JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura p-ISSN : 2086-4515 Volume 11. Nomor 1. Juli 2020 stie-portnumbay. PENGARUH SEKTOR TERSIER TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DI KABUPATEN TOLIKARA Anita Latuheru Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan. STIE Port Numbay Jayapura Abstract: This study was conducted to analyze the effect of the tertiary sector on the gross regional domestic product (GRDP) in Tolikara Regency. In this study the data were taken from 2015 - 2019. This study uses data collection techniques through library techniques and data collection through the Office of Statistics. The results of simple linear regression analysis show that the relationship . between tertiary sectors and GRDP is very strong positive, namely r = 0. means positive is the relationship between variables X and Y in the same direction. Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisisa Pengaruh Sektor Tersier Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Tolikara. Dalam penelitian ini data yang di ambil dari tahun 2015 - tahun Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui teknik kepustakaan dan pengumpulan data melalui Kantor Satistik. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukan bahwa dapat dijelaskan hubungan . antar Sektor tersier dengan PDRB sangat kuat positif, yaitu r = 0. artinya positif adalah hubungan antar variabel X dan Y searah. Kata Kunci : Sektor Tersier. Produk Domestik Regional Bruto PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi daerah pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumberdaya yang ada, dengan menjalani pola-pola kemitraan antara pemerintah daerah dan pihak swasta guna menciptakan lapangan kerja, serta dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah bersangkutan (Soeparmoko, dalam Nadira, 2. Kegiatan pembangunan nasional tidak lepas dari peran seluruh Pemerintah Daerah yang telah berhasil memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia di daerah masing-masing. Sebagai upaya memperbesar peran dan kemampuan daerah dalam pembangunan, pemerintah daerah dituntut untuk lebih mandiri dalam membiayai kegiatan operasional rumah Dalam melaksanakan kegiatan memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia di daerah itu dan dituntut untuk 16 Latuheru. Pengaruh Sektor Tersier. Hal 16 - 24 bisa lebih mandiri. Terlebih dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka mengoptimalkan pemberdayaan semua potensi yang dimiliki dan perlu diingat bahwa pemerintah daerah tingkat satu tidak boleh terlalu mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat seperti pada tahuntahun sebelumnya. Pembangunan merupakan suatu proses transformasi yang dalam perjalanan waktu ditandai oleh perubahan struktural, yaitu perubahan dapa landasan kegiatan ekonomi maupun pada karangka susunan ekonomi masyarakat yang bersangkutan (Sanusi, 2. , menurut Lincolin Arsyad . proses pembangunan mencakup pembentukan instansi baru, pembangunan industri alternatif, perbaikan kapasitas tenaga kerja dan indentifikasi pasar-pasar serta pembangunan usaha baru. JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tolikara yang tertinggal dibandingkan Kabupaten atau Kabupatenlainnya di Provinsi Papua, telah berimplikasi pada meningkatnya pendapatan dan daya beli Pertumbuhan tersebut banyak dikontribusi dari sektor tersier, dimana perdagangan dan jasa serta keuangan mendomisili terhadap pembentukan PDRB. Pertumbuhan sebagian dari perkembangan kesejahteraan masyarakat yang diukur dengan besarnya pertumbuhan produk domestik regional bruto perkapita (PDRB perkapit. (Zaris, 1987: . Tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan dengan tingginya nilai PDRB menunjukkan bahwa daerah tersebut mengalami kemajuan dalam perekonomian. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indicator untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu daerah/wilayah dalam suatu periode PDRB jumlah nilai tambah . alue adde. yang dihasilkan olehseluruh unit usaha atau jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruhunit kegiatan ekonomi dalam suatu daerah atau wilayah. Secara kuantitatif PDRBmerupakan nilai barang dan jasa, oleh karena itu PDRB dihitung atas harga berlaku. Angka-angka PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang banyak digunakan sebagai bahan perencanaan pembangunan regional, hal ini terkait langsung dengan berlakunya UndangUndan Nomor 22 tahun1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, dimana Daerah dituntut untuk lebih profesional dan mandiri dalam mengelola Potensi Sumber Daya Alam, 17 Latuheru. Pengaruh Sektor Tersier. Hal 16 - 24 p-ISSN : 2086-4515 Volume 11. Nomor 1. Juli 2020 stie-portnumbay. Sumber Daya Buatan maupun Sumber Daya Manusia dalam usaha lebih meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas lapangan kerja, memeratakan meningkatkan hubungan ekonomi regional dan mengusahakan pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier. Dari latar belakang MASALAH PENELITIAN Berapa besar Pengaruh sektor tersier Pendapatan Domestik Regional Bruto Kabupaten Tolikara ? Faktor-faktor yang mempengaruhi sektor tersier terhadap Produk Domestik Reginal Bruto Kabupaten Tolikara ? TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi disuatu daerah dalam sutu periode tertentu adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDRB pada dasarnya meruapakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir netto yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Produk domestik regional bruto atas dasar harga menggunakan harga berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan menunjukan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga berlaku pada satu tahun tertentu sebagai PDRB adalah jumlah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan disuatu JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura wilayah atau daerah dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Dalam hal ini pengertian produk domestic regional bruto (PDRB) Kuncoro . mengatakan bahwa pendekatan pembangunan tradisonal lebih dimaknai sebagai pembagunan peningkatan PDRB suatu daerah atau provinsi, kabupaten atau kota. Sedangkan pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari pertumbuhan angka produk domestik regional bruto. Menurut BPS, cara penyajian produk domestik regional bruto disusun dalam dua bentuk, yaitu : Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan jumlah nilai produksi atau pengeluaran atau pendapatan yang dihitung menurut harga tetap. Dengan cara menilai berdasarkan harga-harga pada tingkat dasar dengan menggunakan indeks harga konsumen. Dari perhitungan ini tercermin tingkat kegiatan ekonomi yang sebenarnya melalui PDRB rillnya. Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga belaku jumlah nilai tambah bruto yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah. Yang dimaksud nilai tambah yaitu nilai yang ditambahkan kepada barang dan jasa yang dipakai oleh unit produksi dalam proses produksi sebagai input antara. Nilai yang ditambahkan ini sama dengan balas jasa atau ikut serta faktor produksi dalam proses produksi. Kegunaan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang disajikan secara perkembangan ekonomi suatu daerah 18 Latuheru. Pengaruh Sektor Tersier. Hal 16 - 24 p-ISSN : 2086-4515 Volume 11. Nomor 1. Juli 2020 stie-portnumbay. dan juga dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam mengevaluasi dan merencanakan pembangunan regional. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan menggambarkan tingkat pertumbuhan perekonomian suatu daerah baik secara agregat maupun sektoral. Struktur perekonomian suatu daerah dilihat dari distribusi masing-masing sektor ekonomi terhadap total nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar berlaku. Selain itu, pendepatan perkapita yang diperoleh dari perbandingan PDRB atas dasar harga berlaku dengan jumlah penduduk pada tahun bersangkutan dapat digunakan untuk membandingkan tingkat kemakmuran suatu daerah dengan daerah lainnya. Perbandingan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku terhadap harga konstan dapat juga digunakan untuk melihat tingkat inflasi atau deflasi yang terjadi. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Salah satu indikator ekonomi yang sangat ditunggu dan selalu dipertanyakan adalah laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan suatu indikator makro yang menggambarkan tingkat pertumbuhan Inderkator ini biasanya di gunakan untuk menilai sampai pembangunan suatu daerah dalam periode waktu tertentu. Dengan demikian indikator ini dapat pula di kebijakan pembangunan yang akan datang pertumbuhan yang positif JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan menjadi acuan untuk mengukur kinerja ekonomi suatu Berdasakan ukuran ini. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di peroleh dari produksi, dengan tingkat harga di anggap relatif tetap. Sumber Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Tingkat pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara keseluruhan merupakan ratarata pertumbuhan sektoralnya, artinya apabila sebuah sektor mempunyai kontribusi kecil dan pertumbuhannya lambat maka hal ini akan menghambat tingkat pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara pertumbuhannya tinggi maka sektor tersebut akan menjadi lokomotif Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dengan pertumbuhan dan share sektor tahun sebelumnya pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan diperoleh sumber mengetahui kontribusi sektoral dalam mendongkrak perekonomian suatu Pendekatan Pendapatan. PDRB merupakan jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi di suatu daerah dalam jangka waktu 19 Latuheru. Pengaruh Sektor Tersier. Hal 16 - 24 p-ISSN : 2086-4515 Volume 11. Nomor 1. Juli 2020 stie-portnumbay. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pendapatan yang dapat dinikmati oleh menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada setiap tahun. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHB ini digunakan untuk melihat struktur ekonomi pada suatu tahun. Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHB dari tahun ke tahun menggambarkan perkembangan yang disebabkan oleh adanya perubahan dalam volume produksi barang dan jasa yang dihasilkan dan perubahan dalam tingkat harganya. Oleh karenanya untuk dapat mengukur perubahan volume produksi atau perkembangan produktivitas secara nyata, faktor pengaruh atas perubahan harga perlu dihilangkan dengan cara menghitung PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK). Penghitungan atas dasar harga konstan ini berguna antara lain dalam perencanaan ekonomi, proyeksi dan untuk menilai pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan maupun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita merupakan gambaran nilai tambah yang bisa masing-masing penduduk akibat dari adanya aktivitas Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita didapatkan dari hasil bagi antara total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita sering digunakan untuk mengukur JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura tingkat kemakmuran penduduk suatu Apabila data tersebut disajikan secara berkala akan menunjukkan adanya perubahan kemakmuran. Pengertian Sektor Tersier Sektor tersier yang secara umum produksinya berupa jasa seperti sektor perdagangan, restoran dan hotel, pengangkutan dan komunikasi, bank dan lembaga keuangan lainnya, sewa rumah dan jasa perusahaan serta pemerintah dan jasa -jasa, untuk penghitungan kuantum produksinya dilakukan dengan mencari indikator produksi yang sesuai dengan masingmasing kegiatan, subsektor, sektor. Pemilihan didasarkan pada karakteristik jasa yang dihasilkan serta disesuaikan dengan data penunjang lainnya yang tersedia. Sektor ekonomi tersier . uga dikenal sebagai sektor jasa atau industri jas. adalah satu dari tiga sektor ekonomi, yang lainnya adalah sektor sekunder . dan sektor primer . Definisi umum sektor tersier adalah menghasilkan suatu jasa daripada produk akhir seperti sektor Kadang sebuah sekotar tambahan, "sekotr kuartener", diartikan sebagai berbagi informasi . ang secara normal dimiliki oleh sektor tersie. Bisnis sektor jasa yang semakin meningkat berfokus pada ide "ekonomi pengetahuan", dengan memahami apa yang diinginkan konsumen dan bagaimana mengirimkannya dengan cepat dan efisien. METODE PENELITIAN Jenis Data dan Sumber Data Jenis Data Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder untuk 20 Latuheru. Pengaruh Sektor Tersier. Hal 16 - 24 p-ISSN : 2086-4515 Volume 11. Nomor 1. Juli 2020 stie-portnumbay. semua variabel yaitu X ( Sektor Tersie. dan Y ( PDRB) Data sekunder ini diperoleh dengan data yang di ambil dari kantor BPS Kabupaten Tolikara 20152019. Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan oleh pengguna data. Sumber data diperoleh dari Kantor BPS Kabupaten Tolikara yang dijadikan objek dalam penelitian. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Penelitian pustaka yang dilakukan dengan cara mengumpulkan buku literatur yang ada hubungannya dengan penulisan penelitian ini, dengan tujuan untuk mendapatkan landasan teori dan teknik analisis dalam memecahkan Pengumpulan data Sektor tersier dan PDRB yang telah dipublikasi. Metode pengumpulan data yang bersumber pada laporan Badan Pusat Statistik (BPS ) tahun 2015-2019, data Primer dengan Analisa Kualitatif adalah analisa data yang menguraikan data dalam bentuk uraian sesuai dengan fenomena yang ada, dalam hal informasiinformasi yang dapat dipercaya sesuai dengan permasalahan yang ada. Analisa kuantitatif adalah analisa data dalam bentuk angka, untuk menghitung Analisis pengaruh Sektor Tersier terhadap PDRB Kabaupaten Tolikara. p-ISSN : 2086-4515 Volume 11. Nomor 1. Juli 2020 stie-portnumbay. JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Tolikara dalam angka tahun 2019 dengan data Sektor Tersier, data produk domestik regional bruto (PDRB) di Kabupaten Tolikara HASIL PEMBAHASAN Data penelitian ini berisi data menta yang penulis dapatkan dari instansi terkait dalam hal ini Badan Pusat Statistik Kabupaten Tolikara Kabupaten Perkembangan Kelompok Sektor Tersier Tahun Kelompok Tersier 936,19 222,39 940,78 521,62 714,12 Rerata Perkembangan (%) 4,29 3,70 4,57 4,52 3,42 Sumber data : Diolah, 2020 Berdasarakan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa rata-rata perkembangan kelompok tersier Kabupaten Tolikara selama 5 tahun terakhir yaitu sebesar 3,42 perkembangan tahun 2015 ke tahun 2016 sebesar 4,29 persen, perkembangan dari tahun 2016 ke tahun 2017 sebesar 3,70 persen, perkembangan dari tahun 2017 ke tahun 2018 sebesar 4,57 persen dan perkembangan terakhir dari 2018 ke tahun 2019 adalah sebesar 4,52 persen yang merupakan perkembangan terbesar kedua setelah perkembangan tahun 2018, yang terjadi selama 5 tahun terakhir. Dan berikut perkembangan dalam bentuk grafik sebagai berikut : Perkembangan PDRB Tahun NILAI PDRB 271,78 840,18 512,56 390,58 120,03 Rerata Sumber data : Diolah, 2020 21 Latuheru. Pengaruh Sektor Tersier. Hal 16 - 24 Perkembangan (%) 4,58 4,60 4,63 3,92 3,55 JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Berdasarakan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa rata-rata perkembangan produk domestik regional bruto Kabupaten Tolikara selama 5 tahun terakhir yaitu sebesar 3,55 persen per tahunnya, sedangkan perkembangan tahun 2015 ke tahun 2016 4,58 persen, perkembangan dari tahun 2016 ke tahun 2017 sebesar 4,60 persen, perkembangan dari tahun p-ISSN : 2086-4515 Volume 11. Nomor 1. Juli 2020 stie-portnumbay. 2017 ke tahun 2018 sebesar 4,63 persen dan perkembangan terakhir dari 2018 ke tahun 2019 adalah sebesar 3,92 persen yang merupakan perkembangan terkecil yang terjadi selama 5 tahun terakhir. Dan berikut perkembangan dalam bentuk grafik sebagai berikut : ANALISIS DATA: Berikut akumulasi perhitungan sektor tersier terhadap produk domestik regional bruto seperti pada tabel berikut : Hasil Analisis Regresi = 0. Square = 0. Adjusted R Square = 0. = 0. Sumber data diolah, 2020 Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan hubungan . antar Sektor tersier dengan PDRB sangat kuat positif, yaitu r = 0. positif adalah hubungan antar variabel X dan Y Semakin banyak pemasukan yang di berikan dari sektor tersier, maka semakin besar penerimaan yang di berikan terhadap penerimaan PDRB Kabupaten Tolikara. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil yang di derikan dari sktor tersier, maka semakin menurun penerimaan PDRB. 22 Latuheru. Pengaruh Sektor Tersier. Hal 16 - 24 Faktor-faktor Kontribuis Sektor Tersier di Kabupaten Tolikara. Faktor-faktor yang mempengaruhi sektor tersier terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tolikara : Faktor Sumber Daya Manusia. Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki melaksanakan proses pembangunan. Faktor Sumber Daya Alam. Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat Faktor Budaya. Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros. KKN, dan sebagainya. 23 Latuheru. Pengaruh Sektor Tersier. Hal 16 - 24 p-ISSN : 2086-4515 Volume 11. Nomor 1. Juli 2020 stie-portnumbay. Sumber Daya Modal Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas. Kewirausahaan (Entrepreneurshi. Para pengusaha memiliki perkiraan yang matang bahwa input yang dikombinasikan akan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat atau menjadi bararang Kemampuan mengombinasikan input dapat disebut sebagai kemampuan inovasi. Sejarah mencatat bahwa kemampuatun inovasi tidak selalu dikaitkan dengan teknologi tinggi. Contohnya, produk coca cola, salah satu minuman ringan terlaris di dunia dihasilkan oleh wirausaha luar negeri. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan maka penulis mengambil beberapa kesimpulan antara lain Pembahasan menunjukkan bahwa hubungan . antara sektor tersier dengan PDRB sangat kuat positif, yaitu r = 0,855. Artinya adalah hubungan variabel X dan variabel Y Dengan maksud bahwasemakin banyak penerimaan yang diberikan dari sektor tersier, maka semakin meningkat penerimaan bagi PDBR. Begitu juga sebaliknya, samakin kecil penerimaan dalam sektor tirsier, maka semakin kecil penerimaan bagi PDRB Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya kontribusi sektor tersier terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tolikara adalah : Faktor Sumber Daya Manusia. Faktor Sumber Daya Alam. Faktor Ilmu p-ISSN : 2086-4515 Volume 11. Nomor 1. Juli 2020 stie-portnumbay. JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Pengetahuan dan Teknologi. Faktor Budaya. Sumber Daya Modal. Kewirausahaan (Entrepreneurshi. Saran Melalui skripsi ini penulis memberikan beberapa saran antara lain : Pemerintah Kabupaten Tolikara harus berkomitmen untuk menjalankan dan peraturan-peraturan daerah yang sudah ditetapkan agar masyarakat bisa memahami dan mengetahui tentang isi dari peraturan daerah yang Infrastruktur harus dilengkapi atau dibangun di setiap sentra-sentra ekonomi untuk memudahkan masyarakat dalam melunasi Pegawai harus sesering mungkin diikutkan pelatihan-pelatihan agar mereka lebih memahi/menguasai akan tugas dan fungsinya seiring dengan kemajuan teknologi. Kepada pengusaha dan atau kontraktor yang menjalankan usahanya di wilayah Kabupaten Tolikara agar melunasi setiap kewajibannya kepada pemerintah daerah yang dapat lagi digunakan untuk membangunan perkotaan yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA