Abdi Wisata. Volume 2. No 1, 32-39. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan di Desa Mekar Bhuwana Komang Tresia Nitayani1. I Made Wira Saputra2. Gabriella Debora Ginting Suka3. Ni Made Ayu Natih Widhiarini4. Kadek Ayu Ekasani5 . I Gusti Ayu Eka Suwintari6 1,2,3,5,6 Riwayat artikel Diajukan Diterima Dipublikasikan D4 Manajemen Perhotelan. Institut Pariwisata Bisnis Internasional S1 Bisnis Digital. Institut Pariwisata Bisnis Internasional *Email korespondensi: natih. widhiarini@ipb-intl. : 25 Februari 2025 : 30 April 2025 : 31 Mei 2025 Abstrak Boreh merupakan salah satu ramuan dalam pengobatan tradisional (Usadh. Bali yang terbuat dari kombinasi rempah-rempah yang memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh dan kecantikan kulit dan Boreh menjadi produk wellness tourism yang dilirik wisatawan. Di Desa Mekar Bhuwana telah ada Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mulai mengolah rempah-rempah menjadi Boreh namun pengembangannya belum Tujuan kegiatan ini untuk memberikan penguatan kapasitas kepada KWT dalam mengembangkan produk Boreh yang sesuai dengan kebutuhan pasar wellness tourism. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan 3 tahapan metode yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun hasil dari pengabdian ini yaitu KWT menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam memproduksi Boreh dan mengemas Boreh yang sesuai dengan pasar wellness tourism serta KWT menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya pemasaran produk Boreh untuk dapat menjangkau pelanggan yang lebih Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman dan keterampilan baru terhadap KWT. Sebagai tindak lanjut. KWT masih membutuhkan pendampingan untuk memastikan keberlanjutan usaha. Kata kunci: Penguatan kapasitas. Kelompok wanita tani. Pengembangan produk boreh bali. Wisata kesehatan Abstract Boreh is one of the ingredients in Balinese traditional medicine (Usadh. which is made from a combination of spices which have benefits for body health and skin beauty and Boreh is a wellness tourism product that is sought after by tourists. In Mekar Bhuwana Village there is a Women Farmers Group (KWT) which has started processing spices into Boreh but its development has not been optimal. The aim of this activity is to strengthen KWT's capacity in developing Boreh products that suit the needs of the wellness tourism market. This community service activity is carried out using 3 method stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The results of this service are that KWT shows an increase in knowledge in producing Boreh and packaging Boreh in accordance with the wellness tourism market and KWT shows an increase in awareness of the importance of marketing Boreh products to be able to reach a wider range of customers. Based on this, it can be concluded that this activity provides new understanding and skills regarding KWT. As a follow-up. KWT still needs assistance to ensure business sustainability. Keywords: : Strengthening the capacity. Women farmer groups. Development of boreh bali products. Wellness tourism https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1, 32-39. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Pendahuluan Bali merupakan pulau yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara (Hendayanti. Suniantara, & Nurhidayati, 2. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali tercatat 646 kunjungan pada tahun 2023. Pulau ini dikenal memiliki beragam tradisi dan budaya, salah satunya ialah tradisi Meboreh. Meboreh merupakan tradisi masyarakat Bali yang mengolah rempah-rempah menjadi obat tradisional untuk kesehatan dan telah dipraktikkan sejak jaman dahulu. Boreh adalah salah satu ramuan dalam pengobatan tradisional (Usadh. Bali yang terbuat dari kombinasi rempah-rempah yang dibuat dengan cara menghaluskan campuran bahan-bahan dan dalam penggunaannya dicampur dengan air serta dioleskan di seluruh tubuh (Giri & Paramita, 2. Boreh menjadi pengobatan tradisional yang masih dipergunakan hingga saat ini (Febriana. Polin, & Aliffiati. Adapun khasiat dari Boreh yaitu untuk menghangatkan tubuh, memperlancar peredaran darah, mengurangi nyeri otot dan tulang, serta mengurangi sakit kepala (Hartayu & Widiasih, 2. Disisi lain, saat ini yang sedang menjadi trend ialah penggunaan bahan alami dalam produk kecantikan dan Boreh pun menjadi produk yang dilirik oleh wisatawan, terbukti dengan banyaknya Spa di Bali yang menawarkan treatment Boreh Massage (Antara News, 2. Boreh Massage menjadi salah satu produk Spa yang kini kian diminati oleh wisatawan. Terbukti dari salah satu pernyataan seorang pelaku usaha Spa. Komang Pujiarini mengungkapkan bahwa Boreh sangat diminati oleh wisatawan lokal sejak awal beliau membuka usaha pada tahun 2021. Setelah Covid19 dan dibukanya kembali pintu internasional membuat wisatawan mancanegara mulai berdatangan ke Bali dan banyak dari mereka yang menyukai treatment asli Bali ini (Suhendra, 2. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Boreh sebagai produk kesehatan mempunyai potensi yang begitu menjanjikan dan memberikan peluang pasar yang tinggi utamanya dalam pengembangan wisata kesehatan . ellness touris. di Bali. Wellness tourism atau pariwisata kesehatan merujuk pada perjalanan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional seseorang (Fitriani. Koerniawaty, & Sinaga. Biasanya, wisatawan yang memilih jenis pariwisata ini mencari destinasi atau fasilitas yang menawarkan pengalaman relaksasi dan perawatan kesehatan, seperti spa, yoga, meditasi, terapi tubuh, dan pola makan sehat. Selain itu, wellness tourism juga sering digabungkan dengan kegiatan alam, seperti hiking atau terapi air, yang semakin memperkaya pengalaman wisatawan yang mencari keseimbangan tubuh dan pikiran (Susanti, 2. Popularitas wellness tourism terus meningkat seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan hidup, mengurangi stres, dan memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan (Hudson. Thal. Cardenas, & Meng, 2. Destinasi-destinasi yang menawarkan pengalaman wellness tourism umumnya terletak di lokasi yang tenang dan damai, seperti pegunungan, pantai, atau daerah pedesaan, yang dapat menciptakan atmosfer yang ideal untuk mendukung proses pemulihan, relaksasi, dan penyembuhan tubuh serta jiwa (Susanti. Suputra. Premayani, & Indrian. Lebih dari sekadar liburan, wellness tourism juga membuka peluang besar untuk memberdayakan masyarakat lokal. Dengan mengembangkan wisata berbasis kesehatan, masyarakat setempat dapat terlibat langsung dalam penyediaan berbagai layanan yang mendukung kesejahteraan, seperti pengelolaan spa, praktik yoga, terapi tradisional, hingga pembuatan produk kesehatan alami. Selain memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, pengembangan sektor ini juga berfungsi untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan berkelanjutan, sehingga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi baik individu maupun komunitas secara keseluruhan (Mananda & Kristanto, 2. Desa Mekar Bhuwana merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Abiansemal. Kabupaten Badung. Bali. Dilihat dari website mengenai sejarah desa ini bahwa Desa Mekar Bhuwana ini memiliki daerah dataran, bergelombang, hingga berbukit dengan suhu udara rata-rata yaitu 24 Ae 30 derajat celsius dan curah hujan rata-rata 2. 000 mm per tahun . Desa ini memiliki sumber daya alam yang melimpah dan mayoritas dari warga di desa ini berprofesi sebagai Di Desa Mekar Bhuwana ini juga telah ada Kelompok Wanita Tani yang mulai mengolah sumber daya alam yang dimilikinya khususnya rempah-rempah menjadi produk unggulan yaitu salah satunya ialah Boreh. Namun, kapasitas Kelompok Wanita Tani ini dalam mengembangkan produk Boreh agar sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini khususnya pasar wellness tourism masih terbatas. Kelompok https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1, 32-39. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Wanita Tani di Desa Mekar Bhuwana ini masih belum terlalu memahami bagaimana membuat produk Boreh agar sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini seperti belum terlalu memahami bagaimana menentukan tekstur yang baik untuk Boreh agar tahan lama, belum terlalu memahami bagaimana proses pengemasan yang baik dan benar untuk Boreh serta belum terlalu memahami terkait strategi yang baik untuk memasarkan Boreh. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan produk Boreh yang berbasis wellness tourism pada Kelompok Wanita Tani di Desa Mekar Bhuwana. Kecamatan Abiansemal. Kabupaten Badung. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan penguatan kapasitas kepada Kelompok Wanita Tani Desa Mekar Bhuwana dengan melatih dan mendampingi KWT dalam mengembangkan produk Boreh agar sesuai dengan kebutuhan pasar wellness tourism. Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat membantu Kelompok Wanita Tani Desa Mekar Bhuwana untuk dapat meningkatkan kualitas produk Boreh sehingga dapat dipasarkan lebih luas dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di desa ini. Metode Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu terhitung dari bulan April Ae Juli 2024 tepatnya di Desa Mekar Bhuwana. Kecamatan Abiansemal. Kabupaten Badung. Bali. Jumlah peserta pada kegiatan pengabdian ini yaitu 15 orang yang merupakan Kelompok Wanita Tani Desa Mekar Bhuwana. Pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan metode partisipatif yang dirancang untuk melibatkan langsung para peserta dalam setiap tahapan kegiatan. Metode ini dipilih untuk memastikan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam praktik sehari-hari, sehingga dampak dari kegiatan ini bisa dirasakan secara langsung dalam kehidupan peserta (Mustanir. Hamid, & Syarifuddin, 2. Adapun langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dimulai dengan melakukan observasi terkait kebutuhan dan kendala yang dihadapi oleh kelompok sasaran, kemudian mengundang Narasumber untuk memberikan dua kali sesi ceramah terkait pemahaman tentang pembuatan boreh dan cara pemasarannya. Dalam sesi ini, narasumber memberikan pemaparan yang mendalam mengenai sejarah boreh Bali, manfaat kesehatan yang terkandung dalam produk boreh, serta bahan-bahan alami yang digunakan dalam pembuatan boreh. Peserta diberikan pengetahuan tentang cara memilih bahan berkualitas, serta bagaimana bahan-bahan alami ini berkontribusi terhadap kesehatan kulit dan tubuh. Sesi ceramah ini bertujuan untuk memberikan dasar teori yang kuat agar peserta memiliki pemahaman yang baik mengenai produk boreh. Selain itu, sesi ceramah juga menghadirkan narasumber yang memaparkan cara pengemasan dan pemasaran produk boreh agar memiliki daya saing yang tinggi. Setelah sesi ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung oleh narasumber mengenai cara pembuatan boreh Bali. Narasumber menunjukkan langkah demi langkah dalam proses pembuatan boreh, mulai dari pemilihan bahan, proporsi yang tepat, hingga teknik pencampuran bahan agar mendapatkan hasil yang Demonstrasi ini penting agar peserta bisa melihat secara langsung proses pembuatan boreh yang sesuai dengan standar kualitas pasar modern, terutama dalam konteks wellness tourism. Peserta juga diajak untuk praktik langsung pembuatan boreh dengan bahan-bahan alami yang telah disediakan. Praktik ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyesuaikan dan menambah keterampilan mereka dalam mengolah bahan alami menjadi produk boreh yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Dengan adanya praktik langsung, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menguasai keterampilan praktis yang dapat mereka terapkan di rumah atau dalam kegiatan usaha Pada akhir kegiatan, tim pelaksana melakukan monitoring dan evaluasi dengan cara mengumpulkan feedback dari peserta pelatihan. Hasil dan Pembahasan 1 Observasi Lapangan Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Mekar Bhuwana ini diawali dengan melakukan persiapan dan koordinasi yang meliputi observasi lapangan pada tanggal 30 April 2024 (Gambar . Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala yang dihadapi oleh Kelompok Wanita Tani dalam pembuatan dan pengembangan produk Boreh yang berbasis wellness https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1, 32-39. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Berdasarkan hasil observasi. Kelompok Wanita Tani Desa Mekar Bhuwana belum sepenuhnya memahami mengenai bagaimana mengembangkan produk Boreh yang berkualitas dan agar diminati pasar atau sesuai dengan kebutuhan pasar khususnya pasar wellness tourism seperti bagaimana tekstur yang baik, bentuk kemasan yang sesuai dan strategi pemasaran agar produk dapat dijangkau lebih luas. Gambar 1. Kegiatan Observasi Lapangan 2 Koordinasi dengan Narasumber dan Kelompok Wanita Tani Setelah melaksanakan observasi lapangan, adapun kegiatan selanjutnya yaitu melakukan koordinasi dengan narasumber KWT pada tanggal 25 Mei 2024 untuk membahas mengenai program pengabdian yang akan dilaksanakan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh KWT (Gambar . Berdasarkan dari kegiatan koordinasi ini, adapun hasil yang didapat bahwa program yang disepakati ialah melakukan sosialisasi mengenai bagaimana mengembangkan Boreh yang berbasis wellness tourism seperti sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk Boreh dan pelatihan mengenai pengemasan serta pemasaran produk Boreh. Gambar 2. Kegiatan Kordinasi Bersama Narasumber KWT 3 Pelatihan Pembuatan Produk Boreh Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2024 dan dihadiri oleh kelompok wanita tani yang sangat antusias mengikuti setiap sesi yang diselenggarakan. Pelatihan ini menghadirkan Ibu https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1, 32-39. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Apt. Sayu Mentari Dewi. Farm. sebagai narasumber utama. Ibu Sayu Mentari Dewi memberikan pemaparan yang komprehensif mengenai sejarah, manfaat, serta teknik pembuatan boreh yang sesuai dengan standar pasar modern, khususnya dalam industri wellness tourism. Pelatihan terdiri dari sesi teori dan praktik yang saling melengkapi, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara umum, tetapi juga keterampilan langsung dalam pembuatan produk. Kegiatan dimulai dengan pemaparan teori mengenai sejarah dan manfaat boreh serta bahan-bahan alami yang digunakan. Selanjutnya, narasumber memberikan penjelasan mengenai teknik pembuatan boreh yang sesuai dengan standar industri wellness tourism. Setelah sesi teori selesai, peserta langsung diberikan kesempatan untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Dalam sesi praktek, peserta dilatih meracik boreh dengan berbagai bahan alami yang telah disiapkan, seperti rempah-rempah, minyak esensial, dan bahan alami lainnya yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Narasumber memberikan arahan langsung mengenai proporsi bahan yang tepat, teknik pencampuran yang benar, serta cara penyimpanan yang baik agar kualitas produk tetap terjaga. Peserta juga diberikan tips mengenai packaging atau pengemasan produk boreh yang menarik untuk menarik perhatian wisatawan dan menciptakan citra positif di pasar wellness. Narasumber menekankan pentingnya kebersihan, standar kualitas, dan konsistensi dalam setiap tahap pembuatan produk boreh agar dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Gambar 3. Proses Pelatihan Pembuatan Produk Boreh 4 Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk boreh Selain aspek produksi, pelatihan ini juga mencakup teknik pengemasan produk Boreh dan strategi pemasaran (Gambar . Proses pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pengenalan bahan-bahan alami yang digunakan dalam pembuatan boreh, dilanjutkan dengan demonstrasi praktis mengenai cara pembuatan boreh yang benar dan efisien. Setelah peserta memahami proses produksi, pelatihan berfokus pada teknik pengemasan yang modern dan menarik, serta strategi pemasaran produk Boreh. Pada pelatihan ini, dihadirkan Ibu Ni Made Ayu Natih Widhiarini. Tr. Par. ,MM sebagai narasumber yang memiliki pengalaman dalam bidang pemasaran produk berbasis wisata. Materi pokok yang disampaikan mencakup beberapa hal penting, antara lain: Teknik Pengemasan Produk: Peserta dipandu dalam proses pengemasan produk Boreh secara menarik dan praktis menggunakan bahan kemasan yang ramah lingkungan. Narasumber menekankan pentingnya pengemasan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga dapat menarik minat konsumen dengan tampilan yang profesional dan estetis. Strategi Pemasaran: Peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik pemasaran, baik yang bersifat digital melalui platform e-commerce seperti Shopee. Tokopedia, dan media sosial, maupun pemasaran konvensional melalui partisipasi dalam pameran dan bazar lokal. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1, 32-39. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Narasumber juga menjelaskan cara memanfaatkan digital marketing untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pemasaran Digital dan Konvensional: Salah satu fokus penting dalam pelatihan ini adalah pemasaran digital melalui e-commerce serta pemasaran konvensional melalui partisipasi dalam pameran dan bazar. Narasumber menjelaskan cara membuat akun di platform e-commerce, cara mengelola promosi produk melalui media sosial, serta pentingnya kehadiran dalam event-event pameran untuk memperkenalkan produk Boreh kepada khalayak yang lebih luas. Pada akhir sesi, diadakan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pengembangan usaha Boreh, serta tantangan yang mereka hadapi dalam pemasaran dan pengemasan produk. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dalam aspek produksi, pengemasan, serta pemasaran produk Boreh. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran mengenai pentingnya strategi pemasaran yang mencakup pemasaran digital melalui e-commerce dan pemasaran konvensional melalui partisipasi dalam pameran. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini. KWT Desa Mekar Bhuwana mulai mengambil langkah konkret dalam mengembangkan usaha Boreh mereka. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain pembuatan akun e-commerce di platform Shopee, pengelolaan media sosial untuk promosi, serta pencarian informasi mengenai pameran yang dapat diikuti sebagai sarana pemasaran. Gambar 4. Proses Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk Boreh Selain itu. KWT juga mulai mencari penyedia kemasan modern dan ramah lingkungan guna meningkatkan nilai jual produk mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam mengembangkan dan mempertahankan keberlanjutan usaha Boreh mereka. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini. KWT Desa Mekar Bhuwana mulai mengambil langkah konkret dalam mengembangkan usaha Boreh mereka. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain pembuatan akun e-commerce di platform Shopee, pengelolaan media sosial untuk promosi, serta pencarian informasi mengenai pameran yang dapat diikuti sebagai sarana pemasaran. 5 Feedback Peserta Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapatkan tanggapan positif dari para peserta. Program ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok wanita tani dengan memberikan pelatihan dan pengetahuan mengenai pembuatan dan pengembangan produk boreh Bali yang berfokus pada potensi wisata kesehatan. Feedback yang diterima menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dengan berbagai materi yang disampaikan. Mereka merasa lebih percaya diri dalam mengelola produk boreh Bali, baik dari sisi produksi maupun pemasaran, untuk dapat bersaing di pasar wisata kesehatan. Banyak peserta https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1, 32-39. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 yang mengungkapkan bahwa mereka kini lebih memahami teknik pembuatan boreh yang efektif serta manfaat kesehatan dari bahan-bahan alami yang digunakan dalam produk tersebut. Selain itu, para peserta juga merasa terbantu dengan pemahaman tentang pemasaran berbasis wisata yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan produk boreh Bali dengan cara yang lebih modern dan menarik bagi wisatawan. Peserta menyatakan bahwa mereka dapat mengaplikasikan keterampilan baru ini dalam meningkatkan pendapatan keluarga serta memberdayakan ekonomi lokal di desa mereka. Para peserta juga mengapresiasi adanya pendampingan langsung dari tim pengabdian yang tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga memberikan kesempatan untuk praktek langsung dan konsultasi yang membangun rasa percaya diri mereka. Tak sedikit yang menyatakan bahwa mereka merasa lebih siap untuk mempromosikan produk boreh Bali mereka ke pasar yang lebih luas, terutama di sektor wisata kesehatan yang semakin berkembang. Secara keseluruhan, feedback dari peserta menunjukkan bahwa program ini telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas kelompok wanita tani, memperkenalkan peluang ekonomi baru, dan memperkuat sektor wisata kesehatan di Desa Mekar Bhuwana. Simpulan Berdasarkan hasil yang telah dicapai dan beberapa serangkaian kegiatan yang telah dilalui, maka dapat disimpulkan bahwa Kelompok Wanita Tani Desa Mekar Bhuwana telah mengalami transformasi yang signifikan. Pelatihan yang terstruktur mengenai produksi, pengemasan, dan pemasaran produk Boreh telah memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada anggota KWT. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat membantu KWT dalam mengembangkan dan memasarkan produk Boreh. Adapun saran dari kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu tetap diperlukannya pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani Desa Mekar Bhuwana untuk memastikan keberlanjutan usaha ini. Referensi Antara News. PHRI Angkat Boreh Jadikan Bali Destinasi Spa. Bali. , 2019. Statistik Wisatawan Mancanegara ke Bali. Bali Post News. Boreh. Perawatan Kulit Asli Bali Yang Mulai Diminati Wisatawan. Febriana. Polin. Aliffiati. Mboreh Ne Malu: Menelisik Boreh anget sebagai Media Pengobatan Tradisional pada Masyarakat Desa Senganan di Tabanan. BalaleAo: Jurnal Antropologi 5. Fitriani. Koerniawaty. , & Sinaga. Strategi Pengembangan Wellness Tourism Melalui Pemberdayaan UMKM Di Desa Wisata Hijau Bilebante. Journal of Innovation Research and Knowledge Giri. , & Paramita. Review: Potensi Boreh Usada Bali Berbasis Kearifan Lokal Dengan Bahan Utama Melati Putih Sebagai Antibakteri Propionibacterium Acnes. Jurnal Ilmiah Farmasi. Hartayu. , & Widiasih. Pemahaman Masyarakat Desa Pererenan. Kecamatan Mengwi. Kabupaten Badung. Bali Tentang Boreh-Anget. Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas. Hendayanti. Suniantara. , & Nurhidayati. Penerapan Support Vector Regression (Sv. dalam Memprediksi Jumlah Kunjungan Wisatawan Domestik ke Bali. Jurnal Varian. Hudson. Simon , et al. Wellness tourism: stress alleviation or indulging healthful habits? Mananda. I G. B Sasrawan dan Kristanto. Yohanes. Entrepreneurship-based potential wellness tourism di Bali. Mustanir. Ahmad . Hamid. Hariyanti dan Syarifuddin. Rifni Nikmat. Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Desa dalam Perencanaan Metode Partisipatif. Sejarah Desa Mekar Bhuwana Kabupaten Badung. [Onlin. https://desamekarbhuwana. id/sejarah-desa. Suhendra. Introducing Traditional Herb-based Medicine AoBorehAo on Wellness Tourism in Bali. Bali Tourism Journal 6. : 21-24. DOI: 10. 36675/btj. Susanti. Putu Herny, et al. Pengembangan Potensi Health and Spirituality sebagai Daya Tarik Wisata Wellness yang berbasis kepada Masyarakat di Desa Wisata Kenderan Kabupaten Gianyar. Susanti. Wellness Tourism sebagai Bentuk Adaptasi terhadap Dinamika Pariwisata Bali di Era New Normal. Jurnal Sosiologi USK: Media Pemikiran & Aplikasi. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1, 32-39. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Ucapan Terima Kasih