Volume 15 . issue 2 . Vol. 15 - Issue 2 Ae 2025 The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization published by Islam Nusantara Center Foundation. This journal specialized academic journal dealing with the theme of religious civilization and literature in Indonesia and Southeast Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with perspectives of philosophy, philology, sociology, antropology, archeology, art, history, and many more. This journal invites scholars from Indonesia and non Indonesia to contribute and enrich the studies published in this journal. This journal published twice a year with the articles written in Indonesian. Pegon. Arabic and English and with the fair procedure of blind peer-review. Editorial Team Managing Editor Mohamad Shofin Sugito Peer Reviewer Abdurahman MasAoud (Ministry of Religious Affairs. The Republic of Indonesi. Oman Fathurrahman (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Harissuddin (State Islamic University of Jember. Indonesi. KH. Abdul MunAoim DZ (The Vice General Secretary of PBNU) Farid F. Saenong (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Ngatawi al Zastrouw (University of Nahdlatul Ulama Indonesi. Islah Gusmian (State Islamic University of Surakarta. Indonesi. Zainul Milal Bizawie (Islam Nusantara Center Jakarta. Indonesi. Editors Johan Wahyudhi Mohammad Taufiq Ahmad Ali Asistant Editors Muhammad Anwar Zainal Abidin Zainul Wafa ISSN 2621-4938 e-ISSN 2621-4946 Published by: ISLAM NUSANTARA CENTER (INC) Jl. Kemital Blok E No. Perum. Ciputat Baru. Kel. Kp. Sawah. Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan 15413 http: //ejournalpegon. com/ojs/ Islam Nusantara Center TABLE OF CONTENTS The International Journal of PEGON Islam Nusantara Civilization Vol. 15 - Issue 2 Ae 2025 TABLE OF CONTENTS . TELAAH RINGKAS TAFSIR ABUL AAoLA AL-MAWDUDI. TAFHIM AL-QURAoAN Ahmad Nabil Amir dan Tasnim Abdul Rahman . NEGOSIASI STATUS SOSIAL DAN PRINSIP KESETARAAN: STUDI PADA TRADISI SANDINGAN MALAM JUMAT LEGI DALAM KEBUDAYAANAN PANDALUNGAN DI LUMAJANG JAWA TIMUR Muhammad ZaAoim Zacky Fadl-Lillah dan Alanuari . PERAN KESULTANAN JAMBI DALAM PENYEBARAN ISLAM DAN TERBENTUKNYA TRADISI KEAGAMAAN LOKAL PADA ABAD KE-19 Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani . KONSEP JIWA DAN ETIKA ISLAM : KAJIAN FILSAFAT AL-GHAZALI DAN IBNU RUSYD TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Siti Nur Amanda. LuAolu Ulzannah. Khairun Anwar dan Sari Febriani 75 PERKEMBANGAN PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DARI MASA KLASIK HINGGA KONTEMPORER Muhammad Najibudin. Hafsa. Zulfa Hamidah dan Sari Febriani . THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION PENDIDIKAN DAN PENYEBARAN PERADABAN ISLAM: KETERKAITAN HISTORIS MASA BANI UMAYYAH DENGAN ISLAMISASI DI NUSANTARA Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah . RELEVANSI MAQAM TASAWUF DALAM MEMBENTUK ETOS KEILMUAN DAN KARAKTER BANGSA DI ERA MODERN Gina Husniati Zahra. Rendi Imam Saputra. Indriani dan Sari Febriani 147 MENYUARAKAN KESEIMBANGAN: PEMIKIRAN DAKWAH WASATIYYAH TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID . DI PULAU LOMBOK. INDONESIA Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi . PEMIKIRAN DAN KONTRIBUSI AGH. MUHAMMAD NUR DALAM KAJIAN HADIS DI SULAWESI SELATAN: TELAAH TERHADAP KITAB KASYF AL-ASTAR Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah . ANALISIS KODIKOLOGI DAN TEKSTOLOGI NASKAH MANAKIB ABDUL QADIR AL-JAELANI Ahmad Hafidhuddin . Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 analisis Kodikologi dan Tekstologi Naskah Manakib Abdul Qadir al-JaelaniAA aNALISIS KODIKOLOGI DAN TEKSTOLOGIAA AANASKAH MANAKIB ABDUL QADIR ALaJAELANIAA ahmad HafidhuddinAA AAUniversitas Sebelas MaretAA AAhafidhuddin915@student. idAA AADOI: https://doi. org/10. 51925/inc. AEA AeA AOIOc OEOOI eA AIEN EOIO OuO eA AOIO OONOI IA AOIOEOOI uOIO OEOEEO OEONA Ae eA AeA AeA AOEOEOE uEI O IOIA . AEN O eA AIEN O eA AIOIOOIOEI NE eA Ao ENA AON uOIA AeA AIIEO ECO EOEIO (EOO E I A ,)uAO OOEO EI N O IOOIEI E A AeA AoI eA AIOEO eA AOII O o OOE eA AO eA AOIOA . AOIOEOOI uOIO eA AOOI I eA AOEA AOIOEA AeA AO eA AOE eOEOO eA AO uO O I O eA Ao OI IOINIO E eEO AOOE eA AIEN eA AEIOA AEOOEOEOO IA Ae eA AeA AeA AO eA AEIcA . AIo O OOIEI EN OIOEI AOEOEOO OEOOA OI IEOO EOOEOEOO OIOEA AeA AeA AeA AOE eOEOO eA AO eA AEOIO O AOOE eA AOIOE OEOIAe ,AA AOIOE IOOEA AIENA ,AI IEOOA AIOIOEN NI A,AA Ae cA AeA AeA AeA AeA AeA AeA AOEOA ,AN O EOIOE I O OIOEIA . ANOE EOI IOIOIOEI NO IEN uOIOA Ae eA AeA AeA AOAO O EI IOO EONA,AA AOIOI EOA -AO OOIEI EI O O IIEOIA,AA AIOOEI EOIIA AeA AeA AeA AI eA AIO eA AI eA AEI eA AOOI OOA O A AOIOOEI oEA . AOI OE eOEOOA ,AOE uOIOA AECO EOEIO I OO OEo IE OAe . AuOIEOE O O OIOEOOI uOIO EN eA AOEOc OOA AOOEO O I EOI eA AeA AIENAe -AA AON eA AEIOI eA AIEN OOI uEOI OuO OI OA AOEOOIA AeA AIOIA. AIN EOuEIIA AATHE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON::AA AAISLAM NUSANTARA CIVILIZATIONAA Ahmad Hafidhuddin A e ECO EOEIOA,A IIEOA,A OOIA,A OE eOEOOA,A EOOEOEOOA:AE EOIIOA Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai sumber pengetahuan dan sejarah intelektual Islam di Nusantara. Salah satu naskah yang merepresentasikan hal tersebut adalah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani . ode KBN . , yang ditulis dalam bahasa Jawa menggunakan aksara Arab Pegon dan tersimpan di repositori digital DREAMSEA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek kodikologi dan tekstologi naskah tersebut guna memahami karakter fisik serta isi ajaran yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan filologi deskriptif dengan analisis kodikologi untuk menelaah bahan, bentuk tulisan, serta kondisi fisik naskah, dan analisis tekstologi untuk mengungkap struktur, bahasa, serta konteks ajaran yang disampaikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa naskah ini merupakan salinan pesantren abad ke-20 yang digunakan dalam tradisi manakiban, berfungsi sebagai media dakwah dan pendidikan spiritual. Secara tekstologis, teks ini menggambarkan perpaduan antara ajaran tasawuf Syekh Abdul Qadir al-Jaelani dan budaya religius masyarakat Jawa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya upaya digitalisasi dan kajian lanjutan terhadap naskah-naskah Pegon lain sebagai bagian dari pelestarian khazanah keislaman Nusantara. Kata kunci: kodikologi, tekstologi. Pegon, manakib. Abdul Qadir al-Jaelani Abstract This research is motivated by the importance of preserving ancient manuscripts as valuable sources of Islamic intellectual and cultural history in the Indonesian archipelago. One of the manuscripts that represents this tradition is Manakib Abdul Qadir al-Jaelani . atalogue code KBN . , written in Javanese using the Arabic-Pegon script and preserved in the DREAMSEA digital repository. This study aims to examine the codicological and textological aspects of the manuscript to understand its physical characteristics and the spiritual teachings contained within. The research employs a descriptive philological approach, using codicological analysis to study the material, script, and physical condition of the manuscript, and textological analysis to explore its structure, language, and contextual meaning. The findings reveal that the manuscript is a pesantren copy from the early twentieth century, used in manakiban rituals as a medium for daAowah and spiritual education. Textologically, it reflects the synthesis between the Sufi teachings of Shaykh Abdul Qadir al-Jaelani and the religious culture of Javanese society. The implication of this study emphasizes the necessity of continued digital preservation and further Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Analisis Kodikologi dan Tekstologi Naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani research on Pegon manuscripts as part of safeguarding the Islamic intellectual heritage of the Nusantara. Keywords: codicology, textology. Pegon, manakib. Abdul Qadir al-Jaelani PENDAHULUAN ajian terhadap naskah kuno merupakan langkah penting dalam mengungkap khazanah keilmuan dan spiritualitas Islam di Nusantara. Naskah-naskah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media transmisi ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai bukti material dari dinamika sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Muslim lokal. Menurut Chambert-Loir dan Fathurahman . , keberadaan manuskrip Islam di Indonesia mencerminkan kesinambungan tradisi keilmuan Islam yang berakar kuat pada budaya Salah satu tradisi tulis yang unik di wilayah Jawa adalah penggunaan aksara Arab Pegon, yaitu sistem tulisan Arab yang dimodifikasi dengan tambahan huruf untuk mewakili fonem Jawa (Baroroh 2019, . Aksara Pegon berkembang pesat di lingkungan pesantren sejak abad ke-18 dan menjadi medium utama dalam penulisan teks keagamaan seperti tafsir, fikih, tasawuf, dan kisah para wali . anAqi. Penggunaan bahasa Jawa dalam huruf Arab memperlihatkan proses indigenisasi Islam, yaitu upaya mengadaptasi ajaran Islam ke dalam bentuk budaya lokal tanpa menghilangkan substansi ajarannya (Fathurahman 2015, . Dalam konteks ini, naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani merupakan contoh penting yang menunjukkan bagaimana ulama Jawa mentransmisikan ajaran sufistik melalui teks lokal berbahasa Jawa Pegon. Naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani . ode KBN . yang tersimpan di repositori digital DREAMSEA termasuk dalam genre manAqib, yaitu kisah biografis yang menonjolkan keutamaan. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Ahmad Hafidhuddin karamah, dan ajaran seorang wali besar. Syekh Abdul Qadir alJaelani, tokoh sentral dalam teks ini, merupakan pendiri Tarekat Qadiriyah yang ajarannya tersebar luas hingga ke Asia Tenggara. Dalam tradisi Jawa, pembacaan manakib Syekh Abdul Qadir menjadi ritual spiritual yang dilakukan secara rutin di pesantren maupun komunitas tarekat (Bruinessen 1999, . Naskah ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga menjadi bukti penting adanya sinkretisme budaya Jawa dan Islam, di mana nilai-nilai tasawuf diadaptasi dalam bentuk bahasa dan simbol lokal. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua tujuan utama: pertama, untuk mengidentifikasi karakteristik fisik dan konteks penulisan naskah melalui pendekatan kodikologi. kedua, untuk mengkaji struktur teks, bahasa, dan nilai sufistiknya melalui pendekatan Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan filologi deskriptif, yaitu metode yang memadukan analisis kodikologi . ajian fisik manuskri. dan tekstologi . ajian isi dan varian tek. Menurut Behrend . , kedua pendekatan ini menjadi pilar utama dalam studi naskah Nusantara karena membantu peneliti memahami hubungan antara bentuk fisik dan isi teks sebagai satu kesatuan Dengan demikian, penelitian terhadap naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani diharapkan dapat memperkaya pemahaman kita tentang tradisi literasi Islam Nusantara serta pentingnya aksara Pegon sebagai sarana pelestarian ilmu dan dakwah di Jawa. Selain aspek filologis, penelitian ini juga memiliki relevansi kultural yang tinggi. Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi, banyak naskah klasik mengalami kerusakan fisik maupun hilang dari arsip publik. Upaya digitalisasi oleh lembaga seperti DREAMSEA menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan akses terhadap naskahnaskah tersebut. Penelitian ini, dengan demikian, berkontribusi dalam dua ranah: pelestarian warisan intelektual Islam dan penguatan identitas budaya lokal melalui studi manuskrip Pegon. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Analisis Kodikologi dan Tekstologi Naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani ANALISIS KODIKOLOGI NASKAH Kajian kodikologi bertujuan untuk memahami aspek fisik naskah sebagai produk material yang lahir dari konteks sosial dan budaya tertentu. Menurut Behrend, kodikologi merupakan Auilmu yang meneliti naskah dari segi bentuk, bahan, dan sejarah produksinyaAy. Melalui analisis kodikologi, peneliti dapat menelusuri jejak penyalinan, distribusi, serta fungsi sosial sebuah manuskrip. Dalam konteks naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani (KBN . , hasil pengamatan terhadap citra digital di repositori DREAMSEA memperlihatkan karakteristik khas naskah pesantren abad ke-20. Berikut temuan utama: Deskripsi Fisik Naskah Naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani ditulis di atas kertas tulis modern . xercise boo. berwarna krem kecokelatan, berukuran sekitar 20 y 17,3 cm, dengan area teks 16,7 y 13 cm. Berdasarkan warna, tekstur, dan serat kertas, naskah ini tampak berasal dari masa ketika bahan industri Eropa sudah banyak beredar di Hindia Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa naskah tersebut diproduksi pada awal abad ke-20, bukan dari periode klasik. Bahan dan Kondisi Fisik Jumlah halaman dalam naskah hanya dua lembar dengan kondisi fisik relatif baik. Terdapat bekas sobekan di tepi bawah dan perekat bening . pada sisi kanan halaman kedua sebagai upaya perbaikan modern. Keadaan ini menandakan naskah telah digunakan secara berulang dalam kegiatan keagamaan seperti manakiban, bukan sekadar koleksi pribadiA. Tulisan menggunakan tinta hitam untuk teks utama dan tinta merah untuk menandai lafaz penting seperti qAla . , raslullAh, atau syekh. Penggunaan dua warna tinta adalah ciri umum naskah pesantren untuk menonjolkan hierarki informasiA. Tidak ditemukan iluminasi . iasan artisti. , penomoran halaman, atau bingkai teks, menandakan fungsi praktis naskah sebagai bacaan rutin. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Ahmad Hafidhuddin Media yang digunakan adalah kertas exercise book dengan warna kecokelatan akibat proses penuaan. Tulisan menggunakan tinta hitam untuk teks utama dan tinta merah untuk tanda penting. Kondisi fisik cukup baik, meskipun terdapat sobekan di tepi bawah dan bekas perbaikan dengan pita perekat. Aksara. Tulisan, dan Paleografi Aksara yang digunakan adalah Arab Pegon, yaitu sistem tulisan Arab yang dimodifikasi dengan huruf tambahan untuk bunyi lokal Jawa seperti A( Ap. A( Ang. , dan A( Ag. Penggunaan Pegon menandakan lingkungan produksi naskah berada di pesantren, sebab aksara ini menjadi media utama dalam pengajaran Islam di Jawa sejak abad ke-18. Gaya tulisan menunjukkan bentuk naskh sederhana, cenderung tegak dan berukuran sedang. Tulisan tampak stabil dan rapi, memperlihatkan bahwa penyalin memiliki keterampilan menulis Arab yang cukup baik. Meskipun tidak ditemukan kolofon, konsistensi tulisan mengindikasikan bahwa naskah ini disalin oleh satu orang, bukan hasil kerja kolektif. Secara paleografis, bentuk huruf Pegon dalam naskah ini memiliki kemiripan dengan gaya tulisan pesantren Cirebon dan Tasikmalaya. Beberapa huruf menunjukkan pengaruh tulisan Arab Melayu, seperti bentuk huruf jim dengan ekor panjang dan huruf kaf tanpa lengkung bawah. Fungsi Sosial dan Konteks Produksi Berdasarkan bahan, ukuran, dan bentuk tulisan, naskah ini kemungkinan besar dibuat untuk kepentingan ritual keagamaan di Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Analisis Kodikologi dan Tekstologi Naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani pesantren atau masyarakat tarekat Qadiriyah. Penggunaan kertas tulis sederhana menunjukkan bahwa naskah tidak ditujukan sebagai koleksi bangsawan, melainkan sebagai teks bacaan fungsional yang digunakan dalam tradisi manakiban mingguan. Menurut Bruinessen, teks manAqib berfungsi sebagai Aujembatan spiritual antara ulama, santri, dan masyarakatAy, dibacakan untuk menghidupkan ingatan terhadap ajaran tasawuf Syekh Abdul Qadir alJaelaniA. Naskah ini memperlihatkan peran penting literasi Pegon dalam membumikan ajaran Islam di kalangan masyarakat Jawa yang tidak seluruhnya menguasai bahasa Arab. Nilai Kodikologis Dari sisi kodikologi, naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani merupakan artefak penting karena mencerminkan transformasi dari tradisi manuskrip ke budaya cetak. Pemakaian kertas tulis industri menunjukkan masa transisi ketika manuskrip masih digunakan bersamaan dengan kitab cetakan Arab. Dengan demikian, naskah ini menjadi bukti nyata keberlanjutan tradisi tulis tangan di pesantren meskipun dunia percetakan telah berkembang pada awal abad ke-20. ANALISIS TEKSTOLOGI NASKAH Analisis tekstologi berfokus pada isi, struktur, dan varian teks untuk memahami makna serta fungsi sosial naskah. Menurut THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Ahmad Hafidhuddin Chambert-Loir . , tekstologi tidak hanya mengkaji keaslian teks, tetapi juga cara teks hidup dan berinteraksi dalam masyarakat pembacanyaA. Dalam naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani, analisis tekstologi mengungkap perpaduan antara bahasa Jawa, istilah Arab, dan nilai sufistik. Isi dan Struktur Teks ini termasuk dalam genre manAqib atau kisah keutamaan para wali. Narasi dibuka dengan ungkapan uamdalah dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian dilanjutkan dengan kisah hidup Syekh Abdul Qadir al-Jaelani. Struktur teks dapat dibagi menjadi tiga bagian: pengantar berupa doa dan sanjungan kepada Allah, bagian utama yang berisi kisah dan karamah, penutup berupa nasihat moral dan doa keselamatan. Bentuk seperti ini umum ditemukan dalam manakib versi Arab maupun Jawa. Namun, versi Pegon Jawa cenderung menggunakan kalimat pendek dan repetitif agar mudah dibacakan dalam ritual Bahasa dan Gaya Penulisan Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa klasik dengan banyak sisipan kosakata Arab seperti karAmah, tawakkal, abr, dan niAomat. Struktur sintaksisnya sederhana, mengikuti pola lisan Penulis menggunakan gaya bahasa didaktik . , yang berfungsi menanamkan nilai-nilai akhlak melalui kisah. Menurut Fathurahman, gaya bahasa dalam teks Pegon Jawa menandakan strategi dakwah yang akomodatif, karena menyesuaikan bahasa Arab ke bentuk lokal yang mudah dipahami masyarakat awam. Pola semacam ini menunjukkan adanya domestikasi bahasa agama dalam tradisi Islam Nusantara. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Analisis Kodikologi dan Tekstologi Naskah Manakib Abdul Qadir al-Jaelani Nilai Teologis dan Sufistik Isi teks mencerminkan ajaran tasawuf yang menekankan tauhid, keikhlasan, dan tawakal. Cerita tentang karamah Syekh Abdul Qadir al-Jaelani digunakan bukan untuk menonjolkan keajaiban, tetapi untuk menegaskan pentingnya iman dan amal saleh. Menurut Azra, ajaran tarekat seperti Qadiriyah menjadi sarana pembentukan etika spiritual masyarakat Muslim Indonesia. Dengan demikian, teks Manakib berfungsi sebagai instrumen pendidikan moral dan spiritual di lingkungan pesantren. Fungsi Sosial dan Konteks Tradisi Dalam masyarakat Jawa, teks Manakib Abdul Qadir al-Jaelani dibacakan dalam acara manakiban setiap malam Jumat atau menjelang Ramadan. Tradisi ini disebut oleh Woodward sebagai Auperformative religion,Ay yakni praktik keagamaan yang menjembatani antara teks dan tindakan kolektifAA. Naskah ini bukan sekadar objek baca, tetapi juga living text yang membentuk kesadaran religius masyarakat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, naskah Manakib Abdul Qadir alJaelani (KBN . merupakan salinan pesantren beraksara Pegon yang menggambarkan perpaduan antara ajaran tasawuf Islam dan budaya Jawa. Secara kodikologis, naskah memperlihatkan bentuk fisik sederhana khas manuskrip abad ke-20, menggunakan bahan kertas tulis dengan tinta hitam dan merah. Secara tekstologis, teks berisi kisah karamah dan ajaran moral Syekh Abdul Qadir al-Jaelani yang dibacakan dalam tradisi manakiban. Penelitian ini menegaskan pentingnya kajian filologi sebagai upaya pelestarian warisan intelektual Islam Nusantara, serta menunjukkan bahwa aksara Pegon memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan pengetahuan keislaman di Jawa. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Ahmad Hafidhuddin AOAOI OA Behrend. Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 4: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor, 1998. Chambert-Loir. Henri, dan Oman Fathurahman. Khazanah Naskah: Panduan Koleksi Naskah-naskah Nusantara. Jakarta: EFEOAe PPIM, 1999. DREAMSEA Digital Repository. AuManakib Syekh Abdul Qadir Jaelani (KBN . Ay https://hmmlcloud. org/dreamsea/detail. php?msid=1673 Nur. Syifa. AuKajian Kodikologi Naskah-naskah Pegon di Pesantren Jawa Tengah. Ay Jurnal Al-Makhtutat 6, no. : 45Ae60. Siti Baroroh. Filologi dan Kodikologi Naskah Nusantara. Jakarta: UI Press. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025