JURNAL SAINS PEMASARAN INDONESIA Volume 25. No. Desember 2025, halaman 1-20 PENGARUH DIFFERENTIATION STRATEGY MARKETING TERHADAP LOYALTY CUSTOMERS PADA KOPI FORE KOTA SURABAYA Elfiyah Wardaningsih1 Universitas Airlangga Surabaya. Jawa Timur. Indonesia elfiyahwardah@gmail. Dina Fitrisia Septiarini2 Universitas Airlangga Surabaya. Jawa Timur. Indonesia fitrisia@feb. ABSTRACT The presence of coffee shops is currently getting intense public attention. There has been a stir in coffee shops that use the eco-friendly concept, and the selection and use of coffee beans can affect the taste and quality. Therefore, this study aims to determine the effect of Marketing Strategy Differentiation on consumer loyalty at Kopi Fore in Surabaya. This study will examine Green Marketing. Halal Label. Fear of Missing Out, and Media Marketing. The sample used in this study was 230 samples collected using a nonprobability sampling method questionnaire with the criteria of being Muslim, at least 17 years old, having the Fore Coffee application, and having consumed the product at least 2 times. This study will use the Multiple Linear Regression analysis technique on IBM SPSS win 25. This study's results indicate a significant influence on the variables Green Marketing. Halal Label. Fear of Missing Out, and Media Marketing. Thus, this study is expected to be useful for related companies to maintain the concept they carry and provide satisfaction. Keywords: loyalty customers, differentiation strategy marketing, coffee fore surabaya Kehadiran gerai perkopian saat ini menjadi intensitas perhatian masyarakat. Saat ini telah gempar gerai kopi yang menggunakan konsep eco-friendly dan pemilihan dan penggunaan biji kopi dapat mempengaruhi rasa dan juga kualitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Diferensiasi Strategi Marketing terhadap loyalitas konsumen pada Kopi Fore kota Surabaya. Penelitian ini akan mengkaji Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. terkait Green Marketing. Label Halal. Fear of Missing Out, dan Media Marketing. Sampel yang digunakan penelitian ini sebanyak 230 sampel yang dikumpulkan menggunakan kuesioner metode non probability sampling dengan kriteria beragama Islam, berusia minimal 17 tahun, mempunyai aplikasi Kopi Fore, serta pernah mengonsumsi produk minimal 2x. Penelitian ini akan menggunakan teknik analisis Regresi Linier Berganda pada IBM SPSS win 25. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruhsignifikan padavariabel Green Marketing. Label Halal. Fear of Missing Out, dan Media Marketing. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahan terkait untuk mempertahankan konsep yangdiusungdan memberikan kepuasan pelayanan kepada mereka. Keywords: loyalty customers, diferensiasi strategi marketing, kopi fore surabaya PENDAHULUAN Strategi Marketing menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh setiap perusahaan agar dapat mencapai tujuan yang telah dibentuk perusahaan. Strategi perusahaan harusnya memperhatikan seluk beluk dari produk perusahaan itu sendiri mulai dari strategi memasarkan produk, strategi memasarkan harga, strategi tempat, hingga strategi melakukan promosi. Ong . menyebutkan bahwa konsumen merasakan puas ketika mereka mendapat produk yang sama seperti harapan dan juga melebihi harapan atau expectation dibanding dengan produk pesaing lainnya. Maka dari itu, setiap perusahaan akan juga memperhatikan bagaimana produk yang mereka ciptakan dapat dinikmati oleh setiap konsumennya. Sebagai perusahaan yang peduli dengan kualitas dan kepercayaan konsumen, penting untuk memverifikasi produk yang dipasarkan telah melaksanakan standar halal yang diresmikan oleh Halal MUI Indonesia. Salah satu gerai kopi di kota Surabaya seperti Kopi Fore yang dapat diyakini masih berusia dan telah memiliki beberapa gerai yang belum tersebar luas, dapat berkembang pesat dengan memiliki Sertifikasi Halal. Sertifikasi halal akan membantu para konsumen agar percaya pada produk yang telah mengantongi surat Halal Indonesia selain itu, memberikan rasa aman bahwa produk yang dikonsumsi telah lulus uji sertifikasi halal. Seperti halnya pada Kopi Fore yang telah mengantongi Sertifikasi Halal untuk menjamin bahwa produk mereka terjamin kualitas bahan dan juga integritasnya. Menurut Putri et . , saat ini teknologi telah dikategorikan canggih bagi setiap perusahaan, banyak yang telah menggunakan mesin-mesin bahkan alat yang canggih sesuai dengan era saat ini dan era yang akan datang. Sertifikasi halal terdapat dalam kerangka globalisasi. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. fokusnya bukan soal kehalalan produk lagi tetapi, bagaimana perusahaan Kopi Fore dapat bersaing dipasar global yang serba praktis dan canggih. Tidak hanya memperhatikan penggunaan alat, melainkan bagaimana konsumen dapat lebih praktis dalam memesan minuman serta makanan. Saat ini. Kopi Fore meluncurkan aplikasi mobile yang dapat diunduh dan telah diunduh sebanyak 100 ribu dalam rentan waktu 1 Aplikasi ini dinamakan AyFore CoffeeAy yang dapat digunakan untuk memesan, mengambil pesanan tanpa antri, serta delivery. Namun, era globalisasi sangat berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar, seperti halnya pencemaran lingkungan hingga polusi udarakarenahasil pembuangan dari setiap pabrik. Sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan, saat ini perusahaan mulai menyambungkan sistem go-Green kedalam usaha yang sedang memulai. Seperti Kopi Fore yang telah memulai menyambungkan sistem go-Green ke dalam strategi Green Marketing. Pada masa kini, media sosial dijadikan alat pengenalan fenomena yang dapat memikat minat konsumen karenadapat diperuntukkan sebagai media memuaskan kebutuhan sosial seseorang. Namun dibalik hal ini, tidak dapat dipungkiri dapat menimbulkan dampak negatif ataupun positif. Penggunaan sosial mediasecaratidak tepat dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kesejahteraan dan peran psikologis anak, remaja, hingga dewasa. Timbulnya perasaan yang berlebihan dalam menanggapi sebuah fenomena dapat menimbulkan kesulitan dalam perkembangan kesehatan diri, seseorang akan AoMeloloskan diriAo melalui penggunaan sosial media yang intensif untuk mendapatkan kabar atau fenomena baru, sehingga gejala ini disebut AoFear of Missing OutAo. Dalam penelitiannya. Malikhatun . membahas mengenai konsep kemasan, rancangan, dan juga merek yang unik sedangkan peneliti menggunakan variabel FoMO. Green Marketing. Label Halal, dan juga Media Marketing. Meneruskan pula penelitian dari Putri et al. , bahwa penerapan konsep Green Marketing pada penelitiannya yang memberikan hasil pada pengaruh Consumers Behaviors. Hal ini memberikan hasil bahwa terdapat 2 model yang dapat dijadikan penelitian terusan. Hodkinson . memaparkan pula bahwa pengaruh FoMO berpengaruh signifikan dan dapat digunakan menjadi alat pemasaran agar menjangkau konsumen lebih banyak. Maka dari itu, penelitian ini memiliki tujuan agar mendapatkan informasi mengenai Pengaruh Diferensiasi Strategi Marketing terhadap Loyalitas Konsumen pada Kopi Fore area Surabaya dan dapat menjadi pertimbangan penting dan panduan dalam mengambil keputusan oleh Kopi Fore. TINJAUAN PUSTAKA Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. Strategi Pemasaran Strategi Pemasaran merupakan serangkai tujuan dan sasaran, regulasi hingga aturan yang akan memberikan petunjuk kepada upaya pemasaran perusahaan secara berkala, serta menggunakan sumber alokasi secara khusus sebagai respon perusahaan dalam menanggapi lingkungan dan situasi perlombaan antar perusahaan yang tidak dapat diprediksi. Menurut Marseal et al. , pemasaran memiliki peran penting dalam perencanaan strategis, pasalnya akan menjadi rencana pemasaran yang utuh dan terkoordinasi hingga mengarahkan kegiatan yang dilakukan guna memadahi tujuan pemasaran sebuah perusahaan. Green Marketing Green Marketing merupakan strategi pemasaran yang berfokus pada pelestarian lingkungan dengan mengaplikasikan kesadaran konsumen akan pentingnya menentukan produk yang sekiranya berbahaya bagi kesehatan lingkungan. Menurut Kilbourne . Green Marketing termasuk ke dalam Green Marketing Theory yang berarti elemen yang dikombinasikan dari dasar pemasaran dengan tujuan pengurangan dampak lingkungan sehingga dapat merayu konsumen agar membeli produk dengan layanan yang ramah Ramanakumar et al. memaparkan terkait pemasaran hijau termasuk dalam aktivitas yang dipilih perusahaan guna mencermati terkait kesehatan lingkungan dengan membuktikan barang/jasa agar terciptanya konsumen dan kepuasan Adapun 5 alasan bagi perusahaan untuk menerapkan konsep pemasaran hijau (Ramanakumar et al. , 2. , sebagai berikut: Organisasi dapat mengembangkan strategi pemasaran hijau guna mencapai Organisasi percaya dan bertanggung jawab bahwa mempunyai kewajiban sosial. Regulasi badan pemerintah mendesak perusahaan untuk merasa lebih bertanggungjawab terhadap lingkungan. Aktivitas pemasaran lingkungan akan selaras dengan perubahan aktivitas lingkungan oleh pesaing. Segi biaya yang diasosiasikan dengan maksud pengurangan pemakaian material yang menjadikan perubahan perilaku perusahaan. Setiap perusahaan akan tetap menggunakan bauran pemasaran pada umumnya, hanya saja dalam penerapannya diikutkan juga dengan konsep Green Marketing. Menurut Kotler & Keller . , bauran pemasaran memiliki komponen 4P yang disesuaikan latar belakang dari pemasaran hijau bahwa elemen dalam bauran mempunyai pandangan hijau sebagai mengenalkan produk ke pasar: Product Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. Price Publicity Place Namun Keterlibatan konsumen sebagai mendukung konsep Green Marketing dapat memberikan pengaruh baik terhadap lingkungan, sehingga menimbulkan konsumen yang peduli terhadap lingkungan dapat terlibat memilih produk yang berhubungan dengan konsep tersebut. Yanti et al. menyebutkan bahwasannya ada beberapa alasan penting Green Marketing bagi bisnis: Meningkatkan citra perusahaan Meningkatkan loyalitas konsumen Meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya Menjadi diferensiasi kompetitif Komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan Label Halal Label akan melekat pada sesuatu barang / jasa dan akan memberikan informasi terkait hal tersebut. Label Halal termasuk dalam Halal Consumption Theory yang mengatur dari mulai segi agama, masyarakat, budaya, hingga ke bisnis sehingga bagi perspektif Islam. Islam akan sangat spesifik dalam menggambarkan rincian konsumsi halal (Khalek & Ismail, 2. Halal dan haram menjadi satu kesatuan yang tak terpisah dari kehidupan seorang umat muslim. Mengonsumsi hal yang dihalalkan dan menjauhi dari hal yang dilarang telah menjadi sebuah keharusan yang patut dipahami oleh umat Tayyib berarti mengonsumsi makanan terjamin kesehatan atau rusak dari sisi zat atau terkontaminasi benda najis dengan pengertian baik. Dapat diartikan bahwa makanan yang mengandung selera konsumennya dan tidak membahayakan jasmani dan rohani didefinisikan bahwa makanan yang menyehatkan. Label halal sangatlah penting bagi konsumen dan juga perusahaan pasalnya hampir penduduk di Indonesia beragama Islam dan mereka hanya mengonsumsi makanan yang terindikasi halal dari segi proses serta barang. Selain untuk mempertimbangan moral yang harus tetap dijaga oleh umat Islam, strategi pemasaran dapat menggunakan label halal perusahaan di zaman saat ini. Perusahaan dapat menggunakan strategi dalam bauran pemasarannya , sehingga konsumen akan lebih tertarik kepada produk halal dan Fear of Missing Out Fear of Missing Out atau bisa dikenal FoMO, didefinisikan sebagai pemahaman bahwa setiap seseorang tentunya memiliki pengalaman tentang perasan tidak nyaman Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. ketika menyaksikan kebahagiaan orang lain dan terlihat lebih puas dari yang dirasakan. FoMO sering pula ditandai dengan keinginan mengikuti orang lain secara terus menerus, khususnya melalui media situs jejaring sosial. Menurut Mullainathan & Thaler . Fear of Missing Out termasuk dalam Behavioral Economics Theory yang membuktikan bahwasannyaberkembangnya hanya dengan kesadaran dan tidak ada sudut pandang yang bisa dibenarkan. Adapun ciri-ciri seseorang yang telah terindikasi FoMO menurut Przybylski et al. , sebagai berikut: Seseorang rutin memantau sosial media orang lain untuk melihat apa yang sudah terjadi . p to dat. Seseorang akan selalu memaksakan diri ikut serta dalam banyak acara, dilakukan guna bisa memamerkan kegiatannya demi eksistensi di media sosial. Seseorang menciptakan ruang pertunjukan sendiri, baik dalam virtual maupun nyata, dimana media sosial dijadikan panggung pertunjukan eksistensi dan harus tampil beda. Seseorang akan merasa kurang terpenuhi, akibat dari FoMO dan keterasingan dalam kehidupan nyata, beralih ke dunia maya guna mendapat pengakuan. Menurut Przybylski et al. , adapun beberapa aspek-aspek FoMO, diantaranya Self. Kompetensi merujuk dikeyakinan seseorang dalam bertindak efektif dan efisien sedangkan, otonomi lebih merujuk terhadap kemampuan memilih serta Kekerabatan. Seseorang perlu merasa terhubung setiap saat, termasuk menjadi satu dengan orang lain. Memproduksi produk hijau merupakan cara untuk melaksanakan pemasaran hijau dalam bisnis. Green Marketing diperlukan bagi perusahaan yang mempunyai konsep daur ulang bahan baku dalam produksi produk. Keterlibatan konsumen sebagai mendukung konsep Green Marketing dapat memberikan pengaruh baik terhadap lingkungan, sehingga menimbulkan konsumen yang peduli terhadap lingkungan dapat terlibat memilih produk yang berhubungan dengan konsep tersebut (Madjidan & Sulistyowati, 2. Media Marketing Salah satu teknik pemasaran yang digunakan untuk perusahaan dalam memasarkan produknya yaitu dengan menggunakan media Marketing. Perusahaan memanfaatkan media internet yang semakin berkembang untuk mempermudah mengenalkan produk hingga berkomunikasi dengan konsumen tanpa adanya batas. Taan et al. menjelaskan peran internet saat ini mempunyai potensi besar dalam media pemasaran Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. sehingga perusahaan dapat memaksimalkan platform ini sesuai kondisi yang berkembang dengan cepat. Sisi lain pada strategi pemasaran terletak semakin meluasnya perusahaan yang mengakses media sosial dan menurut Utami & Saputri . Social Media Marketing merupakan media yang berguna untuk memantau dan memfasilitasi konsumen untuk berinteraksi dan berpartisipasi melakukan keterlibatan yang positif dengan perusahaan dan mereknya. Dhia . menyebutkan bahwa konsumen yang menginginkan proses belanja yang lebih singkat dan menghemat waktu serta tenaga membuat banyak konsumen yang beralih ke belanja secara online. Kemudahan penggunaan aplikasi ini, mengakibatkan konsumen dapat mendapatkan informasi secara online melalui sebuah aplikasi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis data yang diperoleh dari responden. Data primer dikumpulkan melalui angket/kuesioner yang disebarkan kepada responden yang memenuhi kriteria, yaitu telah mengunduh dan menggunakan aplikasi Kopi Fore. Bukti unduhan aplikasi digunakan sebagai bentuk validasi responden. Kuesioner terdiri atas pertanyaan tertutup dan terbuka, yang disampaikan secara langsung maupun melalui media daring. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert dengan rentang nilai 1 sampai 5 untuk mengukur tingkat persetujuan responden terhadap berbagai pernyataan yang diajukan. Selain data primer, penelitian ini juga memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, majalah, dan dokumen lain yang relevan dengan topik penelitian (Widodo, 2. Data sekunder ini digunakan untuk memperkuat dasar teoritis dan mendukung analisis hasil penelitian. Seluruh data yang diperoleh, baik primer maupun sekunder, diolah dan dianalisis guna memastikan validitas serta relevansi terhadap tujuan penelitian, sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Populasi yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah pelanggan Kopi Fore di Kota Surabaya, yang saat ini memiliki 12 outlet. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non-Probability Sampling, dengan pendekatan Purposive Sampling untuk memilih responden. Kriteria pemilihan sampel meliputi: . beragama Islam, . berusia minimal 17 tahun, . telah mengonsumsi produk Kopi Fore setidaknya dua kali, dan . memiliki aplikasi Kopi Fore Mobile pada smartphone. Pemilihan kriteria ini bertujuan untuk memastikan responden memiliki pengalaman yang cukup dengan produk dan aplikasi tersebut, serta dapat memberikan informasi yang relevan untuk penelitian. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. Menurut Hair et al. , jumlah sampel dalam penelitian kuantitatif bergantung pada jumlah indikator, yang dalam hal ini adalah 36 indikator. Untuk menentukan jumlah responden yang diperlukan, rumus yang digunakan adalah mengalikan jumlah indikator dengan angka 5 hingga 10. Berdasarkan perhitungan ini, jumlah responden minimum yang diperlukan adalah 180 . , dan jumlah responden maksimum adalah 360 . x Peneliti memilih usia 17 tahun sebagai batas minimal, karena pada usia tersebut responden dianggap sudah cukup matang untuk memberikan jawaban yang representatif dan valid dalam penelitian ini. Setelah mengumpulkan data riset, peneliti mengolah data menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh dari dua atau lebih variabel yang akan Pada analisis ini peneliti menggunakan beberapa uji statistik yaitu uji validitas dan reabilitas, dilanjutkan dengan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas. Untuk menguji hipotesis, peneliti melakukan uji T dan uji R-Square. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini merupakan konsumen Kopi Fore sebanyak 230 orang dengan karakteristik meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, tingkat pendapatan, dan juga status keikutsertaan terhadap akun Instagram resmi Kopi Fore. Dalam Tabel 1 terdapat karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan usia. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dan sebagian besar berusia lebih dari 20 tahun. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia Jenis Kelamin Jumlah Usia Jumlah Laki-Laki 17 tahun Perempuan 18 tahun 19 tahun >20 tahun Total Total Sumber: Olah Data Peneliti . Sementara itu, karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dan tingkat pendapatan dapat dilihat pada Tabel 2. Berdasarkan tabel tersebut, mayoritas responden merupakan kalangan mahasiswa/pelajar dan sebagian besar berpendapatan kurang dari Rp2. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. Tabel 2. Karakteristik Koresponden Berdasarkan Pekerjaan dan Tingkat Pendapatan Jenis Kelamin Jumlah Usia Jumlah Mahasiswa / Pelajar < Rp2. Bekerja Penuh Waktu Rp2. 000 Ae Rp4. Bekerja Paruh Waktu Rp5. 000 Ae Rp7. Wirausaha Rp8. 000 Ae Rp10. Tidak Bekerja Rp11. 000 Ae Rp14. Ibu Rumah Tangga > Rp15. Internship Karyawan Swasta Ojol Freelance Total Total Sumber: Olah Data Peneliti . Karakteristik responden juga mencakup status keikutsertaan mereka terhadap akun Instagram Kopi Fore. Berdasarkan Tabel 3, responden dalam penelitian ini cenderung mengikuti akun Instagram Kopi Fore untuk mendapatkan informasi seputar promo atau produk baru dari Kopi Fore. Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Keikutsertaan Instagram Kopi Fore Status Jumlah Mengikuti instagram Kopi Fore Tidak mengikuti instagram Kopi Fore Total Sumber: Olah Data Peneliti . Uji Validitas Sebelum data diolah, perlu dilakukan pengujian kelayakan data dengan melakukan uji Validitas dan Uji Reabilitas. Dalam uji ini, peneliti menentukan nilai standar uji validitas berdasarkan AoCorrected Item Total CorrelationAo dengan df . egree of freedo. sebagai df = n - 2 df = 230 - 2 df = 228 dengan nilai r tabel diperoleh 0,162 Tabel 4. Hasil Uji Validitas Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. Indikator Green Marketing (X. Label Halal (X. 0,425 X1. 0,375 X1. 0,559 X1. 0,608 X1. 0,528 X1. 0,342 X1. 0,364 X1. 0,593 X1. 0,409 X2. 0,440 X2. 0,514 X2. 0,579 X2. 0,504 X2. 0,451 X2. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X4. X4. X4. X4. X4. X4. X4. X4. Sumber: Olah Data Peneliti . FoMo (X. Media Marketing (X. Loyalty Customers (Y) 0,328 0,401 0,585 0,617 0,670 0,608 0,604 0,716 0,584 0,610 0,635 0,594 0,629 0,572 0,606 0,576 0,624 0,537 0,501 0,440 0,553 0,685 Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Data yang layak digunakan yaitu apabila nilai rhitung > rtabel maka, rhitung > 0,162 dapat dikatakan valid. Berdasarkan Tabel 4, nilai rhitung seluruh bariabel lebih dari rtabel . hitung > 0,. Dengan demikian, seluruh variabel valid atau telah memenuhi kriteria. Uji Reliabilitas Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. Setelah melakukan uji validitas, peneliti perlu melakukan uji reliabilitas. Dengan menggunakan CronbachAos . , apabila nilai alpha lebih dari 0,6 dan kurang dari 0,90, maka variabel terindikasi reliabel atau diterima (Morgan et al. , 2. Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Indikator Green Marketing (X. Label Halal (X. 0,755 X1. 0,764 X1. 0,732 X1. 0,724 X1. 0,738 X1. 0,768 X1. 0,768 X1. 0,726 X1. 0,728 X2. 0,720 X2. 0,700 X2. 0,680 X2. 0,702 X2. 0,717 X2. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X4. X4. X4. X4. X4. X4. X4. X4. Sumber: Olah Data Peneliti . FoMo (X. Media Marketing (X. Loyalty Customers (Y) 0,857 0,851 0,834 0,831 0,824 0,831 0,832 0,820 0,834 0,842 0,849 0,844 0,841 0,847 0,843 0,846 0,841 0,730 0,743 0,758 0,722 0,671 Hasil Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. Berdasarkan Tabel 5, nilai CronbachAos . seluruh variabel lebih dari 0,6 dan kurang dari 0,90. Dengan demikian, seluruh variabel terindikasi reliabel atau valid. UJI ASUMSI KLASIK Uji Normalitas Uji Normalitas dimaksudkan untuk mengetahui model regresi variabel dependen dan variabel independen serta nilai residual terindikasi distribusi normal atau tidak. Peneliti akan menggunakan uji One-Sample Kolmogorov Smirnov Test dengan kriteria signifikan Kolmogorov Smirnov > 0,05 maka data akan normal, begitupun sebaliknya. Tabel 6. Hasil Uji Normalitas Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Olah Data Peneliti . Berdasarkan hasil uji normalitas pada Tabel 6, peneliti mendapatkan nilai asymp. Sig. sebesar 0,79 > 0,05 dari nilai normal Kolmogorov Smirnov. Ini artinya data yang digunakan sudah terindikasi normal baik dari variabel yang digunakan ataupun residual. Uji Multikolinearitas Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat variabel independen yang memiliki kemiripan antarvariabel dalam suatu model. Uji Multikolinearitas dengan SPSS dilakukan menggunakan uji regresi, dengan mengacu pada nilai patokan VIF (Variance Inflation Facto. dan nilai tolerance. Tabel 7. Hasil Uji Multikolinearitas Unstandardized Standardized Coefficient Coefficient Sig. Std. Beta Error (Constan. Collinearity Statistics Tolerance VIF Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. FOMO Sumber: Olah Data Peneliti . Keputusan mengenai ada tidaknya multikolinearitas dapat ditentukan berdasarkan nilai VIF yang dihasilkan, yang harus berada di bawah angka 10, dan nilai tolerance yang harus lebih besar atau sama dengan 0,10. Jika nilai-nilai ini terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas. Pada Tabel 7, terlihat bahwa variabelvariabel independen seperti GM. LH. FOMO, dan MM memiliki nilai tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF O 10, sehingga dapat dikategorikan tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas menguji terjadinya perbedaan varian residual suatu periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain. Apabila terjadi varians dari residual satu pengamatan ke yang lainnya maka dapat disebut mengandung homoskedasitisitas dan jika berbeda maka disebut heteroskesdasitisitas. Jika hasil dari pengujian mendapatkan nilai Sig. > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Tabel 8. Hasil Uji Heteroskedastisitas Standardized Unstandardized Coefficient Coefficient Beta Std. Error (Constan. FOMO Sumber: Olah Data Peneliti . Sig. Menurut hasil uji heteroskedastisitas pada Tabel 8, variabel GM memperoleh nilai sig. 0,579 > 0,05. Variabel LH memperoleh nilai sig. 0,179 > 0,05. Variabel FOMO memperoleh nilai sig. 0,155 > 0,05. Sedangkan, variabel MM memperoleh nilai 0,409 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa nilai sig. dari variabel independen yang menunjukkan nilai sig > 0,05 maka terindikasi tidak terjadi heterokedastisitas dan dianggap model yang baik. UJI HIPOTESIS Uji T Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. Uji T atau Uji Parsial berguna untuk mengukur secara terpisah kontribusi yang timbul dari masing-masing variabel bebas atau independen terhadap variabel tak bebas atau Dalam uji ini dapat melihat nilai Sig. dan membandingkannya dengan taraf kesalahan . % atau 0,. yang digunakan. Tidak hanya dengan memperhatikan nilai Sig. melainkan perlu mengetahui dari ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco, maka ya0 ditolak dan ya1 diterima yang berarti terindikasi signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen. Tabel 9. Hasil Uji T Standardized Unstandardized Coefficient Coefficient Beta Std. Error (Constan. FOMO Sumber: Olah Data Peneliti . Sig. Berdasarkan hasil uji T pada Tabel 9, dapat disimpulkan sebagai berikut: Variabel Green Marketing memiliki nilai signifikansi 0,012 < 0,05 dan diperoleh nilai t hitung > t tabel atau 2,528 > 1,645 maka dapat disimpulkan bahwa variabel berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan Loyalty Customerspada Kopi Fore Surabaya. Variabel Label Halal memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan diperoleh nilai t hitung > t tabel atau 6,966 > 1,645 maka dapat disimpulkan bahwa variabel berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan Loyalty Customerspada Kopi Fore Surabaya. Variabel Fear of Missing Out memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan diperoleh nilai t hitung > t tabel atau 4,642 > 1,645 maka dapat disimpulkan bahwa variabel berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan Loyalty Customerspada Kopi Fore Surabaya. Variabel Media Marketing memiliki nilai signifikansi 0,002 < 0,05 dan diperoleh nilai t hitung > t tabel atau 3. 087 > 1,645 maka dapat disimpulkan bahwa variabel berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan Loyalty Customerspada Kopi Fore Surabaya Uji Koefisien Determinasi Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. R Square Sumber: Olah Data Peneliti . Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada Tabel 10, dapat dijelaskan bahwa pengaruh Differentiation Strategy Marketing terhadap Loyalty Customersmelalui variabel Green Marketing. Label Halal. Fear of Missing Out, dan Media Marketing dapat dilihat melalui koefisien korelasi. Hasil koefisien korelasi atau R sebesar 0,708 menunjukkan hubungan yang sangat kuat, yaitu sebesar 70,8%. Selanjutnya. Adjusted R-Square sebesar 0,492 menunjukkan bahwa nilai RA yang dihasilkan adalah 49,2%. Menurut Chin . , nilai R-Square dikategorikan sebagai berikut: kuat apabila melebihi 0,67, moderat apabila melebihi 0,33 tetapi kurang dari 0,67, dan lemah apabila melebihi 0,19 namun kurang dari 0,33. Berdasarkan Tabel 5, dapat disimpulkan bahwa uji koefisien determinasi menghasilkan nilai Adjusted R-Square sebesar 0,492 . ,2%). Nilai ini berarti bahwa variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 49,2%, sedangkan sisa 50,8% . - 0,. dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Nilai ini dianggap moderat dan dapat diterima menurut penelitian Chin . PEMBAHASAN UJI HIPOTESIS Pengaruh Green Marketing terhadap Loyalty Customers Hasil pengujian menunjukkan bahwa Green Marketing (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalty Customers (Y). Hasil T hitung menunjukkan nilai 2,528 maka dari itu, hipotesis 1 dapat diterima karena pengaruh dari Green Marketing terhadap Loyalty Customersyang menunjukkan hasil signifikan. Konsep ramah lingkungan saat ini dapat pula dijadikan satu model pemasaran yang bisa digunakan sebagai bentuk kepedulian konsumen terhadap lingkungan ataupun Sejalan dengan riset Pemasaran ramah lingkungan merupakan istilah dari mengidentifikasi kekhawatiran pada aktivitas pemasaran beragam yang menjadikan lingkungan sebagai konsekuensinya. Pemasaran menggunakan konsep eco-friendly saat ini bukan menjadi hal yang baru melainkan, sudah mulai diikuti oleh perusahaan lain namun belom sedetail Kopi Fore. Pemasaran dengan menggunakan konsep Green Marketing dapat membuat masyarakat lebih menyadari bahayanya pencemaran lingkungan dan menjadi salah satu upaya gerakan penyelamatan lingkungan. Rizqiningsih & Widodo . Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. bahwa nilai yang positif dalam menerapkan Green Marketing maka akan berbalik kembali kepada loyalitas konsumen menjadi semakin positif dan hal ini yang menjadikan penelitian ini dilakukan oleh peneliti. Sesuai dengan Al-QurAoan surat Hud ayat 61 yang membahas mengenai upaya meningkatkan kehidupan di bumi. Pengaruh Label Halal terhadap Loyalty Customers Hasil pengujian menunjukkan bahwa Label Halal (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalty Customers (Y). Hasil T hitung menunjukkan nilai 6,966 maka dari itu, hipotesis 2 dapat diterima karena pengaruh dari Label Halal terhadap Loyalty Customersyang menunjukkan hasil signifikan. Indonesia terkategori sebagai negara dengan populasi agama Islam paling banyak, sehingga berkewajiban menyediakan produk terjamin kehalalannya dengan jelas. Kopi Fore menjadi salah satu perusahaan olahan Kopi yang telah memproduksi seluruh produknya sesuai dengan ketentuan syariah dan tentunya telah teruji keamanannya. Tercantumnya label halal pada produk Kopi Fore dapat memberikan nilai tambah pada citra merek produk sehingga dapat menghadirkan rasa loyal pada produk tersebut. Selain menjadikan nilai tambah pada citra merek, hal lain yang bisa dilihat yaitu dapat memperluas jangkauan pemasaran sehingga dapat dengan mudah diterima dipasar. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya outlet yang telah tersebar diseluruh Indonesia dari Kopi Fore guna ingin memperluas konsumen yang mengetahui kualitas dari produk Kopi Fore. Hal ini juga didukung oleh Muna & Fikriyah . yang menyatakan bahwa jaminan produk halal harus diterapkan di seluruh industri halal, dengan tetap memperhatikan kualitas dan pelayanan yang diberikan. Sesuai dengan Al-QurAoan surat Al-Maidah ayat 88 yang menjelaskan tentang Allah SWT mengamanatkan kepada umat-Nya untuk mengonsumsi hanyamakanan halal. Pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Loyalty Customers Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalty Customers (Y). Hasil T hitung menunjukkan nilai 4,642 maka dari itu, hipotesis 3 dapat diterima karena pengaruh dari Fear of Missing Out terhadap Loyalty Customersyang menunjukkan hasil signifikan. Apabila terjadi peningkatan trend FoMO maka akan terjadi peningkatan pula terhadap Loyalty Customers. Terjadinya peningkatan ini dikarenakan trend FoMO ini menimbulkan rasa khawatir dan takut konsumen akan ketertinggalan trend tersebut. Artinya munculnya emosional jika adanya informasi terbaru yang belom bisa dirasakan oleh dinikmati konsumen pada produk Kopi Fore. Timbulnya rasa FoMO yang berlebihan Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. dapat memberikan dampak terhadap konsumen untuk terus memantau dan memastikan kegiatan yang digunakan oleh orang lain lewat sosial media. Meningkatnya trend FoMO Kopi Fore terjadi ketika konsumen telah menerima informasi yang cukup valid atau bisa memuaskan rasa emosional mereka dan akan memberikan kesan yang baik bagi pengguna kopi lain terkait produk baru dari Kopi Fore. Munculnya trend FoMO ini dapat dikaitkan dalam Al-QurAoan surat An-NisaAo ayat 83 yang membahas mengenai ketimpangan informasi yang dilihat secara mudah oleh masyarakat. Pengaruh Media Marketing terhadap Loyalty Customers Hasil dari pengujian penelitian menunjukkan bahwa Media Marketing (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalty Customers (Y). Hasil T hitung menunjukkan nilai 3,087 maka dari itu, hipotesis 4 dapat diterima karena pengaruh dari Media Marketing terhadap Loyalty Customersyang menunjukkan hasil signifikan. Hadirnya smartphone memudahkan para pengguna memperoleh informasi dan mencukupi kebutuhan dengan cepat dan canggih, termasuk ke dalam pengembangan Informasi yang tersebar pula harusmempunyai poin lebih agar konsumen saat mendengar informasi tersebut puas dengan rasa ingin tahu kebenarannya dan dapat memastikan apakah hal tersebut bisa digunakan pula olehnya. Informasi tersebut dapat seputar keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas, manfaat yang didapatkan konsumen, hingga daya saing harga. Sesuai dengan Al-QurAoan surat Ali Imran ayat 190 yang membahas mengenai fenomena kehidupan sehari-hari. fenomena internet yang semakin memudahkan kehidupan manusia telah menjadi kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang menciptakan tanpa dengan sia-sia. Kemudahan dan efisien yang tercipta saat ini, sangat membantu hingga memudahkan kehidupan sehari-hari, setiap kebutuhan semakin mudah dengan adanya fenomena internet serta munculnya aplikasi yang dapat digunakan pada smartphone. Fenomena ini yang sangat dibutuhkan oleh konsumen untuk mengakses informasi, meningkatkan produktivitas, serta terhubung secara indirect. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Jurnal Sains Pemasaran Indonesia AuFIRST AUTHOR NAMEAy ET AL. Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa variabel Green Marketing. Label Halal. Fear of Missing Out (FoMO), dan Media Marketing memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Loyalty Customer. Kopi Fore di Kota Surabaya dan sekitarnya. Dalam proses pengumpulan data dari konsumen, peneliti memberikan pernyataan yang mencakup berbagai aspek dari Kopi Fore, yang menghasilkan temuan beragam namun tetap menunjukkan pengaruh terhadap loyalitas pelanggan. Dapat disimpulkan bahwa Kopi Fore berhasil menarik perhatian konsumen melalui berbagai strategi, baik dalam pengembangan produk maupun pengembangan konsep yang ditawarkan. Sebagai salah satu gerai kopi yang relatif baru. Kopi Fore mampu menunjukkan perkembangan yang pesat di era ini dengan memahami dan memenuhi kebutuhan konsumennya. Selain itu, variabel FoMO. Label Halal, dan Media Marketing merupakan temuan baru dalam penelitian ini yang memberikan hasil signifikan. Temuan-temuan tersebut memberikan wawasan mendalam tentang opini konsumen, yang dapat digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif di masa mendatang. Saran Bagi Kopi Fore Surabaya, hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Green Marketing. Label Halal. Fear of Missing Out (FOMO), dan Media Marketing memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, yang tercermin dalam tingginya antusiasme konsumen dan keberlanjutan outlet Kopi Fore di Kota Surabaya. Oleh karena itu. Kopi Fore disarankan untuk mempertahankan konsep dan kualitas kopi yang telah diterima baik oleh konsumen serta melakukan inovasi pada aplikasi AuFore CoffeeAy, misalnya dengan menambahkan fitur catatan pemesanan yang lebih rinci untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Bagi konsumen, penelitian ini dapat menambah wawasan terkait pemasaran Kopi Fore, terutama mengenai konsep-konsep yang diterapkan oleh perusahaan. Konsumen diharapkan dapat lebih memahami dan mendukung konsep-konsep tersebut dengan tindakan nyata, mulai dari hal-hal kecil yang dapat memperkuat keberlanjutan dan nilainilai yang diusung. Terakhir, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengkaji variabel lain yang masih berkaitan dengan konsep Green Marketing secara lebih mendalam. Penelitian selanjutnya dapat memperluas analisis pada Media Marketing, terutama dengan mengeksplorasi aspek teknis dan fungsionalitas aplikasi Fore Coffee, serta pengaruh program-program digital yang digunakan terhadap loyalitas pelanggan. DAFTAR PUSTAKA