e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 5 (No. : Halaman: 37-50 Pengaruh Kepatuhan Imunisasi dan Pemberian Asi Eksklusif Terhadap Frekuensi Sakit Pada Anak Usia 0-2 Tahun (Literatur Revie. The Influence of Immunization Compliance and Exclusive Breastfeeding on the Frequency of Illness in Children Aged 0-2 Years (Literature Revie. Felycia Rahma Agusti Prastika1 & Rani Saftri2 1*,2Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr Soepraoen. Malang. Indonesia Disubmit: 16 Juni 2025. Diproses: 07 Juli 2025. Diaccept: 18 Juli 2025. Dipublish: 30 Juli 2025 *Corresponding author: E-mail: felyciatika440@gmail. Abstrak Frekuensi sakit pada anak, merupakan indikator paling penting dalam kesehatan anak khususnya balita. Frekuensi sakit yang sering dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Berbagai faktor yang bisa memengaruhi terjadinya frekuensi sakit pada anak seperti pemberian asi eksklusif serta kelengkapan imunisasi. Studi ini mempunyai tujuan guna mengidentifikasi dampak ketepatan serta kelengkapan imunisasi dasar serta pemberian asi eksklusif pada frekuensi sakit pada anak khususnya umur 0-2 tahun. Penelitian merupakan penelitian Literatur Review dengan mengeliminasi beberapa jurnal dari beberapa database dengan metode eliminasi PICO, melibatkan 10 jurnal studi yang berhubungan dengan judul studi yang diambil. Hasil analisis menunjukkan dari 10 jurnal yang didapat seluruhnya memiliki persepsi yang sama yaitu terdapat keterkaitan dan pengaruh antara pemberian imunisasi serta asi eksklusif terhadap frekuensi sakit pada anak. Kesimpulannya, frekuensi sakit akan cenderung semakin sering terjadi pada anak yang tidak memperoleh imunisasi secara lengkap dan tidak memperoleh asi eksklusif . Disarankan agar pendidikan kesehatan terkait imunisasi dan pemberian asi eksklusif diberikan baik saat pelayanan postpartum atauun pelayanan sakit pada fasilitas Kesehatan terutama pada anak umur 0-2 tahun. Kata Kunci: ASI Eksklusif. Frekuensi Sakit. Imunisasi Abstract Congenital hypothyroidism is a serious condition in newborns that can cause developmental disorders The frequency of illness in children is one of the most important indicators of child health, particularly in Frequent illness can interfere with a childAos growth and development. Various factors may influence the frequency of illness in children, such as exclusive breastfeeding and the completeness of This study aims to identify the effect of timeliness and completeness of basic immunizations and exclusive breastfeeding on the frequency of illness in children, particularly those aged 0Ae2 years. This research is a literature review by eliminating several journals from various databases using the PICO elimination method, involving 10 research journals related to the research topic. The analysis results show that all 10 journals share the same perspective: there is a relationship and an influence between immunization and exclusive breastfeeding on the frequency of illness in children. In conclusion, illness tends to occur more frequently in children who do not receive complete immunizations and are not exclusively It is recommended that health education related to immunization and exclusive breastfeeding be provided during both postpartum care and treatment services at health facilities, especially for children aged 0Ae2 years. Keywords: Exclusive Breastfeeding. Frequency of Illness. Immunization DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Prastika. Saftri. Pengaruh Kepatuhan Imunisasi dan Pemberian Asi Eksklusif Terhadap Frekuensi Sakit Pada Anak Usia 0-2 Tahun. Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 5 . Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Frekuensi sakit pada anak bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, khususnya yang berhubungan dengan sistem imun yang belum berkembang secara sempurna serta perilaku penyebab terjadinya kondisi anak yang rentan terhadap infeksi. Selain itu, faktor lain seperti gizi dan asupan nutrisi, lingkungan, dan gaya hidup, faktor imunisasi juga memengaruhi daya tahan tubuh anak . Fith Dahlan. SpA, 2. Menurut World Health Organization (WHO) Tahun 2002, berdasarkan proses pemberianya, asi dibagi menjadi 3 macam dengan kriteria dari total asupan tambahan yang diberi, antara lain: asi eksklusif yaitu pada bayi hanya menerima asi saja, baik itu asi perah ataupun bayi menyusui langsung tanpa ada perantara. Bayi hanya diperbolehkan mengonsumsi jenis obat sirup, oralit, ataupun vitamin berupa sirup ataupun tetes. Kedua, asi predominan yaitu asi yang bisa dikatakan sebagai sumber utama asupan gizi anak, tapi anak masih mendapat cairan lain seperti sari buah, air mineral serta yang lainnya namun tidak mendapatkan asupan tambahan lainnya meliputi susu formula serta non-asi. Ketiga, asi Komplementer yaitu anak sudah menerima asupan gizi bukan hanya asi tapi juga makanan setengah padat ataupun padat, mencakup tambahan susu Asi merupakan satu satunya sumber nutrisi yang sangat kompleks untuk bayi baru lahir. Pemberian Asi eksklusif yang dilakukan untuk bayi umut 0 sampai 6 bulan mempunyai peranan yang sangat penting guna membantu perkembangan, pertumbuhan serta Kesehatan anak. Tahun 2022, cakupan ASI eksklusif di Indonesia turun menjadi 67,96% dari 69,7% pada 2021, menemukan perlunya peningkatan dukungan serta pemahaman untuk ibu (WHO,2. Menyusui merupakan peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan Kekebalan tubuh dapat meningkat dengan pemberian asi dalam 6 bulan serta dilanjutkan sampai umut 2 tahun. Tingginya angka kejadian penyakit pada anak dapat terjadi karena kegagalan dalam pemberian asi eksklusif Kekebalan tubuh selain dapat terbentuk secara alami melalui pemberian asi, kekebalan tubuh pada anak dapat terbentuk karena adanya pemberian imunisasi. Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Malang . menyampaikan bahwa pada tahun 2021 capaian pelayanan Kesehatan pada balita lebih rendah daripada tahun 2020 dan 2019, keadaan ini diperkitakan terjadi pada saat pandemi Covid-19 sedang dalam puncak. Pada tahun 2022 sampai 2023, cakupan layanan kesehatan balita di Kota Malang mengalami peningkatan di hampir seluruh kecamatan, kecuali penurunan ringan pada Kecamatan Klojen pada 2022 serta Blimbing pada 2023. Pemerntah melakukan upaya guna menuntaskan masalah tersebut dengan menyusun rencana demi memulai kembali program kunjungan rumah dan pembinaan posyandu dan kader. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan Kembali grafik kesehatan pada balita yang sempat menurun serta memaksimalkan layanan yang diberikan oleh tenaga Kesehatan. Beragam bentuk layanan kesehatan diberi pada balita, mulai dari memantau imunisasi lengkap, suplementasi vitamin A, penanganan saat sakit, sampai langkah e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes pencegahan misalnya pemberian obat cacing serta pelaksanaan program triple Menurut pernyataan dr. Siti Nadia Tarmizi. Epid pada 7 Mei 2023, hampir seluruh anak di Indonesia, yakni sekitar 94,9%, sudah mendapat imunisasi rutin lengkap menjadi bagian dari program Persentase meningkat dari cakupan imunisasi saat masa Covid-19. Selain itu, beliau menyampaikan sekarang pemerintah selalu meningkatkan cakupan imunisasi pada setiap daerah Indonesia untuk mengejar 5% target yang sepadan jika dibandingkan dengan WHO. WHO menyampaikan bahwa cakupan imunisasi sebesari 99% yang berarti tersisa 1% ataupun 48 ribu anak dengan risiko tinggi, jika 99,9% tersisa 4800 anak sehingga hal ini masih dianggap banyak Dari latar belakang tersebut maka peneliti tertarik guna mengkaji beberapa jurnal serta menarik Kesimpulan terkait Pengaruh kepatuhan imunisasi serta pemberian asi eksklusif pada frekuensi sakit pada anak usia 0-2 Tahun. Jurnal tersebut diskrining dan dieliminasi dari judul, abrstrak, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil, pembahasan serta kesimpulan. Dalam menentukan search term yang digunakan yaitu Aufrekuensi sakit AND . munisasi OR asi eksklusi. AND . alita OR bay. AND . emberian OR kepatuha. Ay. Dalam menyusun kerangka konsep penelitian yang akan dilakukan seperti, identifikasi yang berisikan rumusan Research Question menggunakan PICO Question, menentukan database dan Penulisan artikel ini diawali dengan mengumpulkan referensi dari berbagai jurnal dari beberapa sumber dan database yang kemudian akan dilanjutkan dalam pengyusunan hasil review yang diperoleh. METODE PENELITIAN Metode yang dipakai pada studi ini ialah studi review dengan jenis Traditional Literature review. Data yang didapatkan berasal dari berbagai macam sumber seperti pencarian dari jurnal nasional yang sudah terindeks oleh database seperti Google Scholar dan sinta. Literatur yang dimanfaatkan ialah jurnal atau artikel yang terbit 5 tahun terakhir ialah tahun 2021-2025. Kata kunci yang dipergunakan pada pencarian ialah "imunisasi, asi eksklusif dan frekuensi Gambar 1. Flowchart e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti (Tahu. Debora Eunike. Sari Mariyati Dewi Nataprawira (Eunike & Nataprawira. Judul Hubungan ASI kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan PKU Muhammadiyah Karanganyar Jawa Tengah Metode Penelitian A A A A A Nida Nur Wahyunie. Fatma Zulaikha. Ni Wayan Wiwin A (Wahyunie et al. , 2. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dan Status Imunisasi Terhadap Kejadian Diare Pada Balita : Literatur Review Desain penelitian : potong lintang Sampling : random Variabel : dependen dan Instrumen/data: Analisis : uji chisquare Desain penelitian : literatur review Sampling : Seleksi artikel ilmiah Variabel : dependen dan Instrumen/data: Data sekunder dari artikel ilmiah Analisis : analisis Jumlah Sample 15 jurnal Hasil Database Berdasarkan masalah diare pada bayi usia 0-12 bulan yang diberi ASI eksklusif sejumlah 3 bayi serta yang tidak diberi ASI eksklusif sejumlah 17, hazil p-value = 0,001 yang bisa dikatakan kurang dari 0. 05 sehinga pemberian asi eksklusif dengan terjadinya diare untuk anak khususnya usia 0 -12 bulan Berdasarkan review pada beberapa jurnal dapat disimpulkan imunisasi dan pemberian asi eksklusif memiliki hasil yang signifikan terhadap penyakit diare. Imunisasi kekebalan agar dapar terhindar dari penyakit Google Scholar Goggle Scholar / Borneo Student Research e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Feri Juli Haryanti . Gusni Rahmaianti . Dolis Yesti Fennyria (Haryanti et al. , 2. Hubungan Status Imunisasi Pemberian ASI Eksklusif Kejadian ISPA Pada Bayi 9-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Kunyit Kabupaten Bengkulu Selatan A A A A A Idah Saidah. Hari Ghanesia Istiani. Nurul Ainul Shifa (Saidah. Hubungan Riwayat Asi Eksklusif dan BCG TBC pada anak Desain penelitian : cross sectional Sampling : Simple random sampling Variabel : dependen dan Instrumen/data: Analisis : Uji ChiSquare Desain penelitian : cross sectional Sampling : Simple random sampling Variabel : dependen dan Berdasarkan penelitian A. < . pada imunisasi dengan kasus ISPA dan A. < . pada hubungan ASI eksklusif dengan kejadian ISPA sehingga antara status imunisasi dengan penyakit ISPA wilayah Puskesmas Kayu Kunyit Kabupaten Bengkulu Selatan. Selain itu adanya keterkaitan antara pemberian ASI ISPA dialami oleh balita pada wilayah kerja Puskesmas Kayu Kunyit Kabupaten Bengkulu Selatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan memiliki hasil p < 0,05. Jadi, hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif serta umur pemberian imunisasi BCG dengan Goggle Scholar Google Scholar e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes A A Asmuna. Nina Hidayatunnikmah (Hidayatunnikmah. Pengaruh Pemberian Asi Ekslusif Dan Imunisasi Dasar Lengkap Terhadap Frekuensi Kejadian Sakit Pada Anak 1 Ae 3 Tahun A A A A A Agus Riyanto. Mona Megasari (Riyanto & Megasari. Pneumonia Balita Tidak Diberikan ASI Eksklusif Dan Imunisasi DPT-HBHIB Instrumen/data: Data rekam medis Analisis : analitik Desain penelitian : cross sectional Sampling : Purposive Samlpling Variabel : dependen dan Instrumen/data: Data rekam medis dan kuesioner Analisis : Pengujian Chi Square Desain penelitian : kasus kontrol Sampling : Purposive Variabel : dependen dan Instrumen/data: Wawancara dengan kuesioner, rekam medis dan buku kia terjadinya TBC untuk RSUD Khidmat Sehat Afiat Kota Depok. Pada temuan penelitian didapat temuan sign < 05 maka bisa ditarik adanya pengaruh yang pemberian Asi eksklusif kejadian sakit untuk dasar lengkap pada terjadinya sakit untuk Dari pemberian ASI eksklusif DPT-HB-HIB pneumonia untuk balita. Balita menerima imunisasi dpt dengan lengkap dan sesuai dengan ketepatan Google Google e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Kesia Sijabat . Marlina Rajagukguk . Inda Meirani Sinaga . Ronald Tunggul HotmarojahanTambunan . Endy Juli anto (Sijabat et al. , 2. Hubungan Perilaku Ibu Dan Kelengkapan Imunisasi Rotavirus Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Singa Kabupaten Karo Tahun 2024 Analisis : Pengujian Chi Square A Desain penelitian : cross sectional Sampling : Purposive Variabel : dependen dan Instrumen/data: kuesioner dan SPSS Analisis : distribusi frekuensi variable, uji statistik Desain Penelitian : Analitik dengan Sampling : Purposive A A A A Haifanida Putri Amni. Hubungan Enny Fitriahadi Pemberian Asi (Hardjito et al. , n. Eksklusif Dan Status Imunisasi Dengan Frekuensi Kejadian Sakit Pada Bayi Usia Bulan Puskesmas Gamping A A beresiko 2,4 kali terkena pneumonia serta tidak berpeluang 2,3 kali lebih banyak terkena penyakit Hasil Google Scholar adanya keterikatan yang erat antara perilaku ibu dengan masalah diare Puskesmas Singa Kabupaten Karo. Perilaku yang dilakukan pengasuhan balitanya. ASI kejadian diare yang dialami oleh anak. Dari temuan studi dapat Sinta/Google Sclholar pemberian ASI dengan sakit bayi usia 7-12 bulan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Sleman Yogyakarta Filia Alia Rahma . Miftahul Munir. Lilia Faridatul Fauziah (Filia Alia Rahma et al. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif. Kelengkapan Imunisasi Dasar dan Penyakit Infeksi pada Balita Usia 1-5 Tahun Kejadian Wasting Di Kabupaten Tuban Faizal Auladi Rivianto . Indah Laily Hilmi . Salman (Rivianto et al. Tingkat Efektivitas Imunisasi Campak Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Campak Di Indonesia Variabel : dependen dan Instrumen/data: kuesioner dan KIA Analisis : uji Fisher exact test Desain Penelitian : data sekunder dari 10 Puskesmas (UOBF) dengan angka wasting tertinggi Sampling : Purposive Variabel : dependen dan Instrumen/data: analisis software SPSS Analisis cross Corellation Spearman Desain penelitian : literatur review Sampling : Seleksi artikel ilmiah Variabel : dependen dan Puskesmas Gamping II dan terdapat kelengkapan imunisasi kejadian sakit Hasil penelitian memiliki sekunder titik 135 dari adanya puskesmas pemberian ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi dasar, terhadap kejadian penyakit infeksi untuk balita umur 1-5 tahun pada Kabupaten Tuban Tahun 2022. Google 14 artikel Berdasartkan literatur dan jurnal review yang dilakukan dinyatakan pemberian berpengaruh terhadap kejadian campak pada balita dan Pemberian ASI Google Scholar e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes A A Instrumen/data: Data sekunder dari artikel ilmiah Analisis : analisis imun anak, mencegah terkena campak. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Frekuensi pengukuran seberapa sering seseorang merasakan sakit, baik secara umum maupun dalam konteks tertentu. Frekuensi ini dapat diukur dalam skala waktu tertentu seperti dalam hitungan minggu ataupun bulan. Faktor penyebab terjadinya sakit yang berulang antara lain status imunisasi,asi eksklusif, status gizi dan Menurut permenkes no 12 tahun 2017 menyatakan. Imunisasi merupakan mengembangkan kekebalan anak pada sebuah penyakit tertentu yang bisa membuatnya bila nanti terjangkit penyakit tersebut maka tidak mungkin terjadi keparahan namun sekedar mengalami sakit ringan. Imunisasi diberikan pada anak dan menjadi program pemerintah untuk penvegahan penyakit TBC, pneumonia, meningitis, polio, rubella, campak, pertusis, hepatitis B, tetanus serta Menurut KpA tahun 2024, anak dinyatakan sudah mendapatkan imunisasi lengkap jika telah mendapat satu dosis vaksin campak, empat dosis vaksin polio atau IPV, serta satu dosis vaksin DPTHB/DPT-HB-HiB. Namun pada buku KIA tahun 2023 macam imunisasi yang dilakukan anak dimulai dari 4 dosis imunisasi polio tetes, 3 dosis vaksin DPT-HB-HIB, satu dosis BCG, satu dosis vaksin Hb0, 3 dosis imunisasi Rotavirus, 3 dosis PCV, 2 dosis imunisasi IPV dan 1 dosis campak lanjutan serta 1 dosis imunisasi DPT-HB-HIB lanjutan. Pada Profil Kesehatan Kota Malang . menjelaskan pada tahun 2018 dan 2019 tingkat terjadinya diare cukup tinggi dan pada tahun 2020 hingga 2023 mengalami penurunan kasus. Hal ini dapat terjadi karena pemberian asi yang lebih sering, oralit, pemberian obat zink dan pemberian vaksinasi rotavirus pada balita. Program yang dilakukan pemerintah kota malang selaras dengan 3 jurnal yang direview oleh penulis yaitu jurnal dengan literatur review dan 2 jurnal penelitian langsung dengan hasil penelitian terkait kejadian diare menjelaskan bahwa imunisasi rotavirus dan pemberian asi eksklusif memiliki hasil yang signifikan terhadap penyakit diare. Imunisasi dan asi memberikan perlindungan dan kekebalan agar dapat terhindar dari penyakit diare yang tidak diketahui penyebabnya. Imunisasi DPT adalah imunisasi yang memiliki efek samping demam setelah Imunisasi imunisasi pelindung penyakit Tetanus. Pertusis serta Difteri, efek demam tersebut dialami sebab ada bagian pertusis pada Masuknya agen asing di tubuh memicu respons berupa pembentukan antibody terhadap agen asing tersebut. Respon ini menyebabkan respon demam yang dialami anak setelah penyuntikan. Imunisasi DPT dirancang guna melatih sistem kekebalan tubuh bayi supaya bisa penyebab penyakit, dengan penyuntikan kuman yang sudah dilemahkan, maka risiko tertular jadi jauh semakin rendah (Puspariny et al. , 2. Pada hasil penelitian yang direview menemukan bahwasanya ada keterkaitan pada anak dengan pneumonia terhadap imunisasi DPT. Risiko balita terserang pneumonia meningkat hingga 2,4 kali lipat bila mereka tidak mendapatkan rangkaian imunisasi DPT-HB-HIB dengan tuntas, menerima imunisasi lengkap (Riyanto & e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Megasari, 2. Terdapat kesinambungan antara teori dan hasil penelitian yang di review oleh penulis. Hasil literatur review dari berbagai jurnal yang dilakukan oleh Faizal Auladi Rivianto dkk, didapatkan hasil bahwa dari semua jurnal memiliki titik terang yang hampir sama yaitu kejadian campak pada anak dipengaruhi oleh status imunisasi Balita yang mendapat imunisasi berpeluang semakin kecil terkena penyakit campak jikalau tertular campak oleh lingkungan sekitarnya maka gejalanya nantinya semakin ringan. Kondisi tersebut terjadi karena respon tubuh sudah yang baik dengan adanya pembentukan antibody khusus dalam melawan penyakit Pemberian asi ekslusif juga membentuk kekebalan untuk mencegah penyakit campak. Asi memiliki banyak kandungan, salah satu kandungan yang ada pada asi yang memberi bioaktif yang berfungsi menjadi sumber imun yaitu Human Milk Oligosaccharide (HMO). HMO ialah glikan kompleks dengan konsentrasi tinggi yang memiliki keragaman struktur serta bagian susu yang beragam. Sekitar seperlima dari total karbohidrat dalam ASI terdiri atas HMO, menjadikannya unsur terbesar ketiga setelah laktosa dan lemak. HMO berperan penting dalam mendukung kesehatan saluran pencernaan bayi melalui fungsi prebiotik dan perlindungan terhadap mikroorganisme berbahaya, sehingga berpengaruh langsung pada kekebalan tubuh bayi (Sprenger et al. Pada penelitian terkait imunisasi BCG dengan kejadian TBC, peneliti menuliskan bahwa Untuk membentuk perlindungan tubuh terhadap penyakit, salah satu langkah pencegahan yang digunakan adalah imunisasi. Dalam hal pencegahan tuberkulosis, vaksin BCG merupakan satusatunya yang telah diakui secara resmi sebagai perlindungan terhadap penyakit Imunisasi BCG yang diberi pada bayi memberikan perlindungan hingga 80% terhadap penyakit TBC (Saidah, 2. Teori ini dibuktikan dengan temuan studi yang dijalankan dengan temuan studi yang tertera pada jurnal yaitu asi eksklusif dan Riwayat imunisasi BCG berhubungan dengan erat terhadap enyakit TBC pada anak anak. Dari jurnal studi terkait penyakit Infeksi pada balita menjelaskan bahwa pemberian asi secara eksklusif merupakan hal yang efektif karena dalam asi terdapat kandungan kalsium tinggi, ertical dan mempunyai ketersediaan hayati yang besar dan bisa diserap oleh tubuh secara optimal khususnya pada pembentukan Air susu ibu ialah sumber nutrisi utama yang menyediakan berbagai zat penting untuk menunjang proses tumbuh kembang bayi, sekaligus mengandung membantu memperkuat sistem imun selama tahap awal kehidupan (Filia Alia Rahma et al. , 2. Berdasarkan 10 jurnal diatas memiliki titik temu yang sama yaitu asi eksklusif memiliki keterkaitan dengan penyembuhan dan pencegahan terjadinya sakit sehingga dapat berpengaruh pada terjadinya frekuensi sakit pada anak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa teori dan hasil penelitian dari 10 jurnal tersebut memiliki keselarasan yang menyatakan bahwa asi memiliki kandungan yang penting bagi kekebalan tubuh, dengan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes pemberian asi eksklusif maka anak nantinya mempunyai kekebalan tubuh yang baik dehingga dapat meminimalisir terjangkit berbagai macam penyakit dan frekuensi sakit pada anak rendah. Cara yang dapat dilakukan untuk penyakit infeksi pada bayi salah satunya adalah imunisasi. Balita kan beresiko lebih tinggi terjangkitnya infeksi jika tidak mendapatkan imunisasi secara lengkap atau bahkan sama sekali. Jika anak sakit maka nafsu makan menurun sehingga anak tidak akan mendapatkan asupan gizi. Dan terganggu dan terjadi gangguan pada Jika hal tersebut tidak dihiraukan dan terus menerus, sehingga khawatir nantinya berpengaruh terhadap kekebalan tubuh pada anak (Filia Alia Rahma et al. , 2. Sakit pada anak haruslah ditangani dengan segera dan penvegahan yang efektif dilakukan agar tidak terjadi sakit yaitu dengan imunisasi. Imunisasi dapat mencegah penyakit dengan menumbuhkan kekebalan tubuh serta perlu diberi dengan berdasarkan standar. Imunisasi upaya guna mengembangkan kekebalan tubuh dengan aktif, maka bila anak terpapar virus anak tidak berpeluang mengalami sakit dikarenakan sistem imun menyimpan memori, ketika vaksin masuk ke tubuh nantinya terbentuk antibody guna melawan vaksin itu sendiri serta sistem memori nantinya tersimpan dan akan selalu ingat jika terpapar hal serupa (Hidayatunnikmah, 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Hidayatunnikmah tahun 2023 yang direview oleh penulis didapatkan hasil bahwa pemberian ASI Eksklusif memiliki pengaruh yang cukup besar pada frekuensi terjadinya sakit dengan niali value 0,021 temuan pengujian pada penelitianyang memiliki arti terdapat dampak pada pemberian Asi eksklusif dengan terjadinya sakit pada balita dikarenakan sign < 0. Selain itu pada studi yang dilakukan oleh Haifanida Putri Amni. Enny Fitriahadi tahun 2024 didapatkan temuan analisis menemukan bahwasanya ada keterkaitan antara status imunisasi serta frekuensi kejadian sakit untuk bayi umur 7-12 bulan pada Puskesmas Gamping II, diperoleh nilai p-value 0,010 yaitu kurang dari 0. yang diartikan juga frekuensi sakit dan status imunisasi memiliki hubungan dan keterikatan satu sama lain. Dari 10 jurnal yang diperoleh oleh penulis serta beberapa sumber lainnya untuk memperkuat hasil literatur review ini, didapatkan hasil bahwa imunisasi memiliki peran dalam pencegahan terjadinya berbagai penyakit sehinga memiliki hubungan juga terkait frekuensi ternjadinya sakit. Imunisasi lengkap diberikan pada anak usia 0-2 tahun sehingga pada usia tersebut merupakan menumbuhan antibodi alami dalam tubuh. Tak kala penting dengan imunisasi, asi eksklusif juga memiliki peran baik pada penyembuhan maupun dalam pencegahan terjadinya sakit yang berulang sehingga asi eksklusif juga dapat dikatakan sebagai kunci dalam mengurangi frekuensi sakit pada anak. SIMPULAN Kesimpulan dari kajian keterkaitan antara kepatuhan imunisasi serta asi eksklusif dengan kejadian frekuensi sakit pada anak dari beberapa penelitain yang e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Eunike. , & Nataprawira. Hubungan pemberian ASI ekslusif terhadap kejadian diare pada bayi usia 012 bulan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Jawa Tengah. Tarumanagara Medical Journal, 3. , 282Ae290. https://doi. org/10. 24912/tmj. Filia Alia Rahma. Miftahul Munir, & Lilia Faridatul Fauziah. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif. Kelengkapan Imunisasi Dasar dan Penyakit Infeksi pada Balita Usia 1-5 Tahun dengan Kejadian Wasting Di Kabupaten Tuban. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 3. , 215Ae225. https://doi. org/10. 55123/insologi. Hardjito. A P. -P. , & 2011. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Frekuensi Kejadian Sakit Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Desa Jugo Keamatan Mojo. Academia. Edu, 23Ae29. http://w. edu/download/3 7805213/PENGARUH_BEKAM_TERHAD AP_PENINGKATAN_SEL_T_CD8__SEBAG AI_MEKANISME_PERTAHANAN_TUBUH. pdf#page=77 Haryanti. Rahmarianti. , & Fennyria. Hubungan Status Imunisasi dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian ISPA Pada Bayi 9-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Kunyit Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Kebidanan Manna, 1. , 1Ae10. https://doi. org/10. 58222/jkm. Hidayatunnikmah. Pengaruh Pemberian Asi Ekslusif Dan Imunisasi Dasar Lengkap Terhadap Frekuensi Kejadian Sakit Pada Anak 1 Ae 3 Tahun. Snhrp, 2363Ae2370. https://snhrp. id/prosiding /index. php/snhrp/article/view/816 Malang, dinas kesehatan kota. Profil kesehatan kota malang. 1Ae23. Puspariny. Kurniati. , & RY. Pengaruh Pemberian Imunisasi Dpt Terhadap Kenaikan Suhu Tubuh Bayi Di Puskesmas Purbolinggo Lampun. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12. , dilakukan pada Indonesia menemui titik temu bahwa pemberian imunisasi pada anak baik usia 0-2 tahun atau balita sangat berpengaruh terhadap kejadian sakit. Setiap imunisasi memiliki peran yang berbeda dengan imunisasi jenis lainnya sehingga memberikan kekebalan tubuh dan antibodi pada anak . Semakin lengkap imunisasi yang diperoleh anak makan semakin terlindungi pula kondisi Kesehatan anak dari paparan penyakit. Didapatkan mengkaji tentang keterkaitan status imunisasi pada anak balita serta dari seluruh jurnal tersebut menjelaskan bahwasanya status imunisasi anak balita memiliki keterikatan yang cukup kuat dan berpengaruh terhadap kejadian sakit yang dialami oleh anak. Selain itu beberapa jurnal juga membahas keterkaitan tentang pengetahun orang tua dan pendidikan orang tua khususnya sosok ibu yang berpengaruh terhadap kasus kejadian sakit pada anak. Serta selain itu, yang tidak kalah penting pengaruhnya terhadap frekuensi sakit adalah pemberian Asi ekslusif pada anak terkhusus usia 0-2 tahun yang bertujuan sebagai pembentuk system imun bagi anak dan kekebalan tubuh secara Dari 10 jurnal yang diteliti ada 9 jurnal yang membahas perihal keterkaitan tentang asi eksklusif yang diberikan dengan kejadian sakit pada balita. Berdasarkan hal tersebut, memiliki titik terang bahwa pemberian asi eksklusif pada anak memiliki keterikatan dan peran yang sangat penting dalam mengatasi berbagai macam kejadian sakit dan frekuensi terjadinya sakit pada anak khususnya usia 0-2 tahun. DAFTAR PUSTAKA