P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 6 No. 1, 2026 Page:20-25 Jurnal Language education and literature PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS SURAT DINAS DI SISWA KELAS VII SMP N 11 LUBUKLINGGAU Annisa Hidayati1. Agung Nugroho2. Dian Ramadan Lazuardi3. Universitas PGRI Silampari. Indonesia Email:Annisahidayati@gmail. Agungaryonugroho886@gmail. Dian@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui kemampuan menulis surat dinas di siswa kelas VII SMP N 11 Lubuklinggau setelah menerapkan model pembelajaran Talking Stick secara signifikan tuntas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen semu. Populasi yang digunakan pleh peneliti yaitu siswa kelas VII SMP N Lubuklinggau Tahun Ajaran 2024/2025 dengan sampel kelas VII 2. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan non tes. Analisis data yang digunakan yaitu uji t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai thitung 11. 050 ttable 042 pada taraf signifikan 5%. Simpulan dari penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran Talking Stick dapat penuntaskan secara signifikan kemampuan menulis surat dinas di siswa kelas VII SMP N Lubuklinggau. Kata Kunci : Talking Stick. Menulis. Surat Dinas. ABSTRACT This study aims to determine the ability to write official letters in class VII students of SMP N 11 Lubuklinggau after implementing the Talking Stick learning model significantly complete. The research method used in this study is a quasi-experiment. The population used by the researcher was class VII students of SMP N Lubuklinggau in the 2024/2025 Academic Year with a sample of class VII 2. Data collection was carried out using test and non-test techniques. The data analysis used was the t-test. Based on the results of the analysis, the t-value was 11,050 > t-table 2,042 at a significance level of 5%. The conclusion of this study is that the application of the Talking Stick learning model can significantly improve the ability to write official letters in class VII students of SMP N Lubuklinggau. Keywords: Talking Stick. Writing. Official Letters. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses yang kompleks yang melibatkan komponen Pembelajaran mengarahkan pada bagaimana perubahan dari peserta didik. Ahyana . menyatakan bahwa pengetahuan tentang menulis surat dinas sangat penting dikuasai sejak jenjang pendidikan menengah pertama karena surat dinas merupakan hal yang sangat penting dalam menyambung hubungan antarorganisasi. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:20-25 Instansi, bahkan antar negara. Artinya tidak bisa ditulis secara tidak sistematis dengan ketentuan dan kaidah dari menulis surat dinas, mengingat surat dinas sendiri merupakan surat yang bersifat formal. Maka dari itu penulisan surat dinas secara sistematis memerlukan pola pikir yang kritis agar penulisan surat dinas dapat terstruktur dengan Keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa salah satunya adalah keterampilan Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang dipelajari oleh siswa, selain keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca. Siswa diharapkan mampu menguasai keterampilan menulis sesuai tuntutan yang ada dalam Sejalan dengan Tarigan . menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Alwasilah . mengatakan siswa tidak akan menjadi penulis yang baik jika hanya diberi teori menulis. Memberikan teori kepada siswa memang mudah, dibandingkan memberikan praktik-praktik menulis. Teori bisa diberikan kepada siswa di akhir pembelajaran, padahal yang banyak dibutuhkan siswa adalah berlatih menulis. Model pembelajaran Talking Stick merupakan pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat. Strategi ini di awali dengan penjelasan guru mengenai materi pokok yang akan dipelajari. Kemudian dengan bantuan stick . yang bergulir peserta didik dituntun untuk mempersentasikan atau mengulang kembali materi yang sudah dipelajari dengan cara menjawab pertanyaan dari guru tersebut. Sejalan dengan Maufur (Octavia, 2020:. menyatakan bahwa Talking Stick merupakan sebuah model pembelajaran yang berguna untuk melatih keberanian siswa dalam menjawab dan berbicara kepada orang lain. Sedangakan penggunaan tongkat secara bergiliran sebagai media untuk merangsang siswa bertindak cepat dan tepat seklaigus untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi. Sedangkan Shoimin . menyatakan bahwa model pembelajaran talking stick termasuk salah satu model pembelajaran kooperatif. Strategi pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi pokoknya. Pembelajaran talking stick sangat cocok diterapkan bagi peserta didik SD. SMP, dan SMA/SMK. Selain untuk melatih berbicara, pembelajaran ini akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat peserta didik aktif. Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judulAoAo Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Kemampuan Menulis Surat Dinas di siswa kelas VII SMP N 11 Lubuklinggau. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini ,data yang diperoleh penulis dikoreksi dengan memberikan nilai terhadap hasil belajar tes kemampuan menulis surat dinas, kemudian nilai-nilai tersebut direkap secara P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:20-25 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu . uasi experimen. yaitu penelitian yang meneliti satu kelas sampel yaitu kelas experiment saja tanpa adanya kelas pembanding. Sebelumnya mengadakan eksperimen peneliti terlebih dahulu memberikan pretest untuk mencari nilai skor awal. Dari hasil pretest tersebut akan dibandingkan dengan hasil postest, maka akan mendapat skor akhir yang akan menentukan keberhasilan penerapan model pembelajaran Talking Stick yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembalikan efektif tidaknya model pembelajaran Talking Stick di siswa kelas VII SMMP N 11 Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan tahapan pretest, treatmen, dan post-tes mengetahui ketuntasan secara signifikan hasil belajar menulis surat dinas melalui model pembelajaran Talking Stick. Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara random sampling karena setiap kelas mempunyai kemampuan yang relatif sama. Untuk menganalisis data dari hasil penelitian tentang penerapan model pembelajaran Talking Stick terhadap kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VII SMP 11 Lubuklinggau, peneliti menggunakan. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui kenormalan sebuah data. perhitungan data dalam penelitian ini menggunakan progran aplikasi SPSS versi 24. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 April 2024 sampai dengan 10 Mei 2024 dengan sampel penelitian siswa kelas VII. 2 SMP N 11 Lubuklinggau tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 30 orang. Pelaksanaan penelitian dilakukan secara langsung oleh peneliti sesuai dengan jadwal di sekolah tersebut. Model yang dilakukan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Talking Stick pada materi menulis surat dinas. Jumlah pertemuan tatap muka yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dua kali pertemuan dengan rincian satu kali pemberian tes awal . dan satu kali pertemuan . dengan menerapkan model pembelajaran Talking Stick sekaligus tes akhir . selama dua kali proses pelaksanaan penelitian tersebut, peneliti merekapitulasi nilai tes dalam setiap pertemuan. Hal ini dilakukan untuk melihat perkembangan nilai hasil belajar anak selama penelitian sehingga perkembangan nilai hasil belajar anak dapat terkontrol. Kemampuan awal siswa dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan yang dimilki siswa sebelum diberikan perlakuan atau pembelajaran. Kemampuan awal siswa menggambarkan kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru. Tes kemampuan awal siswa menggunakan materi surat dinas dalam pembelajaran. Siswa pada tes awal . re-tes. yang dinyatakan tuntas atau mendapatkan nilai >70 berjumlah 5 orang atau . %) dan untuk siswa yang tidak tuntas atau mendapat nilai <70 berjumlah 30 orang . %) dengan nilai rata-rata sebesar 51,5%. Setelah kemampuan awal siswa diketahui dengan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick . Kegiatan pembelajaran ini dilakukan sebanyak satu kali pertemuan. Pada akhir siswa dalam menulis surat dinas sesuai P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:20-25 dengan aturan yang sudah ditentukan pada saat pembelajaran. Soal tes yang digunakan berbentuk esai, siswa diminta untuk menulis surat dinas. Data tes akhir digunakan untuk mengetahui kemampuan menulis surat dinas siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Talking Stick. Siswa pada tes awal . re-tes. yang dinyatakan tuntas atau mendapatkan nilai >70 berjumlah 26 orang atau . %) dan untuk siswa yang tidak tuntas atau mendapat nilai <70 berjumlah 4 orang . %) dengan nilai rata-rata sebesar 76,87%. Berdasarkan hasil uji normalitas data menggunakan SPSS versi 24 dilihat pada tabel Shapiro-Wilk hasil uji coba nilai pretest berdistribusi normal karena nilai signifikan . lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai signifikan 0,074 0,05. Sedangkan hasil uji coba posttes juga berdistribusi normal dengan nilai signifikan . lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai signifikan 0,058 0,05. Berdasarkan pengolahan data uji AutAy . melalui penerapan model Talking Stick terhadap kemampuan menulis surat dinas siswa VII SMP N 11 Lubuklinggau tahun ajaran 2024/2025 karena simpangan baku populasi diketahui, dan data berdistribusi normal maka hasil perhitungan uji t dengan menggunakan SPSS versi 24 Uji t ( hipotesi. dari hasil data di atas dapat dilihat pada tabel Paired Samples Test Sig 2-tailed sebesar 0,000 maka nilai tersebut lebih kecil dari a 0,05. Maka kedua varians tersebut dinyatakan normal. Berdasarkan tabel di atas nilai pada kolom hasil perhitungan menggunakan SPSS uji tsebesar 11. 050 selanjutnya sig . -taile. ,0,000. Dapat ditentukan menggunakan penjelasan di atas diketahui bahhwa Ha diterima dan Ho Dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Talking Stick dapat menuntaskan secara signifikan kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VII SMP N 11 Lubuklinggau. Pembahasan Pembahasan hasil penelitian ini berdasarkan hasil data tes awal . yang dilakukan tanggal 15 april 2025, dan hasil tes akhir . , pada tanggal 25 mei 2025. Pada hasil tes menulis surat dinas sebelum diterapkannya model pembelajaran Talking Stick diketahui nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 30 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 74 sedangkan nilai rata-rata adalah 51,5%, sehingga kemampuan siswa kelas VII. 2 SMP Negeri 11 Lubuklinggau sebelum diterapkannya model pembelajaran Talking Stick belum mencapai ketuntasan. Hal ini disebabkan kurangnya kemampuan siswa dalam menuangkan ide dan pikirannya ke dalam sebuah tulisan. Sedangkan hasil tes akhir menulis surat dinas setelah diterapkannya model pembelajaran Talking Stick . ost-tes. , diketahui bahwa nilai terendah adalah 30 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 90, sedangkan nilai rata-ratanya 76,87%, sehingga kemampuan siswa kelas VII. 2 SMP Negeri 11 Lubuklinggau setelah diterapkannya model pembelajaran Talking Stick siswa sudah mampu menuangkan ide dan pikirannya ke dalam sebuah tulisan, yaitu surat pribadi. Selanjutnya penulis mengadakan kegiatan treatment sebelum menerapkan model pembelajaran Talking P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:20-25 Stick. Adanya perubahan cara mengajar yang dirasakan oleh siswa sebagai hal yang baru, siswa berantusias untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick. Mengadakan tahap pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick. Dalam proses pembelajaran ini dilakukan dengan langkah-langkah yaitu: . guru mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ini dapat dilakukan melalui pertanyaan yang merangsang pemikiran atau menunjukkan situasi nyata yang relevan dengan topik yang akan dipelajari, . guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan jelas kepada siswa agar mereka memahami apa yang diharapkan dari pembelajaran tersebut, . siswa diberikan kesempatan untuk menggali topik lebih dalam. Mereka bisa melakukan eksplorasi materi secara berkelompok, atau berinteraksi dengan sumber daya lain seperti buku atau media digital, . dalam langkah ini, siswa memperdalam pemahaman mereka terhadap materi dengan melakukan tugas yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan ide dan menemukan hubungan antara teori dan kenyataan, . guru memberikan umpan balik untuk memastikan bahwa pemahaman siswa sudah benar. Ini bisa berupa klarifikasi konsep-konsep yang masih kurang jelas atau menjelaskan ide-ide yang kurang dimengerti . siswa diajak untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. , . penilaian dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi, penilaian dilakukan berupa tes. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Talking Stick masih sangat relevan untuk menuntaskan kemampuan menulis surat dinas. Berdasarkan uraian nilai pretest dan postest di atas, sangat jelas terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada kegiatan pretest dan postest, diketahui nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran menulis surat dinas setelah diterapkannya model pembelajaran Talking Stick lebih besar dibandingkan sebelum menggunakan model pembelajaran Talking Stick , sebagai pembuktian maka dilakukan perhitungan dengan menggunakan uji t-test diketahui hasil perhitungan. Setelah proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Talking Stick pada kemampuan menulis surat dinas. Terdapat peningkatan dari hasil belajar pretest banyak siswa yang belum tuntas . siswa dan siswa yang tuntas . Dengan hasil perolehan nilai siswa terendah . dan nilai tertinggi . , sedangkan hasil belajar postest siswa yang tuntas . siswa dan siswa tidak tuntas . Dengan hasil perolehan nilai terendah siswa adalah . dan nilai tertinggi . Diketahui bahwa siswa yang tidak tuntas dari hasil pretest dan postest mendapatkan nilai paling rendah dalam menulis surat dinas. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:20-25 DAFTAR PUSTAKA