Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 MEDIASI GREEN ACCOUNTING PADA FINANCIAL PERFORMANCE DAN ENVIRONMENTAL PERFORMANCE TERHADAP FIRM VALUE Zihan Ayu Safinatunnayah Universitas Pancasila zihanayu03@gmail. Dwi Prastowo Darminto Universitas Pancasila dwiprastowo81@yahoo. Shanti Lysandra Universitas Pancasila shantilysandra@univpancasila. Nurmala Ahmar Universitas Pancasila ahmar@univpancasila. Harnovinsah Universitas Pancasila harnovinsah@univpancasila. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of financial performance and environmental performance on firm value mediated by green accounting. The sample used in this research was 25 industrial sub-sector companies listed on the IDX for the 2020 - 2022 period. The research method used was a quantitative method with a purposive sampling approach for secondary data. The research results show that financial performance and environmental performance have an effect on green accounting, financial performance has an effect on firm value, environmental performance and green accounting have no effect on firm value, and financial performance and environmental performance have no effect on firm value mediated by green accounting. The contribution of this research is the discussion of research results and differences with previous research results and related theories. The environmental costs of implementing green accounting practices are too small, resulting in a lack of loyalty from consumers, this will reduce investor confidence in the company, and cause a bad assessment from the Ministry of Environment and Forestry as indicated by a low PROPER rating, this will raise doubts from investors about the company. Keywords: Financial performance, environmental performance, green accounting, firm Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial performance dan environmental performance pada firm value dimediasi oleh green accounting. Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini sebanyak 25 perusahaan sub sektor industri yang terdaftar di BEI periode 2020 Ae 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling untuk data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa financial performance dan environmental performance berpengaruh terhadap green accounting, financial performance berpengaruh terhadap firm value, environmental performance dan green accounting tidak berpengaruh terhadap firm value, serta financial performance dan environmental performance tidak berpengaruh terhadap firm value dimediasi oleh green accounting. Biaya lingkungan hidup untuk menerapkan praktik green accounting terlalu kecil sehingga menimbulkan kurangnya loyalitas dari konsumen, hal tersebut akan mengurangi kepercayaan dari investor terhadap perusahaan, dan menyebabkan adanya penilaian buruk dari KLHK yang ditunjukan dengan rendahnya peringkat PROPER, hal tersebut akan menimbulkan keraguan dari investor terhadap perusahaan. Kata kunci: Financial performance, environmental performance, green accounting, firm PENDAHULUAN Nilai perusahaan sangat penting karena mewakili perusahaan dan kinerjanya, yang dapat mempengaruhi investor dan kesannya terhadap perusahaan (Pramukti et al. , 2. Nilai perusahaan yang tinggi dapat meningkatkan eksistensi dan kredibilitas perusahaan. Nilai suatu perusahaan yang tinggi meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut dan hasil saat ini, serta masa depan (Afrika, 2. Tentu saja reputasi dan kualitas yang baik membuat investor tertarik untuk membeli suatu perusahaan (Jao et al. , 2. Harga saham mencerminkan perusahaan dan nilainya bagi pemegang saham. Harga saham yang tinggi menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap saham suatu perusahaan, yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan nilai perusahaan. Peningkatan nilai ini juga tercermin pada harga saham. Harga saham mencerminkan nilai perusahaan, kekayaan, dan Meningkatnya mencerminkan keputusan investasi, keuangan, dan pengelolaan aset perusahaan (Nugraheni dan Martono, 2. Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 Gambar 1 Grafik Kapitalisasi Pasar (Tahun 2020 - 2. Sumber : Bursa Efek Indonesia, 2023 Grafik 1 menunjukkan bahwa pada tahun 2020 Ae 2022, nilai perusahaan di sektor energi minyak dan gas meningkat dari segi nilai pasar. Hal ini merupakan indikator penting kesehatan perusahaan dan dapat memberikan gambaran penting mengenai kinerja perusahaan dan prospek masa depan. Tujuan utama perusahaan adalah menciptakan nilai bagi pemegang Harga saham mencerminkan nilai perusahaan dan asetnya. Perubahan nilai pasar saham seringkali didasarkan pada peluang investasi. Hal ini mempengaruhi nilai total Fenomena penelitian ini juga didukung oleh isu pemanasan global . lobal warmin. yang semakin menjadi warisan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Catatan terkini Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam State of the Climate 2022 menyatakan bahwa tahun 2022 menduduki peringkat tahun keenam paling panas dalam skala dunia. Pada tahun 2015-2022 menjadi tahun kedelapan yang paling panas dalam laporan melalui Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), sedangkan pada tahun 2016 menjadi tahun yang paling panas . eringkat pertam. , dengan tahun 2020 menjadi salah satu dari tiga tahun yang paling panas dalam laporan (Kominfo, 2. Fenomena pemanasan global tidak lepas dari permasalahan pengendalian sampah dan limbah Plt. Deputi Klimatologi BMKG Dodo Gunawan menyatakan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan cuaca merupakan urusan bersama. Sektor swasta dan dunia usaha menjadi salah satu pihak yang menjadi sorotan. Apalagi akhir-akhir ini Indonesia khususnya Jakarta sedang mengalami fenomena kondisi udara yang sangat buruk (Kominfo, 2. Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 Berdasarkan informasi IQAir saat ini. Indonesia, khususnya Jakarta, menduduki peringkat keenam dunia sebagai kota dengan polusi tertinggi di dunia. Berikut ini adalah informasi indeks kualitas udara/AQI yang tinggi dari suatu negara yang menduduki peringkat kota besar paling tercemar di dunia. Gambar 2 Ranking Kota Besar Paling Berpolusi di Dunia Sumber: Laman resmi IQAir, w. com, 2023 Berdasarkan grafik 2. Indonesia masih menempati ranking historis yang aman jika dibandingkan dengan kota-kota lain yang masuk peringkat 10 besar pada tahun 2023 Masalah pencemaran lingkungan tidak ada habisnya dibicarakan dan sangat dekat dengan aktivitas bisnis. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa aktivitas bisnis perusahaan besar menyebabkan masalah pada lingkungan seperti kelangkaan sumber daya, degradasi lingkungan, pencemaran air laut oleh minyak, pencemaran udara, hingga masalah kesehatan. Limbah merupakan penyebab terbesar kerusakan lingkungan. Secara umum sampah merupakan sisa bahan yang dihasilkan pada suatu kegiatan dan proses produksi, baik itu domestik, industri, pertambangan, dan lain-lain. Sampah dapat berupa gas, debu, cair, atau padat. Di antara berbagai jenis limbah tersebut terdapat limbah bahan beracun atau berbahaya yang disebut dengan limbah bahan berbahaya dan beracun (Limbah B. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jumlah sektor manufaktur Indonesia akan menghasilkan limbah B3 sebanyak 60 juta ton pada tahun 2021 (Dihni, 2. Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 Gambar 3 Jumlah Perusahaan Penghasil Limbah B3 per Sektor Sumber: Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2023 Gambar grafik 3 menunjukkan catatan berbagai kelompok penghasil limbah B3 per sektor industri terutama berdasarkan catatan KLHK. Sebanyak 2. 897 industri sektor manufaktur menghasilkan limbah B3. Sektor prasarana menghasilkan limbah B3 yang berasal dari 2. industri, serta terdapat 2. 103 industri pada sektor pertanian . dan 947 industri pada sektor pertambangan energi dan minyak bumi serta bahan bakar minyak yang menghasilkan limbah B3 (Dihni, 2. Perusahaan-perusahaan penghasil limbah memiliki tanggung jawab mengelola limbah hasil produksi sehingga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar. Upaya pengelolaan limbah tersebut diharapkan dapat mengurangi isu-isu lingkungan seperti yang telah dipaparkan sebelumnya. Pemerintah Indonesia sendiri mengatur masalah pencemaran lingkungan ini dalam UU Nomor 40 tahun 2007 dan UU Nomor 2 tahun 2009. Pemerintah Indonesia memperkuat tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan, khususnya bagi perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam, melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (RI. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RI, 2. Kebijakan lingkungan yang disusun dengan cermat dapat mendongkrak keunggulan kompetitif. Perusahaan yang dapat mematuhi aturan dan kebijakan lingkungan akan memberikan pengaruh yang baik terhadap lingkungan, dan akan berdampak pada daya saing (Romero. Freedman, & Connor, 2. TELAAH LITERATUR Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 Teori Sinyal Brigham dan Houston . memaparkan teori yang merupakan sinyal persepsi perusahaan terhadap pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang yang mempengaruhi reaksi para investor terhadap perusahaan. Sinyal ini berupa informasi yang menjelaskan upaya manajemen dan perusahaan dalam memenuhi keinginan pemilik dan merupakan indikator penting bagi investor dan pedagang ketika mengambil keputusan investasi. Secara umum, teori sinyal mencoba untuk memahami bagaimana beberapa sinyal sangat berharga atau berguna, sementara sinyal lainnya tidak berguna. Teori sinyal mengkaji bagaimana sinyal terkait dengan karakteristik yang tercermin di dalamnya, dan elemen sinyal atau komunitas sekitar apa yang membuat sinyal menjadi persuasif dan menarik (Gumamti, 2. Informasi yang dikirimkan oleh perusahaan dan diterima investor terlebih dahulu diinterpretasikan dan dianalisis untuk melihat apakah informasi tersebut merupakan sinyal positif . erita bai. atau merupakan sinyal negatif . erita buru. (Jogiyanto, 2. Ketika informasi dikomunikasikan, investor memberikan respon positif dan mampu membedakan perusahaan yang berkualitas dan buruk, sehingga menyebabkan harga saham naik dan nilai perusahaan naik. Sebaliknya ketika investor memberikan sinyal negatif, hal ini menandakan bahwa keinginan investor untuk berinvestasi menurun sehingga berdampak pada menurunnya nilai perusahaan. Akuntansi Lingkungan Pengertian akuntansi lingkungan menurut buku Environmental Management Accounting . adalah identifikasi, pengukuran dan alokasi biaya lingkungan serta integrasi biaya ke dalam keputusan bisnis dan komunikasi hasilnya kepada pemangku kepentingan perusahaan. Akuntansi lingkungan merupakan sebuah konsep yang terkait dengan penyertaan biaya lingkungan dalam praktik akuntansi perusahaan atau lembaga negara. Biaya lingkungan hidup merupakan dampak ekonomi dan non-ekonomi yang harus ditanggung akibat kegiatan yang mempengaruhi kualitas lingkungan hidup. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS (US EPA), peran penting EA adalah memberikan rincian biaya lingkungan kepada pejabat perusahaan. Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) menambahkan, konsep akuntansi lingkungan terbagi menjadi dua dimensi utama. Pertama, akuntansi lingkungan merupakan biaya yang secara langsung mempengaruhi perusahaan secara keseluruhan . alam hal ini disebut biaya Kedua, akuntansi lingkungan juga mencakup biaya individu, komunitas, dan lingkungan hidup perusahaan yang tidak dapat dihitung. Firm Value Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 Nilai perusahaan digambarkan sebagai nilai pasar karena nilai perusahaan dapat memberikan sebagian besar kemakmuran pemegang saham jika tingkat harga saham perusahaan meningkat (Djaddang, 2. Nilai perusahaan merupakan keyakinan pemilik modal terhadap pemenuhan kebutuhan perusahaan yang selalu dikaitkan dengan harga saham. Nilai perusahaan yang tinggi merupakan preferensi pemilik usaha yang menunjukkan kesejahteraan pemegang saham (Abdi. Li, & Cymara, 2. (Sukamulja, 2. Perusahaan menginginkan agar manajer keuangan dapat mengambil tindakan yang berkualitas bagi perusahaan melalui cara memaksimalkan biaya perusahaan untuk mencapai kesejahteraan pemilik atau pemegang saham. Financial Performance Kinerja keuangan adalah tujuan organisasi yang menggambarkan potensi organisasi untuk meningkatkan pendapatan organisasi melalui cara menghasilkan pendapatan. Tinjauan keuangan dibuat untuk menjelaskan situasi di luar moneter dan digunakan untuk perkiraan keuangan masa depan (Fahmi, 2. Menurut (Supit dkk, 2. kinerja keuangan secara keseluruhan adalah alat untuk mengukur struktur modalnya. Tolok ukur yang digunakan dalam kinerja keuangan bergantung pada posisi organisasi. Tes kinerja keuangan secara keseluruhan harus mengenali keluaran dan masukan. Output adalah hasil akhir dari kinerja seorang karyawan secara keseluruhan, begitu pula enter adalah hasil akhir dari suatu bakat yang digunakan untuk mendapatkan hasil akhir tersebut. Environmental Performance Kinerja lingkungan hidup merupakan keseluruhan kinerja pengusaha dalam memajukan lingkungan hidup yang baik (Suratno, 2. Kinerja lingkungan merupakan kinerja perusahaan di bidang lingkungan hidup yang dilakukan dengan mengacu pada dampak kegiatan operasional perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Di Indonesia, kinerja lingkungan diukur melalui kinerja organisasi yang berpartisipasi dalam program evaluasi kinerja usaha dalam pengelolaan lingkungan hidup (PROPER), sebuah alat yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang digunakan untuk mengevaluasi dan menentukan kinerja organisasi (Fitriani, 2. Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendorong organisasi agar mematuhi pengendalian lingkungan. PROPER biasanya disajikan kepada publik, sehingga organisasi yang dinilai akan menerima insentif atau disinsentif popularitas, tergantung pada tingkat Penting untuk meningkatkan ukuran kinerja lingkungan untuk meningkatkan kinerja saat ini (Astuti, 2. Green Accounting Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 Akuntansi ramah lingkungan adalah disiplin akuntansi yang berupaya menghubungkan komponen keuangan lingkungan dengan biaya operasional perusahaan (Putri et al. , 2. Akuntansi ramah lingkungan adalah bagian dari disiplin akuntansi yang berspesialisasi dalam masalah sosial dan lingkungan yang mengharuskan lembaga untuk mengungkapkan biaya lingkungan yang terkait dengan perlindungan lingkungan di seluruh perusahaan. Akuntansi ramah lingkungan juga merupakan teknik pengumpulan, klasifikasi, pengukuran, pencatatan dan pelaporan biaya lingkungan yang dikeluarkan dengan menggunakan lembaga dalam tinjauan tahunan. Pelaku bisnis dapat membandingkan manfaat dari biaya lingkungan yang menggunakannya untuk mengambil keputusan. Green Accounting dianggap sebagai alat pengendalian lingkungan yang mampu menjalin komunikasi dengan masyarakat (Ningsih dan Rachmawati, 2. Green Accounting merupakan metode komunikasi antara pengusaha dengan masyarakat umum yang menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kinerja METODOLOGI PENELITIAN Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, analisis statistik deskriptif, analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan analisis koefisien determinasi. Ada beberapa uji asumsi klasik dalam penelitian ini antara lain uji normalitas, uji multikoelinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Untuk menganalisis data diperlukan software statistika yaitu program STATA Versi 14 for windows. Populasi penelitian ini merupakan seluruh perusahaan go public di sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sub sektor industri terdiri dari . sektor manufaktur. sektor prasarana. sektor agro industri, dan . sektor pertambangan energi dan migas. Jangkauan periode penelitian ialah tahun 2020-2022. Dari populasi tesebut diambil sampel data penelitian. Pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling dengan kriteria: . perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah menerbitkan Laporan Tahunan (LT) tahun 2020 - 2022. perusahaan memiliki sertifikat PROPER. Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 Tabel 1 Kriteria Sampel Penelitian Kriteria sampel Perusahaan sub sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 20202022 Perusahaan menerbitkan Laporan Tahunan (LT) secara berkala di tahun 2020-2022 Faktor Pengurang Perusahaan menerbitkan LT pada tahun Perusahaan memiliki Perusahaan sertifikat PROPER. memiliki sertifikat PROPER Perusahaan yang mengungkap Perusahaan biaya lingkungan hidup lingkungan hidup Jumlah Sampel Tahun Pengamatan (Jumlah Sampel x 3 Tahu. Sumber : Data Diolah, 2023 Jumlah . HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Hipotesis Uji t (Parsia. Uji statistik t dilakukan untuk mengetahui pengaruh parsial variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil olah data uji statistik t data dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2 Hasil Uji Hipotesis Statistik t (Persamaan . Sumber : Output STATA Versi 14, 2023 Dengan melihat tabel distribusi t maka koefisien korelasi dengan tingkat kesalahan 5% . , jumlah data . yang valid sebanyak 75 dan derajat kebebasan . = n Ae k Ae 1 sehingga didapat nilai df = 72. Berdasarkan hasil tabel uji statistik t diatas, menunjukkan bahwa kolom t dan kolom sig. sebagai berikut : Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 Financial performance (X. memiliki t hitung 4,96 > t tabel 1,993 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang artinya financial performance (X. secara parsial berpengaruh terhadap green accounting (Y) dan pengaruhnya negatif. Environmental performance memiliki t hitung 2,12 > t tabel 1,993 dan nilai signifikansi 0,038 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang artinya environmental performance (X. secara parsial berpengaruh terhadap green accounting (Y), dan pengaruhnya positif. Tabel 3 Hasil Uji Hipotesis Statistik t (Persamaan . Sumber : Output STATA Versi 14, 2023 Dengan melihat tabel distribusi t maka koefisien korelasi dengan tingkat kesalahan 5% . : 2 = 2,5% . , jumlah data . yang valid sebanyak 75 dan derajat kebebasan . = n Ae k Ae 1 sehingga didapat nilai df = 71. Berdasarkan hasil tabel uji statistik t diatas, menunjukkan bahwa kolom t dan kolom sig. sebagai berikut : Financial performance (X. memiliki t hitung 4,26 > t tabel 1,993 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang artinya financial performance (X. secara parsial berpengaruh terhadap firm value (Z) dan pengaruhnya Environmental performance (X. memiliki t hitung 1,33 < t tabel 1,993 dan nilai signifikansi 0,187 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H4 ditolak yang artinya environmental performance (X. tidak berpengaruh terhadap firm value (Z). Green accounting (Y) memiliki t hitung 1,91 < t tabel 1,993 dan nilai signifikansi 0,060 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H5 ditolak yang artinya green accounting (Y) secara parsial tidak berpengaruh terhadap firm value (Z). Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 Uji Sobel Uji sobel digunakan untuk menguji hipotesis H6 dan H7 yang melibatkan variabel mediasi dalam memediasi pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen. Dasar pengambilan keputusan pada uji sobel, variabel mediasi dikatakan berpengaruh dalam memediasi variabel bebas dan terikat apabila nilai t statistik > nilai t tabel dan signifikansi < 05 (Santosa D. , 2. Berikut hasil pengujian pada kedua jalur pada penelitian ini: Tabel 4 Hasil Uji Sobel Jalur t-statistik X1 -> Y -> Z 1,786 X2 -> Y -> Z -1,420 Sumber : Hasil Output Kalkulator Sobel, 2023 p-value 0,074 0,155 Berdasarkan hasil uji sobel dalam tabel t-statistik diatas (Tabel . , menunjukkan hasil sebagai berikut : Financial performance (X. terhadap firm value (Y) dimediasi oleh green accounting (Y) memiliki nilai t-statistik 1,786 < t tabel 1,993 dengan nilai signifikansi 0,074 > 0,05, maka H6 ditolak yang artinya financial performance (X. tidak berpengaruh terhadap firm value (Z) dimediasi oleh green accounting (Y). Environmental performance (X. terhadap firm value (Z) dimediasi oleh green accounting (Y) memiliki nilai t-statistik 1,420 < t tabel 1,993 dengan nilai signifikansi 0,155 > 0,05, maka H7 ditolak yang artinya environmental performance (X. tidak berpengaruh terhadap firm value (Z) dimediasi oleh green accounting (Y). SIMPULAN Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial performance (X. , environmental performance (X. terhadap firm value (Z) dimediasi oleh green accounting (Y) pada perusahaan sektor industri yang terdaftar di BEI. Berdasarkan data yang diperoleh maupun hasil dari analisis yang dilakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai Financial performance (X. berpengaruh terhadap green accounting (Y) dan pengaruhnya negatif. Ketika financial performance (X. yang ditunjukan oleh ROA pada perusahaan mengalami peningkatan maka pada kondisi tersebut disertai pula dengan tingginya investasi pada lingkungan dalam penerapan green accounting (Y) Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 sehingga terjadinya penurunan biaya kerusakan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh Financial performance memberikan informasi yang relevan bagi pemangku kepentingan perusahaan termasuk investor, regulator . , dan masyarakat . untuk menilai bagaimana perusahaan mengelola isu lingkungan. Financial performance yang baik memberikan dorongan bagi perusahaan untuk berinvestasi pada lingkungan dalam penerapan green accounting dengan terus mengoptimalkan sumber daya dan efisiensi Environmental performance (X. berpengaruh terhadap green accounting (Y) dan pengaruhnya positif. Ketika environmental performance (X. yang di tunjukan dengan warna PROPER meningkat hal tersebut disertai dengan adanya peningkatan investasi dalam penerapan green accounting (Y) yang ditunjukan dengan meningkatnya biaya kerusakan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menyikapi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri yang dihasilkan. Environmental performance yang terintegrasi dengan green accounting meningkatkan akuntabilitas perusahaan terhadap pemangku kepentingan, termasuk investor, pelanggan, dan masyarakat umum. Pemangku kepentingan dapat menggunakan informasi ini untuk mengevaluasi sejauh mana perusahaan memenuhi tanggung jawab lingkungannya. Environmental performance yang baik dapat membantu perusahaan menghindari denda dan sanksi yang mungkin timbul dari ketidakpatuhan terhadap lingkungan dan penerapan praktik green accounting membantu perusahaan memantau dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Financial performance (X. berpengaruh terhadap firm value (Z) dan pengaruhnya Ketika financial performance (X. mengalami peningkatan maka pada kondisi tersebut disertai pula dengan adanya penurunan nilai perusahaan. Peningkatan financial performance (X. tidak disertai dengan peningkatan firm value (Z), karena perusahaan dikatakan menggunakan asetnya secara efisien ketika level ROA berada di atas 30%, sedangkan dalam penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata ROA pada sample yang di uji adalah 12,83%, maka dalam hal ini perusahaan belum menggunakan asetnya secara Financial performance yang kuat dapat meningkatkan keyakinan investor terhadap Investor cenderung memberikan nilai yang lebih tinggi kepada perusahaan yang menunjukkan kinerja keuangan yang stabil dan menjanjikan. Perusahaan dengan financial performance yang kuat mungkin lebih mudah mendapatkan pendanaan Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 eksternal, baik melalui penerbitan saham, obligasi, atau pinjaman bank. Ini dapat memberikan perusahaan akses lebih mudah ke modal yang diperlukan. Environmental performance (X. tidak berpengaruh terhadap firm value (Z). Ketika perusahaan mendapat peringkat PROPER untuk menilai environmental performance (X. tidak dapat meningkatkan firm value (Z). Masih banyak perusahaan di Indonesia yang mendapat PROPER Biru. Hal tersebut menggambarkan masih banyak perusahaan yang memberi andil dalam masalah pencemaran lingkungan di Indonesia. Perusahaan perlu mengadopsi environmental performance yang baik yang di tandai dengan penilaian PROPER yang tinggi, maka perusahaan dapat meminimalkan risiko reputasi yang mungkin timbul dari isu-isu lingkungan negatif. Hal ini dapat mempertahankan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap perusahaan. Kesesuaian dan pematuhan perusahaan terhadap regulasi lingkungan dapat memitigasi risiko hukum dan denda, yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Pemangku kepentingan mungkin memberikan nilai lebih tinggi kepada perusahaan yang mengelola risiko lingkungan dengan baik. Green accounting (Y) tidak berpengaruh terhadap firm value (Z). Investasi dalam penerapan green accounting (Y) yang ditunjukan dengan adanya biaya lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak memberikan keyakinan bagi investor maupun konsumen dalam penilaian suatu perusahaan. Pengeluaran biaya lingkungan dan/atau penerapan green accounting merupakan strategi yang dilakukan perusahaan dalam jangka panjang yang tidak dapat dirasakan dalam jangka pendek oleh investor. Perusahaan perlu mengadopsi praktik green accounting dengan optimal, dengan begitu perusahaan dapat mendapatkan dukungan lebih besar dari pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya yang peduli terhadap isu lingkungan. Dukungan ini dapat menciptakan nilai tambah dan stabilitas bagi perusahaan. Melalui green accounting, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya dan mengurangi limbah. Ini tidak hanya dapat mendukung keberlanjutan lingkungan tetapi juga menciptakan potensi penghematan biaya yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Financial performance (X. tidak berpengaruh terhadap firm value (Z) dimediasi oleh green accounting (Y). Pada penelitian ini, rata-rata rasio biaya lingkungan hidup hanya 2% dari laba bersih perusahaan sehingga tidak berpengaruh pada financial performance terhadap firm value. Pengeluaran yang dialokasikan untuk biaya lingkungan hidup atau untuk menerapkan praktik green accounting terlalu kecil sehingga menimbulkan Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 14-33 kurangnya loyalitas dari konsumen, hal tersebut akan mengurangi kepercayaan dari investor terhadap perusahaan. Environmental performance (X. tidak berpengaruh terhadap firm value (Z) dimediasi oleh green accounting (Y). Pada penelitian ini, rata-rata rasio biaya lingkungan hanya 2% dari laba perusahaan sehingga tidak berpengaruh pada environmental performance terhadap firm value. Biaya lingkungan hidup atau penerapan praktik green accounting yang terlalu kecil menyebabkan adanya penilaian buruk dari KLHK yang ditunjukan dengan rendahnya peringkat PROPER, hal tersebut akan menimbulkan keraguan dari investor terhadap perusahaan. Berdasarkan dari hasil pengolahan data dan simpulan yang dipaparkan diatas, terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yang mungkin memerlukan perbaikan dan beberapa rekomendasi yang dapat menjadi pertimbangan dalam penelitian selanjutnya, maka peneliti memiliki beberapa saran sebagai berikut: Untuk peneliti selanjutkan dapat menambahkan tahun periode penelitian yang terbaru agar data lebih update. Untuk peneliti selanjutnya dapat menambahkan jumlah sampel dan tidak hanya 4 . sub sektor industri saja agar hasil dari penelitian selanjutnya lebih akurat. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain yang dianggap sangat mempengaruhi hasil penelitian ini maupun penelitian sebelumnya misalnya menambahkan variabel Firm Size. Capital Structure, dan Profitability sebagai variabel DAFTAR PUSTAKA