Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2024, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . http://journal. id/index. php/absis/index Keefektifan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V melalui Aplikasi V-BAR Berbasis Android Ida Nur Aini a,1*. Diana Ermawati a,2. Shoufika Hilyana a,3 a,b,c Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muria Kudus. Kudus. Indonesia 202033062@std. 2 diana. ermawati@umk. 3 farah. hilyana@umk. * Corresponding Author Diterima 20 Mei 2024. Disetujui 30 Mei 2024. Diterbitkan 31 Mei 2024 ABSTRACT The aim of this research is to determine the effectiveness of increasing students' mathematical problem solving abilities through the use of the Android-based VBAR (Volume Build Spac. application and the PBL model in mathematics The research method used is a quantitative experiment with a One one-group pretest-posttest design. The population & sample in this study were 22 class V students of SD N Sidomulyo 3. The data collected is data on problem solving abilities collected using test techniques in the form of essay questions. Data were analyzed using the N-Gain Score test statistic. The results of the research showed that there was an increase in students' mathematical problem solving abilities by 40. 1% which was seen in the posttest average score of 74. which was better than the previous pretest average score of 34. Apart from that, the N-Gain Score test results showed an increase with results of 61. 22% in the medium category. From the research results, it can be concluded that the use of the Android-based V-BAR application and the PBL model is effective in improving the mathematical problem solving abilities of fifth-grade students at SD N Sidomulyo 3 in the medium category. KEYWORDS Problem solving skills V-BAR application This is an openaccess article under the CCAeBY-SA license Pendahuluan Pembelajaran matematika bagi siswa masih menjadi sebuah mata pelajaran yang sulit dan Semua jenjang pendidikan termasuk sekolah dasar terdapat mata pelajaran matematika dan setiap siswa harus memahami pelajaran tersebut (Aini et al. , 2. Tujuan pembelajaran matematika salah satunya adalah mengembangkan kemampuan pemecahan masalah (Kurniawan et , 2. Berikut indikator kemampuan pemecahan masalah: . Memahami masalah, . Menyusun rencana, . Menyelesaikan masalah, . Memeriksa kembali jawaban. Cahya et al . mengatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah sangat berperan penting bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Karena kemampuan tersebut menjadi modal utama bagi siswa agar dapat menyelesaikan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari (Ermawati et al. , 2. Namun, di Indonesia masih banyak siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita berbasis pemecahan masalah. Selain itu, terbukti pada survei PISA kategori matematika tahun 2018 bahwa Negara Indonesia berada diurutan 78 yang mengikuti program ini dari 80 peserta dengan rata-rata skor 379 bila dibandingkan dengan Cina dengan rata-rata skor 691 yang berada pada peringkat pertama (Wulaningsih et al. , 2. Hal tersebut disebabkan karena faktor kemampuan siswa itu sendiri dan penggunaan model atau media pembelajaran yang kurang efektif sehingga kemampuan dan kualitas belajar siswa rendah. Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika pembelajaran tersebut mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan sesuai dengan indikator pencapaian pembelajaran (Fakhrurrazi, 2. Anggapan siswa tentang pembelajaran matematika yang sulit juga dipengaruhi oleh model dan media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran. Sesuai dengan pendapat Safitri et al . bahwa pelajaran matematika dapat menjadi mata pelajaran yang asik, menyenangkan, dan memiliki banyak manfaat apabila dalam pengajarannya menggunakan metode, model, dan media pembelajaran yang tepat. Udmah et al . mengungkapkan bahwa media pembelajaran sangat penting karena dapat membantu mensukseskan pembelajaran, namun banyak pendidik yang menghiraukan penggunaan media pembelajaran yang mengakibatkan beberapa https://doi. org/10. 32585/absis. absis@univetbantara. Absis: Mathematics Education Journal ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . Vol. No. Mei 2024, pp. permasalahan muncul. Sehingga jika hal tersebut dibiarkan maka pembelajaran yang dilakukan tidak efektif atau tidak mencapai target tujuan yang telah direncanakan. Sehingga guru seharusnya dapat mengambangkan/menerapkan strategi pembelajaran menggunakan model dan media yang menarik agar pembelajaran efektif dan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa (Anggiana, 2. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Guru kelas V saat pelaksanaan pembelajaran matematika pada hari Sabtu tanggal 7 Oktober tahun 2023 memperoleh data bahwa siswa kurang aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran, terdapat beberapa siswa yang aktif namun dari keseluruhan siswa pasif saat pembelajaran matematika. Selain itu hasil pemberian soal tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil rata-rata nilai dari 22 siswa rendah yaitu sebesar 46,9 dengan rincian 4 siswa tuntas dan sebanyak 18 siswa dikategorikan belum tuntas karena memperoleh nilai dibawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yaitu 70. Guru wali kelas V juga mengatakan bahwa banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan model dan media pembelajaran yang kurang cocok dalam pembelajaran matematika. Pemilihan model dan media pembelajaran yang sesuai dapat mempengaruhi hasil belajar siswa serta mempengaruhi keefektifan pembelajaran yang sedang dilaksanakan. Dengan adanya permasalahan kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SD N Sidomulyo 3 tersebut harus ditindaklanjuti dan diperbaiki. Menurut Adelia et al . dalam mengatasi pemecahan masalah biasanya siswa diberikan soal cerita dan siswa yang pandai diminta untuk mengajar teman atau siswa yang lain, namun metode ini belum efektif karena setiap siswa memiliki kecerdasan dan kemampuan yang berbeda-beda. Sehingga kita harus mempunyai cara lain atau solusi yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa tersebut. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas V SD N Sidomulyo 3 yaitu dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Model Problem Based Learning atau sering disingkat PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung penyelesaian permasalahan tersebut karena model PBL merupakan model pembelajaran berbasis masalah. Model PBL menurut Fauzia . merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai pembelajar dan terhadap permasalahan yang relevan dipecahkan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki atau dari sumber Model PBL memberikan sebuah permasalahan yang berhubungan dengan pengalaman siswa dan dunia nyata, sehingga model PBL dapat melatih siswa untuk memahami atau masuk ke dalam sebuah masalah dan menyelesaikan masalah tersebut. Selain dengan penggunaan model pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran, penggunaan media pembelajaran juga sangat diperlukan untuk keefektifan pembelajaran yang sedang dilaksanakan. Dalam upaya menyelesaikan permasalahan tersebut peneliti menggunakan model PBL dengan bantuan media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yaitu menggunakan media pembelajaran berupa aplikasi V-BAR (Volume Bangun Ruan. berbasis android untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SD N Sidomulyo 3. Media aplikasi V-BAR berbasis android merupakan sebuah media yang berisi materi volume bangun ruang kubus, balok dan gabungannya yang berbentuk aplikasi audio visual yang digunakan sebagai sarana belajar menggunakan smartphone. Media aplikasi V-BAR dapat menarik perhatian siswa karena menggabungkan antara penglihatan dan pendengaran sehingga materi yang didapatkan mudah untuk di ingat. Darwata & Handican . mengungkapkan bahwa media audio visual dapat membantu memperkuat pemahaman dan mengingat informasi menjadi lebih baik. Media aplikasi V-BAR berisi tujuan pembelajaran, materi, video pembelajaran, game dan kuis atau soal evaluasi untuk siswa. Sehingga media tersebut dirancang dengan praktis dan berisi materi yang lengkap yang dapat memudahkan siswa dalam Berdasarkan pernyataan tersebut, didukung oleh penelitian terdahulu dari Kusumaningrum . memperoleh hasil bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas Ida Nur Aini et al. (Keefektifan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V melalui Aplikasi A) Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2024, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . eksperimen yang diajar dengan model PBL berbantuan media Trigo App mendapat nilai lebih tinggi dibandingan dengan nilai rata-rata siswa kelas kontrol yang diajar dengan model pembelajaran berlangsung. Hal tersebut dapat diartikan bahwa model PBL berbantuan media Trigo App mampu membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan pemecahan matematika. Penelitian (Nikmah et al. , 2. juga diperoleh bahwa nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika terjadi peningkatan setelah menggunakan media pembelajaran Math Mobile Learning. Artinya penggunaan media Math Mobile Learning mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan oleh Mudrikah dkk . dengan menerapkan model PBL berbantuan media Diorama juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan presentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa dari pra siklus hingga siklus 3. Dengan adanya peningkatan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL berbantuan media diorama dapat meningkatkan hasil belajar kelas V SD N Wegil. Dengan demikian, penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android dengan model PBL diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang menarik, interaktif, bervariasi, menyenangkan dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuKeefektifan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V melalui Aplikasi V-BAR Berbasis AndroidAy. Metode 1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober tahun 2023 sampai dengan bulan januari tahun Penelitian dilaksanakan selama 5 pertemuan dengan 3 pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada mata pelajaran matematika materi volume bangun ruang kelas V SD N Sidomulyo 3 di Desa Sidomulyo Pondok Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. 2 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen tanpa kelas kontrol, dimana hanya satu kelas yang diberikan pra dan pasca uji. Penelitian ini menggunakan desain One Group PretestPosttest dengan memberikan sebuah perlakuan kepada sebuah kelompok yang diberikan sebuah perlakuan dan bertujuan untuk membandingkan nilai sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan. Tabel 1. Skema Design Penelitian The One Group Pretest Posttest Kelas Pretest Treatment Eksperimen Sumber : Umam & Jiddiyyah . Posttest Keterangan : O1 = Tes awal (Posttes. O2 = Tes akhir (Posttes. X = Perlakuan yang diberikan (Treatmen. 3 Populasi & Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Sidomulyo 3 semester 2 tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel menggunaan teknik sampling jenuh. Teknik sampling jenuh menurut Syazali . adalah teknik penentuan sampel jika seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel dan jumlah populasi kurang dari 30 siswa atau terbilang kecil. Sampel pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SD N Sidomulyo 3 yang berjumlah 22 siswa dengan rincian 16 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. 4 Teknik Pengumpulan Data & Instrumen Penelitian Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes. Teknik tes dilakukan dengan memberikan Instrumen tes berupa soal/pertanyaan untuk memperoleh data kemampuan pemecahan masalah matematika. Instrumen penelitian telah divalidasi menggunakan validitas isi expert Ida Nur Aini et al. (Keefektifan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V melalui Aplikasi A) Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2024, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . judment, dimana validasi tersebut dilakukan oleh seorang ahli yang memiliki latar belakang di bidang tertentu atau mampu menilai persoalan yang diberikan. Instrumen soal pretest dan posttest telah divalidasi oleh tiga validator ahli dari dosen dan wali kelas V SD N Sidomulyo 3 yang memperoleh hasil dengan rata-rata skor 36 dengan kategori nilai sangat baik yang berarti bahwa instrumen soal pretest dan posttest dapat digunakan dengan sangat baik pada penelitian. Pengumpulan data yang digunakan yaitu soal pretest dan posttest yang berbentuk soal uraian berjumlah 10 soal yang mencakup indikator kemampuan pemecahan masalah untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Indikator kemampuan pemecahan masalah diantaranya yaitu: . Memahami masalah, . Menyusun rencana, . Menyelesaikan masalah, . Memeriksa kembali jawaban. 5 Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji N-Gain Score menggunakan bantuan SPSS. Sebelum melakukan uji N-Gain Score peneliti melakukan uji normalitas atau uji prasyarat untuk mengetahui data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Setelah diketahui data pretest dan posttest berdistribusi normal maka selanjutnya dapat dilakukan uji statistik N-Gain Score untuk mengetahui peningkatan setelah diberikan perlakuan. Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android, sedangkan variabel terikatnya yaitu kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh dari hasil nilai pretest dan nilai posttest pada pembelajaran matematika materi volume bangun ruang . ubus, balok, dan Tes ini digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan penggunaan penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android pada pembelajaran matematika. Skala penilaian yang digunakan yaitu 1-100 dengan Nilai KKTP yang telah ditentukan dari sekolah sebesar 70. Tes berbentuk 10 soal uraian tentang permasalahan dan cara menjawabnya menyesuaikan dengan indikator kemampuan pemecahan masalah. Tes kemampuan pemecahan masalah diberikan sebelum dan sesudah dilaksanakan Tes sebelum mendapatkan perlakuan . diberikan dan dikerjakan kepada siswa pada hari senin tanggal 8 Januari 2024 pukul 07. 30 - 09. Sedangkan tes sesudah diberikan perlakuan . dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 13 Januari 2024 pukul 07. 30 Ae 09. Setelah memperoleh data nilai hasil pretest dan posttest, data tersebut akan dianalisis untuk menguji normalitas dan hipotesis penelitian mengenai kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android pada materi volume bangun ruang. Berikut hasil nilai pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Tabel 2. Rekap Hasil Nilai Pretest dan Posttest Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Data Jumlah Siswa Nilai Terendah Nilai Tertinggi Rata-Rata Nilai Jumlah yang Tuntas Jumlah yang Tidak tuntas Sumber: Data Peneliti, . Nilai Pretest Nilai Posttest ,81%) ,18%) Berdasarkan tabel hasil nilai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SD N Sidomulyo 3 dapat diketahui bahwa penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android menunjukkan bahwa sesudah diberikan perlakuan hasil rata-rata nilai siswa lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata sebelum diberikan perlakuan. Hasil nilai kemampuan pemecahan masalah sebelum diberikan perlakuan memperoleh nilai rata-rata sebesar 34,5%. Ida Nur Aini et al. (Keefektifan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V melalui Aplikasi A) Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2024, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . sedangkan nilai rata-rata sesudah diberikan perlakuan memperoleh hasil lebih tinggi yaitu sebesar 74,6%. Sehingga dapat dinyatakan bahwa nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa mengalami peningkatan sebesar 40,1%. Nilai terendah pada pretest yaitu 19 sedangkan nilai terendah pada posttest yaitu 52. Nilai tertinggi pada pretest yaitu 55 sedangkan nilai tertinggi pada posttest yaitu 89. 1 Uji Normalitas Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan menggunakan SPSS versi 25 melalui uji Saphiro Wilk. Apabila nilai siginifikansi >0,05 maka data dapat dikatakan berdistribusi normal. Berdasarkan pengujian normalitas memperoleh bahwa data nilai pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdistribusi normal karena nilai signifikansi nilai pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah matematika lebih dari 0,05 yaitu 0,279 dan 0,130. Adapun hasil uji normalitas nilai pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah matematika dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Soal Pretest dan Posttest Kolmogorov-Smirnov Nilai Pretest Nilai Posttest Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Sumber: Data Peneliti, . 2 Uji N-Gain Score Hasil pengujian peningkatan pada penelitian ini menggunakan uji N-Gain Score. Uji ini digunakan untuk menentukan peningkatan hasil pretest dan posttest dalam penilaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Hasil uji peningkatan nilai pretest dan posttest menunjukkan hasil 0,61 > 0,3 sehingga termasuk dalam kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan tingkat kategori sedang. Berdasarkan uji N-Gain Persen peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diterapkan penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android yaitu sebesar 61,22%. Hasil uji N-Gain Score dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji N-Gain Score Kemampuan Pemecahan Masalah Descriptive Statistics NGAIN_SCORE NGAIN_PERSEN Valid N . Minimun Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data Peneliti, . 3 N-Gain Score Tiap Indikator Hasil uji N-Gain Score setiap indikator kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diberikannya perlakuan penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis Berikut peningkatan N-Gain Score setiap indikator kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji N-Gain Tiap Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah Indikator Pemecahan Masalah Memahami Masalah Menyusun Rencana Menyelesaikan Masalah Memeriksa Kembali Jawaban Sumber: Data Peneliti, . Nilai RataRata Pretest Nilai RataRata Posttest Nilai NGain Kategori 61,36 26,81 29,43 30,22 93,18 77,95 66,13 69,77 0,82 0,69 0,52 0,56 Tinggi Sedang Sedang Sedang Ida Nur Aini et al. (Keefektifan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V melalui Aplikasi A) Absis: Mathematics Education Journal ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . Vol. No. Mei 2024, pp. Pembahasan Siswa diberikan perlakuan berupa penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android dalam pembelajaran matematika. Sebelum diberikann perlakuan siswa diberikan soal pretest terlebih dahulu pada pertemuan pertama, kemudian setelah diberikannya perlakuan selama 3 hari atau 3 pembelajaran siswa diberikan soal posttest pada pertemuan kelima atau Perlakuan yang diberikan bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android. Analisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui uji N-Gain Score dan uji N-Gain Persen. Hasil perhitungan uji N-Gain peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SD N Sidomulyo 3 setelah penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android menunjukkan bahwa terdapat peningkatan presentase sebesar 61,22% dengan kategori Sehingga setelah diberikannya perlakuan penggunaan model PBL berbantuan aplikasi VBAR berbasis android terdapat peningkatan nilai kemampuan pemecahan masalah matematika Nilai rata-rata pretest kemampuan pemecahan masalah matematika diperoleh sebesar 34,5 dan mengalami peningkatan pada hasil nilai rata-rata posttest kemampuan pemecahan masalah matematika setelah diberikan perlakuan sebesar 74,6. Sehingga nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa mengalami peningkatan sebesar 40,1%. Hasil uji N-Gain pada tiap indikator kemampuan pemecahan masalah menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa di setiap indikator. Berikut penjelasan peningkatan setiap indikator kemampuan pemecahan masalah. 1 Memahami Masalah Pada indikator pertama memahami masalah memperoleh nilai rata-rata pretest 61,36 dan meningkatkan pada nilai rata-rata posttest yaitu sebesar 93,18 dengan nilai N-Gain 0,82 pada kategori tinggi. Memahami masalah merupakan suatu langkah yang penting untuk menemukan sebuah solusi atau jalan keluar (Hilyana, 2. Indikator memahami masalah mengalami peningkatan paling tinggi dibandingkan dengan indikator yang lain. Hal ini karena siswa sudah dapat menuliskan dengan benar apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan pada soal permasalahan yang diberikan, sehingga siswa dapat mengetahui permasalahan yang terjadi dan memikirkan solusi yang akan diambil. Hal tersebut dipengaruhi oleh model PBL pada tahap pertama dan kedua yaitu mengorientasi siswa pada masalah dan mengorganisasi siswa untuk belajar karena dengan adanya tahap tersebut siswa dilatih untuk masuk ke dalam sebuah permasalahan dan siswa bersama kelompoknya juga dapat saling bertukar gagasan dalam memahami permasalahan yang sedang terjadi, sehingga mereka dapat dengan baik dalam memahami masalah yang diberikan. Selain itu media aplikasi V-BAR juga dilengkapi video pembelajaran dan contoh soal tentang permasalahan, sehingga siswa dapat lebih mudah dalam belajar dan memahami masalah yang diberikan. Dalam hal ini kemampuan siswa dalam memahami masalah secara tepat yaitu dengan mengidentifikasi esensi dari masalah yang telah diberikan (Ermawati et al. , 2. 2 Menyusun Rencana Pada indikator kedua menyusun rencana diperoleh nilai rata-rata pada pretest 26,81 dan mengalami peningkatan pada nilai rata-rata posttest yaitu 77,95 dengan nilai N-Gain 0,69 kategori Indikator menyusun rencana ini mengalami peningkatan tertinggi kedua setelah indikator memahami masalah, hal tersebut dikarenakan siswa dapat merencanakan penyelesaian masalah dengan menuliskan rumus matematika dengan benar dan lengkap sehingga mengarah kejawaban Hal tersebut dipengaruhi oleh model PBL pada tahap kedua dan ketiga dimana siswa bersama kelompoknya saling bertukar pendapat dalam merencanakan penyelesaian masalah yang sedang diberikan. Media aplikasi V-BAR juga dilengkapi dengan materi, rumus, dan contoh soal yang memudahkan siswa dalam merencanakan penyelesaian masalah yang diberikan. Namun terdapat pula siswa yang kurang maksimal dalam merencanakan penyelesaian masalah sehingga pada indikator kedua ini mengalami peningkatan dengan kategori sedang. Menurut Yuwono et al . pada tahap menyusun rencana siswa membutuhkan pengetahuan sebelumnya untuk Ida Nur Aini et al. (Keefektifan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V melalui Aplikasi A) Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2024, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . melaksanakan cara yang memudahkan untuk menyelesaikan soal yang diberikan. Sehingga kemampuan berpikir kritis siswa sangat dibutuhkan pada tahap ini. 3 Menyelesaikan Masalah Kemudian pada indikator menyelesaikan masalah meperoleh hasil pada nilai rata-rata pretest 29,43 yang juga mengalami peningkatan pada hasil nilai rata-rata posttest sebesar 66,13 dengan nilai N-Gain 0,52 dengan kategori sedang karena siswa dapat menyelesaikan masalah dengan rencana yang telah dibuat dengan baik, hal tersebut dikarenakan dalam model PBL pada tahap ketiga dan keempat yaitu membimbing siswa dalam penyelidikan dan menyajikan hasil karya siswa bersama kelompoknya dilatih untuk dapat menyelesaikan permasalahan menggunakan cara atau rencana yang telah dibuat dan kemudian hasilnya dapat di presentasikan atau dilaporkan. Pada media V-BAR juga dilengkapi cara-cara dan contoh soal yang dapat memberikan siswa pengetahuan dalam proses menyelesaikan masalah. Namun ada juga siswa yang kurang maksimal dalam penyelesaian permasalahan yang diberikan, menyelesaikan permaslahan secara kurang lengkap dan tepat atau tidak sesuai dengan langkah yang direncanakan sehingga peningkatan indikator ini memperoleh kategori sedang. Indikator menyelesaikan masalah memperoleh peningkatan terendah dibandingkan dengan indikator yang lain, hal tersebut dikarenakan masih kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan sesuai dengan rencana yang telah dibuat karena siswa kurang memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam menyelesaikan masalah yang serupa dan memang dalam penyelesaian soal volume bangun ruang berbasis masalah masih tergolong sulit bagi siswa. Sejalan dengan pernyataan Nuraini et al . bahwa bahwa indikator menyelesaikan masalah sangat bergantung pada pengalaman dan pengetahuan siswa untuk lebih kreatif dalam menyusun rencana untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Sehingga jika siswa tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menyelesaikan masalah yang serupa maka siswa tidak mampu menyelesaikan masalah yang diberikan. 4 Memeriksa Kembali Jawaban Pada indikator yang terakhir yaitu memeriksa kembali jawaban pada pretest memperoleh nilai rata-rata 30,33 yang mengalami peningkatan pada nilai rata-rata posttest yaitu sebesar 69,77 dengan nilai N-Gain 0,56 kategori sedang. Hal ini karena siswa dapat memeriksa kembali dan menyimpulkan jawaban dengan baik, hal tersebut dipengaruhi karena dalam model PBL pada tahap keempat yaitu menyajikan hasil karya siswa bersama kelompoknya dilatih untuk dapat mempresentasikan dan menyimpulkan hasil jawabannya sehingga siswa mampu memeriksa kembali jawaban yang telah dibuat. Namun juga terdapat siswa yang lupa mengecek kembali jawaban dan menyimpulkan jawaban yang telah ditemukan sehingga peningkatan indikator ini memperoleh kategori sedang. Setyawan & Siswono . mengungkapkan bahwa dalam proses pemeriksaan kembali merupakan langkah seseorang untuk membuktikkan bahwa langkah yang digunakan sudah benar atau sudah menjawab pertanyaan, sehingga ketika siswa tidak memeriksa kembali maka kesalahan tersebut fatal karena siswa tidak memeriksa kembali langkah yang digunakan dalam menyelesaikan masalah dan berasumsi bahwa jawaban yang ditemukan sudah Berdasarkan uraian diatas disimpulkan bahwa indikator memahami masalah merupakan indikator yang mengalami peningkatan tertinggi dibandingan dengan indikator yang lain, tertinggi kedua yaitu indikator merencanakan penyelesaian masalah dan dilanjutkan indikator memeriksa kembali jawaban, sedangkan yang mengalami peningkatan terendah yaitu indikator menyelesaikan Sama halnya dengan hasil penelitian dari Jannah et al . bahwa indikator kemampuan pemecahan masalah yang mengalami peningkatan paling tinggi yaitu indikator memahami masalah, kemudian dilanjutkan dengan peringkat nomor dua tertinggi yaitu indikator merencanakan masalah, tertinggi selanjutnya indikator memeriksa kembali jawaban, dan yang terakhir indikator dengan peningkatan terendah yaitu indikator menyelesaikan masalah. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa pada setiap indikator kemampuan pemecahan masalah mengalami peningkatan yang siginifikan. Hal tersebut dikarenakan penggunaan model PBL yang memiliki tahapan dalam proses penyelesaian masalah siswa. Susanto et al . dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa model PBL dapat meningkatkan Ida Nur Aini et al. (Keefektifan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V melalui Aplikasi A) Absis: Mathematics Education Journal ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . Vol. No. Mei 2024, pp. kemampuan pemecahan masalah siswa. Selain itu juga dipengaruhi oleh media aplikasi V-BAR berbasis android yang berisi materi yang dapat membantu siswa dalam mehamai materi yang Khurriyati et al . juga mengungkapkan bahwa penggunaan media pembelajaran dapat memudahkan siswa untuk menerima pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Media aplikasi V-BAR berbasis android dapat memberikan pembelajaran yang aktif, menarik dan menyenangkan karena tampilan aplikasi V-BAR menarik dan design yang diambil sesuai dengan minat siswa. Suarmika et al . dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa media apllikasi android sebagai bahan ajar yang interaktif yang dapat meningkatkan efisiensi, motivasi, dan memfasilitasi siswa untuk belajar secara aktif serta meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran sangat mempengaruhi terhadap berhasil atau tidaknya pembelajaran yang dilaksanakan (F. Aini et al. , 2. Sehingga media aplikasi V-BAR berbasis android efektif digunakan dalam pembelajaran matematika karena menyenangkan dan siswa tidak mudah bosan sehingga dapat lebih bersemangat dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android cukup efektif digunakan dalam pembelajaran matematika dalam mengatasi rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SD N Sidomulyo 3 dalam kategori sedang. Dengan menggunakan model PBL dengan bantuan aplikasi V-BAR berbasis android dapat menciptakan siswa lebih aktif dan antusias dalam pembelajaran karena model PBL mengajak siswa untuk aktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang diberikan, berdiskusi dengan kelompok, bertanya dan menanggapi. Selain itu Media aplikasi V-BAR berbasis android yang menambah pembelajaran semakin menarik dan menyenangkan karena menggunakan media berbasis digital yang sesuai dengan minat belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian kesimpulan yang dapat ditarik yaitu terdapat keefektifan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android. Simpulan dan Saran Hasil penelitian dari Keefektifan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V melalui model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diberikan perlakuan yang dapat dilihat dari hasil Nilai rata-rata pretest sebesar 34,5 dan mengalami peningkatan pada hasil nilai rata-rata posttest sebesar 74,6. Sehingga nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa mengalami peningkatan sebesar 40,1% dan memperoleh nilai peningkatan N-Gain Score dengan presentase sebesar 61,22% dengan kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model PBL berbantuan aplikasi V-BAR berbasis android cukup efektif digunakan dalam pembelajaran matematika dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SD N Sidomulyo 3 dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, berikut saran yang diberikan: . Penggunaan model PBL berbantuan aplikasi V-BAR sebaiknya digunakan dalam pembejaran untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Dalam proses pembelajaran sebaiknya siswa dibiasakan untuk menghadapi dan menyelesaikan soal cerita berbasis masalah dengan urutan indikator kemampuan pemecahan masalah. Siswa harus lebih aktif dan percaya diri dalam mengerjakan soal agar dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yang . Bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan model PBL dengan bantuan media aplikasi V-BAR yang lebih baik dan dapat digunakan oleh sekolah, pendidik, ataupun siswa. Referensi