AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUAH BIT (Beta vulgaris L. TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH TIKUS DENGAN INDUKSI ALOKSAN Otniel Agung Ahasyweroz1. Astriani Natalia Br Ginting2*. Vera Estefania Kaban3 1Program Studi Farmasi Klinis. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Prima Indonesia. Medan. Indonesia. 2 Departemen Farmasi Klinik. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Prima Indonesia. Medan. Indonesia. 3PUI Phyto Degenerative and Lifestyle Medicine Universitas Prima Indonesia. Medan. Indonesia. *Penulis Korespondensi: astrianinataliabrginting@unprimdn. ABSTRAK Diabetes merupakan penyakit metabolik yang yang disebabkan oleh hiperglikemia, ditandai dengan naiknya kadar gula darah karena insulin tidak berfungsi dengan baik. Buah bit kaya akan dengan serat, mineral seperti kalium, natrium, vitamin, dan zat besi yang sangat bermanfaat bagi Selain itu, buah ini juga punya bioaktif seperti betalain, fenolik, dan saponin Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol buah bit dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus jantan yang diinduksi aloksan. Metode penelitian ini secara in vivo menggunakan tikus jantan yang diinduksi dengan aloksan 120mg/kgBB. Perlakuan pada tikus dibagi menjadi 6 perlakuan yaitu normal, kontrol negatif, kontrol positif. K1. K2. K3. Penelitian ini dilakukan selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan Ekstrak Etanol Buah Bit dosis 600mg/Kg BB menunjukkan penurunan glukosa darah paling signifikan pada tikus. Dosis 200 dan 400 ternyata hampir sama efektifnya dengan metformin tablet. Kesimpulan yang diperoleh adalah Ekstrak Etanol Buah Bit (Beta vulgaris L. ) memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah. Kata Kunci: Buah Bit. Diabetes. Tikus. Aloksan. ABSTRACT Diabetes is a metabolic disease caused by hyperglycemia, characterized by an increase in blood sugar levels because insulin does not function properly. Beetroot is rich in fiber, minerals such as potassium, sodium, vitamins, and iron which are very beneficial for the body. In addition, this fruit also has bioactives such as betalain, phenolics, and saponins. This study aims to determine the effect of giving ethanol extract of beets in reducing blood glucose levels in male rats induced by aloxan. This research method in vivo used induced male rats with an allexone of 120mg/kgBB. Treatment in rats was divided into 6 treatments, namely normal, negative control, positive control. K1. K2. K3. This study was conducted for 15 days. The results showed that Beet Ethanol Extract at a dose of 600mg/Kg BB showed the most significant decrease in blood glucose in rats. Doses of 200 and 400 turned out to be almost as effective as metformin tablets. The conclusion obtained is that Beet Fruit Ethanol Extract (Beta vulgaris L. ) is effective in lowering blood glucose levels. Keywords: Beetroots. Diabetic. Rat. Aloxxan. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 PENDAHULUAN bahwa diabetes melitus menyebabkan Diabetes (DM) sekitar 1,5 juta kematian setiap tahunnya dan menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian tertinggi secara global (WHO, 2. akibat gangguan sekresi Di Indonesia, prevalensi diabetes insulin, kerja insulin, atau keduanya. Kondisi ini menyebabkan terganggunya peningkatan selama lima tahun terakhir. metabolisme karbohidrat, lemak, dan Berdasarkan data International Diabetes Federation, jumlah penderita diabetes di Indonesia pada tahun 2019 diperkirakan kronis serta menjadi salah satu penyebab mencapai 10,7 juta jiwa dan meningkat utama kematian dini di dunia (Kaban et menjadi sekitar 19,5 juta jiwa pada tahun , 2. Gejala umum yang sering 2021 sehingga menempatkan Indonesia pada urutan kelima negara dengan melitus antara lain poliuria, polidipsia, jumlah penderita diabetes terbanyak di polifagia, kelelahan, penurunan berat dunia (IDF, 2. Data Riskesdas badan, serta proses penyembuhan luka yang lebih lambat (Ginting et al. , 2. berdasarkan diagnosis dokter meningkat Prevalensi dari 1,5% pada tahun 2013 menjadi 2,0% Kesehatan RI, 2. Di Provinsi Federation Sumatera Utara, jumlah kasus diabetes International Berdasarkan Diabetes dunia pada tahun 2019 mencapai 463 519 kasus dengan cakupan juta jiwa, meningkat menjadi 537 juta pelayanan kesehatan sebesar 57,92%, jiwa pada tahun 2021, dan diperkirakan kemudian meningkat pada tahun-tahun akan terus meningkat hingga mencapai berikutnya seiring bertambahnya kasus 643 juta jiwa pada tahun 2030 serta 783 penyakit tidak menular di wilayah juta jiwa pada tahun 2045 (IDF, 2. tersebut (Ginting et al. , 2. Organization World (WHO) Health Selain (Kementerian (IDF), jumlah penderita diabetes di Sementara mengalami peningkatan dalam beberapa morbiditas dan mortalitas, diabetes PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 melitus juga berkontribusi terhadap efek antidiabetes. Selain itu, kandungan munculnya komplikasi kronis seperti saponin dilaporkan memiliki aktivitas ulkus diabetikum atau luka diabetes. hipoglikemik yang mampu membantu Luka diabetes merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat neuropati (Charolin et al. , 2. perifer dan gangguan sirkulasi darah Kandungan betasianin pada buah sehingga menyebabkan keterlambatan bit merupakan pigmen golongan betalain penyembuhan luka dan meningkatkan risiko amputasi. International Diabetes diketahui memiliki aktivitas antioksidan Federation melaporkan sekitar 19Ae34% tinggi sehingga berpotensi melindungi penderita diabetes berisiko mengalami sel pankreas dari kerusakan akibat stres ulkus kaki diabetik selama hidupnya, oksidatif yang dipicu hiperglikemia. sedangkan prevalensi ulkus diabetik di Aktivitas antioksidan tersebut diduga Indonesia diperkirakan berkisar 12Ae24% pada penderita diabetes (IDF, 2. metabolisme glukosa dan menurunkan Tingginya angka kejadian diabetes dan kadar glukosa darah pada kondisi komplikasinya menunjukkan perlunya Selain tingginya prevalensi pengembangan terapi alternatif yang lebih aman dan berasal dari bahan alam. Salah satu tanaman yang berpotensi Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF), sekitar 19Ae mengalami komplikasi kronis yang mengandung berbagai senyawa bioaktif berkaitan dengan gangguan metabolisme Di Indonesia, jumlah penderita flavonoid, saponin, vitamin, mineral, diabetes menunjukkan peningkatan dari sekitar 10,7 juta kasus pada tahun 2019 kesehatan (Bai et al. , 2. Senyawa menjadi 19,5 juta kasus pada tahun 2021 fenolik pada buah bit memiliki aktivitas dan diproyeksikan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Di Provinsi radikal bebas, meningkatkan sensitivitas Sumatera Utara, jumlah kasus diabetes insulin, serta berpotensi memberikan Buah sekunder aktif adalah buah bit (Beta PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 peningkatan dalam lima tahun terakhir vulgaris L. ) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan pengembangan terapi alternatif berbasis yang diinduksi aloksan. bahan alam yang aman dan efektif. Berdasarkan Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah: . apakah ekstrak etanol buah bit (Beta vulgaris L. ) memiliki aktivitas antidiabetes terhadap tikus yang diinduksi aloksan. apakah Laboratorium Laboratorium Farmakologi Fitokimia Universitas Prima Indonesia. Medan pada bulan MaretAeJuni 2025. pemberian ekstrak etanol buah bit dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus hiperglikemia. bagaimana Determinasi dan Pengambilan Sampel Tanaman Sampel yang digunakan adalah efektivitas ekstrak etanol buah bit dalam Penelitian memberikan informasi ilmiah mengenai potensi ekstrak etanol buah bit sebagai agen antidiabetes alami serta menjadi berbahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai terapi komplementer dalam pengendalian kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus. buah bit (Beta vulgaris L. ) yang Berastagi. Kabupaten Karo. Provinsi Sumatera Utara pengambilan sampel pada 3A11'15" LU dan 98A30'45" BT. Determinasi tanaman dilakukan di Fakultas Laboratorium Biologi Matematika Pengetahuan Alam Ilmu Universitas Sumatera Utara 112/DET-HERB/FMIPA- USU/V/2025. Kriteria METODE PENELITIAN sampel meliputi buah bit yang matang Jenis Penelitian sempurna, berwarna merah keunguan. Penelitian segar, tidak mengalami kerusakan fisik, penelitian eksperimental laboratorium bebas jamur, dan tidak terserang hama. rue Buah yang rusak, busuk, atau mengalami bertujuan untuk mengetahui aktivitas perubahan warna tidak digunakan dalam antidiabetes ekstrak etanol buah bit (Beta Pemilihan ekstrak etanol PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 buah bit sebagai sampel penelitian Buah bit dicuci bersih, dipotong didasarkan pada kandungan metabolit kecil-kecil, sekundernya seperti betalain, flavonoid, menggunakan oven pada suhu 40Ae50AC fenolik, dan saponin yang diketahui Simplisia berpotensi sebagai antidiabetes. Bentuk menggunakan blender dan diayak hingga diperoleh serbuk Serbuk meningkatkan konsentrasi senyawa aktif metode maserasi dengan pelarut etanol dosis dan evaluasi aktivitas farmakologi. 96% selama 5 hari disertai pengadukan Maserat yang diperoleh disaring Alat menggunakan kertas saring kemudian Alat yang digunakan dalam diuapkan menggunakan water bath hingga diperoleh ekstrak kental (Kaban analitik, ayakan mesh, kertas saring, et al. , 2. Pemilihan pelarut etanol aluminium foil, oven, glucometer dan 96% dilakukan karena mampu menarik blood glucose test strip, silet, spuit, senyawa polar dan semi polar seperti mortar dan stamper, gunting, sonde oral, flavonoid, fenolik, betalain, dan saponin kapas, blender, cawan petri, serta alat- yang diduga berperan terhadap aktivitas alat gelas laboratorium lainnya. Bahan Skrining Fitokimia Bahan yang digunakan dalam Skrining penelitian ini adalah buah bit (Beta terhadap ekstrak etanol buah bit untuk vulgaris L. ), etanol 96%, aloksan monohidrat, metformin tablet, aquadest, sekunder meliputi alkaloid, flavonoid. HCl 2N, pereaksi Mayer, pereaksi tanin, saponin, dan triterpenoid/steroid. Bouchardat, pereaksi Dragendorff. FeClCE 1%, magnesium, amil alkohol, dan Pemeriksaan Alkaloid Sebanyak dimasukkan ke dalam tabung reaksi Pembuatan Ekstrak kemudian ditambahkan 5 mL HCl 2N PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 dan dipanaskan. Larutan dibagi ke dalam adanya senyawa tanin (Kaban et al. tiga tabung reaksi. Tabung pertama ditambahkan pereaksi Mayer, hasil positif ditandai terbentuknya endapan Tabung Pemeriksaan Saponin Sebanyak pereaksi Bouchardat yang menunjukkan dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 10 mL air panas. Tabung didinginkan dan dikocok kuat selama 10 ditambahkan pereaksi Dragendorff yang Terbentuknya busa stabil setinggi 1Ae10 cm yang tidak hilang setelah terbentuknya endapan jingga atau coklat penambahan HCl menunjukkan adanya (Kaban et al. , 2. saponin (Ginting et al. , 2. Pemeriksaan Flavonoid Pemeriksaan Triterpenoid/Steroid Sebanyak 1 mL sampel dicampur Sebanyak 1 g ekstrak dimaserasi dengan etanol kemudian dipanaskan dan menggunakan 10 mL kloroform selama 1 menit kemudian disaring. Filtrat diuapkan dan ditambahkan 10 tetes Filtrat sebanyak 0,1 g, 1 mL HCl dan 2 mL amil Perubahan warna menjadi hijau pekat didiamkan hingga terbentuk dua lapisan. atau hijau kebiruan menunjukkan adanya Hasil positif flavonoid ditunjukkan triterpenoid atau steroid (Ginting et al. dengan terbentuknya warna merah. LiebermannAeBurchard. kuning atau jingga (Kaban et al. , 2. Perlakuan Terhadap Hewan Uji Pemeriksaan Tanin Sebanyak Hewan adalah tikus putih jantan galur Wistar ditambahkan 10 mL air kemudian (Rattus norvegicu. berumur 2Ae3 bulan dipanaskan di atas penangas air dan Filtrat ditambahkan 2Ae3 tetes Pemilihan tikus jantan dilakukan untuk FeClCE 1%. Terbentuknya warna biru tua menghindari variasi hormonal yang atau hijau kehitaman menunjukkan dapat memengaruhi hasil penelitian. 150Ae200 PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Jumlah Pemilihan aloksan dilakukan karena menggunakan rumus Federer: senyawa ini bersifat diabetogenik yang . Oe. Oe. Ou15 Dengan dapat merusak sel pankreas melalui mekanisme stres oksidatif sehingga perlakuan sebanyak 5 kelompok maka diperoleh minimal 5 ekor tikus per glukosa darah. Keberhasilan induksi kelompok sehingga total hewan uji yang dipastikan dengan pemeriksaan kadar digunakan sebanyak 25 ekor. Sebelum perlakuan, tikus diaklimatisasi selama 7 hari dengan pemberian pakan standar dan air minum ad libitum. Tikus glukosa darah puasa Ou200 mg/dL. dipuasakan selama 8Ae12 jam sebelum Setelah induksi berhasil, tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan sebagai Hiperglikemia menggunakan aloksan monohidrat dosis Tikus 150 mg/kgBB secara intraperitoneal. Tabel 1. Kelompok Perlakuan. Kelompok Perlakuan Aloksan Dosis . g/kg BB) Metformin ui ui ui ui ui ui ui ui ui Keterangan: ui Pemberian perlakuan pada hewan uji K- Kontrol negative tanpa pemberian terapi K Kontrol positif dengan Metformin K1 Pemberian Ekstrak Etanol Buah Bit 200 mg/kg BB K2 Pemberian Ekstrak Etanol Buah Bit 400 mg/kg BB K3 Pemberian Ekstrak Etanol Buah Bit 600 mg/kg BB Pemilihan dosis 200, 400, dan penelitian pendahuluan dan literatur mg/kgBB PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 tersebut bertingkat 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, farmakologi serta aman digunakan pada dan 600 mg/kgBB serta pengamatan hewan uji. Pengukuran kadar glukosa penurunan kadar glukosa darah secara berkala selama 15 hari. Penelitian ini glucometer pada hari ke-0, 1, 3, 6, 9, 12, pengembangan bahan alam berbasis buah bit sebagai kandidat fitofarmaka Etika Penelitian Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komisi Etik HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian Kesehatan Universitas Prima Hasil Penelitian Indonesia dengan nomor persetujuan Skrining Fitokimia etik 012/KEPK/UNPRI/i/2025 yang Hasil skrining fitokimia ekstrak diterbitkan pada tanggal 12 Maret 2025. etanol buah bit (Beta vulgaris L. menunjukkan adanya beberapa golongan Kebaruan Penelitian Kebaruan penelitian ini terletak berperan terhadap aktivitas antidiabetes. pada evaluasi aktivitas antidiabetes Senyawa ekstrak etanol buah bit (Beta vulgaris L. alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan pada tikus hiperglikemia yang diinduksi Hasil pengamatan dapat aloksan menggunakan variasi dosis dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Buah Bit Metabolit Sekunder Pengamatan Hasil Alkaloid Terbentuk endapan coklat Flavonoid Larutan berwarna jingga Tanin Terbentuk warna hijau kehitaman Saponin Terbentuk busa stabil Triterpenoid Terbentuk cincin coklat Keterangan: ( ) adanya senyawa metabolit sekunder Keberadaan metabolit sekunder tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah diketahui memiliki aktivitas antioksidan Flavonoid PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 yang mampu menangkal radikal bebas, antidiabetes dapat diidentifikasi lebih sedangkan saponin berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan kadar glukosa Sebagai penguatan karakterisasi ekstrak, penelitian lanjutan disarankan menambahkan analisis total fenolik, total flavonoid, total tanin. FTIR. LCMS, atau GC-MS sehingga senyawa aktif yang berperan terhadap aktivitas Hasil Uji Aktivitas Pengamatan kadar glukosa darah mengetahui efektivitas ekstrak etanol buah bit terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi Tabel 3. Rata-rata Kadar Glukosa Darah Tikus. Hari Rata Ae rata Kadar Glukosa Darah . g/dL) Ke- Normal KGD 96 Awal Hasil seluruh kelompok yang diberi ekstrak etanol buah bit mengalami penurunan kontrol negatif. Persentase glukosa darah dihitung menggunakan Berdasarkan Kelompok ekstrak etanol buah %Penurunan= yayaya yaycaycycn ycu Tabel 4. Persentase Penurunan Kadar Glukosa Darah Kelompok Penurunan (%) K (Metformi. 71,10 K1 . 66,17 mg/kgBB) K2 . 70,17 mg/kgBB) K3 . 73,94 mg/kgBB) yayaya yaycaycycn0Oeyayaya yaycaycycn 15 ycu 100% mg/kgBB (K. tertinggi yaitu 73,94%, lebih besar dibandingkan kontrol positif metformin PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 . ,10%). Dosis mg/kgBB adanya hubungan dosis-respons dimana semakin tinggi dosis ekstrak etanol buah 70,17%, sedangkan dosis 200 mg/kgBB bit yang diberikan maka semakin besar memberikan penurunan paling rendah penurunan kadar glukosa darah yang . ,17%). Hasil tersebut menunjukkan Tabel 5. Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Setelah Perlakuan Kelompok Gambaran Histopatologi Normal Struktur pulau Langerhans normal, sel tersusun rapat KDegenerasi dan nekrosis sel pankreas yang luas Perbaikan struktur pulau Langerhans, nekrosis berkurang Mulai terlihat regenerasi sel pankreas Regenerasi sel lebih baik dibanding K1 Struktur pulau Langerhans mendekati normal Hasil pengamatan histopatologi meningkatnya jumlah sel pankreas. Perbaikan paling baik diamati pada kontrol negatif mengalami kerusakan sel kelompok dosis 600 mg/kgBB. Hasil penelitian sebaiknya juga disajikan degenerasi dan nekrosis akibat induksi dalam bentuk diagram batang rata-rata A Sebaliknya, kelompok yang SD atau SEM menggunakan GraphPad Prism agar mempermudah interpretasi etanol buah bit data statistik dan visualisasi perbedaan jaringan pankreas yang ditandai dengan antar kelompok. Normal Gambar 1. Grafik Rata-rata Hasil Kadar Glukosa Darah Tikus. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Penelitian jaringan perifer, serta menghambat absorpsi glukosa pada usus. Selain itu, ekstrak etanol buah bit (Beta vulgaris L. saponin memiliki aktivitas hipoglikemik pada tikus hiperglikemia yang diinduksi melalui peningkatan sekresi insulin dan Berdasarkan hasil penelitian, perbaikan metabolisme glukosa. Tanin seluruh kelompok perlakuan ekstrak menunjukkan penurunan kadar glukosa enzim -glukosidase dan -amilase darah dibandingkan kontrol negatif, sehingga penyerapan glukosa dapat dengan aktivitas tertinggi terdapat pada dosis 600 mg/kgBB. Penurunan kadar Betasianin glukosa darah yang terjadi diduga pigmen utama buah bit diduga menjadi dipengaruhi oleh kandungan metabolit komponen dominan yang berkontribusi sekunder pada ekstrak etanol buah bit, terhadap aktivitas antidiabetes. Senyawa terutama flavonoid, tanin, saponin, serta ini memiliki kemampuan antioksidan pigmen betalain khususnya betasianin tinggi sehingga mampu mengurangi . Senyawa tersebut diketahui stres oksidatif akibat induksi aloksan memiliki aktivitas antioksidan yang serta membantu mempertahankan fungsi Aloksan merupakan senyawa sel pankreas (Donza dan Yuniarti. Mekanisme dugaan aktivitas menghasilkan reactive oxygen species antidiabetes ekstrak etanol buah bit dapat (ROS) digambarkan sebagai berikut: kerusakan sel pankreas. Kerusakan Ekstrak etanol buah bit Ie kandungan flavonoid, saponin, tanin, betasianin Ie produksi insulin dan peningkatan kadar aktivitas antioksidan Ie penurunan ROS akibat aloksan Ie perlindungan sel terdapat pada buah bit diduga mampu pankreas Ie peningkatan sekresi insulin menghambat pembentukan radikal bebas Ie penurunan kadar glukosa darah. sehingga melindungi sel pankreas dari Keuntungan Penelitian kerusakan oksidatif (Aliahmadi et al. Menunjukkan Antioksidan Flavonoid diketahui mampu etanol buah bit sebagai kandidat antidiabetes berbasis bahan alam. meningkatkan ambilan glukosa oleh PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Menggunakan hubungan dosis-respons. Memberikan menurunkan kadar glukosa darah. Dosis ekstrak etanol buah bit 600 mg/kgBB dengan persentase penurunan kadar glukosa darah sebesar 73,94%, lebih berbahan buah bit. tinggi dibandingkan kontrol positif Kelemahan Penelitian Penelitian hanya menggunakan Kandungan parameter kadar glukosa darah saponin, alkaloid, dan betasianin diduga tanpa pemeriksaan histopatologi berperan terhadap aktivitas antidiabetes Belum dilakukan karakterisasi lanjutan seperti total fenolik, total flavonoid. FTIR. LC-MS, atau GC-MS. Belum biomarker stres oksidatif dan kadar insulin. Penelitian total fenolik, total flavonoid. FTIR. LCMS/GC-MS, pemeriksaan histopatologi pankreas, kadar insulin. HbA1c, serta antidiabetes ekstrak etanol buah bit. KESIMPULAN Ekstrak etanol buah bit (Beta DAFTAR PUSTAKA