EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP PRESTASI SISWA DI SMA SE-KECAMATAN MENGANTI GRESIK Ainur Rofiq Program Studi Manajemen Pendidikan. Program Pasca Sarjana. Universitas Gresik ABSTRAK Pembelajaran yang efektif merupakan bagian yang sangat dominan untuk mewujudkan kualitas output . pendidikan, proses pembelajaran menggunakan pendekatan yang sistematik untuk memecahkan masalah atau Problem Based Learning (PBL) dinilai mempersiapkan siswa untuk berpikir kritis dan analitis, dan untuk mencari serta menggunakan sumber pembelajaran yang Selain hal penting tersebut, penguatan nilai-nilai karakter diharapkan mampu menjadi solusi terhadap proses pembelajaran PBL. kualitas dan relevansi pendidikan yaitu masih rendahnya persentase lulusan SMA yang memenuhi persyaratan untuk masuk jenjang perguruan tinggi. Salah satu tujuan penyelenggaraan pendidikan menengah atas adalah untuk menyiapkan peserta didik menuju ke pendidikan tinggi, sehingga prestasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi dan disiplin, tetapi dipengaruhi oleh karakter peserta didik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning terhadap prestasi siswa dan mengetahui hubungan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa serta mengetahui hubungan antara efektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian survei, kuantitatif, deskriptif dengan model penelitian korelasi yang bertujuan untuk mencari informasi faktual tentang efektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 50 Guru pada tahun pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian sesuai dengan hasil dari uji F dan uji t. ada hubungan secara parsial efektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning terhadap prestasi siswa . ada hubungan secara parsial penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa . ada hubungan secara simultan antara efektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik. Kata kunci. Problem Based Learning. Pendidikan Karakter dan Prestasi Siswa PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Salah pendidikan menengah atas seperti yang tercantum dalam Rencana Strategi Depdiknas 2002-2004, adalah kualitas dan relevansi pendidikan yaitu masih rendahnya persentase lulusan SMA yang memenuhi persyaratan untuk masuk jenjang perguruan tinggi. Padahal tujuan penyelenggaraan pendidikan menengah atas adalah untuk menyiapkan peserta didik menuju ke pendidikan tinggi, karena itu fungsinya lebih pada penyiapan peserta didik dalam kerangka akademik dengan model pembelajaran dasar-dasar pengetahuan sebagai landasan kuat tumbuhnya sikap dan karakter sebagai Dari beberapa deskripsi yang koheren diatas maka penelitian ini Auefektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti GresikAy. Rumusan Masalah Apakah terdapat hubungan secara parsial efektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik? . Apakah terdapat hubungan secara karakter terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik? . Apakah terdapat hubungan secara pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik? Tujuan Penelitian Mengetahui hubungan secara parsial efektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik. Mengetahui hubungan secara parsial terhadap prestasi siswa di SMA seKecamatan Menganti Gresik. Mengetahui pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik. Manfaat Penelitian Dapat memberikan pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang efektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa, . Sebagai sumbangsih pemikiran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik yaitu SMA Al Azhar. SMA Sunan Giri dan SMA Daruttawwabin pada kualitas pendidikan pada umumnya, . Dapat digunakan sebagai bahan efektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa. TINJAUAN PUSTAKA Pembelajaran Learning Problem Based Ciri-ciri problem based learning (PBL) menurut Arends berbagai pengembangan pengajarannya telah memberikan model pengajaran itu memiliki karakteristik sebagai berikut . Pengajuan pertanyaan atau masalah pembelajaran berdasarkan masalah disekitar pertanyaan dan masalah yang dua-duanya secara sosial bermakna untuk siswa. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin meskipun pembelajaran berdasarkan masalah mungkin berpusat pada mata pelajaran tertentu, masalah-masalah yang diselidiki telah dipilih benar-benar nyata agar dalam pemecahannya, siswa meninjau masalah itu dari banyak mata pelajaran. Penyelidikan autentik Pembelajaran berdasarkan masalah mengharuskan siswa melakukann penyelidikan masalah nyata. Menghasilkan Pembelajaran berdasarkan masalah menuntut siswa untuk menghasilkan produk tertentu dalam karya nyata. Model PBL dikembangkan berdasarkan konsep-konsep yang dicetuskan oleh Jerome Bruner. Konsep tersebut adalah belajar penemuan atau discovery Konsep tersebut memberikan pengembangan model PBL yang berorientasi pada kecakapan memproses Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) atau Problem Based Learning (PBL) didasarkan pada hasil penelitian Barrow and Tamblyn . Barret, 2. dan pertama kali diimplementasikan pada sekolah kedokteran di Mc Master University Kanda pada tahun 60-an. PBM sebagai sebuah pembelajaran diterapkan dengan alasan bahwa PBM sangat efektif sekolah kedokteran dimana mahasiswa PBM lebih tepat dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran tradisional. Hal ini dapat dimengerti bahwa para dokter yang nanti bertugas pada kenyataannya dihadapkan pada masalah pasiennya sehingga harus mampu Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun Sistem Pendidikan Nasional. Pengertian Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Karakter tidak diwariskan, tetapi sesuatu yang dibangun secara berkesinambungan hari demi hari melalui pikiran dan perbuatan, pikiran demi pikiran, tindakan demi tindakan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Dengan demikian karakter adalah nilai-nilai yang unik-baik yang terpatri dalam diri dan (Kementrian Pendidikan Nasional. Pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif Kemdiknas . 0, p. Pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang menjadi nilai dasar budaya dan karakter bangsa. Prestasi Siswa Prestasi siswa dapat diartikan hasil yang diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar karena kegiatan belajar merupakan proses sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar mengajar. Menurut Hadari Nawawi . 8 :. Prestasi belajar adalah tingkatan keberhasilan dalam mempelajari materi pelajaran disekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes. Pengertian prestasi belajar prestasi belajar pada dasarnya berasal dari dua suku kata yaitu prestasi dan belajar. Prestasi belajar sendiri mempunyai arti standart test untuk mengukur kecakapan atau pengetahuan bagi seseorang didalam satu atau lebih dari garis-garis pekerjaan atau belajar. Sedangkan menurut kamus populer prestasi ialah hasil sesuatu yang telah dicapai (Purwodarminto, 1979 : Kemudian pengertian dari belajar menurut Winkel adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan Menurut Hilgard dalam (Suryabrata, 1984:. merupakan proses perbuatan yang kemudian menimbulkan perubahan yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Menurut Ahmadi menjelaskan bahwa pengertian dari prestasi belajar adalah sebagai berikut: secara teori bila sesuatu kegiatan dapat memuaskan suatu kebutuhan maka Sumber penguat 12 belajar dapat secara ekstrinsik . ilai, pengakuan, penghargaa. dan dapat secara intrinsik . egairahan untuk Slameto . 3 : . menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan suatu perubahan yang dicapai seseorang setelah mengikuti proses belajar. Perubahan ini meliputi perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan dan pengetahuan. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian dari prestasi belajar ialah hasil usaha, bekerja atau belajar yang menunjukkan ukuran kecakapan yang dicapai dalam bentuk nilai. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah 74 Guru SMA se-Kecamatan Menganti Gresik yaitu SMA Al Azhar. SMA Sunan Giri dan SMA Daruttawwabin pada tahun pelajaran 2018/2019. Tabel 3. Rincian Jumlah Populasi Sekolah SMA Al Azhar SMA Sunan Giri SMA Daruttawwabin Jumlah Jumlah Guru Hipotesis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi Diduga ada hubungan secara parsial efektifitas pengembangan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik. Diduga ada hubungan secara parsial penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa di SMA seKecamatan Menganti Gresik. Diduga ada hubungan secara pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan prestasi siswa di SMA seKecamatan Menganti Gresik. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel bebas (X. pengembangan problem based learning dan penguatan pendidikan karakter (X. , dan variabel terikat (Y) yaitu prestasi siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian survei, kuantitatif, deskriptif dengan model penelitian korelasi yang bertujuan untuk mencari informasi faktual tentang efektifitas pengembangan Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 50 Guru. Tabel 3. Rincian Jumlah Sampel Sekolah SMA Al Azhar SMA Sunan Giri SMA Daruttawwabin Jumlah Guru Instrumen Instrumen kuesioner dengan jenis pertanyaan tertutup, yaitu peneliti menyediakan jawaban yang terbatas agar responden menjawab hanya dalam jawaban yang telah disediakan saja dan tidak akan keluar dari jawaban yang telah dibuat oleh peneliti. Dalam penelitian ini akan dilakukan beberapa pengujian awal terhadap instrumen penelitian sebagai syarat sebelum dilakukan pengambilan data kepada responden. Pengujian-pengujian tersebut dengan menggunakan Uji Validitas Kuesioner dan Uji Reliabilitas Pengumpulan data Berikut langkah-langkah pengumpulan data: Mendistribusi Kuesioner Kepada Responden . Mengumpulkan Data Hasil Proses Pengisian Dari Responden Melakukan Rekap Data Analisa Data Analisa data dengan menggunakan Uji Homogenitas dan Uji Analitis Data Analisis Ragam/Analysis of Variance (ANOVA). Untuk uji Homogenitas meliputi: Koofisien determinan berganda . Uji secara parsial . Uji koofisien regresi secara simultan / bersama Ae sama (F), . Uji Variabel dominan Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Berdasarkan menunjukkan bahwa item pernyataan yang dinyatakan tidak valid yaitu x13, x14 dan x18 karena nilai Corrected Item Total Correlation yang dihasilkan kurang dari 0,30 dan harus dieliminasi dari pengujian selanjutnya. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi melakukan kegiatan penelitian untuk memperoleh data yang berasal dari Penelitian ini dilakukan di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik yaitu SMA Al Azhar. SMA Sunan Giri dan SMA Daruttawwabin. Penelitian ini menempuh waktu selama enam bulan, yakni dari bulan Februari sampai Juli 2019. Hal ini dikarenakan waktu tersebut merupakan batas waktu dalam pengerjaan tesis, sehingga dilakukan sesuai waktu yang telah HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Hasil Uji Validitas Variabel Perangkat Pembelajaran PBL (X. Uji validitas pada variabel perangkat pembelajaran PBL dilakukan sebanyak 2 . putaran dengan 8 . ytem pernyataan, yang hasilnya adalah sebagai Tabel 4. 1 Hasil Uji Validitas Variabel Perangkat Pembelajaran PBL Putaran Ke-1 Item Pernyata Corrected Item Total Correlation . Keteranga Tabel 4. 2 Hasil Uji Validitas Variabel Perangkat Pembelajaran PBL Putaran Ke-2 Corrected Item Total Correlation . Valid Valid Valid Valid Item Pernyataan Keterangan Valid Berdasarkan menunjukkan bahwa item pernyataan yang tersisa sebanyak 5 . butir dan dinyatakan valid karena nilai Corrected Item Total Correlation yang dihasilkan lebih dari 0,30. Hasil Uji Validitas Variabel Penguatan Pendidikan Karakter (X. Uji validitas pada variabel penguatan pendidikan karakter dilakukan sebanyak 2 . putaran dengan 10 . ytem pernyataan, yang hasilnya adalah sebagai Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Penguatan Pendidikan Karakter Putaran Ke-1 Valid Item Pernyataan Corrected Item Total Correlation . Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Berdasarkan menunjukkan bahwa item pernyataan yang dinyatakan tidak valid yaitu x27 dan x210 karena nilai Corrected Item Total Correlation yang dihasilkan kurang dari 0,30 dan harus dieliminasi dari pengujian selanjutnya. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Penguatan Pendidikan Karakter Putaran Ke-2 Corrected Item Total Correlation . Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Item Pernyataan Keterangan Valid Berdasarkan menunjukkan bahwa item pernyataan yang tersisa sebanyak 8 . butir dan dinyatakan valid karena nilai Corrected Item Total Correlation yang dihasilkan lebih dari 0,30. Uji Validitas Variabel Prestasi siswa (Y) Uji validitas pada variabel prestasi siswa dilakukan sebanyak 2 . putaran dengan 10 . ytem pernyataan, yang hasilnya adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Prestasi Siswa Putaran Ke-1 Corrected Item Total Correlation . Valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Item Pernyataan Keterangan Valid Berdasarkan menunjukkan bahwa item pernyataan yang dinyatakan tidak valid yaitu y5, y7, y9 dan y10 karena nilai Corrected Item Total Correlation yang dihasilkan kurang dari 0,30 dan harus dieliminasi dari pengujian selanjutnya. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Prestasi Siswa Putaran Ke-2 Item Pernyataan Corrected Item Total Correlation . Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan menunjukkan bahwa item pernyataan yang tersisa sebanyak 6 . butir dan dinyatakan valid karena nilai Corrected Item Total Correlation yang dihasilkan lebih dari 0,30. Pembahasan Variabel berbasis problem based learning terdiri dari delapan item pernyataan, dan sesuai dengan hasil uji validitas yaitu terdapat lima item pernyataan yang valid dan tiga item pernyataan yang tidak valid. Kelima item pernyataan itulah yang dilanjutkan ke pengujian selanjunya yaitu uji reliabilitas dan menunjukkan bahwa variabel perangkat pembelajaran berbasis problem based learning adalah reliabel. Menuju ke pengujian regresi linier berganda, dibutuhkan variabel terikat dimana variabel terikat pada penelitian ini adalah prestasi siswa. Variabel prestasi siswa terdiri dari sepuluh item pernyataan, dan sesuai dengan hasil uji validitas yaitu terdapat enam item pernyataan yang valid dan empat item pernyataan yang tidak valid. Keenam item pernyataan itulah yang dilanjutkan ke pengujian selanjunya yaitu uji reliabilitas dan menunjukkan bahwa variabel prestasi siswa adalah reliabel. Berdasarkan uji regresi linier berganda terutama pada uji t yaitu uji pengaruh secara parsial menghasilkan nilai thitung sebesar 5,313 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 5%, sehingga Ho ditolak. Dengan demikian dapat diartikan bahwa variabel problem based learning berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi siswa. Variabel penguatan pendidikan karakter terdiri dari sepuluh item pernyataan, dan sesuai dengan hasil uji validitas yaitu terdapat delapan item pernyataan yang valid dan dua item pernyataan yang tidak Kedelapan item pernyataan itulah yang dilanjutkan ke pengujian selanjunya yaitu uji reliabilitas dan menunjukkan bahwa variabel penguatan pendidikan karakter adalah reliabel. Menuju ke pengujian regresi linier berganda, dibutuhkan variabel terikat dimana variabel terikat pada penelitian ini adalah prestasi siswa. Variabel prestasi siswa terdiri dari sepuluh item pernyataan, dan sesuai dengan hasil uji validitas yaitu terdapat enam item pernyataan yang valid dan empat item pernyataan yang tidak valid. Keenam item pernyataan itulah yang dilanjutkan ke pengujian selanjunya yaitu uji reliabilitas dan menunjukkan bahwa variabel prestasi siswa adalah reliabel. Berdasarkan uji regresi linier berganda terutama pada uji t yaitu uji pengaruh secara parsial menghasilkan nilai thitung sebesar 2,948 dan nilai signifikansi 0,005 kurang dari 5%, sehingga Ho ditolak. Dengan dapat diartikan bahwa variabel penguatan pendidikan karakter berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi siswa. Secara parsial variabel perangkat pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi siswa yang ditunjukkan dari hasil t-hitung, dan pengaruh secara simultan menunjukkan bahwa variabel problem based learning dan penguatan pendidikan karakter berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi siswa, dilihat dari nilai F-hitung sebesar 23,772 dan nilai signifikansinya kurang dari 5% yaitu sebesar 0,000. Besarnya pengaruh variabel perangkat pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap variabel prestasi siswa yaitu sebesar 50,3% sedangkan sisanya 49,7% dipengaruhi variabel yang tidak KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Adapun kesimpulannya adalah sebagai . Berdasarkan uji regresi linier berganda terutama pada uji t yaitu menghasilkan nilai t-hitung sebesar 5,313 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 5%, sehingga Ho Hal tersebut dapat diartikan pembelajaran berbasis problem based learning berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi siswa. Dengan demikian, dapat hubungan secara parsial efektifitas pengembangan pembelajaran berbasis problem based learning terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik. Berdasarkan uji regresi linier berganda terutama pada uji t yaitu menghasilkan nilai t-hitung sebesar 2,948 dan nilai signifikansi 0,005 kurang dari 5%, sehingga Ho Hal tersebut dapat diartikan variabel penguatan pendidikan signifikan terhadap prestasi siswa. Dengan disimpulkan terdapat hubungan secara parsial penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa di SMA se-Kecamatan Menganti Gresik. Pengaruh perangkat pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan pendidikan karakter terhadap prestasi siswa, dilihat dari nilai F-hitung sebesar 23,772 dan nilai signifikansinya kurang dari 5% yaitu sebesar 0,000. Besarnya pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan variabel prestasi siswa yaitu sebesar 50,3% sedangkan sisanya 49,7% dipengaruhi variabel yang tidak Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat hubungan secara simultan antara efektifitas pembelajaran berbasis problem based learning dan penguatan prestasi siswa di SMA seKecamatan Menganti Gresik. 2 Saran Problem Based Learning (PBL) masalah kehidupan nyata yang apapun baik di dalam maupun di luar sekolah sejauh itu diperlukan untuk memecahkan PBM gagasan bahwa pembelajaran dapat dicapai jika kegiatan pendidikan dipusatkan pada tugas-tugas atau permasalahan yang otentik, relevan, dan dipresentasikan dalam suatu Cara bertujuan agar siswa memilki anantinya mereka hadapi di Guru yang secara terus menerus membimbing siswa dengan cara mendorong dan mengarahkan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan memberi penghargaan untuk pertanyaan-pertanyaan berbobot yang mereka ajukan, dengan mendorong siswa mencari solusi/penyelesaian terhadap masalah nyata yang sendiri, maka diharapkan siswa dapat belajar menangani tugas-tugas pencarian solusi itu secara mandiri dalam hidupnya kelak. Pendidikan merupakan salah satu solusi atas kebuntuan dalam sistem Sejalan dengan itu artikan sebagai upaya penan kecerdasan dalam berfikir, p enghayatan dalam bentuk sikap, dan pengamalan dalam bentuk perilaku yang sesuai dengan nilai luhur, karena memiliki misi yang amat mendasar yakni membentuk manusia seutuhnya dengan akhlak mulia. Prestasi belajar atau hasil belajar siswa perlu diketahui oleh siswa yang bersangkutan guna mengetahui seberapa besar kemajuan yang telah dicapai oleh siswa serta seberapa baik kualitas dari Sehingga dilakukan, perubahan, melalui model pembelajaran Problem Based Learning dan penguatan nilai karakter diharapkan dapat mendorong keadaan siswa untuk melakukan belajar dan DAFTAR PUSTAKA