CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy https://doi. org/10. 25008/caraka. AFINA INDAH PERTIWI EFI FADILAH HERU RIANTO BUDIANA Universitas Padjadjaran - Indonesia ABSTRACT The cigar industry makes a significant contribution to the country's foreign exchange earnings with high market value both domestically and internationally. However, behind this image of luxury lies a stark contrast in the daily lives of cigar factory workers most of whom are women. In Temanggung, these women endure repetitive and detail-oriented factory work while simultaneously carrying the burden of domestic responsibilities. This reality is portrayed in the video feature titled "Perempuan di Balik Asap Cerutu" (Women Behind the Cigar Smok. , which aims to highlight their everyday struggles and dual roles. To convey these stories more intimately, the human interest writing style is applied as a narrative approach, as it allows for emotional and personal storytelling that fosters empathy from the audience. Through this method, the social issues presented are brought to life in a way that feels closer and more relatable, offering deeper insight into the complex realities faced by female factory workers. Keywords: video feature, cigar worker, cigar industry, human interest, scriptwriting, writing style ABSTRAK Industri cerutu memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan devisa negara dengan nilai jual yang tinggi di pasar domestik maupun internasional. Namun, di balik kemewahan nilai tersebut, terdapat kontras yang mencolok dengan realita kehidupan para buruh cerutu, khususnya Di Temanggung, mereka bekerja dalam rutinitas pabrik yang menuntut ketelitian dan ketahanan, sambil menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga. Realita tersebut diangkat dalam video feature berjudul "Perempuan di Balik Asap Cerutu", yang menyoroti keseharian dan perjuangan mereka secara mendalam. Studi ini menggunakan gaya penulisan human interest sebagai pendekatan naratif, karena mampu menghadirkan cerita secara emosional dan personal, serta menggugah empati audiens terhadap subjek yang diangkat. Melalui pendekatan ini, pesan sosial yang disampaikan terasa lebih hidup dan dekat, memungkinkan audiens memahami kompleksitas peran dan beban yang diemban para buruh perempuan secara lebih menyeluruh. Kata kunci: video feature, buruh cerutu, industri cerutu, human interest, penulisan naskah, gaya Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 AuthorAos email correspondent: Afinaindahpertiwi27@gmail. The author declares that she/he has no conflict of interest in the research and publication of this manuscript Copyright A 2025: Afina Indah Pertiwi Licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 (CC BY-SA 4. Available at http://caraka. Submitted: 30/May/2025. Revised: 31/July/2025. Accepted: 01/Dec/2025 PENDAHULUAN Setiap cerita memiliki cara tersendiri untuk disampaikan. Dalam video feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy, penulis memilih pendekatan human interest agar kisah tokoh utama terasa lebih dekat dan menyentuh hati penonton. Dalam penciptaan video itu penulis secara sadar menerapkan gaya penulisan feature human interest guna membangun kedekatan emosional antara penonton dan tokoh utama. Tokoh utama dalam video ini adalah Ibu Nuryani, salah satu pekerja perempuan tertua di PT Rizona, sebuah pabrik cerutu yang telah menjadi tempatnya mengabdi sejak tahun 1982. Sosok Ibu Nuryani dipilih karena merepresentasikan potret buruh perempuan yang tangguh, sederhana, dan setia bekerja meskipun di tengah keterbatasan. Pengalaman panjang dan perannya sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga menjadi daya tarik utama yang menjadikan kisahnya relevan untuk disampaikan melalui pendekatan human interest. Penulisan naskah ini tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga dirancang untuk menggugah perasaan melalui detail naratif yang menyentuh pada objek, suasana, tokoh, dan kronologi kejadian sehingga dapat menimbulkan empati pembaca (Setyorini & Dawud. Karakteristik utama gaya ini terlihat dalam penggunaan detail keseharian tokoh, seperti rutinitas pagi Ibu Nuryani, kondisi sosial-ekonomi, dan beban peran gandanya sebagai ibu sekaligus pekerja. Deskripsi yang menimbulkan nilai rasa tersebut menjadi inti dari penyusunan naskah, karena memungkinkan penonton merasakan langsung emosi yang dialami tokoh, seolah-olah mereka hadir di dalam cerita. Pendekatan penulisan naskah bergaya human interest memiliki peran penting dalam membangun kedekatan emosional antara penonton dan tokoh yang diangkat. Naskah human interest berfokus pada sisi-sisi kemanusiaan seperti perjuangan hidup, emosi, harapan, serta dinamika personal yang sering kali luput dari perhatian. Gaya penulisan ini bisa membangkitkan emosi pembaca atau penonton seperti tawa, haru, marah, atau empati. Media massa juga sering memakai pendekatan ini, terutama pada rubrik ringan akhir pekan, karena ceritanya menyentuh dan dekat dengan kehidupan sehari-hari (Bulqiyyah et al. Kisah "Perempuan di Balik Asap Cerutu" tidak hanya menyoroti kehidupan seorang buruh cerutu perempuan, tetapi juga mengangkat sisi manusiawi dan nilai-nilai ketekunan, perjuangan, serta loyalitas yang menyertainya. Untuk menyampaikan pesan tersebut secara menyeluruh dan menyentuh, digunakan struktur naratif tiga babak serta pendekatan penulisan naskah human interest. Penulisan human interest menjadi lebih kuat saat cerita disajikan dengan detail yang hidup dan menggambarkan realitas tokoh secara emosional. Ketika narasi dibangun secara mendalam mulai dari suasana, latar belakang, hingga dinamika perasaan tokoh pembaca atau penonton dapat membayangkan secara jelas situasi yang dihadapi. Cara ini membuat mereka merasa seolah menjadi bagian dari cerita, terlibat langsung dalam peristiwa yang Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami isi kisah, tetapi juga Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 merasakan emosi yang menyertainya secara lebih intens dan personal (Effendy & Hasugian. Salah satu realitas yang ingin diangkat melalui pendekatan human interest ini adalah peran ganda perempuan, yang kerap tersembunyi di balik rutinitas dan beban kerja yang dijalani dalam diam. Sebagai anggota masyarakat, perempuan turut andil dalam berbagai sektor penting kehidupan, baik di ranah domestik maupun publik. Secara umum peran ganda perempuan berarti menjalankan dua atau lebih tugas secara bersamaan. Umumnya, tugas ini mencakup pekerjaan di rumah sebagai ibu rumah tangga dan pekerjaan di luar rumah sebagai pencari nafkah (Rahmawati, 2. Menjalani peran ganda, jutaan perempuan justru menjadi penopang utama di industri rokok nasional yang menyerap tenaga kerja dalam skala besar. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian pada tahun 2020 total pekerja di sektor ini mencapai 5,98 juta orang dan mayoritasnya adalah perempuan. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,28 juta bekerja di sektor manufaktur dan distribusi, sedangkan 1,7 juta lainnya di sektor perkebunan (Pasardana, 2. Ketua Harian Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK). Agus Sarjono, mengungkapkan Industri Hasil Tembakau (IHT) menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dengan perempuan mencakup sekitar 80 persen dari total pekerjanya, seperti yang terlihat di Kudus sebagai salah satu sentra industri tersebut (Pasardana, 2. Fenomena ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjalankan peran domestik di rumah, tetapi juga memikul tanggung jawab besar di sektor produksi nasional. Di balik gerakan tangan yang menggulung daun tembakau setiap hari, tersembunyi rutinitas panjang yang kerap tak terlihat oleh publik memadukan kerja profesional dan kerja domestik dalam satu waktu. Ironisnya, kontribusi besar perempuan ini berlangsung dalam bayang-bayang Penerimaan negara dari sektor cukai terus menjadi salah satu sumber utama Tauhid Ahmad. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mengungkapkan pada tahun 2023, penerimaan cukai hasil tembakau Indonesia mengalami penurunan sebesar Rp5 triliun. Jika pada 2022 angkanya mencapai Rp218 triliun, tahun berikutnya turun menjadi Rp213 triliun (RRI, 2. Pada 2024, penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) kembali meningkat menjadi Rp216,9 triliun atau tumbuh sebesar 2,0% . (Bea Cukai, 2. Kenaikan tahun 2024 ini menunjukkan adanya pemulihan serta kontribusi signifikan dari sektor tembakau terhadap pendapatan negara. Pendapatan dari CHT memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia. CHT termasuk dalam kategori sumber pemasukan penting bagi anggaran negara dan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pendanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Perdana et al. , 2. Sektor ini menjadi tulang punggung pemasukan negara, namun kesejahteraan para pekerjanya, terutama perempuan, tidak selalu sebanding dengan kontribusi yang mereka berikan. Realitas ini menunjukkan kontras yang tajam, di satu sisi negara menikmati manfaat ekonomi dari industri rokok, tetapi di sisi lainnya perempuan-perempuan yang menopang industri tersebut tetap berada dalam situasi kerja yang melelahkan dan terbatas secara sosial maupun ekonomi. Salah satu subsektor dari industri hasil tembakau yang memperlihatkan kondisi tersebut adalah industri cerutu. Meski produksi cerutu tidak sebesar rokok kretek, proses produksinya sangat bergantung pada tenaga kerja manual, terutama perempuan, yang memiliki keterampilan dalam menggulung daun tembakau dengan ketelitian tinggi. Cerutu kerap diasosiasikan dengan kemewahan, tetapi di balik citra itu tersembunyi kisah buruh Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 perempuan yang bekerja dalam tekanan dan keterbatasan, tanpa jaminan kesejahteraan yang sebanding dengan kontribusi mereka. Keterbatasan kesempatan di sektor lain menjadi salah satu alasan utama perempuan bekerja di industri rokok dan tembakau. Meski begitu, alasan paling umum perempuan memilih bekerja adalah untuk meringankan beban ekonomi keluarga (Purwati et al. , 2. Banyak dari mereka terdorong oleh kebutuhan ekonomi, terutama jika suami tidak memiliki penghasilan tetap atau pendapatan rumah tangga tidak mencukupi kebutuhan. Selain faktor finansial, beberapa perempuan juga bekerja untuk mengisi waktu luang, menambah pengalaman, atau memiliki penghasilan sendiri. Pada umumnya, perempuan dialokasikan ke bagian produksi karena dinilai ringan dan tidak membutuhkan keahlian khusus. Penempatan ini memungkinkan mereka untuk tetap menjalankan peran domestik sambil berkontribusi pada ekonomi keluarga. Dalam banyak kasus, suami dan istri saling mendukung untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, menciptakan keseimbangan dalam tanggung jawab ekonomi (Maghfuroh. Pekerja buruh di industri rokok umumnya dapat dijalani tanpa membutuhkan pendidikan formal yang tinggi atau kemampuan khusus. Pekerjaan ini hanya membutuhkan kecekatan dan ketelitian dalam menjalankan tugas (Wijayanti, 2. Banyak perempuan dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah memilih pekerjaan di sektor ini karena ketersediaannya yang melimpah dan persyaratan masuk yang relatif mudah. Dengan keterampilan yang seadanya maka banyak perempuan memilih pekerjaan ini. Namun, pekerjaan dengan keterampilan rendah sering kali menawarkan upah yang tidak sebanding dengan beban kerja yang dijalankan. Kondisi ini terutama dialami oleh pekerja perempuan di sektor informal, termasuk industri rokok, di mana mereka dihadapkan pada pekerjaan berulang yang membutuhkan kecekatan tetapi dihargai dengan upah Ihromi . menyatakan tingkat pendidikan yang rendah tidak hanya berdampak pada jenis pekerjaan yang dapat diakses oleh perempuan, tetapi juga mempengaruhi posisi mereka di tempat kerja dan jumlah upah yang diterima. Perempuan dengan pendidikan rendah cenderung berada di posisi yang tidak strategis, sehingga memiliki daya tawar yang lemah terhadap kebijakan upah. Dalam konteks gender, pekerja perempuan cenderung mendapatkan upah rendah karena dianggap mau bekerja dengan bayaran lebih rendah. Mereka sering dipandang bukan sebagai pencari nafkah utama, melainkan hanya sebagai tambahan penghasilan keluarga. Selain itu, terdapat pandangan bahwa buruh perempuan lebih mudah diatur dan cenderung memiliki perlawanan yang rendah terhadap kebijakan Perusahaan (Uli, 2. Meskipun kontribusi perempuan di sektor ini sangat penting bagi kelangsungan industri, kesejahteraan mereka seringkali terabaikan. Hak-hak dasar seperti upah layak, perlindungan kesehatan, dan keamanan kerja belum sepenuhnya terpenuhi. Padahal. Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menegaskan prinsip kesetaraan gender di tempat kerja. Dalam Pasal 5 dan 6 dinyatakan tenaga kerja, perempuan maupun laki-laki, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan mendapatkan perlakuan yang adil dari pengusaha. Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada diskriminasi berbasis gender dalam hal kesempatan kerja maupun hak-hak tenaga kerja. Namun, dalam praktiknya, penerapan aturan ini di industri rokok menemui berbagai hambatan, terutama bagi buruh perempuan. Studi ini mengangkat realitas perempuan buruh cerutu yang menghadapi tekanan ekonomi dan sosial dalam diam. Di tengah rutinitas menggulung tembakau, mereka memikul peran sebagai tulang punggung keluarga, tanpa banyak pilihan selain bertahan dalam Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 pekerjaan yang penuh keterbatasan. Cerita-cerita mereka mencerminkan keteguhan yang lahir bukan dari kebebasan memilih, melainkan dari desakan ekonomi dan sempitnya peluang kerja di daerah tempat tinggal. Loyalitas terhadap pekerjaan bukan didasari oleh kenyamanan, tetapi oleh kebutuhan yang mendesak. Mereka menjalani pekerjaan berat dengan imbalan yang tidak sepadan, dalam lingkungan yang minim perlindungan dan jauh dari kata layak. Kisah yang ditampilkan pada studi ini bukan sekadar potret ketekunan, melainkan juga seruan agar suara mereka tak lagi terabaikan. Melalui pendekatan human interest, video ini menjadi ruang untuk menyuarakan kondisi buruh perempuan yang selama ini terpinggirkan dalam narasi industri tembakau. Penulis berharap penonton dapat melihat lebih dekat sisi kemanusiaan di balik asap cerutu dan dari sana, tumbuh kesadaran kolektif akan pentingnya keadilan serta perlindungan yang setara bagi seluruh pekerja, terutama perempuan. KERANGKA TEORI Narasi atau naratif berasal dari bahasa Latin narre berarti AumemberitahuAy. Dalam konteks ini, narasi dipahami sebagai cara menyampaikan peristiwa atau cerita kepada audiens (Eriyanto, 2. Narasi terdiri dari serangkaian peristiwa yang teratur mulai dari bagian pembuka, isi, hingga penutup. Dalam narasi tersebut, terdapat tokoh-tokoh yang menghadapi berbagai peristiwa atau konflik yang saling terkait satu sama lain. Hubungan antarperistiwa dan konflik ini disebut sebagai plot atau alur, yang menjadi unsur pokok narasi (Sobur, 2. Analisis naratif sendiri merupakan metode untuk memahami narasi, baik dalam bentuk fiksi seperti novel, puisi, dongeng, maupun dalam bentuk fakta seperti berita, dokumenter, atau film (Julianti, 2. Dalam pandangan ini, teks dianggap sebagai rangkaian peristiwa yang dipilih secara sadar oleh penciptanya untuk membentuk cerita yang logis dan Sobur . menyebutkan, menggunakan analisis naratif berarti memahami teks sebagai susunan peristiwa yang memiliki makna, pola logis, serta hubungan yang saling terkait antar bagiannya. Di balik cerita yang disusun tersebut, kerap tersembunyi nilai-nilai ideologis, sosial, atau emosional yang ingin disampaikan oleh pembuat cerita. Branston dan Stafford . menambahkan, narasi adalah cara mengelola ruang dan waktu secara bermakna, mengatur urutan peristiwa dari awal, tengah, hingga akhir, guna menimbulkan efek emosional tertentu pada audiens. Dalam konteks ini, penulisan naskah video feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy menggunakan gaya penulisan feature human interest. Gaya ini dipilih karena mampu menampilkan kisah nyata secara mendalam dan menyentuh. Menurut Zain . , penuturan tentang peristiwa atau kisah yang menyentuh perasaan dan mampu membangkitkan empati khalayak, seolah pembaca atau penonton merasakan langsung pengalaman tokoh, disebut sebagai feature human interest. Hal ini diperkuat oleh Kurnia . yang menyatakan kekuatan penulisan feature human interest terletak pada penyajian cerita secara kronologis, dengan nuansa tragis dan dramatis yang menyentuh rasa dan emosi pembaca. Dengan menggunakan pendekatan analisis naratif, penelitian ini berupaya menelaah bagaimana struktur cerita dalam naskah video feature dibentuk untuk menyampaikan pengalaman hidup tokoh secara utuh dan bermakna. Analisis ini mencakup alur cerita, penokohan, konflik, dan nilai-nilai yang membentuk makna dari narasi tersebut. Gaya penulisan human interest digunakan bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi sebagai strategi naratif yang mampu menggugah empati, membangun Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 keterhubungan emosional antara audiens dan tokoh, serta menyuarakan realitas sosial secara personal dan menyentuh. Pendekatan ini memungkinkan cerita yang diangkat menjadi lebih kuat secara emosional, sekaligus mengandung pesan-pesan sosial yang METODOLOGI Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis naratif. Metode ini dipilih untuk menggali dan memahami penerapan gaya penulisan human interest dalam naskah video feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy. Menurut Webster dan Metrova . , narasi adalah salah satu pendekatan dalam penelitian ilmu sosial yang digunakan untuk menggali identitas dan sudut pandang individu terhadap lingkungan sekitarnya. Pemahaman tersebut diperoleh melalui cerita-cerita yang mereka dengarkan maupun sampaikan dalam keseharian mereka. Analisis naratif memungkinkan peneliti mengeksplorasi pengalaman hidup tokoh secara mendalam, personal, dan kronologis. Penelitian ini berfokus pada narasi kehidupan seorang buruh perempuan yang disusun secara berurutan, mulai dari awal, tengah, hingga akhir, sebagaimana dijelaskan oleh Asfar . Dalam struktur naratif, alur cerita terdiri dari tiga tahap utama: tahap awal yang memperkenalkan tokoh dan latar peristiwa, tahap tengah menunjukkan perkembangan konflik hingga klimaks, dan tahap akhir berisi penyelesaian konflik. Dalam prosesnya, peneliti mengikuti tahapan dari Clandinin dan Connelly . , dimulai dari pemilihan isu, memilih objek cerita, pengumpulan informasi dan konteks kehidupan tokoh, menganalisis cerita hingga proses restorying atau penulisan ulang narasi ke dalam struktur yang runtut dan bermakna. Narasi disusun berdasarkan unsur penting seperti waktu, tempat, konflik, dan resolusi, yang mendukung penguatan unsur human interest. Hasil akhir dari seluruh proses ini dianalisis secara menyeluruh dengan mempertimbangkan ketercapaian pesan yang ingin disampaikan, nilai-nilai sosial yang diangkat, serta dampak emosional terhadap audiens. Dengan demikian, metodologi ini tidak hanya bertujuan menjelaskan teknik penulisan naskah secara naratif, tetapi juga menjadi sarana untuk menyuarakan realitas sosial melalui pendekatan personal yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa naskah video feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy disusun dengan menerapkan pendekatan penulisan human interest yang kuat. Analisis dalam bab ini berfokus pada struktur naratif yang terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, perkembangan, dan penutup. Masing-masing bagian dianalisis untuk melihat bagaimana unsur-unsur human interest dimunculkan dalam naskah, seperti pemilihan sudut pandang, penggambaran karakter, konflik yang dihadapi tokoh, serta penyampaian pesan emosional yang membangun empati penonton. Bagian Pendahuluan Dalam video feature "Perempuan di Balik Asap CerutuAy, bagian pendahuluan berfungsi sebagai pengantar untuk membangun konteks cerita dan menarik perhatian penonton sejak Bagian ini terdiri dari beberapa elemen penting sebagai berikut: Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 Pembukaan. Bagian pembuka dimulai dengan visual suasana pagi hari di Temanggung yang tenang, alami, dan tampak indah. Namun, suasana damai ini segera dikontraskan dengan narasi yang menyuarakan realita kehidupan para buruh perempuan di balik industri Cerutu sebagai produk yang identik dengan kemewahan dan kelas sosial atas, ternyata dihasilkan oleh tangan-tangan perempuan yang bekerja dalam kondisi sederhana dan penuh keterbatasan. Kontras ini disajikan untuk menggugah rasa empati penonton dan mengantarkan mereka pada kenyataan sosial yang selama ini tidak banyak diketahui. Penyajian Data dan Fakta Pendukung. Penonton disajikan data untuk memperkuat konteks cerita. Data yang ditampilkan meliputi jumlah pekerja perempuan di sektor industri rokok berdasarkan survei nasional ketenagakerjaan, serta data dari Koalisi Perempuan Indonesia yang menyebutkan sekitar 90% buruh di industri rokok adalah perempuan. Selain itu, ditampilkan juga informasi bahwa sebagian besar pekerja ini berada di sektor informal dan tidak mendapatkan perlindungan sosial yang memadai. Data ini disajikan dalam bentuk infografis dan narasi guna menegaskan bahwa cerita dalam video ini bukan sekadar kisah pribadi, melainkan mencerminkan realitas sosial yang lebih luas. Pengenalan Pabrik Cerutu PT Rizona Baru. Setelah konteks umum terbentuk, penonton diajak mengenal lebih dekat lingkungan kerja tempat cerita berlangsung, yaitu Pabrik Cerutu PT Rizona Baru di Temanggung dan telah berdiri sejak tahun 1910. Melalui visual dan narasi, penonton diperlihatkan bagaimana proses pembuatan cerutu dilakukan secara manual, mulai dari pemilahan daun, pelintingan, hingga pengemasan. Suasana pabrik ditampilkan secara natural tanpa dramatisasi untuk menampilkan keseharian para buruh sebagaimana Penonton juga diperkenalkan pada suasana kerja yang penuh ketelatenan dan kesabaran yang menjadi bagian dari ritme hidup para buruh. Pengenalan Tokoh Utama. Ibu Nuryani. Bagian akhir dari pendahuluan ditutup dengan perkenalan tokoh utama, yaitu Ibu Nuryani, seorang buruh perempuan yang telah bekerja di PT Rizona selama puluhan tahun. Dalam narasi awal, penonton diajak mengenal Ibu Nuryani secara sekilas mulai dari bagaimana ia berangkat bekerja, rutinitas paginya di rumah, hingga momen ia tiba di pabrik dan mulai bekerja. Pemilihan Ibu Nuryani sebagai tokoh utama dilakukan karena kehidupannya merepresentasikan banyak perempuan pekerja yang tak hanya menghadapi tuntutan ekonomi, tetapi juga menjalankan peran ganda dalam keluarga. Ia menjadi simbol dari ketangguhan, ketulusan, dan kesederhanaan yang ingin ditampilkan dalam video ini melalui pendekatan human interest. Narasi dan penjelasan bagian Pendahuluan diuraikan di Tabel 1. Tabel 1. Narasi dan Penjelasan Bagian Pendahuluan Narasi/Voice Over Narasi (Voice Over/VO) KATA-KATA SEDERHANA DARI TANGAN YANG TAK SEDERHANA. DARI JEMARI TELATEN INILAH/ TERCIPTA KARYA/ MAHKOTA KEMEWAHAN YANG MEMBUAT DUNIA TERPANA ADALAH CERUTU// Narasi (Voice Over/VO) Penjelasan Mengandung ungkapan emotif, deskripsi subjek yang menggugah emosi, lead yang menggugah, dan penggunaan simbol. Kalimat ini membuka narasi dengan metafora AutanganAy sebagai simbol perjuangan dan ketekunan buruh perempuan, langsung membangun hubungan emosional dengan penonton. Kontras sosial, narasi reflektif. Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 DISINI/ TEMBAKAU DIOLAH MENJADI PRODUK YANG BISA DINIKMATI MASYARAKAT// YANG DULU NYA HANYA BISA DINIKMATI OLEH KALANGAN ATAS SAJA// Narasi (Voice Over/VO) DENGAN HARGA YANG TIDAK SEMUA ORANG MAMPU MEMBELI/ CERUTU ERAT KAITANNYA DENGAN STATUS SOSIAL DAN KELAS ATAS// Narasi (Voice Over/VO) DI BALIK ASAPNYA YANG MAHAL/ CERUTU BUKAN SEKEDAR PRODUK/ MELAINKAN BAGIAN DARI INDUSTRI BESAR YANG MENGGERAKAN PEREKONOMIAN// Narasi (Voice Over/VO) NAMUN/ IRONISNYA 97% TENAGA KERJA DI INDUSTRI INI ADALAH BURUH PEREMPUAN YANG HIDUPNYA JAUH DARI KATA MEWAH// Narasi (Voice Over/VO) TEMANGGUNG/ SEBUAH NAMA YANG TAK ASING DALAM PETA TEMBAKAU NASIONAL// Menunjukkan pergeseran cerutu dari simbol kelas atas ke konsumsi masyarakat luas. Memperkuat konteks sosial industri sebelum masuk ke sisi buruh. Mengandung deskripsi suasana yang menguatkan cerita dan menggunakan kontras visual dalam narasi. Menunjukkan ironi antara kemewahan cerutu dan kenyataan hidup pembuatnya, memperkuat empati dan perhatian penonton terhadap ketimpangan Mengandung berbasis fakta dan nilai kemanusiaan, dengan penerapan 5W 1H dalam bentuk narasi. Narasi ini memperluas makna cerutu sebagai bagian dari industri besar, bukan hanya barang konsumsi, dan menyisipkan fakta secara naratif agar tetap Mengandung konflik sosial, deskripsi suasana yang menguatkan cerita, dan berbasis fakta. Menyoroti ketimpangan antara kemewahan industri dan kenyataan buruh perempuan melalui kontras yang kuat, membangun rasa keprihatinan. Mengandung deskripsi suasana dan latar budaya, menggunakan deskripsi detail tempat. Memperkenalkan lokasi dengan unsur lokal yang khas untuk memperkuat latar cerita dan membangun kedekatan emosional dengan penonton. KOTA YANG DIAPIT GUNUNG SUMBING DAN SINDORO INI TELAH PULUHAN TAHUN MENJADI RUMAH BAGI SALAH SATU PABRIK CERUTU TERTUA DI INDONESIA// TRADISI PEMBUATAN CERUTUNYA TELAH DIWARISKAN DARI GENERASI KE GENERASI// Narasi (Voice Over/VO) PABRIK CERUTU RIZONA/ SUDAH BERDIRI SELAMA LEBIH DARI SATU ABAD// BANGUNAN INI/ TELAH MENJADI SAKSI BISU BAGAIMANA PARA BURUH PEREMPUAN MENCURAHKAN WAKTU DAN TENAGA/ Deskripsi kronologi peristiwa, menggunakan simbol tempat dan narasi sejarah. Bangunan pabrik digambarkan sebagai saksi bisu perjuangan buruh, memperkuat pesan sejarah dan simbol perjuangan. Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 UNTUK MENOPANG PEREKONOMIAN KELUARGA// Narasi (Voice Over/VO) USIANYA TELAH MENGINJAK 63 TAHUN/ IA TELAH MENDEDIKASIKAN HIDUPNYA SELAMA PULUHAN TAHUN DI PABRIK CERUTU INI// Deskripsi subjek yang menyentuh secara emosional, menggunakan teknik narasi reflektif dan sudut pandang orang ketiga. Memperkenalkan tokoh utama dengan pendekatan yang dekat dan manusiawi, mengajak penonton merasakan perjalanan hidupnya. Bagian Perkembangan Bagian perkembangan dalam video "Perempuan di Balik Asap CerutuAy memperlihatkan konflik utama yang diangkat, yaitu tentang bagaimana kehidupan buruh perempuan yang bekerja dalam kondisi sederhana namun tetap menunjukkan loyalitas tinggi terhadap Berikut adalah uraian bagian perkembangan dalam video feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy yang disusun menjadi beberapa poin penting: Keseharian Ibu Nuryani di Rumah dan Pabrik. Bagian ini menampilkan aktivitas harian Ibu Nuryani sebagai buruh cerutu, mulai dari pagi hari saat ia mengurus rumah hingga saat bekerja di pabrik. Proses penggulungan cerutu dilakukan secara manual dengan ketelatenan dan kesabaran, menggambarkan dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap pekerjaannya, meski dilakukan dalam kondisi yang sederhana. Wawancara dengan Mulyadi. Pemilik PT Rizona Baru. Dalam wawancara. Mulyadi mengungkapkan bahwa para buruh perempuan merasa nyaman bekerja di pabriknya karena suasana kerja yang fleksibel dan tidak menekan. Ia juga menjelaskan alasan mengapa perempuan dipilih sebagai tenaga kerja utama, yakni karena mereka dianggap teliti dan cekatan dalam pekerjaan tangan seperti menggulung cerutu. Wawancara dengan Ragil Budi Listyantoro. SH Ae Dinas Ketenagakerjaan. Ragil memberikan pandangan mengenai loyalitas buruh perempuan serta pentingnya perlindungan hak-hak mereka. Ia menekankan bahwa buruh perempuan di sektor informal seperti industri cerutu perlu mendapat perhatian lebih, terutama dalam hal kesejahteraan kerja dan keadilan dalam sistem ketenagakerjaan. Wawancara dengan Dr. Rina Herlina Haryanti. Sos. Si Ae Akademisi dari UNS: Dr. Rina memberikan perspektif akademik tentang peran ganda perempuan sebagai buruh dan ibu rumah tangga. Ia menjelaskan bahwa meski perempuan di industri ini memiliki kontribusi besar, mereka sering terabaikan dalam hal kebijakan perlindungan. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan berpihak pada keseimbangan peran perempuan. Narasi dan penjelasan bagian Perkembangan diuraikan pada Tabel 2. Tabel 2. Narasi dan Penjelasan Bagian Perkembangan Narasi/Voice Over Narasi (Voice Over/VO) DULU/ IBU NURYANI BERSAMA SUAMINYA Penjelasan Deskripsi subjek yang menggugah emosi dan konflik sosial keluarga, menggunakan narasi reflektif dan sudut pandang orang ketiga. Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 YANG BEKERJA SEBAGAI TUKANG BECAk/ BERJUANG MENGHIDUPI KELUARGA// MESKI PENGHASILAN MEREKA PAS-PASAN/ MEREKA TETAP BISA MENYEKOLAHKAN ANAKANAKNYA// Kalimat ini memperkenalkan kondisi ekonomi keluarga Ibu Nuryani di masa lalu. Meski hidup dalam keterbatasan, narasi ini memperlihatkan kekuatan dan kebersamaan keluarga sebagai pondasi utama. Ini menyentuh sisi emosional penonton, memperkuat empati sejak awal. Narasi (Voice Over/VO) MENGGANTIKAN PERAN SUAMI BUKAN HAL MUDAH/ TAPI IBU NURYANI TETAP MELANGKAH DENGAN SEMANGAT YANG TAK PERNAH PADAM// Konflik utama tokoh dan kekuatan emosional narasi, dengan gaya penceritaan reflektif dan Kalimat ini menjadi titik penting yang menunjukkan bahwa Ibu Nuryani mengambil peran besar dalam keluarga. Ini memperkuat karakter tokoh sebagai sosok perempuan mandiri yang terus melangkah meskipun kehilangan. Narasi (Voice Over/VO) SEJAK SANG MENANTU PERGI/ IBU NURYANI TINGGAL BERSAMA ANAK BUNGSUNYA/SALING MENGUATKAN DALAM SEPI Narasi (Voice Over/VO) PAGI BAGI IBU NURYANI BUKAN HANYA SOAL BERSIAP KERJA/ IA SEMPATKAN MEMBERI MAKAN AYAM/ JUGA MASIH MENGURUS KEBUN KECIL DI SISI RUMAH TEMPAT IA MENANAM KACANG TANAH/ YANG KELAK BISA IA NIKMATI SENDIRI ATAU TUKARKAN DENGAN BERAS SAAT PANEN MELIMPAH// Deskripsi suasana dan hubungan keluarga, dengan narasi personal dan emosional. Kalimat ini memperkuat narasi sebelumnya dengan menunjukkan dinamika keluarga yang berubah. Ini mengajak penonton untuk merasakan kesunyian dan tanggung jawab yang kembali dipikul tokoh utama di usia senja. Deskripsi aktivitas dan simbol kehidupan sederhana, dengan observasi detail dan narasi Aktivitas seperti memberi makan ayam dan mengurus kebun menjadi simbol kemandirian dan ketahanan hidup. Menunjukkan bahwa tokoh tidak hanya bekerja untuk ekonomi, tapi juga menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab dan Narasi (Voice Over/VO) Relasi keluarga dan pengorbanan dalam kesederhanaan, menggunakan narasi simbolik. Momen ini menampilkan bahwa di tengah SETIAP HARI/ IA DIANTAR ANAK BUNGSUNYA keterbatasan, ada kehangatan yang tetap terjaga. MENEMPUH PERJALANAN BELASAN KILOMETER Ini memberi keseimbangan antara kerasnya hidup UNTUK SAMPAI KE PABRIK TEMPATNYA dan cinta dalam keluarga. BEKERJA// Narasi (Voice Over/VO) Deskripsi kegiatan harian dan ketekunan, dengan observasi visual dan penceritaan yang konkret. Narasi ini menggambarkan rutinitas kerja yang SETIBANYA DI PABRIK/ BU NURYANI LANGSUNG Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 BERSIAP MEMULAI PEKERJAAN// DENGAN JEMARI TERAMPIL/ IA MERAPIKAN ALAT/ MENATA LEMBAR DEMI LEMBAR TEMBAKAU/ PEKERJAAN YANG SUDAH LAMA IA JALANI// dijalani dengan ketelatenan. Ini membangun empati terhadap kerja manual yang melelahkan namun dilakukan dengan konsistensi luar biasa. Narasi (Voice Over/VO) DI TENGAH RUTINITASNYA/ IBU NURYANI// SESEKALI/ IA BERBINCANG DENGAN REKAN KERJA/ BERBAGAI CERITA DI SELA HIRUK-PIKUK PABRIK// Deskripsi suasana sosial dan kehangatan relasi antara buruh, dengan teknik observasi detail dan penggunaan simbol keseharian. Momen sederhana seperti percakapan ringan di sela pekerjaan menggambarkan nilai kebersamaan dan kekuatan komunitas. Dalam kerangka human interest, adegan ini memperkaya sisi emosional tokoh, menunjukkan bahwa meskipun pekerjaan berat, semangat dan relasi positif tetap terjaga. Narasi (Voice Over/VO) Deskripsi subjek yang menggugah emosi & mengandung harapan. Narasi ini menekankan perjuangan Ibu Nuryani bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal cinta dan tanggung jawab sebagai ibu. Kalimat ini mengajak penonton merasakan keikhlasan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi keterbatasan fisik demi masa depan anaknya. BAGINYA INI BUKAN SEKADAR MENCARI NAFKAH DENGAN TUBUH YANG TIDAK LAGI KUAT// IA BERJUANG SEBAGAI SEORANG IBU AGAR ANAKNYA BISA HIDUP LEBIH BAIK// Narasi (Voice Over/VO) PULANG KERJA BUKAN AKHIR DARI TUGASNYA// IBU NURYANI MASIH HARUS MENGURUS RUMAH// LELAH? TENTU. TAPI ISTIRAHAT BUKANLAH KEMEWAHAN YANG BISA IA NIKMATI// Deskripsi suasana dan relasi keluarga, dengan gaya naratif lembut dan simbolik. Menandai transisi dari kerja ke rumah, momen ini memperlihatkan ritme hidup yang penuh makna. Penjemputan oleh sang anak menjadi simbol kasih sayang dan dukungan keluarga yang menguatkan cerita secara emosional. Bagian Penutup Bagian akhir dalam video "Perempuan di Balik Asap CerutuAy menghadirkan momen reflektif yang menggugah emosi, sekaligus menegaskan kembali pesan utama dari keseluruhan cerita. Penutup ini menyajikan harapan-harapan sederhana namun mendalam dari tokoh utama dan keluarganya, serta mengajak penonton untuk melihat lebih dekat nilainilai kemanusiaan di balik kerja sunyi para buruh perempuan. Berikut adalah bagian-bagian pentup dari video feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy: Harapan Ibu Nuryani untuk Dirinya. Ibu Nuryani mengungkapkan harapan sederhana namun bermakna: ia ingin tetap sehat agar bisa terus bekerja. Bagi Ibu Nuryani, bekerja bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari tanggung jawabnya sebagai tulang punggung Ungkapan dan Harapan Sang Anak. Sang anak menyampaikan rasa terima kasih atas perjuangan ibunya. Ia berharap ibunya tidak terlalu lelah dan bisa menjaga kesehatannya, sebagai bentuk kepedulian seorang anak terhadap ibu yang begitu gigih berkorban. Penekanan Nilai dan Peran Buruh Perempuan. Bagian penutup ini mempertegas bahwa buruh perempuan bukan hanya pekerja di sektor informal, tetapi juga ibu, istri, dan pilar Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 Mereka adalah sosok yang layak dihormati atas dedikasi dan ketulusan yang jarang mendapat sorotan. Narasi dan penjelasan bagian Penutup diuraikan pada Tabel 3. Tabel 3. Narasi dan Penjelasan Bagian Penutup Narasi/Voice Over Penjelasan Narasi (Voice Over/VO) HAMPIR SEPARUH HIDUPNYA UNTUK BEKERJA/ IBU NURYANI ADALAH SOSOK IBU YANG BERARTI BAGI ANAK-ANAKNYA// Narasi (Voice Over/VO) KISAH IBU NURYANI ADALAH GAMBARAN RIBUAN BURUH PEREMPUAN DI INDUSTRI CERUTU. MEREKA BEKERJA KERAS/ NAMUN SERINGKALI PERJUANGANNYA LUPUT DARI PERHATIAN// BAGAIKAN KEPULAN ASAP CERUTU YANG DIHEMBUS TANPA BEBAS// Narasi (Voice Over/VO) ESOK/ IBU NURYANI AKAN KEMBALI BEKERJA// DAN TERUS MELINTING TEMBAKAU/ MENGGULUNG HARAPAN YANG ENTAH KAPAN BISA TERWUJUD DENGAN PERJUANGAN YANG AKAN TERUS BERLANJUT// Narasi (Voice Over/VO) Narasi reflektif yang menegaskan dedikasi dan makna pengorbanan tokoh utama. Penggunaan frasa Auhampir separuh hidupnyaAy menjadi simbol ketekunan dan pengabdian yang tidak bisa diukur dengan angka semata. Narasi ini membangun penghormatan terhadap buruh perempuan seperti Ibu Nuryani yang setia menjalani pekerjaan dalam jangka panjang dengan konsistensi dan semangat, meski dalam keterbatasan. Deskripsi konflik sosial dan simbolik, dengan penggunaan metafora sebagai penguat pesan. Narasi ini meletakkan cerita Ibu Nuryani dalam konteks yang lebih luas, yaitu sebagai representasi ribuan buruh perempuan lainnya yang mengalami nasib serupa. Kalimat Aubagai kepulan asap cerutu yang dihembus tanpa bebasAy menjadi metafora puitis yang mereka seringkali tak terlihat dan dilupakan, meski menjadi fondasi dari industri bernilai Refleksi tentang siklus hidup buruh perempuan, penggunaan narasi simbolik dan Kalimat perjuangan Ibu Nuryani belum berakhir. Katakata Aumenggulung harapanAy menjadi simbol dari usaha yang terus dijalani tanpa kepastian kapan akan selesai. Penutup afirmatif dengan pesan universal dan Penggunaan Gaya Narasi Human Interest dalam Penulisan Naskah Video Feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 224-237 AuDedicated to all women workers in the tobacco their stories matter. Ay Kalimat ini merangkum bahwa kisah Ibu Nuryani bukan hanya untuk dikagumi, tetapi untuk membuka mata tentang banyaknya perempuan pekerja yang kisahnya tak pernah Ini adalah penghormatan terhadap kontribusi buruh perempuan dan seruan agar suara mereka tidak lagi luput dari perhatian Kalimat dalam bahasa Inggris memberi kesan global dan profesional, memperluas jangkauan pesan dari cerita yang bersifat lokal. KESIMPULAN Selama proses pembuatan video feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy, banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga diperoleh, khususnya dalam proses penulisan naskah dengan pendekatan human interest. Proses ini tidak hanya mengasah kemampuan penulis sebagai seorang script writer, tetapi juga memperkaya pemahaman mengenai pentingnya menyampaikan pesan sosial melalui sudut pandang kemanusiaan yang Dari seluruh pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: . Melalui penerapan gaya penulisan human interest pada video feature AuPerempuan di Balik Asap CerutuAy, penulis menampilkan kisah tokoh utama secara personal dan emosional. Pendekatan ini dilakukan dengan mendekatkan sudut pandang penonton pada kehidupan tokoh, serta menyusun alur cerita yang memperlihatkan dinamika keseharian dan perjuangan tokoh secara nyata dan menyentuh. Penulisan naskah menunjukkan karakteristik khas gaya human interest, seperti penggunaan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami. Teknik yang digunakan antara lain adalah pemilihan kutipan langsung yang bermakna, penggambaran situasi dan suasana secara detail, serta penyusunan cerita yang membangkitkan empati terhadap tokoh. Unsur-unsur human interest yang ditampilkan seperti emosi, perjuangan, dan konteks sosial perempuan buruh cerutu memberikan pengaruh kuat terhadap penyampaian pesan sosial. Elemen-elemen tersebut mendorong penonton untuk lebih memahami realitas sosial yang dihadapi tokoh, serta membangun kesadaran terhadap isu kesejahteraan dan peran ganda perempuan dalam sektor kerja REFERENSI