Botani : Publikasi Ilmu Tanaman Dan Agribisnis Volume. 1 No. 3 September 2024 E-ISSN : 3046-5494 dan P-ISSN : 3046-5508. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62951/botani. Available Online at : https://journal. id/index. php/Botani Strategi Pengembangan Usaha Tani Jahe di Desa Kunjorowesi Aida Aida 1*. Sri Karuniari Nuswardhani 2 Universitas Yudharta Pasuruan. Indonesia Email : hartinitatik42@gmail. Alamat: Jl. Yudharta No. Kembangkuning. Sengonagun. Kec. Purwosari. Pasuruan. Jawa Timur Korespondensi penulis: hartinitatik42@gmail. Abstract. This thesis examines the strategy for developing ginger farming in Kunjorowesi Village with the aim of increasing local agricultural income and sustainability. This research aims first, to identify factors that influence ginger farming income, and second, to evaluate the potential for developing ginger farming strategies that can increase income and agricultural sustainability. The research method uses observation techniques, interviews with farmers, and documentation to collect data. The analysis was carried out using the SWOT analysis model to identify strengths, weaknesses, opportunities and threats in ginger farming in Kunjorowesi Village The research results show that internal factors such as large areas of land, favorable land conditions, and the availability of skilled labor, as well as external factors such as supportive agro-climatic conditions and large market demand, have the potential to support the development of ginger farming businesses. However, there are also challenges such as limited capital, distance to farming locations, and interference from Plant Pest Organisms (OPT). Based on the SWOT analysis, a development strategy using the SO (Strengths-Opportunitie. approach is recommended to utilize internal strengths and external opportunities. This strategy includes optimizing land use with skilled labor and strengthening cooperation between farmers, government and traders to improve marketing information. Keywords: Ginger farming business, strategy development. SWOT analysis Abstrak. Penelitian ini mengkaji strategi pengembangan usaha tani jahe di Desa Kunjorowesi dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan pertanian lokal. Penelitian ini bertujuan pertama, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha tani jahe, dan kedua, untuk mengevaluasi potensi pengembangan strategi usaha tani jahe yang dapat meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan pertanian. Metode penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dengan petani, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Analisis dilakukan dengan menggunakan model analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam usaha tani jahe di Desa Kunjorowesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti lahan yang luas, kondisi lahan yang mendukung, dan ketersediaan tenaga kerja terampil, serta faktor eksternal seperti kondisi agroklimat yang mendukung dan permintaan pasar yang besar, berpotensi mendukung pengembangan usaha tani jahe. Namun, terdapat juga tantangan seperti keterbatasan modal, jarak lokasi usahatani, dan gangguan dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Berdasarkan analisis SWOT, disarankan strategi pengembangan menggunakan pendekatan SO (StrengthsOpportunitie. untuk memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal. Strategi ini mencakup optimalisasi penggunaan lahan dengan tenaga kerja terampil dan memperkuat kerjasama antara petani, pemerintah, dan pedagang untuk meningkatkan informasi pemasaran. Kata kunci: Usaha tani jahe. Pengembangan strategi. Analisis SWOT LATAR BELAKANG Peternakan, tanaman pangan, hortikultura, perikanan, dan kehutanan hanyalah beberapa dari sekian banyak subsektor yang membentuk ekonomi pertanian Indonesia. Lebih jauh lagi. Indonesia diberkati kelimpahan sumber daya alam yang dilestarikan budaya dan pengetahuan tradisional masyarakatnya. Secara umum, industri pertanian di Indonesia melayani dua tujuan. Pertama, memenuhi peran ekonomi untuk menyediakan makanan dan peluang kerja. Kedua, peran sosial adalah pemeliharaan permukiman pedesaan sebagai penyangga budaya negara. Ketiga, peran ekologis dalam melestarikan persediaan air, tanah, dan kehidupan. Fokus pada Received: Juni 12, 2024. Revised: Juli 18, 2024. Accepted: August 17, 2024. Online Available: August 20, 2024. Strategi Pengembangan Usaha Tani Jahe di Desa Kunjorowesi penciptaan nilai tambah, penghasilan, dan sejahteranya petani selaku indikator pokok keberhasilan pertanian diperlukan untuk era pertanian baru (Novianto and Dewati, 2. Pertanian memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, dengan luasnya lahan pertanian yang masih belum tergarap secara optimal mendorong masyarakat untuk mampu mendayagunakan SDA yang tersedia . ari merliana, 2. Sektor pertanian menjadi tulang punggung dalam perekonomian Indonesia, terutama di era globalisasi saat ini. Oleh karena itu, pengembangan sektor pertanian menjadi krusial untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan masyarakat secara luas(Prawoto, 2. Keanekaragaman hayati dan kapasitas lahan Indonesia memungkinkan tumbuhnya berbagai macam tanaman biofarmasi. Faktor lainnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan perlunya meningkatkan kesehatan diri sendiri dan risiko yang terkait dengan konsumsi obat kimia dalam jangka panjang. Untuk memperoleh jahe berkualitas tinggi, petani jahe Indonesia menggunakan sistem keranjang, modifikasi metode budidaya jahe tradisional, di samping menanamnya secara konvensional di lahan. Sistem ini memungkinkan media tanam jahe kondisinya terus bersarang dan gembur, memudahkan pengelolaan produksinya, dan mendorong tumbuh kembang jahe. Alhasil, potensi produksi sistem keranjang relatif baik dibanding menenam secara konvensional di lahan (Aldensi, 1. Tanaman jahe (Zingiber officinal. termasuk salah satu komoditas yang memiliki prospek cerah dalam pasar rempah-rempah global. (Dina Nur Azizah, 2. Ekspor jahe, baik dalam bentuk segar, kering, maupun minyak atsiri, menjadi bagian integral dari perdagangan (Winarti and Nurdjanah, 2. Dengan pertumbuhan industri jamu yang pesat di dalam negeri, bahkan telah merambah pasar internasional, potensi jahe sebagai bahan baku jamu semakin terbuka lebar. Sebagai tanaman perkebunan yang sangat dibutuhkan dalam industri rempah-rempah dan pengobatan tradisional, jahe menawarkan prospek pemasaran yang menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut. Jahe memiliki kegunaan lain selain sebagai rempah-rempah, yaitu sebagai bahan dalam pembuatan jamu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. (Laelasari and Zakiyatus Syadza, 2. Jamu merupakan salah satu tradisi pengobatan herbal yang telah menjadi bagian penting dalam budaya kesehatan masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Selain jahe, terdapat sejumlah tanaman lainnya, misal kunyit dan temulawak yang juga sering digunakan dalam pembuatan jamu, yang kemudian diperkaya dengan tambahan bahan seperti kayu manis, serai, dan gula aren untuk memberi rasa dan aroma yang khas. BOTANI - VOLUME 1. NO. SEPTEMBER 2024 E-ISSN : 3046-5494 dan P-ISSN : 3046-5508. Hal. Desa Kunjorowesi, yang terletak di daerah pedesaan yang subur, menjadi pusat pertanian jahe yang berkembang pesat. Kesuksesan pertanian jahe telah mengubah desa ini menjadi pusat ekonomi lokal, memberikan mata pencaharian kepada mayoritas penduduknya. Pertanian jahe di desa ini memiliki sejarah panjang, turun temurun dari generasi ke generasi, dan temasuk elemen krusial dalam budaya dan keseharian penduduk lokal. Meskipun pertanian jahe di Desa Kunjorowesi telah berkontribusi secara signifikan pada penghasilkan masyarakatnya, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh para petani. Fluktuasi harga pasar, perubahan iklim, serta masalah-masalah terkait manajemen usaha sering kali menjadi kendala utama yang dihadapi oleh para petani jahe. Oleh karena itu, analisis mendalam tentang pendapatan usaha tani jahe di Desa Kunjorowesi menjadi sangat penting untuk memahami lebih lanjut dinamika ekonomi lokal dan untuk memberikan panduan bagi pengembangan strategi yang mempunyai keefektifan untuk menjawab tantangan yang tengah petani hadapi. Selain hal tersebut, perubahan pola konsumsi dan permintaan pasar juga merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam analisis pendapatan usaha tani jahe di Desa Kunjorowesi. Dengan munculnya tren gaya hidup sehat dan peningkatan kesadaran akan manfaat jahe bagi kesehatan, permintaan akan jahe organik dan berkualitas tinggi semakin Perkembangan teknologi dan inovasi dalam bidang pertanian juga dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan pendapatan usaha tani jahe di Desa Kunjorowesi. Penggunaan teknologi modern, seperti sistem irigasi yang efisien, pengendalian hama dan penyakit yang inovatif, serta metode budidaya yang ramah lingkungan, dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas jahe yang dihasilkan oleh petani. Oleh karena itu, dalam analisis ini, akan dieksplorasi potensi penggunaan teknologi dan inovasi dalam meningkatkan pendapatan usaha tani jahe di Desa Kunjorowesi. Dengan memahami dinamika ini secara menyeluruh, diharapkan penelitian ini akan memberikan rekomendasi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Kunjorowesi secara keseluruhan. Peran lembaga pemerintah dan organisasi non-pemerintah juga tidak boleh diabaikan dalam penelitian ini. Program bantuan, pelatihan, dan penyuluhan yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga ini dapat memberikan dorongan signifikan bagi petani jahe dalam meningkatkan keterampilan mereka, mengakses sumber daya yang diperlukan, dan meningkatkan efisiensi usaha mereka. Selain faktor internal, faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah juga dapat memiliki dampak signifikan terhadap pendapatan usaha tani jahe di Desa Kunjorowesi. Kebijakan Strategi Pengembangan Usaha Tani Jahe di Desa Kunjorowesi terkait pertanian, perdagangan, dan lingkungan hidup dapat mempengaruhi kondisi pasar, akses terhadap sumber daya, dan keberlanjutan usaha tani jahe. Oleh karena itu, analisis pendapatan usaha tani jahe harus memperhitungkan kerangka kebijakan yang mengatur sektor pertanian dan bagaimana kebijakan tersebut dapat ditingkatkan atau disesuaikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Desa Kunjorowesi. Partisipasi aktif dan keterlibatan seluruh pihak-pihak terkait, tak terkecuali petani, pemangku kebijakan lokal, instansi-instansi pembangunan, dan pihak swasta, menjadi krusial dalam keberhasilan upaya meningkatkan pendapatan usaha tani jahe. Kolaborasi antarpihak dapat memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman, sumber daya yang lebih besar, serta pemahaman yang komprehensif terkait tantangan dan peluang yang dihadapi oleh sektor pertanian jahe. Dengan demikian, pembentukan kemitraan yang kuat antarpihak yang terkait menjadi kunci untuk merancang dan melaksanakan strategi yang efektif dalam rangka peningkatan pendapatan usaha tani jahe dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Desa Kunjorowesi. Berdasarkan permasalahan diatas, maka peneliti tertrik untuk mengmbil judul AuAnalisis Pendapatan Usaha Tani Jahe Didesa KunjorowesiAy KAJIAN TEORITIS Jahe Salah satu tanaman yang sudah dikenal dengan rempah dan obat herbal dengan berbagai jenisnya adalah jahe (Zingiber officinal. Tanaman jahe. Zingiber officinale, merupakan tanaman tegak yang tumbuhnya setinggi30 hingga 60 cm. Rimpang jahe ialah batang yang tumbuhnya secara mendatar dengan daun bersisik, ruas, dan buku pada permukaannya yang tumbuh di bawah permukaan tanah (Hastuti, 2. Jahe secara empiris dimanfaatkan untuk menjadi unsur yang melengkapi pengobatan herbal, misalnya dalam rangka peningkatan imun, mengobati beragam penyakit seperti terluka fisik, batuk, radang, hingga alergi yang diakibatkan sengatan hewan serangga, di samping bisa dimanfaatkan sebagai bahan bumbu masakan (Marlan. Sitinjak and Marpaung, 2. Taksonomi Jahe Komposisi jahe demikian variatif terutama terkait jenis dan jumlahnya, bergantung kepada faktor-faktor misalnya di mana berasal, usia, dan keadaan rimpangnya apakah kering ataupun segar, hingga jenis rimpang tertentu (Suryani, 2. Taksonomi tanaman jahe sendiri, yakni divisi : Spermatophyta, sub-divisi : Angiospermae, kelas : Monocotyledoneae. BOTANI - VOLUME 1. NO. SEPTEMBER 2024 E-ISSN : 3046-5494 dan P-ISSN : 3046-5508. Hal. ordo : Zingiberales, famili : Zingiberaceae, genus : Zingiber, species : Zingiber officinale (Suryani, 2. Jenis Jahe Jahe dapat diklasifikasikan menjadi tiga varietas mengacu pada besar dan warna rimpang, yakni jahe emprit/Zingiber officinale var. Amarum . uga dikenal sebagai jahe gajah/Zingiber officinale var. Officinaru. , hingga jahe merah . uga dikenal sebagai jahe sunt. (Ramadhan & Phaza, 2. Di Indonesia, (Xiib et al. , 2. mengidentifikasi tiga varietas jahe yang berbeda, yakni jahe putih besar, jahe emprit, dan jahe merah. Kandungan Jahe Jahe mempunyai kandungan banyak senyawa aktif yang beragam dengan peranannya yang krusial, katakanlah oleoresin. Adapu dalam studi, jahe yang digunakan ialah jenis emprit yang mengandung gingerol dan shogaol tertinggi. Khasiat Jahe Jahe memiliki kemampuan untuk mengaktifkan kelenjar pencernaan, sehingga meningkatkan rasa lapar dan pencernaan. Gingerol, bahan dalam minyak jahe, memiliki aroma khas jahe dan berguna dalam mengobati dan menghindari mual dan muntah, terutama pada awal kehamilan atau pasien mabuk perjalanan. Rasanya yang kuat juga membantu pelepasan gas usus, memperkuat otot-otot usus, meningkatkan nafsu makan, dan meningkatkan kesehatan jantung. Jahe digunakan dalam pengobatan tradisional Asia untuk mengobati kondisi radang sendi termasuk radang sendi serta pilek, batuk, dan diare. Jahe juga digunakan untuk meningkatkan keringat sebagai sarana pembersihan tubuh. Manfaat Jahe Jahe sering digunakan sebagai bumbu dalam berbagai hidangan penutup dan masakan. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa manfaat jahe meliputi membantu pembuluh darah menjadi lebar yang membuat darah mengalir secara lancar dan cepat serta meningkatkan produksi hormon adrenalin. Langkah-Langkah Budidaya Jahe Mempersiapkan alat, bahan, dan lahan, memilih bibit jahe yang unggul, mempesiapkan lahan tanam jahe, menanam jahe, memelihara tanaman jahe dan memanen Strategi Strategi adalah tindakan berkelanjutan dan bertahap yang dilaksanakan agar tercapai suatu tujuan. Wright . mendefinisikan strategi sebagai instrumen ataupun perlakuan yang dipakai pengelola dalam meraih kerjanya sebagaimana visi dan misi suatu entitas. Usaha Tani Jahe Strategi Pengembangan Usaha Tani Jahe di Desa Kunjorowesi Usaha tani merupakan suatu aktivitas usaha individu dalam rangka mengolah tanah yang dimilikinya bertujuan mendapat tanaman ataupun ternak dengan tidak mengurangi tanahnya untuk dipergunakan lagi dalam rangka mendapat produksi lebih lanjut (Adiwilaga. Strategi Pengembangan Usaha Tani Pendekatan partisipatif bertujuan agar masyarakat dapat secara aktif memahami kondisi kehidupan mereka dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan agar menciptakan perencanaan dan implementasi yang efektif, dukungan teknologi diperlukan untuk menjadikan sistem pertanian berjalan seefektif dan seefisien mungin serta menghasilkan produksi panen yang optimal. Saragih . Analisis SWOT Analisis SWOT ialah metode evaluasi internal dan eksternal yang dipakai untuk menginformasikan pengembangan strategi dan inisiatif kerja bagi suatu organisasi. Evaluasi internal mencakup identifikasi kekuatan dan kelemahan. Sebaliknya, evaluasi eksternal melibatkan evaluasi peluang dan bahaya organisasi (Rangkuti, 2. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian merupakan studi lapangan dan pendekatannya kuantitatif dan Lokasi penelitian ialah Dusun Kunjoro Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Pelaksanaan penelitiannya, yakni dalam waku 1 - 2 bulan, sejak April hingga Mei 2024. Variabel bebas meliputi pola tanam jahe, penggunaan teknologi pertanian, serta partisipasi dalam pelatihan atau program pendidikan terkait budi daya jahe. Variabel terikat mencakup produktivitas jahe, pendapatan yang diperoleh dari penjualan jahe, dan tingkat keberlanjutan usaha tani jahe dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Populasi penelitian sebanyak 225 petani dan 33 sampel dari semua kelompok tani. Selain itu, 4 orang juga dipilih secara purposive dari pengurus Gapoktan, sehingga total sampel penelitian menjadi 33. Teknik pengumpulan data terdiri dari sumber dan jenis data, metode pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket. Metode SWOT digunakan dalam analisis data penelitian ini untuk menemukan secara metodis elemen-elemen yang relevan untuk menciptakan strategi bisnis. BOTANI - VOLUME 1. NO. SEPTEMBER 2024 E-ISSN : 3046-5494 dan P-ISSN : 3046-5508. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Kondisi Geografis Kunjorowesi adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Ngoro. Kabupaten Mojokerto. Provinsi Jawa Timur. Posisi desa berada di perbatasan antara kabupaten Pasuruan dan Mojokerto. Desa ini relatif dekat dengan Pusdik Brimob Watukosek dan berada di sebelah utaranya gunung Penanggungan. Desa ini termasuk satu dari 19 desa di Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto yang tipologinya memanjang dari utara ke selatan adalah Desa Kunjorowesi. Kondisi Pertanian Di Kabupaten Mojokerto, pertanian hortikultura merupakan industri penting dengan potensi besar untuk pertumbuhan hortikultura dan agroindustri di lahan pertanian. Petani dengan lahan terbatas sering kali berjuang dengan sumber daya, keahlian, dan motivasi untuk Karena mereka mampu membelinya dengan lebih baik, petani yang memiliki lebih banyak lahan biasanya mengadopsi teknologi baru dengan lebih cepat. Keadaan Penduduk Desa Kunjorowesi. Kecamatan Ngoro. Kabupaten Mojokerto berjumlah penduduk 993 jiwa, yang meliputi 3. 480 laki-laki dan 3. 513 perempuan. Tabel 1. Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro,Kabupaten Mojokerto Tahun 2024 Jenis Kelamin Jumlah ( Jiwa ) Persentase (%) Laki Ae laki Perempuan 49,76 % 50,23 % Jumlah 100,00 Sumber. Monografi Desa Kunjorowesi, 2019. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Tabel 2. Komposisi Jumlah Penduduk Menurut Bidang Usaha di Desa Kunjorowesi,Kecamatan Ngoro. Kabupaten Mojokerto Tahun 2024 Mata Pencaharian Jumlah . Persentase (%) Pertanian PNS Perdagangan Jasa Angkutan Jumlah Strategi Pengembangan Usaha Tani Jahe di Desa Kunjorowesi Sumber: Monografi Desa Kunjorowesi ,2024 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel 3. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikaan Masyarakat Desa Kunjorowesi,Kecamatan Ngoro. Kabupaten Mojokerto Tahun 2024 Pendidikan Belum sekolah Tidak pernah sekolah Tidak tamat SD SLTP SMA Diploma Jumlah Jumla ( Jiwa ) Persentase ( % ) Sumber. Monografi Desa Kunjorowesi, 2024. Identitas Responden Umur Responden Tabel 4. Identitas responden berdasarkan Umur di desa Kunjorowesi. Kecamatan Ngoro. Kabupaten Mojokerto Tahun 2024. Umur ( Tahun 23 Ae 32 33 Ae 42 43 Ae 52 53 Ae 61 62 Ae 70 Jumlah Jumlah ( Jiwa Persentase ( % ) 100,00 Sumber. Data Primer Setelah Diolah, 2024 Tingkat Pendidikan Tabel 5. Identitas responden berdasarkan tingkat Pendidikan di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto 2024 Tingkat Pendidikan Tidak Pernah Sekolah Sekolah Dasar (SD) Tamat SMP Tamat SMA/SMK Jumlah Jumlah (Jiw. Sumber : Data Setelah Diolah, 2024 BOTANI - VOLUME 1. NO. SEPTEMBER 2024 Persentase (%) E-ISSN : 3046-5494 dan P-ISSN : 3046-5508. Hal. Jumlah tanggungan keluaraga Tabel 6. Jumlah tanggungan keluarga di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto No. Anggota Keluarga Jumlah . Persentase (%) 1-2 Anak 3-4 Anak 5-6 Anak Jumlah Sumber: Data Primer Setelah diolah, 2024 Pengalaman Usaha Tani Tabel 7. Pengalaman Usaha Tani Jahe responden di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto No. Pengalaman . Jumlah . 10-14 Tahun 15-20 Tahun 21-25 Tahun Jumlah Persentase (%) Sumber: Data Primer yang telah diolah 2024. Menurut Soekartawi . , pengalaman usaha tani yang relatif lama membuat petani mempunyai kematangan dan kehati-hatian saat pengambilan keputusan terkait usaha tani mereka. Faktor Internal dan Eksternal Tabel 8. Hasil identifikasi Data Internal dan Eksternal di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kbupaten Mojokerto Tahun 2024. Faktor Internal Ketersediaan tenagakerja yang mempunyai Modal Agroklimat lahan yang relatif baik untuk dibudidayakan Jarak yang relatif jauh antara lahan tanam dan permukiman Kualitas produksinya rendah Keterbatasan tenaga kerja mempunyai keterampilan Ketersediaan Faktor Eksternal Permintaan pasar yang relatif Terdapat hambatan OPT. Kualitas dan kuantitas produksinya masih rendah Makin tinggi biaya produksi Sokongan Modal petani yang rekatif besar dari pemilik modal Fasilitas Jumlah kompetitor yang banyak Makin tinggi jumlah permintaan jahe di pasar Meningkatnya harga jahe tiap Strategi Pengembangan Usaha Tani Jahe di Desa Kunjorowesi mengembangkan jahe yang Penguasaan teknik budidaya oleh petani Sumber: Data Primer setelah diolah, 2024 Tabel 9. Faktor-faktor yang Menjadi Kekuatan. Kelemahan. Peluang dan Ancaman Terhadap Pengembangan Usahatani Jahe di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto, 2024 Kekuatan (Strenght. Ketersediaan wilayah untuk mengembangkan jahe yang Ketersediaan tenagakerja yang mempunyai Pengetahuan teknik budidaya oleh petani Sokongan Modal petani yang rekatif besar dari pemilik Fasilitas transportasi yang Kelemahan (Weaknesse. jarak yang relatif jauh antara lahan tanam dan permukiman Modal petani tergolong rendah Keterbatasan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan Saluran pemasaran yang kurang kesulitan mendapatkan benih Peluang (Oportunitie. Permintaan pasar yang Agroklimat lahan yang baikuntuk membudidayakan Usahatani bisa memberikan Makin tinggi jumlah permintaanjahe di Pasar Meningkatnya harga jahe tiap tahunnya Ancaman (Thret. Terdapat hambatan OPT Kualitas dan kuantitas produksinya rendah Semakin Tingginya hargasarana produksi Iklim yang tidak terkendali Banyaknya pesaing Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2024 Strategi Di Desa Kunjorowesi. Kecamatan Ngoro. Kabupaten Mojokerto, pengembangan usahatani jahe memerlukan pendekatan partisipatif dan bantuan teknologi. Pendekatan partisipatif berupaya memberdayakan masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan dan memahami kondisi kehidupan mereka sendiri guna membuat rencana dan tindakan yang efektif, sedangkan dukungan teknologi diperlukan agar usahatani lebih efektif, efisien, dan berproduksi tinggi (Saragih, 2. Telah dibuktikan bahwa pembukaan lahan yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat dan lembaga keagamaan dapat BOTANI - VOLUME 1. NO. SEPTEMBER 2024 E-ISSN : 3046-5494 dan P-ISSN : 3046-5508. Hal. memperluas areal panen secara signifikan. Analisis SWOT Analisis SWOT, seperti yang dijelaskan oleh Rangkuti . , adalah proses identifikasi secara sistematis terhadap berbagai faktor yang membantu merumuskan strategi Pendekatan tersebut ditujukan sebagai cara pengoptimalan kekuatan dan peluang, sembari juga meminimalisasi kelemahan dan ancaman yang perusahaan hadapi. Dengan menganalisis SWOT, perusahaan bisa menentukan perencanaan strategisnya dan mengklasifikasikan pilihan kebijakan yang dihadapinya. Tahapan Analisis Tabel 10. Faktor Strategi Internal Faktor Strategi Internal Bob Rating Komentar Ketersediaan wilayah untuk mengembangkan jahe yang luas. 0,83 3,32 Kekuatan Utama : Kondisi lahan yang membudidayakan jahe 0,75 jahe yang luas 0,73 2,19 Ketersediaan 0,66 1,98 0,63 1,89 Kekuatan (Streng. Ketersediaan wilayah Ketersediaan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan Fasilitas transportasi yang Tak memerlukan keterampilan khusus untuk membudidaya kerja terampil Nilai rata Ae rata 2,47 Kelemahan (Weaknesse. 1 Jarak yang jauh antara usahatani dan pemukiman petani 2 Modal petani tergolong 0,64 1,92 0,55 1,65 Kelemahan Jarak yang Saluran pemasaran yang kurang efektif 0,52 1,04 usahatani dan Teknik membudidaya yang kurang efektif 0,48 0,48 permukiman petani Kurang pahamnya petani terkait informasi harga 0,43 0,43 Keterbatasan tenaga kerja yang mempunyai Nilai rata Ae rata 1,1 Strategi Pengembangan Usaha Tani Jahe di Desa Kunjorowesi Sumber : Data Setelah Diolah, 2024. Terlihat dari faktor-faktor strategi internal yang sudah dijabarkan, komponen kekuatan lebih besar daripada faktor kelemahan, dengan faktor kekuatan nilai kumulatifnya rerata senilai 2,47 lebih besar daripada nilai kumulatif rerata faktor kelemahan senilai1,11. Dalam pengembangan usahatani jahe, kekuatan utama meliputi: . ketersediaan luasnya areal untuk pengembangan jahe, dan . dukungan dari tenaga kerja yang terampil. Sementara itu, kelemahan utama terletak pada: . jarak yang jauh antara lokasi usahatani dengan pemukiman petani, dan . keterbatasan dalam jumlah tenaga kerja yang mempunyai Tabel 11. Faktor Strategi Eksternal Faktor Strategi Eksternal Bob Rati Komentar 0,74 2,96 Peluang Utama: Peluang (Opportunut. Permintaan pasar relative Besar Permintaan pasar Agroklimat lahan yang relative 0,70 baik untuk membudidayakan jahe memberi keuntungan yang relatifbesar Agroklimat lahan Usaha 1,98 0,66 yang relatif baik Makin 1,89 0,63 yang relatif besar Makin Jahe nilai rata Ae rata 2,1 0,58 1,16 0,73 2,19 0,58 1,74 0,54 1,08 Iklim yang tak bisa dikendalikan 0,49 1,49 jahe tiap tahunnya= Ancaman (Threat. hambatanOPT Kualitas dan produksinya rendah Makin fasilitas produksi BOTANI - VOLUME 1. NO. SEPTEMBER 2024 Ancaman Utam: Hambatan OPT Kualitas dan Nilai rata 1,3 E-ISSN : 3046-5494 dan P-ISSN : 3046-5508. Hal. Jumlah kompetitor banyak 0,43 0,43 Sumber: Data Setelah Diolah, 2024. Komponen peluang mempunyai nilai kumulatif rerata senilai 2,15, lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rerata faktor bahaya yang hanya senilai1,3, sebagaimana dapat dilihat dari faktor-faktor strategi eksternal yang tercantum di atas. Peluang terbesar dalam faktor strategi eksternal adalah: . permintaan pasar yang signifikan, dan . kondisi agroklimat yang mendukung untuk membudidaya jahe. Sementara itu, ancaman terbesar adalah: . gangguan dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), dan . kualitas dan kuantitas produksinya rendah. Tabel 12. Matrik IFAS/EFAS SWOT IFAS (Situasi Interna. Kekuatan (Strhengt. Ketersediaan wilayah untuk mengembangkan jahe yang luas Ketersediaan dukungantenaga kerja yang mempunyai Penguasaan teknik membudidaya oleh petani Dukungan modal petaniyang relatif besar dari pemilik modal fasilitas transportasi yang Kelemahan (Weaknesse. jarak yang jauh antara lokasi usahatanidari permukiman Keterbatasan tenaga yang mempunyai keterampilan modal petani tergolong rendah Saluran pemasarankurang Kesulitan memperoleh benih varietas jahe yang terbaik Strategi S Ae O (Agresi. Strategi WAeO (TurnAroun. Perlu adanya jalan taniyang mempermudah akses Meningkatkan pengembangan SDM melalui pelatihan baik petani maupun petugas Perlunya dukungan pemerintah maupun pedagang dengan bantuan produksi ke perusahaan terkait EFAS (SituasiEksterna. Peluang (Opportunitie. Permintaan pasar yang cukup besar Agroklimat lahan yang cukup baik untuk budidaya jahe Usahatani dapat jahe Semakin tingginya volume permintaanjahe di pasaran Makin tinggi harga jahe tiap tahunny Mengoptimalkan penggunaan lahan dengan tenaga kerja terampil yang Menjalin komunikasi yang baik antara petani, pemerintah dengan pedagang untuk informasi Modal dari pedagang memberikan kemudahan petani untuk mendapat keuntungan dalam Usahataninya Strategi Pengembangan Usaha Tani Jahe di Desa Kunjorowesi Ancaman (Thret. Adanya gangguan OPT Rendahnya kuantitas dan kuantitas produksi Saluran pemasaran belum efektif 4. harga sarana produksi banyaknya pesaing Strategi SAeT (Diversifikas. Pengendalian OPT dengan pestisida dengan memanfaatkan modaldari Mengektifkan saluran pemasaran dengan alat transportasi yang memadai Strategi W - T (Defenis. Meningkatkan dukungan infrastruktur yang dibarengi dengan peningkatan pembinaan petani baik budidaya maupun teknologi pengolahan hasil Penguatan modal petani untuk membudidaya Bantuan modal bisa memudahkan pengadaan benih varietas Jahe terbaik Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2024 Faktor yang mempengaruhi pengembangan usahatani jahe di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto yaitu: Faktor Internal Ketersediaan lahan untuk mengembangkan jahe yang luas, kondisi lahan yang mendukung untuk membudidaya jahe, ketersediaan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan, tak memerlukan keterampilan khusus untuk membudidaya jahe, jarak usahatani dan permukiman jauh, modal petani tergolong rendah Faktor eksternal Permintaan pasar relatif besar, agroklimat lahan yang relatif baik untuk membudidaya jahe yang relatif besar, usahatani jahe yang dapat memberi keuntungan, hambatan OPT, kualitas dan kuantitas produksinya KESIMPULAN DAN SARAN Strategi pengembangan usaha tani jahe di Desa Kunjorowesi menggunakan strategi SO. Faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan usaha tani jahe di Desa Kunjorowesi meliputi faktor internal, seperti tersedianya lahan yang luas untuk budidaya jahe, kondisi lahan yang mendukung, ketersediaan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan, fasilitas transportasi yang memadai, serta kemudahan dalam membudidaya tanpa memerlukan keahlian khusus. Namun, juga terdapat kendala seperti jarak usahatani yang jauh, keterbatasan modal petani, dan faktor eksternal, seperti permintaan pasar yang relatif besar, kondisi agroklimat yang mendukung, potensi keuntungan dari usaha tani jahe, gangguan dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), serta kualitas dan kuantitas produksi. BOTANI - VOLUME 1. NO. SEPTEMBER 2024 E-ISSN : 3046-5494 dan P-ISSN : 3046-5508. Hal. DAFTAR REFERENSI Aldensi. AoSTRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS TANAMAN JAHE ( Zingiber Officinale Rosc . ) ( Studi Kasus Di Desa Batunya Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan ) ISSN : 1979-3901Ao, 6. Dina Nur Azizah. And W. AoSeminar Nasional Peran Petani Milenial Dalam Pembangunan Pertanian Menuju Kedaulatan Pangan Berkelanjutan ISSN: 2985-6817Ao. Peran Petani Milenial Dalam Pembangunan Pertanian Menuju Kedaulatan Pangan Berkelanjutan. Pp. 160Ae165. Available At: Https://w. Ejournalwiraraja. Com/Index. Php/PROSD/About. Laelasari. And Zakiyatus Syadza. AoPendampingan Pemanfaatan Jahe (Zingiber Officinal. Sebagai Bahan Rempah Dalam Pembuatan Inovasi Makanan Herbal Penambah ImmunitasAo. Jurnal Bakti Saintek, 6. Pp. 31Ae37. Available At: Https://Doi. Org/10. 14421/Jbs. Marlan. Sitinjak. And Marpaung. AoAnalisis Pendapatan Usaha Tani Jahe Kecamatan Pematang Purba Kabupaten SimalungunAo. Jurnal Agrilink, 3. Pp. 89Ae97. Available At: Https://Doi. Org/10. 36985/Jak. V3i2. Novianto. And Dewati. AoStrategi Pengembangan Usahatani Jahe (Zingiber Officinal. Di Kecamatan Jenawikabupaten KaranganyarAo. JASE (Journal Of Agribusiness. Social And Economi. , 1. Pp. 23Ae33. Available At: Https://Journal. Univetbantara. Ac. Id/Index. Php/JASE/Article/View/1936/0. Prawoto. AoMODEL PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KEMANDIRIAN UNTUK MEWUJUDKAN KETAHANAN EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN (Strategi Pemberdayaan Ekonomi Pada Masyarakat Dieng Di Propinsi Jawa Tenga. Ao. Jurnal Organisasi Dan Manajemen, 8. Pp. 121Ae134. Available At: Https://Doi. Org/10. 33830/Jom. V8i2. Sari Merliana. AoRancang Bangun Alat Penyiram Tanaman Otomatis Menggunakan Sensor Kelembaban TanahAo. Journal Of Electrical Technology, 3. Pp. 13Ae17. Winarti. And Nurdjanah. AoPeluang_Tanaman_Rempah_Dan_Obat_SebagaiAo. Jurnal Litbang Pertanian, 24. Pp. 47Ae55.