Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e Ae ISSN : 2686-6382 Optimalisasi Pengelolaan Data Tanah Menggunakan ArcGIS di Badan Bank Tanah Andi RukmanaA. Angger Styo Yuniarti2. Samsul Makin3 . Muhammad Arif Kurniawan4. Ferdi Kuswandi5 Dosen Tetap. Universitas Insan Pembangunan Indonesia Jl. Raya Serang KM. 10 Bitung-Tangerang andy@gmail. com1, anggeryuniarti06@gmail. com2, samsulmakin25@gmail. insanpembangunan@gmail. com4, ferdikuswandi@gmail. Abstract Badan Bank Tanah, which is primarily engaged in the land sector, requires technology that can manage maps centrally and can be used collaboratively with both internal and external providers through service connections to support analysis and monitoring of HPL assets by related stakeholders based on the level of access provided. Currently. Badan Bank Tanah does not have a centralized GIS system, the process of creating shape files and map polygons is still carried out by each staff. This results in the information, database types, and data structures created being non-standard, and results in the shapefile and map polygon databases being stored on each staff's work tools. The risk that can occur from this is the loss or misinformation needed, so that if needed, it takes time to prepare the data. The solution to the application being sought is software that has the capability to store data in a standardized manner, can be connected to external GIS applications through service methods, and is centralized so that the data can be stored in a secure environment. Keywords: Land. GIS. Centralized. Application PENDAHULUAN Geospatial Information System (GIS) merupakan aplikasi berbentuk software pengolah data spasial memiliki berbagai keunggulan yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan pengolah data spasial yang dibutuhkan oleh Badan Bank Tanah. Termasuk dalam hal ini GIS dapat digunakan untuk berbagai aplikasi kajian daerah pesisir dan laut. Aplikasi dan analisa spasial yang dapat dilakukan oleh GIS antara lain manajemen data, kompilasi, visualisasi data, dan geoprocessing. Selain itu dengan menggunakan GIS, kita dapat melakukan pengolahan data spasial dalam aplikasi berbagai bidang. Badan Bank Tanah yang bergerak utamanya dalam bidang pertanahan membutuhkan teknologi yang dapat mengelola peta secara tersentralisasi, dan dapat digunakan secara kolaborasi baik dengan internal ataupun dengan penyedia eksternal melalui koneksi service untuk menunjang analisa serta monitoring asset HPL oleh para stakeholder terkait berdasarkan tingkatan level akses yang Saat ini Badan Bank Tanah belum memiliki system GIS yang tersentralisasi, proses pembuatan shapefile dan polygon peta masih dilakukan oleh masing-masing staff. Hal ini mengakibatkan tidak terstandarnya informasi, tipe database, dan struktur data yang dibuat, serta mengakibatkannya database shapefile dan polygon peta tersimpan pada masingmasing alat kerja staff. Resiko yang dapat terjadi dari hal ini adalah hilang atau misinformasi yang dibutuhkan, sehingga apabila dibutuhkan membutuhkan waktu untuk mempersiapkan data. Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e Ae ISSN : 2686-6382 dengan visualisasi dan analisis spasial yang METODE PENELITIAN Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada badan bank Data yang dikumpulkan meliputi data spasial berupa peta topografi, data penggunaan lahan, serta data administratif terkait dengan kepemilikan dan batas wilayah Hal yang menjadi pertimbangan lebih lanjut adalah familiaritas suatu aplikasi terhadap pengguna pada umumnya, hal tersebut berimplikasi terhadap ketersediaan SDM di dunia kerja yang mana membutuhkan waktu dalam pembiasaan penggunaan aplikasi. Secara umum aplikasi GIS yang akan digunakan harus sudah dikenal sehingga pengguna sudah terbiasa agar resiko terhadap pencarian SDM pengguna dapat termitigasi. Solusi dari aplikasi yang dicari adalah software yang memiliki kapabilitas untuk dapat menyimpan data secara terstandar, dapat terhubung dengan aplikasi GIS eksternal melalui metode service, dan tersentralisasi sehingga data tersebut dapat disimpan dalam environment yang aman. Gambar 1. Alur Pengumpulan Data Komponen Solusi Komponen solusi Pengembangan Sistem informasi Geospasial (GIS) Badan Bank Tanah ini terdiri dari: Lisensi. Hardware,dan Software, berupa: Perangkat lunak GIS Server level Enterprise Perangkat lunak GIS untuk desktop level standard Perangkat keras untuk mendukung penggunaan perangkat lunak GIS Pengelolaan data tanah menjadi yang lebih penting bagi lembaga yang bertugas mengelola aset tanah negara, seperti badan bank tanah. Namun, tantangan dalam manajemen data lahan, mulai dari akurasi informasi hingga pemetaan lahan yang luas, menuntut teknologi yang dapat memudahkan proses tersebut. ArcGIS, sebagai aplikasi GIS terkemuka, mampu menyediakan solusi Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e Ae ISSN : 2686-6382 Ekstensi Perangkat Lunak GIS Server untuk menunjang Manajemen Alur Kerja Pembuatan dan Pengeditan Data Spasial Ekstensi Perangkat Lunak GIS Desktop untuk mendukung Analisis 3D dan mendukung QA/QC data Transfer Knowledge kepada Badan Bank Tanah untuk maksimum 15 . ima bela. orang Dasar-dasar penggunaan perangkat lunak GIS Berbasis Desktop Dasar-dasar penggunaan dan pengelolaan data pada GIS Server Fitur perangkat lunak GIS Desktop khusus pengelolaan data bidang tanah dan pencatatan perubahan secara historis Pembuatan aplikasi GIS berbasis web GIS pada tingkat desktop, browser dan paket aplikasi ringan untuk visualisasi dan analisis peta Mampu mempubish Mobile Data Service yang dapat diakses pada perangkat GIS Mobile Mampu mempublish Service yang mensupport Web Editing Memiliki dukungan publikasi service ke Open Geospatial Consortium (OGC) seperti WMS. WFS, dan WCS, serta KML Memiliki dukungan untuk melakukan advanced geoprocessing dari tools yang dimiliki pada software GIS klien yang dilakukan secara on the fly Kemampuan Web Aplikasi Template: A Memiliki template Web Aplikasi untuk mendukung pembuatan aplikasi tanpa coding oleh pengguna, baik aplikasi 2D maupun 3D A Template web aplikasi meliputi: o Peta narasi o Dashboard o Custom web Spesifikasi Teknis Perangkat Lunak SIG Perangkat Lunak GIS Server Level Enterprise Perangkat Lunak pada Server untuk manajemen Data dengan teknologi Database Management System (DBMS), publikasi data serta Portal aplikasi untuk visualisasi peta, kemampuan analisa spasial dan geoprocessing dalam bentuk online based serta web dan mobile editing. Kemampuan Umum: A Kemampuan Spatial Data Management A Mampu mempublish data spasial ke GIS A Mempunyai kemampuan versioning, replikasi, dan sinkronisasi geodatabase A Mendukung kemampuan geodatabase yang dapat menyimpan hasil edit dari multiple-users dalam berbagai versi . ranch versionin. Dukungan Kemampuan Database: A Kapasitas penyimpanan secara unlimited untuk penyimpanan multiuser geodatabase A Memiliki database native dengan jumlah data unlimited A Support terhadap DBMS - DB2 - SQL Server - Oracle - PostgreSQL Kemampuan Publikasi Web Service: A Mampu menyediakan Geometry Service A Mampu mempublish peta 2D dan 3D yang mendukung system cached map Mampu menyediakan service peta 2D dan 3D yang dapat ditampilkan oleh aplikasi client Kemampuan Portal to Portal Collaboration: A Mampu melakukan copy item di Portal baik data maupun sebagai reference antar kementerian/lembaga/instansi yang sudah menggunakan GIS Portal secara otomatis A Sinkronisasi item dapat dilakukan berdasarkan schedule Kemampuan Skalabilitas: A Mempunyai kemampuan sehingga dapat disesuaikan dengan peningkatan kebutuhan user, software dapat di-upgrade kemampuanya secara scalable A Mempunyai berbagai solusi tool untuk specific case dengan cara menambahkan kemampuan aplikasi dalam bentuk Kemampuan Kustomisasi: A Dapat dikustomisasi dan dibangun dengan menggunakan platform . Net dan Java, serta API untuk mengembangkan Aplikasi baik Web maupun Mobile A Memiliki fitur scripting Arcade untuk melakukan kustomisasi visualisasi peta Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 A Memiliki mengembangkan aplikasi berbasis web secara mudah yang dilengkapi dengan fitur yang siap pakai Dukungan Aplikasi: Menyediakan Portal berbasis Content Management System (CMS) ready to use, sehingga tidak membutuhkan effort development Aplikasi Portal, dengan A Dapat terintegrasi dengan AD/LDAP Memiliki tools integrasi data dengan spreadsheet untuk visualisasi data dari format spreadsheet A Siap diintegrasikan dengan perangkat Business Intelligence lain baik aplikasi maupun melalui web service A Tersedia perangkat Mobile untuk diaplikasikan pada GPS Handheld dengan akurasi tinggi. A Tersedia perangkat aplikasi Mobile, untuk kemudahan survey lapangan baik berbasis Android maupun IOS sehingga dengan menggunakan authentifikasi yang tersedia pada Portal, dapat: - Mengakses Data melalui Mobile - Melakukan Penambahan dan Editing data baik spasial, atribut maupun file. Support terhadap Sistem Operasi 64 bit untuk A Windows A Linux Lisensi dan Spesifikasi software GIS A Up to 8 cores . apat diinstal di machine dengan spesifikasi 8 cor. A Licensi untuk 5 user/pengguna. Ekstensi Perangkat Lunak Manajemen Alur Kerja Pembuatan dan Pengeditan Data Spasial untuk Server Ekstensi Perangkat Lunak Manajemen Alur Kerja Basis Data Spasial untuk Server mengorganisasikan, memusatkan dengan cara standarisasi alur kerja proyek dengan menggunakan Servis Manajemen Alur Kerja. Servis Manajemen Alur Kerja adalah servis GIS yang mampu menjalankan manajemen alur kerja yang telah dibuat sehingga dapat memberikan kemudahan kepada pengguna dalam manajemen dan pemantauan proses bisnis pada suatu pekerjaan atau proyek. e Ae ISSN : 2686-6382 Perangkat Keras Hasil Hasil pengolahan data menunjukkan peta distribusi lahan badan bank tanah di wilayah Peta ini membantu mengidentifikasi wilayah mana saja yang masih kosong dan berpotensi untuk dimanfaatkan sesuai peraturan yang berlaku. Manfaat dan Efisiensi Penggunaan ArcGIS Penggunaan ArcGIS memungkinkan badan bank tanah untuk mempercepat proses pemetaan lahan dan meminimalkan kesalahan dalam pencatatan data lahan. Selain itu, aplikasi ini juga memudahkan dalam Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e Ae ISSN : 2686-6382 mengelola data spasial yang bisa diakses secara real-time. Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah. Esri. ArcGIS Enterprise Architecture and Deployment Patterns. Esri Whitepaper. Esri Support. ArcGIS Pro Documentation. Retrieved from https://pro. OGC. Open Geospatial Consortium Standards Overview. Retrieved from https://w. org/standards UN-GGIM. Integrated Geospatial Information Framework (IGIF) Implementation Guide. ISPRS Journal of Photogrammetry and Remote Sensing. GIS-based Land Management Case Studies. Kendala yang Dihadapi Kendala dalam penggunaan ArcGIS mencakup kebutuhan pelatihan teknis bagi petugas, keterbatasan akses data spasial yang akurat, dan tingginya biaya lisensi perangkat lunak GIS. Namun, manfaat yang diperoleh dianggap lebih besar dibandingkan dengan kendala yang ada. KESIMPULAN Penggunaan ArcGIS di badan bank tanah terbukti efektif dalam mengelola data lahan dan menyediakan informasi spasial yang Teknologi ini mendukung efisiensi dalam pemetaan, analisis, dan pemantauan aset lahan negara. Disarankan untuk memperluas penerapan ArcGIS pada wilayah yang lebih luas serta meningkatkan keterampilan teknis SDM di badan bank tanah. Selain itu, badan bank tanah dapat mempertimbangkan untuk berkolaborasi dengan institusi lain untuk akses data spasial yang lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA