JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 134- 138 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 PENGEMBANGAN PROTOTIPE SEKOLAH PINTAR: UANG SAKU ELEKTRONIK 1,2,3 Ilyas Nuryasin. Dwi Arif Al-Mubarok. Abdul Qhodir Zaelany. Program Studi Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang Co Responden Email: ilyas@umm. Article history Received April 02, 2021 Revised June 06, 2021 Accepted June 16, 2021 Available online June 20, 2021 Keywords Smart School. E money. RFID Riwayat Diterima 02 April 2021 Revisi 06 Juni 2021 Disetujui 16 Juni 2021 Terbit 20 Juni 2021 Kata Kunci Sekolah Pintar. Uang Saku Elektronik. RFID Abstract The concept of smart objects is increasingly being adopted by the public, such as smart cities, smart agricultures, smart campuses, smart schools and so on. This study aims to develop a smart school by developing the prototype of smartcard-based student allowance system. This research is conducted with research and development methods, by starting with a scientific study and then continuing with drafting a requirement analysis, designing, implementing and testing the prototype. This prototype offers management of student allowances that they spend in a school environment that is integrated with smartcards. This prototype has been tested and is running according to its function. Abstrak Konsep smart object semakin banyak diadopsi oleh masyarakat, seperti kota pintar, pertanian pintar, kampus pintar, school pintar dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sekolah pintar dengan mengembangkan prototipe sistem tunjangan siswa berbasis kartu pintar. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan, dimulai dengan studi ilmiah kemudian dilanjutkan dengan penyusunan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi dan pengujian prototipe. Prototipe ini menawarkan pengelolaan uang saku siswa yang mereka belanjakan di lingkungan sekolah yang terintegrasi dengan kartu pintar. Prototipe ini sudah diuji fungsionalitasnya dan berjalan sesuai fungsinya. PENDAHULUAN Sekolah wajib dua belas tahun yang dicanangkan pemerintah memberikan akses bagi seluruh putra putri bangsa pada usia sekolah untuk bisa mengenyam pendidikan. Pada usia ini mereka mengukir keilmuan dan mematangkan pikiran dan kebijaksanaan. Hal inipun menjadi perhatian semua pihak, sehingga menjadi program hidup masingmasing keluarga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 70% masyarakat usia 7-24 tahun yang mendapat akses sekolah (BPS, 2. Program ini perlu didukung oleh semua pihak agak semua mendapatkan akses Pihak bertanggungjawab dalam pendidikan anak adalah orangtua. Mereka memiliki wewenang untuk mengarahkan putra-putrinya dalam menuntut ilmu. Mereka memiliki strategi khusus agar mereka bersemangat dalam Salah satunya adalah dengan memberikan dukungan finansial untuk dibelanjakan di lingkungan sekolah. Selain itu, menurut Perencana Keuangan Tatadana Consulting. Diana Sandjaja, pemberian uang saku adalah untuk melatih anak mengelola uangnya serta mengambil keputusan terkait keuangannya sendiri (Arief & Prasetyo, 2. Beragam cara orangtua memberikan kepercayaan kepada putra-putrinya dalam mengelola uang saku, seperti harian, pekanan dan bahkan bulanan. Sebagian orangtua memberikan akses penuh keuangan kepada putra-putrinya, namun ada pula yang JIKA | 134 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 134- 138 membatasi keuangan mereka dengan berbagai Salah satu alasan karena mereka belum mampu mengelola keuangann sendiri. Sebagian dari mereka sudah menghabiskan uang saku sebelum periode uang saku mereka Dalam hal ini seperti yang disampaikan Perencana Keuangan Janus Financial. Dwita Ariani, orang tua memiliki tugas untuk membantu proses pendewasaan anak menghadapi uang (Arief & Prasetyo, 2. Oleh karena itu perlu adanya kontrol dari orang tua dengan mengetahui pengeluaran putra-putrinya pada saat sekolah. Penelitian ini mengelola uang saku siswa yang mereka belanjakan di lingkungan sekolah. Prototipe ini diintegrasikan dengan sistem pelaporan keuangan untuk mengetahui pengeluaran siswa menggunakan kartu pintar. Uang elektronik dalam bentuk kartu pintar semakin memasyarakat. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, jumlah uang elektronik yang beredar mencapai (BI, 2020. A dengan nomimal lebih dari 22 trilyun rupiah (BI, 2020. Bahkan Bank Indonesia saat inipun implementasi elektronifikasi dan digitalisasi (BI, 2020. KAJIAN LITERATUR Pemanfaatan smartcard dalam banyak diimplentasikan dalam berbagai bentuk. Seperti pemanfaatan uang elektronik, tol elektronik, sistem parkir dan lain sebagainya. Smartcard adalah sebuah chips yang memnafaatkan teknologi nirkabel untuk Smartcard menggunakan teknologi Radio Frekuensi Indetification (RFID). Terdapat 3 jenis RFID, yatu RFID aktif dan pasif dan semi-pasif (Clinten, 2. RFID aktif adalah RFID yang memiliki sumber daya sendiri dari baterai dan RFID pasif tidak memiliki baterai, namun diaktifkan dari pembaca (FDA, 2. Adapun RFIS Semi-pasif adalah RFID yang memiliki baterai namun tidak memancarkan sinyal hingga pembaca RFID mentransmisikan (Printgraphicmagz. Selain itu, teknologi yang juga menggunakan frekuensi radio adalah NFC atau Near Field Communication. NFC merupakan P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 teknologi chip yang memiliki kemampun mentransmisikan gelombang pada 13,56MHz yang dapat membaca tag pada sikuit pasif (Arcese et al. , 2. Umumnya konektivitas untuk NFC adalah komunikasi dengan jarak pendek, sehingga sering terlihat saling Keunggulan dari teknologi NFC adalah sedikit interferensi gelombang oleh perangkat Hal ini disebabkan karena sangat dekatnya kontak antar piranti. Keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk bordered area autentikasi dan keperluan lain yang memiliki area pembacaan yang terbatas. Selain itu, teknologi transfer data menggunakan NFC mengurangi risiko pembobolan data oleh pembobol karena area interaksinya terbatas, sehingga tingkat keamanan lebih tinggi dibanding protokol nirkabel lain (NFCFORUM, 2. Penelitian ini berfokus pada pengembangan prototipe sekolah pintar dengan pembahasan pemanfaatan smartcard dalam bentuk uang saku elektronik. Sekolah pintar adalah sebuah konsep pengelolaan sekolah secara elektronik yang meliputi kegiatan belajar-mengajar dan administrasi sekolah(Arthana et al. , 2. Prototipe ini menawarkan fitur-fitur yang mewakili fungsi dasar integrasi sistem point of METODE PENELITIAN Penelitian ini dikembangkan menggunakan pendekatan Research and Development. Kajian ilmiah terhadap teknologi terkini mengumpulkan sumber-sumber informasi yang selanjutnya ditelaah. Selanjutnya tahapan pengembangan sistem dilakukan dengan melakukan analisis untuk menghasilkan kebutuhan sistem, baik berupa hardware maupun software. Sistem ini memiliki 3 pengguna, yaitu administratur, kasir dan siswa. Adapun modul aplikasi yang ingin dikembangkan antara lain modul pengelolaan barang, karyawan, pelanggan, suplier. Selain itu, prototipe ini juga menawarkan fungsi transaksi, mutasi barang, laporan, penjualan, topup saldo dan validasi pembayaran. Adapun gambaran umum aplikasi kami deskrispsikan dalam bentuk usecase berikut: JIKA | 135 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 134- 138 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 HASIL DAN PEMBAHASAN A Transaksi Pembelian Siswa Modul transaksi pembelian digunakan untuk melakukan pendataan dan penjualan Barang yang disediakan pada etalase kantin diatur secara swalayan yang kemudian didata oleh kasir. Gambar 2. Pembacaan barang menggunakan barcode reader Gambar 1. Usecase diagram aplikasi Tahapan selanjutnya adalah melakukan Perancangan dilakukan dengan cara melakukan perancangan pada proses bisnis, data, dan antarmuka. Sistem ini membutuhkan perangkat keras seperti tag dan pembaca tag RFID. Selai itu sistem membutuhkan pembaca kode bar untuk mengelola barang. Selanjutnya, dari rancangan diimplementasikan dalam bentuk website menggunakan bahasa pemrograman PHP dan duiji fungsionalitasnya. Setelah melakukan pendataan barang, maka kasir akan menghimpun belanjaan dan mengetahui total pembelian yang dilakukan oleh siswa. Untuk melakukan kontrol jajan, maka sistem memberlakukan pemeriksaan saldo uang saku yang terdapat pada tag yang bisa dirupakan dalam bentuk kartu pelajar. Siswa memindai kartu pelajar . ag RFID) pada reader yang disediakan pada meja kasir. Selanjutya kasir dan siswa mengetahui jumlah saldo yang terdapat pada kartu. Apabila mencukupi, siswa dapat Namun apabila tidak maka siswa tidak bisa melanjutkan transaski san diminta untuk melakukan pengisisan saldo. Gambar 3. Pemeriksaan saldo siswa JIKA | 136 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 134- 138 Tahapan terakhir dari proses transaksi ini adalah siswa melakukan validasi atas transaksi yang telah dilakukan. Validasi ini digunakan untuk menjamin bahwa pemilik kartu adalah orang yang benar atau orang yang diberi akses untuk menggunakan kartu itu. Tujuan lain dari validasi ini adalah untuk mengurangi tindak penyalahgunakan kartu oleh orang yang tidak P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 dilakukan pada depo kantin dengan perangkat yang disambungkan pada mesin kasir. Gambar 6. Pengisian saldo C Laporan Keuangan Pada bagian ini, setiap transaksi akan disimpan pada sistem sesuai dengan pengguaan kartu. Laporan ini selanjutnya dapat disampaikan kepada orang tua siswa sebagai laporan dan evaluasi untuk pemberian uang saku siswa. Gambar 4. Validasi transaksi B Pengisian Saldo Kartu Siswa dapat melakukan penambahan saldo pada kartunya masing-masing. Penambahan saldo dapat dilakaukan pada kasir dengna melakukan pemindaian kartu pada pembaca RFID. Selanjutnya, siswa diminta melakukan validasi dengan mengisikan nomor PIN yang Gambar 7. Laporan keuangan siswa Gambar 5. Validasi TOP-UP Petugas kasir akan melakukan pemeriksaan dan mengisi dengan besaran saldo yang ingin disetorkan oleh siswa. Pengisian hanya D Diskusi