Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 DOI: https://doi. org/10. 70285/bgge4028 Pengaruh Current Ratio dan Perputaran Modal Kerja terhadap Return On Asset pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Periode 2015-2024 Zerlinda Nabilah1. Riski Dwi Nugroho2 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pamulang 1,2 zerlindanabila3@gmail. com1, dosen02296@unpam. Received 02/08/2. Revised 10/08/2025 | Accepted 18/08/2025 *Korespondensi Penulis Abstract This study aims to determine the effect of Current Ratio (CR) and Working Capital Turnover (WCT) on Return On Asset (ROA) at PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk for the period 2015-2024. quantitative method with an associative approach was used. The research population was all of the company's financial statements, with the sample being the financial position and profit and loss statements from 2015-2024. Data analysis was conducted using descriptive statistical analysis, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis with SPSS version 27. The results show that partially, the Current Ratio has a significant effect on Return On Asset . -count 4. 924 > t-table 2. 002 < 0. , while Working Capital Turnover has no significant effect . -count 1. t-table 2. 249 > 0. Simultaneously, the Current Ratio and Working Capital Turnover have a significant effect on Return On Asset (F-count 15. 232 > F-table 4. 003 < 0. Review: The abstract clearly outlines the purpose, methods, and results. For improvement, it would be beneficial to add a brief industrial context at the beginning and practical implications of the findings at the end, for example, how management can use these results to improve financial performance. The narrative style for presenting statistical values is well done. Keywords: Current Ratio. Working Capital Turnover. Return On Asset. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Current Ratio (CR) dan Perputaran Modal Kerja (PMK) terhadap Return On Asset (ROA) pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk periode 20152024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh laporan keuangan perusahaan, dengan sampel laporan keuangan posisi dan laba rugi dari tahun Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 27. Berdasarkan hasil penelitian, secara parsial Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset . -hitung 4,924 > t-tabel 2,36462. signifikansi 0,002 < 0,. , sementara Perputaran Modal Kerja tidak berpengaruh signifikan . -hitung 1,256 < t-tabel 2,36462. signifikansi 0,249 > 0,. Secara simultan. Current Ratio dan Perputaran Modal Kerja berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (F-hitung 15,232 > F-tabel 4,74. signifikansi 0,003 < 0,. Ulasan: Abstrak ini sudah jelas mencakup tujuan, metode, dan hasil. Untuk perbaikan, ada baiknya menambahkan sedikit konteks industri di awal, serta implikasi praktis dari temuan di akhir. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 misalnya bagaimana manajemen dapat memanfaatkan hasil ini untuk meningkatkan kinerja keuangan. Penulisan nilai statistik dalam format narasi sudah baik. Kata Kunci: Current Ratio. Perputaran Modal Kerja. Return On Asset. PENDAHULUAN Industri agribisnis, khususnya sektor pakan ternak dan makanan olahan, memainkan peran vital dalam rantai pasokan pangan global maupun nasional (Sari et al. , 2. Perusahaan yang beroperasi di bidang ini tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan sektor peternakan, tetapi juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat akan produk yang beragam dan bermutu. Dinamika persaingan yang semakin ketat di era globalisasi menuntut perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasional di semua lini bisnisnya agar tetap kompetitif dan berkelanjutan (Normasitoh et al. , 2. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan di sektor ini adalah pengelolaan biaya produksi yang sering berfluktuasi akibat harga bahan baku yang tidak stabil, serta biaya distribusi dan operasional lainnya. Ketergantungan pada bahan baku impor juga dapat memengaruhi daya saing dan stabilitas harga produk (Setiawati & Sampurnaning, 2. Untuk itu, kemampuan manajemen dalam mengelola risiko operasional dan beradaptasi dengan perubahan eksternal menjadi kunci. Kinerja keuangan yang solid menjadi cerminan dari kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangantantangan ini. Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan hasil dari setiap kegiatan ekonomi yang dicapai selama periode waktu tertentu, yang diukur dengan metrik-metrik tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang memuaskan (Syahputri & Nurismalatri, 2. Melalui analisis rasio keuangan, manajemen dapat mengevaluasi kesehatan dan performa finansial perusahaan, mengidentifikasi kelemahan, dan merancang strategi untuk peningkatan kinerja di masa depan. Return On Asset (ROA) adalah salah satu rasio yang umum digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan keuntungan (Sujarweni, 2024. Dasman et al. , 2. Current Ratio (CR) adalah rasio likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar (Kasmir, 2. CR yang rendah dapat mengindikasikan risiko gagal bayar, sementara CR yang terlalu tinggi bisa berarti dana tidak dimanfaatkan secara produktif. Di sisi lain. Perputaran Modal Kerja (PMK) mengukur efisiensi pemanfaatan modal kerja dalam operasional bisnis untuk menghasilkan penjualan (Kasmir, 2021. Ibbar & Hasdianti, 2. Rasio PMK yang tinggi menunjukkan modal kerja berputar lebih cepat dan efisien. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, sebagai salah satu entitas bisnis terkemuka di sektor ini, telah menghadapi sejumlah kendala yang memengaruhi kinerja keuangannya sepanjang periode 2015-2024 (Tabel 1. Fluktuasi pada ROA. CR, dan PMK menunjukkan adanya gap kinerja yang perlu dianalisis lebih lanjut (Gambar 1. Meskipun rata-rata CR dan PMK berada di atas standar industri, rata-rata ROA masih berada di bawah standar, mengindikasikan bahwa perusahaan belum sepenuhnya efisien dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba. Penelitian terdahulu mengenai hubungan antara CR. PMK, dan ROA menunjukkan hasil yang Beberapa studi, seperti yang dilakukan oleh Dede Andika dan Veta Lidya Delimah Pasaribu Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 . , menemukan bahwa CR berpengaruh signifikan terhadap ROA. Namun, penelitian lain oleh Amanda Destia Syahputri dan Nurismalatri . menunjukkan hasil sebaliknya. Demikian pula, untuk variabel PMK, terdapat perbedaan temuan antara penelitian Widya Intan Sari et al. yang menunjukkan pengaruh signifikan, dengan Zahroh Humairah et al. yang tidak menemukan pengaruh signifikan. Adanya gap penelitian . esearch ga. dan perbedaan hasil pada studi-studi sebelumnya menjadi dasar ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada kasus spesifik PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan data terkini hingga tahun 2024 dan analisis yang mendalam terhadap fluktuasi kinerja keuangan perusahaan yang terjadi dalam satu dekade terakhir. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara CR dan PMK terhadap ROA, serta implikasinya bagi manajemen perusahaan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausalkomparatif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan dan pengaruh variabel bebas, yaitu Current Ratio (X. dan Perputaran Modal Kerja (X. , terhadap variabel terikat, yaitu Return On Asset (Y). Penelitian ini berfokus pada analisis data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang dipublikasikan secara resmi dari tahun 2015 hingga Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan perusahaan, dengan sampel yang diambil adalah laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dalam periode yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Studi dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang diperoleh dari situs web resmi perusahaan. Sementara itu, studi kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan informasi teoritis dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang relevan dengan topik penelitian (Sugiyono, 2. Pengumpulan data ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan kelengkapan dan akurasi data yang akan dianalisis. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan secara berurutan mencakup analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Uji asumsi klasik, yang meliputi uji normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas, bertujuan untuk memastikan bahwa model regresi yang digunakan memenuhi syarat dan tidak mengalami penyimpangan (Waty et al. , 2. Selanjutnya, analisis regresi linier berganda dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian secara parsial . dan simultan . ji F), serta untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen melalui koefisien determinasi (R. Seluruh perhitungan statistik dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 27. HASIL dan PEMBAHASAN HASIL Pertama, hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa data yang digunakan memiliki nilai minimum, maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi yang bervariasi. Nilai rata-rata Current Ratio (CR) sebesar 224,15% berada di atas standar industri 200%, mengindikasikan kondisi likuiditas Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan perusahaan yang baik (Tabel 1. Meskipun demikian, nilai minimum pada tahun 2023 . ,73%) menunjukkan adanya penurunan yang perlu dicermati lebih lanjut. Tabel 1. Data Return On Asset. Current Ratio, dan Perputaran Modal Kerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Periode 2015-2024 Tahun Min Max Rata-Rata Return On Asset 7,35% 9,19% 10,19% 16,53% 12,51% 12,34% 10,21% 7,35% 5,66% 8,67% 5,66% 16,53% Current Ratio 211,42% 213,02% 231,85% 289,35% 253,80% 252,63% 200,55% 175,72% 164,73% 248,44% 164,73% 289,35% 224,15% Perputaran Modal Kerja 4,71 kali 6,10 kali 7,40 kali 5,92 kali 5,40 kali 5,20 kali 6,56 kali 7,43 kali 8,56 kali 5,29 kali 4,71 kali 8,56 kali 6,26 kali Sumber: Laporan Keuangan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (Data diolah penulis, 2. Kedua. Perputaran Modal Kerja (PMK) memiliki rata-rata 6,26 kali, yang juga berada di atas standar industri 6 kali (Tabel 1. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan secara rata-rata efisien dalam menggunakan modal kerja untuk menghasilkan penjualan. Fluktuasi yang terjadi, dengan nilai maksimum 8,56 kali pada tahun 2023 dan minimum 4,71 kali pada tahun 2015, mengindikasikan adanya dinamika dalam efisiensi penggunaan modal kerja dari tahun ke tahun. Return On Asset 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan Ketiga, hasil analisis deskriptif untuk Return On Asset (ROA) menunjukkan rata-rata sebesar 10%, yang masih jauh di bawah standar industri 30% (Tabel 1. Nilai ini mencerminkan kinerja perusahaan yang kurang optimal dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan keuntungan. Fluktuasi ROA yang naik turun, seperti yang terlihat pada Grafik 1. 1, menandakan bahwa perusahaan belum memiliki stabilitas kinerja yang baik dalam jangka panjang. Keempat, hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi memenuhi persyaratan. Uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal . ignifikansi > 0,. (Tabel 4. Sementara itu, uji multikolinearitas menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antar variabel independen, karena nilai VIF kurang dari 10 dan nilai Tolerance lebih dari 0,10 (Tabel 4. Hal ini memastikan bahwa model regresi dapat digunakan untuk pengujian hipotesis. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Sig. Lower Bound Most Extreme Differences Monte Carlo Sig. e 99% Confidence Interval Upper Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed 2000000. Sumber: Output SPSS 27 Uji multikolinearitas ditujukan guna menilai apakah ada keterkaitan yang signifikan antara variabel independen dalam suatu model regresi. Sebuah model : Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF Current Ratio Perputaran Modal Kerja Dependent Variable: Return On Asset Sumber: Output SPSS 27 Merujuk pada tabel 4. 6 diatas nilai tolerance untuk variabel Current Ratio dan Perputaran Modal kerja hingga 0,586 melebihi 0,10 (>0,. serta nilai VIF variabel Current Ratio dan Perputaran Modal Kerja sebesar 1,705 kurang dari 10 (<. Oleh karena itu dari data tersebut kesimpulannya adalah bahwa tidak terdapat multikolinearitasyang optimal seharusnya bebas dari korelasi yang tinggi antara variabel independen. Untuk mengidentifikasi multikolinearitas, maka perlu dilakukan pengecekan nilai toleransi yang diperlukan semestinya berada pada tingkat lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF yang wajib lebih kecil dari 10. Hasil dari pengujian yang telah dilaksanakan oleh peneliti sebagai berikut: Uji Hipotesis Metode pengujian hipotesis yang diterapkan dalam kajian ini adalah uji t . dan uji f . dengan penjelasan sebagai berikut: Uji t (Parsia. Menurut Ghozali . uji t pada intinya menggambarkan seberapa besar pengaruh dari suatu variabel independen secara tunggal saat menerangkan variabel dependen. Tabel 4. Hasil Uji t (Uji Parsia. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. Current Ratio Perputaran Modal Kerja Dependent Variable: Return On Asset Sumber: Output SPSS 27 Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan Merujuk pada tabel 4. 11 diatas, pengaruh dari setiap variabel independent terhadap variabel dependen dapat dipastikan seperti yang tertera dibawah ini: Current Ratio (X. Hasil dari uji t . menampilkan angka signifikansi dari pengaruh Current Ratio (X. terhadap Return On Asset (Y) sebesar 0,002 < 0,05. Sedangkan thitung sebesar 4,924 > ttabel 2,36462. Oleh karena itu. Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini mengindikasikan Current Ratio (X. berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (Y). Perputaran Modal Kerja (X. Hasil uji t . memperlihatkan angka signifikansi dari pengaruh Perputaran Modal Kerja (X. terhadap Return On Asset (Y) senilai 0,249 > 0,05. Sedangkan thitung sebesar 1,256 < ttabel 2,36462. Oleh karena itu. Ho diterima dan Ha ditolak. artinya Perputaran Modal Kerja (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (Y). Uji F (Simulta. Uji F . dilaksanakan untuk mengidentifikasi bagaimana pengaruh variabel independen yakni Current Ratio dan Perputaran Modal Kerja secara bersamaan terhadap variabel dependen. Pengujian ini adalah uji signifikansi secara keseluruhan terhadap estimasi dalam hasil regresi. Tingkat signifikansi yang dijadikan acuan sebesar 0,05. Tabel 4. Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Regression Sum of Squares Mean Square Sig. Residual Total Dependent Variable: Return On Asset Predictors: (Constan. Perputaran Modal Kerja. Current Ratio Sumber: Output SPSS 27, data diolah peneliti Dependent Variable: Return On Asset Predictors: (Constan. Perputaran Modal Kerja. Current Ratio Sumber: Output SPSS 27, data diolah peneliti Kelima, hasil uji parsial . menunjukkan bahwa Current Ratio memiliki pengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Nilai t-hitung sebesar 4,924 lebih besar dari t-tabel 2,36462 dan nilai signifikansi sebesar 0,002 kurang dari 0,05. Hasil ini mengindikasikan bahwa perubahan pada Current Ratio dapat memprediksi perubahan pada Return On Asset. Merujuk hasil tabel 4. 12 diatas, dari uji f diperoleh nilai fhitung sebesar 15,232. Jadi setelah dilakukan perhitungan diperoleh hasil sebesar 15,232 > 4,74 . hitung > ftabe. Sementara itu, nilai signifikansi yang dihasilkan adalah 0,003. Yang menampilkan nilai signifikansi dibawah taraf signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,003 < 0,05. maka dapat disimpulkan bahwa jika Ho ditolak dan Ha diterima, maka secara bersamaan terdapat pengaruh signifikan variabel bebas . yakni Current Ratio dan Perputaran Modal Kerja terhadap variabel terikat . yaitu Return On Asset. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan Uji Koefisien Determinasi Menurut Ghozali . koefisien determinasi pada hakikatnya berfungsi untuk menilai sejauh mana sebuah model mampu menjelaskan bagaimana variabel dependen berubah. Nilai koefisien determinasi berada antara nol dan satu. Tabel berikut manampilkan hasil uji koefisien determinasi. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi Correlations Current Ratio Current Ratio Pearson Correlation Sig. -taile. Perputaran Modal Kerja Return On Asset Perputaran Modal Kerja Return On Asset Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Output SPSS 27 Predictors: (Constan. Perputaran Modal Kerja. Current Ratio Dependent Variable: Return On Asset Perolehan dari informasi yang terdapat pada tabel 4. 13 memperlihatkan bahwa nilai Adjusted R2 mencapai 0,760. Ini berarti bahwa pengaruh dari variabel independen yakni Current Ratio dan Perputaran Modal Kerja sebesar 76%, sedangkan 24% sisa variasi tersebut dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Keenam, hasil uji parsial untuk Perputaran Modal Kerja (PMK) menunjukkan bahwa variabel ini tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Nilai t-hitung sebesar 1,256 kurang dari ttabel 2,36462 dan nilai signifikansi sebesar 0,249 lebih besar dari 0,05. Meskipun secara deskriptif PMK menunjukkan kondisi yang baik, secara statistik tidak ada hubungan sebab-akibat yang kuat antara PMK dan ROA dalam model regresi ini. PEMBAHASAN Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Temuan penelitian bahwa Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa likuiditas yang baik memungkinkan perusahaan untuk mengelola operasionalnya secara efisien, yang pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas (Syahputri & Nurismalatri, 2. Ketika perusahaan memiliki aset lancar yang memadai, mereka dapat membayar kewajiban jangka pendeknya tanpa mengganggu aktivitas produksi, yang berujung pada peningkatan laba. Solusi yang dapat diberikan adalah dengan menjaga rasio CR tetap optimal, tidak terlalu rendah untuk menghindari risiko likuiditas, dan tidak terlalu tinggi untuk mencegah dana Meskipun secara deskriptif rata-rata Perputaran Modal Kerja berada di atas standar industri, hasil uji statistik menunjukkan bahwa PMK tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zahroh Humairah et al. Kurangnya pengaruh ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, seperti efisiensi yang belum sepenuhnya diterjemahkan ke dalam peningkatan profitabilitas, atau adanya variabel lain yang lebih dominan dalam memengaruhi ROA. Dalam kasus ini, perusahaan perlu meninjau kembali strategi pengelolaan modal kerjanya, memastikan bahwa perputaran yang cepat memang benar-benar menghasilkan keuntungan yang signifikan. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa Current Ratio dan Perputaran Modal Kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua variabel ini saling melengkapi dalam memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Manajemen tidak dapat hanya berfokus pada salah satu rasio saja. sebaliknya, mereka harus mengelola likuiditas dan efisiensi modal kerja secara terintegrasi untuk mencapai laba yang optimal. Dampak dari temuan ini adalah bahwa kebijakan manajemen keuangan harus holistik, melihat rasio keuangan secara Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengonfirmasi kembali pentingnya rasio likuiditas (Current Rati. sebagai prediktor kinerja profitabilitas (Return On Asse. , sekaligus menunjukkan bahwa pengaruh Perputaran Modal Kerja mungkin tidak selalu signifikan tergantung pada konteks perusahaan dan industri. Perbedaan temuan dengan penelitian sebelumnya memperkuat argumentasi bahwa setiap perusahaan memiliki dinamika keuangan unik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa manajemen PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk harus memberikan perhatian lebih pada pengelolaan aset lancar mereka. Peningkatan ROA dapat dicapai dengan memastikan bahwa aset lancar digunakan secara efisien untuk menghasilkan Meskipun PMK tidak berpengaruh secara parsial, pengelolaannya tetap penting karena secara simultan berkontribusi pada profitabilitas. Temuan ini memberikan panduan strategis bagi manajemen PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Dengan fokus pada optimalisasi likuiditas dan efisiensi penggunaan aset, perusahaan dapat meningkatkan ROA-nya. Perusahaan harus senantiasa memantau kedua rasio ini dan memastikan bahwa mereka berada pada level yang sehat untuk menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis. SIMPULAN Pertama, simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa Current Ratio memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Return On Asset pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk periode Hal ini menegaskan bahwa rasio likuiditas adalah faktor krusial yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas. Kedua, di sisi lain, hasil penelitian menyimpulkan bahwa Perputaran Modal Kerja tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap Return On Asset. Meskipun rasio ini secara Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 deskriptif berada di level yang sehat, tidak ada hubungan kausal yang kuat yang terdeteksi antara Perputaran Modal Kerja dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari asetnya. Ketiga, secara simultan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Current Ratio dan Perputaran Modal Kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan perlu mempertimbangkan kedua rasio ini secara terpadu dalam pengambilan keputusan strategis. Keempat, temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk untuk fokus pada peningkatan efisiensi penggunaan aset lancar. Pengelolaan yang cermat terhadap likuiditas akan secara langsung berdampak pada peningkatan laba dan, pada akhirnya. ROA. Kelima, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan menunjukkan adanya research gap pada pengaruh Perputaran Modal Kerja terhadap profitabilitas, yang bisa menjadi bahan penelitian lebih lanjut di masa depan. Hasil yang kontradiktif dengan beberapa studi sebelumnya memberikan wawasan bahwa hubungan antar rasio keuangan dapat bervariasi tergantung pada data dan periode penelitian. Keenam, secara praktis. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk disarankan untuk menjaga rasio Current Ratio pada tingkat optimal dan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional. Solusi yang dapat diberikan adalah dengan mengendalikan biaya operasional dan mengoptimalkan perputaran piutang dan persediaan agar dana tidak mengendap dan dapat segera dimanfaatkan untuk aktivitas produktif lainnya. PENGHARGAAN Terima Kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, motivasi, saran, dan masukan yang konstruktif selama proses penyusunan artikel ini. Ucapan khusus juga ditujukan kepada dosen pembimbing, responden penelitian, serta instansi terkait yang telah membantu dalam pengumpulan data dan analisis sehingga penulisan artikel ini dapat diselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA