimana salah satu kunci keberhasilan sebuah Karena uang yang di tukarkan untuk produk itu atau memperoleh manfaat dari pelanggan mengkonsumsi produk tersebut, maka dengan adanya penetapan harga tersebut Konsumen menggunakan harga menentukan pembelian produk-produk atau tidak, kapan sebaiknya pembelian dilakukan serta berapa besar kebutuhan akan produk yang dibeli sesuai dengan kemampuan daya beli Suatu produk harus tepat dalam penentuan dan penetapan harga jualnya sehingga dapat diterima oleh konsumen dengan tidak mengabaikan kualitas produk tersebut. Harga juga didefinisikan sebagai suatu nilai tukar untuk manfaat yang ditimbulkan oleh barang atau jasa tertentu bagi seseorang. Semakin tinggi manfaat yang dirasakan konsumen dari poduk atau jasa tertentu, maka semakin tinggi nilai tukar barang atau jasa tersebut bagi konsumen dan semakin besar pula alat penukaran yang dikorbankan. Oleh karena itu, pengusaha UMKM harus lebih memikirkan pemberian harga yang diberikan harus sesuai dengan rasa atau kualitas yang ditawarkan. Semakin besar harga yang ditawarkan maka rasa dan kualitas harus lebih baik, dimana Kotler dan Armstrong . adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa Bila suatu produk mengharuskan konsumen mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding manfaat yang diterima maka yang terjadi adalah produk tersebut akan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 176-186 memiliki nilai negatif. Dengan demikian persaingan diantara kompetitor yang semakin mempengaruhi hasil penjualan. Harga yang diberikan Warung Ayam Penyet Rawa Belong cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan berbagai tempat lain, maka dari itu harapan konsumen ialah mendapat kualitas yang baik dan sesuai dengan harga yang METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kuantitatif Menurut Sugiyono . berpendapat Aupenelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantutatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkanAy. Penelitian ini merupakan studi empiris yang bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas produk dan harga terhadap kepuasan pelanggan . Metode Penilaian Sugiyono mengemukakan bahwa analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh sumber terkumpul menggunakan Dalam Penelitian ini akan menganalisa empat variabel yaitu. Pengaruh Kualitas Produk (X. Harga (X. Kepuasan (Z) dan Loyalitas (Y). Agar setiap jawaban dapat dihitung maka setiap jawaban yang dilakukan kepada responden diberikan skor, alat yang digunakan adalah skala likert. Skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang suatu objek Dalam penelitian ini terdapat 5 penilaian yang digunakan dalam skala likert yang masing masing memiliki bobot nilai https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 berikut ini : Digunakan skala likert dan nilai . yang terdiri atas: Setelah dibuat skala likert dan dinilai . , selanjutnya dicari rata-rata dari setiap jawaban responden. Untuk memudahkan penilaian rata-rata tersebut, maka digunakanlah skala interval. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Reliabilitas Instrumen Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, menunjukkan bahwa variabel kualitas produk (X. , harga (X. dan kepuasan (Z) loyalitas (Y) dinyatakan reliabel, hal itu dibuktikan dengan masing-masing variabel memiliki nilai coeficien Alpha lebih besar dari Chronbath Alpha 0,60. Hal in isejalan dengan teori dari Sugiyono . yang mengatakan bahwa syarat minimal uji realibilitas adalah jika nilai Rca nya 0,60. Pengujian Asumsi Klasik (Uji Prasyarat Dat. Uji Normalitas JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 176-186 ISSN : 2985-4768 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai Asymp. Sig. lebih besar dari nilai = 0,050. Dengan demikian maka asumsi distribusi persamaan pada uji ini adalah normal. Uji Multikolinearitas Berdasarkan multikolinieritas pada tabel di atas diperoleh nilai tolerance masing-masing variabel bebas lebih dari 0,10, dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kedua variabel < 10,0. Dengan demikian model regresi ini tidak ada Uji Heteroskedastisitas Pengujian dimaksudkan untuk menguji apakahdalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians residual. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Jika dilihat pada gambar diatas maka tidak terdapat pola tertentu yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka mengindikasikan tidak terjadi heterokedastisitas. Analisis Verifikatif Analisis verifikatif dimaksudkan untuk menganalisis signifikansi dari perngaruh Uji Statistik Menurut Bawono . ,uji statistik digunakan untuk melihat tingkatnya ketetapan atau keakuratan dari suatu fungsi atau persamaan untuk menaksir dari data yang di analisis. Nilai ketepan atau keaktualan ini dapat diukur dari goodness off fit nya. Uji statistik ini dapat dilihat dari nilai t hitung dan F hitung dan koefisein determinasinya. Uji statistik dikatakan lolos atau tidaknya tergantung dari tingkat signifikanya dari hasil perhitungan tersebut. Jika hasil berada di daerah kritis atau yang menolak Ho maka dikatakan bahwa uji statistiknya lolos dan layak untuk di uji selanjutnya dan ini berlaku jika di daerah Ho. Uji T Test Uji ini dilakukan untuk melihat tingakt signifikan variabel independen mempengaruhi variable dependen secara individu atau sendiri-sendiri, pengujian ini JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 176-186 dilakukan secara individual atau parsial dengan uji statistic untuk masing-masing variabel bebas dengan tingkat kepercayaan tertentu (Bawono, 2. ISSN : 2985-4768 berarti bahwa Harga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Loyalitas . Kepuasan memiliki nilai t sebesar 2,398 dan nilai signfikansi 0,000 sehingga 2,398 > 1,984 dan 0,000 < 0,05 maka kepuasan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Loyalitas. Kualitas Produk mempunyai nila t sebesar 4,312 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, hal ini berati bahwa nilai 4,312 > 1,984 dan 0,002 < 0,05 yang berati bahwa Kualitas Produk memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap . Harga mempunyai nila t sebsar 330 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, hal ini berati bahwa nilai 330 > 1,984 dan 0,001 < 0,05 yang berati bahwa Harga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan. Berdasarkan table diatas maka dapat disimpulkan bahwa: Kualitas Produk mempunyai nilai t sebsar 2,119 dan nilai signifikansi 0,003 <0,05, hal ini berati bahwa nilai 2,119 > 1,984 dan 0,003 < 0,05 yang berati bahwa Kualitas Produk memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Loyalitas . Harga mempunyai nilai t sebesar 2,813 dan nilai signifikansi yaitu 0,002 sehingga 2,813 > 1,984 dan 0,002 < 0,05 yang https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Uji F Test Uji F dilakukan guna mengetahui seberaa jauh semua variable X secara bersama-sama variable Y. Adapun penjelasan mengenai hasil uji F yang telah disajika pada table diatas bahwa nilai F hitung 177. 255 dengan nilai signifikansi 0,000. Hal ini menunjukan 255 > 3,940 dan 0,000 < 0,05 yang arti nya secara simultan variable Kualitas Produk . Harga pengaruh terhadap Kepuasan secara postif dan signifikan. Adapun penjelasan mengenai hasil uji F yang telah disajika pada table diatas bahwa nilai F hitung 28,509 dengan nilai signifikansi 0,000. Hal ini menunjukan bahwa 66,246 > 3,940 dan 0,000 < 0,05 yang arti nya secara simultan variable Kualitas Produk . Harga dan kepuasan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 176-186 memiliki pengaruh terhadap Loyalitas secara postif dan signifikan. Uji Determinasi Koefiisien menunjukan sejauh manan tingkat hubungan antara variable Dependen dengan variable Independen . pengujian ini melihat R2 pada hasil analisis persamaan regresi yang diperoleh, apabila angka koefisien determinasi semakin mendekati angka 1 maka model regresi yang dignakan sudah semakin tetap sebagai model penduga terhadap variable Dependen. Berdasarkan table diatas maka diketahui nilai koefisien korelasi R sebesar 0,886, hal tersebut menunjuka ada nya hubungan yang Sangat Kuat . ,80-1,. Sugiyono . antara variable independen dengan dependen. Sedangkan nila koefisien determinasi R2 yaitu 0,785 yang menjelaskan bahwa variable independen berkontribusi mempengaruhi variable dependen sebesar 78,5% dan sisanya 21,5% dijelaskan oleh variable lain diluar penelitian yang sedang dijalankan Dan nilai koefisien Adjusted (Adj. sehingga lebih mendekati populasi. ISSN : 2985-4768 nila koefisien determinasi R2 yaitu 0,471 yang menjelaskan bahwa variable independen berkontribusi mempengaruhi variable dependen sebesar 47,1% dan sisanya 52,9% dijelaskan oleh variable lain diluar penelitian yang sedang dijalankan Dan nilai koefisien Adjusted (Adj. sehingga lebih mendekati populasi. Uji Path Analisis Untuk menguji pengaruh variable intervening digunakan meotde analisis jalur yang merupakan perluasan dari analisis regresi linier berganda atau analisis jalur adalah penggunaan analisis regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variable . yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori dan menentukan pola hubungan antara tiga atau lebih variable dan tidak dapat digunakan untuk mengkonfirmasi atau menolak hipotesis (Ghazali, 2013:. Berdasarkan table 4. kemudin menghasilkan model analisis jalur seperti dibawah ini:\ Berdasarkan table diatas maka diketahui nilai koefisien korelasi R sebesar 686, hal tersebut menunjuka ada nya hubungan yang Kuat . ,60-7,. Sugiyono . , antara variable independen dengan dependen. Sedangkan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 176-186 Berdasarkan gambar diatas dapat dikethaui pengaruh langsung atau tidak langsung serta pengaruh total dari penelitian ini yaitu: Pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas . = 0,212 Pengaruh tidak langsung Kualitas Produk terhadap Loyalitas p2 x p5 = 0,406 x 0,240 = 0,09744 Maka pengaruh tidak langsung antara X1 ke Y sebesar 0,09744 Pengaruh total kualitas produk terhadap Loyalitas Pengaruh langsung pengaruh tidak langsung = p1 . 2 x p. = 0,212 0,09744 = 0,30944 Pengaruh total Harga Loyalitas . = 0,285 Pengaruh tidak langsung Harga terhadap Loyalitas https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 p3 x p5 = 0, 485 x 0,240 = 0,1164 Mka pengaruh anatara X2 ke Y Sebesar 0,1164 Pengaruh total Harga Loyalitas Pengaruh langsung pengaruh tidak langsung = =p4 . 3 x p. =0,285 0,1164 = 0,4014 Maka pengaruh total X2 ke Y sebesar 0,4014 Untuk mengetahui tingkat mediasi variabel Kepuasan terhadap Loyalitas dan Harga terhadap Loyalitas maka standar error dari koefisien indirect effect dpat Dengan melihat semua semua pengukuran ditas maka sdapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Karena t hitung sebesar 4,319 dan t tabel 1,984 dengan niai signifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa koefisein mediasi sebesar 0,30944 signifikan yang berarti kepuasan dapat menjadi mediator dalam pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas . Karena t hitug sebesar 5,329 dan t tabel 1,984 denga nilai signfikansi 0,05, maka dapat disimpulkan koefisien mediasi sebesar 0,4014 yang berati kepuasan dapat menjadi mediator dalam pengaruh Harga terhadap Loyalitas. Pembahasan Dalam penelitian ini menguraiakan Kualitas Produk dan Harga terhadap Loyalitas dengan kepuasan sebagai variabel intervening pada Warung Ayam Penyet Anam Rawa Belong Jakarta Barat, kesimpulan ini dapat dilihat dari hasil pengolahan uji regresi linear berganda bawah variabe Kualitas Produk dan Harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dan juga terhadap Loyalitas . Hasil Uji Hipotesis . epuasan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas ) JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 176-186 Variabel kepuasan memiliki nilai standardized coefficients 0,384 dan tingkat significants 0,000 pada koefisien alpha sebesar 5%. Dengan hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat signficant kurang dari 5% atau 0,000 < 0,05. Yang artinya terdapat pengaruh signifikan antara kepuasan (Z) terhadap Loyalitas (Y). Yang dapat ditarik kesimpulan tiap kenaiakn 1% variabel kepuasan maka akan menaikan 38,4% Loyalitas . Kesimpulan ini sependapat dengan penelitian yang dilakukan oleh Delvia Safitri . Dan Annur Fitri Haya . Pengujian Hasil Path Analisis Variabel kepuasan dengan dimediasi mempunyai nilai t hitung sebesar 4,319 lebih besar dari t tabel yaitu 1,984 dengan tingkat signifikansi 5%, maka dapat disimpulkan bahwa koefisien mediasi sebesar 0,30944 seignifikan yang berarti ada pengaruh Yang berati kepuasan dapat memediasi pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas dengan pengaruh positif dan Variabel Harga dengan dimediasi kepuasan mempunyai nilai t hitung sebesar 5,329 lebih besar dari t tabel 1,987 dengan tingkat singfikansi 5% maka dapat disimpulkan bahwa koefisien mediasi sebesar 0,4014 signifkana yang berarti adal pengaruh mediasi. Yang berarti Kepuasan dapat memediasi pengaruh Harga terhadap Loyalitas dengan pengaruh yang positif dan signfikan. Untuk mempemudah dalam membaca kesimpulan diatas maka penulis membuat nya dalam bentuk tabel, berkut ini: https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab IV maka dapat ditarik kesimpulan sebagai Dari hasil pengujian t test menunjukan Kualitas Produk berpengaruh positif dan sigifikan terhadap kepuasan. Dari hasil pengujian t test menunjukan Harga berpengaruh positif dan sigifikan terhadap kepuasan. Dari hasil pengujian t test menunjukan Kualitas Produk berpengaruh positif dan sigifikan terhadap Loyalitas . Dari hasil pengujian t test menunjukan Harga berpengaruh positif dan sigifikan terhadap Loyalitas . Dari hasil pengujian t test menunjukan kepuasan berpengaruh positif dan sigifikan terhadap Loyalitas . Dengan menggunakan analisis jalur . ath analis. Kualitas Produk berpengaruh positif dan signfikan terhadap Loyalitas dengan dimediasi oleh kepuasan dan hasil pengujian dengan menggunakan analisis jalur . ath analisi. menunjukan bahwa Harga berpengaruh positif dan signfikan terhadap Loyalitas dengan dimediasi oleh kepuasan. DAFTAR PUSTAKA