e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13. Desember 2023 PENGARUH KOMBINASI MEDIA TANAM ORGANIK DAN NILAI EC LARUTAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica narinosa L. Baile. VARIETAS PAGODA PADA HIDROPONIK SISTEM WICK THE EFFECT OF COMBINATION OF ORGANIC PLANTING MEDIA AND EC VALUE OF NUTRIENT SOLUTION ON MUSTARD PLANT GROWTH AND YIELD (Brassica narinosa L. Baile. PAGODA VARIETIES ON HYDROPONICS WICK SYSTEM Regi Widianto Putra1*. Bastaman Syah1. Rommy Andhika Laksono1 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Singaperbangsa Karawang. Jl. HS Ronggowaluyo. Kab Karawang, 41361. Indonesia ABSTRAK Sawi Pagoda (Brassica narinosa L. Baile. atau yang lebih dikenal dengan nama lain Ta Ke Chai dan Tatsoi merupakan jenis sawi yang masih tergolong jarang ditemui di pasaran meski beberapa petani sudah mulai membudidayakan nya, produksi dan sebaran nya tak sebanyak jenis sawi lain nya dan memiliki harga jual yang relatif lebih tinggi dibanding harga jual sawi lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tanam organic dan nilai EC larutan nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pagoda pada hidroponik sistem wick. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok factor tunggal dengan 12 perlakuan yaitu A . ockwool EC 1,5-. B . ockwool EC 2,5-. C . ockwool EC 3,5-. D . rang sekam EC 1,5-. E . rang sekam EC 2,5-. F . rang sekam EC 3,5-. G . ocopeat EC 1,5-. H . ocopeat EC 2,5-. I . ocopeat EC 3,5-. J . erbuk gergaji EC 1,5-. K . erbuk gergaji EC 2,5-. L . erbuk gergaji EC 3,5-. dengan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi media tanam organik dan nilai EC larutan nutrisi berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar, bobot layak jual dan luas daun tanaman sawi (Brassica narinosa L. Baile. varietas pagoda pada hidroponik sistem wick. Perlakuan I . ocopeat EC 3,5-1 memberikan hasil tertinggi pada rata-rata bobot segar yaitu 187,08 g, bobot layak jual yaitu 141,08 g. Kata kunci: Media tanam. EC. Hidroponik Wick Sistem. Sawi Pagoda ABSTRACT Broadbeaked Mustard (Brassica narinosa L. Baile. or better known by other names Ta Ke Chai and Tatsoi is a type of mustard is still relatively rare in the market even though some farmers have started cultivating it, its production and distribution are not as much as other types of mustard greens, and has a relatively higher selling price than the selling price of other mustard greens. The purpose of this study was to determine the effect of a combination of organic growing media and EC value of the nutrient on the growth and yield of Pagoda mustard in a hydroponic wick system. The study used a single factor randomized block design with 12 treatments, namely A . ockwool EC 1. B . ockwool EC 2. C . ockwool EC 3. D . harcoal husk EC 1. E . usk charcoal EC 2. F . usk charcoal EC 3. G . ocopeat EC 1. H ( cocopeat EC 2. I . ocopeat EC 3. J . awdust EC 1. K . awdust EC 2. L ( sawdust EC 3. with repeated 3 times. The results showed that the combination of organic growing media and EC value of the nutrient significantly affected the parameters of plant height, leaf number, root length, fresh weight, marketable weight, and leaf area of Broadbeaked mustard (Brassica narinosa L. Baile. pagoda variety in hydroponic wick system. Treatment I . ocopeat EC 3. 5-1 gave the highest yield on an average fresh weight of 187. 08 g, a marketable weight of 141. 08 g. Keywords: Planting media. EC. Broadbeaked Mustard. Hydroponics Wick System -----------------------------------------------------------------*) Penulis Korespondensi. E-mail: widiantoregi29@gmail. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13. Desember 2023 penyambung atau jembatan penyalur nutrisi dari wadah penampung air ke akar tanaman (Susilawati. Media tanam hidroponik adalah suatu media yang terbuat dari material atau bahan selain tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Berdasarkan pengertian tersebut media tanam hidroponik berfungsi sebagai tempat menopang tanaman agar mampu berdiri tegak sehinggta tidak mudah roboh. Media tanam yang tepat akan sangat mempengaruhi hasil yang ditanam (Susilawati. Permasalahan yang muncul ialah harga media tanam tersebut yang mahal dan juga media tanam hidroponik pada daerah tertentu sulit ditemukan. Oleh karena itu perlu dicari media alternatif yang tersedia melimpah, mudah diperoleh dan juga memiliki harga yang Larutan nutrisi merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan kualitas hasil tanaman Saat ini sangat mudah untuk memperoleh formulasi instan nutrisi hidroponik di pasaran yang dikenal dengan AB mix. Namun. Setiap merk AB mix memiliki komposisi unsur hara yang berbeda maka EC yang didapat belum tentu sama walaupun menggunakan jenis dan jumlah air yang sama dan untuk menggunakan nutrisi hidroponik belum ada rekomendasi yang tepat untuk tanaman sawi pagoda dan hanya sebatas kisaran atau range saja. Batasan jenuh untuk sayur daun adalah EC 4,2 mS/cm. Diatas angka tersebut pertumbuhan akan Bila EC jauh lebih tinggi maka akan terjadi toksisitas atau keracunan dan sel-sel akan mengalami plasmolisis (Sutiyoso. 2003 dalam Laksono dan Sugiono. Untuk itu perlu dilakukan pengujian konsentrasi AB mix yang tepat dan penggunaan media tanam alternatif perkembangan sawi pagoda yang optimal. Pendahuluan Tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa Baile. atau yang lebih dikenal dengan nama lain Ta Ke Chai dan Tatsoi memiliki bentuk tampilan yang cantik. Sawi pagoda juga rendah kalori dan kaya akan serat sehingga sangat baik untuk dikonsumsi sebagai sayuran Jenis Sawi ini masih tergolong jarang ditemui di pasaran meski beberapa petani sudah mulai membudidayakan nya, produksi dan sebaran nya tak sebanyak jenis sawi lain nya dan memiliki harga jual yang relatif lebih tinggi dibanding harga jual sawi lain (Hananingtyas. Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang . , pada tahun 2018 luas panen tanaman sawi mencapai 52 Ha, namun pada tahun 2019 luas panen tanaman sawi mengalami penurunan sebesar 21% yaitu menjadi 41 Ha. Hal ini dikarenakan maraknya alih fungsi lahan dari sektor pertanian ke sektor non pertanian. Produksi tanaman sawi pada tahun 2018 mencapai 296,9 ton, namun mengalami penurunan sebesar 17 % pada tahun 2019 sehinga produksi tanaman sawi hanya mencapai 244,0 ton. Salah satu cara yang dapat mengatasi permasalahan alih fungsi lahan dan juga meningkatkan produksi tanaman yaitu dengan cara menerapkan sistem pertanian non konvensional, salah satunya adalah hidroponik. Penanaman merupakan salah satu teknologi yang bisa digunakan untuk berbudidaya tanaman dengan menggunakan media berupa air, nutrisi dan oksigen tanpa menggunakan tanah sebagai media Ada 6 jenis sistem penanaman secara hidroponik, yaitu sistem sumbu . , sistem kultur air, sistem pasang surut, sistem irigasi tetes, sistem NFT, dan sistem aeroponik (Krisnawati, 2. Salah satu teknik yang dapat diterapkan untuk berbudidaya hidroponik yaitu hidroponik sistem wick. Hidroponik sistem wick adalah teknik yang paling sederhana dan populer digunakan oleh pemula. Merupakan salah satu sistem yang paling sederhana dari semua sistem hidroponik karena tidak memiliki bagian yang bergerak sehingga tidak menggunakan pompa atau listrik, menggunakan sumbu yang menghubungkan pot tanaman dengan media larutan nutrisi (Swastika et. Sistem wick menggunakan prinsip kapilaritas, yaitu Metode Penelitian Percobaan dilakukan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang. Desa Pasir Jengkol. Kecamatan Majalaya. Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian tempat 5-10 meter diatas permukaan laut dan dengan tipe iklim D . berdasarkan perhitungan menurut Schmidt dan Ferguson . Percobaan dilaksanakan pada September 2021 sampai November 2021. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih sawi pagoda. Cocopeat. Serbuk gergaji. Arang e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13. Desember 2023 sekam, dan Nutrisi AB mix. Adapun alat yang gergaji EC 2,. L (Serbuk Gergaji EC 3,. digunakan dalam penelitian ini adalah instalasi Data hasil penelitian dianalisis secara statistik hidroponik sistem wick, suntik ukur. Mediatech dengan munggunakan uji F pada taraf 5%. Jika TDS dan EC meter A1 serta Mediatech pH meter hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh nyata , thermohygrometer, sprayer, baki semai, gelas pada taraf 5% maka untuk mengetahui perlakuan plastik, kain flanel, gunting, pisau, kayu, label, mana yang memberikan hasil tertinggi analisis ember, jerigen plastik, timbangan analitik, ember, ragam dilanjutkan dengan menggunakan Duncan label, dan alat tulis. Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Penelitian ini menggunakan metode Pengamatan yang dilakukan adalah tinggi eksperimental menggunakan rancangan acak tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari bobot segar. Bobot layak jual. 12 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh Hasil dan Pembahasan 36 unit percobaan susunan rancangan percobaan sebagai berikut : A (Rockwool EC 1,. B Tinggi Tanaman (Rockwool EC 2,. ,C (Rockwool EC 3,. D Hasil analisis ragam terhadap rerata (Arang sekam EC 1,. E (Arang Sekam EC tinggi tanaman menunjukan terdapat pengaruh 2,. F (Arang sekam EC 3,. G (Cocopeat nyata terhadap rerata tinggi tanaman sawi pagoda EC 1,. H (Cocopeat EC 2,. I (Cocopeat pada umur 7,14,21,28, dan 35 HST. EC 3,. J (Serbuk Gergaji EC 1,. K (Serbuk Tabel 1. Rerata tinggi tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L. H Baile. terhadap pemberian kombinasi media tanam dan nilai EC Rata-rata Tinggi Tanaman . Kode Perlakuan 7 hst 14 hst 21 hst 28 hst 35 hst Rockwool EC 1,5 3,03 cd 5,78 de 9,13 bc 12,24 ab 12,66 bc Rockwool EC 2,5 3,60 abc 8,08 a 11,05 ab 14,11 a 14,71 a Rockwool EC 3,5 3,59 abc 7,86 ab 11,38 a 13,82 a 15,01 a Arang Sekam EC 2,76 de 4,49 efg 6,84 de 8,37 def 9,47 efg Arang Sekam EC 2,61 def 4,87 ef 7,62 cd 9,86 cde 11,27 cde Arang Sekam EC 3,19 bcd 60 bcd 9,50 abc 11,06 bc 12 bcd Cocopeat EC 1,5 3,61 abc 6,49 cd 8,18 cd 9,43 cde 10,85 cdef Cocopeat EC 2,5 3,85 ab 7,57 abc 9,46 abc 10,46 bcd 11,74 cd Cocopeat EC 3,5 11,35 a 12,47 ab 13,80 ab 4,03 a 8,66 a Serbuk Gergaji EC 2,98 h 4,04 f 6,94 f 7,72 g Serbuk Gergaji EC 16 efg 3,28 gh 5,60 ef 7,98 ef 9,11 fg Serbuk Gergaji EC 1,9 fg 3,81 fgh 5,58 ef 8,92 cdef 10,18 def KK % 14,09 % 13,08% 13,12% 10,85% 9,47% Keterangan : Nilai rerata yang diikuti huruf yang sama pada minggu pengamatan yang sama menunjukan tidak berbeda nyata menurut uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Pada umur 7 HST dan 14 HST perlakuan I (Cocopeat EC 3,. berpengaruh nyata mampu memberikan tinggi tanaman tertinggi sebesar 4,03 cm dan 8,66 cm. Sedangkan tinggi tanaman terendah terdapat pada perlakuan J (Serbuk gergaji EC 1,. hanya mencapai 1,75 cm dan 2,98 cm. Pada umur 21 HST perlakuan C (Rockwool EC 3,. berpengaruh nyata mampu memberikan tinggi tanaman tertinggi sebesar 11,38 cm. Sedangkan tinggi tanaman terendah terdapat pada perlakuan J (Serbuk gergaji EC 1,. hanya mencapai 4,04 cm. Pada umur 28 HST perlakuan B (Rockwool EC 2,. berpengaruh nyata mampu memberikan tinggi tanaman tertinggi sebesar 14,11 cm. Sedangkan tinggi tanaman terendah e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13. Desember 2023 terdapat pada perlakuan J (Serbuk gergaji EC Jumlah Daun 1,. hanya mencapai 6,94 cm. Hasil analisis ragam terhadap rerata jumlah Pada umur 35 HST perlakuan C daun menunjukan terdapat pengaruh nyata (Rockwool EC 3,. berpengaruh nyata mampu terhadap rerata tinggi tanaman sawi pagoda pada memberikan tinggi tanaman tertinggi sebesar 14,21,28. HST 15,01 cm. Sedangkan tinggi tanaman terendah terdapat pada perlakuan J (Serbuk gergaji EC 1,. hanya mencapai 7,72 cm Tabel 2. Rerata jumlah daun sawi pagoda (Brassica narinosa L. H Baile. terhadap pemberian kombinasi Media tanam dan nilai EC Kode Perlakuan 7 hst 5,42 a Rata-rata Jumlah Daun (Hela. 14 hst 21 hst 28 hst 7,67 bcd 11,50 cde 20,08 def 35 hst 30,50 cde Rockwool EC Rockwool EC 5,33 a 9,17 abc 14,67 bcd 27,08 bcd 44,08 a Rockwool EC 5,42 a 9,50 ab 15,67 bc 30,25 b 45,83 a Arang Sekam EC 4,92 a 7,92 bcd 11,17 cde 18,17 ef 25,33 de Arang Sekam EC 5,50 a 8,25 bcd 12,58 bcde 21,58 def 35,50 abcd Arang Sekam EC 5,33 a 8,83 abcd 15,17 bc 25,83 bcde 39,83 abc Cocopeat EC 1,5 6,17 a 8,08 bcd 11,25 cde 22,08 cdef 32,75 bcde Cocopeat EC 2,5 6,75 a 10,33 a 16,67 ab 29,67 bc 43,25 ab Cocopeat EC 3,5 6,08 a 10,33 a 20,25 a 41,50 a Serbuk Gergaji 5,08 a 5,17 e 5,50 f 14,42 f 23,50 e EC 1,5 Serbuk Gergaji 5,33 a 6,92 de 10,08 e 19,92 def 26,33 de EC 2,5 Serbuk Gergaji 5,42 a 7,42 cd 10,42 de 16,83 f 25,75 de EC 3,5 KK % 11,53% 12,88% 18,01% 17,65% 14,90% Keterangan : Nilai rerata yang diikuti huruf yang sama pada minggu pengamatan yang sama menunjukan tidak berbeda nyata menurut uji lanjut DMRT pada taraf Pada umur 7 HST menunjukan rerata jumlah daun tidak berpengaruh nyata. Hal ini diduga karna pertumbuhan tanaman masih pada fase awal sehingga kinerja fungsi akar masih belum optimal Pada umur 14 HST perlakuan I (Cocopeat EC 3,. berpengaruh nyata mampu memberikan jumlah daun tertinggi sebesar 10,33. Sedangkan jumlah daun terendah terdapat pada perlakuan J (Serbuk gergaji EC 1,. hanya mencapai 5,17. Pada umur 21 HST perlakuan I (Cocopeat EC 3,. berpengaruh nyata mampu memberikan jumlah daun tertinggi sebesar 10,33. Sedangkan jumlah daun terendah terdapat pada perlakuan J (Serbuk gergaji EC 1,. hanya mencapai 5,17. Pada umur 28 HST perlakuan I (Cocopeat EC 3,. berpengaruh nyata mampu memberikan jumlah daun tertinggi sebesar 41,50. Sedangkan jumlah daun terendah terdapat pada perlakuan J (Serbuk gergaji EC 1,. hanya mencapai 14,42. Pada umur 35 HST perlakuan I (Cocopeat EC 3,. berpengaruh nyata mampu memberikan jumlah daun tertinggi sebesar 45,83. Sedangkan jumlah daun terendah terdapat pada perlakuan J (Serbuk gergaji EC 1,. hanya mencapai 23,50. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13. Desember 2023 akar saat panen perlakuan G (Cocopeat EC 1,. memberikan rerata panjang akar tertinggi sebesar 34,63 cm, sedangkan Panjang akar terendah terdapat pada perlakuan B (Rockwool EC 2,. hanya mencapai 21,81 cm. Panjang Akar Hasil analisis ragam terhadap rerata panjang akar menunjukan terdapat pengaruh nyata terhadap rerata panjang akar sawi pagoda pada umur 40 HST. Pada pengukuran Panjang Tabel 3. Rerata panjang akar sawi pagoda (Brassica narinosa L. H Baile. terhadap pemberian kombinasi media tanam dan nilai EC. Rerata Panjang akar Kode Perlakuan 40 HST Rockwool EC 1,5 28,29 ab Rockwool EC 2,5 21,81 c Rockwool EC 3,5 26,56 bc Arang Sekam EC 1,5 28,74 ab Arang Sekam EC 2,5 27,60 bc Arang Sekam EC 3,5 27,64 bc Cocopeat EC 1,5 34,63 a Cocopeat EC 2,5 32,19 ab Cocopeat EC 3,5 26,95 bc Serbuk Gergaji EC 1,5 28,85 ab Serbuk Gergaji EC 2,5 28,14 bc Serbuk Gergaji EC 3,5 29,39 ab KK % 12,35 % Keterangan : Nilai rerata yang diikuti huruf yang sama pada minggu pengamatan yang sama menunjukan tidak berbeda nyata menurut uji lanjut DMRT pada taraf 5% perlakuan F (Arang sekam EC 3,. memberikan rerata luas daun tertinggi sebesar 26,62 cm2, sedangkan luas daun terendah terdapat pada perlakuan J (Serbuk Gergaji EC 1,. hanya mencapai 14,49 cm2. Luas Daun Hasil analisis ragam terhadap rerata luas daun menunjukan terdapat pengaruh nyata terhadap rerata luas daun sawi pagoda pada umur 40 HST. Pada pengukuran luas daun saat panen Tabel 4 Rerata luas daun sawi pagoda (Brassica narinosa L. H Baile. terhadap pemberian Kombinasi media tanam dan nilai ec Rata-rata Luas Daun . Kode Perlakuan 40 hst Rockwool EC 1,5 16,10 fg Rockwool EC 2,5 17,05 efg Rockwool EC 3,5 19,24 cdef Arang Sekam EC 1,5 17,59 efg Arang Sekam EC 2,5 22,81 abcd Arang Sekam EC 3,5 26,62 a Cocopeat EC 1,5 21,23 bcde Cocopeat EC 2,5 23,14 abc Cocopeat EC 3,5 24,72 ab Serbuk Gergaji EC 1,5 14,49 g Serbuk Gergaji EC 2,5 18,77 defg Serbuk Gergaji EC 3,5 18,13 efg KK % 11,10% Keterangan : Nilai rerata yang diikuti huruf yang sama pada minggu pengamatan yang sama menunjukan tidak berbeda nyata menurut uji lanjut DMRT pada taraf 5% e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13. Desember 2023 Bobot Segar Bobot Layak Jual Hasil analisis ragam terhadap rerata bobot segar menunjukan terdapat pengaruh nyata terhadap rerata bobot segar sawi pagoda pada umur 40 HST. Pada pengukuran bobot segar saat panen perlakuan I (Cocopeat EC 3,. memberikan rerata bobot segar tertinggi sebesar 187,08 g, sedangkan bobot segar terendah terdapat pada perlakuan J (Serbuk Gergaji EC 1,. hanya mencapai 49,58 g. Hasil analisis ragam terhadap rerata bobot layak jual menunjukan terdapat pengaruh nyata terhadap rerata bobot layak jual sawi pagoda pada umur 40 HST. Pada pengukuran bobot layak jual saat panen perlakuan I (Cocopeat EC 3,. memberikan rerata bobot segar tertinggi sebesar 141,08 g, sedangkan bobot segar terendah terdapat pada perlakuan J (Serbuk Gergaji EC 1,. hanya mencapai 29,17 g. Tabel 5. Rerata bobot segar sawi pagoda (Brassica narinosa L. H Baile. terhadap pemberian kombinasi media tanam dan nilai EC. Rata-rata Bobot Segar . Kode Perlakuan 40 hst Rockwool EC 1,5 95,50 de Rockwool EC 2,5 130,92 bc Rockwool EC 3,5 Arang Sekam EC 1,5 52,50 g Arang Sekam EC 2,5 73,67 efg Arang Sekam EC 3,5 115,83 cd Cocopeat EC 1,5 83,67 ef Cocopeat EC 2,5 133,50 bc Cocopeat EC 3,5 187,08 a Serbuk Gergaji EC 1,5 49,58 g Serbuk Gergaji EC 2,5 52,25 g Serbuk Gergaji EC 3,5 67,83 fg KK % 14,20 % Keterangan : Nilai rerata yang diikuti huruf yang sama pada minggu pengamatan yang sama menunjukan tidak berbeda nyata menurut uji lanjut DMRT pada taraf 5% Tabel 6. Rerata bobot layak jual sawi pagoda (Brassica narinosa L. H Baile. terhadap pemberian kombinasi media tanam dan nilai EC. Rata-rata Bobot Layak Jual . Kode Perlakuan 40 hst Rockwool EC 1,5 51,62 cd Rockwool EC 2,5 95,58 b Rockwool EC 3,5 106,67 b Arang Sekam EC 1,5 30,67 cd Arang Sekam EC 2,5 56,75 c Arang Sekam EC 3,5 86,75 b Cocopeat EC 1,5 55,25 cd Cocopeat EC 2,5 97,25 b Cocopeat EC 3,5 141,08 a Serbuk Gergaji EC 1,5 29,17 d Serbuk Gergaji EC 2,5 38,75 cd Serbuk Gergaji EC 3,5 51,58 cd KK % 19,03% Keterangan : Nilai rerata yang diikuti huruf yang sama pada minggu pengamatan yang sama menunjukan tidak berbeda nyata menurut uji lanjut DMRT pada taraf 5% Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis tanaman sawi pagoda pada percobaan ini dengan rerata bobot layak jual mencapai 141,08 gr. Hal ini bisa terjadi karena didukung oleh kondisi suhu yang sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman sawi pagoda. Selama percobaan berlangsung e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13. Desember 2023 keadaan suhu harian berkisar antara 22,6 ACAe38,4 AC dengan rata-rata suhu 29,2 sedangkan kelembapan relative udara berkisar 35% - 99% dengan rata-rata kelembapan 70,7%. Menurut Rukmana . Beberapa varietas sawi ada yang tahan terhadap suhu panas, dapat tumbuh dan berproduksi baik di daerah yang suhunya antara 27A C-32A C. pH larutan nutrisi yang mendukung juga membantu penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal. Selama percobaan berlangsung pH larutan berkisar antara 5,8-7,4 dengan rata-rata 6,5. Menurut Bukhari et al . Tanaman sawi pagoda membutuhkan pH optimal antara 5,5 Ae 6,5 agar penyerapan nutrisi dapat berlangsung dengan baik. Hidroponik sistem wick mampu menyediakan kebutuhan unsur hara dan air bagi tanaman sawi pagoda secara optimal dengan bantuan sumbu serta penggunaan media tanam organik mampu mengoptimalkan penetrasi perakaran tanaman dengan peningkatan aerasi, infiltrasi, dan kapasitas lapang yang akan mendukung penyerapan unsur hara secara optimal oleh akar. Pengukuran rerata tinggi tanaman terbaik dijumpai pada perlakuan C (Rockwool EC 3,. Hal ini diduga penggunaan media tanam rockwool dapat menyimpan nutrisi dengan baik dan dengan dikombinasikan nilai EC 3,5 dapat mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman dan mendukung pertumbuhan tanaman. Menurut Susilawati . sebagai media tanam, rockwool memiliki kemampuan menahan air dan udara . ksigen dan aeras. dalam jumlah besar yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi pada metode hidroponik. Struktur serat alami yang dimiliki rockwool juga sangat baik untuk menopang batang dan akar tanaman sehingga dapat tegak dengan stabil. Kemampuan rockwool tersebut membuat bahan ini cocok digunakan sebagai media tanaman sejak tahap persemaian hingga proses produksi/panen. Menurut Wardhana . , kekurangan unsur N akan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, lambat dan lemah. Unsur hara N mempengaruhi tumbuh kembang tanaman karena unsur N merupakan komponen esensial klorofil, protein dan enzim dalam kehidupan tanaman. Pengukuran rerata jumlah daun terbaik dijumpai pada perlakuan I (Cocopeat EC 3,. Hal ini diduga dalam pembentukan organ vegetatif yaitu daun tanaman sawi pagoda memerlukan unsur hara dalam jumlah yang banyak salah satunya adalah unsur hara N dan P. AB Mix yang digunakan mengandung unsur hara makro N sebesar 20,7 %. P 5,1%, dan K 24,8%. Pada nilai EC 3,5 dengan konsentrasi unsur hara terlarut yang tinggi unsur hara yang tersedia dengan jumlah yang cukup dapat mendukung laju fotosintesis dan unsur hara mikro pada cocopeat dapat mendukung menghasilkan pertumbuhan jumlah daun yang optimal untuk tanaman sawi Menurut Rizal . pertumbuhan daun dipengaruhi oleh unsur N dan P. Unsur N dapat dihasilkan dalam proses fotosintesis menjadi sehingga akan menambah lebar, dan jumlah Media tanam cocopeat mengandung unsur hara yang dapat mendukung pertumbuhan jumlah daun sawi pagoda juga media cocopeat dapat lebih menahan kandungan air larutan nutrisi ab mix sehingga nutrisi lebih mudah terserap dan kandungan nutrisi tetap terjaga. Menurut Menurut Rahmawati . bahwa media tanam cocopeat mengandung unsur hara mikro yaitu tembaga (C. yang berperan dalam transpor elektron pada fotosintesis dan berperan dalam pembentukan akar, seng (Z. berfungsi sebagai pertambahan pertumbuhan akar dan pelebaran Menurut Laili et al . Unsur hara esensial yang terkandung pada cocopeat seperti fosfor dan kalium mampu menambah pertumbuhan jumlah daun. Pengukuran rerata Panjang akar terbaik dijumpai pada perlakuan G (Cocopeat EC 1,. Hal ini diduga karna media cocopeat memiliki kemampuan daya serap air yang baik sehingga unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dapat tercukupi juga media cocopeat memiliki ruang pori yang baik untuk sistem perakaran tanaman sawi pagoda sehingga memudahkan akar untuk berpenetrasi dan penyerapan hara oleh akar akan semakin baik. Sejalan dengan penilitian Irwan dan Kafiar . dalam Cahyadi dan Nurhayati . Menyatakan bahwa kadar air dan daya serap yang dimiliki oleh media cocopeat tergolong tinggi sehingga ketersediaan unsur hara pada media tanam selalu terjaga akibatnya pertumbuhan dan pertumbuhan akar tanaman dapat lebih maksimal. Pengukuran rerata tertinggi luas daun dijumpai pada perlakuan F (Arang sekam EC 1,. Hal ini diduga karena suplai unsur N yang optimal dapat memproduksi klorofil yang tinggi sehingga tanaman mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan helaian daun yang lebih luas. Menurut Perwitasari et al . Secara fisiologis semakin lama umur tanaman indeks e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13. Desember 2023 luas daun tanaman akan semakin besar karena terjadi pertumbuhan. Cahaya yang diterima tanaman dengan indeks luas daun besar akan lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang memiliki indeks luas daun kecil. Menurut Wijaya et al . arang sekam lebih bersifat porous dan mengandung unsur makro dan mikro yang Unsur ini berasal dari pembakaran sekam padi yang telah dipanen sehingga mampu memberikan unsur hara yang lebih daripada media tanam lain nya. Pengukuran tertinggi bobot segar terbaik dijumpai pada perlakuan I (Cocopeat EC 3,. Hal ini diduga karena media cocopeat memiliki unsur hara yang dapat mendukung pertumbuhan sehingga fotosintesis berjalan dengan baik jumlah daun tanaman sawi pagoda akan meningkat dan akan berpengaruh pada bobot segar pada tanaman tanaman sawi pagoda. Menurut Valupi . Media tanam cocopeat mengandung unsur hara pori-pori memudahkan pertukaran udara dan masuknya sinar matahari dan juga dapat menyimpan dan mempertahankan air dengan baik. Sejalan dengan penelitian Cahyadi & Nurhayati . berat segar terberat dikarenakan berat tanaman dipengaruhi oleh banyaknya jumlah daun dan luas daun karena pada daun tanaman tempat terjadinya proses fotosintesis, jika fotosintesis berjalan dengan baik maka fotosintat yang dihasilkan juga banyak, yang nantinya akan digunakan untuk pembentukan sel-sel baru. Pada nilai EC 3,5 mS/cm Unsur N yang dibutuhkan oleh tanaman tercukupi kebutuhan nya sehingga dapat menghasilkan bobot segar tanaman yang Menurut Redita . Pemberian unsur N yang tercukupi dapat merangsang pertumbuhan daun, meningkatkan protein pada daun, dan mempengaruhi bobot segar konsumsi. narinosa L. Baile. varietas pagoda pada hidroponik sistem wick. Perlakuan C (Rockwool EC 3,. memberikan hasil tertinggi pada rata-rata tinggi tanaman yaitu 15,01 cm. Perlakuan I (Cocopeat EC 3,. memberikan hasil tertinggi pada rata-rata jumlah daun yaitu 45,83 helai, bobot segar yaitu 187,08 g, bobot layak jual yaitu 141,08 g. Perlakuan G (Cocopeat EC 1,. memberikan hasil tertinggi rata-rata panjang akar yaitu 34,63 Perlakuan F (Arang Sekam EC 3,. memberikan hasil tertinggi rata-rata luas daun yaitu 26,62 cm Daftar Pustaka