Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Active Speaker Menggunakan Algoritma Wagner Within di PT Hartono Istana Teknologi Raw Material Inventory of Active Speaker Product using Wagner Within Algorithm at PT Hartono Istana Teknologi Auryn Thomas. Kartika Suhada Program Studi Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha E-mail:aurynthomas@gmail. com, kartika. suhada@eng. Abstrak PT Hartono Istana Teknologi adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan produk elektronik, diantaranya: TV. DVD, mobile phone, tablet PC, portable audio dan active Saat ini perusahaan mengalami permasalahan penumpukan bahan baku produk active Hal ini menunjukkan kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang Selama ini Bagian PPIC telah memperhitungkan kebergantungan kebutuhan antar bahan baku untuk pembuatan produk jadi dan melakukan pemesanan bahan baku ke supplier tiap 4 hingga 5 minggu sekali, dimana periode tersebut ditetapkan berdasarkan estimasi yang belum mempertimbangkan besar elemen biaya pengendalian persediaan. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan diusulkan pengendalian persediaan yang akan meminimasi total biaya pengendalian persediaan yang timbul. Dalam penelitian ini yang diamati adalah produk active speaker tipe PS-PAS09(B)59, karena memiliki penjualan tertinggi. Langkah awal yang dilakukan menghitung elemen biaya pengendalian persediaan, meliputi: biaya pesan, biaya simpan dan biaya setup. Selanjutnya dilakukan perhitungan pengendalian persediaan dengan teknik lotting mengikuti kebijakan perusahaan dan teknik lotting Wagner Within yang merupakan usulan. Perhitungan MRP menggunakan bantuan program WinQSB versi2. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa penerapan teknik lot sizing usulan menghasilkan penurunan total biaya pengendalian persediaan dari Rp 111,033,881. 91 menjadi Rp 147,617,045. Dengan demikian terjadi penghematan sebesar Rp 36,583,163. 28 atau Kata kunci: Pengendalian Persediaan. Bahan Baku. Wagner Whitin Abstract PT Hartono Istana Teknologi is engaged in manufacturing of electronic products, including: TVs. DVDs, mobile phones, tablet PCs, portable audio and active speakers. Nowadays the company is running into problems with the accumulation of active speaker raw material. This matter shows that inventory control method applied is less precise. All this time, the PPIC has taken into account the dependency of the needs between raw materials for the manufacture of finished products and ordering raw materials from suppliers every four to five weeks, where the period is determined based on estimates that do not take into account the size of the inventory control cost. Therefore, this research will propose inventory control which will minimize total inventory control costs incurred. In this study, the active speaker products type PS-PAS09 (B) 59 will be observed, for having the highest sales. The initial step taken is to calculate the cost of inventory control elements, including: ordering costs, storage costs, and setup costs. Further, inventory control is calculated using the lotting technique following company policy and the Wagner Within lotting technique which is the proposal. MRP calculation is using the assistance of WinQSB version Build upon the calculation outcome that the application of the proposed lot sizing technique resulted a decrease in total inventory control costs from Rp111,033,881. 91 to Rp147,617,045. Thus a saving of Rp36,583,163. 28 or 25%. Keyword: Inventory Control. Raw Material. Wagner Whitin PENGENDALIAN PERSEDIAAN (Auryn Thomas, dkk. Pendahuluan Saat ini industri manufaktur jenis elektronik berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan Hal ini menyebabkan timbulnya persaingan antar perusahaan sejenis yang semakin ketat. Oleh karena itu perusahaan harus dapat memenuhi permintaan konsumen dengan tepat waktu. Salah satu faktor pendukung adalah ketersediaan bahan baku yang mencukupi. Persediaan bahan baku perlu dikendalikan dengan baik, karena apabila berlebihan akan menimbulkan biaya simpan yang tinggi dan sebaliknya apabila kekurangan akan menimbulkan terhentinya kegiatan proses Kedua hal tersebut tentu saja merugikan pihak perusahaan. PT Hartono Istana Teknologi (HIT) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur produk elektronik dengan brand Polytron. Produk elektronik yang diproduksi beraneka ragam, diantaranya: TV. DVD, mobile phone, tablet PC, portable audio dan active speaker. Seluruh produk yang diproduksi oleh PT HIT merupakan produk rakitan, sehingga bahan baku yang dibutuhkan dibeli langsung dari supplier, baik dalam maupun luar negeri. Permasalahan yang terjadi adalah penumpukan bahan baku active speaker di gudang dikarenakan kurang tepatnya metode pengendalian persediaan yang diterapkan saat ini. Selama ini Bagian PPIC yang menangani pengendalian persediaan telah mempertimbangkan faktor kebergantungan besar kebutuhan bahan baku terhadap jumlah produk jadi yang akan diproduksi, namun melakukan pemesanan bahan baku ke supplier dengan periode pemesanan yang cukup panjang, yaitu tiap 4 hingga 5 minggu sekali, dimana periode waktu pemesanan tersebut ditetapkan berdasarkan estimasi. Hal tersebut menyebabkan rata-rata penyimpanan barang di gudang cukup banyak, sehingga ongkos simpan yang timbul cukup besar dan akibatnya total biaya pengendalian persediaan menjadi cukup besar Oleh karena itu penelitian ini mengusulkan pengendalian persediaan yang mempertimbangkan besar elemen biaya pengendalian persediaan agar total biaya pengendalian persediaan yang timbul dapat diminimasi. Batasan masalah yang digunakan meliputi : Tipe active speaker yang diteliti PS-PAS09(B)59, karena tipe ini memiliki penjualan tertinggi dibandingkan tipe lainnya. Data Jadwal Induk Produksi (JIP) yang digunakan adalah JIP bulan Juli 2018 Ae Desember Elemen biaya yang dihitung elemen biaya yang berpengaruh, yaitu biaya pemesanan, biaya setup dan biaya penyimpanan bahan baku. Asumsi yang digunakan pada penelitian ini adalah : Tidak terjadi perubahan Jadwal Induk Produksi (JIP) selama periode pengamatan. 1 tahun = 48 minggu. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Mengidentifikasi kekurangan metode pengendalian persediaan bahan baku yang diterapkan perusahaan saat ini. Mengusulkan metode pengendalian persediaan bahan baku yang sebaiknya diterapkan Mengemukakan manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dengan menerapkan metode pengendalian persediaan usulan. Tinjauan Pustaka 1 Definisi Persediaan Persediaan adalah komponen material, atau produk jadi yang tersedia di tangan, menunggu untuk digunakan atau dijual. (Baroto, 2. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu, bahan dalam proses, barang jadi, ataupun suku cadang. Hal tersebut dapat dikatakan persediaan hanyalah suatu sumber dana menganggur karena sebelum persediaan digunakan berarti dana terikat di dalamnya tidak dapat digunakan untuk keperluan lain (Rusdiana, 2. JOURNAL OF INTEGRATED SYSTEM VOL 3. NO. JUNI 2020: 59-71 2 Jenis-Jenis Persediaan Dalam sistem manufaktur, item persedian dapat dikelompokkan dalam lima bentuk, sebagai berikut: (Baroto,2. Bahan baku . aw materia. , yaitu barang-barang yang berwujud atau bahan-bahan mentah lainnya yang diperoleh dari sumberAesumber alam, atau dibeli dari pemasok. Komponen, yaitu barang Ae barang yang terdiri atas bagianAebagian . yang diperoleh dari perusahaan lain atau hasil produk sendiri untuk digunakan dalam pembuatan barang jadi atau barang setengah jadi. Barang setengah jadi . ork in proces. yaitu barangAebarang yang dari tiap perakitan yang telah memiliki bentuk lebih kompleks daripada komponen,namun masih perlu proses lebih lanjut untuk menjadi barang jadi. Barang jadi . inished goo. adalah barang Ae barang yang telah selesai diproses dan siap untuk didistribusikan ke konsumen. Bahan pembantu adalah barang Ae barang yang diperlukan dalam proses pembuatan atau perakitan barang, namun bukan komponen barang jadi. Termasuk bahan penolong adalah bahan bakar adalah bahan bakar, pelumas, listrik dan lainAelain. 3 Sistem Persediaan Sistem persediaan adalah suatu mekanisme mengenai bagaimana menegelola masukan Ae masukan yang sehubungan dengan persediaan menjadi output, dimana untuk diperlukan output memenuhi standar tertentu. Variabel keputusan dalam pengendalian persediaan diklasifikasikan sebagai variabel kualitatif dan variabel kuantitatif. Secara variabel kuantitatif pada pengendalian persediaan sebagai berikut: (Baroto,2. Berapa banyak jumlah barang yang akan dipesan atau dibuat. Kapan pemesanan atau pembuatan harus dilakukan. Berapa jumlah persediaan pengaman. Bagaimana mengendalikan persediaan Tujuan dari sistem pengendalian persediaan adalah menemukan solusi optimal terhadap seluruh yang terkait dengan persediaan. Tujuan umum perusahaan untuk optimalisasi pengendalian persediaan diukur dengan keuntungan maksimum yang dicapai. 4 Biaya Dalam Sistem Persediaan Dalam pembuatan setiap keputusan, maka terdapat kategori biaya persediaan yang harus dipertimbangkan: (Nur Bahagia, 2. Biaya pembelian (Purchasing cos. adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang sebagi persediaan. Biaya pengadaan adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap proses pengadaan Biaya pengadaan dibedakan atas dua jenis yaitu biaya pesan jika barang dibeli dan biaya persiapan jika barang dibuat sendiri. Biaya pesan adalah semua pengeluaran yang ditimbulkan untuk mendatangkan barang dari luar. Biaya persiapan adalah biaya yang ditimbulkan untuk persiapan produksi barang. Biaya simpan (Holding cos. adalah biaya untuk menyimpan persediaan yang terdapat di dalam gudang. Biaya yang termasuk sebagai biaya simpan adalah biaya memiliki persediaan, biaya gudang, biaya kerusakan atau penyusutan, biaya kadaluarsa, biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya lain-lain. Biaya kehabisan dan kekurangan bahan . hortage cos. biaya ini timbul apabila persediaan tidak mecukupi permintaan. Penentuan besar biaya kekurangan persediaan dapat diukur berdasarkan: kuantitas yang tidak terpenuhi, waktu pemenuhan, biaya pengadaan darurat. Biaya sistematik adalah biaya investasi untuk membangun sistem persediaan. Biaya ini meliputi biaya perancangan, perencanaan dan instalasi sistem persediaan serta ongkosongkos untuk mengadakan peralatan serta melatih tenaga untuk menggunakan sistem. PENGENDALIAN PERSEDIAAN (Auryn Thomas, dkk. 5 MRP Pada MRP terdapat tiga akronim yang berbeda tetapi dalam konteks yang berhubungan yaitu: (Santoso dan Heryanto, 2. MRP I (Material Requirement Plannin. Closed loop MRP MRP II (Manufacturing Resource Plannin. 6 Pengertian MRP I MRP/MRP I merupakan sekumpulan teknik yang digunakan untuk merencanakan produksi atau pengadaan dari subassemblies, komponen, atau bahan baku atau raw material yang dibutuhkan untuk Jadwal Induk Produksi (JIP). Dasar dari MRP adalah mendapatkan material yang tepat pada tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat . o get the right materials to the right place at the right tim. (Santoso dan Heryanto, 2. MRP adalah suatu sistem perencanaan dan penjadwalan kebutuhan material untuk produksi yang memerlukan beberapa tahapan proses atau dengan kata lain adalah suatu rencana produksi untuk sejumlah produk jadi yang diterjemahkan ke komponen yang dibutuhkan dengan menggunakan waktu tenggang sehingga dapat ditentukan kapan dan berapa banyak yang dipesan untuk masingmasing komponen suatu produk yang akan dibuat. (Rangkuti, 2. 7 Konsep MRP Konsep dasar dari MRP adalah untuk meyediakan material pada jumlah yang tepat, tempat yang tepat dan waktu yang tepat . o get the right materials to the right place at the right tim. (Fogarty,1. MRP digunakan untuk permintaan/demand yang bersiafat dependent atau tem-item yang merupakan kompen produk akhir. Dependent demand adalah permintaan yang bergantung dari permintaan item lainnya. (Sheikh, 2. 8 Tujuan MRP Secara umum, sistem MRP untuk mencapai tujuan antara lain: (Kusuma, 2. Meminimalkan persediaan MRP menentukan berapa banyak dan kapan suatu komponen diperlukan disesuaikan dengan jadwal induk produksi. Mengurangi resiko MRP mengidentifikasi banyaknya bahan dan komponen yang diperlukan baik dari segi jumlah dan waktu sehingga hal tersebut dapat mengurangi resiko keterlambatan produksi atau pengiriman. Jadwal produksi terpenuhi Jadwal produksi diharapkan dapat terpenuhi sesuai dengan rencana, sehingga komitmen terhadap pengirim barang dapat dilakukan secara nyata. Meningkatkan efisiensi MRP mendorong peningkatan efisieni karena jumlah persediaan, waktu produksi, dan waktu pengiriman barang dapat direncanakan lebih baik sesuai dengan jadwal induk 9 Input MRP Terdapat beberapa input proses MRP yang utama agar sistem MRP dapat dijalankan dengan baik. Input MRP terdapat tiga jenis, yaitu: (Kusuma, 2. Jadwal Induk Produksi (JIP) atau Master Production Schedule (MPS) adalah suatu rencana rinci tentang jumlah barang yang akan diproduksi pada beberapa satuan waktu dalam horisontal perencanaan. Struktur Produk (Bill OF Materia. berisi informasi mengenai material, komponen, sub assembly , yang diperlukan untuk membuat produk jadi dan hubungan antar komponen dalam suatu perakitan. Bill of Material adalah daftar kuantitas komponen, kandungan, dan kebutuhan bahan untuk membuat suatu unit produk atau parent JOURNAL OF INTEGRATED SYSTEM VOL 3. NO. JUNI 2020: 59-71 Catatan status persediaan Status persediaan menggambarkan keadaan setiap komponen atau bahan yang terdapat dalam sistem persediaan. Status persediaan meliputi: (Santoso dan Heryanto , 2. Persediaan yang tersedia . nventory on hand/available inventory yaitu persediaan apa saja . ersediaan sub assemblies, komponen Ae komponen, materia. yang disimpan atau tersedia dan siap di dalam gudang untuk digunakan. Jadwal penerimaan . nventory on orde. , total dari seluruh perkiraan penerimaan dimana pembelian atau produksi telah dilakukan. Waktu ancang . ead tim. adalah jangka waktu atau selang waktu antara permintaan untuk pembelian atau produksi dan penerimaan dari barang. Waktu ancang pengaman . afety lead tim. adalah jangka waktu atau selang waktu antara permintaan untuk melindungi atau mengantisipasi fluktuasi dari lead time produksi atau pembelian. Ukuran lot . ot sizin. , suatu teknik untuk menentukan jumlah dari item yang harus diproduksi oleh pabrik atau dipesan dari vendor atau pabrik. Output MRP Setelah input MRP dilengkapi, maka akan dihasilkan output, yaitu pembelian dan perencanaan produksi atau purchase and production plan, seperti terlihat Gambar 1. Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedul. Status Persediaan . nventory status recor. Material Requirement Planning (MRP) Struktur Produk (Bill of Materia. Pembelian dan perencanaan produksi (Purchase and production pla. Sumber: Fogarty, 1991 Gambar 1. Input dan Output MRP 11 Proses MRP Proses MRP terdiri dari empat tahapan, yaitu: (Santoso dan Heryanto, 2. Netting merupakan proses perhitungan untuk menghitungkan kebutuhan bersih. Net requirements = max . Dt - lt AeQ. Jika diinginkan adanya safety stock maka: Net requirements = max . Dt SS - lt AeQ. Dimana: = kebutuhan kotor pada periode t = persediaan yang ada di awal periode t = persediana yang ada di akhir periode t-1 = jadwal penerimaan di periode t = safety stock Lot Sizing merupakan proses untuk menentukan kuantitas pesanan . rder quantit. yang optimal untuk masing-masing item produk berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan Offsetting merupakan proses untuk menentukan kapan pemesanan . yang tepat guna untuk melakukan rencana pemesanan dalam upaya memenuhi tingkat kebutuhan bersih ke lantai produksi maupun ke vendor. Exploding merupakan proses perhitungan kebutuhan kotor untuk tingkat item komponen yang lebih awal. PENGENDALIAN PERSEDIAAN (Auryn Thomas, dkk. 12 Teknik Lotting Fix Periode Requirement Fixed Period Requirement adalah suatu teknik penentuan ukuran lot yang didasarkan pada waktu Metode FPR ini selang waktu antar pemesanan dibuat tetap dengan ukuran lot sesuai pada kebutuhan bersih. 13 Teknik Lotting Wagner Whitin (WW) Merupakan teknik yang paling kompleks dalam perhitungan. Secara teoritis teknik lot sizing wagner whitin adalah teknik yang mampu memberikan solusi optimal dalam masalah penentuan ukuran pemesanan deterministic dynamic. Teknik ini merupakan pendekatan pemrograman dinamis yang mana dapat digunakan untuk menentukan kebijakan minimum cost yang dapat dikontrol. (Tersine, 1. Perhitungan dengan teknik ini akan mendapatkan solusi optimal yang memuaskan karena penghambat dalam perhitungan dapat ditekan dengan mengacu pada dua buah sifat kunci, yaitu: Bahan yang dibutuhkan datang apabila tingkat persediaan nol Seberapa jauh limit teratas untuk pemesanan jumlah kebutuhan D. sebelum periode j. Pada akhirnya dapat terlihat bahwa lebih mahal ongkos pengadaan hanya untuk kebutuhan periode j, daripada ongkos pengadaan dengan memesan kebutuhsn untuk beberapa periode Untuk menentukan kebijakan biaya yang minimum dengan menyederhanakan perhitungan melauli tiga tahapan sebagai berikut: Menghitung total biaya variabel untuk semua alternatif pemesanan yang mungkin terjadi pada N periode. Total biaya variabel meliputi biaya pesan dan biaya simpan. Zce sebagai total biaya variabel di dalam periode c melalui e dalam penempatan suatu pesanan di dalam periode c untuk memenuhi kebutuhan dalam periode c sampai e. Zce = C HP untuk 1O c O e O N . Keterangan: C = biaya pemesanan setiap pesanan H = biaya simpan setiap periode P = pembelian unit untuk pemenuhan kebutuhan Menentukan fe sebagai biaya yang minimum sampai periode e, tingkat persediaan pada akhir periode e adalah 0. Algoritma mulai dengan f0 = dsn kalkulasi f1,f2. fN di dalam pesanan tersebut. Kemudian fe dihitung dengan menggunakan rumusan: fe = Min (Zce fe-. untuk c = 1, 2, . , e untuk masing-masing periode dengan membandingkan semua kombinasi alternatif pemesanan dan pengganti fe. Dipilih yang terbaik pada saat fe yaitu ketika kebutuhan untuk periode samapi e terpenuhi. Nilai fN adalah ongkos pesanan terjadwal yang optimal. Untuk menerjemahkan solusi optimal . N) ditentukan dengan algoritma untuk kuantitas pemesanan dengan: fN = Zwn fw-1 Pemesanan terakhir terjadi pada periode w dan cukup untuk memenuhi permintaan selama periode w dalam N. fw-1 = Zv w-1 fv-1 Pemesanan terlebih dahulu didasarkan pada pemesanan terakhir yang terjadi pada periode v dan cukup untuk memenuhi permintaan dalam periode v dalam w-1 fu-1 = Z1 u-1 f0 Pemesanan pertama terjadi pada periode 1 dan cukup untuk memenuhi permintaan selama periode 1 dalam u-1. 14 Penyesuaian Ukuran Lot Dalam jumlah rencana pembelian yang ditentukan dengan teknik ukuran lot sesuai dengan pertimbangan dalam praktek. Penyesuaian secara umum dapat berupa: (Sheiks, 2. Minimum dan maksimum Jumlah minimum berarti jumlah pemesanan yang paling minimum yang diperbolehkan JOURNAL OF INTEGRATED SYSTEM VOL 3. NO. JUNI 2020: 59-71 oleh supplier. sedangkan jumlah maksimum biasanya ditentukan oleh kebijakan manajemen atau keterbatasan besarnya ukuran gudang bahan baku. Scrap allowance Kuantitas yang bertambah dalam perhitungan ukuran lot sebagai kompensasi untuk mengantisipasi scrap atau kerusakan dalam proses. Multiples Pihak supplier mungkin hanya menjual dalam satuan lusin atau gross. Ukran kemasan atau pemotongan bahan baku dari ukuran lot, mengharuskan pemesanan bahan baku dalam bentuk kelipatan. Raw material cutting factor Merupakan pemotongan bahan mentah dan kerugian akibat perhitungan ukuran lot, maka untuk meminimasi kerugian tersebut perlu dilakukan penyesuaian. Pembahasan Bagan pengolahan data ditunjukkan pada Gambar 2: Perhitungan Biaya Pesan Perhitungan Biaya Simpan Perhitungan MRP dengan teknik lotting sesuai kebijakan perusahaan Perhitungan MRP dengan teknik lotting Wagner Whitin Perhitungan biaya pengendalian persediaan saat ini Perhitungan biaya pengendalian persediaan Perbandingan total biaya pengendalian persediaan saat ini dan Gambar 2. Bagan Pengolahan Data 1 Perhitungan Biaya 1 Biaya Pesan Biaya pesan merupakan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pembelian material atau komponen yang dari supplier. Elemen-elemen biaya yang termasuk biaya pesan adalah biaya telpon, biaya administrasi, biaya transfer, biaya ATK. Total biaya pesan yang dibutuhkan untuk supplier dalam kota, luar kota dan luar negeri satu kali pesan ditunjukkan dalam Tabel 1. PENGENDALIAN PERSEDIAAN (Auryn Thomas, dkk. Tabel 1. Perhitungan Total Biaya Pesan/kalipesan Jenis Biaya Telepon Biaya data / Biaya Administrasi Biaya Transfer Biaya ATK Total Biaya pesan Biaya pesan Biaya pesan luar 1,500 Rp 7,000 Rp 25,000 120 Rp 120 Rp 47,396 Rp 47,396 Rp 47,396 6,500 Rp 3,000 Rp 58,516 Rp 6,500 Rp 3,000 Rp 64,016 Rp 35,000 3,000 110,516 2 Biaya Simpan Biaya simpan merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan akibat melakukan penyimpanan bahan baku dan komponen di gudang. Elemen biaya simpan terdiri dari biaya modal, biaya depresiasi, biaya asuransi, biaya PBB, biaya pekerja gudang, biaya listrik. Perhitungan persentase biaya simpan ditunjukkan dalam Tabel 2, sedangkan perhitungan besar biaya simpan untuk bahan baku dan barang jadi berturut-turut diperlihatkan dalam Tabel 3 dan Tabel 4. Tabel 2. Rincian Persentase Biaya Simpan Biaya Biaya modal Biaya depresiasi Biaya asuransi Biaya PBB Biaya pekerja gudang Biaya Listrik Total Persentase biaya simpan/tahun Tabel 3. Perhitungan Biaya Simpan Bahan Baku Row Labels Nama Material / Komponen EC-134681-DAA00 QS-P86314-H00 EG-030104-BZB QS-P86313-H00 GN-184470-HKA00 EG-030120-PVA GN-000001-00A EG-513121-BL GN-184380-HKA00 GN-184665-HKA00 REFLECTOR FOR TWEETER GGB LBL PESAWAT PAS59(BUM) BACKCOVER_AUD_QR P-TITE SCREW MC PTZ 3X10W/WASHER DIA 10 LBL KARTON_BESAR PAS59(BUM) ALL_2SISI_QR STICKER IC FLASH ROM GGHBLANK . LBR=20PC P-TITE SCREW ZK PTV 3X12 STICKER HOLOGRAM TAP SCREW ZK TSAF 3X12 STICKER HOLOGRAM WARRANTY VOID STICKER ADD FOR CARTON PAS 59 Persentase Biaya Harga 277% Rp 277% Rp Biaya Simpan Biaya Simpan Bahan Bahan Baku/tahun Baku/minggu 985 Rp 56 Rp 46 Rp 55 Rp 277% Rp 91 Rp 96 Rp 277% Rp 137 Rp 52 Rp 277% Rp 8 Rp 07 Rp 277% Rp 277% Rp 277% Rp 277% Rp 99 Rp 212 Rp 72 Rp 100 Rp 13 Rp 23 Rp 21 Rp 28 Rp 277% Rp 375 Rp 54 Rp JOURNAL OF INTEGRATED SYSTEM VOL 3. NO. JUNI 2020: 59-71 Tabel 4. Perhitungan Biaya Simpan Barang Jadi Jenis Produk PS-PAS03(B) 37 PS-PAS02(B) 27 PS-PAS09(B) 59 PS-PAS01B(B) PS-PAS07(B) 77 PS-PAS08(B) 68 Harga Pokok Persentase Nilai Produksi Biaya Simpan/Tahun Rp 554,463 277% Rp 79,161 Rp 459,431 277% Rp 65,593 Rp 732,477 277% Rp 104,576 Rp 256,040 277% Rp 36,555 Rp 603,094 277% Rp 86,104 Rp 555,248 277% Rp 79,273 Nilai Simpan/Minggu 1,649 1,367 2,179 1,794 1,652 3 Biaya Setup Pada stasiun kerja active speaker terdapat 19 stasiun kerja . di dalam pabrik. Setiap stasiun kerja memiliki waktu setup selama 100 detik, setup dilakukan untuk mempersiapkan mesin atau alat-alat yang digunakan untuk kegiatan proses produksi. Total upah/tahun/orang = Rp 24,533,604 Rp 2,044,467 = Rp 26,578,071 Upah/jam/orang = 553,710 40 jam kerja = Rp 13,843 /tenaga kerja/jam 19 stasiun kerja x 100 detik Biaya setup 3600 detik/jam = Rp 7,306/kali setup x13,843 2 Pengendalian Persediaan 1 Metode Saat Ini Bill of Material (BOM) pada produk active speaker terdiri dari 4 level. Pada tahap proses lot sizing, teknik lotting yang digunakan untuk level 0 adalah Lot For Lot dikarenakan semua produk yang diproduksi langsung dikirim ke distributor penjualan, sedangkan level 1,2,3 mirip dengan Fix Period Requirement, dimana jumlah pemesanan dilakukan setiap 4 hingga 5 minggu sekali. Sebagai contoh, rekapitulasi biaya pengendalian persediaan saat ini ditunjukkan dalam Tabel 5. Tabel 5. Rekapitulasi Biaya Pengendalian Persediaan Saat Ini Row Labels Nama Material / Komponen Supplier 1 BA-332102-K9 LF CER CAP 3N3 K 1KVYB TAPING 2 BG-106500-MVL LF ELECT CAP 10U M50V TAPING SUSCON 3 BH-685500-MV LF ELECT CAP BPHF 6U8 M50V DAEWOO_V 4 EB-132000-01L LF TERMINAL 3X3-5 T90 GUAN_YIN 5 EB-132000-03E TERMINAL YD200-30A-T45 TIANLE 6 EB-205001-312 TERMINAL 7 EC-134255-DAB00 COVER FOR WOOFER GGB (HI. PRESINDO 8 EC-134258-DAB00 COVER FOR MIDRANGE GGB (HI. 9 EC-134313-DAB00 COVER FOR BASS REFLEX GGB ASIA_PA (HI. 10 EC-134681-DAA00 REFLECTOR FOR TWEETER GGB 241 NK-134665-DAA00 FRONT PANEL LH SPK GGE YUJU_I Total Kota Total Biaya Pesan PURWAKARTA CHANGZHOU BINH DUONG SHENGZHOU SHENGZHOU 384,096 663,096 1,326,192 663,096 492,096 TANGERANG 384,096 KUDUS 526,644 Cikarang Selatan 768,192 Rp 65,649,156. Jumlah Biaya Baha Baku Penyimpanan Simpan n 22,450 Rp 22,450 Rp 49,900 Rp 24,000 Rp 109,000 Rp 149,000 Rp 15,000 Rp 9,000 Rp 9,000 Rp 22,450 Rp 25,450 Rp Total Biaya Total Biaya Simpan Rp 43,704. 05 Rp 427,800. Rp 13,955. 92 Rp 677,051. Rp 665,298. 53 Rp 1,991,490. Rp 52,610. 75 Rp 715,706. Rp 219,325. 95 Rp 1,131,890. Rp 420,468. Rp 145,223. 86 Rp 588,205. Rp 58,885. Rp 44,711. 55 Rp 637,095. Rp 65,739. Rp 1,017,530. 42 Rp 1,785,722. Rp 81,967,889. 19 Rp 147,617,045. PENGENDALIAN PERSEDIAAN (Auryn Thomas, dkk. Perbandingan proporsi antara biaya pesan dengan biaya simpan disajikan dalam bentuk pie chart pada Gambar 3. Gambar 3. Pie Chart Proporsi Elemen Biaya Pengendalian Persediaan Saat Ini Penyebab tingginya total biaya pengendalian persediaan saat ini adalah biaya simpan dengan proporsi sebesar 56%. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata jumlah barang yang disimpan di gudang berlebihan. 2 Metode Usulan (Wagner Withi. Perhitungan teknik lotting Wagner Whitin menggunakan konsep optimasi dalam mendapatkan pemesanan yang optimum untuk seluruh jadwal kebutuhan bersih dengan meminimasi total biaya pengadaan dan biaya simpan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa order quantity dalam POR untuk semua bahan baku melebihi dari minimum order quantity yang ditetapkan dari supplier. Rekapitulasi biaya pengendalian persediaan usulan ditunjukkan dalam Tabel 6. Tabel 6. Rekapitulasi Biaya Pengendalian Persediaan Usulan Row Labels BA-332102-K9 BG-106500-MVL BH-685500-MV EB-132000-01L EB-132000-03E EB-205001-312 EC-134255-DAB00 EC-134258-DAB00 EC-134313-DAB00 EC-134681-DAA00 NK-134665-DAA00 Nama Material / Komponen Supplier Kota LF CER CAP 3N3 K 1KVYB TAPING PURWAKARTA LF ELECT CAP 10U M50V TAPING SUSCON CHANGZHOU LF ELECT CAP BPHF 6U8 M50V DAEWOO_V BINH DUONG LF TERMINAL 3X3-5 T90 GUAN_YIN SHENGZHOU TERMINAL YD200-30A-T45 TIANLE SHENGZHOU TERMINAL COVER FOR WOOFER GGB (HI. PRESINDO TANGERANG COVER FOR MIDRANGE GGB (HI. COVER FOR BASS REFLEX GGB (HI. ASIA_PA KUDUS REFLECTOR FOR TWEETER GGB FRONT PANEL LH SPK GGE YUJU_I Cikarang Selatan Total Frekuensi Pemesanan (Kal. Biaya Pesan Total Biaya Pesan Biaya Simpan Bahan Baku Rp 64,016 Rp 110,516 Rp 110,516 Rp 110,516 Rp 110,516 Rp 64,016 Rp 58,516 Rp 64,016 Rp 192,048 1,878,772 1,768,256 331,548 739,972 384,096 Rp 702,192 Rp 1,664,416 Rp Rp 75,138,760. 138,310. 170,740. 422,646 316,536 345,474 394,498 205,251 49,071 44,711 315,471 133,937 Rp 35,895,121. Total Biaya 330,358. 2,049,512. 2,190,902. 648,084. 1,479,944 638,418 1,062,374 1,798,353 Rp 111,033,881. Perbandingan proporsi antara biaya pesan dengan biaya simpan disajikan dalam bentuk pie chart pada Gambar 4. Gambar 4. Pie Chart Proporsi Elemen Biaya Pengendalian Persediaan Usulan JOURNAL OF INTEGRATED SYSTEM VOL 3. NO. JUNI 2020: 59-71 Proporsi biaya simpan terhadap total biaya pengendalian persediaan metode usulan relatif lebih kecil dibandingkan dengan proposi biaya pesan . %). Hal ini kontradiktif dengan proporsi biaya simpan pada metode saat ini, dimana proporsi biaya simpan relatif lebih besar dibandingkan dengan biaya pesan . %). 3 Perbandingan Pengendalian Persedian Metode Saat Ini dan Usulan Perbandingan biaya pesan antara metode saat ini dengan metode usulan ditunjukkan dalam Tabel 7. Tabel 7. Perbandingan Biaya Pesan Metode Saat Ini dan Metode Usulan Row Labels 1 BA-332102-K9 2 BG-106500-MVL 3 BH-685500-MV 4 EB-132000-01L 5 EB-132000-03E 6 EB-205001-312 7 EC-134255-DAB00 8 EC-134258-DAB00 9 EC-134313-DAB00 10 EC-134681-DAA00 241 NK-134665-DAA00 Nama Material / Komponen LF CER CAP 3N3 K 1KVYB TAPING LF ELECT CAP 10U M50V TAPING LF ELECT CAP BPHF 6U8 M50V LF TERMINAL 3X3-5 T90 TERMINAL YD200-30A-T45 TERMINAL COVER FOR WOOFER GGB (HI. COVER FOR MIDRANGE GGB (HI. COVER FOR BASS REFLEX GGB (HI. REFLECTOR FOR TWEETER GGB FRONT PANEL LH SPK GGE Total Saat ini Wagner Whitin Biaya Pesan 384,096 Rp 192,048 663,096 Rp 1,878,772 1,326,192 Rp 1,768,256 663,096 Rp 331,548 492,096 739,972 384,096 384,096 526,644 702,192 768,192 65,649,156. 1,664,416 Rp 75,138,760. Total biaya pesan metode usulan hampir sama dengan metode saat ini, dimana total biaya pesan usulan lebih besar dibandingkan dengan metode saat ini dengan selisih sebesar Rp 9,489,604,- atau mengalami peningkatan sebesar 14%. Hal ini dikarenakan frekuensi total pemesanan bahan baku/komponen ke seluruh supplier dengan metode usulan lebih besar dibandingkan dengan metode saat ini. Perbandingan biaya simpan antara metode saat ini dengan metode usulan ditunjukkan dalam Tabel Tabel 8. Perbandingan Biaya Simpan Metode Saat Ini dan Metode Usulan Row Labels BA-332102-K9 BG-106500-MVL BH-685500-MV EB-132000-01L EB-132000-03E EB-205001-312 EC-134255-DAB00 EC-134258-DAB00 EC-134313-DAB00 EC-134681-DAA00 NK-134665-DAA00 Saat ini Nama Material / Komponen LF CER CAP 3N3 K 1KVYB TAPING LF ELECT CAP 10U M50V TAPING LF ELECT CAP BPHF 6U8 M50V LF TERMINAL 3X3-5 T90 TERMINAL YD200-30A-T45 TERMINAL COVER FOR WOOFER GGB (HI. COVER FOR MIDRANGE GGB (HI. COVER FOR BASS REFLEX GGB (HI. REFLECTOR FOR TWEETER GGB FRONT PANEL LH SPK GGE Total Wagner Whitin Biaya Simpan 43,704. 05 Rp 138,310. 13,955. 92 Rp 170,740. 665,298. 53 Rp 422,646. 52,610. 75 Rp 316,536. 219,325. 95 Rp 345,474. 420,468. 80 Rp 394,498. 145,223. 86 Rp 205,251. 58,885. 93 Rp 49,071. 44,711. 55 Rp 44,711. 65,739. 71 Rp 315,471. 1,017,530. 42 Rp 133,937. 81,967,889. 19 Rp 35,895,121. Total biaya simpan metode usulan relatif lebih kecil dibandingkan dengan metode saat ini dengan selisih sebesar Rp 46,072,767. 28 atau mengalami penurunan sebesar 56% . Penurunan biaya simpan tersebut terutama dihasilkan dari penurunan biaya simpan untuk komponen TH-047001AT, dimana penurunan biaya simpan komponen tersebut sebesar Rp 6,921,789. 65 atau 15% dari total penurunan biaya simpan yang terjadi. Perbandingan total biaya pengendalian persediaan antara metode saat ini dengan metode usulan ditunjukkan dalam Tabel 9. PENGENDALIAN PERSEDIAAN (Auryn Thomas, dkk. Tabel 9. Perbandingan Total Biaya Pengendalian Persediaan antara Metode Saat Ini dan Metode Usulan Row Labels Nama Material / Komponen BA-332102-K9 BG-106500-MVL BH-685500-MV EB-132000-01L EB-132000-03E EB-205001-312 EC-134255-DAB00 EC-134258-DAB00 EC-134313-DAB00 EC-134681-DAA00 NK-134665-DAA00 LF CER CAP 3N3 K 1KVYB TAPING LF ELECT CAP 10U M50V TAPING LF ELECT CAP BPHF 6U8 M50V LF TERMINAL 3X3-5 T90 TERMINAL YD200-30A-T45 TERMINAL COVER FOR WOOFER GGB (HI. COVER FOR MIDRANGE GGB (HI. COVER FOR BASS REFLEX GGB (HI. REFLECTOR FOR TWEETER GGB FRONT PANEL LH SPK GGE Total DAEWOO_V BINH DUONG GUAN_YIN SHENGZHOU Saat ini Wagner Whitin BiayaKeseluruhan 427,800. 05 Rp 330,358. 677,051. 92 Rp 2,049,512. Rp 1,991,490. 2,190,902. 715,706. 75 Rp 648,084. TIANLE SHENGZHOU Rp 1,131,890. Supplier Kota PURWAKARTA SUSCON CHANGZHOU 1,479,944. TANGERANG 588,205. 638,418. ASIA_PA KUDUS 637,095. 1,062,374. YUJU_I Cikarang Selatan Rp 1,785,722. Rp 147,617,045. 1,798,353. PRESINDO Rp 111,033,881. Total biaya pengendalian persediaan metode usulan relatif lebih kecil dibandingkan dengan metode saat ini dengan selisih sebesar Rp 36,583,163. 28 atau mengalami penurunan sebesar 25%. Penurunan total biaya pengendalian persediaan tersebut dikarenakan terjadinya penurunan biaya simpan sebesar Rp 46,072,767. 28, walaupun biaya pesan mengalami peningkatan sebesar Rp 9,489,604. Penurunan biaya simpan yang terjadi dikarenakan frekuensi pemesanan yang lebih besar, sehingga jumlah rata-rata barang yang disimpan lebih sedikit. Penjadwalan pemesanan bahan baku pada PT HIT menggunakan teknik lotting Wagner Within dihasilkan biaya persediaan material yang tinggi, frekuensi pemesanan yang berbeda mempengaruhi jumlah inventori yang disimpan sehingga akan berpengaruh pada biaya pesan dan simpan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Pada kondisi saat ini, perusahaan melakukan pemesanan setiap kali adanya produksi yang akan dilakukan adalah 4 hingga sampai 5 minggu sekali. Sedangkan dengan menggunakan teknik lotting Wagner Within, pemesanan yang dilakukan bervariasi . aik frekuensi maupun interval pemesana. sesuai dengan perhitungan algoritma yang Total biaya simpan yang dimiliki oleh teknik lotting Wagner Within lebih kecil dibandingkan dengan teknik yang digunakan oleh perusahaan dimana setiap pesanan yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan dalam beberapa periode kedepan sehingga jumlah bahan baku yang disimpan digudang akan langsung digunakan pada periode berikutnya. Pada kondisi saat ini, seringkali pemesanan bahan baku tidak melihat keadaan kedatangan jumlah bahan baku saat dipesan dan yang telah ada di gudang untuk proses produksi maka rata-rata penyimpanan bahan baku digudang cukup banyak. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai Kekurangan pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan saat ini adalah terjadinya penumpukan bahan baku di gudang . hal ini menimbulkan tingginya biaya simpan yang timbul, yaitu sebesar Rp 81,967,889. 19 atau 56% dari total biaya pengendalian persediaan yang timbul. Pengendalian persediaan yang sebaiknya diterapkan perusahaan adalah metode MRP dengan teknik lotting Wagner Whitin. Manfaat penerapan pengendalian persediaan usulan adalah diperolehnya penghematan total biaya pengendalian persediaan sebesar Rp 36,583163. 28 atau 25% dibandingkan total biaya pengendalian persediaan saat ini. Beberapa hal yang disarankan kepada perusahaan terkait dengan perubahan teknik lotting usulan sebagai berikut: Perusahaan sebaiknya mengadakan sosialisasi mengenai perubahan teknik lotting dalam melakukan perencanaan kebutuhan bahan baku kepada Bagian PPIC. Perusahaan sebaiknya menerapkan teknik lotting usulan untuk mengendalikan persediaan produk active speaker untuk tipe lainnya. JOURNAL OF INTEGRATED SYSTEM VOL 3. NO. JUNI 2020: 59-71 Daftar Pustaka