JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 2. No 2. Nopember 2019 MANAJEMEN WIRELESS DENGAN MAPPING SSID ACCESS POINT PADA STMIK LOMBOK Ahmad Tantoni1. Mohammad Taufan Asri Zaen2 1Program Studi Teknik Informatika. STMIK Lombok 2Program Studi Sistem Informasi. STMIK Lombok Jln. Basuki Rahmat No. 105 Praya Lombok Tengah 83511 1 ahmad. tantoni@students. id, 2opanzain@gmail. Abstract The wireless network at STMIK Lombok is connected to the local server network and the internet with the spread of access points in several buildings. In some parts of the building have different strengths and the access point or wireless signal strengths, some have broad and strong signal coverage, but there are also areas that have limited / weak signal coverage, even no wireless or blank-spot signal. This blank spot can be caused by many obstacles, including walls, tiles, trees, and others. Based on observations at STMIK Lombok, wireless signal coverage has not been able to cover the entire campus building area. many are unstable and tend to be weak. Therefore, wireless management research was conducted by mapping the SSID access point which is expected to offer/give a solution so that the wireless signal can cover all STMIK Lombok campus buildings. Wireless management by mapping SSID access points on STMIK Lombok provides a solution for location placement and number of access points to be installed so that the campus area of STMIK Lombok can be covered by wireless networks. Keywords : wireless, wireless network, mapping SSID, access point. MikroTik Abstrak Jaringan wireless di STMIK Lombok terkoneksi ke jaringan server lokal dan internet dengan penyebaran access point di beberapa gedung. Di beberapa bagian gedung memiliki kekuatan dan jangkauan sinyal access point atau wireless yang berbeda-beda, ada yang memiliki jangkauan sinyal yang luas dan kuat, namun ada juga area yang memiliki sinyal yang jangkauannya terbatas/lemah, bahkan tidak ada sinyal wireless atau blank-spot. Blank spot ini bisa disebabkan karena banyak penghalang diantaranya tembok, genteng, pohon dan lain-lain. Berdasarkan observasi di STMIK Lombok, jangkauan sinyal wireless belum mampu mengcover seluruh area gedung kampus, banyak yang tidak stabil dan cenderung lemah. Oleh sebab itu dilakukan penelitian manajemen wireless dengan mapping SSID access point yang diharapkan memberi solusi agar sinyal wireless bisa mengcover semua gedung kampus STMIK Lombok. Manajemen wireless dengan mapping SSID access point pada STMIK Lombok memberikan solusi penempatan lokasi dan jumlah access point yang akan dipasang agar area kampus STMIK Lombok bisa tercover jaringan wireless. Kata kunci : wireless, jaringan nirkabel, mapping SSID, access point. MikroTik ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Pendahuluan STMIK Lombok merupakan sebuah perguruan tinggi swasta yang berada di kabupaten Lombok Tengah dan disahkan oleh Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor registrasi 201/D/O/2004. STMIK Lombok menggunakan jaringan nirkabel dalam memenuhi kebutuhan akses internet untuk civitas akademika di sekitar kampus. Jaringan wireless ini terkoneksi ke jaringan server lokal dan ke internet dengan penyebaran access point di beberapa gedung. Di beberapa gedung kampus STMIK Lombok memiliki kekuatan dan jangkauan sinyal access point atau wireless yang berbeda-beda, ada jangkauan sinyal yang luas dan kuat namun juga ada area sinyal yang jangkauannya terbatas/lemah bahkan tidak ada sinyal wireless atau blank-spot karena banyak penghalang diantaranya tembok, genteng, pohon dan lain-lain. Berdasarkan observasi pada gedung STMIK Lombok, dan penelitian sebelumnya terkait jangkauan sinyal wireless belum mampu mengcover seluruh area gedung kampus, banyak yang tidak stabil dan cenderung lemah . Maka dari itu, dilakukan penelitian manajemen wireless dengan mapping SSID access point STMIK Lombok dan diharapkan memberikan solusi agar sinyal wireless bisa mengcover semua gedung di kampus STMIK Lombok. Tinjuan Pustaka Penelitian yang dilakukan Titahningsih, dkk . tentang Perancangan Penempatan Access Point untuk Jaringan Wifi Pada Kereta Api Penumpang. Penelitian ini memeiliki kesamaan untuk melakukan mapping SSID, penelitian ini dilakukan pada kereta api penumpang sedangkan yang ini dilakukan pada kampus. Motode penyelesaian menggunakan link budget, jumlah access point, jangkauan access point, kapasitas client. Hasil penelitian adalah jumlah minimal access point yang dibutuhkan agar dapat berkerja dengan baik dalam kereta api penumpang adalah 3 access point. Dan untuk penempatan access point akan ditempatkan sejajar ditengah-tengah kereta api penumpang karena dengan posisi ini sinyal dari access point dapat menyebar merata dalam kereta api Penelitian yang dilakukan Wanto, dkk . tentang Analisis dan Pemodelan Posisi ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 2. No 2. Nopember 2019 Access Point Pada Jaringan WIFI menggunakan Metode Simulate Annealing. Kesamaan yang diteliti terdapat pada kesamaan untuk menentukan letak terbaik penempatan access point supaya bisa mengcover semua tempat yang diinginkan. Motode penyelesaian yang Penghitungan terhadap parameter-parameter yang dicari yaitu menentukan fungsi evaluasi atau fungsi objektif dari simulate annealing yang dihasilkan dari fungsi jarak, penghalang, ketinggian transmitter, pengguna, tipe dan merk access point dari hasil pengukuran dilapangan dan melakukan pengujian terhadap 1 . buah perangkat access point yang diletakkan dalam ruang 1 . dimensi dengan sistem propagasi Line Of Sight (LOS) dan Non Line Of Sight (NLOS). Hasil dikembangkan dalam penelitian ini memberikan hasil optimisasi yang lebih baik pada propagasi LOS untuk gedung 1 lantai 4 AMIK TUNAS BANGSA Pematangsiantar presentase coverage area terbaik. Dengan hasil RSSI di antara -50dBm s/d -60dBm yang masuk dalam kategori kekuatan sinyal Excellent. Penelitian yang dilakukan Satwika dan Sukafona . tentang Analisis Coverage dan Quality of Service Jaringan WIFI 2,4 GHz Di STMIK STIKOM Indonesia. Kesamaan yang diteliti terdapat tujuan yang sama untuk mengcover seluruh area pancaran sinyal wireless, akan tetapi penelitian yang dilakukan ini sampai ke pengujian QoS. Motode penyelesaian penelitian ini meliputi studi literatur, identifikasi masalah, pengukuran kualitas sinyal WiFi, pengukuran QOS jaringan WiFi, analisis kuat sinyal dan performansi jaringan WiFi. Hasil penelitian ini kondisi coverage sinyal berdasarkan kuat sinyal yang dipancarkan adalah secara keseluruhan sudah tercover jaringan WiFi, namun ada beberapa area yang tercover sinyal dengan kualitas sinyal yang sangat rendah. Penelitian yang dilakukan Puspitasari dan Pulungan . Optimisasi Penempatan Posisi Access Point pada Jaringan WIFI Menggunakan Metode Simulated Annealing. Kesamaan yang diteliti untuk melakukan mapping SSID, metode penyelesaian yaitu teknik berdasarkan kondisi access point sebenarnya dan pemodelan sistem berdasarkan metode Hasil JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire menyimpulkan metode yang dikembangkan memberikan hasil optimisasi yang lebih baik dibandingkan dengan perencanaan awal. Dan hasil pengujian dengan pemodelan sistem menggunakan metode simulated annealing dengan nilai threshold level daya sebesar -30 dBm. 1 WLAN (Wireless Local Area Networ. WLAN (Wireless Local Area Networ. merupakan salah satu jaringan komputer yang memanfaatkan gelombang radio sebagai media transmisi data. Informasi data elektronik ditransfer dari satu komputer ke komputer lain melalui gelombang radio. 2 Wi-Fi (Wireless Fidelit. Wi-Fi (Wireless Fidelit. merupakan sekumpulan standar yang digunakan untuk jaringan lokal nirkabel (WLAN). Spesifikasi yang mendasari adalah spesifikasi Ie 802. spesifikasi ini terus dikembangkan hingga muncul banyak standar. Saat ini, spesifikasi wifi memiliki empat standar yaitu: 802. 11a, 802. 11g, dan 802. 3 Penukuran Kuat sinyal Kualitas sinyal didasarkan pada sejumlah faktor, termasuk daya output dari transmitter sensitivitas penerima, path loss dari pemancar ke penerima. Kekuatan sinyal dinyatakan dalam satuan desibel . B), karena tingkat daya rendah, dan redaman ruang bebas. RSSI menyatakan bahwa nilai kualtas sinyal semakin besar menadakan kualitas sinyalnya lemah dan sebaliknya semakin dekat dengan jumlah nol maka kualitas sinyalnya semakin kuat. 4 Access Point Access point adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan koneksi beberapa peralatan jaringan wireless. Access point juga berfungsi mengirim dan menerima data menggunkan jaringan wireless. 5 Channel 2,4Ghz Penentuan channel yang tepat sangat penting dilakukan agar tidak terjadi overlap atau tumpang tindih dengan jaringan wireless lainnya. Secara lengkap gambaran interference yang akan terjadi antar channel dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 2. No 2. Nopember 2019 Gambar 1. Channel 2,4Ghz 6 RSSI (Received Signal Strength Indicato. RSSI (Received Signal Strength Indicato. sebagai indeks yang menunjukkan kekuatan sinyal yang diterima pada antarmuka antena, dapat digunakan untuk menganalisis sinyal yang diterima dari BTS. Daftar pembagian kualitas sinyalnya pada tabel 1 sebagai berikut: . Tabel 1. Kualitas kekuatan sinyal Kualitas Kuat Sinyal . Exceptional Better than -40 Very Good -40 to -55 Good -55 to -70 Marginal -70 to -80 Intermittent to No -80 and beyond Operation 7 Software Ekahau HeatMapper Ekahau heatmapper merupakan software yang digunakan untuk melakukan pemetaan area jangkauan dari sinyal access point berdasarkan denah gedung atau lokasi. Hasil pemetaan ini nantinya akan membentuk suatu coverage area dari access point yang terdeteksi, ditandai dengan warna yang muncul pada denah atau lokasi tersebut. Software Ekahau HeatMapper ini gratis, mudah digunakan, mempermudah dalam pemetaan sinyal, mampu mendeteksi access point dari area lain, hasil dari pemetaan detail dan akurat. Software ini mampu menampilkan access point yang terdeteksi berdasarkan signal. SSID, mac, channel dan security. Detail dari masing-masing access point dapat dilihat secara langsung melalui fitur-fitur diatas atau di tab sebelah kiri. Hasil dari mapping hanya bisa di save kedalam gambar . jpeg atau . dikarenakan fitur yang tersedia untuk menyimpan hasil hanya take screenshoot, capture warna yang dihasilkan tidak hanya berasal dari satu access point tetapi ada interferensi dari sinyal access point yang terdeteksi di area tersebut. JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 2. No 2. Nopember 2019 Keterangan kekuatan sinyal menggunakan software Ekahau HeatMapper sebagai berikut: Gambar 2. Keterangan kekuatan sinyal Metodologi Penelitian Metodologi sebagai berikut: Gambar 4. Denah kampus Mulai Studi Literatur Analisa Kebutuhan Perancangan Pengujian dan Hasil Kesimpulan Gambar 5. Denah Ruangan Kampus Gedung 1 Denah gambar ruangan pada gedung 1 lantai 1 sebagai berikut: Selesai Gambar 3. Metodologi Penelitian Gambar 3 menjelaskan alur langkah langkah yang akan dilakukan dalam pengerjaan tugas akhir ini. Yang pertama dilakukan studi literature untuk mempelajari dan memahami konsep yang terkait dalam perancangan. Yang kedua melakukan analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi kebutuhan dalam perancangan ini, hardware yang digunakan pada analisis mapping wireless ini adalah produk mikrotik dengan seri RB951ui-2hnd. Yang ketiga dilakukan perancangan dan perhitungan berdasarkan hasil dari analisis kebutuhan. Yang keempat dilkakukan pengujian sesuai dengan hasil dari perancangan dan perhitungan dan yang terakhir akan ditarik kesimpulan berdasarkan hasil dari pengujian. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Gambar 6. Denah gedung 1 lantai 1 Denah gambar ruangan pada gedung 1 lantai 2 sebagai berikut: Gambar 7. Denah gedung 1 lantai 2 JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Pada gambar 6 terdapat ruang Prodi. Akademik, lobi. Ketua/yayasan dan LPPM, sedangkan pada gambar 7 terdapat ruang untuk Gedung 2 Denah gambar ruangan pada gedung 2 lantai 1 sebagai berikut: Volume 2. No 2. Nopember 2019 ini diharapkan memberikan penjelasan ilmiah yang secara logis dapat menerangkan alasan hasil-hasil dideskripsikan secara jelas, lengkap, terinci, terpadu, sistematis, serta berkesinambungan. Gedung 1 Hasil mapping SSID pada gedung 1 dengan penempatan 2 access point sebagai berikut: Gambar 8. Denah gedung 2 lantai 1 Denah gambar ruangan pada gedung 2 lantai 2 sebagai berikut: Gambar 9. Denah gedung 2 lantai 2 Pada gambar 8 terdapat 5 ruang kelas sedangkan pada gambar 9 Terdapat 5 ruang Gedung 3 Denah gambar ruangan pada gedung 3 lantai 1 sebagai berikut: Gambar 12. Hasil mapping SSID mhs1@stilohotspot Gambar 12 menunjukkan hasil mapping SSID mhs1@stilohotspot yang access pointnya ditempatkan ditengah ruang jurusan dan ruang Dilihat menunjukkan sinyal wireless yang lemah pada ruang ketua/yayasan dan ruang LPPM. Gambar 10. Denah gedung 3 lantai 1 Denah gambar ruangan pada gedung 3 lantai 2 sebagai berikut: Gambar 11. Denah gedung 3 lantai 2 Pada gambar 10 terdapat 4 ruang kelas sedangkan pada gambar 11 terdapat 4 ruang Hasil dan Pembahasan Bagian Hasil dan Pembahasan merupakan bagian yang memuat semua temuan ilmiah yang diperoleh sebagai data hasil penelitian. Bagian ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Gambar 13. Hasil mapping SSID mhs2@stilohotspot Gambar 13 menunjukkan hasil mapping SSID mhs2@stilohotspot yang access pointnya ditempatkan ditengah ruang ketua/yayasan dan ruang LPPM. Dilihat dari gambar diatas menunjukkan sinyal wireless yang lemah pada ruang jurusan dan ruang akademik. Gambar 14. Gabungan hasil mapping SSID mhs1@stilohotspot dan SSID mhs2@stilohotspot Gambar 14 menunjukkan gabungan hasil mapping SSID mhs1@stilohotspot dan SSID mhs2@stilohotspot. Dilihat dari gambar diatas menunjukkan kekuatan sinyal wifi sudah tersebar pada semua ruangan. JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Gedung 2 Hasil mapping SSID pada gedung 2 dengan penempatan 3 access point sebagai berikut: Volume 2. No 2. Nopember 2019 menunjukkan kekuatan sinyal tersebar pada semua ruangan. Gedung 3 dan gedung 4 Hasil mapping SSID pada gedung 3 dan gedung 4 dengan masing-masing penempatan 2 access point sebagai berikut: Gambar 15. Hasil Hasil mapping AccessPoint1 Gambar 15 menunjukkan hasil mapping AccessPoint1 ditempatkan ditengah R. Kelas 1 dan R. Kelas2. Dilihat dari gambar diatas menunjukkan sinyal wireless yang lemah pada R. Kelas 3. Kelas 4 dan R. Kelas 5. Gambar 16. Hasil mapping AccessPoint2 Gambar 16 menunjukkan hasil mapping AccessPoint2 ditempatkan ditengah R. Kelas3. Dilihat dari gambar diatas menunjukkan sinyal wireless yang lemah pada R. Kelas 1 dan R. Kelas Gambar 17. Hasil mapping AccessPoint3 Gambar 17 menunjukkan hasil mapping AccessPoint3 ditempatkan ditengah R. Kelas 4. Dilihat dari gambar diatas menunjukkan sinyal wireless yang lemah pada R. Kelas1. Kelas 2 dan R. Kelas 5. Gambar 19. Hasil mapping SSID mhs1@stilohotspot Gambar 19 menunjukkan hasil mapping mhs1@stilohotspot ditempatkan ditengah R. Kelas1 dan R. Kelas 2. Dilihat dari gambar diatas menunjukkan sinyal wireless yang lemah pada R. Kelas 3 dan R. Kelas 4. Gambar 20. Hasil mapping SSID mhs2@stilohotspot Gambar 20 menunjukkan hasil mapping mhs2@stilohotspot ditempatkan ditengah R. Kelas 3 dan R. Kelas 4. Dilihat dari gambar diatas menunjukkan sinyal wireless yang lemah pada R. Kelas 1 dan R. Kelas 2. Gambar 21. Gabungan hasil mapping SSID mhs1@stilohotspot dan SSID mhs2@stilohotspot Gambar 18. Gabungan AccessPoint1. AccessPoint2 dan AccessPoint3 Gambar 18 menunjukkan gabungan hasil mapping AccessPoint1. AccessPoint2 AccessPoint3. Dilihat dari gambar diatas ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Gambar 21 menunjukkan gabungan hasil mapping SSID mhs1@stilohotspot dan SSID mhs2@stilohotspot. Dilihat dari gambar diatas menunjukkan kekuatan sinyal wifi sudah tersebar pada semua ruangan. JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Kesimpulan dan saran Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada gedung 1 ditempatkan perangkat access point sebanyak 2 unit. Pada gedung 2 ditempatkan perangkat access point sebanyak 3 unit. Pada gedung 3 dan gedung 4 ditempatkan perangkat access point sebanyak 2 unit. Saran penelitian ini adalah menggunakan perangkat jaringan dengan power wireless yang berbeda dan bisa menggunakan software mapping SSID yang berbeda untuk pengujian. Volume 2. No 2. Nopember 2019 Puspitasari and R. Pulungan. AuOptimisasi Penempatan Posisi Access Point pada Jaringan Wi-Fi Menggunakan Metode Simulated Annealing,Ay Creat. Inf. Technol. , vol. 2, no. 1, p. 51, 2018. Syafrizal. Pengantar Jaringan Komputer. Yogyakarta: Penerbit Andi, . Kurniawan. Jaringan Komputer. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2007. Veris. Veris Aerospond Wireless Sensors : Received Signal Strength Indicator (RSSI). Zam. Cara Mudah Membuat Jaringan Wireless. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2014. Daftar Pustaka: