JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI Volume 1. Nomor 1 (Oktober, 2. Page: 101-109 Homepage : https://jurnal. com/index. php/jumali TRANSFORMASI DIGITAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP BUDAYA ORGANISASI: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Teuku Fahmi Administrasi Bisnis. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Dharmawangsa teukufahmi@dharmawangsa. *Teuku Fahmi Received: 01 September 2024 Revised: 15 September 2024 Published: 31 Oktober 2024 Abstract Digital transformation has become a global phenomenon reshaping how organizations in Indonesia operate and compete. This study aims to analyze the impact of digital transformation on organizational culture through a systematic literature review (SLR), focusing on aspects of collaboration, structural flexibility, resistance to change, and value adaptation. The results indicate that digital transformation enhances collaboration and flexibility within organizations, fostering better cross-departmental communication and responsiveness to market changes. However, resistance to change emerges as a significant challenge, particularly among employees concerned about their roles. Adapting organizational values towards a more open and innovative culture also requires continuous support from leadership. In conclusion, the success of digital transformation depends on a holistic and comprehensive change management approach. This study provides guidance for organizations to design cultural strategies that support the sustainability of digital transformation in Indonesia. Keywords: Digital Transformation. Organizational Culture. Collaboration. Resistance. Value Adaptation Abstrak Transformasi digital telah menjadi fenomena global yang mengubah cara organisasi di Indonesia beroperasi dan bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak transformasi digital terhadap budaya organisasi melalui tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) dengan fokus pada aspek kolaborasi, fleksibilitas struktur, resistensi terhadap perubahan, dan adaptasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital meningkatkan kolaborasi dan fleksibilitas dalam organisasi, memungkinkan komunikasi lintas departemen yang lebih baik serta responsivitas terhadap perubahan pasar. Namun, resistensi terhadap perubahan muncul sebagai tantangan signifikan, terutama di kalangan karyawan yang khawatir akan kehilangan peran mereka. Adaptasi nilai organisasi menuju budaya yang lebih terbuka dan inovatif juga memerlukan dukungan berkelanjutan dari kepemimpinan. Kesimpulannya, keberhasilan transformasi digital tergantung pada pendekatan manajemen perubahan yang holistik dan komprehensif. Penelitian ini memberikan panduan bagi organisasi untuk merancang strategi budaya yang mendukung keberlanjutan transformasi digital di Indonesia. Kata kunci: Transformasi Digital. Budaya Organisasi. Kolaborasi. Resistensi. Adaptasi Nilai Transformasi Digital Dan Pengaruhnya Terhadap Budaya Organisasi: Tinjauan Literatur Sistematis | 101 JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI PENDAHULUAN Transformasi digital (TD) telah menjadi salah satu tren utama dalam dunia bisnis modern, yang memungkinkan organisasi untuk memperbarui cara mereka beroperasi melalui adopsi teknologi digital (Puspitasari & Santoso, 2. Indonesia, kemajuan teknologi digital seperti penggunaan big data, kecerdasan buatan, dan cloud computing telah menciptakan peluang bagi organisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional serta daya saing (Yusuf & Nugraha, 2. Tren ini menuntut organisasi untuk tidak hanya mengadaptasi teknologi baru, tetapi juga mengubah pendekatan mereka terhadap struktur dan budaya kerja. Seiring dengan penerapan teknologi digital, organisasi di Indonesia mengalami perubahan budaya kerja yang cukup signifikan (Rahman, 2. Budaya organisasi yang selama ini bersifat hierarkis dan birokratis mulai beralih menjadi lebih terbuka dan fleksibel (Putri & Dewi, 2. Transformasi digital ini mendorong organisasi untuk memperkuat nilai-nilai kolaborasi dan keterbukaan, yang pada akhirnya dapat memfasilitasi proses inovasi yang lebih efektif (Suryani & Hidayat, 2. Dampak positif transformasi digital pada budaya organisasi dapat dilihat dari meningkatnya keterbukaan terhadap ide-ide baru serta kemampuan beradaptasi yang lebih tinggi di kalangan anggota organisasi (Wicaksono & Priyanto, 2. Budaya kolaboratif ini mendorong organisasi untuk mengatasi batas-batas departemen dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif (Mulyono, 2. Dengan demikian, organisasi yang mampu menerapkan transformasi digital secara efektif seringkali memiliki daya saing yang lebih unggul di pasar (Setiawan, 2. Namun, perubahan ini tidak selalu berjalan mulus. Banyak organisasi di Indonesia menghadapi tantangan dalam proses transisi ini, terutama terkait dengan resistensi dari anggota organisasi yang merasa terancam oleh perubahan yang cepat (Saputra & Riyadi, 2. Penolakan terhadap perubahan ini sering kali disebabkan oleh kekhawatiran akan hilangnya kontrol atau peran tradisional yang selama ini dipegang oleh individu tertentu dalam organisasi (Hartono. Fenomena ini menunjukkan bahwa transformasi digital membutuhkan pendekatan perubahan budaya yang bijaksana agar dapat berjalan dengan baik. Sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi resistensi tersebut, banyak organisasi di Indonesia mulai mengadopsi pendekatan yang lebih partisipatif dalam implementasi teknologi baru (Widodo & Sari, 2. Melalui partisipasi aktif dari seluruh anggota organisasi, transformasi digital dapat diterima dengan lebih baik dan diintegrasikan secara efektif dalam proses operasional sehari-hari 102 | Transformasi Digital Dan Pengaruhnya Terhadap Budaya Organisasi: Tinjauan Literatur Sistematis Volume 1. Nomor 1 (Oktober, 2. | pp. (Rahayu, 2. Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi resistensi, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan terhadap perubahan yang terjadi. Selain itu, transformasi digital juga membawa tantangan dalam menjaga keselarasan antara nilai-nilai tradisional organisasi dan tuntutan teknologi modern (Santoso & Wahyuni, 2. Banyak organisasi di Indonesia yang memiliki nilai-nilai budaya yang kuat harus menyesuaikan diri dengan pola kerja baru yang lebih cepat dan berbasis teknologi (Hakim & Kusuma, 2. Dalam hal ini, keberhasilan transformasi digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam mengelola integrasi antara teknologi dan nilai budaya lokal. Lebih lanjut, perubahan budaya organisasi juga memerlukan dukungan dari kepemimpinan yang mampu memberikan arahan yang jelas dalam menghadapi era digital (Pratama & Lestari, 2. Kepemimpinan yang adaptif sangat dibutuhkan dalam mengarahkan organisasi melalui perubahan yang kompleks Para pemimpin diharapkan mampu menjadi role model bagi anggota organisasi dalam memanfaatkan teknologi digital dan mengimplementasikan nilai-nilai baru dalam budaya organisasi (Widjaja, 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa transformasi digital dapat berdampak signifikan terhadap kinerja organisasi jika diterapkan dengan pendekatan budaya yang tepat (Anwar & Fadillah, 2. Oleh karena itu, penting bagi organisasi di Indonesia untuk memahami aspek-aspek budaya yang harus diperhatikan dalam implementasi teknologi digital (Nugroho & Wahyudi. Dengan pendekatan yang tepat, transformasi digital dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi secara keseluruhan. Berdasarkan tinjauan ini, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam bagaimana transformasi digital mempengaruhi budaya organisasi di Indonesia. Melalui tinjauan literatur sistematis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai dinamika budaya yang muncul sebagai respons terhadap transformasi digital, serta implikasi yang mungkin timbul bagi keberlanjutan organisasi di masa depan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengeksplorasi dampak transformasi digital terhadap budaya organisasi di Indonesia. Metode SLR dipilih karena memberikan kerangka kerja yang terstruktur dalam menyeleksi dan menganalisis literatur yang relevan serta membantu dalam mengidentifikasi tema-tema utama dan tren dalam penelitian Proses ini dimulai dengan perumusan pertanyaan penelitian yang spesifik Transformasi Digital Dan Pengaruhnya Terhadap Budaya Organisasi: Tinjauan Literatur Sistematis | 103 JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI terkait pengaruh transformasi digital pada budaya organisasi. Kriteria inklusi dan eksklusi diterapkan untuk menyaring literatur yang sesuai dengan fokus penelitian, khususnya literatur ilmiah yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir. Data literatur dikumpulkan dari berbagai sumber jurnal ilmiah nasional yang dapat diakses secara online, seperti Sinta. Garuda, dan beberapa jurnal universitas ternama di Indonesia. Untuk menjaga validitas dan relevansi data, hanya artikel yang memuat pembahasan empiris mengenai transformasi digital dan budaya organisasi yang dimasukkan dalam analisis. Setelah proses seleksi, artikel-artikel yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis menggunakan pendekatan naratif untuk mengidentifikasi pola umum dan perbedaan dalam temuan penelitian. Setiap temuan dipetakan dan dikategorikan berdasarkan dampak transformasi digital terhadap berbagai aspek budaya organisasi, seperti kolaborasi, fleksibilitas, serta resistensi terhadap perubahan. Analisis dalam penelitian ini berfokus pada sintesis temuan dari berbagai literatur yang terpilih, yang kemudian diinterpretasikan dalam konteks budaya organisasi di Indonesia. Dengan menggunakan metode SLR, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran menyeluruh tentang pengaruh transformasi digital tetapi juga mengidentifikasi area penelitian yang belum banyak dieksplorasi, sehingga dapat memberikan kontribusi pada literatur terkait dan menjadi dasar bagi penelitian lanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa transformasi digital membawa dampak yang signifikan terhadap budaya organisasi di Indonesia. Salah satu dampak utama adalah peningkatan kolaborasi antar departemen dan individu dalam organisasi. Penelitian yang dilakukan oleh Putra dan Suryani . menyebutkan bahwa penerapan teknologi digital memungkinkan karyawan untuk berkomunikasi lebih efektif dan bekerja secara kolaboratif, terlepas dari batasan fisik atau struktural dalam organisasi. Teknologi digital seperti platform kolaborasi dan alat manajemen proyek juga memudahkan pemantauan pekerjaan dan memperkuat transparansi antar anggota tim (Dewi & Nugraha, 2. Dampak ini menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya sekadar perubahan teknologi, tetapi juga perubahan dalam interaksi dan nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. 104 | Transformasi Digital Dan Pengaruhnya Terhadap Budaya Organisasi: Tinjauan Literatur Sistematis Volume 1. Nomor 1 (Oktober, 2. | pp. Selain kolaborasi, hasil penelitian juga menemukan bahwa transformasi digital mempercepat fleksibilitas struktur organisasi. Beberapa organisasi di Indonesia telah mulai mengadopsi struktur yang lebih datar dan fleksibel untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan adaptasi yang lebih responsif terhadap perubahan pasar (Wicaksono, 2. Studi oleh Widodo dan Fadillah . menunjukkan bahwa organisasi dengan struktur yang fleksibel cenderung lebih mudah beradaptasi dengan tuntutan digitalisasi dan perubahan kebutuhan konsumen. Namun, struktur yang lebih datar ini juga menuntut perubahan dalam gaya kepemimpinan dan nilai-nilai tradisional yang sebelumnya mendominasi. Fleksibilitas ini, meskipun menguntungkan, sering kali memunculkan tantangan dalam hal penyesuaian budaya organisasi yang lebih terbiasa dengan struktur hierarkis. Di sisi lain, hasil tinjauan literatur juga menemukan adanya resistensi terhadap perubahan yang diakibatkan oleh transformasi digital, terutama dari karyawan yang merasa kehilangan peran atau pengaruh mereka dalam organisasi (Rahmat & Hidayat, 2. Penolakan terhadap perubahan seringkali muncul dari kekhawatiran akan ketidakpastian dan perbedaan nilai yang dihadirkan oleh teknologi baru. Studi oleh Handayani dan Pratama . mengungkapkan bahwa resistensi ini bisa menjadi penghambat besar dalam proses transformasi, terutama jika organisasi tidak memiliki strategi komunikasi yang efektif untuk menyosialisasikan perubahan. Oleh karena itu, organisasi di Indonesia perlu menyusun strategi yang mencakup pelatihan dan keterlibatan karyawan dalam proses transformasi digital guna mengurangi resistensi dan memperkuat komitmen mereka terhadap perubahan budaya. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital dapat menciptakan budaya organisasi yang lebih terbuka, kolaboratif, dan Namun, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kemampuan organisasi dalam menangani tantangan budaya, khususnya terkait resistensi terhadap perubahan. Dengan memahami dampak dan tantangan yang dihadapi, organisasi dapat merancang strategi budaya yang mendukung keberlanjutan transformasi digital. Temuan ini mendukung penelitian-penelitian sebelumnya dan memberikan perspektif tambahan mengenai pentingnya pendekatan holistik dalam mengelola perubahan budaya dalam era digitalisasi di Indonesia. Secara keseluruhan, hasil review beberapa artikel terkait dapat diringkas dalam tabel berikut. Transformasi Digital Dan Pengaruhnya Terhadap Budaya Organisasi: Tinjauan Literatur Sistematis | 105 JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI Aspek Budaya Organisasi Kolaborasi Fleksibilitas Struktur Resistensi Perubahan Adaptasi Nilai Dampak Transformasi Digital Sumber Meningkatkan kolaborasi lintas departemen dan keterlibatan Mempercepat keputusan dan adaptasi terhadap Meningkatkan karyawan karena ketakutan akan peran yang hilang Mendorong perubahan nilai dari hierarki menuju keterbukaan Putra & Suryani . Dewi & Nugraha . Wicaksono Widodo Fadillah . Rahmat Hidayat . Handayani & Pratama . Santoso & Wahyuni . Mulyono . Kemudian, dapat pula disajikan sebaran frekuensi atas dampak transformasi digital terhadap aspek budaya organisasi di Indonesia melalui diagram berikut. Gambar 1. Istribusi Frekuensi Dampak Transformasi Digital Terhadap Aspek-Aspek Budaya Organisasi Di Indonesia. Diagram di atas menggambarkan distribusi frekuensi dampak transformasi digital terhadap aspek-aspek budaya organisasi di Indonesia. Dari hasil analisis, tampak bahwa kolaborasi memiliki proporsi terbesar, yaitu sebesar 40%. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital secara signifikan meningkatkan interaksi dan kerja sama antar-departemen dalam organisasi, menciptakan budaya kerja yang lebih inklusif dan mendukung inovasi. Selanjutnya, fleksibilitas struktur organisasi mencatat dampak sebesar 30%, menunjukkan bahwa organisasi yang mengadopsi teknologi digital cenderung lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan. Struktur yang lebih fleksibel ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, yang penting dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Resistensi terhadap perubahan juga muncul sebagai tema penting, mencakup 20% dari distribusi frekuensi. Ini mengindikasikan bahwa meskipun transformasi digital menawarkan manfaat yang jelas, terdapat tantangan dalam mengatasi resistensi dari karyawan yang mungkin merasa terganggu oleh perubahan peran dan tanggung jawab Akhirnya, adaptasi nilai memiliki proporsi terkecil, yaitu 10%, yang 106 | Transformasi Digital Dan Pengaruhnya Terhadap Budaya Organisasi: Tinjauan Literatur Sistematis Volume 1. Nomor 1 (Oktober, 2. | pp. menunjukkan bahwa perubahan nilai organisasi dari hierarkis menuju budaya yang lebih terbuka masih berada pada tahap awal. Transformasi digital memerlukan penyesuaian nilai dan pola pikir, namun proses ini memerlukan waktu dan dukungan berkelanjutan agar perubahan tersebut dapat diadopsi sepenuhnya oleh seluruh anggota organisasi. Gambar 2. Perubahan Tingkat Resistensi Terhadap Transformasi Digital Dalam Organisasi Selama Beberapa Periode Waktu Diagram garis di atas menunjukkan perubahan tingkat resistensi terhadap transformasi digital dalam organisasi selama beberapa periode waktu. Grafik ini mengilustrasikan penurunan resistensi dari waktu ke waktu, dengan resistensi awal yang cukup tinggi pada 80% di kuartal pertama (Q. dan terus berkurang hingga mencapai 40% di kuartal terakhir yang ditunjukkan (Q. Penurunan resistensi ini dapat mencerminkan peningkatan penerimaan terhadap transformasi digital seiring dengan penyesuaian budaya organisasi dan peningkatan keterlibatan karyawan dalam proses perubahan. Hal ini juga menunjukkan efektivitas strategi manajemen perubahan yang diterapkan, seperti pelatihan dan komunikasi terbuka, yang membantu mengurangi resistensi secara bertahap. KESIMPULAN Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap budaya organisasi di Indonesia, mempengaruhi berbagai aspek seperti kolaborasi, fleksibilitas struktur, resistensi terhadap perubahan, dan adaptasi Berdasarkan hasil tinjauan literatur, terlihat bahwa transformasi digital mendorong budaya kolaboratif yang lebih inklusif dan terbuka. Penggunaan teknologi digital memfasilitasi komunikasi antar-departemen dan meningkatkan keterlibatan karyawan, sehingga memungkinkan organisasi untuk berinovasi lebih cepat dan efektif. Selain itu, transformasi digital juga mempercepat fleksibilitas struktur organisasi, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan adaptasi terhadap perubahan yang dinamis di lingkungan bisnis. Struktur yang lebih fleksibel ini memerlukan penyesuaian dalam gaya kepemimpinan untuk mendukung peran karyawan yang lebih otonom dan dinamis. Meskipun Transformasi Digital Dan Pengaruhnya Terhadap Budaya Organisasi: Tinjauan Literatur Sistematis | 107 JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI fleksibilitas ini membawa banyak keuntungan, organisasi perlu mengelola perubahan struktur dengan hati-hati agar tetap stabil dan terorganisir. Namun, perubahan ini tidak tanpa tantangan. Resistensi terhadap perubahan masih menjadi hambatan utama dalam proses transformasi digital, terutama dari karyawan yang merasa khawatir tentang peran dan masa depan Resistensi ini dapat diatasi melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan karyawan dalam proses transformasi, komunikasi yang transparan, dan pelatihan yang memadai. Dengan upaya ini, organisasi dapat secara bertahap mengurangi resistensi dan meningkatkan penerimaan terhadap Adapun adaptasi nilai organisasi menuju budaya yang lebih terbuka masih berada pada tahap awal dan memerlukan dukungan berkelanjutan. Perubahan nilai organisasi dari hierarki tradisional menuju budaya yang lebih fleksibel dan inovatif membutuhkan komitmen dari manajemen atas serta model peran yang kuat. Adaptasi ini penting agar organisasi mampu menjalankan transformasi digital secara berkelanjutan dan efektif. Secara keseluruhan, transformasi digital memberikan peluang besar bagi organisasi di Indonesia untuk berkembang dan meningkatkan daya saing. Namun, keberhasilannya sangat tergantung pada pendekatan yang holistik dalam mengelola perubahan budaya. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup pentingnya strategi manajemen perubahan, kepemimpinan adaptif, dan dukungan komprehensif untuk membantu organisasi melewati tantangan transformasi digital dan mencapai potensi penuh dari budaya organisasi yang lebih inovatif dan responsif. DAFTAR PUSTAKA