e-ISSN: 2746-6493 p-ISSN: 0852-7105 Vol. No. April 2025. DOI: https://doi. org/10. 55122/mediastima. Penerapan Analisis Common Size. Trend, dan Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan (Studi pada PT BUKALAPAK. Tbk Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2. Sunaryo Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam As-syafiiyah Email: sunaryo56@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Bukalapak. Tbk menggunakan metode analisis trend, analisis common size, dan rasio keuangan. Pemilihan PT Bukalapak dipilih sebagai objek penelitian melalui teknik purposive sampling. Periode penelitian dari tahun 2020 Hasil penelitian menemukan dengan metode analisis trend, tahun 2021 terjadi peningkatan sangat signifikan. Trend masih menunjukkan rugi, namun trend kerugian semakin Dengan metode analisis common size diperoleh informasi dari tahun 2021 hingga 2023 aset lancar mendominasi komposisinya dibandingkan aset tidak lancar. Terjadi penurunan komposisi kerugian terhadap pendapatan dari tahun 2020 hingga 2023. Dengan metode rasio keuangan diperoleh informasi, likuiditas, leverage . , dan profitabilitas lebih sehat dibandingkan PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk dan PT Global Digital Niaga. Tbk. Namun rasio aktivitas masih kurang sehat. Kata Kunci: Analisis Common Size. Analisis Trend. Rasio Keuangan Abstract This study aims to analyze the financial performance of PT Bukalapak. Tbk using trend analysis, common size analysis, and financial ratio methods. PT Bukalapak was selected as the object of research through purposive sampling techniques. The research period is from 2020 to 2023. The results of the study found that using the trend analysis method, there was a very significant increase The trend still shows a loss, but the loss trend is getting smaller. Using the common size analysis method, information was obtained from 2021 to 2023 that current assets dominate the composition compared to non-current assets. There was a decrease in the composition of losses to income from 2020 to 2023. Using the financial ratio method, information was obtained that liquidity, leverage . , and profitability were healthier than PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk and PT Global Digital Niaga. Tbk. However, the activity ratio is still unhealthy. Keywords: Analysis Common Size. Analysis Trend. Financial Ratios Sunaryo Pendahuluan Industri digital memiliki peranan yang penting, sama halnya dengan di berbagai negara lain. Teknologi informasi dan komunikasi perkembangannya berdampak terhadap pertumbuhan pesat bidang-bidang industri digital di Indonesia, serta berperan penting di berbagai aspek Industri digital yang berbentuk industri pengolahan yang menciptakan produk dan layanan yang memberikan dukungan terhadap diterapkannya digitalisasi. Sektor ini memberikan layanan aplikasi digital diantaranya seperti animasi, e-commerce, dan publikasi digital. Salah satu sektor memberikan layanan aplikasi digital yakni, e-commerce atau e-business adalah bisnis elektronik yang dalam prakteknya melibatkan pelaksanaan dan pengaturan berbagai proses bisnis. Ini mencakup perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, memenuhi pesanan, serta pemenuhan layanan, semua itu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi komputer, dan sistem pengolahan data yang terintegrasi dengan baik. Perusahaan-perusahaan yang menggunakan ebusiness dan e-commerce di Indonesia seperti Tokopedia. Shopee. Lazada. Blibli, dan Bukalapak. Bukalapak didirikan pada tahun 2010, dan sejak itu telah melayani lebih dari 6 juta Pelapak, 5 juta sebagai Mitra, dan 90 juta pengguna aktif. Di tahun 2017. Bukalapak berhasil meraih status unicorn. Perusahaan ini terus menunjukkan komitmen yang tinggi dalam UMKM Indonesia. Pada tanggal 27 Juli Bukalapak secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan mendapatkan pendanaan melalui penawaran umum perdana (IPO) sebesar US$1,5 miliar. Bukalapak mencetak rekor sebagai IPO terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Selain itu, ini juga menjadi pencatatan perdana saham pertama oleh perusahaan unicorn teknologi di bursa efek Asia Tenggara. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bisnis, untuk menjamin kelangsungan bisnisnya PT. Bukalapak. Tbk akan berupaya meningkatkan kinerja keuangannya, berikut ini digambarkan pencapaian profitabilitas perusahaan. Tabel 1. Profitabilitas PT. Bukalapak. Tbk tahun 2020-2023 Profitabilitas 2020 2021 2022 2023 ROA (%) -52,01 -6,30 7,22 -5,27 Sumber: Bukalapak di olah Dari tabel 1 di atas terlihat profitabilitas Bukalapak yang di proksi oleh ROA (Return on Asset. dalam tiga tahun menunjukkan kondisi negatif atau kerugian, namun tahun 2022 posisi ROA yang positif. Untuk menilai kinerja keuangan secara komprehensif dapat digunakan analisis common size, analisis trend, dan analisis rasio keuangan. Kasmir . berpendapat, analisis common size merupakan teknik yang diterapkan untuk menganalisis laporan keuangan dengan cara pengukuran proporsi dari setiap akun terhadap total akun yang terdapat dalam laporan keuangan, pada neraca dan laporan laba rugi. Dengan demikian, setiap akun dapat dibandingkan secara langsung dengan total akun yang relevan. Munawir . berpendapat, analisis trend merupakan metode analisis yang disajikan dalam bentuk 12-25E E Vol. No. April 2025 Penerapan Analisis Common Size. Trend, dan Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan Teknik ini dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi perkembangan atau kinerja suatu perusahaan. Sedangkan analisis rasio menurut Kasmir . merupakan suatu pendekatan untuk menganalisis laporan keuangan yang digunakan untuk menentukan keterkaitan antara berbagai akun yang ada di neraca dan di laporan laba rugi. Merujuk kepada latar belakang di atas, di mana PT. Bukalapak. Tbk sebagai perusahaan ecommerce salah satu perusahaan yang menerapan teknologi digital dan telah go public pada tahun 2021 disamping itu perusahaan masih mengalami kerugian dalam tiga tahun, dan masih sedikitnya penelitian sebelumnya yang menganalisis secara komprehnsif mengenai kinerja keuangan PT Bukalapak. Tbk, sebagai pencetak rekor IPO terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia, sehingga menjadi celah bagi penulis untuk melakukan studi dalam rangka untuk mengetahui kinerja keuangan PT Bukalapak. Tbk secara komprehensif dengan menggunakan ketiga teknik di atas. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini : . untuk mengetahui kinerja keuangan PT Bukalapak. Tbk dengan penerapan analisis common size, . untuk mengetahui kinerja keuangan PT Bukalapak. Tbk dengan penerapan analisis trend, . untuk mengetahui kinerja keuangan PT Bukalapak. Tbk dibandingkan kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk dan PT Global Digital Niaga Tbk dengan penerapan analisis rasio keuangan. Tinjauan Pustaka Analisis common size Sujarweni . Common size merupakan teknik analisis yang digunakan untuk menghitung setiap akun laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan, dengan mengkonversi ke dalam persentase dari total penjualan atau total aset. Dengan demikian, laporan keuangan yang disajikan dalam bentuk persentase per akun akan menunjukkan kontribusi masing-masing akun terhadap total kelompoknya. Analisis common size menyajikan informasi mengenai proporsi masing-masing akun dalam laporan keuangan, baik pada neraca maupun laporan laba rugi terhadap total aset atau penjualan. Proporsi masing-masing akun ini sangat berguna dalam mengevaluasi kinerja keuangan dengan menunjukkan perubahan komposisi aset, kewajiban, ekuitas, dan biaya, serta mengidentifikasi potensi masalah atau peluang. Sihombing et al. hasil penelitiannya dengan metode common size pada PT. AALI Tbk menemukan komposisi aktiva tetap terhadap total aktiva prosentasenya mendominasi dibandingkan komposisi aktiva lancar, hal ini menunjukkan lebih banyak mengalokasikan dananya pada aktiva tetap. Sumber dana untuk membiaya aktiva komposisinya lebih banyak menggunakan ekuitasnya dibandingkan dengan kewajibannya. Dengan metode common size dapat menjelaskan bahwa perusahaan semakin baik dari segi profitabilitasnya, karena terjadi peningkatan komposisi laba terhadap penjualan. Analisis Trend Hery . Auanalisis trend merupakan teknik analisis yang diterapkan untuk memahami kecenderungan kondisi keuangan dan kinerja suatu perusahaan, apakah menunjukkan peningkatan atau penurunan. Ay Dengan menganalisis laporan keuangan 13-25E E Vol. No. April 2025 Sunaryo dalam beberapa periode, maka dapat mengidentifikasi kecenderungan atau trend akunakun serta informasi pencapaian hasil yang diperoleh perusahaan. Dengan kata lain dengan melihat bagaimana berbagai akun keuangan yang berubah dari waktu ke waktu, maka perusahaan dapat memahami apakah kinerja keuangannya sedang membaik, stagnan, atau memburuk. Azzahra & Rachmawati . studinya di industri farmasi, dengan analisis trend menemukan perkembangan laba, dan ditemukan naik turunnya laba karena kenaikan pendapatan lain-lain serta penurunan beban selisih kurs mata uang. Analisis Rasio Keuangan Menurut Fahmi . : AuAnalisis rasio keuangan merupakan alat penting untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Analisis ini menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan, yang bertujuan untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi di masa lalu. Selain itu, analisis ini juga membantu memberikan gambaran trend pola perubahan tersebut, sehingga dapat mengidentifikasi risiko dan peluang yang terkait dengan perusahaan yang bersangkutanAy. Untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan dengan cara membandingkan rasio keuangan tahun-tahun yang lalu pada perusahaan yang sama, atau dibandingkan dengan rasio keuangan perusahaan yang lain sejenis. Dalam penelitian ini PT. Bukalapak. Tbk sebagai subyek penelitian dibandingkan dengan PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk dan PT Global Digital Niaga Tbk, untuk periode data tahun 2023. Kedua perusahaan tersebut sebagai pembanding karena bergerak bidang usaha yang sejenis dengan PT. Bukalapak. Tbk, yakni perusahaan dalam operasinya menggunakan e-business dan e-commerce. Azzahra & Rachmawati . studinya di industri farmasi, dengan analisis rasio keuangan menemukan likuiditas PT. Kalbe Farma Tbk di bandingkan PT. Sido Muncul Tbk masih belum baik dalam memenuhi Penelitian sebelumnya yang melakukan penelitian seperti Azzahra & Rachmawati . studinya di industri farmasi, dengan analisis common size diketahui penurunan dan peningkatan total asset ditemukan penyebabnya karena peningkatan nilai pasar, penurunan suku bunga pasar, dan harga saham perusahaan lebih besar dari nilai buku. Dengan analisis trend dapat diketahui perkembangan laba, dan dapat ditemukan naik turunnya laba karena kenaikan pendapatan lain-lain serta penurunan beban selisih kurs mata uang. Analisis rasio keuangan memberikan informasi kondisi kurang baik rasio lancar, dan beberapa masalah likuiditas perusahaan yakni utang bank jangka panjang, dan utang pembiayaan konsumen yang terus bertambah setiap tahunnya. Susanti et al . studinya menemukan dengan analisis rasio keuangan memperoleh informasi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas menunjukkan peningkatan, namun terjadi fluktuasi pada rasio aktivitas. Analisis common size menunjukkan adanya fluktuasi pada posisi keuangan dan laporan laba rugi yang meningkat secara perlahan dan menurun secara tidak signifikan. Analisis trend memberikan hasil yang baik pada laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi. Sihombing et al. hasil penelitiannya dengan rasio keuangan menunjukkan kinerja PT. Astra Agro Lestari Tbk dalam menutupi kewajiban lancarnya dengan aktiva lancar masih dapat dikatakan cukup baik. Dari hasil perhitungan metode common size pada PT. AALI Tbk menunjukkan lebih banyak mengalokasikan dananya pada aktiva tetap. Dalam 14-25E E Vol. No. April 2025 Penerapan Analisis Common Size. Trend, dan Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan penggunaan modalnya PT. AALI Tbk lebih banyak menggunakan ekuitasnya dibandingkan dengan kewajibannya. Dengan metode common size dapat menjelaskan bahwa perusahaan semakin baik dari segi profitabilitasnya. Penelitian terdahulu lainnya yang menggunakan common size yang kebanyakan melakukan studi pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia seperti Prihastuti et al. , studi pada Perusahaan Otomotif. Rifardi et al . studinya pada PT. Holcim Indonesia Tbk. SaAoadah . studi pada Perusahaan Kosmetik. Mirianda . studi pada PT. Indofood Sukses Makmur. Harisudin et al. pada PT Indosat Tbk. Dan PT Telkomunikasi Tbk. Kusuma . studi pada PT. Unilever Indonesia. Tbk. Penelitian-penelitian di atas dalam studinya pada perusahaan di Bursa Efek Indonesia yang bukan e-commerce. Namun dalam penelitian ini peneliti melakukan studi pada perusahaan e-commerce yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi manajemen perusahaan ecommerce dan para pembaca bagaimana kondisi kinerja keuangan PT Bukalapak yang di analisis dengan menggunakan common size, trend, rasio keuangan. Gambar 1. Kerangka Analisis Penelitian Metode. Data dan Analisis Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Dokumentasi dalam bentuk laporan keuangan yakni posisi keuangan . dan laba rugi untuk periode tahun 2020 hingga 2023 dari PT. Bukalapak. Tbk. Sedangkan sebagai pembanding yakni PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk dan PT Global Digital Niaga Tbk, untuk periode data tahun Kedua perusahaan tersebut bergerak bidang usaha yang sejenis dengan PT. Bukalapak. Tbk. Penentuan sampel dengan teknik purposive sampling, dimana pilihan atas dasar perusahaan e-commerce dan telah go public. Teknik analisis menggunakan common size analysis, trend analysis, dan rasio keuangan. Pengukuran Teknik Analisis . Common Size Analysis Komponen Akun Aset Liabilitas Ekuitas Komponen Laba Rugi 15-25E = (Akun Komponen Aset : Total Ase. x 100% = (Liabilitas : Total Ase. x 100% = (Ekuitas : Total Ase. x 100% = (Komponen Laba Rugi : Total Pendapata. x 100% E Vol. No. April 2025 Sunaryo Trend Analysis Komponen Aset = (Komponen Aset . : (Komponen Aset t-. = A Indeks Total Aset = (Total Aset . : (Total Aset t-. = . Indeks Komponen Laba Rugi = (Komponen Laba Rugi . : (Komponen Laba Rugi t-. = A Indeks Keterangan: t = tahun sekarang t-1 = tahun lalu sebagai tahun indeks, dalam hal ini tahun 2020 Rasio Keuangan Likuiditas: A Current Ratio = (Aktiva Lancar : Kewajiban tak Lanca. x 100% A Cash Ratio = (Kas : : Kewajiban tak Lanca. x 100% Leverage: A Debt Ratio = (Total Liabilitas : Total Ase. x 100% A Long tem Debt to Equity = (Hutang jangka panjang : ekuita. x 100% Aktivitas: A Total Assets Turn Over = (Total Pendapatan : Total Ase. = A x A Cash Turn Over = (Total Pendapatan : Ka. = A x A Account Receivable Turn Over = (Total Pendapatan : Piutang Usah. = A x A Inventory Turn Over= (Harga Pokok Pendapatan : Persediaan ) = A x Profitabilitas: A Gross Profit Margin = (Laba Kotor : Total Pendapata. x 100% A Net Profit Margin = (Laba Bersih : Total Pendapata. x 100% A Operating Ratio = (Total Beban : Total Pendapata. x 100% A Return on Asset = (Laba Bersih : Total Ase. x 100% A Return on Equity = (Laba Bersih : Ekuita. x 100% Hasil dan Pembahasan Analisis Trend yn Analisis Trend Neraca Tabel 2. PT Bukalapak. Tbk Analisis Trend Neraca Tahun 2020 s. Keterangan ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Aset kontrak Piutang lain-lain Persediaan Aset lancar lainnya Total aset lancar ASET TIDAK LANCAR TOTAL ASET LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Liabilitas Jangka Pendek 16-25E E Vol. No. April 2025 Tahun 663,96 57,75 115,47 488,97 095,10 74,52 74,92 719,60 022,63 136,17 55,32 590,68 880,22 460,53 93,07 026,18 943,94 243,37 655,60 056,67 109,97 135,08 732,66 007,26 340,98 91,71 80,97 Penerapan Analisis Common Size. Trend, dan Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan Liabilitas jangka Panjang TOTAL LIABILITAS EKUITAS TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS Sumber : Laporan Keuangan PT Bukalapak. Tbk di olah 108,33 316,48 461,32 026,18 95,41 92,10 648,08 056,67 75,03 80,34 575,58 007,26 Dari tabel 2 di atas dapat diuraikan sebagai berikut: Total aset tahun 2021 hingga 2023 meningkat sangat tajam dibandingkan tahun 2020 sebagai indeks. Peningkatannya mencapai di atas 10 kali lipatnya atau 1000% dari Peningkatan total aset tahun 2021 hingga 2023 sumbangan terbesar dari peningkatan Kas dan Setara Kas, dan Aset lancar lainnya, dan investasi Reksadana peningkatannya di atas 10 kali lipatnya dari indeks 100. Peningkatan Setara Kas, dan Aset lancar lainnya, dan investasi Reksadana dengan rincian sebagai berikut: Tabel 3. Kas dan Setara Kas. Reksadana PT Bukalapak. Tbk Tahun 2020 s. (Ribuan Rupia. Aset Lancar Kas & Setara Kas Deposito Reksadana Tahun Sumber : PT Bukalapak. Tbk Seperti terlihat pada tabel 3 diatas. Kas & Setara Kas mulai tahun 2021 meningkatnya sangat signifikan dibandingkan tahun 2020. Dimana Kas & Setara tahun 2020 sebesar Rp 1,48 triliun, pada tahun 2021 menjadi Rp 24,7 triliun. Investasi pada Reksadana tahun 2020 sebesar Rp 18,77 miliar, dan meningkat menjadi Rp 621,0 miliar pada Tahun 2022 dan 2023 investasi Reksadana meningkatnya sangat tajam lagi masing-masing sebesar Rp 5,14 triliun. Rp 3,84 triliun. Deposito tahun 2022 dan 2023 sudah tidak ada lagi. Peningkatan total aset tahun 2021 hingga 2023 sumbangan terbesar dari peningkatan aset tidak lancar. Peningkatan aset tidak lancar dalam bentuk investasi jangka panjang, rinciannya sebagai berikut: Tabel 4. Investasi Jangka Panjang PT Bukalapak. Tbk Tahun 2020 s. (Ribuan Rupia. Investasi pada: PT Cloud Hosting Indonesia Alpha JWC Ventures i. PT Online Pertama Lain-lain Obligasi Pemerintah Tahun Sumber : PT Bukalapak. Tbk Dari tabel 4 di atas terlihat investasi jangka panjang peningkatan sangat tajam pada tahun 2021, investasinya dalam bentuk investasi langsung pada perusahaan PT Cloud Hosting Indonesia dan Alpha JWC Ventures i. Pada tahun 2022 dan 2023 peningkatannya lebih tajam pada investasi perusahaan Alpha JWC Ventures i. dan investasi pada obligasi pemerintah. 17-25E E Vol. No. April 2025 Sunaryo Peningkatan total aset dari tahun 2021 hingga 2023 sumber dananya terbesar berasal dari ekuitas. Dimana peningkatannya di atas 10 kali lipatnya dari indeks 100. Peningkatan ekuitas dengan rincian sebagai berikut: Tabel 5. Ekuitas PT Bukalapak. Tbk Tahun 2020 s. 2023 (Ribuan Rupia. Tahun Ekuitas Modal ditempatkan & setor penuh Tambahan modal Ekuitas lainnya Akumulasi defisit 018 - 9. Penghasilan Komprehensif Kepentingan non pengendali - 8. Sumber : PT Bukalapak. Tbk Dari tabel 5 di atas terlihat ekuitas peningkatannya sangat tajam mulai pada tahun Peningkatan ekuitas hasil dari penawaran umum perdana (IPO) pada tanggal 6 Agustus 2021sebesar Rp 21,9 triliun, dimana modal disetor tahun sebesar Rp 6,623 triliun tahun 2020 menjadi Rp 27,535 triliun pada tahun 2021. Peningkatan modal disetor digunakan untuk menutup akumulasi kerugian, akibat perusahaan mengalami kerugian dalam operasi, disamping untuk investasi jangka panjang, penempatan kas dan setara, serta Reksadana seperti yang telah diuraikan di atas. Sumbangan dari hutang pada tahun 2021 hanya sebesar 3 kali lipatnya dari indeks Sumber dana dari hutang mengalami penurunan pada tahun 2022 dan 2023. Dari Analisis Trend neraca secara keseluruhan dapat diringkas, bahwa PT Bukalapak. Tbk merupakan perusahaan yang berkecimpung pada bidang e-commerce, teknologi, dan platform online dan offline. PT Bukalapak. Tbk adalah market place di Indonesia yang memberikan wadah untuk penjual dan pembeli dalam aktivitas transaksi jual beli. PT Bukalapak. Tbk melakukan penambahan modal setor yang signifikan pada tahun 2021 dari hasil penawaran umum perdana (IPO) pada tanggal 6 Agustus 2021 sebesar Rp 21,9 triliun. Penambahan modal disetor dalam bentuk saham justru lebih dominan digunakan untuk investasi Reksadana dan investasi jangka panjang dalam bentuk obligasi pemerintah. Dengan kata lain PT Bukalapak. Tbk tidak menggunakan penambahan modalnya untuk pengembangan teknologi berbasis digital. yn Analisis Trend Laba Rugi Tabel 6. PT Bukalapak. Tbk Analisis Trend Laba/Rugi Tahun 2020 s. PENDAPATAN NETO Beban pokok pendapatan Beban penjualan dan pemasaran Beban umum dan administrasi Beban/pendapatan operasi lainnya 18-25E E Vol. No. April 2025 138,28 358,12 107,88 96,97 92,66 TAHUN 267,70 076,83 67,64 169,92 692,43 328,36 748,30 34,11 90,06 169,20 Penerapan Analisis Common Size. Trend, dan Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan (Rug. Laba nilai invesasi yang belun dan sudah terealisir neto LABA/RUGI USAHA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL & PENGHASILAN Pendapatan keuangan Beban keuangan Bagian rugi entitas asosiasi LABA/RUGI USAHA TAHUN BERJALAN - 93,01 95,75 -115,85 609,66 214,17 - 124,22 843,11 82,81 146,59 842,65 64,31 - 102,11 Sumber : Laporan Keuangan PT Bukalapak. Tbk di olah Dari tabel 6. di atas dapat di uraikan sebagai berikut: Pada tahun 2021 peningkatan kerugian 24,22% dibandingkan tahun kerugian tahun Pada tahun 2022 perusahaan memperoleh laba dan peningkatan 46,59% dibandingkan kerugian tahun 2020. Akan tetapi tahun 2023 perusahaan kembali mengalami kerugian dan peningkatan kerugian sebesar 2,11% dibandingkan kerugian Gambaran perkembangan laba rugi bersih disajikan pada tabel 7 berikut Tabel 7. Laba/Rugi Bersih PT Bukalapak. Tbk Tahun 2020 s. 2023 (Ribuan Rupia. Laba/Rugi Bersih Tahun Sumber : Laporan Keuangan PT Bukalapak. Tbk Pada tahun 2021 perusahaan mengalami peningkatan kerugian disebabkan peningkatan beban pokok pendapatan lebih besar dibandingkan peningkatan pendapatan neto. Seperti terlihat pada tabel 6 pendapatan neto peningkatannya hanya 38,28% dibandingkan tahun 2020, sementara beban pokok pendapatan meningkatnya sebesar 358,12% dibandingkan tahun 2020. Pada tahun 2022 perusahaan mengalami peningkatan laba disebabkan karena didukung oleh laba nilai investasi dari Reksadana sebesar Rp 3,93 triliun, meskipun peningkatan beban pokok pendapatan lebih besar dibandingkan peningkatan pendapatan neto, peningkatan pendapatan keuangan dari investasi langsung, meskipun peningkatan beban pokok pendapatan lebih besar dibandingkan peningkatan pendapatan neto. Pada tahun 2023 perusahaan kembali mengalami peningkatan kerugian, hal ini disebabkan karena peningkatan beban pokok pendapatan lebih besar dibandingkan peningkatan pendapatan neto, dan peningkatan beban pokok pendapatan sangat signifikan yakni sebesar 2. 748,30%, disamping itu terjadi kerugian nilai investasi sebesar Rp 1,23 triliun dari investasi Reksadana, meskipun peningkatan pendapatan keuangan cukup signifikan yakni sebesar 5. 842,65% dibandingkan tahun 2020. Gambaran perkembangan pendapatan neto, beban pokok pendapatan, laba . nilai investasi dan pendapatan keuangan disajikan pada tabel 8 berikut ini. Tabel 8. Pendapatan Neto. Beban Pokok Pendapatan. Laba (Rug. Nilai Investasi. Pendapatan Keuangan PT Bukalapak. Tbk Tahun 2020 s. 2023 (Ribuan Rupia. Pendapatan Neto Beban Pokok Pendapatan 19-25E Tahun E Vol. No. April 2025 Sunaryo Laba (Rug. Nilai Investasi Pendapatan Keuangan (Net. Sumber : PT Bukalapak. Tbk Analisis Common Size yn Analisis Common Size Neraca Tabel 9. PT Bukalapak. Tbk Analisis Common Size Neraca Tahun 2020 s. KETERANGAN TAHUN ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Aset kontrak Piutang lain-lain Persediaan Aset lancar lainnya Total aset lancar ASET TIDAK LANCAR TOTAL ASET LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas jangka Panjang TOTAL LIABILITAS EKUITAS TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 57,23% 3,58% 2,81% 0,43% 4,18% 68,24% 31,76% 92,80% 0,20% 0,32% 0,21% 0,00% 3,59% 97,12% 2,88% 59,31% 0,25% 0,20% 0,70% 0,26% 19,56% 80,29% 19,71% 58,11% 0,48% 0,15% 0,68% 0,41% 17,06% 76,90% 23,10% 34,01% 4,00% 38,01% 61,99% 11,30% 0,42% 11,72% 88,28% 2,95% 0,36% 3,31% 96,69% 2,73% 0,30% 3,03% 96,97% Sumber : Laporan Keuangan PT Bukalapak. Tbk di olah Dari 9 di atas dapat diuraikan sebagai berikut: Bagian aset selama tahun 2020 hingga 2023 yang terbesar yakni aset lancar dibandingkan aset tidak lancar. Bagian dari aset lancar, akun Kas dan Setara Kas selama tahun 2020 hingga 2023 komposisinya mendominasi dibandingkan akun-akun aset lancar lainnya. Diikuti akun Aset lancar lainnya. Akun Kas dan Setara Kas tahun 2021 komposisinya 92,8% dari aset, perubahannya sangat signifikan dibandingkan komposisi tahun 2020 sebesar 57,23% dari aset. Peningkatan koposisi akun Kas dan Setara Kas tahun 2021 karena modal disetor . yang berasal dari hasil penawaran umum perdana (IPO), meningkat menjadi Rp 27,53 triliun dari Rp 6,62 triliun tahun 2020. Pada tahun 2022 dan 2023 terjadi pergeseran komposisi dari akun Kas dan Setara Kas ke akun Aset keuangan lancar lainnya. Dimana komposisi akun Kas dan Setara Kas tahun 2021 sebesar 92,8% turun menjadi 59,31% tahun 2022. Turunnya komposisi akun Kas dan Setara Kas ini meningkatkan komposisi akun Aset keuangan lancar lainnya tahun 2022 dan 2023 masing-masing menjadi 19,56% dan 19,06% yang sebelumnya 3,59%. Peningkatan komposisi akun Aset keuangan lancar tahun 2022 dan 2023 berasal dari investasi Reksadana. Pada tahun 2022 dan 2023 terjadi peningkatan komposisi akun Aset tidak lancar dibandingkan tahun 2021. Dimana komposisi akun Aset tidak lancar tahun 2022 dan 2023 masing-masing menjadi 19,71% dan 23,1% yang sebelumnya 2,88%. 20-25E E Vol. No. April 2025 Penerapan Analisis Common Size. Trend, dan Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan Peningkatan komposisi akun Aset tidak lancar tahun 2022 dan 2023 berasal dari investasi obligasi dan investasi langsung. Akun-akun yang berubah signifikan komposisinya, secara rinci sebagai berikut: Tabel 10. Kas & Setara Kas. Aset Keuangan Lancar Lainnya. Aset Tidak Lancar PT Bukalapak. Tbk Tahun 2020 s. 2023 (Ribuan Rupia. Tahun Kas & Setara Kas Aset Keuangan Lancar Lainya Aset Tidak Lancar Sumber : PT Bukalapak. Tbk Bagian pasiva tahun 2020 komposisi total liabilitas sebesar 38,01% dan 61,99% merupakan ekuitas. Dari total liabilitas 38,01% yang merupakan Liabilitas Jangka Pendek sebesar 34,01%, dan 4% merupakan Liabilitas Jangka Panjang. Tahun 2021 sampai dengan 2023 terjadi perubahan komposisi pada ekuitas yang signifikan masing-masing 88,28%, 96,69%, dan 96,97% dibandingkan tahun 2020 sebesar 61,99%. Peningkatan komposisi ekuitas tahun 2021 sampai dengan 2023 karena terjadi penambahan modal disetor . seperti terlihat pada tabel 9. Peningkatan komposisi ekuitas tahun 2021 sampai dengan 2023 menurunkan komposisi liabilitas. Penurunan signifikan liabilitas tahun 2022 dan 2023, karena terjadi tambahan modal disetor yang bersumber hasil dari penawaran umum perdana (IPO) pada tanggal 6 Agustus 2021 sebesar Rp 21,9 triliun, digunakan untuk pelunasan Liabilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang. Perubahan akun liabilitas secara rinci sebagai berikut: Tabel 11. Akun Liabilitas PT Bukalapak. Tbk Tahun 2020 S. D 2023 (Ribuan Rupia. Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas Jangka Panjang Total Liabilitas Tahun Sumber : PT Bukalapak. Tbk yn Analisis Common Size Laba Rugi Tabel 12. PT Bukalapak. Tbk Analisis Common Size Laba/Rugi Neraca Tahun 2020 s. KETERANGAN PENDAPATAN NETO Beban pokok pendapatan Beban penjualan dan pemasaran Beban umum dan administrasi Beban/pendapatan operasi lainnya (Rug. Laba nilai investasi yang belum dan sudah terealisir neto LABA/RUGI USAHA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL & PENGHASILAN Pendapatan keuangan Beban keuangan 21-25E E Vol. No. April 2025 9,12% 112,43% 110,79% 3,62% TAHUN 23,62% 70,75% 87,72% 28,41% 77,69% 70,32% 2,42% -9,35% 76,33% 11,68% 30,39% 1,86% 0,00% -135,96% 0,00% -91,45% 108,75% 48,63% 90,99% -47,97% 1,04% 0,63% 12,12% 0,98% 14,95% 0,20% 18,53% 0,12% Sunaryo Bagian rugi entitas asosiasi BEBAN PAJAK FINAL RUGI SEBELUM PAJAK PAJAK PENGHASILAN LABA/RUGI USAHA TAHUN BERJALAN 0,00% 0,00% -135,55% 0,00% 0,00% -80,30% 0,65% 0,07% 62,65% 0,70% 0,002% -30,26% -99,81% -89,65% 54,65% -31,04% Sumber : PT Bukalapak. Tbk di olah Dari tabel 12 di atas dapat diuraikan sebagai berikut: Tahun 2020 perusahaan mengalami kerugian sebesar 99,81% dari pendapatan neto. Penyebab utama kerugian karena beban penjualan & pemasaran dan beban umum & administrasi komposisinya di atas pendapatan neto. Dimana komposisi beban penjualan & pemasaran terhadap pendapatan neto sebesar 112,43%, beban umum & administrasi terhadap pendapatan neto sebesar 110,79%. Tahun 2021 perusahaan masih mengalami kerugian sebesar 89,65% dari pendapatan Penyebab utama kerugian karena dominan beban penjualan & pemasaran dan beban umum & administrasi komposisinya di atas pendapatan neto, dan peningkatan komposisi beban pokok pendapatan komposisi terhadap pendapatan neto meningkatnya cukup tajam menjadi 23,62%, yang semula tahun 2020 hanya 9,12%. Tahun 2022 perusahaan memperoleh laba sebesar 54,65% dari pendapatan neto. Laba yang diperoleh perusahaan ditopang dari laba nilai investasi dalam bentuk Reksadana, komposisinya 108,75% dari pendapatan neto atau dengan nilai Rp 3,93 Perubahan laba/rugi nilai investasi secara rinci sebagai berikut: Tabel 13. Laba/Rugi Nilai Investasi PT Bukalapak. Tbk Tahun 2020 s. 2023 (Ribuan Rupia. Laba/Rugi Nilai Investasi Tahun 002 - 1. Sumber : PT Bukalapak. Tbk Tahun 2023 perusahaan kembali mengalami kerugian sebesar 31. 04% dari pendapatan neto. Kerugian di alami perusahaan karena terjadi kerugian nilai investasi dalam bentuk Reksadana, komposisinya -47,97% dari pendapatan neto atau dengan nilai Rp 1,23 triliun seperti terlihat pada tabel 13 di atas. Meskipun perusahaan sudah dapat melakukan efisiensi pada beban penjualan & pemasaran dan beban umum & administrasi namun masih di atas komposisi pendapatan neto. Dimana komposisi beban penjualan & pemasaran terhadap pendapatan neto sebesar 11,68%, yang semula tahun 2022 sebesar 28,41%, dan beban umum & administrasi terhadap pendapatan neto sebesar 30,39%, yang semula tahun 2022 sebesar 70,32%. Dari Analisis Common Size Laba/Rugi secara keseluruhan dapat diringkas, bahwa PT Bukalapak. Tbk mengalami kerugian pada tahun 2020, 2021, 2023. Penyebab kerugian karena terdapat inefisiensi pada komposisi beban penjualan & pemasaran terhadap pendapatan neto, dan beban umum & administrasi terhadap pendapatan Tahun 2023 perusahaan sudah dapat melakukan efisiensi terhadap kedua beban Tahun 2022 perusahaan memperoleh laba karena ditopang dari laba nilai investasi dalam bentuk Reksadana. Tahun 2023 kerugian kembali karena terjadi kerugian nilai investasi. Seperti terlihat pada tabel 12 trend rugi dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan penurunan, bahkan tahun 2022 sudah memperoleh laba. 22-25E E Vol. No. April 2025 Penerapan Analisis Common Size. Trend, dan Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan Analisis Rasio Keuangan Tabel 14. Rasio Keuangan PT Bukalapak. Tbk dan Rata-Rata Industri Tahun 2023 Tahun 2023 Bukalapak GoTo Gojek Tokopedia Global Digital Niaga Rasio Keuangan Likuiditas: Current Ratio . Cash Ratio Leverage: Debt Ratio . Long Term Debt to Equity Ratio Aktivitas: Total Assets Turn Over . Cash Turn Over . Account Receivable Turn Over . Inventorty Turn Over Profitabilitas: Gross Profit Margin Net Profit Margin Operating Ratio Return on Assets . Return on Equity 3,03% 0,31% 33,97% 15,55% 38,93% 12,05% 0,17 kali 0,29 kali 35,07 kali 31,91 kali 0,27 kali 0,54 kali 25,59 kali 71,31 kali 0,30 kali 1,49 kali 3,03 kali 1,94 kali 23,67% -31,04% 120,26% -5,27% -5,44% -613,37% 169,52% -167,33% -253,41% 15,07% -23,07% 122,99% -6,88% -11,27% Sumber: Laporan Keuangan PT. Bukalapak. PT Go To Gojek Tokopedia, dan PT Global Digital Niaga di olah Dari tabel 14 di atas dapat diuraikan sebagai berikut: Likuiditas tahun 2023 PT Bukalapak. Tbk baik dilihat dari indikator current ratio maupun cash ratio lebih baik dibandingkan likuiditas PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk dan PT Global Digital Niaga. Tbk. Kondisi likuiditas PT Bukalapak. Tbk lebih baik karena terdapat penerimaan kas dari hasil penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp 21,9 triliun. Leverage . tahun 2023 PT Bukalapak. Tbk baik dilihat dari indikator debt ratio maupun long term to equity ratio lebih sehat dibandingkan leverage PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk dan PT Global Digital Niaga. Tbk. Kondisi solvabilitas PT Bukalapak. Tbk lebih sehat karena terdapat peningkatan ekuitas hasil dari penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp 21,9 triliun, disamping itu terdapat pengurangan kewajiban seperti terlihat pada tabel 11. Rasio aktivitas dilihat dari indikator total asset turn over dan cash turn over PT Bukalapak. Tbk masih tidak sehat dibandingkan PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk dan PT Global Digital Niaga. Tbk. Hal ini menggambarkan kurangnya produktivitas kas dan aset PT Bukalapak. Tbk dalam menghasilkan pendapatan. Hal terjadi akibat kas terlalu berlebihan seperti digambar pada cash ratio. Account Receivable Turn Over dan Inventorty Turn Over over PT Bukalapak. Tbk lebih baik dibandingkan PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk dan PT Global Digital Niaga. Tbk. Hal ini menggambarkan lebih produktifnya piutang usaha dan persediaan dalam menghasilkan pendapatan. Rasio profitabilitas dapat uraikan sebagai berikut: Dilihat dari indikator gross profit margin PT Bukalapak. Tbk masih sehat dibandingkan PT Global Digital Niaga. Tbk. Namun masih tidak sehat dibandingkan PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk. Penyebab tidak sehatnya gross profit margin seperti terlihat pada tabel 6, trend beban pokok pendapatan 23-25E E Vol. No. April 2025 Sunaryo meningkatnya sangat tajam dibandingkan peningkatan pendapatan, dan dilihat dari analisis common size seperti tergambar pada tabel 12, perbandingan antara beban pokok pendapatan dengan pendapatan terjadi peningkatan yang sangat tajam, hal ini menggambarkan terjadi peningkatan inefisiensi pada beban pokok . Dilihat dari indikator return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) PT Bukalapak. Tbk masih lebih sehat dibandingkan PT GoTo Gojek. Tbk. dan PT Global Digital Niaga. Tbk. Hal ini disebabkan Bukalapak lebih efisien dibandingkan kedua tersebut, dimana operating rationya yang lebih rendah. Kesimpulan Temuan dari penelitian ini dengan metode analisis trend, terjadi peningkatan aset yang sangat tajam mulai tahun 2021. Sumbangan terbesar peningkatan aset dari Kas dan Setara Kas, investasi Reksadana, aset tak lancar dalam bentuk Obligasi. Sumber dana peningkatan berasal aset dari hasil penjualan saham melalui penawaran umum perdana (IPO). Tahun 2021 dan 2023 trend masih menunjukkan rugi, namun trend kerugian semakin Dengan metode analisis common size diperoleh informasi bagian aset selama tahun 2020 hingga 2023 yang terbesar yakni aset lancar dibandingkan aset tidak lancar. Pada tahun 2022 dan 2023 terjadi pergeseran komposisi dari akun Kas dan Setara Kas ke akun investasi Reksadana dan Obligasi. Tahun 2021 sampai dengan 2023 terjadi perubahan komposisi pada ekuitas yang signifikan dibandingkan tahun 2020. Terjadi penurunan komposisi kerugian terhadap pendapatan dari tahun 2020 hingga 2023. Dengan metode rasio keuangan diperoleh informasi, likuiditas, leverage . , dan profitabilitas lebih sehat dibandingkan PT GoTo Gojek Tokopedia. Tbk dan PT Global Digital Niaga. Tbk. Namun rasio aktivitas masih kurang sehat. Untuk pengembangan lebih lanjut dari hasil penelitian ini, dapat dipertimbangkan penerapan analisis trend, analisis common size, dan rasio keuangan pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia di anggap fenomenal. Bagi investor, sebagai pelaku pasar modal untuk mengurangi kerugian dalam berinvestasi dapat mengamati pergerakan akunakun dalam laporan keuangan penerapan analisis trend, analisis common size, dan rasio Referensi