Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 7, Juli 2024 ISSN: 27342488 PENERAPAN STATISTIK PROSES KONTROL (SPC) DALAM MENGEVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP 2 PONTIANAK Muhammad Irfan1, Wahab Wahab2 Email: irfan085349@gmail.com1, abdulwahabassambasi@gmail.com2 IAIN Pontianak ABSTRACT This research aims to examine how teachers teach while considering their capabilities as educators and the behavior of students during the learning process. Additionally, the research aims to gather information about the teaching-learning process for evaluation purposes. The sample for this research consists of 254 students from the eighth grade of SMP Negeri 2 Pontianak. The research methodology employed is quantitative, analyzing the results of mid-semester exams. The data utilized is primary data obtained through direct observation at the school where the research was conducted. Data analysis techniques include Statistical Process Control methods such as x̅ chart, R chart, and Process Capability (Cpl). The research findings indicate that the teaching-learning process has not proceeded as planned, resulting in student learning outcomes not meeting expectations. Furthermore, field observations reveal that teachers tend to employ conventional teaching methods that lack interactivity, leading to passive student behavior. Keywords: Statistical Process Control, Control Charts, Learning Process Evaluation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana guru mengajar dengan memperhatikan kemampuannya sebagai pengajar serta perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang proses belajar-mengajar sebagai pengumpulan data untuk keperluan evaluasi pembelajaran. Sampel penelitian ini adalah 254 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pontianak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menganalisis nilai hasil ulangan tengah semester. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari pengamatan langsung di sekolah tempat penelitian dilakukan. Teknik analisis data menggunakan Statistik Proses Kontrol, seperti peta kendali x̅ chart, R chart, dan Proses Kapabilitas (Cpl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan, sehingga tidak menghasilkan hasil belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, dari hasil observasi lapangan, terlihat bahwa guru cenderung menggunakan metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif, sehingga perilaku siswa cenderung pasif. Kata Kunci: Statistik Proses Kontrol, Peta Kendali, Proses Evaluasi Pembelajaran. 214 PENDAHULUAN Pendidikan di era saat ini dianggap sebagai kebutuhan utama bagi individu. Ini merupakan landasan utama dalam mempertahankan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan digunakan sebagai indikator untuk mengukur tingkat perkembangan dan kesejahteraan suatu negara. Oleh karena itu, diperlukan manajemen yang efektif untuk mengatur dan mengontrol proses pendidikan di negara tersebut , pendidikan yang berkualitas ditandai oleh kepemimpinan dan manajemen yang berkualitas juga. Proses itu sendiri merupakan langkahlangkah menuju pencapaian tujuan tertentu . Proses yang terkait dengan pembelajaran merujuk pada serangkaian langkah yang dilakukan secara khusus oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu . Selain itu, pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang terkait dengan konsep belajar dan mengajar . Pembelajaran dapat terjadi tanpa adanya guru atau pengajar dan tanpa dilakukan di lembaga pendidikan formal. Namun, pengajaran merujuk pada semua aktivitas yang dilakukan oleh guru di hadapan kelas. Pembelajaran melibatkan interaksi antara peserta didik (siswa) dan pengajar (guru) dan umumnya terjadi di lembaga pendidikan seperti sekolah , dengan sumber belajar yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa . Sistem pendidikan di Indonesia dirancang untuk mencapai tujuan kemajuan pendidikan, yang dijabarkan dalam Pasal 3 Bagian II Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003. Pasal tersebut menegaskan pentingnya mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, terampil, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab . Dengan landasan tersebut, pendidik diharapkan untuk mengarahkan visi mereka untuk mencapai tujuan tersebut. Sudirman Ha, direktur Research Training Center, menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah disebutkan, diperlukan motivasi, pendidikan berkualitas, dan fasilitas pendidikan yang memadai . Dari pernyataan di atas, terlihat bahwa sarana pendidikan yang berkualitas sangat penting dalam mendukung proses pendidikan di Indonesia. Salah satu aspek kunci dari sarana pendidikan adalah manajemen pendidikan sekolah, terutama di SMP Negeri 2 Pontianak yang sudah sangat baik. Hal ini bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan dan menunjukkan kemajuan dalam sistem pendidikan Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat secara akurat dengan menggunakan statistik proces control tersebut sejalan dengan upaya untuk menanggapi temuan dari penelitian oleh Lant Pritchett, seorang profesor ekonomi di Universitas Harvard, yang menyoroti rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Berdasarkan penemuan peneliti terhadap pemebelajaran Pendidikan Agama Islam dimana terdapat banyak peserta didik yang tidur saat guru menejelaskan sehingga nilai peserta didik sangat menurun drastis. Guru tidak menerapkan metode pembelajaran yang menarik sehingga cenderung membosankan. Pendidikan Agama Islam merupakan pembelajaran yang dimana dengan upaya sadar menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memehami, menghayati, mengimani, bertakwa berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Alquran dan Hadis, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran latihan, serta penggunaan pengalaman . Secara teknis, proses evaluasi pembelajaran melibatkan tiga istilah kunci, yaitu pengukuran, estimasi, dan evaluasi. Aspek evaluasi pembelajaran sendiri merupakan proses dalam mengevaluasi kualitas suatu hal yang diukur . Dalam melakukan evaluasi, manajemen pendidikan dan pendidik perlu memperhatikan tiga prinsip utama, yaitu prinsip umum, kesinambungan, dan objektivitas, agar proses evaluasi berjalan dengan baik, akuntabel, dan memberikan informasi yang dapat dipertanggung jawabkan. Akuntabilitas evaluasi pembelajaran juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, termasuk persyaratan evaluasi yang valid, reliabel, obyektif, berimbang, sesuai norma, khas, praktis, dan adil . Ada beberapa metode yang bisa digunakan sebagai dasar evaluasi pembelajaran, salah satunya adalah analisis Statistical Process Control (SPC). SPC adalah suatu teknik statistik 215 yang digunakan untuk memastikan bahwa serangkaian proses telah memenuhi standar yang ditetapkan . Mardanhire dan Mbohwa juga mendefinisikan SPC sebagai penerapan metode statistik untuk memantau dan mengendalikan suatu proses dengan tujuan memastikan bahwa proses tersebut beroperasi pada potensi penuhnya untuk menghasilkan luaran yang sesuai . Selain itu, Edi Supriyadi menggambarkan SPC sebagai penerapan teknik statistik untuk mengendalikan berbagai proses .Pengendalian proses memiliki dua tujuan utama, yaitu mengukur tingkat kualitas saat ini dalam proses dan membantu mengidentifikasi apakah proses itu sendiri mengalami perubahan yang mempengaruhi kualitas luaran . Tujuan utama penerapan SPC adalah mengidentifikasi penyebab perubahan pada proses dengan cepat dan akurat agar perbaikan dapat dilakukan sedini mungkin untuk menghindari banyaknya proses yang tidak sesuai standar .Selain itu, metode SPC juga memberikan cara yang fundamental untuk mengukur, menguji, dan mengevaluasi produk tertentu serta memberikan informasi terkait data yang dapat digunakan untuk mengontrol dan memperbaiki proses . Meskipun demikian, penggunaan SPC dalam dunia pendidikan relatif jarang, karena konsep SPC umumnya lebih dikenal dan digunakan dalam bidang manufaktur. Statistik Proses Kontrol dapat diterapkan dalam bidang pendidikan sebagai metode evaluasi proses pembelajaran. Proses-proses yang bisa dimonitor menggunakan Statistical Process Control termasuk proses pembelajaran, analisis hasil pembelajaran, evaluasi universitas, dan lain-lain. SPC membantu dalam mengevaluasi perbedaan dalam proses pendidikan dan mengidentifikasi hal-hal yang dapat diperbaiki, seperti penggunaan sumber daya yang tidak efisien, metode pengajaran yang tidak sesuai, kurikulum yang kurang efektif, dan sebagainya . Dengan SPC sebagai alat analisis proses pembelajaran, terdapat empat tugas utama yang perlu diselesaikan, yaitu mengelola kegiatan siswa, memantau efektivitas pembelajaran, mengevaluasi kepuasan siswa, dan mengidentifikasi pola abnormal dalam proses pengajaran tertentu. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan di SMP Negeri Pontianak pada Kelas VIII dengan 254 siswa sebagai subjek pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Data yang dikumpulkan berupa nilai ulangan harian dan ujian tengah semester matematika tahun ajaran 2023-2024 langsung dari sekolah. Selain itu, observasi dilakukan terhadap gaya mengajar guru dan perilaku siswa selama pembelajaran. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi yang komprehensif yang nantinya akan digunakan dalam analisis data dan memberikan rekomendasi kepada manajemen sekolah untuk proses evaluasi pembelajaran. i i i i i HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan informasi yang diperoleh mengenai identitas sekolah, tepatnya akan dilaksanakan penelitian bahwa sejarah singkat SMP Negeri 2 Pontianak selatan sekolah tersebut didirikan pada tahun 1953 dengan nama SMP PGRI Pontianak dan pada tahun 1958 resmi bernama SMP Negeri 2 Pontianak. SMP Negeri 2 adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang SMP di kelurahan Parit Tokaya, kecamatan Pontianak Selatan, provinsi Kalimantan Barat. Dalam menjalankan kegiatannya SMP Negeri 2 berada dibawah naungan kementrian pendidikan dan kebudayaan. ada tahun 2005, berdasarkan SKEPMEN DIKNAS No. 818.a/C3/Kep/2007 SMP ini telah terakreditasi A serta berpredikat sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN) yang mulai berlaku pada Juli 2007. Ujian Tengah Semester di SMP Negeri 2 Pontianak pada tahun pelajaran 2023/2024 dengan jumlah siswa sebanyak 254 siswa yang terbagi dalam 8 kelas (subgrup). Kedelapan kelas tersebut diisi dengan jumlah siswa yang berbeda-beda. Penyebarannya adalah; Subgrup (pelajaran) A sebanyak 20 orang, Pelajaran B sebanyak 30 orang, Pelajaran C sebanyak 25 216 orang, Pelajaran D sebanyak 28 orang, Pelajaran E sebanyak 38 orang, Pelajaran F sebanyak 37 orang, Mata Pelajaran G sebanyak 38 orang, dan Pelajaran H sebanyak 38 orang. Informasinya ditampilkan pada tabel 1. Setelah mendapatkan nilai normal tiap subkelompok, plotkan penyebaran nilai normal variabel 𝑥 pada peta kendali pada gambar 1. Dari gambar diagram peta kendali dengan nilai USpec sebesar 74,653 dan LSpec sebesar66,746. Terlihat pada diagram diatas terdapat 4 kelas (titik merah) yang secara berturut-turut beradadi luar batas kendali (out of control) yaitu kelas pertama, kedua, ketiga dan keempat dari nilai bataskendali sebesar 70,6819. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum terdapat proses pembelajaran yang berbeda pada setiap kelas namun secara keseluruhan masih belummenghasilkan luaran seperti yang dtetapkan manajemen sekolah. Selanjutnya dilakukan kontrolterdapat proses belajar siswa dengan menghitung nilai rentang (range) atas nilai siswa pada setiapsubgrup (kelas). Hasil perhitungan nilai range disajikan dalam gambar diagram peta kendalai terhadap nilai range berikut. Gambar diagram diatas menunjukkan seluruh nilai rata-rata pada tiap subgrup (kelas) beradapada batas kendali. Ini dapat dimaknai bahwa seluruh kelas memiliki rentang nilai yang terkendali(terkontrol) secara menyeluruh pada masing-masing nilai meannya. Selanjutnya perhitungan nilaikapabilitas terhadap kinerja pendidik dapat ditentukan dengan menghitung nilai Cp. Selanjutnyahasil nilai Cp dikonfirmasi sebagaimana dijelaskan diatas. Berikut hasil perhitungan nilai Cp yang disajikan dalam tabel 2. 217 Dari tabel ditas ditunjukkan nilai Cp sebesar 0.491. artinya nilai ini lebih kecil dari 1, sehinggadapat dikatakan bahwa proses pembelajaran tidak berjalan sebagaimana yang direncanakan. Selainitu, pada tabel juga ditunjukkan besaran nilai Cpl yaitu 0.490 serta nilai Cpu sebesar 0.494 kemudian nilai indeks kinerja 0.004 dilanjut nilai indeks kapabilitas proses kinerja sebesar 0.490 keseluruhan nilai tersebut lebih kecil dari 1, sehingga dapat dikatakan bahwa proses belajarmengajar yang dilakukan guru tidak berjalan sebagaimana yang telah direncanakan sehinggamemperoleh luaran berupa hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. KESIMPULAN Sebagaimana hasil analisa terhadap data, ditunjukkan bahwa proses pembelajaran belum berjalan seperti yang telah direncanakan/diharapkan sehingga tidak dapat menghasilkan luaran berupa hasil belajar siswa sesuai dengan yang harapkan. Sementara itu, untuk cara guru melakukan proses pembelajaran, menurut hasil observasi lapangan dinyatakan bahwa guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional yang tidak interaktif, sehingga perilaku siswa cenderung pasif. Kemudian, terdapat temuan jika pada kelas yang memiliki nilai rata-rata tinggi merupakan kelas unggulan yang mengikuti pelajaran tambahan. Sehingga dapat dipastika siswa kelas tersebut mendapat porsi belajar lebih banyak jika dibandingkan kelas lain. DAFTAR PUSTAKA Beatty, A., Berkhout, E., Bima, L., Coen, T., Pradhan, M., & Suryadarma, D. (2018). Indonesia GotSchooled: 15 Years of Rising Enrolment and Flat Learning Profiles. In Research on ImprovingSystems of Education (RISE). Retrieved fromhttps://assets.publishing.service.gov.uk/media/5c335332ed915d730928e408/RISE_WP026_Indonesia.pdf 218 Daneshmandi, A. A., Noorossana, R., & Farahbakhsh, K. (2020). Developing Statistical ProcessControl to Monitor the Values Education Process. Journal of Quality Engineering andProduction Optimization, 5(1), 33–54. https://doi.org/10.22070/JQEPO.2020.4514.1112 Ferbiriana, R. (2021). Evaluasi Pembelajaran (B. L. Fatmawati, Ed.). Retrieved fromhttps://www.google.co.id/books/edition/Evaluasi_Pembelajaran/moM_EAAAQBAJ?hl=id &gbpv=1&dq=evaluasi+proses+pembelajaran&printsec=frontcover Ha, S. (2020). Tujuan Pendidikan Antara Cita-cita dan Realitas. Retrieved September 24, 2022, fromGagasanRiau.com website: https://gagasanriau.com/news/detail/43410/tujuan-pendidikanantara-citacita-dan-realitas Habe, H., & Ahiruddin, A. (2017). Sistem Pendidikan Nasional. Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi,Keuangan Dan Bisnis, 2(1), 39–45. https://doi.org/10.24967/ekombis.v2i1.48 Heizer, Jay and Render Barry, (2015), Manajemen Operasi : Manajemen Keberlangsungan danRantai Pasokan, edisi 11, Salemba Empat. Jakarta. Herawati. (2018). Memahami Proses Belajar Anak. Jurnal UIN Ar-Raniry Banda Aceh, IV, 27–48. Ismail, M. I. (2020). EVALUASI PEMBELAJARAN: Konsep Dasar, Prinsip, Teknik, dan Prosedur.Retrievedfromhttps://www.google.co.id/books/edition/EVALUASI_PEMBELAJARA N_Rajawali_Pers/FAEaEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=evaluasi+proses+pembelajaran&prin tsec=frontcover Johnson, Richard Arvid (1976). Management, Systems, and Society: An Introduction. California.Pacific Palisadez. ISBN 978-0-87620-540-2.Keats, J. B., & Montgomery, D. C. (2015). Statistical Process Control in Manufacturing. InEncyclopedia of Systems and Control. https://doi.org/10.1007/978-1-4471-5058-9_258 Madanhire, I., & Mbohwa, C. (2016). Application of Statistical Process Control (SPC) inManufacturing Industry in a Developing Country. Procedia CIRP, 40, 580– 583.https://doi.org/10.1016/j.procir.2016.01.137 Pritchett, L. (2016). The Need for a Pivot to Learning: New Data on Adult Skills from Indonesia. InCenter For Global Development. Retrieved from https://www.cgdev.org/blog/need-pivotlearning-new-data-adult-skills-indonesiaReber, S.A., Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2010), cet. VI, h. 21 Reber, S.E. (2010). Kamus Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Rukayat, A. (2018). Teknik Evaluasi Pembelajaran. Retrieved fromhttps://www.google.co.id/books/edition/Teknik_Evaluasi_Pembelajaran/rpWEDwAAQB AJ?hl=id&gbpv=1&dq=evaluasi+pembelajaran&printsec=frontcover Rusman. (2017). Belajar & Pembelajaran. Jakarta. Prenada Media. Suardi, M. (2018). Belajar & Pembelajaran. Retrieved fromhttps://www.google.co.id/books/edition/Belajar_Pembelajaran/kQ1SDwAAQBAJ?hl=id& gbpv=1&dq=proses+belajar&printsec=frontcover Sudarso Bunbababan, Y., Iriani, A., & Waruwu, M. (2022). Evaluasi KepemimpinanTransformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan denganMenggunakan Model CIPP | Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan. Kelola Jurnal ManajemenPendidikan, 9(2), 223–237. Retrieved from https://ejournal.uksw.edu/kelola/article/view/7587 Suhartini, N. (2020). Penerapan Metode Statistical Proses Control (SPC) Dalam MengidentifikasiFaktor Penyebab Utama Kecacatan Pada Proses Produksi Produk Abc. Jurnal IlmiahTeknologi Dan Rekayasa, 25(1), 10–23. https://doi.org/10.35760/tr.2020.v25i1.2565 Supriyadi, E. (2021). Analisis Pengendalian Kualitas Produk Dengan Statistical Process Control.Retrieved fromhttps://www.google.co.id/books/edition/ANALISIS_PENGENDALIAN_KUALITAS_PR ODUK_DE/KlJzEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=statistik+proses+control&pg=PA29&prints ec=frontcover Tan, K. C. (2002). A Comparative Study of 16 National Quality Awards. The TQM Magazine, 14(3),165–171. https://doi.org/10.1108/09544780210425874 Wahyudhiana, D. da. (2015). Model Evaluasi Program Pendidikan. Islamadina, 1(1), 1–28. Zurqoni, & Rahman, F. (2019). Aplikasi Statistik Proses Kontrol Untuk Evaluasi ProsesPembelajaran Menggunakan Diagram Kontrol X ̅ dan R. J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori DanAplikasi Statistika, 12(2), 30–35. https://doi.org/10.36456/jstat.vol12.no2.a2226 219