ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BENTUK DAN JENIS TINDAK TUTUR BAHASA DALAM KOMUNIKASI SISWA SMP NEGERI 4 PENUKAL UTARA KABUPATEN PALI Yuri Aprika1. Siti Rukiyah2. Achmad Wahidy3 Universitas PGRI Palembang. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yuriafrika5@gmail. Universitas PGRI Palembang. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sitirukiyahpgri@gmail. Universitas PGRI Palembang. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia achmadwahidy@gmail. ABSTRACT This study aims to describe the form of speech acts, as well as to describe the types of speech acts of the students of SMP Negeri 4 Penukal Utara in communicating. In this study using a qualitative descriptive method, the data collected in the form of speech between students. Data collection and research used the note-note method assisted by recording techniques. The object of this research is the form and type of language speech acts in student communication, the chosen subject is the speech acts of students of SMP Negeri 4 Penukal Utara. The form of speech acts is a tangible form in everyday conversation, in conversation the form of speech acts is manifested by speakers and speech partners. There are four forms of speech acts in student communication at SMP Negeri 4 Penukal Utara, namely . declarative speech acts, . interrogative speech acts, . imperative speech acts and . exclamative speech acts. Meanwhile, in the types of speech acts in communication, students of SMP Negeri 4 Penukal Utara use two types of speech acts . indirect speech acts . indirect speech acts. Keywords: Forms. Types. Speech Acts ABSTRAK Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur, serta mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara dalam berkomunikasi. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data yang dikumpulkan berupa tuturan antar siswa. Pengumpulan data dan penelitian ini menggunakan metode simak-catat dibantu dengan teknik rekaman. Penelitian ini objeknya yaitu bentuk dan jenis tindak tutur bahasa dalam komunikasi siswa, subjek yang dipilih yaitu tindak tutur siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara. Bentuk tindak tutur adalah suatu wujud yang nyata dalam percakapan seharisari, pada percakapan bentuk tindak tutur diwujudkan oleh penutur dan mitra tutur. Bentuk tindak tutur dalam komunikasi siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara ada empat yaitu . bentuk tindak tutur deklaratif, . bentuk tindak tutur interogatif, . bentuk tindak tutur imperatif dan . bentuk tindak tutur eksklamatif. Sedangkan pada jenis tindak tutur dalam komunikasi siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara menggunakan dua jenis tindak tutur . jenis tindak tutur tidak langsung . jenis tindak tutur tidak langsung. Kata kunci : Bentuk. Jenis. Tindak Tutur Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia How to Cite: Aprika. Siti Rukiyah, & Achmad Wahidy. BENTUK DAN JENIS TINDAK TUTUR BAHASA DALAM KOMUNIKASI SISWA SMP NEGERI 4 PENUKAL UTARA KABUPATEN PALI. Bahtera Indonesia. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7. , 476Ae485. https://doi. org/10. 31943/bi. DOI: https://doi. org/10. 31943/bi. (Purwaningsih. Wardarita, & Rukiyah, 2. PENDAHULUAN Manusia artinya selalu ada interaksi dengan manusia menjadi dua yaitu bahasa tulis dan bahasa lainnya kegiatan ini membutuhkan media lisan, tuturan adalah salah wujud bahasa yang digunakan manusia saat berinteraksi lisan, tuturan disebut juga ujaran yang yaitu dengan bahasa. Kehidupan manusia merupakan sebuah tindakan. tidak bisa dipisahkan dari bahasa, karena keterampilan dalam menyampaikan pesan masyarakat, bahasa dapat membentuk melalui bahasa lisan kepada orang lain, budaya, budaya dapat dipengaruhi oleh kegiatan berbicara yang di dalamnya terdapat interaksi antara penutur dan penutur dapat membantu manusia untuk saling bertukar dikatakan sebagai percakapan dan menjalin sebuah komunikasi (Apriastuti, 2017, p. Penggunaan Berbicara pendapat, serta saling berbagi pengalaman. Bahasa menuntut adanya partisipasi dan kerja sama komunikasi atau interaksi bagi manusia, dari para pelaku yang terlibat kegiatan untuk mengutarakan sesuatu gagasan, konsep komunikasi akan berlangsung baik apabila atau perasaan, yang diujarkan melalui pihak-pihak yang berkomunikasi . ua orang bahasa, bunyi dan alat ucap. Dengan kita atau lebi. sama-sama ikut terlibat dan menggunakan bahasa saat komunikasi kita sama-sama mempunyai perhatian yang sama memiliki sebuah tujuan tertentu. Selain terhadap topik pesan yang disampaikan sebagai alat komunikasi atau interaksi pada (Haris, 2020, hal. Selain sebagai alat saat pelajaran berlangsung, bahasa juga komunikasi di lingkungan sosial, bahasa menjadi merupakan alat yang digunakan juga sebagai alat untuk belajar di lingkungan guru ketika mengajar atau menyampaikan sekolah, penggunaan bahasa seharusnya memperhatikan etika Pengertian Menurut Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berbicara dengan seseorang serta diekspresikan melalui bahasa. Terdapat di bagaimana menghormati lawan tutur bicara dalamnya serangkaian hubungan analisis dengan menggunakan bahasa yang santun antara gagasan tindak tutur dengan apa yang (Muharudin. Badarudin, & Israhayu, 2022, hendak disampaikan penutur, perangkat Pragmatik merupakan studi bagaimana bahasa itu mengatur unsur-unsur linguistik tersebut. digunakan untuk berkomunikasi. Pragmatik Kajian pragmatik memiliki beberapa berbeda dengan linguistik karena pragmatik macam topik yang dapat dibahas, salah tidak membahas struktur bahasa secara satunya tindak tutur. Tindak tutur adalah internal, tetapi menelaah makna-makna perilaku berbahasa sesorang yang berupa satuan lingual yang bersifat eksternal. ujaran dalam sebuah peristiwa tuturan Pragmatik tidak sekadar mengkaji struktur (Aziza. Wahidy, & Masnunnah, 2021, p. bahasa, tetapi mencoba melihat hubungan antara bahasa dan tindakan yang dilakukan Tindak tutur, kita telah melihat cara di oleh penuturnya (Nuramila, 2020, hal. mana kita menginterpretasikan makna dari Istilah pragmatik dapat diartikan sebuah ujaran dalam hal apa yang akan sebagai suatu pengetahuan pemahaman makna kata-kata dalam situasi tertentu. Ilmu membahas fakta bahwa kita biasanya yang mempelajari tentang makna yang Kita mengetahui bagaimana pembicara bertujuan dikehendaki oleh penutur disebut pragmatik. Pragmatik juga mengupas makna yang . enginterpretasikan fungsi dar. apa yang tuturan dan makna terikat konteks, serta Dalam artian yang sangat umum, kita biasanya mengetahui tipe AutindakanAy meliputi pertimbangan konteks dalam studi yang dilakukan oleh pembicara melalui bahasa (Rohmadi, 2017, hal. sebuah tuturan (Yule. Kajian Bahasa, 2015. Kajian pada pragmatik adalah tentang AymengetahuiAy tindak tutur, hal ini (Siddiq, 2019, hal. Hal yang penting di dalam kajian . berpendapat bahwa peristiwa tindak tutur merupakan dasar dari sebuah proses kegiatan melakukan tindakan mengujarkan komunikasi yang dipadukan dengan prinsip tuturan kepada mitra tutur dengan maksud bagaimana sebuah gagasan dalam pikiran Tindak tutur dibagi menjadi tiga. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, menjadikan masukan serta arahan untuk dan tindak tutur perlokusi. Tindak tutur mengetahui dan meningkatkan tuturan yang baik bagi peserta didik dalam berkomunikasi, serta siswa dapat memberikan pemahaman (Rahmadhani & Utomo, 2. serta wawasan mengenai tuturan yang baik Lokusi merupakan tindak tutur berupa dalam berkomunikasi. Dan sekolah dapat tuturan lisan maupun tulisan . itu meningkatkan nilai pancasila, serta menjadi sendiri dengan jenis kalimat deklaratif, introgatif, atau imperatif. Ilokusi merupakan meningkatkan karakter peserta didik dalam tindak tutur berkaitan dengan siapa yang bertutur yang baik saat berkomunikasi, baik bertutur kepada siapa, kapan, dan di mana di sekolah maupun di luar lingkungan Sehubung dengan hal tersebut, (Sudarman. Syafroni, & Suntoko, 2022, p. peneliti bermaksud meneliti bentuk dan jenis tindak tutur bahasa dalam komunikasi siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara. Menurut (Rahardi, 2005, hal. Berdasarkan berdasarkan nilai komunikatifnya bentuk kalimat pragmatik dalam bahasa Indonesia didapatkan beberapa permasalahan yaitu: dapat dibedakan menjadi lima macam yaitu, bagaimanakah bentuk tindak tutur siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara dalam berkomunikasi ? kemudian. Apa saja jenis tindak tutur siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara dalam berkomunikasi ?. Penelitian ini Menurut Wijana (Rahardi, 2009, hal. dalam bukunya yang berjudul dasardasar pragmatik telah menguraikan adanya dua macam jenis tindak tutur di dalam praktik berbahasa yakni, tindak tutur betujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara. langsung, dan tindak tutur tidak langsung. Alasan peneliti melakukan penelitian Untuk mengetahui bentuk dan jenis tindak tutur bahasa dalam komunikasi siswa SMP, Deskripsi bentuk dan jenis tindak tutur ini yaitu agar dapat mengetahui bentuk dan jenis tindak tutur lebih dominan digunakan oleh siswa sekolah SMP Negeri 4 Penukal Utara. Penelitian ini memang tidak memiliki bahasa dalam komunikasi siswa, dapat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tindak tutur dan jenis tindak tutur pada pembelajaran, namun dari penelitian ini komunikasi antar siswa di sekolah serta dapat memiliki pengaruh yang kuat terhadap pengumpulan data harus relevan. keberlangsungan komunikasi karena kita Pengumpulan data pada penelitian dapat melihat komunikasi yang dilakukan ini yaitu menggunakan teknik simak bebas oleh antar siswa yang terjadi di sekolah baik di dalam kelas maupun di luar kelas terutama menggunakan teknik rekam, dan teknik yang bagi seorang guru. digunakan peneliti selanjutnya yaitu teknik merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara menggunakan metode padan intralingual. Metode penelitian pada dasarnya Teknik analisis data penelitian ini METODE PENELITIAN Metode padan intralingual adalah metode unsur-unsur lingual, baik yang terdapat dalam satu bahasa maupun dalam beberapa bahasa yang berbeda (Mahsun, 2. (Sugiyono, 2017, hal. Pada penelitian ini menggunakan kualitatif, data yang dikumpulkan berupa tuturan antar siswa. Data dilengkapi dengan konteks terjadi saat interaksi siswa. Data pada penelitian ini yaitu berupa tuturan dari percakapan antar siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara. HASIL PEMBAHASAN digunakan untuk mengetahui bentuk dan jenis tindak tutur. Penelitian ini bentuk dan jenis tindak tutur percakapan bahasa dalam komunikasi siswa. Bentuk tindak tutur adalah suatu wujud yang nyata sehari-sari, percakapan bentuk tindak tutur diwujudkan oleh penutur dan mitra tutur. Bentuk dan jenis tindak tutur yang dibahas dalam penelitian ini meliputi kalimat deklaratif. Pada penelitian ini subjek yang interogatif, imperatif, eksklamatif, dan jenis dipilih yaitu tindak tutur siswa SMP Negeri tindak tutur yang digunakan jenis tindak 4 Penukal Utara. Sumber data ini yaitu hasil tutur langsung dan tidak langsung. dari percakapan antar siswa, yang menjadi Penelitian tentang tindak tutur dalam kajian dalam penelitian ini adalah bentuk komunikasi siswa ini dilaksanakan di SMP Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. Negeri 4 Penukal Utara Kecamatan Penukal nian, tapi aman lah leman idak Utara Kabupaten PALI. Peneliti melakukan Ay penelitian ini selama 3 minggu, dilakukan (AuKalau pada bulan April mulai dari tanggal 6, 7, 13, tapi kalau sudah sering tidak pada saat siswa lagi jam pelajaran kosong. Sampel tarawih memang terasa lama, 14, dan 20 peneliti melakukan penelitian ini Pengambilan terlalu lama. (P. DPN) Pada tuturan (P. DPN) peneliti yaitu percakapan antar siswa, percakapan yang diamati peneliti sehingga dalam tuturan bermodus deklaratif, mitra memenuhi data penelitian, untuk tutur menginformasikan kepada penutur melihat bentuk dan jenis tindak tutur yang bahwa sholat tarawih itu awalnya saja terasa dihasilkan siswa dalam berkomunikasi di lama, namun ketika kita sering sholat tarawih kita akan menjadi terbiasa dan tidak Pada hasil analisis data penelitian dalam percakapan siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara peneliti mendapatkan empat terasa lama. Bentuk Tindak Tutur Bermodus Interogatif bentuk tindak tutur yaitu tindak tutur Kalimat interogatif merupalan kalimat imperatif, dan eksklamatif. kepada si mitra tutur, serta diakhiri tanda Bentuk Tindak Deklaratif Tutur Bermodus (?). interogatif kalimat biasanya berisi siapa, berapa, kapan, apa, dan bagaimana. Kalimat deklaratif merupakan suatu kalimat yang bermaksud memberitahukan. Konteks : Tuturan ini bermula saat siswa memberitakan suatu kepada mitra tutur, mengerjakan tugas yang diberikan guru mata biasa berupa peristiwa atau suatu hal pelajaran tersebut. Konteks : Tuturan ini bermula ketika penutur dan mitra tutur membahas tentang Helen : AuToles name kelompokkan?Ay (AuTulis nama kelompok ya?A. (P. INT) Ines :AyIdak ,idak usah langsung toles disikak Helen : AuAman pertame tubu empai teraweh bae nah. Ay tuh asek emang tekate lame Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kerjakan karena tulisan mitra tutur tersebut (AuTidak usah, langsung tulis di sini sangat bagus. (P. Pada percakapan tersebut, penutur (P. INT) merupakan kalimat interogatif Bentuk Tindak Tutur Bermodus Eksklamatif total karena dia hanya menanyakan nama Tuturan kelompok dituliskan, sama halnya dengan suatu tuturan yang menyatakan rasa kagum, kalimat sebelumnya pertanyan tersebut karena kalimat eksklamatif mengambarkan hanya menuntut tanggapan mengiyakan . a atau suda. dan tanggapan menidakkan . idak, bukan, atau belu. Konteks : Tuturan ini bermula ketika siswa Bentuk Tindak Tutur Bermodus mengerjakan tugas yang diberikan guru mata Imperatif Kalimat imperatif merupakan suatu kalimat yang bermaksud memerintah atau meminta mitra tutur melakukan sesuatu. bisa juga merupakan kisaran antara suruhan baik secara halus maupun secara kasar, kisaran suruhan untuk melakukan sesuatu Habi : AuToles lah Ra!Ay (AuTulislah Ra!) (P. Rara : AuIkak lah nak nolesnyeAy (AuIni sudah mau menulisnyaA. (P. Habi :AuTulisannye tekate rengke aku ribang ngelek tolesannyeAy (AuTulisannya sangat bagus aku suka lihat tulisannyaA. (P. 3 EKS) sampai larangan. Biasanya di akhir kalimat terdapat tanda seru(!). Percakapan eksklamatif di atas merupakan tuturan yang Konteks : Tuturan ini bermula saat siswa mengungkapkan rasa kagum dapat dilihat mengerjakan tugas yang diberikan guru pada tuturan (P. EKS) tuturan tersebut mata pelajaran tersebut mengungkapkan rasa kagum kepada mitra Habi :AyToles lah Ra tolesan dengakan tekate rengke jadi denga bae!Ay (AuTulislah Ra, tulisan kamu sangat bagus jadi kamu saja!A. (P. IMP) tutur mengenai tulisan yang sangat bagus Tuturan (P. IMP) sehingga dia menyukai tulisan mitra tutur Jenis Tindak Tutur Langsung imperatif suruhan, misal pada tuturan Jenis kalimat langsung merupakan (P. IMP) menjelaskan penutur menyuruh suatu kalimat yang dikutip langsung oleh mitra tutur untuk menulis tugas yang mereka pembicara sama persis dengan yang Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Tindak ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. seseorang atau dari sebuah percakapan langsung yang dinyatakan sesuai bagaimana namun tidak merubah isinya. Struktur yang modus kalimatnya, kalimat berita, kalimat disampaikan berbeda namun mengandung tanya, atau kalimat perintah. Kalimat tindak tutur secara langsung sebagai berikut : disampaikan sumber. Kalimat tindak tutur Ines :AyNomor berape lah denga isi kakAy? secara tidak langusung sebagai berikut : (AuNomor berapa kamu isi ini?A. (P. Helen :AyNomor tigeAy (AuNomor tigaA. (P. Helen : Ujiku komen waktu tuh statusnye, ngape gita (Kata statusnya,kenapa git. (P. TTL) Ines :AyAku pulek dektienye, yang ikak kan?Ay (AuAku juga yang mendiktenya, yang ini kan?A. (P. Helen : AuAoAu (AuIyaA. (P. JTL) Hasil analisis di atas dapat dikata pada komunikasi siswa terdapat kalimat tuturan tidak langsung, mengapa kalimat tersebut Pada hasil analisis data yang telah diteliti oleh peneliti terdapat beberapa dikarenakan terdapat perubahan dalam kata ganti orang misal, kata ganti orang ke-1 banyak percakapan menggunakan kalimat berubah menjadi orang ke-3 Ausaya,AyakuAy langsung, kebanyakan komunikasi tersebut menjadi AydiaAyatauAyiaAy. Ada juga kata ganti orang ke-2 menjadi orang ke-1 kata dengan kalimatnya. Misal pada percakapan AukamuAydiaAy menjadi AusayaAyatau Aunama di atas merupakan kalimat langsung, karena orangAy, pada kalimat tersebut penutur berbicara langsung kepada mitra tutur dengan bertanya nomor berapa yang akan diisi, kalimat tersebut sama persis dengan yang dikatakan oleh penutur tanpa ada kata ganti orang ke-2 berubah menjadi orang ke-1 AukamuAy AuDiaAy tuturan (P. JTL) menggunakan kata ganti orang ke-2 menjadi orang ke-1 menggunakan kata AuSayaAy. Hasil dari penelitian bentuk dan jenis tindak tutur bahasa dalam komunikasi siswa SMP terdapat empat bentuk tindak tutur dan dua jenis tindak tutur. menjadi AuSayaAy atau nama orang. SIMPULAN Jenis Tindak Tutur Tindak Langsung Bentuk tindak tutur pada siswa SMP Jenis Negeri 4 Penukal Utara yang sering merupakan suatu kalimat yang dikutip secara tidak langsung dari sebuah ucapatan bentuk deklaratif, interogatif, imperatif dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia masing-masing SARAN penggunaan bentuk tindak tutur tersebut Dapat disesuaikan dengan situasi perkembangan. pengetahuan tentang tuturan yang baik bagi Adanya bentuk tindak tutur pada siswa SMP peserta didik dalam berkomunikasi, agar Negeri siswa dapat bertuturan dengan baik dalam berkomunikasi di sekolah yang paling berkomunikasi, serta memperbaiki dan dominan sering muncul yaitu bentuk tindak meningkatkan tuturan yang baik bagi peserta tutur deklaratif dengan jumlah kalimat 52 didik dalam berkomunikasi di sekolah kalimat, sedangkan yang paling sedikit maupun di luar sekolah. Temuan ini muncul yaitu tindak tutur eksklamatif diharapkan menjadi bahan pedoman, bahan jumlah kaliamat 8 kalimat. perbandingan, serta bahan acuan untuk Penukal Utara Pada penggunan jenis tindak tutur dalam komunikasi siswa SMP Negeri 4 pragmatik terutama tentang tindak tutur. Penukal Utara ada dua yaitu . jenis tindak teori tindak tutur sangat luas, menarik dan tutur langsung . jenis tindak tutur tidak Kemudian Berdasarkan hasil dari data diharapkan agar penelitian ini mampu penelitian ditemukan tindak tutur langsung menumbuhkan ide-ide terbaru yang masih berkaitan dengan ilmu pragmatik tentang komunikasi siswa SMP Negeri 4 Penukal Utara. Jenis tindak tutur langsung bertujuan agar mitra tutur lebih mudah memahami apa yang diinginkan oleh penutur. tindak tutur. DAFTAR PUSTAKA