Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. E-ISSN x-x Vol. 1 No. 1 (Juli 2. 26-32 Penguatan Karakter Cinta Tanah Air melalui Kegiatan Membatik di SMP Plus Miftahul Ulum Sumenep Herowati1. Dyah Ayu Fajarianingtyas2. Ach. Puniman 3 1, 2 Program Studi Pendidikan IPA. FKIP. Universitas Wiraraja. Madura. Indonesia Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. FKIP. Universitas Wiraraja. Madura. Indonesia Email: 1 herowati. fkip@wiraraja. id (Corresponding autho. Abstrak Cinta tanah air dan bangsa merupakan salah satu nilai utama dalam pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini dalam dunia pendidikan. Nilai ini mencerminkan rasa bangga, setia, dan tanggung jawab terhadap negara yang perlu ditumbuhkan melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan yang kontekstual di sekolah. Nilai cinta tanah air dapat ditanamkan dalam dunia sekolah salah satunya dengan strategi efektif melalui pengenalan dan praktik budaya lokal, seperti kegiatan membatik. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMP Plus Miftahul Ulum Tarate Sumenep dengan tujuan untuk menanamkan nilai cinta tanah air melalui pelatihan membatik jumputan. Kegiatan ini bertujuan untuk: . meningkatkan keterampilan dan kemampuan psikomotorik siswa melalui praktik membatik, . memberikan pemahaman teoritis dan praktis mengenai pentingnya mencintai budaya bangsa, dan . membentuk karakter siswa yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari identitas good student citizen. Diharapkan program ini mampu memperkuat semangat nasionalisme serta menumbuhkan kepedulian generasi muda dalam melestarikan warisan budaya Indonesia. Kata Kunci: Pembelajaran karakter. Cinta tanah air. Batik jumputan PENDAHULUAN dan tujuan pendidikan nasional yaitu: 1. Religius, 2. Jujur, 3. Toleransi, 4. Disiplin. Karakter merupakan elemen krusial Kerja keras, 6. Kreatif, 7. Mandiri, 8. yang harus dibina dalam dunia pendidikan, karena berbagai tantangan eksternal dapat Demokratis, 9. Rasa Ingin Tahu, 10. Semangat kebangsaan, 11. Cinta tanah air, pembentukan karakter remaja di Indonesia. Bersahabat/komunikatif, 14. Cinta damai, (Kuniawaty, et al. , 2. Nilai nilai Menghargai Gemar membaca, 16. Peduli lingkungan. Indonesia teridentifikasi berjumlah 18 nilai, yang Peduli sosial dan 18. Tanggung jawab bersumber dari agama. Pancasila, budaya (Kemendikbud, 2. Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 26 - 32 Cinta tanah air dan bangsa dalam pada hafalan, tanpa diiringi pengalaman dunia pendidikan merujuk pada upaya nyata dan pendekatan yang menyentuh menanamkan rasa bangga, setia, dan emosi serta perilaku siswa. Namun harus tanggung jawab terhadap negara dan masuk dalam fokus strategi pembelajaran bangsanya pada diri siswa melalui berbagai yang unik dan di kenang secara mendalam kegiatan pembelajaran dan pembiasaan di oleh siswa. Pentingnya pembentukan karakter menanamkan nilai cinta tanah air pada siswa adalah melalui pengenalan identitas menjaga persatuan dan kesatuan, serta diri mereka sebagai "good student citizen", mendorong peran aktif mereka dalam yaitu warga sekolah yang baik dan pembangunan bangsa. Saat membahas tentang cinta tanah air, seringkali hal ini nasionalisme dapat diintegrasikan ke dalam dikaitkan dengan hafalan lagu kebangsaan, aktivitas pembelajaran yang kontekstual pemahaman adat istiadat, kekayaan alam, dan bermakna. Misalnya, melalui kegiatan maupun pengetahuan geografis seperti letak Namun kenyataannya, bahkan mendengar judul lagu kebangsaan saja keberagaman daerah di Indonesia yang Salah Nilai-nilai Kondisi ini mencerminkan seperti YouTube. Pendekatan ini tidak kurangnya strategi yang efektif dalam hanya memperkenalkan kekayaan budaya mengenalkan dan menumbuhkan karakter bangsa, tetapi juga membangun rasa bangga cinta tanah air. Akibatnya, cinta tanah air dan cinta terhadap tanah air secara aktif dan hanya menjadi slogan tanpa makna yang benar-benar tertanam dalam hati, pikiran. Membatik merupakan salah satu dan perilaku siswa. Dampak warisan budaya asli Indonesia yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia dan Minimnya integrasi nilai-nilai cinta tanah dapat mencerminkan rasa Nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan siswa. UNESCO menyebabkan lemahnya pemahaman dan telah menetapkan batik sebagai Warisan penghayatan siswa terhadap makna cinta Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan tanah air. Strategi penanaman nilai ini tidak Nonbendawi (Masterpieces of the oral and bisa hanya mengandalkan penyampaian intangible Heritage of Humanit. sejak 2 pengetahuan semata, apalagi jika terbatas Oktober 2009. Batik, sebagai warisan 27 Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 26 - 32 budaya Indonesia yang telah diakui oleh atau batik jumputan. Batik jenis ini dibuat UNESCO, kini menghadapi tantangan dengan teknik tie dye, di mana kain diikat besar dalam upaya pelestariannya di tengah dengan tali pada bagian tertentu lalu dicelupkan ke dalam pewarna untuk generasi muda terhadap batik menjadi menghasilkan motif khas. Melalui kegiatan ancaman serius bagi keberlanjutannya ini, siswa tidak hanya mengenal proses sebagai bagian dari identitas bangsa. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata untuk menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan (Prawoto. , 2. Sebagai salah satu upaya terhadap batik di kalangan generasi muda untuk mengenalkan identitas diri sebagai guna memastikan warisan budaya ini tetap "good lestari dan tidak hilang ditelan zaman. (Sumardiono, et al. , 2. berbagai aktivitas pembelajaran. Melalui Selama Menurunnya nilai-nilai pembelajaran yang berhubungan dengan karakter cinta tanah air dalam diri siswa visi nasionalisme belum pernah dilakukan di SMP Plus Miftahul Ulum Tarate. Hal ini Program juga dikeranakan SMP Plus Miftahul Ulum Masyarakat ini dilakukan untuk berbagi adalah sekolah formal yang berbasis agama, ilmu kepada siswa siswi SMP Plus Miftahul yang juga dikelilingi oleh lingkungan Ulum Tarate Sumenep yang pertama belajar Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK) juga belum dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai media kemampuan psikomotorik siswa. Kedua atau sumber belajar yang juga dapat digunakan untuk menstimulasi emosi dan maupun secara praktis kepada siswa tentang pola pikir siswa agar memiliki cinta tanah Cinta Tanah Air. Ketiga terbentuknya air sehingga dengan TIK siswa dapat karakter cinta tanah air yang mencerminkan menjelajahi seluruh pelosok negeri. Hal ini identitas agood student citizen pada diri dikarenakan terbatasnya sarana TIK di siswa siswi SMP Plus Miftahul Ulum sekolah sebagai media dan sumber belajar. Tarate Sumenep. Penanaman rasa cinta Salah satu upaya menanamkan nilai tanah air melalui pembelajaran Seni Budaya Pengabdian Miftahul Ulum dilakukan melalui kegiatan seperti pertunjukan budaya, peringatan sederhana, yaitu belajar membuat batik ikat cinta tanah air kepada siswa SMP Plus Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 26 - 32 pengenalan budaya lokal, serta pelaksanaan materi tentang Batik merupakan salah satu inisiatif perbaikan sekolah yang mencakup warisan budaya bangsa Indonesia yang Kegiatan- memiliki nilai historis dan estetis tinggi, kegiatan ini bertujuan untuk membangun sehingga perlu dijaga dan dilestarikan oleh kesadaran siswa akan pentingnya menjaga seluruh lapisan masyarakat. dan menghargai kekayaan budaya bangsa. (Hndrawan, et al,. HASIL DAN PEMBAHASAN PKM dilaksanakan di salah satu METODE PELAKSANAAN Kegiatan Program ruang kelas SMP Plus Miftahul Ulum Kreativitas Tarate Sumenep dengan jumlah peserta Mahasiswa (PKM) ini memberikan manfaat sebanyak 26 siswa. Kegiatan pada sesi baik secara teoritis maupun praktis bagi pertama diawali dengan menyanyikan lagu- siswa-siswi SMP Plus Miftahul Ulum lagu Aukebangsaan IndonesiaAy dilanjutkan Tarate. Sumenep. Melalui kegiatan ini, dengan mengulas sedikit materi dan tanya diharapkan terbentuk karakter cinta tanah jawab tentang cinta tanah air. Pemaparan air pada diri siswa, sehingga mereka dapat materi kedua tentang pembuatan batik ikat tumbuh menjadi pribadi yang bangga serta sebagai bagian warisan budaya indonsesia menghargai budaya yang dimiliki oleh yang harus dilestarikan dan dikembangkan bangsa Indonesia. (Fatmawat & Kaltsum. dan juga sebagai perwujudan dari rasa cita tanah air. Pada sesi ini siswa di ajarkan Metode yang digunakan adalah tentang Auseni kriya pembutan batik ikatAy. pendampingan materi melalui ceramah. Tim PKM memperlihatkan video tentang demonstrasi dan tanya jawab. Kedua agar batik madura serta cara dan proses membuat siswa mengalami peningkatan keterampilan batik ikat sederhana. Selanjutnya tim PKM dan kemampuan psikomotorik tentang mengulas materi tentang proses pembuatan belajar membatik (Purwati, et al. , 2. batik ikat yang benar serta alat dan bahan maka metode yang digunakan adalah yang dibutuhkan untuk pembuatan batik demontrasi, praktik dan tanya jawab. Siswa sangat antusias mendengarkan Ketiga kegiatan PKM ini untuk membentuk dan menyimak penjelasan dari tim PKM karakter cinta tanah air yang mencerminkan untuk dipraktikkan lebih lanjut. Antusiasme identitas a good student citizen pada diri siswa selama proses pembelajaran bisa siswa siswi SMP Plus Miftahul Ulum terlihat dari respon positif selama proses Tarate Sumenep melalui metode pemaparan pembelajaran (Putri, et al. , 2. Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 26 - 32 Gambar 2. Praktik Pembuatan Batik Ikat Siswa secara bersama-sama mengikat bagian-bagian tertentu dari kain yang ingin dibiarkan tetap berwarna asli atau tidak terkena pewarna. Sikap kerjasama dapat Gambar 1. Pemaparan Materi Seni Kriya Batik Ikat kelompok (Zativalen, et al. , 2. Sesi kedua tim PKM membagi siswa Pembelajaran kelompok kecil terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis Melalui pendekatan ini, siswa tidak pendapat secara logis, tetapi juga mampu Gambar 3. Pewarnaan Batik Ikat kondisi sosial saat ini, serta menciptakan Siswa menyiapkan kompor, kemudian kohesi positif di antara sesama anggota menuangkan 2 liter air ke dalam panci dan kelompok (Fauzan, et al. Dalam memanaskannya hingga mendidih. Setelah kelompok kecil tim PKM memberikan air mendidih, siswa menambahkan zat worksheet kegiatan praktek membuat batik pewarna . ke dalamnya, lalu memasukkan 2 sendok teh garam, dan menyiapkan alat dan bahan. tercampur secara merata. Selanjutnya siswa mencelup kain yang sudah di ikat ikat ke dalam air dingin lalu diperas dan masukan kedalam larutan wantek sampai 30 Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 26 - 32 terbenam seluruhnya. Membiarkan kain dan melestarikan budaya sebagai bentuk tetap dalam larutan kira-kira satu jam, rasa bangga terhadap identitas nasional. kemudian mengangkat, mendinginkan dan Secara praktis, terjadi peningkatan mencuci sampai bersih. Langkah terakhir siswa membuka ikatan, menjemur di tempat yang teduh sampai kering lalu rapikan (Bahrudin, et al. , 2. Kegiatan keterampilan tangan, tetapi juga melatih ketekunan, kreativitas, dan tanggung jawab. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi serta rasa memiliki terhadap hasil karyanya sebagai bagian dari budaya bangsa. Dengan demikian, program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang seni dan keterampilan, tetapi juga Gambar 4. Hasil Praktik Pembuatan Batik Ikat membentuk karakter siswa sebagai warga negara yang mencintai, menghargai, dan siap menjaga kekayaan budaya Indonesia. KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat DAFTAR PUSTAKA