PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Kemandirian Gereja Menuju Gereja yang Sejahtera Junaidi Sekolah Tinggi Teologi Berea Pontianak juita06061980@gmail. Abstract: Church independence is a very serious concern in its growth and development in an effort to improve the church's economy today. An independent church will be a strong church in both physical and non-physical development. Physically the church can realize its independence through the construction of houses of worship or all church building programs while non-physical churches can build mental, spiritual or spiritual and knowledge through whole human development programs so that they are strong in teaching, spiritually, and in an attitude that can be an example for others. do not believe. The research method used is descriptive-qualitative, which seeks to describe the role of church leaders in church independence for the welfare of the church. The researcher's findings are that in the context of church independence, what can be done is to plan the independence program, determine the program, to its implementation and evaluation is the most important part so that the independence of the church runs well according to the mutual desire. Keywords: Self-reliance. Abstrak: Kemandirian gereja menjadi perhatian yang sangat serius dalam pertumbuhan dan perkembangannya dalam upaya peningkatan ekonomi gereja masa kini. Gereja yang mandiri akan menjadi gereja yang kuat dalam pembangunan baik fisik maupun non fisik. Secara fisik gereja dapat mewujudkan kemandiriannya melalui pembangunan gedung rumah ibadah atau segala program pembangunan gereja sedangkan non fisik gereja dapat membangun mental, spiritualitas atau kerohanian dan pengetahuan melalui program pembangunan manusia seutuhnya agar kuat dalam pengajaran, kerohanian, dan sikap yang dapat menjadi teladan bagi orang lain yang belum percaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif Aekualitatif, yang berupaya menggambarkan peran pemimpin gereja dalam kemandirian gereja untuk suatu kesejahteraan gereja. Temuan peneliti adalah bahwa dalam konteks kemandiran gereja, yang dapat dilakukan adalah melakukan perencanaan program kemandirian, menetapkan program, sampai pada pelaksanaannya dan evaluasi menjadi bagian terpenting agar kemandirian gereja berjalan dengan baik sesuai keinginan bersama. Kata kunci: Kemandirian. Pendahuluan Seringkali gereja mengeluh masalah keuangan gereja. Uang menjadi kunci utama dalam pembangunan gereja, karena tanpa uang gereja tidak dapat membangun. Namun uang juga menjadi persoalan dalam gereja karena uang akan menjadi jerat dosa. Pengelolaan keuangan yang salah berdampak pada kemerosotan kehadiran jemaat dalam gereja dan bahkan berimbas pada ketidakpercayaan jemaat pada pengelola keuangan sehingga berpengaruh pada kesejahteraan gerejanya. Gereja yang dimaksud bukan saja lembaganya melainkan orang yang disebut gereja itu Apakah itu berhubungan dengan jemaat atau pelayan . amba Tuha. di dalam lembaga tersebut, maupun gereja dalam bentuk institusi atau kelembagaannya. Oleh sebab itu. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 terkait dengan kemandirian gereja menuju gereja yang sejahtera merupakan sebuah usaha dalam pencapaian kesejahteraan gereja agar tidak bergantung pada usaha-usaha dari luar seperti yang bersifat bantuan, mengajukan proposal, sponsor dan lain sebagainya guna untuk pemenuhan kebutuhan gereja, maupun dalam hal pemenuhan kebutuhan secara finansialnya atau secara fisik yang berhubungan dengan pembangunannya. Padahal semua itu dapat dilakukan oleh gereja itu sendiri tanpa harus melibatkan orang lain dari luar gereja, walaupun memang ada juga bantuan tapi tidak dalam konteks sengaja mencari-cari bantuan dari luar, dan bahkan menurut (Pasande and Tari 2. gereja bergantung atau mengandalkan persembahan dari jemaat tanpa memikirkan bagaimana membangun ekonomi jemaat. Dalam tri tugas panggilan gereja . elayani, bersekutu dan bersaks. , yang dikenal dengan istilah diakonia, koinonia dan marturia dapat berjalan dengan baik jika ditopang dengan kesungguhan melalui kemandirian gereja akan berdampak pada kesejahteraan bagi Tak terlepas dari hal tersebut yang terpenting ialah bagaimana gereja mulai menentukan program yang tepat guna agar sejalan dengan kemandirian gereja (Kusni 2. , manajemen keuangan gereja dan administrasi gereja yang benar dan evaluasi yang dilakukan oleh pemimpin gereja untuk memfungsikan pengawasannya terhadap kinerja selama kurun waktu yang ada baik secara berkala maupun secara kontinu. Ada banyak kasus dalam gereja sehingga menjadi berantakan dan bahkan bubar sehingga tidak mampu bangkit dari keadaan semula, dan ternyata kehancuran itu disebabkan oleh sistem manajerialnya yang kurang baik dan rapi. Pemimpin gereja yang tidak mampu, manajemen keuangannya carut-marut, tidak ada program yang terencana yang penting jalan, kehilangan kepercayaan terhadap pengelola yang bertanggung jawab, adanya dualisme faham atau bahkan dualisme kepemimpinan, sistem otoriter kepemimpinan dan lain sebagainya merupakan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dengan serius sebab persoalan itu akan menghancurkan program kerja serta dapat merusak gereja yang menuju pada kemandiriannya. Ini berlaku bagi semua gereja baik gereja besar maupun gereja kecil atau yang baru perintisan. II. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan deskriptif-kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan data dan analisis data yang relevan diperoleh dari situasi yang alamiah. (Satori and Komariah 2. Dikatakan bersifat deskriptif, yaitu penulis melaporkan suatu objek atau suatu keadaan apa adanya. (Surakhman 1. Sedangkan dikatakan analisis karena adanya berupa pernyataan dan pandangan tentang masalah yang sedang disoroti. (Kartono 1. Hasil dan Pembahasan Program Kemandirian Gereja Program kemandiran gereja adalah sebuah program yang dirancang dan disepakati dalam rapat program kerja untuk menentukan apa yang akan dilakukan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata AuprogramAy adalah PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 rancangan mengenai asas serta usaha . alam ketatanegaraan, perekonomian, ds. (Nasional Untuk itu, dalam kemandirian gereja sangat penting membuat program kerja, yang mana program kerja bertujuan untuk menentukan apa yang akan dicapai dan bagaimana cara pencapaiannya dan dengan demikian, melalui program tersebut ada acuan dan landasan kegiatan yang dilakukan. Rick Warren mengatakan, dalam gereja yang didorong oleh program, semua energi difokuskan untuk mempertahankan dan menyokong program-program (Warren 2. Dari perspektif pertumbuhan gereja. Peter Wongso menjelaskan bahwa apabila kita hendak merencanakan pertumbuhan gereja ada banyak pokok-pokok penting yang harus kita perhatikan, maka ada tiga langkah utama yakni. penelitian, perencanaan, dan (Wongso 2. Salah satu upaya kemandirian gereja yang terprogram dengan baik harus dikerjakan secara transparan maka akan menghasilkan sesuatu yang baik sesuai dengan program yang Kunci keberhasilan progam kerja tersebut ada pada manajerial gereja. Jika sistem manajerialnya baik maka hasilnya juga akan baik sebab kemandirian gereja sangat bergantung pada manajemen keuangan dan kepemimpinan gereja. Dalam kemandirian gereja yang menjadi prioritas terutama dalam memberi sumbangsih sangat positif dan signifikan adalah bahwa kemandirian gereja merupakan usaha dalam meningkatkan penghasilan gereja yang tidak bergantung pada orang lain melainkan pada pemberdayaan gereja yang ada sehingga mampu mengelola keuangan gereja guna untuk kesejahteraan gereja yang mandiri dan berdampak pada kesadaran bagi jemaat untuk menyadari pentingnya memberi untuk Tuhan. Upaya gereja dalam kemandirian dapat disesuaikan dengan keadaan atau situasi ekonomi jemaat yang diberdayakan berupa pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, wirausaha yang bisa dijadikan modal untuk membangun gereja yang mandiri seperti yang pada umumnya mudah dilakukan adalah iuran wajib tiap anggota gereja mulai skala kecil sampai pada skala besar yang disesuaikan dengan keadaanya, misalnya gerakan seribu rupiah perminggu atau sepuluh ribu rupiah perbulan. Dan bahkan ada yang bisa mengembangkan usaha dengan pemanfaatan lingkungan gereja dijadikan aset untuk pertanian. cabai, sayuran, kacang-kacangan, dan lain sebaginya, sebagai modal untuk kesejahteraan gereja. Manajemen Gereja Manajemen Gereja tidak boleh diabaikan. Keberhasilan sebuah program sangat bergantung pada manajemen. Dalam hal ini, ada dua manajemen yang harus diketahui dan perlu mendapat perhatian serius yakni manajemen kepemimpinan dan manajemen keuangan. Mungkin juga disebuah perusahaan ada banyak manajemennya namun khusus di gereja hal yang paling mendasar ada dua manajemen sebagaimana disebutkan di atas. Manajemen Kepemimpinan Manajemen kepemimpinan adalah pemberdayaan sumber daya manusia secara efektif untuk mencapai sasaran atau keberhasilan. Memberdayakan sumber daya atau menggunakan sumber daya dalam mengemban tugas dan mandat yang diemban adalah peran atau fungsi PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 pemimpin Kristen. (Saragih 2. Berdasarkan definisinya. Aukepemimpinan berarti cara memimpin, yang berasal dari kata dasar kata benda dipimpin yang berarti tuntunan, bimbingan, hasil memimpin dan kata kerjanya AmemimpinA berarti mengepalai, mengetuai. memegang tangan seseorang untuk dibimbing dan ditunjukkan jalan. mendidik mengajar dapat mengerjakan sendiriAy. (Sule and Saefullah 2. Maka dalam hal ini pemimpin yang bertanggung jawab di dalam gereja. Umumnya pemimpin dalam gereja biasa disebut gembala atau pendeta yang mengepalai gereja itu, namun para gembala atau pendeta tidak menyadari dirinya adalah kepala dalam sebuah gereja yang dikelolanya, inilah yang menyebabkan gereja tidak mampu mengelola gerejanya. Seperti yang dikatakan oleh Donald Guthrie mengenai kepemimpinan jemaat itu yang menyebutkan Audari bagian-bagian di atas telah jelas sekali bahwa Jemaat mula-mula bukanlah suatu organisasi yang teraturAy. (Guthrie 2. Artinya, sekalipun gereja bukan lembaga negara atau sejenisnya namun gereja dapat menjalankan tugas-tugasnya sebagaimana dilakukan dalam lembaga pada umumnya. Sedangkan dalam Ensiklopedi Alkitab Masa Kini disebutkan bahwa Audalam kebanyakan masyarakat kekuasaan diberikan kepada orang-orang, yang berdasarkan usia tua atau berpengalaman, dianggap layak untuk memerintahAy. (Douglas 2. Dalam PB biasa disebut tua-tua/penatua. Mereka adalah para pemimpin-pemimpin gereja pada waktu itu Lih. Titus 1:5-16 tentang syarat-syarat bagi penatua, penilik jemaat. Namun ditegaskan oleh penulis bahwa harus bersih, benar, tidak bercacat, dan lain sebagainya supaya ia sanggup menasehati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya. Riemer memandang bahwa gembala adalah pengatur rumah Allah . ikonomos/ekono. Dalam penjelasannya, penatua sebagai ekonom, yaitu AuoikonomosAy . alam bahasa Yunan. artinya sebagai pengatur rumah Allah. Oikonomos juga diartikan sebagai, pengatur rumah, bendahara . enjaga rumah dan baran. , dan Abapak ekonomA. Artinya sebagai seorang ekonom, gembala/pendeta bertanggung jawab dalam keuangan yang ada untuk keperluan gereja. Auitulah dia! Itulah tujuan pekerjaan oikonomos: mengusahakan supaya ada hasil! Artinya, harus ada kemajuan, perkembangan, penghasilan!Ay(Riemer 1. Titus 1:7 AuSebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah,Ay adalah syarat seorang pemimpin yang patut diteladani dan dapat dipercaya dalam mengelola rumah tangga gereja yang mandiri untuk kesejahteraannya. Ayat di atas akan menguatkan para pemimpin untuk AumengaturAy dengan baik dan tepat guna agar dalam pengaturannya sesuai dengan rencana dalam program kerja yang telah disepakati bersama untuk kemajuan sebuah Kesadaran diri gembala menjadi manejer akan meningkatkan perannya sebagai pemimpin di dalam gereja. Sebuah dorongan dan keinginan untuk mengembangkan serta meningkatkan penghasilan gereja akan terjadi apabila peran gembala atau pendeta diselaraskan dengan potensi dirinya sebagai pemimpin. Jadi, kemandirian gereja akan bergantung pada pembawaan dari kepemimpinan yang menangani gereja itu sendiri. Oleh sebab itu, pemimpin menjadi kunci dalam menentukan kemandirian gereja. kemandirian gereja akan dikerjakan apabila pemimpin mampu memimpin dengan baik dan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 benar untuk mengarahkan sejauhmana program kemandirian gereja akan terlaksana. Pemimpin akan berpedoman pada program yang telah disepakati dan disusun dengan baik. Manajemen Keuangan Memang agak menyedihkan jika gereja membicarakan tentang uang. Ternyata, segala persoalan akan bermunculan dalam seluruh aspek kehidupan ini jika tidak berhubungan dengan uang. Artinya segala sesuatu dalam kehidupan ini perlu uang. itulah sebabnya gereja harus mengetahui bagaimana cara pengelolaan keuangan dengan baik agar tidak terjadi penyimpangan dan pemborosan keuangan kepada hal-hal yang tidak pada tujuan yang tepat. Keuangan gereja jika tidak ditata dan dikelola dengan baik akan berantakan dan bahkan Uang menjadi jerat dosa, sebab uang akan menjadi akar dari kejahatan bagi pengelolanya atau bagi orang yang berkeinginan untuk menguasainya. 1 Timotius 6:10 AuKarena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai dukaAy. Artinya besar kemungkinan kehancuran dari sebuah lembaga atau organisasi disebabkan oleh kesalahan dalam mengelola keuangan. Apalagi pengelola keuangannya memang adalah seorang yang punya keinginan menguasai atau ingin menggelapkan uang gereja untuk kepentingan pribadinya dan bukan untuk kesejahteraan bersama. Dalam Ibrani 13:5 a. AuJangan kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamuAy. Lih. Pengkhotbah. 5:9-10. 2 Korintus. 9:1-5, maka pada bagian dalam Alkitab ini akan memberikan informasi dan arahan kepada gereja terkait bagaimana dengan uang, pengelolaan keuangan, bahayanya menggandalkan uang, dan lain Misalnya dalam Ibrani. 13:5 a seseorang diingatkan agar tidak menjadi hamba Kalimat itu menekankan supaya jangan menjadi Auhamba uangAy, atau boleh jadi AumenghambakanAy diri pada uang. Artinya uang jangan menjadi tuan dalam hidupnya, uang yang mengatur kehidupannya, atau uanglah yang merajai hidupnya. Inilah bahayanya jika mengandalkan uang sepenuhnya sehingga menjadi jerat dalam hidup orang percaya. Para pengurus rumah Allah tidak boleh terjerat oleh uang justru sebaliknya merekalah yang harus mengelola uang tersebut untuk dipakai bagi kemuliaan nama Tuhan. Pengkhotbah 5:9-10, penulis syair dalam Pengkhotbah ini menyadari betul tentang posisinya sebagai seorang Raja yang berkuasa, uang bukan masalah dalam hidupnya karena diberi kelimpahan dan didapatkan dengan mudah melalui pembayaran upeti, pajak, penghargaan karena kehormatannya, dan lain sebaginya, namun ia menuliskan kalaimat itu agar berhati-hati karena semua itu adalah kesia-siaan belaka. 2 Korintus. 9:1-5. menjadi rujukan yang tepat bagi kesejahteraan gereja. Paulus mengatakan dalam ayat itu supaya gereja memperhatikan kesejahteraan pelayanan gereja. kemandirian gereja berlaku untuk gereja, bukan saja menopang pelayanan untuk perjalanan misi yang dilakukannya melainkan segala urusan gereja harus diperhatikan dengan baik dan tidak membebankan orang lain, misalnya dalam ayat 5 dikatakan AuA supaya mengurus pemberian yang telah dijanjikan sebelumnya,. Ay untuk keperluan dalam pelayanan serta kemandirian gereja yang tidak bergantung pada orang lain sehingga orang lain turut PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 merasakannya atau berbahagia mendengarnya sebab kerelaan hati untuk mau memberi merupakan cara yang tepat dalam gereja. Dalam hal itu, (Silalahi 2. mengemukakan bahwa seorang enterpreneurship yang dilaksanakan tidak menjadi beban siapapun, tidak meninggalkan kewajiban dan jangan sampai terjebak mencari keuntungan pribadi. Manajemen Pengelolaan Gereja Dalam manajemen pengelolaan konsentrasinya ada pada tata kelola yang baik. Sekalipun keuangan gereja sangat mendukung jika tidak dikelola dengan baik pasti menimbulkan persoalan baru dalam gereja. Prinsip tata kelola keuangan dan administrasi yang benar dapat memajukan gereja menjadi besar dan berkembang. Keuangan gereja merupakan modal dasar gereja dalam pencapaian program-program gereja. (Setiawani 1. menyebutkan tentang bagian administrasi itu. Austruktur administrasi dalam suatu organisasi yang efektif harus jelas, baik dalam pembagian tugas maupun dalam hubungan satu dengan yang lainnya. Sebaiknya perbandingan antara pimpinan dan anggota tidak lebih dari 1:8. Ay Pandangan tersebut memberikan gambaran tentang tata kelola yang baik dalam sebuah organisasi dalam membangun kerja sama bahwa sesungguhnya organisasi tidak dapat berjalan dengan baik jika hanya bergantung pada seorang pemimpin. Dalam organinsasi peminpin akan dibantu oleh beberapa anggotanya dan sesuai job atau tugas masing-masing. Peran setiap keanggotan itu sangat membantu pekerjaan sehingga menjadi ringan dan akan efesien. Lebih lanjut di bagian pengelolaan (Setiawani 1. mengatakan bahwa pengelolaan adalah teknik dari tugas administrasi yang meliputi hal berikut: menetapkan standar kerja, menguasai semua dokumen, meneliti dan mengevaluasi pekerjaan, mengoreksi dan meningkatkan pekerjaan. Jadi, pesannya adalah bukan saja organisasi sekolah yang bisa menerapkan prinsip-prinsip administrasi tapi gereja juga tidak boleh ketinggalan bahkan harus jauh lebih baik. Pekerjaan administrasi seperti dijelaskan di atas memang berat namun apabila dikerjakan dengan rasa tanggung jawab dan bekerja sama dengan semua anggota tentu pekerjaan itu akan terasa ringan dan mudah dikerjakan. Sebagai sebuah perbandingan dalam manajemen sekolah yang dapat diadopsi untuk diterapkan di gereja sebagaimana dikemukankan oleh (S and Sapari 2. Peran dari manajemen pengelolaan ialah dapat mengatur sistem organisasi gereja, mengelompokkan sistem kerja itu untuk memudahkan orang yang terlibat di dalamnya, dan ada peran monitoring yang baik dari atas ke bawah untuk keberlangsungan program kemandirian gereja. Transparansi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia AtransparanA artinya tembus cahaya, tembus pandang, jernih, nyata. jelas, tidak terbatas pada orang tertentu saja. Sedangkan transparani artinya perihal, keadaan tembus pandang, nyata, jelas, jernih dll. (Nasional 2. Kata ini merupakan kata pinjam untuk menerangkan maksud dan tujuan terkait keterbukaan dalam pengelolaan keuangan gereja. Transparansi adalah suatu perbuatan atau tindakan keterbukaan dalam manajemen gereja. Segala keuangan gereja dapat diketahui oleh warga gereja sebagai anggota gereja. Mulai dari keuangan yang masuk dan sumber-sumber PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 keuangannya sampai pada pengelolaan dan pengeluarannya dapat diketahui bersama sehingga tidak menimbulkan kecurigaan atau kurang percayanya terhadap laporan kost keuangan yang ada pada pengelola keuangan. (Londong and Paliling 2. menjelaskan bahwa transparansi merupakan bentuk tanggung jawab gereja, juga sebagai bentuk kewajiban individu telah diberikan kepercayaan dalam mengelola keuangan. Keterbukaan sangat penting, segala sesuatu dapat diketahui melalui laporan keuangan yang baik dan rapi akan menolong manajemen keuangan yang baik. Dibutuhkan keterbukaan, transparansi dan kejujuran dalam pengelolaan keuangan (Rantesalu 2. dalam rangka kemandirian gereja menuju kesejahteraan gereja itu sendiri. Itulah gereja yang sehat. Jika transparansi anggaran sudah baik dapat dipastikan bahwa manajemen keuangan telah berjalan dengan baik. Kunci dari keberhasilan manajemen keuangan adalah transparansi keuangan, sebab segala kecurigaan dan kelemahan dalam pengelolaan akan mudah diketahui sehingga sesegera mungkin dapat dilakukan perbaikan. Tuntutan akan akuntabilitas yang memadai untuk organisasi non laba khususnya Gereja bukanlah hal yang mudah. (Dewi et al. Transparansi menjadi fungsi alat kontrol yang baik sehingga dengan sendirinya manajemen keuangan berjalan dengan baik. Belajar dari pengalaman seorang bendahara gereja mula-mula yakni Yudas Iskariot. Dalam kelompok rasul ia adalah bendahara (Yoh. , sementara yang lain menyebut dia pencuri (Yoh. , terutama, menurut dugaan, ia AmenggelapkanA uang yang dipercayakan Mengenai arti AmenggelapkanA itu yang akar kata kerjanya bastazo . enggambil, 12:. (Douglas 2. Sumber lain menyebutkan bahwa Yudas adalah seorang penghianat, dialah yang menjual Yesus. Browning mengutif pernyataan. Schweitzer berpendapat bahwa ia telah membuka rahasia kemesiasaan Yesus, namun lebih mungkin ia memberi informasi agar Yesus dapat ditangkap tanpa diramaikan umum. (Browning 2. Orang seperti Yudas Iskariot sekarang ini menjelma dalam gereja, banyak kelakuan-kelakuan dari oknum bendahara gereja telah menyimpang dari jalan Tuhan mereka melancarkan aksinya untuk menggelapkan uang gereja demi kepentingan pribadi dan bahkan menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang gereja. oleh sebab itu sangat perlu transparansi anggaran keuangan gereja agar dari ketransparanan itu akan menjadi fungsi alat kontrol keuangan gereja supaya keuangan gereja dapat dipergunakan dengan baik sesuai peruntukkannya yakni untuk kesejahteraan gereja. Evaluasi Kebanyakan dari sebuah institusi melakukan hal fungsi evaluasi. Tentu gereja juga harus banyak belajar dari lembaga-lembaga pemerintahan, lembaga sosial, lembaga keuangan baik negeri maupun swasta, lembaga pendidikan dan lain sebagainya agar menjadi motivasi dan sebagai perbandingan bagaimana sistem yang dibangun untuk memajukan sebuah organisasi gereja. Berkenaan dengan hal itu, (Sijabat 1. menjelaskan bahwa dalam kitab Injil dijelaskan bahwa Yesus juga menyediakan waktu bersama-sama dengan murid-muridNya untuk mengadakan evaluasi setelah selesai melaksanakan tugas-tugas tertentu. Sebagai contoh. Ia mengevaluasi pemahaman mereka mengenai siapa diri-Nya. Mula-mula mereka PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 ditanya tentang pendapat orang sebelum mengorek pendapat murid-murid-Nya sendiri . Mat. 16:13-. Dalam kesempatan lain, setelah murid-murid kembali praktek lapangan . Yesus mendengarkan laporan mereka mengenai apa yang terjadi. Murid-murid itu sangat gembira menjelaskan banyak peristiwa dahsyat yang menyertai pelayanan mereka, termasuk takluknya setan-setan. Evaluasi bertujuan untuk mengukur sejauh mana program kerja dapat terlaksana dan apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program kerja yang sudah dirancang baik dalam program jangka pendek maupun jangka panjangnya. Menurut (Nasional 2. evaluasi adalah penilaian, upaya penilaian secara teknis dan ekonomis. Mengevaluasi berarti memberikan Pengevaluasian artinya proses, cara, perbuatan mengevaluasi. Artinya, evaluasi berfungsi untuk memberikan penilaian dan penilaian sebagai alat kontrol dalam pencapaian sebuah program yang sedang berlangsung dan akan dikerjakan sebagaimana rencana pada sebuah kegiatan di gereja. (Wongso 2. Audilihat dari sudut ilmu ekonomi, waktu adalah uang. Ay Dalam hal ini, perlu juga dipahami bahwa evaluasi bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengukur sejauh mana rencana kerja dapat dicapai berdasarkan program kerja yang dibuat dan seberapa besar anggaran yang digunakan. Hal yang paling mendasar dalam mengevalusi kinerja tiap-tiap pemangku kebijakan dan orang-orang yang terlibat dalam keorganisasian akan mudah dilakukan perbaikan, sebagai bagian dari itu pula maka evaluasi akan memberikan dorongan untuk melakukan perbaikan pada bagian yang belum dapat tercapai serta evaluasi juga akan memotivasi seseorang untuk menyadari dirinya agar bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas yang diembannya. Evalusai bukan hal yang menakutkan atau bukan sebuah ancaman sebab evalusi merupakan fungsi alat kontrol untuk kemajuan dan terlaksananya sebuah program demi kesejahteraan di dalam gereja. Dengan demikian kemandirian gereja akan berjalan dengan baik apabila terlaksana dengan baik menggunakan fungsi alat kontrol yang baik untuk kemajuan dan kesejahteraan gereja. IV. Kesimpulan Dari riset yang dipaparkan dan diulas, dapat disimpulkan bahwa kemadirian gereja untuk kesejahteraan gereja adalah suatu upaya untuk mensejahterakan gerejanya dengan menetapkan sebuah porgam yang menjadi acuan kemajuan gereja dengan menetapkan iuran dari yang paling rendah sampai paling tinggi sesuai kondisi gereja masing-masing. Dalam melaksanakan kemandirian gereja harus berdasarkan program kerja yang telah disusun dan disepakati bersama supaya setiap keputusan yang diambil benar-benar hasil keputusan bersama untuk mensejahterakan gereja. Ketiga, dalam melaksanakan kemandirian gereja, seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memimpin serta transparan dalam keuangan gereja. Pemimpin gerja dapat memedomani langkah-langkah seperti penyusunan program . encana kerj. , penataan manajemen yang baik dan rapi, transparasi baik dalam hal keuangan maupun dalam hal lainnya, dan mau melakukan evaluasi sebagai fungsi alat kontrolnya agar dalam tanggung jawab semakin baik dan berhasil. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Referensi