Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 7 No. Desember 2025, 167 - 177 ANALISIS RANCANGAN ALAT DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA SEBAGAI SOLUSI PENANGANAN STUNTING SEJAK DINI Analysis Of The Design Of An Early Detection Tool For Anemia In Adolescents As A Solution For Handling Stunting From An Early Age Indah Diah Rahmawati1. Laili Rahmatul Ilmi2. Umi Khoirun Nisak3*, 1, 2, 3 Manajemen Informasi Kesehatan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo *Korespondensi Penulis : umikhoirun@umsida. Abstrak Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan prevalensi global mencapai 29% dan bahkan lebih tinggi di negara berkembang. Kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi jangka panjang, termasuk risiko stunting pada anak di masa depan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Research and Development (R&D). Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan penelitian untuk mengembangkan desain awal aplikasi deteksi dini anemia non-invasif berbasis mobile serta mengevaluasi kualitasnya berdasarkan model kesuksesan sistem informasi Delone dan McLean. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Remaja Desa Penatarsewu dengan melibatkan 60 remaja putri sebagai responden serta wawancara dengan tenaga kesehatan yang diambil decara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, informasi, dan layanan aplikasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih . et benefit. Korelasi tertinggi ditemukan antara kepuasan pengguna dan manfaat bersih (A = 0,. , serta antara intensitas penggunaan dan manfaat bersih (A = 0,. Aplikasi yang dikembangkan menyediakan fitur seperti pencatatan konsumsi tablet tambah darah (TTD), pengukuran hemoglobin, riwayat kesehatan, serta layanan konsultasi online. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi memiliki potensi untuk menjadi alat bantu yang efektif dan efisien dalam pencegahan anemia pada remaja putri. Penerapan teknologi digital dalam edukasi dan deteksi dini anemia terbukti mampu meningkatkan keterlibatan pengguna dan kualitas layanan kesehatan berbasis komunitas. Kata kunci: anemia, desain aplikasi mobile. DeLone dan McLean, deteksi dini Abstract Anemia among adolescent girls is a significant public health issue, with a global prevalence of 29% and even higher rates in developing countries. This condition can lead to various long-term complications, including an increased risk of stunting in future offspring. This study aims to develop a preliminary design of a non-invasive, mobile-based early detection application for anemia and to evaluate its quality using the DeLone and McLean information system success model. The research employed a Research and Development approach conducted at the Adolescent Health Post (Posyandu Remaj. in Penatarsewu Village, involving 60 adolescent girls and interviews with healthcare professionals. Data were collected through questionnaires, and literature review. The findings reveal that system quality, information quality, and service quality significantly influence usage, user satisfaction, and net benefits. The strongest correlations were found between user satisfaction and net benefits (A = 0. , and between system usage and net benefits (A = 0. The developed application features functions such as tracking iron tablet (TTD) intake, hemoglobin monitoring, health history records, and online consultation services. These results indicate that the application has the potential to be an effective and efficient tool in preventing anemia among adolescent girls. The integration of digital technology in education and early anemia detection has proven to enhance user engagement and improve the quality of community-based healthcare Keywords: Anemia, mobile application design. DeLone and McLean, early detection Submitted Accepted Website : 9 Juni 2025 : 13 Oktober 2025 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Analisis Rancangan Alat Deteksi Dini Anemia Pada. (Indah Diah Rahmawati. Dk. Pendahuluan Menurut World Health Organization (WHO), prevalensi anemia pada remaja putri secara global mencapai 29%. Kasus anemia paling banyak ditemukan di negara berkembang, di mana dari 124 negara berkembang, prevalensinya dapat mencapai 41,5%. Anemia pada remaja putri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pola menstruasi, asupan gizi yang tidak seimbang, infeksi cacing, kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi setelah makan, kurangnya waktu tidur, rendahnya konsumsi vitamin C, serta kondisi ekonomi yang kurang mendukung Upaya pencegahan anemia dapat dilakukan melalui intervensi gizi, seperti meningkatkan konsumsi makanan kaya zat besi . eperti daging merah, hati, bayam, dan kacangkacanga. , mengonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran, serta menghindari kebiasaan yang menghambat penyerapan zat besi, seperti minum teh atau kopi bersamaan dengan makanan (Wirth, 2. Edukasi gizi dan kesehatan reproduksi juga penting diberikan kepada remaja putri untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan Program edukasi yang efektif dapat mencakup pemahaman tentang kebutuhan gizi, manajemen menstruasi, dan pentingnya pola makan seimbang(Bhutta, 2. Selain itu, program skrining anemia secara rutin di sekolah atau komunitas dapat membantu mendeteksi kasus anemia secara dini dan memberikan intervensi yang tepat waktu. Skrining rutin telah terbukti efektif dalam mengurangi prevalensi anemia, terutama di negara berkembang(Schmidt et al. , 2. Berdasarkan sumber data di lapangan. Peneliti melakukan wawancara dan pengisian kuesioner sejumlah 60 remaja yang telah melakukan skrining rutin di posyandu remaja. Dari 60 remaja terdapat 12 remaja dengan hasil Hb rendah yang menunjukkan persentase 20%, artinya 12 dari 60 remaja menderita anemia. Remaja dengan anemia memiliki risiko tinggi untuk mengalami komplikasi kesehatan jangka panjang, seperti pendarahan persalinan, persalinan prematur, gangguan janin, dan gangguan selama masa nifas, yang pada akhirnya dapat menyebabkan bayi lahir dengan kondisi stunting (Nisak et al. , 2. Stunting tidak hanya dialami oleh balita tetapi juga bisa dialami oleh anak sejak dini. Oleh karena itu, penting untuk menjaga agar remaja tidak anemia sehingga sebagai solusi dalam mencegah stunting pada anak sejak dini(Alnanih and Ormandjieva, 2. Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang signifikan dan memerlukan perhatian serius. Prevalensi anemia pada remaja putri secara global mencapai 29%, dengan kasus anemia paling banyak ditemukan di negara berkembang (Maryam & Susilowati, 2. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pola menstruasi, asupan gizi yang tidak seimbang, infeksi cacing, kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi setelah makan, kurangnya waktu tidur, rendahnya konsumsi vitamin C, serta kondisi ekonomi yang kurang mendukung(Das Mahapatra, 2. Upaya pencegahan anemia dapat dilakukan melalui intervensi gizi, edukasi, dan rutin(Kurniawan and Shomad, 2. Intervensi gizi dapat dilakukan dengan meningkatkan konsumsi makanan kaya zat besi, mengonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran, serta menghindari kebiasaan yang menghambat penyerapan zat besi. Edukasi gizi dan kesehatan reproduksi juga penting diberikan kepada remaja putri untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan anemia (Maulani, 2. Teknologi dapat membantu mendukung pencegahan anemia dengan menyediakan cara yang cepat, aman, dan tidak menyakitkan dalam mendeteksi anemia. Alat Deteksi Dini Anemia Non-Invasif dapat membantu mendeteksi anemia pada individu tanpa perlu pengambilan sampel darah. Aplikasi mobile juga dapat dirancang untuk memberikan edukasi tentang kesehatan gizi dan membantu mewujudkan masyarakat yang lebih sadar akan pola hidup sehat serta meningkatkan akses terhadap layanan konsultasi kesehatan gizi (Carolin, 2. Dengan demikian, pencegahan anemia pada remaja putri dapat dilakukan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi dan intervensi gizi yang tepat. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup remaja putri dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya serius untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja putri tentang pentingnya pencegahan anemia dan bagaimana cara mencegahnya. Analisis Rancangan Alat Deteksi Dini Anemia Pada. (Indah Diah Rahmawati. Dk. Metode Penelitian ini merupakan penelitian jenis Research Development yang bertujuan merancang User Interface (UI) aplikasi deteksi dini anemia berbasis mobile. Rancangan desain dan masukan diperoleh melalui kuesioner untuk menilai desain aplikasi berdasarkan teori delone and mcLean yang meliputi kualitas sistem, penggunaan sistem, dan kepuasan pengguna. Penelitian dilakukan di Posyandu Remaja Desa Penatarsewu. Kecamatan Tanggulangin, dengan pengambilan sampel secara total Populasi terdiri dari 60 remaja putri dan kader, sedangkan sampel wawancara melibatkan 1 bidan dan 1 perawat untuk Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner . enggunakan skala Likert 1Ae. , dan kajian Observasi difokuskan pada aktivitas Posyandu dan interaksi dengan bidan, dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner melalui Google Form dan wawancara lanjutan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna. Data sekunder diperoleh dari bidan terkait prevalensi anemia remaja di desa tersebut. Hasil Hasil berisi temuan dari penelitian atau Halaman Utama Gambar 1. Tampilan Halaman Utama Pada Gambar 1 merupakan tampilan halaman utama untuk user yang akan melakukan registrasi akun atau login. Bagi pengguna baru, dapat melakukan daftar terlebih dahulu dengan mengisikan data demografi. Setelah berhasil maka akan dialihkan pada menu masuk dengan mengisikan user id berupa alamat email dan password. Setelah halaman masuk, user akan dialihkan ke laman kedua . Pada laman dua merupakan main menu/ menu utama yang berisikan informasi daftar, jadwal praktik dokter, daftar antrian dan informasi. Halaman Beranda Gambar Beranda Tampilan Halaman Setelah user memasuki laman 2 (Gambar . , maka akan muncul halaman beranda yang di dalamnya terdapat informasi konsultasi, dan riwayat. User dapat mengisi data pada menu formulir minum & ukur di bagian bawah. Pengisian meliputi Minum TTD (Tablet Tambah Dara. dan Pengukuran lalu klik AusimpanAy. Pada bagian Minum TTD (Tablet Tambah Dara. , user akan diminta untuk memasukkan data yaitu: Jumlah TTD (Tablet Tambah Dara. yang di minum, . Sumber TTD (Tablet Tambah Dara. , dan . Deskripsi. Pada bagian Ukur, user akan diminta untuk memasukkan data yaitu: Tanggal ukur, . BB (Berat Bada. , . TB (Tinggi Bada. , dan . HB (Kadar Hemoglobi. Menu Konsultasi Analisis Rancangan Alat Deteksi Dini Anemia Pada. (Indah Diah Rahmawati. Dk. Gambar 3. Tampilan Menu Konsultasi Pada menu konsultasi (Gambar . , user bisa mengakses fitur konsultasi online dengan menekan ikon pada menu utama dan sistem akan menampilkan konsultasi dengan dokter yang tersedia. Halaman Riwayat Penelitian mengembangkan desain antarmuka pengguna (User Interface/UI) aplikasi deteksi dini anemia berbasis mobile di Posyandu Remaja Desa Penatarsewu. Kecamatan Tanggulangin. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan satu orang bidan dan satu orang perawat, serta penyebaran kuesioner kepada remaja putri dan kader di Posyandu tersebut. Kuesioner terdiri atas sejumlah pernyataan yang dirancang untuk penggunaan, kepuasan pengguna, dan pemanfaatan sistem, berdasarkan teori Delone and McLean. Setiap pernyataan dinilai menggunakan skala Likert 1Ae5, di mana 1 berarti Ausangat tidak setujuAy dan 5 berarti Ausangat setujuAy. Pernyataan-pernyataan tersebut dikelompokkan dalam tiga aspek utama, yaitu Kualitas Sistem. Penggunaan Sistem, dan Kepuasan Pengguna, yang digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengembangan rancangan UI aplikasi deteksi dini anemia. Berikut tabel distribusi frekuensi variabel Tabel 1. Distribusi Frekuensi Variabel Kualitas Sistem. Penggunaan Sistem Dan Kepuasan Pengguna Range Min Max Mean Std. Skewness Deviation System_Quality Std. Error Information_Quality Service_Quality Use User_Satisfaction Net_Benefits Valid N . Statistic Gambar 4. Tampilan Riwayat Pada menu riwayat (Gambar . , user bisa mengakses pada menu beranda dan sistem akan menampilkan riwayat minum TTD (Tablet Tambah Dara. dan Ukur. Hasil Analisis Berdasarkan Tabel 1 mengenai distribusi frekuensi variabel kualitas sistem, penggunaan sistem, dan kepuasan pengguna, dapat dilihat bahwa ketiga variabel memiliki jumlah responden yang sama yaitu 60 orang. Variabel kualitas sistem memiliki rentang nilai 6 dengan skor minimum 24 dan maksimum 30. Rata-rata yang diperoleh sebesar 28,3 dengan standar deviasi 2,204. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas sistem dinilai baik oleh responden dengan tingkat variasi penilaian Analisis Rancangan Alat Deteksi Dini Anemia Pada. (Indah Diah Rahmawati. Dk. yang masih tergolong wajar. Nilai skewness sebesar -0,966 menunjukkan distribusi data yang cenderung miring ke kiri, yang berarti sebagian besar responden memberikan penilaian tinggi terhadap kualitas sistem. Selanjutnya, variabel penggunaan sistem memiliki rentang yang lebih kecil yaitu 2, dengan skor minimum 8 dan maksimum 10. Nilai rata-rata sebesar 9,5 menunjukkan bahwa responden sangat sering menggunakan sistem dengan tingkat variasi yang rendah, terbukti dari standar deviasi yang hanya 0,8336. Skewness sebesar -1,180 memperkuat bahwa distribusi data condong ke kiri, sehingga dapat dikatakan sebagian besar responden memiliki tingkat penggunaan sistem yang tinggi dan relatif merata. Sementara itu, variabel kepuasan pengguna juga memiliki rentang 2 dengan skor minimum 8 dan maksimum 10. Rata-rata 9,4833 menandakan bahwa mayoritas responden merasa sangat puas dengan sistem yang Nilai standar deviasi 0,70089 mengindikasikan bahwa variasi penilaian kepuasan relatif kecil atau homogen. Skewness sebesar -1,008 menunjukkan distribusi yang juga condong ke kiri, sehingga semakin menegaskan bahwa kepuasan pengguna secara umum berada pada kategori tinggi. Tabel 2. Hasil Signifikansi Uji Spearman RhoAo Correlations Spearman RhoAo System Quality Informati Quality Service Quality Use User Satisfacti Net Benefits Systm Qualit Informat Quality Servi Quali Use User Satisfacti Net Benefi **Correlations is significant at the 0. 01 level . -tailet. Hubungan Kualitas Sistem dengan Kualitas Informasi Korelasi antara kualitas sistem dan kualitas informasi memiliki nilai 0,78, yang menunjukkan hubungan yang kuat dan positif. Artinya, semakin baik kualitas sistem, semakin tinggi pula kualitas informasi yang dihasilkan. Hal ini logis karena sistem yang terstruktur dengan baik akan mampu menyajikan informasi yang akurat, lengkap, dan relevan bagi Hubungan Kualitas Sistem dengan Kualitas Layanan Nilai korelasi antara kualitas sistem dan kualitas layanan adalah 0,56, yang termasuk dalam kategori hubungan Hal ini berarti sistem yang berkualitas tidak sepenuhnya menjamin layanan yang baik, meskipun tetap ada hubungan yang signifikan. Faktor layanan bisa dipengaruhi oleh aspek lain seperti sumber daya manusia, kecepatan respon, atau dukungan teknis. Hubungan Kualitas Sistem dengan Penggunaan Sistem Hubungan kualitas sistem dengan penggunaan sistem memiliki korelasi 0,70, yang menunjukkan hubungan kuat. Ini berarti sistem yang lebih baik akan semakin sering digunakan oleh pengguna. Sistem yang stabil, mudah digunakan, dan memiliki fitur yang relevan akan mendorong pengguna untuk lebih aktif Hubungan Kualitas Sistem dengan Kepuasan Pengguna Nilai korelasi sebesar 0,74 menunjukkan hubungan yang kuat dan positif. Hal ini mengindikasikan bahwa kualitas sistem yang tinggi berdampak langsung pada Pengguna yang merasa sistemnya mudah, cepat, dan handal akan merasa lebih puas dalam penggunaan sehari-hari. Hubungan Kualitas Sistem dengan Manfaat Bersih Hubungan kualitas sistem dengan manfaat bersih memiliki korelasi 0,72, yang menunjukkan hubungan kuat. Artinya, semakin baik kualitas sistem, semakin besar pula manfaat yang dirasakan pengguna, baik dari sisi efisiensi kerja, maupun nilai tambah lainnya. Hubungan Kualitas Informasi dengan Kualitas Layanan Korelasi antara kualitas informasi dan kualitas layanan adalah 0,48, yang termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas informasi berhubungan dengan layanan, tetapi tidak selalu berjalan seiring. Informasi yang baik bisa mendukung layanan, tetapi kualitas layanan masih dipengaruhi faktor manusia maupun kebijakan organisasi. Analisis Rancangan Alat Deteksi Dini Anemia Pada. (Indah Diah Rahmawati. Dk. Hubungan Kualitas Informasi dengan Penggunaan Sistem Hubungan kualitas informasi dengan penggunaan sistem memiliki nilai korelasi 0,44, yang termasuk kategori sedang. Artinya, informasi yang berkualitas mendorong penggunaan sistem, tetapi faktor lain seperti kemudahan akses dan fitur sistem juga sangat memengaruhi tingkat penggunaannya. Hubungan Kualitas Informasi dengan Kepuasan Pengguna Nilai korelasi sebesar 0,62 menunjukkan adanya hubungan kuat. Semakin berkualitas informasi yang dihasilkan sistem, semakin tinggi tingkat kepuasan Informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan akan meningkatkan pengalaman positif pengguna. Hubungan Kualitas Informasi dengan Manfaat Bersih Korelasi antara kualitas informasi dan manfaat bersih adalah 0,58, kategori sedang menuju kuat. Hal ini berarti informasi yang baik mampu memberikan manfaat lebih bagi pengguna, seperti mempermudah pengambilan keputusan, mengurangi kesalahan. Hubungan Kualitas Layanan dengan Penggunaan Sistem Hubungan antara kualitas layanan dengan penggunaan sistem memiliki nilai korelasi 0,58, termasuk kategori sedang menuju Layanan yang baik mendorong menggunakan sistem karena merasa terbantu dalam menghadapi kendala. Hubungan Kualitas Layanan dengan Kepuasan Pengguna Nilai korelasi antara kualitas layanan dan kepuasan pengguna adalah 0,70, yang menunjukkan hubungan kuat. Layanan yang responsif, ramah, dan solutif akan membuat pengguna merasa puas terhadap sistem yang digunakan. Hubungan Kualitas Layanan dengan Manfaat Bersih Korelasi sebesar 0,60 menunjukkan hubungan yang cukup kuat. Layanan yang baik berkontribusi pada meningkatnya manfaat bersih yang dirasakan pengguna, karena kendala dapat diminimalisasi sehingga pengguna dapat memaksimalkan fungsi sistem. Hubungan Penggunaan Sistem dengan Kepuasan Pengguna Hubungan antara penggunaan sistem dan kepuasan pengguna memiliki nilai korelasi 0,77, yang menunjukkan hubungan sangat kuat. Semakin sering pengguna memanfaatkan sistem, semakin tinggi pula tingkat kepuasannya, karena penggunaan yang intens menunjukkan sistem memang bermanfaat dan sesuai Hubungan Penggunaan Sistem dengan Manfaat Bersih Nilai korelasi sebesar 0,79 menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan sistem yang intensif memberikan manfaat bersih yang besar, baik dalam bentuk efisiensi, produktivitas pengguna. Hubungan Kepuasan Pengguna dengan Manfaat Bersih Korelasi antara kepuasan pengguna dan manfaat bersih memiliki nilai 0,84, yang merupakan hubungan terkuat dalam tabel Hal ini menunjukkan bahwa semakin puas pengguna terhadap sistem, semakin besar manfaat bersih yang diperoleh. Kepuasan berperan sebagai indikator penting keberhasilan suatu sistem dalam memberikan value bagi organisasi maupun individu. Pembahasan System Quality Kualitas komponen kunci dalam model kesuksesan sistem informasi yang dikembangkan oleh (DeLone and McLean, 2. Dalam konteks penelitian ini, kualitas sistem aplikasi menunjukkan korelasi kuat dengan variabel Information Quality (A = 0,. User Satisfaction (A = 0,. , dan Net Benefits (A = 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa aplikasi yang memiliki performa teknis baik, termasuk kecepatan akses, kestabilan sistem, kemudahan penggunaan . ser-friendl. , serta minimnya kesalahan teknis akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas persepsi informasi yang diterima, kepuasan pengguna, hingga manfaat akhir yang dirasakan remaja dalam konteks Analisis Rancangan Alat Deteksi Dini Anemia Pada. (Indah Diah Rahmawati. Dk. Beberapa mendukung temuan ini. Maharani & Putra . menunjukkan bahwa kualitas sistem mempengaruhi secara signifikan kepuasan pengguna dan persepsi manfaat dalam sistem manajemen keuangan Hal serupa juga dikemukakan oleh Achmadi & Siregar . , di mana kualitas sistem berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan sistem e-learning, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh yang sangat mengandalkan sistem yang responsif dan stabil. Dalam konteks aplikasi kesehatan, kualitas sistem menjadi sangat vital, mengingat pengguna memerlukan akses cepat dan tanpa gangguan terhadap informasi penting seperti hasil deteksi anemia dan edukasi kesehatan. Sistem yang tidak stabil atau lambat dapat menyebabkan frustrasi pengguna dan aplikasi, yang pada akhirnya menurunkan manfaat jangka panjangnya. Information Quality Kualitas informasi merujuk pada sejauh mana sistem mampu menyediakan informasi yang akurat, relevan, lengkap, dan terkini. Dalam penelitian ini. Information Quality korelasi kuat dengan System Quality (A = 0,. , serta korelasi sedang hingga kuat dengan User Satisfaction (A = 0,. dan Net Benefits (A = 0,. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa berbagai bentuk informasi yang disediakan oleh aplikasi, mulai dari hasil deteksi anemia yang memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan pengguna, penyampaian tips kesehatan yang bersifat praktis dan mudah dipahami, hingga pemberian edukasi berbasis bukti ilmiah yang dapat kesadaran pengguna, secara keseluruhan signifikan dalam membentuk serta memperkuat persepsi positif Masyarakat terhadap keberadaan dan pemanfaatan sistem tersebut. Penelitian oleh Vierda et al. menunjukkan bahwa kualitas informasi dalam sistem manajemen rumah sakit berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna dan kualitas pelayanan Pengguna cenderung lebih percaya dan termotivasi untuk terus menggunakan aplikasi jika informasi yang kebutuhan mereka. Dalam konteks remaja, penyampaian informasi kesehatan yang sesuai dengan karakteristik usia, bahasa, dan budaya menjadi krusial. Informasi yang tidak relevan atau sulit dipahami dapat menyebabkan ketidakpercayaan dan penurunan penggunaan aplikasi. Oleh karena itu, penyedia aplikasi perlu memastikan validitas dan kredibilitas konten yang tersedia. Service Quality Kualitas layanan dalam sistem informasi didefinisikan sebagai dukungan teknis, aksesibilitas layanan bantuan, serta efektivitas pemeliharaan sistem. Pada Service Quality menunjukkan korelasi kuat dengan User Satisfaction (A = 0,. , serta korelasi sedang dengan Use (A = 0,. dan Net Benefits (A = 0,. Hal ini menunjukkan bahwa layanan yang cepat, responsif, dan kenyamanan pengguna dan mendorong mereka untuk terus memanfaatkan Menurut Widiastuti et al, . , kualitas layanan memiliki pengaruh signifikan terhadap penerimaan dan manfaat sistem informasi. Mereka menunjukkan bahwa layanan yang buruk dapat menghambat adopsi teknologi mengalami kesulitan teknis yang tidak segera diatasi(Widiastuti et al. , 2. Sementara itu. Sari et al. pelanggan dalam menciptakan loyalitas pengguna terhadap aplikasi mobile(Sari et , 2. Dalam konteks aplikasi deteksi anemia pada remaja, layanan yang baik mencakup fitur bantuan dalam aplikasi, adanya respons cepat terhadap kendala, dan pembaruan sistem yang dilakukan secara teratur. Ketika pengguna merasa mendapat dukungan yang memadai, mereka akan lebih terbuka untuk terus menggunakan aplikasi secara konsisten. Use Analisis Rancangan Alat Deteksi Dini Anemia Pada. (Indah Diah Rahmawati. Dk. Variabel "Use" atau penggunaan merujuk pada frekuensi dan intensitas pemanfaatan sistem oleh pengguna. Dalam penelitian ini, variabel ini memiliki korelasi sangat kuat dengan User Satisfaction (A = 0,. dan Net Benefits (A = 0,. Artinya, semakin sering remaja menggunakan aplikasi, semakin besar pula manfaat yang dirasakan dalam hal peningkatan pengetahuan kesehatan, deteksi dini anemia, dan perubahan perilaku kesehatan. Penggunaan yang tinggi biasanya terjadi ketika sistem sudah memenuhi ekspektasi pengguna dari segi kualitas, informasi, dan dukungan layanan. Hal ini diperkuat oleh Ariyanto et al. , yang menyebutkan bahwa kualitas sistem, informasi, dan layanan mendorong pengguna untuk terus menggunakan aplikasi layanan primer, yang pada akhirnya meningkatkan manfaat yang Penggunaan aplikasi secara rutin juga menunjukkan adanya keterlibatan aktif dari pengguna, yang penting dalam intervensi berbasis teknologi. Dalam aplikasi juga dapat meningkatkan keberhasilan program promotif dan User Satisfaction Kepuasan pengguna merupakan keberhasilan sistem informasi. Dalam temuan ini. User Satisfaction memiliki korelasi tertinggi dengan Net Benefits (A = 0,. , serta korelasi kuat dengan semua variabel lain. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan merupakan hasil gabungan dari berbagai elemen sistem, termasuk kualitas pengalaman penggunaan. Achmadi Siregar menyatakan bahwa kepuasan pengguna sangat dipengaruhi oleh performa teknis dan kelengkapan fitur dalam sistem informasi (Achmadi and Siregar, 2. Sementara Maharani & Putra . menegaskan bahwa kepuasan merupakan mediator penting yang menghubungkan kualitas sistem terhadap persepsi manfaat (Maharani and Putra, 2. Dalam konteks remaja sebagai pengguna aplikasi deteksi dini anemia, kepuasan juga dapat dikaitkan dengan persepsi terhadap efektivitas aplikasi dalam meningkatkan kesehatan pribadi. Kepuasan yang tinggi juga dapat merekomendasikan aplikasi kepada orang lain dan menggunakannya secara Net Benefits Net Benefits mencerminkan persepsi terhadap manfaat yang diperoleh dari penggunaan sistem, baik dalam aspek individu maupun organisasi. Dalam penelitian ini, variabel ini menunjukkan korelasi sangat kuat dengan User Satisfaction (A = 0,. dan Use (A = 0,. Artinya, semakin puas dan semakin sering pengguna memanfaatkan aplikasi, maka semakin besar pula manfaat yang dirasakan, termasuk peningkatan pengetahuan, deteksi dini anemia, dan perubahan gaya hidup sehat. Menurut Widiastuti et al. , . manfaat sistem yang dirasakan pengguna dipengaruhi oleh kualitas sistem secara Hal ini berlaku khususnya kesehatan, di mana manfaat yang nyata keberlanjutan penggunaan aplikasi. Dengan demikian, peningkatan manfaat dari aplikasi deteksi dini anemia dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas sistem, informasi, layanan, dan upaya peningkatan kepuasan pengguna. Model keberhasilan sistem informasi ini mendukung pendekatan integratif dalam pengembangan teknologi kesehatan Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kualitas sistem, kualitas penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih . et benefit. saling berhubungan erat dan saling memengaruhi satu sama lain dalam konteks penggunaan aplikasi deteksi dini anemia oleh remaja. Kualitas sistem yang andal, cepat, dan stabil menjadi fondasi utama terciptanya pengalaman pengguna yang positif, didukung oleh informasi yang akurat, relevan, dan Analisis Rancangan Alat Deteksi Dini Anemia Pada. (Indah Diah Rahmawati. Dk. mudah dipahami, serta layanan teknis yang responsif dan mudah diakses. Ketiga aspek ini System Quality. Information Quality, dan Service Quality berkontribusi langsung terhadap peningkatan kepuasan pengguna (User Satisfactio. dan intensitas penggunaan aplikasi (Us. , yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya manfaat yang dirasakan remaja, baik dari segi pengetahuan, efisiensi, hingga perubahan perilaku kesehatan. Secara keseluruhan, aplikasi ini terbukti efektif mendukung pekerjaan dan kebutuhan pengguna dalam konteks kesehatan, khususnya dalam deteksi dan pencegahan anemia, dengan nilai tambah yang signifikan melalui penggunaan, serta dukungan teknis yang Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas sistem, informasi, dan layanan secara berkelanjutan sangat penting untuk menjaga serta meningkatkan kepuasan dan manfaat yang diperoleh pengguna. Ucapan Terima Kasih Puji Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta karunia, sehingga penulis akhirnya menyelesaikan karya tulis ilmiah ini tepat pada Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, penyelesaian karya tulis ilmiah ini tidak akan terwujud. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada: Kedua orang tua ayah dan ibu untuk mendidik, membimbing, mendukung, serta mendoakan penulis. Ibu Umi Khoirun Nisak. KM. Epid selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dengan memberikan yang terbaik untuk kelancaran penyelesaian karya tulis ilmiah penulis. Terima kasih atas waktu dan masukan yang sangat Seluruh anggota dan kader Posyandu Remaja desa Penatasewu yang sudah meluangkan waktu untuk proses penelitian penulis. Teman-teman penulis yang telah membersamai dan mendukung selama proses penyelesaian karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka