UNES Journal of Education Volume 1. Issue 4. Agustus 2017 P-ISSN 2549-4201 E-ISSN 2549-4791 Open Access at: http://journal. univ-ekasakti-pdg. HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEBERSIHAN RUMAH TINGGAL DI KOTA BUKITTINGGI RELATIONSHIP KNOWLEDGE OF HEALTHY AND HEALTHY CLEAN BEHAVIOR (PHBS) WITH HOUSEHOLD CLEANS IN BUKITTINGGI CITY DESRIANA Dosen Kopertis Wilayah X Dpk FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat E-mail: desriana@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Kata kunci: Kebersihan ruang dan lingkungan pada tempat-tempat tertentu sering diabaikan oleh ibu rumah tangga. Perilaku hidup yang tidak bersih dan sehat sering diabaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kebersihan rumah tinggal di Belakang Balok Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Auex-post factoAy. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang tinggal di Belakang Balok Kota Bukittinggi sejumlah 687 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Arikunto. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan bantuan kuisioner. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dari analisis data diperoleh informasi bahwa . distribusi frekuensi responden ibu rumah tangga yang memiliki pengetahuan rendah tentang PHBS adalah lebih dari separuh yaitu 65 %, . distribusi frekuensi responden ibu rumah tangga yang memiliki rumah tinggal tidak bersih sebesar lebih dari separuh yaitu 59,20 %, . koefisien hubungan pengetahuan ibu rumah tangga tentang PHBS dengan kebersihan rumah tinggal sebesar 0,671 dengan koefisien diterminasi sebesar 0,45. perilaku, hidup bersih dan sehat. Copyright A 2017 JE. All rights reserved. P-ISSN: 2549-4201. E-ISSN: 2549-4791 ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords: Cleanliness of space and environment in certain places is often ignored by housewives. Unhealthy and healthy life behaviors are often ignored. The purpose of this research is to know the relation of knowledge about the behavior of clean and healthy life (PHBS) with the cleanliness of the dwelling house behind the Bukittinggi City Beam. This research uses quantitative method with the type of research "ex-post facto". The research population is housewife Living behind the Bukittinggi City Beam a total of 687 people. The sampling technique used the Arikunto The data collection techniques are conducted using the help of questionnaires. Data analysis techniques using descriptive statistics and inferential statistics. From the data analysis, it is found that . the frequency distribution of housewife respondents who have low knowledge about PHBS is more than half that is 65%, . the frequency distribution of respondents of housewives Which has an abandoned house of more than half that is 59,20%, . coefficient of knowledge relation of housewife about PHBS with house cleanliness equal to 0,671 with coefficient termination 0,451 Knowledge, behavior, clean and healthy life. Copyright A 2017 JE. All rights reserved. PENDAHULUAN Upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus Upaya pelayanan dalam bidang kesehatan dasar yang meliputi pencegahan dan pemberantasan penyakit, peningkatan gizi, penyediaan dan pengelolaan air bersih serta penyehatan lingkungan dan pemukiman yang dilakukan dengan upaya promotif berupa penyuluhan kesehatan. Upaya promotif tersebut dimaksudkan untuk menumbuh kembangkan perilaku hidup sehat (PHBS) masyarakat (Dinas Kesehatan Bukittinggi, 2. Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah membuat Pedoman Pembinaan (PHBS) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 2269/MENKES/PER/XI/2011 yang mengatur upaya peningkatan PHBS di seluruh Indonesia dengan mengacu kepada pola manajemen PHBS, mulai dari tahap pengkajian, perencanaan, dan pelaksanaan serta pemantauan dan penilaian. Upaya tersebut dilakukan untuk memberdayakan masyarakat dalam memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya sehingga masyarakat sadar, mau, dan mampu secara mandiri ikut aktif dalam meningkatkan status kesehatannya. Di Kota Bukittinggi masalah penyakit yang diakibatkan oleh perilaku masih banyak yang perlu ditanggulangi. Menurut profil Kesehatan Kota Bukittinggi, angka kesakitan diare terjadi peningkatan kasus dari tahun 2010 sebesar 8 kasus menjadi 20 kasus per 1000 penduduk pada tahun 2011. Demikian juga kasus demam berdarah (BDB) yang kasusnya selalu muncul setiap tahun. Jumlah kasus penyakit diare dan UNES Journal of Education. : 331-340 DBD di kota Bukittinggi banyak di temui di kecamatan Guguk Panjang dan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) dengan kejadian DBD tahun 2011 sebesar 5,9 kasus per 000 penduduk (Dinas Kesehatan Bukittinggi, 2. Berdasarkan uraian di atas banyak ditemukan jenis-jenis penyakit yang ada pada masyarakat yang disebabkan oleh masyarakat yang tidak mau melakukan PHBS. Untuk itu perlu adanya pemberdayaan masyarakat agar mau melakukan PHBS. Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari rumah tangga atau keluarga, karena rumah tangga yang sehat merupakan asset atau modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Beberapa anggota rumah tangga mempunyai masa rawan terkena penyakit menular dan penyakit tidak menular, oleh karena itu untuk mencegah penyakit tersebut, anggota rumah tangga perlu diberdayakan untuk melaksanakan PHBS (Depkes, 2. Pelaksanaan program PHBS dibagi menjadi empat tatanan yaitu tatanan rumah tangga, sarana kesehatan, tatanan sekolah, tempat-tempat umum dan tatanan tempat kerja (Dinas Kesehatan Bukittinggi, 2. Penerapan PHBS di tatanan rumah tangga merupakan tanggung jawab setiap anggota rumah tangga, selain itu juga menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif. Rumah Tangga Ber-PHBS dikatakan berhasil apabila memenuhi rumah tangga tersebut memenuhi 10 indikator PHBS di rumah tangga. Berdasarkan hasil survey PHBS Kota Bukittinggi pada tahun 2014 persentase Rumah Tangga yang berperilaku Hidup bersih dan Sehat mengalami sedikit kenaikan dari 19,7% pada tahun 2013 menjadi 37. 94%, namun angka tersebut masih jauh dibawah target nasional yaitu 60% (Dinas Kesehatan Bukittinggi, 2. Tentunya ini perlu usaha keras dari semua baik lintas program maupun lintas sektor untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan PHBS khususnya di rumah tangga. Berdasarkan berbagai temuan dan pendapat di atas perlu adanya penelitian tentang gambaran pengetahuan ibu tentang PHBS di wilayah Bukittinggi. Berdasarkan pengamatan peneliti pada saat survei awal, daerah yang paling rendah tingkat PHBS nya adalah Kelurahan Belakang Balok. Alasannya adalah banyak ditemukan perkampungan-perkampungan kumuh dengan kondisi rumah tinggal yang kurang bersih sehingga sering timbul kasus DBD dan diare. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu rumah tangga tentang PHBS dengan kebersihan rumah tinggal di Kelurahan Belakang Balok. Kerangka Konseptual Penelitian Kerangka konseptual penelitian dapat dilihat pada Gambar 1. Pengetahuan ibu rumah tangga tentang PHBS Kebersihan rumah Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian P-ISSN: 2549-4201. E-ISSN: 2549-4791 Hipotesis Penelitian H0 : tidak ada hubungan antara pengetahuan PHBS dengan kebersihan rumah tinggal di kelurahan Belakang Balok. H1 : terdapat hubungan antara pengetahuan PHBS dengan kebersihan rumah tinggal di Kelurahan Belakang Balok. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional penelitian ini menyelidiki dan menganalisis faktor-faktor yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut. Penelitian ini dimaksud untuk mengungkap pengaruh masing-masing variabel serta pengaruh variabel bebas terhadap variabel Penelitian ini direncanakan dilaksanakandi kelurahan Belakang Balok Bukittinggi. Penelitian ini akan dilaksanakan pada 1 Juli sampai dengan 30 Agustus Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga yang tinggal di kelurahan Belakang Balok sejumlah 687 orang. Besarnya sampel pada penelitian ini berjumlah 103 orangditentukan dengan rumus Arikunto. Untuk keperluan penelitian sampel diambil secara simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah berupa kuisioner yang disusun berdasarkan indikator yang telah ditentukan dari teori-teori yang ada. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dilakukan untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi variabel yang akan diteliti yaitu gambaran ibu rumah tangga tentang PHBS dan kebersihan rumah tinggal di Kelurahan Belakang Balok Kota Bukittinggi (Notoatmodjo, 2. Analisa bivariat dilakukan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisis data dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS versi 15. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Univariat Gambaran Pengetahuan Ibu Rumah tentang PHBS Gambaran pengetahuan ibu rumah tangga tentang PHBS dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Ibu rumah tangga tentang PHBS di Belakang Balok Kota Bukittinggi Tahun 2016 Pengetahuan Rendah Tinggi Jumlah Frekuensi Presentase (%) Berdasarkan tabel 4. 1 di atas, terlihat sebanyak 67 orang . %) responden mempunyai pengetahuan yang rendah tentang PHBS. Dengan demikian dapat dikatakan lebih dari separuh pengetahuan ibu rumah tangga tentang PHBS masih rendah. UNES Journal of Education. : 331-340 Gambaran Kebersihan Rumah Tinggal Gambaran kebersihan rumah tinggal di Belakang Balok Kota Bukittinggi dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kebersihan Rumah Tinggal di Belakang Balok Kota Bukittinggi Tahun 2016 No. Kebersihan Rumah Tinggal Tidak bersih Bersih Jumlah Frekuensi Presentase (%) 59,20 40,80 Berdasarkan tabel 4. 2 di atas, terlihat sebanyak 61 orang . ,20%) responden mempunyai kondisi rumah yang tidak bersih. Dengan demikian lebih dari separuh responden dapat dinyatakan kondisi rumah tinggalnya tidak bersih. Analisis Bivariat Hubungan Pengetahuan tentang PHBS terhadap kebersihan rumah tinggal Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan secara signifikan antara pengetahuan PHBS dengan kebersihan rumah tinggal. Untuk menguji hipotesis tersebut maka dilakukan pengujian hipotesis sebagai berikut: H0 : Variabel X1 tidak berhubungan secara signifikan terhadap variabel Y H1 : Variabel X1berhubungan secara signifikan terhadap variabel Y Dasar dalam pengambilan keputusan sebagai berikut: H0 : diterima apabila nilai signifikansi atau probabilitas Ou nilai signifikansi yang ditetapkan () = 0,05. H0 : ditolak apabila nilai signifikansi atau probabilitas < nilai signifikansi yang ditetapkan () = 0,05. Rangkuman hasil uji hipotesis X1 terhadap Y dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Hubungan Variabel X1 dengan Y Correlations Pengetahuan PHBS Kebersihan rumah Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Pengetahuan PHBS Kebersihan rumah tinggal ,671** ,000 ,671** ,000 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,671 dengan nilai probailitas sebesar 0,00 kurang dari probabilitas yang ditetapkan sebesar 0,05. Berarti dapat dinyatakan terdapat hubungan secara signifikan antara pengetahuan tentang PHBS dengan kebersihan rumah tinggal. P-ISSN: 2549-4201. E-ISSN: 2549-4791 Berdasarkan uraian di atas terbukti terdapat hubungan antara X1 dengan Y. Untuk selanjutnya apakah ada pengaruh antara X1 terhadap Y, maka dilakukan pengujian hipotesis berikutnya dengan uji F sebagaimana dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Uji Analisis of Varian (F) ANOV Ab Model Regression Residual Total Sum of Squares 1784,404 2184,586 3968,990 Mean Square 1784,404 21,630 82,498 Sig. ,000 a Predictors: (Constan. Pengetahuan PHBS Dependent Variable: Kebersihan rumah tinggal Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai F sebesar 82,498 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000