Jurnal Abdimas Prakasa Dakara https://doi. org/10. 37640/japd. e-ISSN 2776-768X Edukasi Implementasi Peran Quintuple Helix Menuju Kota Kreatif di Kota Probolinggo Imam Sucahyo. Nurul Jannah Lailatul Fitria* Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Panca Marga *nuruljannahlailatulfitria@gmail. Abstrak Kota Kreatif merupakan konsep pembangunan kota dengan mengorientasikan pada aspek lingkungan kreatif, aktor kreatif, dan ekonomi kreatif. Hal ini juga melibatkan peran pemerintah, akademisi, pelaku ekonomi, masyarakat, dan lingkungan itu sendiri yang tergolong dalam quintuple helix. Seperti di Kota Probolinggo dalam mewujudkan kota kreatif dengan keterlibatan berbagai aktor. Sehingga hal ini menarik untuk dikembangkan dalam kegiatan pemberdayaan guna mendukung Kota Probolinggo mewujudkan konsep kota kreatif. Penyelenggaraan dilakukan melalui tahap pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. Metode penyelenggaraan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini merupakan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini mendapat respon baik dengan adanya aksi interaktif selama kegiatan, serta hasil evaluasi menunjukkan indikator keberhasilan Tidak hanya peningkatan pemahaman terkait quintuple helix dan kota kreatif khususnya di Kota Probolinggo, tetapi meningkatkan kesadaran mitra dalam aktif berperan baik sebagai mahasiswa maupun peran lainnya. Seluruh rangkaian berjalan dengan baik dan mencapai indikator keberhasilan. Kata kunci: edukasi, quintuple helix, kota kreatif. Dikirim: 23 Maret 2023 Direvisi: 25 Maret 2023 Diterima: 7 April 2023 PENDAHULUAN Kota merupakan wilayah yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Seluruh kegiatan masyarakat yang tidak terlepas pada unsur kebudayaan lokal. Menuju kemajuan kebudayaan di setiap wilayah terdapat rancangan konsep kota kreatif (Ulumuddin dkk. , 2. Kota kreatif merupakan istilah yang dikenal sejak tahun 1995 yang dicetuskan oleh Charles Landry pada buku AuThe Creative City: A Toolkit for Urban InnovatorsAy (Nugraha, 2. Konsep kota kreatif diaplikasikan oleh UNESCO pada program Creative Cities Network dengan identifikasi kota sebagai kota kreatif. Pada intinya konsep kota kreatif merupakan strategi menata kota dan penanganan masalah kota dengan pengelolaan orientasi keunggulan dan potensi lokal. Kota kreatif mengelola seluruh potensi lokal yang disertai adanya sumber daya yang kreatif dan tindakan kreatif (Ramadhani. Soedwiwahjono, & Putri, 2. Konsep Kota Kreatif merupakan program pembangunan dengan cakupan pembangunan keberlanjutan, pembangunan berbasis masyarakat, inklusi sosial dan budaya, penguatan identitas lokal serta mendukung perkembangan wawasan dan kreatifitas (Jufra dkk. , 2. Kota kreatif memiliki karakteristik seperti berorientasi kreatifitas dan ide gagasan. ada partisipasi masyarakat kreatif. hubungan antara kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi. Kreativitas menjadi modal penting menghadapi tantangan global (Sopanah. Bahri, & Ghozali, 2. Content from this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 0 International License. 39 | Sucahyo & Fitria Di Indonesia konsep kota kreatif dibuat dalam program KaTa Kreatif dengan penerapan penilaian secara mandiri pada kabupaten dan kota menuju wilayah Di Indonesia tercatat masih minimnya kabupaten dan kota yang belum tercatat di data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pada data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan ada 63 Kabupaten atau Kota sudah menerapkan uji petik. 361 Kabupaten atau Kota sudah 970 aktor yang terdaftar di tahun 2022 (KEMENPAREKRAF. Hal ini menunjukkan jumlah Kabupaten dan Kota yang belum menerapkan penilaian mandiri terkait KaTa Kreatif. Selain itu masih ada Kabupaten dan Kota yang belum tergabung pada KaTa Kreatif disertai masih minim data aktor-aktor yang terlibat dalam pembangunan kabupaten atau kota kreatif. Hal ini mengindikasikan Kabupaten dan Kota serta aktor belum bergerak menuju Kabupaten dan Kota Kreatif. Menuju kota kreatif berkaitan dengan lingkungan kreatif meliputi tindakan mengatasi rintangan dengan kreativitas, menciptakan individu kreatif, penerapan katalisator pada ruang fisik serta non-fisik, penyeimbangan konsep kosmopolitan dan lokalitas, partisipasi komunitas, infrastruktur, dan manajemen birokrasi (Nugraha, 2. Parameter Kota Kreatif terdapat tiga aspek meliputi lingkungan kreatif, ekonomi kreatif, dan aktor kreatif (Nugraha, 2016. Prayudi. Ardhanariswari, & Probosari, 2. Pemaparan tersebut mengindikasikan bahwa membentuk Kota Kreatif melibatkan lingkungan yang mendukung, aktor atau pihak yang kreatif, peran aktif masyarakat, sistem ekonomi kreatif, serta adanya intervensi dalam lingkup birokrasi pemerintah. Pihak-pihak ini terlibat langsung dan bersama-sama bergerak menuju kota kreatif. Peran pihak yang disebutkan dapat digolongkan dalam model helix. Lebih tepatnya dalam quintuple helix. Unsur-unsur quintuple helix, meliputi: Pertama, sistem pendidikan merupakan subsistem helix seperti siswa atau mahasiswa, guru, ilmuwan, dan peneliti. Kedua, sistem ekonomi merupakan subsistem helix seperti kewiraswastaan, peralatan produksi, produk . arang atau jas. , teknologi, dan Ketiga, sistem lingkungan alam merupakan subsistem helix seperti sumber daya, tanaman, hewan, energi, manusia, dan potensi lain. Keempat, sistem masyarakat berbasis media dan berbasis budaya merupakan subsistem helix seperti masyarakat berbasis media dan berbasis budaya terdiri. Kelima, sistem politik merupakan subsistem helix seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan negara (Praswati, 2. Kota Probolinggo juga menerapkan upaya menuju Kota Kreatif dengan pengoptimalan produksi kuliner dan non-kuliner melalui pemanfaatan potensi Serta penyelenggaraan kegiatan yang padat dengan keterampilan dan kesenian daerah. Seluruh kegiatan dijalankan dengan kerja sama antara pemerintah, pihak swasta, akademisi, dan masyarakat disertai dukungan Kota Probolinggo belum masuk pada Kota yang telah mengikuti uji petik dari Kemenparekraf (KEMENPAREKRAF, 2. Saat ini Kota Probolinggo melangkah pada penguatan kearifan lokal dan identitas lokal. Sehingga hal ini menarik untuk dikembangkan guna mendukung Kota Probolinggo mewujudkan konsep kota kreatif. Konsep pembangunan Kota Kreatif dengan prinsip quintuple helix diterapkan oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Kota Probolinggo adalah kawasan yang terkenal dengan budaya Pandalungan. Budaya Pandalungan memiliki karakteristik Edukasi Implementasi Peran Quintuple Helix Menuju A | 40 peleburan Suku Jawa dan Suku Madura. Budaya pandalungan yang mendominasi kebudayaan di Probolinggo. Pendalungan memaparkan eksonim yang diberikan pada masyarakat Kota Probolinggo yang masuk pada wilayah tapal kuda. Kearifan lokal di Kota Probolinggo memuat budaya Jawa dan Madura berkolaborasi dengan harmonisasi. Pembangunan Kota Probolinggo mengorientasikan keterlibatan masyarakat daerah. Khususnya masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan sumber daya daerah. Pembangunan Kota Probolinggo terdiri dari tradisi, kelembagaan, dan kearifan lokal berhak berkontribusi dalam proses. Maka kegiatan ini perlu diselenggarakan, khususnya bagi mahasiswa yang memiliki peran sebagai agen perubahan. Terlebih lagi, mahasiswa prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dipersiapkan untuk berperan di lingkungan sosial. Bahkan mahasiswa tersebut sebagai mitra menyelenggarakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mitra perlu dipersiapkan dan membaur pada lingkup sosial, khususnya ikut berperan dalam pembangunan kota kreatif sebagai peran akademisi maupun pasca Mahasiswa yang telah lulus bisa menjadi bagian masyarakat, pelaku ekonomi, bahkan kelak menjadi bagian birokrasi pemerintah. Sehingga diperlukan program untuk memberikan pengetahuan akan pembangunan kota kreatif yang melibatkan lingkungan kreatif, ekonomi kreatif, serta keterlibatan aktor kreatif. Pembangunan kota kreatif dengan peran aktor kreatif tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan pelaku ekonomi tetapi juga pihak akademisi dan masyarakat. Mitra tidak hanya belajar akan teori tetapi juga praktik, serta meningkatkan minat dalam bidang kewirausahaan. Pemahaman kota kreatif ini tidak hanya selaras dengan mata kuliah pada prodi Administrasi Publik serta relevan dengan konsep praktik Kuliah Kerja Nyata (KKN) tetapi juga relevan dengan program kewirausahaan produk lokal. Mitra dipersiapkan tidak hanya unggul dalam teori untuk keuntungan personal, tetapi juga ide, penemuan, dan karya penelitian dapat berguna untuk masyarakat, pemerintah, dan pihak lainnya yang selaras dengan arah pembangunan kota kreatif. Sehingga tim pengabdian menyelenggarakan program dengan tema AuEdukasi Implementasi Peran Quintuple Helix Menuju Kota Kreatif di Kota ProbolinggoAy. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian pada masyarakat diselenggarakan melalui pemaparan edukasi terkait upaya pembentukan kota kreatif dengan keterlibatan pihak-pihak di Kota Probolinggo. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ditujukan kepada mahasiswa di Kota Probolinggo khususnya Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Panca Marga. Alasannya mahasiswa adalah bagian dari helix untuk pembangunan Kota Kreatif. Peran akademisi bagian dari helix dengan kegiatan pengajaran, penelitian, penemuan, dan pengabdian. Bahkan mitra sudah ditanamkan dan dilibatkan dalam aktor kreatif seperti contohnya terlibat dalam kewirausahaan mandiri pada mata kuliah kewirausahaan dan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu mitra juga melaksanakan untuk membantu masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang difokuskan pada konsep pengelolaan wilayah dan potensi lokal. 41 | Sucahyo & Fitria Lokasi kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan edukasi peran quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif berada di Kampus Universitas Panca Marga. Waktu penyelenggaraan tepat di Bulan Januari 2023, seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Jadwal Tahap Kegiatan Pada Masyarakat Tanggal Kegiatan Pra Kegiatan 9-10 Januari 2023 Wawancara pada calon mitra untuk identifikasi permasalahan pada mitra 11-12 Januari 2023 Penyusunan data, analisis, dan studi literatur 13-17 Januari 2023 Persiapan program kerja serta penyebaran undangan dan informasi terkait kegiatan pengabdian kepada masyarakat Kegiatan 18 Januari 2023 Kegiatan edukasi tentang peran aktor yang tergolong quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif Pasca Kegiatan 18 Januari 2023 Kegiatan evaluasi dengan menghimpun data dan informasi dengan teknik kuesioner Kegiatan edukasi pada mahasiswa tersebut sebagai menguatkan pemahaman dan kesadaran akan peran mahasiswa dalam upaya pembentukan Kota Kreatif Kota Probolinggo. Metode penyelenggaraan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini merupakan Participatory Action Research (PAR). PAR menjadi teknik meningkatkan kesadaran terkait potensi dan permasalahan disertai motivasi partisipasi masyarakat dalam aktivitas perubahan (Rahmat & Mirnawati, 2. Khusus pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa tentang peran setiap aktor atau pihak sesuai model quintuple helix dalam membentuk Kota Kreatif. Kegiatan penyelenggaraan pengabdian pada masyarakat dengan edukasi pada Mahasiswa yang dilakukan dengan tahap identifikasi masalah melalui wawancara kepada calon mitra yaitu mahasiswa Universitas Panca Marga dengan tindak lanjut dengan tahap pelaksanaan program serta tahap evaluasi yang diselenggarakan pasca kegiatan edukasi sebagai bentuk keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat ini. Pra kegiatan diawali dengan identifikasi masalah. Identifikasi masalah dengan teknik wawancara pada beberapa mahasiswa Prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Panca Marga. Wawancara diterapkan pada mahasiswa yang ditemui setiap perwakilan kelas. Arah wawancara ditujukan untuk mengetahui pemahaman tentang model quintuple helix untuk bergerak menuju Kota Kreatif di Kota Probolinggo. Terutama mahasiswa masuk dalam subsistem helix yang tergolong pihak akademisi. Akan tetapi mahasiswa Prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Panca Marga juga dapat berperan sebagai masyarakat, pelaku ekonomi, dan sebagai bagian dari aparatur pemerintah serta harus peka dan peduli pada potensi dan lingkungan di Kota Probolinggo. Kegiatan pelaksanaan dengan persiapan undangan dan penyebaran informasi kepada mitra, materi edukasi, peralatan serta bahan yang dibutuhkan dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan ini sebagai upaya memberikan Edukasi Implementasi Peran Quintuple Helix Menuju A | 42 pengetahuan dan meningkatkan kesadaran kepada para mahasiswa terkait peran aktor menuju kota kreatif. Pelaksanaan kegiatan dengan memberikan edukasi materi peran quintuple helix dan kota kreatif. Sebelum materi dimulai, mitra akan dibagikan lembaran kuesioner untuk mengetahui tingkat pemahaman akan quintuple helix dalam mewujudkan kota kreatif. Lembaran kuesioner yang telah di jawab akan menjadi pembanding saat kegiatan evaluasi kegiatan. Pasca pelaksanaan adalah evaluasi kegiatan. Evaluasi dilaksanakan oleh Tim pengabdian pada masyarakat dengan tujuan guna mengetahui hambatan para aktor dalam penyelenggaraan pembangunan kota kreatif. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan pembagian kuesioner yang berisikan pertanyaan serta haru dijawab oleh Pertanyaan yang diberikan sesuai dengan indikator capaian program pengabdian kepada masyarakat, seperti pada Tabel 2. Kuesioner dibagikan saat sebelum kegiatan pemaparan materi dilaksanakan dan setelah kegiatan pemaparan materi, untuk membandingkan jumlah mitra yang paham dan belum paham akan peran quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif, khususnya di Kota Probolinggo Tabel 2. Indikator Capaian Program Pengabdian Kepada Masyarakat Ketercapaian Target Indikator Teknik Pengukuran PraPasca Pengetahuan tentang Belum Sudah Paham peran quintuple helix memahami quintuple helix Pengetahuan tentang kota Belum Sudah Paham memahami kota kreatif Penyebaran informasi Belum Sudah Paham terkait implementasi memahami tentang implementasi peranan quintuple helix peran quintuple helix dalam pembangunan kota kota kreatif Evaluasi Belum ada Sudah ada Timbul kesadaran peran HASIL DAN PEMBAHASAN Pra kegiatan Pra kegiatan dengan kegiatan identifikasi masalah. Identifikasi masalah dengan wawancara pada mitra yaitu mahasiswa prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Panca Marga. Identifikasi masalah ini untuk mengetahui kebutuhan mitra terkait dengan tema program pengabdian kepada masyarakat terkait peran quintuple helix untuk bergerak menuju Kota Kreatif di Kota Probolinggo. Tahapan identifikasi masalah pada pra kegiatan dirinci dalam Tabel 3. 43 | Sucahyo & Fitria Tabel 3. Tahapan Identifikasi Masalah Tahap Uraian Penetapan tujuan edukasi Tujuan dari program guna peningkatan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa dalam perannya bagian dari quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif. Khususnya peran mahasiswa Universitas Panca Marga yang memiliki peran lain selain mahasiswa Perumusan kondisi dan kebutuhan mitra Mitra pengabdian kepada masyarakat yaitu mahasiswa belum sepenuhnya memahami model quintuple helix dan perannya dalam pembangunan kota kreatif Identifikasi keunggulan dan hambatan Keunggulan ada pada mitra yang memiliki multi peran tidak hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai anggota lembaga masyarakat, aparatur pemerintah, pelaku ekonomi, dan bagian dari lingkungan. Sehingga kegiatan ini dapat memahami setiap peran tidak hanya sebagai Hambatannya adalah penyelenggaraan program berkaitan dengan jadwal perkuliahan yang berbeda-beda. Penyusunan rancangan kegiatan Kegiatan guna pencapaian tujuan disusun dengan terstruktur dan Selain itu menetapkan tema dan pemateri pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Selain itu menetapkan indikator keberhasilan kegiatan serta menetapkan penyusunan laporan kegiatan. Kegiatan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat, seperti pada Gambar 2, diselenggarakan guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa Prodi Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Panca Marga dalam quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif di Kota Probolinggo. Bapak Imam Sucahyo S. IP. AP. , dosen Prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Panca Marga, sebagai Pemateri kegiatan ini. Gambar 2. Pelaksanaan Kegiatan PKM dengan Edukasi Pengetahuan Quintuple Helix dalam Pembangunan Kota Kreatif Program ini dilakukan untuk mengedukasi mahasiswa tentang peran aktor yang tergolong dalam quintuple helix dalam pembangunan Kota Probolinggo menuju kota kreatif, dan konsep pembangunan seperti pada Tabel 4. Tabel 5, dan Tabel 6. Edukasi Implementasi Peran Quintuple Helix Menuju A | 44 Tabel 4. Konsep Pembangunan Kota Kreatif di Kota Probolinggo pada Indikator Lingkungan Kreatif Aspek Konsep Status Keterangan Navigasi atau Susunan pedoman Ada Program dan sasaran ekonomi kreatif pada panduan arah dan program pembangunan kota kreatif dengan melibatkan BAPPEDALITBANG Kota Probolinggo. pembangunan sesuai dengan 16 Pada Rencana Aksi Daerah Pengembangan sub bidang ekonomi Ekonomi Kreatif Kota Probolinggo Tahun 2019-2023 dan RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2019-2024 Strategi Pengawasan pada Ada Monitoring dilakukan Pemerintah Kota komunikasi publikasi dan sektor Probolinggo melalui media sosial Instagram dan narasi media pada Kota Probolinggo @probolinggoimpressive tindakan dan dan Website Kota Probolinggo dengan link Manajemen Susunan, model Ada Manajemen branding kota kreatif di Kota citra merek pembangunan, dan Probolinggo adalah Kota Kreatif Bersejarah. kota kreatif manajemen citra City branding yang melekat di Kota merek kota Probolinggo adalah Kota Angin. Kota Mangga Anggur. Kota Bayuangga. Festival Festival atau ajang Ada Kota Probolinggo menyelenggarakan festival, seperti Hari Jadi Kota Probolinggo (Hadi Pr. , potensial khas lokal Kemilau Kriya Kota Probolinggo, dan lainnya atau khas Desain aksi Partisipasi aktif dari Ada Aktivitas musrenbag dilakukan berkala di pihak atau aktor Kota Probolinggo. Bahkan musrenbag dilakukan ditingkat kecamatan dan kelurahan. Pusat Pusat pengendalian Ada Pusat komando Kota Probolinggo tepat di bagi Kepala Daerah Pemerintah Kota Probolinggo serta Organisasi Perangkat Daerah Sarana Wadah untuk Ada Kota Probolinggo memiliki dua gerai prasarana dan produksi. Dekranasda, alun-alun, pelataran gedung ruang budaya pemasaran, inovasi, museum yang sering dijadikan wadah dan riset Selain itu juga bekerjasama dengan pihak swasta dengan menyediakan tempat khusus untuk panggung seni dan outlet penjualan produk ditempat wisata. Kerjasama Kerjasama dan Ada Kerjasama tingkat nasional diselenggarakan koordinasi terkait pada pensi dan pagelaran budaya, serta ekonomi kreatif pengenalan produk unggulan dari pelaku usaha Kota Probolinggo di TMII Jakarta tahun Tingkat internasional ada kerjasama dengan museum Tropen di Belanda terkait kerajinan batik lawasan milik Kota Probolinggo yang dipublikasikan museum Kota Probolinggo. 45 | Sucahyo & Fitria Tabel 5. Konsep Pembangunan Kota Kreatif di Kota Probolinggo pada Indikator Ekonomi Kreatif Aspek Konsep Status Keterangan Ekosistem Potensial sub Ada Sub bidang kuliner merupakan sektor dengan bidang industri tingkat tertinggi. Selain itu juga subsektor dengan kreativitas fashion yang memiliki tingkat peminat yang Indeks Dasbor efektivitas Ada Dasbor ada pada di PPID Kota Probolinggo pada kota program dalam OPD Wirausaha Program Ada Pemerintah Kota Probolinggo memiliki kreatif di kewirausahaan dan sarana untuk mewadahi wirausaha kreatif. kerjasama atau Wadah kreatif berada di Gerai Dekranasda Kota Probolinggo dan di pelataran Museum Kota Probolinggo. Program wirausaha baru masih dalam konsep dan data pada komunitas untuk terus membangun inovasi Contohnya pada komunitas Tabel 6. Konsep Pembangunan Kota Kreatif di Kota Probolinggo pada Indikator Aktor Kreatif Aspek Konsep Status Keterangan Kelompok Kelompok Ada Terdapat komunitas ekonomi kreatif dan ekonomi kreatif forum kreatif akan dikembangkan oleh Dekranasda Kota Probolinggo Dewan Lembaga atau Ada Terdapat Dewan Kerajinan Nasional komite terkait Tingkat Daerah Kota Probolinggo yang kolaborasi oleh merupakan mitra Pemerintah Kota pemerintah dan Probolinggo yang bekerjasama dengan masyarakat lokal DKUPP dan Dispopar. Selain itu juga bekerjasama dengan UMKM/IKM dalam memasarkan produk ekonomi kreatif dan melayani konsumen melalui gerai dan ecommerce Pembelajaran Lembaga Ada Kota Probolinggo telah melakukan formal dan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi kreatif baik non-formal pelatihan ekonomi penyuluhan dan pelatihan, walaupun belum Akan tetapi komunitas memiliki inisiatif pemberdayaan dengan melakukan program kerajinan secara berkala. Selain itu terdapat beberapa program penelitian dan pengabdian oleh pihak akademisi. Ada keterlibatan dan keterkaitan aktor berdasarkan quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif di kota Probolinggo. Peran aktor atau pihak yang terlibat serta pembangunan Kota Kreatif sebagai berikut. Edukasi Implementasi Peran Quintuple Helix Menuju A | 46 Pemerintah Kota Probolinggo Merumuskan kebijakan tentang kota kreatif di Kota Probolinggo. baik dalam regulasi ekonomi kreatif, lingkungan kreatif, dan aktor kreatif. Seperti dalam regulasi Perwali Kota Probolinggo Nomor 80 Tahun 2018 terkait Ekonomi Kreatif di Kota Probolinggo 2019-2023. Pemerintah Kota Probolinggo menyediakan fasilitas dalam mendukung kreativitas masyarakat baik dalam bentuk kerajinan, produk kuliner, dan pertunjukkan. Membangun gerai Dekranasda, alun-alun, taman kota. Kelembagaan yang dibentuk adalah Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Probolinggo. Akademisi di Kota Probolinggo Peran akademisi merupakan peran dalam mendukung keberhasilan menuju kota kreatif dengan bentuk penelitian dan pengabdian terkait perwujudan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Riset dan pengabdian seputar pada pembangunan berbasis masyarakat, ekonomi kreatif, konsep kewirausahaan kearifan lokal, serta lainnya. Tidak hanya dalam bentuk teori tetapi disertai tindakan nyata dengan bertindak langsung atau diimplementasikan dalam penemuan yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh konsep kota kreatif. Banyak peneliti dan penulis ilmiah yang berasal dari Kota Probolinggo yang memberikan sumbangsihnya sebagai akademisi. Pelaku ekonomi Peran dari pelaku ekonomi adalah saat ini sebagai pihak ketiga seperti dalam penjualan produk kuliner dan kerajinan di minimarket, mall, outlet di tempat wisata, dan lainnya. Intinya pelaku ekonomi tidak hanya menjual produk tetapi mengorientasikan pada produk khas atau penggunaan bahan asli potensi lokal. Sehingga dapat meningkatkan citra daerah dan peningkatan ekonomi berbasis kearifan lokal tanpa merusak lingkungan dan sumber daya lokal. Masyarakat Masyarakat dalam partisipasi pembangunan kota kreatif dibagi menjadi dua yaitu masyarakat berbudaya dan masyarakat aktif dalam bermedia. Artinya masyarakat berbudaya itu wajib mempertahankan budaya kelokalan dan memiliki minat dalam produk lokal. Masyarakat ikut menjaga lingkungan, budaya, dan lainnya untuk meningkatkan citra merek Kota Probolinggo yang kaya akan potensi lokal serta dimanfaatkan secara berkelanjutan. Masyarakat juga ikut serta mengenalkan dan memperkuat branding Kota Probolinggo sebagai kota kreatif. Komunitas masyarakat di Kota Probolinggo beragam dan bervariasi. Khususnya masyarakat Kota Probolinggo dikenal dengan masyarakat pandalungan, yaitu peleburan budaya suku jawa dan madura. Serta hidup dalam harmonisasi keragaman agama. Tidak hanya itu masyarakat Kota Probolinggo terbuka akan transisi energi dan perkembangan digital. Lingkungan Lingkungan ini berkaitan dengan lingkungan lokal dan potensi sumberdaya lokal di Kota Probolinggo. Kota Probolinggo khas dengan wilayah agraris dan pesisir yang masih asri. Adanya potensi lokal berupa buah mangga dan anggur serta barongan atau bambu. Selain itu potensi pesisir juga sangat baik adanya komoditi unggulan seperti ikan kakap merah. Bahkan sektor pariwisata kelautan dan hutan bakau mendukung konsep kota kreatif. Tidak hanya dalam memproduksi kuliner tetapi juga non kuliner. 47 | Sucahyo & Fitria Tabel 7. Tugas Fungsional Aktor Berdasarkan Quintuple Helix Kota Kreatif di Kota Probolinggo Aktor Tugas Fungsional Aktor Berdasarkan Quintuple Helix Pemerintah Pemerintah Kota yang aktif dalam peran regulator, katalisator, dinamisator, dan fasilitator Akademisi Perguruan tinggi, peneliti, dan pengamat akan pengajaran, penelitian, dan pengabdian Pelaku Ekonomi Produksi dengan orientasi potensi lokal Masyarakat Kelompok berbudaya dan bermedia orientasi budaya pandalungan dan tetap terbuka akan kemajuan digital Lingkungan Kawasan agraris dengan komoditi unggulan padi, jagung, mangga, anggur dan lainnya. Lingkungan pesisir dengan komoditi ikan dan hutan bakau. Lingkungan budaya pandalungan yang harmonisasi agama, budaya, dan Seluruh materi tersebut disampaikan pada mitra melalui kegiatan PKM dengan konsep edukasi. Kegiatan mendapat antusiasme mitra yang ditunjukkan dengan mitra tidak ada yang meninggalkan tempat kegiatan hingga acara selesai. Mitra antusias memperhatikan dan berdiskusi dengan pemateri terkait materi yang dijelaskan di atas. Mitra mulai berinisiatif untuk melakukan perannya sebagai akademisi serta peran lainnya seperti aparatur pemerintah yang ikut aktif dalam setiap kebijakan pemerintah. pelaku ekonomi yang megembangkan produksi orientasi pada potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan fisik dan budaya. masyarakat yang ikut mempertahankan budaya lokal dan siap menerima dan ikut aktif peduli akan lingkungan di Kota Probolinggo. Tabel 8. Kuesioner Sebelum dan Sesudah Materi Ketercapaian Target Indikator Sebelum Sesudah Pengetahuan tentang quintuple helix 38 mitra 40 mitra Pengetahuan tentang kota kreatif 35 mitra 40 mitra Pengetahuan tentang peran quintuple 38 mitra 40 mitra helix dalam pembangunan kota kreatif di Kota Probolinggo Status Berhasil Berhasil Berhasil Berdasarkan Tabel 8, diketahui bahwa pemahaman mitra terkait quintuple helix mengalami peningkatan yang sebelum mengikuti kegiatan edukasi sejumlah 38 mitra yang belum memahami quintuple helix, sedangkan setelah mengikuti kegiatan edukasi meningkat sejumlah 40 mitra sudah memahami quintuple helix. Artinya ada peningkatan dari 2 mitra yang paham akan quintuple helix menjadi 40 mitra atau seluruh mitra paham akan quintuple helix. Hal ini menunjukkan kegiatan edukasi tergolong berhasil. Edukasi Implementasi Peran Quintuple Helix Menuju A | 48 Selanjutnya, data tersebut menunjukkan pemahaman mitra terkait kota kreatif mengalami peningkatan yang sebelum mengikuti kegiatan edukasi sejumlah 35 mitra yang belum memahami kota kreatif, sedangkan setelah mengikuti kegiatan edukasi meningkat sejumlah 40 mitra sudah memaham kota kreatif. Artinya ada peningkatan dari 5 mitra yang paham akan kota kreatif menjadi 40 mitra atau seluruh mitra paham akan kota kreatif. Hal ini menunjukkan kegiatan edukasi tergolong berhasil. Data berikutnya menunjukkan pemahaman mitra terkait peran quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif di kota Probolinggo mengalami peningkatan. Sebelumnya, kegiatan edukasi diikuti sejumlah 38 mitra yang belum memahami, sedangkan setelah mengikuti kegiatan edukasi meningkat sejumlah 40 mitra sudah memahami peran quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif. Artinya ada peningkatan dari 2 mitra yang paham akan peran quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif menjadi 40 mitra, atau seluruh mitra paham akan peran quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif di kota Probolinggo. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi tergolong berhasil. Evaluasi Setelah pelaksanaan edukasi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap mahasiswa Universitas Panca Marga dengan tema Edukasi Implementasi Peran Quintuple Helix Menuju Kota Kreatif di Kota Probolinggo, tim melakukan survei pada mitra. Guna mengetahui tingkat pengetahuan dan kesadaran mahasiswa sebagai golongan quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif di kota Probolinggo. Survei terdiri dari lima pertanyaan dengan jumlah 40 Hasil survei disajikan dalam Tabel 9. Tabel 9. Hasil Survei Indikator Saya memahami peran aktor dalam quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif di Kota Probolinggo Peran sebagai mahasiswa sudah ada program kampus ikut berpartisipasi dalam pembangunan kota kreatif Saya setuju untuk berperan aktif dalam pembangunan kota kreatif di Kota Probolinggo, tetapi juga mengoptimalkan peran lainnya Kegiatan edukasi ini sangat dibutuhkan bagi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam pembangunan kota Perlu adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk penyuluhan dan pendampingan terkait peran dalam menuju kota kreatif Survei Setuju Tidak Setuju 40 mitra 0 mitra Berhasil 40 mitra 0 mitra Berhasil 39 mitra 1 mitra Berhasil 40 mitra 0 mitra Berhasil 40 mitra 0 mitra Berhasil Status 49 | Sucahyo & Fitria Pada Tabel 9 diketahui bahwa hasil evaluasi meliputi pertama, mitra memahami peran aktor dalam quintuple helix dalam pembangunan kota kreatif di Kota Probolinggo sejumlah 40 mitra. Hal ini diindikasikan bahwa kegiatan edukasi tergolong berhasil. Kedua, mitra menyatakan sepakat bahwa peran sebagai mahasiswa sudah ada program kampus ikut berpartisipasi dalam pembangunan kota kreatif sejumlah 40 mitra. Hal ini diindikasikan bahwa kegiatan edukasi tergolong berhasil. Ketiga, mitra menyatakan setuju untuk berperan aktif dalam pembangunan kota kreatif di Kota Probolinggo, tetapi juga mengoptimalkan peran lainnya sejumlah 39 mitra serta 1 mitra yang menyatakan tidak setuju. Hal ini diindikasikan bahwa kegiatan edukasi tergolong berhasil. Keempat, mitra menyatakan setuju akan kegiatan edukasi ini sangat dibutuhkan bagi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam pembangunan kota kreatif sejumlah 40 mitra. Hal ini diindikasikan bahwa kegiatan edukasi tergolong berhasil. Kelima, mitra menyatakan setuju akan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk penyuluhan dan pendampingan terkait peran dalam menuju kota kreatif sejumlah 40 mitra. Hal ini diindikasikan bahwa kegiatan edukasi tergolong berhasil. SIMPULAN Berdasarkan kegiatan pada masyarakat dengan edukasi implementasi peran pada quintuple helix dalam pembangunan Kota Probolinggo menuju kota kreatif ini terlaksana mulai pra pelaksanaan, pelaksanaan edukasi, dan pasca pelaksanaan mendapatkan antusias yang besar dan seluruh mitra tidak ada yang meninggalkan acara hingga acara selesai. Kegiatan ini mendapat respon baik dengan adanya aksi interaktif selama kegiatan, serta hasil evaluasi menunjukkan indikator keberhasilan kegiatan. Tidak hanya peningkatan pemahaman terkait quintuple helix dan kota kreatif khususnya di Kota Probolinggo, tetapi meningkatkan kesadaran mitra dalam aktif berperan baik sebagai mahasiswa maupun peran Seluruh rangkaian berjalan dengan baik dan mencapai indikator UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Panca Marga yang mendukung penulis untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ucapan terima kasih selanjutnya kami tujukan untuk mitra yakni mahasiswa dan mahasiswi Prodi Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Panca Marga yang telah bersedia mengikuti edukasi ini. DAFTAR PUSTAKA