LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. AJARAN PENGGEMBALAAN BERDASARKAN 1 TIMOTIUS 4:1-16 DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA SEGALA BANGSA SHALOOM TAAS. MANADO Lidya Naomi Pangkey. Daud A. Ngamon. Julio Eleazer Nendissa Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia Manado daudngamon@gmail. com, pangkey. lidya@gmail. julionendissa35@gmail. Abstract The teachings of pastoral service must be carried out by a pastor so that he can achieve his goals as a servant of God. This article aims to explore the thoughts of God's servants in following Christ's example in salvation as taught in 1 Timothy 4:12. Apart from that, this writing implements a systematic service that is in accordance with the letters in the Romans and Ephesians to them 1 Timothy 4:1-16 is a reference in this article for various pastoral services and ethics practiced by a shepherd as well as analyzing the teachings and ethics of pastoral service at GESBA Shaloom. Taas. Manado. This paper uses qualitative research using a hermeneutic approach and collecting data in the form of interviews. This research found that there are teachings and ethics of pastoral service based on 1 Timothy 4:1-16 so as to obtain data related to the goals of service for pastors, stages of pastors' service, and implications for the Gesba Shaloom Taas Manado church. Keywords: Gesba Shaloom Taas. Servive, shepherd, 1 Timothy 4:1-16. Abstrak Ajaran pelayanan penggembalaan wajib dilakukan oleh seorang gembala sidang sehingga bisa mencapai tujuan sebagai hamba Tuhan. Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi pemikiranpemikiran hamba Tuhan untuk mengikuti keteladanan dari Kristus dalam penyelamatan seperti yang diajarkan 1 Timotius 4:12. Selain itu, tulisan ini menerapkan pelayanan secara sistematis yang sesuai dengan surat di jemaat Roma dan Efesus kepada mereka sepenuh hati. 1 Timotius 4:1-16 menjadi acuan dalam tulisan ini untuk berbagai pelayanan penggembalaan dan etika yang dipraktikkan seorang gembala serta menganalisis ajaran-ajaran dan etika pelayanan penggembalaan di GESBA Shaloom. Taas. Manado. Tulisan ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan hermeneutik serta mengumpulkan data berupa wawancara. Penelitian ini mendapati adanya ajaran-ajaran dan etika pelayanan penggembalaan yang berdasarkan pada 1 Timotius 4:1-16 sehingga mendapatkan data terkait tujuan pelayanan bagi gembala sidang, tahap-tahap pelayanan gembala sidang, dan implikasi bagi gereja Gesba Shaloom Taas Manado. Kata Kunci: Gembala. Gesba Shaloom Taas. Penggembalaan, 1 Timotius 4:1-16. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. PENDAHULUAN Peran gembala sidang sangat penting yaitu selain pemimpin jemaat juga seorang hamba yang bertanggungjawab kepada Tuhan dalam melayani dan melakukan pengembalaan. Gembala sidang memiliki peran mengembangkan gereja dan jemaat agar Iman dan spiritualitas mereka bertumbuh secara baik. Oleh karena itu, dibutuhkan orang-orang yang dengan sungguh melayani dan mengabdi kepada Tuhan. Peran gembala menjadi seorang yang berkarakter sehingga bisa menjadi contoh yang baik bagi jemaatnya. 1 Selain itu, gembala sidang dapat dibilang sebagai seorang pendidik yang bertujuan untuk menumbuhkan rohani jemaat secara signifikan. Tugasnya melakukan pelayanan kepada jemaat sehingga mereka merasakan adanya kedekatan antara gembala dan jemaat dapat menumbuhkan kerohanian serta Iman. Oleh karena itu, ajaran Firman Tuhan sangat berdampak positif bagi kehidupan jemaat sehingga mereka mendapatkan hidup damai sejahtera dihadapan Tuhan dan berpelayanan secara kualitas dan kuantitas. Gembala sidang yang baik berpotensi besar menjadi gembala yang sukses dalam Gembala sidang yang sukses adalah gembala yang terus maju walaupun banyak masalah jemaat yang terjadi dan harus dihadapi. Sukses tampaknya berhubungan dengan tindakan. Ketika ada jemaat yang sakit, maka gembala akan bertindak menemuinya, mendengarkannya, menguatkan serta mendoakan jemaat tersebut. Seorang gembala sidang tidak sekedar berkata-kata atau doa terhadap jemaat, tetapi tindakan itulah yang paling dilihat dari seorang pemimpin. Pemimpin dikenal melalui tindakan yang diperlihatkan. 3 Oleh karena itu, peran gembala sidang perlu dilakukan penginjilan pribadi dalam menjangkau jiwa serta melatih jemaat agar anggota jemaat dapat bertambah banyak. Peran gembala sidang di atas berbanding terbalik ketika penulis melakukan penelitian, karena gembala sidang di GESBA Shaloom Taas. Manado tidak maksimal dalam menjalankan tugas penggembalaannya seperti pelayanan pastoral kepada jemaat yang sedang mengalami pergumulan dan terbaring sakit. Permasalahan itu penulis mengetahuinya lewat wawancara Ronda Daniel. Gembala Sebagai Pemimpin Rohani (Bandung: Kalam Hidup, 2. , 2. Yulian Anouw. Karakteristik Seorang Gembala Sidang Dan Pertumbuhan Gereja (Gowa: CV: Ruang Rentor, 2. , 161. Ayub Pangga Lewu. Integritas Seorang Gembala (Pekalongan: NEM-Anggota IKAPI, 2. , 117. Daud Pigome. Peran Gembala Dalam Penggembalaan Jemaat (Gowa: CV: Ruang Rentor, 2. , 222. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. dengan 4 anggota jemaat yang mengalami tidak dilakukannya pelayanan pastoral gembala sidang terhadap mereka pada saat membutuhkannya. Terkait dengan pelayanan sang gembala sidang juga terdapat dalam 1 Timotius, dijelaskan bahwa ada nasehat terhadap Timotius agar dapat menggembalakan sidang jemaat di Efesus. Dalam Timotius diajarkan terkait jiwa kepemimpinan yang harus ada dalam tubuh seorang gembala dengan memiliki ciri teladan. Hal itu diarahkan Paulus terhadap Timotius yang merupakan seorang gembala dalam memimpin jemaat di Efesus. Berdasarkan hasil wawancara di atas penulis menegaskan bahwa penelitian ini memfokuskan pada berbagai penyimpangan ketika Timotius dalam memimpin gereja di jemaat Efesus. Sama halnya dengan kepemimpinan gembala sidang di GESBA Shaloom Taas sehingga nasehat-nasehat Paulus dalam 1 Timotius sebagai salah satu bentuk pelayanan kepedulian yang dilakukan oleh gembala sidang. Oleh karena itu, penerapan pelayanan secara sistematis yang sesuai dengan surat di jemaat Roma dan Efesus kepada mereka sepenuh hati. 1 Timotius 4:1-16 menjadi acuan dalam tulisan ini untuk berbagai pelayanan penggembalaan dan etika yang dipraktikkan seorang gembala sidang di GESBA Shaloom. Taas. Manado. Penelitian sebelumnya dari Efriday yang menulis tentang AuMembingkai Prinsip Kepemimpinan Kristen Bagi Generasi Milenial: Studi Analisis 1 Timotius 4:12Ay. 5 Tujuan tulisan itu ialah menemukan prinsip-prinsip kepemimpinan Kristen kontekstual bagi kalangan milenial yang berlandaskan pada teks kitab 1 Timotius 4:12. Adapun tulisan dari Kharisda dkk tentang AuFormasi Rohani Pemimpin Muda Berdasarkan 1 Timotius 4:6-16 dan Implementasinya Bagi Pemimpin Muda Era Society 5. Ay6 Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai teologis orang muda di era digital untuk bisa memimpin gereja pada masa yang akan datang. Tulisan lainnya ialah Bimo Utomo AuPrinsip Integritas Guru Pendidikan Agama Kristen Menurut 1 Timotius 4:16. Ay7 Penelitian itu bertujuan memahami dan menemukan prinsip sebuah ajaran pendidikan agama Kristen yanng berintegritas menurut 1 Timotius 4:16. Penelitian Hizkia Gulo Efriday Nazara. Sumbut Yermianto. Paulus Baskoro. AuMembingkai Prinsip Kepemimpinan Kristen Bagi Generasi Milenial: Studi Analisis 1 Timotius 4:12Ay. Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 3, no. 2, . Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono, and Fransius Kusmanto. AuFormasi Rohani Pemimpin Muda Berdasarkan 1 Timotius 4:6-16 Dan Implementasinya Bagi Pemimpin Muda Era Society 5. 0,Ay Jurnal Teologi (Juteolo. 2, no. : 97Ae119. Bimo Setyo Utomo. AuPrinsip Integritas Guru Pendidikan Agama Kristen Menurut 1 Timotius 4:16,Ay Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. 1 (June 30, 2. : 54Ae67. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. AuMengaplikasikan Model Keteladanan Hamba Tuhan Berdasarkan 1 Timotius 4:12. Ay8 Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi pemikiran-pemikiran hamba Tuhan untuk mengikuti keteladanan dari Kristus dalam penyelamatan seperti yang diajarkan 1 Timotius 4:12. Berbagai penelitian di atas memiliki perbedaan dengan tulisan ini yang bertujuan untuk penerapan pelayanan secara sistematis yang sesuai dengan surat di jemaat Roma dan Efesus kepada mereka sepenuh hati. 1 Timotius 4:116 menjadi acuan dalam tulisan ini untuk berbagai pelayanan penggembalaan dan etika yang dipraktikkan seorang gembala di GESBA Shaloo. Taas. Manado. METODE PENELITIAN Artikel ini menggunakan metode penelitian kulitatif dengan pendekatan hermeneutik. Pendekatan hermeneutik melibatkan interpretasi dan pemahaman terhadap teks atau sumbersumber teks kepustakaan dengan menggunakan pendekatan hermeneutik. 9 Oleh karena itu, pendekatan ini sangat membantu memperoleh data-data berupa prinsip gembala dengan pelayanan penggembalaan sehingga bisa diterapkan di Gesba Shaloom Taas Manado. Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik wawancara untuk mendapatkan data sejauh mana pemikiran seorang gembala terkait kepemimpinan menurut 1 Timotius 4:1-16. Peneliti akan mewawancarai gembala sidang Gesba di wilayah 1 Kota Manado berjumlah 14 orang dibagi menjadi 7 laki-laki dan 7 perempuan yang akan dikumpulkan data terkait pemikiran dan etika kepemimpinan berlandaskan pada 1 Timotius 4:1-16 untuk menerapkan penggembalaan. 3 orang laki-laki menekuni pekerjaan PNS, 1 guru, 1 dosen, 2 kuli bangunan, sedangkan 5 orang perempuan tidak bekerja/ibu rumah tangga, 1 pegawai swasta, 1 staff. Seluruh gembala sidang dari gereja-geraja Gesba di wilayah 1 kota Manado, dijadikan populasi dan partisipan dalam penelitian ini. Wawancara digunakan untuk mengetahui bagaimana pemahaman mereka mengenai prinsip dan etika kepemimpinan gembala sidang menurut 1 Timotius 4:1-16 dan penerapannya dalam penggembalaan di gereja lokal masing-masing. Hisikia Gulo. AuMENGAPLIKASIKAN MODEL KETELADANAN HAMBA TUHAN BERDASARKAN 1 TIMOTIUS 4:12,Ay BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 1 (June 23, 2. : 68Ae82. Mochammad Ronaldy Aji Saputra. Fitria Idlam Chalid, and Heri Budianto. Metode Ilmiah Dan Penelitian: Kuantitatif. Kualitatif. Dan Kepustakaan (Bahan Ajar Madrasa. (Sidoarjo: NIzamia Learning Center, 2. , 220. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Gembala Sidang Gembala sidang adalah simbol yang dapat diterima dan dipahami untuk pemimpin keagamaan yang memberikan pelayanan. 10 Arti kata gembala didalam Alkitab ialah menjaga dan memelihara keselamatan umat Tuhan. 11 Contohnya dalam Alkitab Yesus menyebut diri-Nya merupakan seorang Gembala yang bercirikan tidak mencari keuntungan dalam pelayanan sehingga bisa menjalankan fungsinya menggembalakan umat karena tugasnya ialah untuk melayani. Dalam Yohanes 21:15-17. Petrus dicecar pertanyaan yang sama oleh Yesus sebanyak tiga AuApakah engkau mengasihi Aku?Ay Petrus-pun menjawab jawaban yang sama sebanyak tiga AuEngkau tahu aku mengasihi Engkau. Ay Maka Yesus berfirman kepadanya tiga kali dengan perintah yang sama pula. AuGembalakanlah domba- dombaKu. Ay Jadi dapat disimpulkan bahwa, seorang hamba Tuhan yang terpanggil menjadi gembala sidang atas domba adalah hamba Tuhan yang sungguh-sungguh mengasihi Yesus. Bagaimana melihat kesungguhan seorang gembala sidang mengasihi Yesus, lihatlah bagaimana cara dia menggembalakan domba. Satu hal yang wajib dimiliki seorang gembala sidang adalah sense of belonging yaitu, perasaan memiliki sesuatu sehingga perasaan memiliki itu akan sepenuhnya mencintai, menjaga, bertanggung jawab dan peduli dengan sesuatu yang dimilikinya itu. Menjalin Relasi Antara Gembala Sidang dan Jemaat Pada prinsipnya, gembala sidang dan jemaat adalah satu paket atau seperti mata uang yang memiliki dua sisi. Seseorang tidak bisa disebut gembala sidang jika tidak ada jemaat. Jemaat, barulah disebut jemaat jika mereka digembalakan oleh seorang gembala sidnag. Gembala sidang ada karena jemaat, jemaat ada karena gembala sidang. Baik gembala sidang dan jemaat punya kewajiban timbal balik, yaitu: gembala sidang menjamin kebutuhan makanan rohani jemaatnya, dan jemaat menjamin kebutuhan jasmani gembalanya. Prinsip ini sudah diatur firman Tuhan dalam 1 Korintus 9:14. Maleaki 3:10. Florra Slosson Wuellner. Gembalakanlah Gembala-Gembalaku (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 4. Peter Anggu. Etika Penggembalaan (Makassar: STT Jaffray, 2. , 46. Robert Cowles. Gembala Sidang (Bandung: Kalam Hidup, 2. , 7. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Pelayanan penggembalaan adalah suatu pelayanan khas dalam ajaran kekristenan. Hubungan relasi antara gembala sidang dan jemaat yang dipimpin seperti hubungan gembala dan domba. Membangun relasi antara gembala sidang dan jemaat bisa dilakukan dengan pelayanan perkunjungan agar jemaat merasakan sentuhan kasih dan dihargai saat adanya perkunjungan 14 Gembala sidang perlu membangun relasi dengan jemaat secara personal mengenai sikap, tindakan, dan karakter yang teladan terhadap Yesus Sang gembala sidang. 15 Menurut penulis, hubungan antara gembala sidang dan jemaat sangat penting karena saling membutuhkan untuk pemenuhan spiritualitas. Gembala sidang memiliki peran utama dalam menyampaikan Injil kepada jemaat. Selain itu, jemaat memiliki kebutuhan untuk menerima Firman Tuhan melalui pelayanan gembala sidang. Oleh karena itu, gembala sidang dan jemaat memiliki kepentingan relasi yang saling membutuhkan yang terwujud melalui ibadah atau persekutuan lainnya. Tujuan Pelayanan Bagi Gembala Sidang Dalam melakukan pelayanan, gembala sidang memiliki tujuan yaitu menggembalakan jemaat sehingga Iman mereka bertumbuh dihadapan Tuhan. Gembala sidang mampu memberikan dampak secara kerohanian yang berkarakter seperti Yesus sehingga bisa mengandalkan kehidupannya hanya melayani-Nya. Pertama, dalam Timotius menjelaskan tugas dan tujuan penggembalaan bisa memajukan kehidupan pelayanan secara nyata untuk memperoleh keselamatan. Oleh karena itu, tujuan pelayanan bagi gembala sidang tidak hanya bagi kepentingan diri sendiri melainkan jemaatnya juga harus dilayani agar bisa memperoleh keselamatan. Kedua, pelayanan penggembalaan gembala sidang memfokuskan pada pribadi yang benar-benar terpanggil untuk melayani jemaat. Seorang gembala sidang terpanggil perlu mempersiapkan diri dalam sebuah pelayanan yang Ketiga, persiapan gembala sidang dalam sebuah pelayanan agar jemaat memiliki Asih Rachmani Endang Sumiwi. AuGembala Sidang Yang Baik Menurut Yohanes 10:1-18,Ay HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 4, no. 2 (January 2, 2. : 74Ae93. Soryadi Soryadi and Bambang Wiku Hermanto. AuKonsep Tentang Sikap Pelayanan Gembala Sidang Dan Keterlibatan Jemaat Dalam Pelayanan,Ay Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. 1, no. 1 (August 17, 2. : 10Ae22. Limeani Zalukhu and Leniani Zalukhu. AuPERAN GEMBALA SIDANG TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN PERTUMBUHAN GEREJA DALAM PERSPEKTIF KONSELING PASTORAL,Ay POIMEN Jurnal Pastoral Konseling 3, no. 2 (December 31, 2. : 85Ae101. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. pengetahuan rohani dan bertumbuh secara Iman sehingga mereka memperoleh Firman Tuhan serta dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Keempat, mengutamakan Firman diatas tradisi apapun. Jika tradisi berusaha meniadakan firman, harus dilawan. Tidak ada otoritas tinggi dalam dunia ini selain Firman Tuhan dan rahasia ibadah harus diakui dan diajarkan. Olaraga berguna bagi tubuh, tapi ibadah lebih berguna dari sekedar olahraga karena ibadah mengandung janji, baik untuk hidup sekarang ini maupun untuk hidup yang akan datang. hidup yang dimaksud adalah bicara hidup yang kekal. Tekun membaca dan menyelidik Firman Tuhan karena yang akan dihadapi bukan lawan yang mudah. Tanpa pengetahuan firman, seorang gembala sidang akan mudah dipermainkan iblis dengan tipu dayanya. Kelima, jangan lalai menggunakan karunia. Karunia adalah pemberian Tuhan kepada siapa saja yang dikehendakiNya. 1 Korintus 12:8-11, terdapat 9 (Sembila. karunia Roh Kudus, yaitu: Karunia Hikmat. Karunia Marifat. Karunia Membedakan Segala Roh. Karunia Iman. Karunia Kesembuhan. Karunia Mujizat. Karunia Nubuat. Karunia Bahasa Roh. Karunia Menafsirkan Bahasa Roh. Karunia tersebut diatas diberikan Tuhan kepada hamba Tuhan atau gembala sidang, guna kepentingan pelayanan dan jemaat. Awal untuk menerima karunia dari Tuhan adalah memiliki Roh Kudus. 16 Bagaimana seorang gembala sidang dapat bertarung melawan ajaranajaran sesat jika tidak memiliki Roh Kudus dan tidak dikarunia karunia? Salah satunya karunia membedakan segala Roh. Timotius dinasehati oleh Paulus untuk mempergunakan karunia-karunia itu sebagai persiapan untuk bertarung melawan penyesat. Keenam, menjaga 2 . jenis kekudusan, yaitu kekudusan kehidupan . wasi dirim. dan kekudusan pengajaran . wasi ajaranm. Mengapa kekudusan kehidupan menjadi lebih dulu, karena hidup harus suci sesuai dengan ajaran yang diajarkan . erani menjadi telada. Butuh keselarasan antara kekudusan kehidupan dan kekudusan pengajaran. Jika Timotius memiliki keduanya, maka pelayanannya dipastikan berhasil. Tidak hanya menyelamatkan Timotius sendiri saja tapi semua orang yang di ajarinya, akan memperoleh selamat. Waworuntu. Pengungkapan Rahasia Pelajaran Roh Kudus Jilid II. Panitia Penerbitan Buku Pelajaran Kabar Pengantin Kristus (Makassar: STT Jaffray, 2. , 146. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Tahap-Tahap Pelayanan Gembala Sidang Keterpanggilan dalam pelayanan Arti nama Timotius, dari dua kata Yunani, yaitu timh time artinya: menghormati dan qeoj theos, artinya: Allah. Jadi timhqeoj Timetheos artinya, menghormati Allah. Hamba Allah yang terpanggil dan merespon panggilan Allah adalah bukti dia menghormati Allah. Yang dimaksud terpanggil melayani adalah ialah orang yang terpanggil mendengar panggilan dan merespon panggilan sebagai bukti dia menghormati Allah. Menerimnya untuk mengantisipasi masa depan karena akan terjadi kemurtadan banyak orang, tipu daya dengan ajaran palsu, pantangan makanan. Oswald Sanders mengatakan. Aumemikul tanggungjawab dan melakukannya dengan rela, merupakan ciri yang perlu bagi seorang pemimpin. Ay17 Poin ini terdiri dari menerima panggilan, mengantisipasi masa depan yang sukar, masalah pantangan makanan dan pantangan ini itu. Pengertian mendengar panggilan dan merespon panggilan juga berarti bertanggung-jawab penuh sampai akhir menutup mata. Gembala sidang bertanggung-jawab sepenuhnya kepada Tuhan atas domba-domba Tuhan yang digembalakan. Dalam kondisi apapun, dengan alasan apapun, gembala sidang tidak boleh mengurangi sedikitpun, mengabaikan, apalagi sampai meninggalkan kandang domba. Mempersiapkan diri dalam pelayanan Kemajuan dalam pelayanan kadang hanya dinilai dari segi materi atau sesuatu yang bisa dilihat dengan kasat mata. Contoh: gembala sidang yang dilengkapi dengan fasilitas gereja yang megah, perabot dan alat musik lengkap, jumlah jemaat banyak, mobil operasional dll, sudah dianggap memiliki kemajuan pelayanan. Sedangkan gembala sidang yang mengalami situasi kebalikan dari tersebut diatas, dianggap tidak ada kemajuan/tidak berhasil. Faktor utama penentu keberhasilan/kemajuan dalam pelayanan yang kadang dianggap sepele oleh banyak orang, banyak gembala dan banyak jemaat adalah, pengajaran yang diajarkan oleh gembala sidang atau yang dikonsumsi jemaat, apakah sanggup membawa sampai menjadi dewasa rohani atau tidak, sebab tujuan utama gembala sidang adalah membawa dirinya dan jemaat sampai Oswald Sanders. Kepemimpinan Rohanis (Bandung: Kalam Hidup, 1. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. menjadi dewasa iman dan sempurna roh, jiwa dan tubuh. Begitu banyak ajaran bermunculan di akhir zaman, tapi apakah ajaran yang diterima jemaat oleh gembalanya adalah ajaran yang diterima langsung dari Tuhan seperti Paulus dan Timotius? Ajaran yang diterima Paulus bukan ajaran bujuk membujuk (Matius 11:28. Aumarilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamuA. tapi ajaran tegas, berdasarkan Titus 1:13 AuAtegorlah mereka dengan tegas, supaya mereka menjadi sehat dalam imanAy. 2 Timotius 3:16, mencatat kegunaan Firman Tuhan yang disampaikan oleh hamba-hamba Allah, yaitu: mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. Gembala sidang yang menggunakan cara ini memang sangat mudah ditinggalkan jemaat. Tapi khotbah yang hanya menghibur dan menyenangkan hati manusia meski berdosa, khotbah itulah yang kadang disukai jemaat. Jika ada gembala sidang yang menghindar dari firman tersebut diatas hanya karena tidak ingin ditinggalkan jemaat, berarti bukan hamba Allah tapi hamba Galatia 1:10. AuAadakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? adakah kucoba berkenan kepada manusia? sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Ay Jadi ukuran keberhasilan atau kemajuan dalam pelayanan bukan semata diukur dari sesuatu yang nampak . egi kuantita. tapi kualitas . ewasa ima. Walaupun jemaat sedikit, fasilitas tidak lengkap tapi ajaran yang disampaikan adalah ajaran yang mendewasakan rohani jemaat, firman yang tidak ditambah dan dikurang dan bukan ajaran yang hanya menyenangkan hati manusia, itulah pelayanan yang berkemajuan. Tidak dapat dipungkiri bahwa, sebagian besar jemaat tidak suka mendengar firman yang menemplak dosa. Satu-satunya cara untuk menjaring banyak jemaat adalah khotbah tentang berkat lahiriah dan kesembuhan lahiriah. Sementara yang lebih utama adalah berkat rohani dan kesembuhan rohani. Berapa banyak jemaat yang masih bertahan dalam iman walau harus melewati banyak ujian iman dan berapa banyak jemaat yang undur karena tidak tahan di proses. Sebab itu penting bagi gembala sidang untuk menyampaikan firman sesuai kebutuhan jemaat bukan keinginan jemaat. Menempuh pelayanan sesungguhnya Berbagai orang yang merespon pelayanan sebagai panggilan sehingga bisa mengikuti proses memasuki pelayanan secara benar, berkomitmen dengan majikan diatas majikan, yaitu Tuhan LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Yesus Kristus bahwa, apapun yang akan terjadi dalam pelayanan, tidak akan membuat gembala sidang mundur dan menyerah. Paulus menasehati Timotius bahwa. AuBeritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan Karena akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran yang sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu. Ay 2 Timotius 4:2-5. Paulus sudah bernubuat bahwa, dalam pelayanan. Timotius akan diperhadapkan dengan karakter jemaat yang suatu saat tidak akan tahan menerima ajaran yang sehat. Ketika jemaat tidak menerima dibentuk dengan firman Tuhan, maka mereka akan mencari guru-guru lain untuk menyampaikan firman Tuhan yang menyenangkan hati Ini adalah resiko seorang gembala sidang ketika memutuskan terjun dalam pelayanan. Jangan pernah berpikir menjadi gembala sidang adalah sesuatu yang mudah. Dari 5 jawatan . asul, nabi, penginjil, gembala, dan pengaja. yang tertulis dalam Efesus 4:11-12, jawatan seorang gembala paling terberat karena keselamatan jemaat bergantung pada pemberitaan Firman dari gembala sidang. Gembala sidang diberi tongkat oleh Tuhan untuk menggembalakan domba Tuhan Tongkat berbicara otoritas penuh penggembalaan ada pada seorang gembala sidang. Gembala sidang adalah orang yang melayani Tuhan, merawat dan memperhatikan tubuh Tuhan. inilah pekerjaan yang disebut Alkitab sebagai pekerjaan yang indah, baik dan mulia. 1 Timotius 4:1. Gembala yang menjalankan tugas dan tanggung-jawabnya sesuai dengan mandat dan otoritas Allah, akan dianugerahkan mahkota kemuliaan yang tidak akan layu, 1 Petrus 5:4. Tugas gembala sidang menjadi sangat berat karena jemaat menjadi mahkota kemuliaan bagi gembalanya. Bagaimana Melayani sebagai Hamba Allah Pesan Paulus kepada gembala Timotius, di tutup dengan peringatan akan dua hal kekudusan yang harus dijaga oleh Timotius, yaitu: kekudusan kehidupan . wasi dir. dan kekudusan pengajaran . wasi ajara. Dua syarat kekudusan ini harus menjadi prinsip hidup Timotius sebagai ukuran keberhasilan dalam penggembalaan. Timotius harus menjadi teladan atas dua jenis LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. kekudusan tersebut di atas, maka jika Timotius memiliki prinsip hidup ini dan sanggup menghidupinya, tidak hanya drinya yang selamat, tetapi jemaat yang mendengar ajarannya juga ikut selamat. Orang yang berprinsip adalah orang yang memiliki kepastian dan konsistensi terhadap sesuatu dalam bersikap dan bertindak. Pengajaran Pelayanan Gembala Sidang Berdasarkan 1 Timotius 4:1-16 Awasi dirimu/kekudusan kehidupan. Awasi dirimu menjadi pertama yang ditekankan oleh Paulus sebelum awasi ajaranmu. Ini bukanlah sesuatu yang dilakukan Paulus tanpa alasan. Timotius menjadi teladan dan ukuran keselamatan jemaat yang digembalakannya, sebab itu Paulus lebih dulu mengingatkan pentingnya kesucian kehidupan. Bicara tentang awasi dirimu berhubungan erat dengan etika. Etika dari kata Yunani, hqoj ethos, artinya: kebiasaan. Dalam Yunani kata Ethos bermakna: . Cara atau gaya sesuatu yang Kebiasaan atau sikap yang biasa dan umum diterima. Moral yang berhubungan dengan hak-hak yang benar atau salah, baik atau buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap kewajiban, dll. Karakter, yaitu sifat-sifat kejiwaan manusia dari sisi kualitas yang menjadikan seseorang itu berbeda dengan orang lain, disebut juga watak atau tabiat. Etika atau susila Alkitabiah berbicara tentang cara hidup yang diatur dan disetujui Alkitab. Menurut Alkitab, perbuatan susila dalam arti Aukebiasaan yang baikAy. Susila yang dituntut Alkitab, terkait dengan hati manusia, sebab itu Amsal 4:23, hati menjadi yang utama dipelihara daripada segala hal. Dalam penggembalaan berlaku juga etika yang harus di amalkan oleh seorang gembala Landasan etika penggembalaan adalah Firman Tuhan. menurut 1 Timotius 3:1-4, ada beberapa kode etik yang tidak boleh dilanggar seorang gembala/penilik jemaat, al: tidak bercacat dalam rumah tangga . uami dari satu istr. , dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah, pendamai, bukan hamba uang, disegani dan dihormati anak-anaknya dan memiliki nama yang baik. Menurut Titus 1:5-9, al: mempunya satu istri, anak-anak terdidik dalam kebenaran . nak-anak yang sopan, disipli. , tidak sombong, bukan pemarah, bukan peminum, tidak serakah, suka memberi tumpangan, suka hal-hal yang baik, adil, saleh, dapat menguasai diri, berpegang pada perkataan yang benar dan ajaran yang benar. Inilah etika yang melekat pada profesi seorang gembala sidang, yang bersifat LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. normatif menurut Firman Tuhan. etika ini membantu seorang gembala untuk menjaga integritas dan reputasi gembala dimata jemaat. Jadi dapat disimpulkan bahwa, tidak hanya gembala sidang yang harus menjaga kekudusan kehidupan tapi semua anggota keluarga inti gembala sidang . stri dan anak- ana. harus memelihara kekudusan kehidupan, karena baik gembala dan keluarganya harus menjadi teladan bagi jemaat. Jadi keluarga gembala sidang adalah faktor penentu keberhasilan pelayanan. Yang tidak boleh dilupakan adalah gembala sidang harus menjaga kepercayaan jemaat dalam hal sebagai berikut: . Soal keuangan. Banyak gereja hancur karena gembala sidang intervensi soal keuangan. Berikanlah kesempatan jemaat untuk bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi jemaat dalam struktur organisasi jemaat. Gembala sidang tidak perlu dipusingkan dengan urusan uang selain hanya bertugas untuk mengontrol. Gembala sidang harus bijak menjaga rahasia iman jemaat. Masalah apapun yang diungkapkan jemaat kepada gembala sidang, biarlah menjadi rahasia gembala sidang untuk digumuli dan didoakan. Jangan sampai menceritakan rahasia iman jemaat yang satu kepada jemaat yang lain. Awasi ajaranmu/kekudusan pengajaran. Gembala sidang yang bertanggung-jawab adalah gembala yang memprioritaskan kebutuhan rohani jemaat. Dalam Yohanes 10. Yesus mengecam supaya jangan menjadi gembala sidang Dalam kandang domba akan terdapat banyak ancaman akan datangnya serigala untuk menerkam dan mencerai-beraikan domba. Gembala sidang yang tidak peduli dombanya diserang oleh serigala adalah gembala sidang upahan menurut pandangan Yesus. Paulus-pun bernubuat bahwa, setelah kepergiannya akan muncul banyak serigala-serigala ganas yang tidak mempedulikan domba-domba itu. Kisah Para Rasul 20:29. Siapa yang bertanggung jawab terhadap domba-domba itu? ialah gembala. Sebab itu gembala sidang perlu memiliki pengetahuan Firman agar mampu menjaga domba-dombanya dari serangan pengajar-pengajar sesat yang di ibaratkan seperti serigala. Jemaat yang memiliki pengetahuan firman dari hasil pemuridan gembalanya akan sangat membantu jemaat supaya tidak mudah terkontaminasi dengan ajaran tidak Pada intinya, seorang gembala sidang harus berhati-hati dalam hal memberitakan Injil keselamatan kepada jemaat yang dilayani. Ancaman yang dihadapi jemaat di luar harus LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. diantisipasi oleh gembala sidang dari dalam. Perkuat fondasi pengetahuan Firman Tuhan kepada jemaat, supaya mereka tidak mudah di ombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. Efesus 4:14. Sebab itu, gembala sidang perlu memiliki kuasa Roh Kudus sebagai kekuatan Allah, banyak menyelidik Firman Tuhan, hidup dalam pergumulan doa dan puasa, supaya mampu menjaga domba-dombanya dari ancaman serigala dari luar dan serigala dari dalam. Gembala sidang yang tidak berisi Roh, tidak tekun belajar dan menyelidik Firman, tidak hidup dalam doa dan puasa, berpotensi jadi serigala dari dalam yang merusak dan menyesatkan jemaat sendiri. Gembala sidang yang part time melayani Tuhan . emiliki pekerjaan tetap diluar penggembalaa. akan sangat berpengaruh terhadap kualitas iman jemaat. Seperti apa jemaat, bergantung kepada apa yang diajarkan gembalanya. Gembala sidang yang harus fokus pada hal lain selain pelayanan, membuat dirinya tidak fokus dan maksimal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk merawat dan memelihara jemaat. Alasan gembala sidang harus fokus kepada domba-dombanya, adalah karena karakteristik domba, sebagai berikut: . Tidak memiliki alat serang . idak bertandu. Penglihatan rabun . anya bisa melihat jarak deka. Tidak pandai mencari makan sendiri . arus dibant. Mudah tersesat . ulit mengingat jala. Tidak pandai merawat diri jika terluka . arus dirawat supaya tidak mat. Hewan penurut meski di sembelih. Akan berkumpul berdekatan setiap kali merasa terancam. Ketujuh karakteristik domba yang menujuk kepada karakteristik jemaat tersebut diatas menjadi tugas dan tanggung jawab utama seorang gembala sidang. Sebab itu seharusnya, gembala sidang jangan fokus kepada hal lain selain pada hal tersebut diatas. Firman Tuhan menjamin bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu, 1 Kor 9:14. Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai baknya. Roma 4:4. Jadi gembala sidang yang full time dalam pelayanan, dijamin Tuhan akan hidup dari pelayanannya ibarat orang yang bekerja ada upah. Yang menjanjikan kehidupan pemberita Injil adalah Yesus sebagai majikan diatas segala majikan. Jadi seorang gembala sidang, punya kewajiban untuk menjaga kekudusan kehidupannya dan keluarganya supaya selaras dengan kekudusan pengajaran yang diajarkan. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Implikasi bagi Gembala Sidang Gesba Shaloom Taas. Manado Hasil wawancara yang penulis dapatkan terkait ajaran penggembalaan menurut 1 Timotius 4:1-16: No. Item Pertanyaan 1 Pemahaman tentang Gembala Hasil Wawancara Yang kami dapatkan Gesba Shaloom Taas bahwa, gembala sidang sangat peduli dengan kebutuhan rohani jemaat. Keselamatan jemaat menjadi mempelai Kristus menjadi prioritas gembala sidang. Latar belakang gembala sidang yang tidak hanya gembala tapi juga pengajar dan penginjil sangat membantu jemaat untuk bertumbuh didalam iman. Keluarga gembala juga, baik istri dan anak semuanya hamba Allah yang melayani. Walau gembala sidang harus berhadapan dengan karakter jemaat yang berbeda- beda, tetapi selama 40 thn lebih gembala sidang tetap konsisten dengan panggilannya sebagai hamba Allah. Hubungan gembala sidang Gembala sidang yang berusia 75 thn, tidak hanya dengan jemaat dianggap sebagai senior dalam usia juga senior dalam pelayanan. Sejauh ini hubungan gembala dengan jemaat terjalin baik. Gembala sidang menjadi teladan sehingga tidak diragukan oleh jemaat untuk berbagi rahasia iman dengan gembala sidang. Dan sejauh ini gembala menjadi paling senior dari segi umur didalam jemaat, sehingga bagi jemaat, gembala sidang sangat dihormati dan dipercaya. Tujuan Pelayanan Gembala Gembala sidang 100% full time melayani Tuhan. Tidak ada pekerjaan sampingan sehingga fokus dalam pelayanan. Walau demikian gembala sidang tidak pernah kekurangan dalam hal apapun teapi masih bisa juga memberkati jemaat. Walaupun jemaat tidak semuanya menopang dalam pelayanan. Tapi komitmen melayani Tuhan full time menjadi pengalaman dan kesaksian hidup bagi gembala sidang dan Tujuan gembala sidang hanya mengajarkan Firman yang diwahyukan langsung oleh Tuhan seperti Paulus dan Yohanes dan konsen pada LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Mempelai/Pengantin Kristus. Menerima Panggilan Jika bukan karena panggilan Tuhan, gembala sidang mungkin tidak bertahan sampai hari ini. Ditengah gempuran tawaran sini sana untuk sebuah pekerjaan sampingan tetapi gembala masih bertanggung-jawab terhadap komitmen kepada Tuhan untuk keselamatan domba-domba. Atas komitmen yang terjaga itu, gembala sidang dan keluarga gembala sidang masih setia melayani dan tidak kekurangan sesuatupun karena Tuhan sanggup memelihara biji mataNya. Melayani sebagai Hamba Gembala sidang sebagai hamba Allah merupakan Allah bagian yang tidak terpisahkan oleh tugastugasnya seperti mewartakan Firman Tuhan, pengajar Firman, seorang pelayan jemaat, konselor, dan pemimpin. Melalui pelayanan gembala sidang itu, jemaat berhadap dapat meningkatan pertumbuhan Iman dan aktif dalam pelayanan gereja. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. KESIMPULAN Gembala sidang perlu menegaskan kepada jemaat pentingnya mengikuti teladan Yesus dan menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah secara sistematis dalam pelayanan penggembalaan, serta ajaran-ajaran tanggungjawabnya berdasarkan 1 Timotius 4:1-16 untuk merawat serta memelihara jemaat. Timotius 4:1-16 menjadi landasan bagi gembala sidang untuk menjalankan tujuan pelayanan penggembalaan demi meningkatkan Iman dan spiritualitas jemaat dalam pelayanan sehingga mendapatkan keselamatan dari Allah. Selain itu, menerima panggilan untuk bertanggungjawab karena dengan melayani jemaat dapat membantu mereka keluar dari masalah yang ada. Persiapan pelayanan juga memiliki arti sebagai hamba Tuhan yang melayani dengan baik agar mendidik jemaat menumbuhkan Iman mereka sehingga dapat mengarahkan hati pribadi untuk ajaran Hadirnya pelayanan penggembalaan gembala sidang berdasarkan 1 Timotius 4:1-16 diharapkan bisa memberikan pengaruh kepada pertumbuhan rohani jemaat GESBA Shaloom Taas. Manado sehingga jemaat mengalami perubahan dari kehidupan sebelumnya ke arah yang lebih baik seperti saling mengasihi, taat, dan memberitakan Injil. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1(Desember, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA