e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 5 (No. : Halaman: 14-19 Pengaruh Pemberian Sari Kedelai untuk Memperlancar Produksi ASI Pada Ibu Nifas di PMB Suji Hartini Desa Nglongsor Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek The Effect of Giving Soybean Extract to Facilitate Breast Milk Production in Postpartum Mothers at PMB Suji Hartini. Nglongsor Village. Tugu District. Trenggalek Regency Estetika1* & Sulistiyah2 1*,2 Program Studi Sarjana Kebidanan Institut Teknologi. Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang. Indonesia Disubmit: 8 Agustus 2025. Diproses: 1 September 2025. Diaccept: 28 Oktober 2025. Dipublish: 30 November 2025 *Corresponding author: E-mail: eestetika052@gmail. Abstrak The Global Breastfeeding mengevaluasi 194 negara, hanya 40% dari menyusui bayi secara eksklusif. Susu kedelai mengandung alkoid, polifenol, steroid, flavonoid yang dapat merangsang oksitosin dan prolaktin hormon untuk menghasilkan ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas jus kedelai untuk memfasilitasi produksi ASI di PMB Suji Hartini. Nglongsor Trenggalek. Desain penelitian dalam penelitian ini meliputi penggunaan konsep pengujian quatty dengan uji coba kelompok sebelumnya dan tes selanjutnya. Teknik pengambilan sampel dari penelitian ini adalah teknik desain dengan kriteria, yaitu Puerpyrium yang siap menjadi responden, ibu setelah lahir dari 3 hingga 7 hari, tidak menggunakan sampel menyusui hingga 15 orang, tes bivarian. Dalam penelitian ini, pengujian Data yang diperoleh adalah maksimum 25 nilai minimum 55 dan standar deviasi 0,9804 sedangkan tes minimum kemudian adalah 67 dan standar deviasi adalah 0,5632. Menurut hasil uji statis, khususnya uji T terbatas pada reliabilitas 95%, diketahui bahwa nilai nilai p = 0 000 <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh jus kedelai untuk memfasilitasi produksi ASI pada ibu setelah melahirkan di PMB Suuji Hartini. Kata Kunci: Kacang Kedelai. Produksi ASI. Ibu Nifas Abstract The Global Breastfeeding study evaluated 194 countries, only 40% of which exclusively breastfeed their Soy milk contains alkaloids, polyphenols, steroids, flavonoids that can stimulate oxytocin and prolactin hormones to produce breast milk. The purpose of this study was to determine the effectiveness of soy juice to facilitate breast milk production in PMB Suji Hartini. Nglongsor Trenggalek. The research design in this study includes the use of the concept of quatty testing with a trial group before and a subsequent test. The sampling technique of this study is a design technique with criteria, namely Puerperium who are ready to be respondents, mothers after birth from 3 to 7 days, not using breastfeeding samples up to 15 people, bivariant tests. In this study, test testing. The data obtained were a maximum of 25 minimum values of 55 and a standard deviation of 0. 9804 while the minimum test later was 67 and a standard deviation of 0. According to the results of the static test, especially the limited T test at 95% reliability, it is known that the p value = 0. 000 <0. The conclusion of this study is the effect of soybean juice to facilitate breast milk production in mothers after giving birth at PMB Suuji Hartini. Keywords: Soybeans. Breast Milk Production. Postpartum Mothers DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Estetika. E & Sulistiyah. Pengaruh Pemberian Sari Kedelai untuk Memperlancar Produksi Asi Pada Ibu Nifas di PMB Suji Hartini Desa Nglongsor Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 5 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Produksi dan pengeluaran susu dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu Prolaktin berperan dalam menentukan jumlah susu yang diproduksi. Hubungan antara prolaktin dan nutrisi ibu sangat penting. Banyak kontribusi gizi, produksi susu dibentuk (Djama N. Hormon oksitosin sering disebut emosi hormonal. Ini karena tingkat hormon ini sangat dipengaruhi oleh suasana emosional, seperti kebahagiaan, perasaan cinta, perasaan aman dan damai di dalam (S. Berdasarkan laporan pemberian payudara global untuk mengevaluasi 194 negara, ditemukan bahwa hanya 40% bayi baru lahir yang menyusui dan 23 negara telah mencapai tingkat menyusui eksklusif lebih dari 60%. Dalam hal investasi, lima negara sedang berkembang, yaitu Cina. India. Indonesia. Meksiko dan Nigeria, mengalami sekitar 236. 000 kematian setiap tahun karena kurangnya investasi dalam menyusui (Sari H. Hayati E. Menurut catatan kesehatan Indonesia pada tahun 2019, persentase bayi yang menerima menyusui eksklusif mencapai 67,74%. Angka ini melebihi tujuan dalam rencana strategis 2019 ditetapkan sebesar 50% (Kambera L, et al 2. Berdasarkan Profil Kesehatan Trenggalek pada tahun 2020, didapatkan hasil bahwa cakupan presentase bayi yang diberi ASI eksklusif dari tahun 2020 sebesar 59%, menurun dari tahun sebelumnya sebesar 55%. Dinas Kesehatan Aceh Barat pada tahun 2020, ditetapkan hasil bahwa cakupan presentase bayi yang diberi ASI eksklusif dari tahun 2020 sebesar 44%, dengan jumlah bayi yang usia < 6 bulan di Aceh Barat sebanyak 3,175 jiwa, dibandingkan pada tahun 2019 cakupan ASI eksklusif di Aceh Barat sebesar 65%, maka terjadi penurunan jumlah cakupan ASI Eksklusif di Aceh Barat tahun 2019 sebesar 65% menurun menjadi 44% pada tahun 2020 Metode untuk meningkatkan ASI adalah konsumsi susu kedelai yang berasal dari kedelai. Susu kedelai dipilih karena kandungan protein mencapai 35%, yang dapat membantu meningkatkan produksi Dalam susu kedelai ada oflavon, alkaloid, polifenol, steroid dan zat lain yang dapat merangsang oksitosin dan hormon prolaktin, memainkan peran memfasilitasi produksi ASI (Pushitasari E. P, 2. Selain itu, vitamin E dalam susu kedelai tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan kulit, tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan produksi hormon fitoestrogen dapat membantu kelenjar susu ibu menciptakan lebih banyak susu (Girsang DM, et al, 2. hasil penelitian yang dilakukan oleh Lestari . terkait dengan efek susu kedelai untuk ibu setelah melahirkan. Hasilnya telah menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam aktivitas ASI yang tepat pada ibu setelah lahir sebelum dan sesudah menerima susu kedelai (Lestari, et al, 2. Studi ini dilakukan oleh Pushitasari . mengenai efek susu kedelai pada peningkatan produksi susu pada ibu RB dari RB Bina Sehat Bantul yang menunjukkan bahwa sumber kedelai produksi susu (Pushitasari E. P, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah dipengaruhi oleh peningkatan ASI sebelum dan sesudah memberikan susu kedelai untuk PMB Suji Hartini. Desa Nglongsor. Distrik Tugu. Kabupaten Trenggalek e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes ini yang dilakukan dengan tes bivariy dengan menggunakan tes pengujian. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini menggunakan metode pengujian palsu dengan kelompok yang berpura -pura dalam kelompok tanpa kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan di PMB Suji Hartini. Desa Nglongsor. Distrik Tugu. Kabupaten Trenggalek. Waktu penelitian berlangsung pada bulan Februari hingga Februari 2025. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan model yang ditargetkan dengan total 15 orang yang diminta. Para responden dibuat sebagai ibu yang berada dalam periode setelah lahir 3 hingga 7 di PMB Suji Hartini. Desa Nglongsor. Distrik Tugu. Kabupaten Trenggalek. Kriteria untuk pengumpulan dalam penelitian ini termasuk ibu postpartum yang siap berpartisipasi, telah berada di ruang 3 hingga 7 hari setelah melahirkan, kesehatan yang baik dan saat ini tidak melengkapi menyusui. Sebelum berpura -pura dilakukan untuk mengukur jumlah produksi susu. Prosedurnya adalah ibu setelah melahirkan ASI dengan menggunakan pompa terlebih dahulu, dengan pompa rekaman, itu dilakukan dua jam setelah pengeluaran terakhir ASI. Selain itu, puerperium akan diperlakukan dalam bentuk susu kedelai, ditawarkan dua kali sehari dalam seminggu, setiap 250 mL di pagi dan sore hari. Susu kedelai ini terbuat dari 250 gram kedelai dicampur dengan 500 ml air. Setelah seminggu perawatan, periode pengujian pasca dilakukan untuk mengukur produksi susu, ibu memompa ASI dua jam setelah pompa Analisis untuk mengevaluasi efek susu kedelai pada peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum dalam penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur Pada Ibu Menyusui Umur Responden < 20 Tahun 20-35 Tahun > 35 Tahun Total Sumber: Data Primer (SPSS) Berdasarkan Tabel 1 Menunjukkan Bahwa responden Dengan Usia 20-35 tahun sebanyak 11 Orang atau 73,3%. Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Paritas Pada Ibu Menyusui Paritas Primipara Multipara Grandemultipara Total Sumber: Data Primer (SPSS) Berdasarkan Tabel 2 Menunjukkan Bahwa Sebagian Besar responden dengaln multipara seJumlah 12 Orang atau 60%. Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Pada Ibu Menyusui Pendidikan SMP SMA Sarjana Total Sumber: Data Primer (SPSS) Berdasarkan Tabel 3 Menunjukkan Bahwa berpendidikan SMA Yaitu 9 Orang atau 60,0%. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Tabel 4. Distibusi Statistik Deskriptif Produksi ASI Ibu Menyusui sebelum diberikan sari kedelai di PMB Suji Hartini Desa Nglongsor Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek Kelompok Variabel Minimun Maksimum Mean Ibu Nifas Pre Test Std. Deviation 0,9804 Sumber: Data Primer (SPSS) Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa menunjukkan bahwa hasil pengukuran frekuensi Produksi ASI dari 15 orang ibu nifas sebelum diberikan susu kacang kedelai adalah nilai minimum 25, maksimum 55, mean 41,47 dan Sd 0,9804. Tabel 5. Distibusi Statistik Deskriptif Produksi ASI Ibu Menyusui sesudah diberikan sari kedelai di PMB Suji Hartini Desa Nglongsor Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek Kelompok Variabel Minimun Maksimun Mean Std. Deviation Ibu Nifas Post Test 0,4565 Sumber: Data Primer (SPSS) Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa menunjukkan bahwa hasil pengukuran frekuensi Produksi ASI dari 15 orang ibu nifas sesudah diberikan susu kacang kedelai adalah nilai minimum 75, maksimum 90, mean 81,47 dan Sd 0,4565. Tabel 6. Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Peningkatan Produksi ASI di PMB Suji Hartini Desa Nglongsor Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek Kelompok Ibu Nifas Variabel Pre test Post Mean 41,47 81,47 0,9804 0,4565 0,2531 0,1179 0,000 Sumber: Data Primer (SPSS) Uji analisis pada penelitian ini hasil pengukuran pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas dari 15 orang ibu nifas 3-7 hari pada pre test diperoleh nilai rata-rata . 41,47. SD 0,9804 . Se 0,2531 sedangkan post test nilai rata-rata . 81,47. SD 0,4565. SE 0,1179. Penelitian ini sejalan dengan yang melakukan intervensi selama 7 hari, dapat dilakukan oleh Puspitasari dan rekan- disimpulkan rekan . yang menunjukkan bahwa memberikan dampak positif terhadap produksi ASI meningkat setelah pemberian peningkatan produksi ASI. Dari hasil susu kedelai (Puspitasari E. P, 2. Susu tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kedelai mengandung isoflavon yang dapat susu kedelai berpengaruh positif terhadap peningkatan produksi ASI, di mana seluruh Isoflavon, disebut responden phytoestrogen, adalah hormon estrogen produksi ASI (Safitri, 2. yang dihasilkan secara alami oleh tubuh Berdasarkan studi yang dilakukan oleh dan dapat membantu kelenjar susu pada Winarni rekan-rekan . , ibu menyusui untuk memproduksi ASI konsumsi jus kedelai dan melon dapat dalam jumlah yang lebih banyak. Setelah menjadi pilihan untuk meningkatkan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes produksi ASI pada para ibu. Jus kedelai, yang dikenal dengan nama ilmiah Glycine Max, adalah minuman yang dihasilkan dari sari kacang kedelai dan kaya akan gizi serta Kemampuannya merangsang hormon oksitosin dan prolaktin diperkuat oleh kandungan seperti alkaloid, polifenol, steroid, flavonoid, dan senyawa lainnya yang memperlancar produksi ASI. Hasil perbedaan pada jumlah produksi ASI dan berat badan bayi sebelum serta sesudah pemberian jus kedelai dan melon. Konsumsi jus ini sebanyak dua kali sehari selama tujuh hari dengan takaran 200 ml, mampu meningkatkan produksi ASI hingga 56,75 ml (Winarni, dkk, 2. Hal yang setara dengan studi yang Hazlina phytoestrogen, jika dikonsumsi secara teratur oleh ibu menyusui, dapat membantu meningkatkan jumlah ASI yang dihasilkan serta meningkatkan kualitas ASI. Penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan adanya perbedaan dalam produksi ASI sebelum dan sesudah konsumsi susu kedelai pada ibu yang sedang menyusui (Winarni, dkk, 2. ASI (Air Susu Ib. merupakan susu yang dihasilkan oleh seorang ibu, diperlukan oleh bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Makanan yang kaya gizi sangat penting untuk meningkatkan jumlah dan kualitas ASI. Ibu menyusui memerlukan tambahan asupan nutrisi lebih dari 500 kalori untuk mendukung ASI. Penting kandungan gizi yang seimbang serta variasi yang kaya, terutama sayuran hijau, dan makanan tinggi kalsium serta zat besi. Beberapa jenis makanan yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI meliputi kacang-kacangan, buah, bahan makanan pokok, sayuran, lauk pauk, serta susu sapi dan susu kedelai Mufdlilah M. Susu kedelai adalah cairan putih yang dihasilkan dari ekstraksi kedelai, mirip dengan penampilan dan komposisi susu Penggunaan susu kedelai sebagai minuman yang disukai serta sebagai minuman sehat sudah dikenal sejak lama. Susu kedelai adalah sumber yang sangat baik bagi protein, vitamin, mineral, lemak, dan serat. Di samping itu, lemak kedelai mengandung beberapa fosfolipid penting seperti lipositol dan lesitin yang bermanfaat dalam produksi ASI. Dalam satu cangkir susu kedelai yang belum di fortifikasi . aitu yang masih asli dan belum ditambah nutris. terdapat sekitar 7 gram protein, 4 gram karbohidrat, 4,5 gram lemak, dan bebas kolesterol. Menurut pendapat para peneliti, ada dampak positif dari konsumsi susu kedelai terhadap produksi ASI pada ibu pasca melahirkan karena susu kedelai kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi ibu dan memiliki rasa yang lezat. Hal ini memudahkan ibu untuk mengonsumsi susu kedelai dan membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka. Ibu yang telah merasakan perbaikan kondisi fisik yang signifikan, dan mereka mencatat adanya peningkatan dalam jumlah produksi ASI, terlihat dari bayi yang kini lebih sering menyusui dan tidak rewel lagi. Dengan memanfaatkan kedelai yang dapat meningkatkan jumlah produksi ASI, e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Sehat Bantul. Kebidanan. :54Ae60. Safitri R. Pengaruh Pemberian Edamame (Glycin Max (L) Merril. Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Primipara Di Praktik Bidan Mandiri (PMB) Dilah Sobirin Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. J Issues Midwifery. :41Ae7. Sari H. Hayati E. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Amenorea Laktasi Di Rumah Bersalin Kasih Ibu. J Peneliti Kebidanan Kespro. :23Ae8 Winarni Lm. Wibisono Ayg. Veronica S. Pemberian Jus Kacang Kedelai Dan Melon Terhadap Peningkatan Produksi Asi Dan Berat Badan Bayi Di Puskesmas Tigaraksa. Menara Med. keberhasilan pemerintah (Kementerian Kesehata. dalam program pemberian ASI Eksklusif. SIMPULAN Terdapat dampak dari konsumsi susu kedelai pada peningkatan jumlah ASI yang dihasilkan oleh ibu pasca melahirkan di PMB Suji Hartini. Desa Nglongsor. Kecamatan Tugu. Kabupaten Trenggalek. Peneliti berikutnya diharapkan untuk meneliti aspek lain dari segi psikologi ibu terkait dengan usaha peningkatan produksi ASI. DAFTAR PUSTAKA