Jurnal Kajian Ilmiah e-ISSN: 2597-792X. ISSN: 1410-9794 Vol. 23 No. 2 (Mei 2. Halaman: 177 Ae 184 Terakreditasi Peringkat 4 (SINTA . sesuai SK RISTEKDIKTI Nomor. 158/E/KPT/2021 Keberlanjutan. Konsep Ekonomi Sebagai Filosofi Kehidupan Pratiwi Nila Sari 1,*. Khomsiyah 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Trisakti. e-mail: pratiwi@ubharajaya. khomsiyah@trisakti. * Korespondensi: e-mail: pratiwi@ubharajaya. Submitted: 28/03/2023. Revised: 15/04/2023. Accepted: 17/05/2023. Published: 27/05/2023 Abstract The concept of sustainable development is not only related to human welfare but also to the world in which humans live, therefore the concept of sustainable development can be understood as an economic philosophy that includes classical philosophical prospects and harmonizes and integrates economic, socio-political and ecological systems activities. The scope of this research includes an analysis of the philosophical meaning of the concept of sustainable development, with a focus on disclosing the synergy of sustainability and the economic concept in which there are perspectives of anthropocentrism, ecology and utilitarian The writing of this article uses the literature review method based on relevant research journals and documents. Keywords: Anthropocentrism. Economic concept. Sustainability. Utilitarian theory Abstrak Konsep pembangunan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan manusia tetapi juga dunia tempat manusia hidup, oleh karena itu konsep pembangunan berkelanjutan dapat dipahami sebagai filosofi ekonomi yang mencakup prospek filosofis klasik serta menyelaraskan dan mengintegrasikan kegiatan ekonomi, sosial politik dan sistem ekologi. Ruang lingkup penelitian ini mencakup analisis makna filosofis konsep pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada pengungkapan sinergi keberlanjutan dan konsep ekonomi yang didalamnya terdapat perspektif antroposentrisme, ekologi dan teori utilitarian. Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian pustaka berdasarkan jurnal penelitian yang relevan dan dokumen-dokumen. Kata kunci: Antroposentrisme. Konsep ekonomi. Keberlanjutan. Teori utilitarian Pendahuluan Kelangkaan sumberdaya alam menimbulkan kekhawatiran manusia dirasa wajar, hal ini bisa dilihat dari berbagai tulisan klasik yang berpengaruh yaitu karya Thomas Malthus. AuAn Essay on the Principles of PopulationAy tahun 1798 (Malthus, 1. Pada tulisan Thomas tersebut yang menggambarkan ketakutan pada pertumbuhan penduduk, yaitu perkembangan industri yang pesat diabad ke-19, yang diikuti bersama polusi serta pusat pertumbuhan manusia untuk hidup serta kerja diperkotaan besar. Pada era perubahan sosial yang penuh persoalan, dan keresahan sosial, mencakup maraknya pergerakan lingkungan dan kesehatan di kalangan penduduk perkotaan. Sementara itu, sejumlah upaya dilaksanakan bersama pengertian ilmiah serta sistematik tentang hubungan spesies alami, populasi, serta Available Online at http://ejurnal. id/index. php/JKI Pratiwi Nila Sari. Khomsiyah lingkungannya juga telah dilakukan, layaknya Teori Evolusi Darwin (Smith, 1. Tetapi, baru ditahun 1960-an pergerakan anti polusi industri mulai lebih fokus pada korelasi kegiatan manusia serta lingkungan alam. Konsep keberlanjutan dikenalkan selaku tujuan sosial di tahun 1972 pada konferensi lingkungan PBB pertama di Stockholm. Penyelenggaraan konferensi ini dilatarbelakangi keprihatinan global terhadap kemiskinan yang berkepanjangan serta naiknya ketidakadilan sosial, keperluan pangan serta masalah lingkungan global, beserta kesadaran ketersediaan sumber daya alam (SDA) guna menyokong pembangunan ekonomi amat Siklus sumber daya alam yang seimbang dan sikap manusia juga diatur dalam Al Quran Surat pada surat Al Hijr . yat 19-. Penjelasan ayat 19 AuDan Kami bentangkan bumi serta Kami bangun gunung serta Kami tumbuhkan diatasnya secara seimbangAy. Dalam ayat 20 dijelaskan, serta di dalamnya Kami siapkan beragam sumber kehidupan bagimu serta bagi orang-orang yang rezekinya bukanlah tanggungjawabmu. Ayat 21 berbunyi: Dan segala . umbernya da. ang tidak pernah habi. terdapat di Kami, serta yang Kami kirimkan cuma sampai batas tertentu. Serta pada ayat 22. Serta Kami tiupkan angin debu, lalu Kami turunkan hujan dari langit, yang dengannya Kami berikan air kepadamu, padahal bukanlah kamu yang memelihara penyimpanannya . engontrol peredaranny. Dalam pengertian ekonomi, modal di sistem ekonomi ialah AustokAy barang nyata . yang punya kapasitas guna menciptakan barang . taupun manfaa. di masa depan (Serafy. Selain itu, sumber daya alam yang ialah pencadangan produk serta jasa beserta punya daya guna membuat produk serta jasa beserta aktivitas lainnya, digolongkan selaku modal pada faktor produksi (Serafy, 1. Alfred Marshal (Serafy, 1. mengerti peranan SDA pada kontribusi terhadap produksi. Perihal itu tercermin di prinsip yakni SDA bisa berkembang . taupun puli. dengan perlahan. Ekonomi diartikan selaku ilmu berbagi sumber daya antara individu yang berkeperluan (Clark, 1. Tujuan ekonomi dari alokasi SDA ialah efisiensi, yakni memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dari eksploitasi dan penggunaan sumber daya itu. Sumber daya dianggap tak terbataskan sebab kemajuan teknologi serta preferensi individu "diberikan" serta ialah faktor pendorong. Maka, pada rerangka ekonomi, keberlanjutan ialah rerangka statis serta mengarah kepada konsep steady state selaku alat optimasi (Daly, 1. Konsep pembangunan berkelanjutan di Indonesia tertuang dalam amandemen keempat Undang-Undang Dasar 1945 pada 10 Agustus 2002. Konsep itu satu diantaranya terdapat di Pasal 33 Ayat . UUD 1945, yang berbunyi: AuPerekonomian nasional harus dilangsungkan dengan prinsip demokrasi ekonomi, keterpaduan, efisiensi dan keadilan, keberlanjutan, perlindungan lingkungan hidup, dengan prinsip kemandirian serta memelihara keseimbangan kemajuan serta kesatuan ekonomi nasionalAy. Penggunaan sumber daya bisa diasumsikan berkelanjutan guna jangka waktu tertentu, lazimnya 10-20 tahun. Tetapi, kerangka waktu seringkali diasumsikan tak cukup untuk merepresentasikan istilah AuberkelanjutanAy (Conrad, 1. Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 177 Ae 184 (Mei 2. Keberlanjutan Konsep Ekonomi A Keberlanjutan diartikan sebagai keseimbangan yang statis, dimana tidak ada perubahan keseimbangan, meskipun tentu saja sesekali terjadi perubahan (Boulding, 1991. Pezzey, 1. Keberlanjutan juga bisa bermakna keseimbangan dinamis (Clark, 1. , yang punya 2 makna, yakni: pertama, keseimbangan suatu sistem yang berubah, indikator keseimbangan berubah menjadi konstan. kedua ialah keseimbangan sistem, di mana tiap parameter berubah sedemikian rupa hingga tiap transformasi, contohnya populasi memacu kembali ke nilai populasi semula. Berikut sejarah Berkelanjutan: 1962: Rachel Carson merilis "Silent Spring" 1970-an: Untuk merayakan Hari Bumi pertama . Apri. Nixon memutuskan bahwa EPA (Environmental Protection Agenc. didorong oleh industrialisasi dan dampak kelebihan populasi. 1972: Konferensi Lingkungan Manusia pertama di Stockholm. Swedia. 1983: Perserikatan Bangsa-Bangsa membentuk Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan, yang tujuannya adalah untuk memeriksa sifat kritis dari masalah lingkungan dan pembangunan dunia dan menemukan solusi untuk masalah tersebut. 1987: Laporan Komisi Brundtland: Pembangunan berkelanjutan memiliki tiga pemerataan/kemakmuran masyarakat. Selain itu, mengartikan keberlanjutan selaku "pembangunan yang memenuhi keperluan kini tiada mengorbankan daya generasi mendatang guna mencukupi keperluan mereka sendiri". 1992: KTT Bumi di Rio: Lebih dari 178 pemerintah telah meratifikasi Agenda 21. Deklarasi Rio mengenai Lingkungan dan Pembangunan dan Prinsip-Prinsip Hutan. 2002: Konferensi PBB Ketiga di Johannesburg. Afrika Selatan tentang Lingkungan dan Pembangunan. Keberlanjutan umumnya mengacu pada daya guna melanjutkan serta menjaga keseimbangan proses ataupun keadaan sistem yang berhubungan bersama sistem biologis serta dibangun. Pada konteks ekologis, keberlanjutan menunjukkan daya ekosistem untuk memelihara serta mempertahankan proses, fungsi, produktivitas, serta keanekaragaman ekologis dengan baik hingga masa yang akan datang. Gagasan tentang kehidupan berkelanjutan telah dikembangkan sejak tahun 1980-an sebagai ekspresi kesadaran kolektif serta keterbatasan SDA serta lingkungan untuk menopang kehidupan manusia dimasa depan. Di tahun 1989. Komisi Dunia guna Lingkungan dan Pembangunan (WCED, 1. menerbitkan Laporan Brundtland dalam dokumen pembangunan berkelanjutan. Our Common Future, yang menjadi dasar yang terkenal dan diterima secara luas untuk mengatur tatanan dunia yang lebih berkelanjutan. Keberlanjutan diartikan selaku Aumencukupi keperluan masa kini tiada mengorbankan keperluan generasi kedepanAy. Prinsip penting lain dari pengertian Brundtland Commission ialah integrasi tiga pilar ekonomi, sosial serta lingkungan untuk menggapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Copyright A 2023 Jurnal Karya Ilmiah 22 . : 177 Ae 184 (Mei 2. Pratiwi Nila Sari. Khomsiyah Sumber: w. Gambar 1. Pilar Keberlanjutan Keberlanjutan diartikan sebagai sebuah keterikatan, sebuah hubungan timbal balik yang berlangsung satu kejadian bersama kejadian lain. Pada ekologi, keberlanjutan asalnya dari kata AusustainAy yang berarti AumelanjutkanAy serta AucapacityAy yang berarti AukemampuanAy. sistem biologis yang masih bisa mendukung keanekaragaman hayati serta produktivitas tiada Lahan basah serta hutan yang berumur panjang serta sehat ialah contoh sistem yang berkelanjutan secara biologis. Secara umumnya, keberlanjutan ialah keberlanjutan sistem serta Prinsip berkelanjutan yang meliputi 4 bidang yang saling berkaitan, yakni ekologi, ekonomi, politik, serta budaya. Ilmu keberlanjutan adalah studi mengenai pembangunan berkelanjutan serta ilmu Kata "keberlanjutan" bisa dimaknai selaku proses sosio-ekologis yang diindikasikan bersama realisasi cita-cita yang sama. Cita-cita, menurut definisi, tidak dapat dicapai dalam ruang dan waktu tertentu. Tetapi, lewat pendekatan yang berkesinambungan serta dinamis, proses itu menciptakan sistem berkelanjutan. Ekosistem dan lingkungan yang sehat sangat penting guna kelangsungan kehidupan manusia serta organisme lain. Metode Penelitian Metode yang dipergunakan di studi ini ialah penggunaan teknik penelusuran pustaka, jadi penelitian mempergunakan literatur berwujud buku, catatan serta pelaporan capaian studi sebelumnya (Hassan, 2. Analisis berdasarkan literatur ilmiah yang sistematis. analisis komparatif teoretis. dan Sebuah metode rekonstruksi teks kritis. Langkah pertama adalah mengklasifikasikan informasi yang berkaitan dengan penelitian, setelah itu dilakukan analisis data, memilah satu makna dari makna lainnya untuk mendapatkan informasi yang Hasil dan Pembahasan Keberlanjutan dalam Perspektif Ekonomi Antroposentrisme dan Ekosentrisme Menurut Kuntowijoyo mendasarkan klaimnya kepada keyakinan yakni manusia ialah penguasa serta penentu realitas, menentukan apa yang hendak datang dan apa yang berlangsung kepada mereka. Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 177 Ae 184 (Mei 2. Keberlanjutan Konsep Ekonomi A Maka, semuanya diluar manusia diperlakukan selaku obyek yang berguna mencukupi Menurut Keraf . , antroposentrisme selaku paradigma pengelolaan lingkungan didasarkan kepada anggapan yakni manusia ialah pusat dari sistem alam semesta. Masyarakat bersama kepentingannya yang beragam menjadi otoritas penentu dalam perencanaan tatanan ekosistem dan kebijakan pengelolaan alam. Perihal itu bermula dari kepercayaan cuma manusia yang punya nilai, hingga semuanya di alam semesta cuma memiliki nilai sepanjang mendukung keperluan manusia. Alam punya nilai cuma sejauh keberadaannya dapat bermanfaat guna manusia, hingga alam tersebut tak memiliki nilai. Pandangan antroposentris ini mengarah pada hubungan sepihak yang didominasikan manusia. Ini kemudian menghasilkan model pengelolaan sumber daya yang agak eksploitatif serta cuma berorientasikan kepada keuntungan. Beda Ekosentrisme memposisikan semua subyek di alam semesta . iotik dan abioti. selaku sesuatu yang memiliki nilai karena keduanya saling berhubungan dalam suatu Sistem ekonomi serta ekologi adalah perihal yang bisa dilihat selaku sebab serta Sistem ekonomi dan ekologi merupakan bagian dari sistem kebumian yang berkaitan dengan sistem bumi secara keseluruhan. Pendekatan ekonomi-ekologi . cological econom. melibatkan studi yang sistematis serta menyeluruh tentang korelasi antara sistem ekonomi serta ekologi (Costanza, 1. Prinsip dasar ekologi ekonomi mencakup karakteristik sistem ekonomi serta ekologi yang rumit, adaptif dan "hidup", yang wajib dikaji di sistem yang terintegrasi serta berkembang bersama. Pendekatan ekonomi-ekologis di penelitian ekonomi beda bersama ekonomi neoklasik perihal (Hussen, 2. : Pada ekoekologi, proses kehidupan ekonomi dipandang sebagai bagian dari subsistem ekosistem. Acuan utama adalah sifat-sifat pertukaran massa serta energi antara subsistem ekosistem serta ekonomi. Kemudian produksi dipersepsikan selaku titik awalan aktivitas ekonomi (Ayres, 1. Sesuai sudah dijelaskan pada komponwn sebelumnya, faktor dalam proses produksi ialah aliran bahan baku, energi serta informasi beserta proses fisik serta biologis yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan dalam sistem ekologi . Dengan demikian ekosistem merupakan sumber utama dari seluruh bahan yang masuk ke subsistem ekonomi . aitu ekosfe. Pada konteks ini, alam dapat dilihat selaku asal kekayaan (Hussen, 23. Selain itu, pendekatan ekonomi-ekologis berperan dalam kapasitas regenerasi dan asimilasi ekosistem alami dengan batasan yang dihasilkan dari hukum fisika transformasi materi serta energi (Georgescu-Roegen, 1993 dalam (Hussen, 2. Oleh karena itu, sumber daya alam tidak dapat dianggap tidak terbatas. Pada pemfokusan produksi . onversi materi serta energ. , prinsip termodinamika serta prinsip ekologi digunakan untuk mendefinisikan "batasan" peran sumber daya alam pada proses ekonomi (Costanza, 1. Sebab semua perubahan membutuhkan energi serta energi tak dapat diganti, pendekatan eko-ekonomi berusaha meningkatkan nilai sumber daya energi di proses ekonomi serta ekosistem menyeluruh (Odum & Odum, 1. Copyright A 2023 Jurnal Karya Ilmiah 22 . : 177 Ae 184 (Mei 2. Pratiwi Nila Sari. Khomsiyah Fokus lainnya dari ekologi-ekonomi ialah faktor pelengkap produksi (Serafy, 1. Semua input untuk proses produksi dianggap saling melengkapi, bukan pengganti. Karena modal fisik dan manusia tidak dapat menciptakan modal alam. Penipisan modal alam tidak dapat diselesaikan dengan mengganti modal alam dengan modal fisik dan/ataupun manusia. Stok ikan serta hutan diatas adalah permisalan yang bagus untuk ini. Yang dimaksud dengan AuskalaAy berpijakan kepada ukuran suatu subsistem ekonomi dalam hubungannya dengan ekosistem global (Daly, 1. Kini, subsistem ekonomi sangat besar hingga memberikan penekanan yang signifikan pada terbatasnya kapasitas ekosistem untuk mendukung proses yang terjadi di subsistem ekonomi. Oleh karena itu, dari sudut pandang ekonomi-ekologis, langkah paling penting dan pertama untuk menemukan skala optimal adalah memahami batasbatas biofisik pertumbuhan ekonomi (Daly, 1. Secara finansial, profitabilitas dan keberlanjutan dipandang sebagai tujuan yang sepadan, yakni pembangunan berkelanjutan yang membuat pasti yakni generasi mendatang memiliki peluang finansial yang sama. Efisiensi ekonomi . karena itu tema sentral pembangunan berkelanjutan. Walaupun pembangunan bisa efisien secara ekonomi serta berkelanjutan disaat yang sama, efisiensi tak menjaminkan keberlanjutan. Jika tujuan aktivitas pembangunan ekonomi ingin berkelanjutan serta efektif, pengalokasian sumber daya keuangan serta lingkungan . akni ala. yang optimal wajib mencakup kriteria yang ditujukan guna menggapai kedua tujuan tersebut. Dari perspektif ekonomi yang menekankan pada efisiensi, masalahnya bukanlah tidak dapat diubahnya habisnya sumber daya alam, tetapi bagaimana generasi yang akan datang dapat dikompensasi atas hilangnya SDA itu. Bisa dianggap efisiensi ekonomi punya kriteria yang beda bersama konsep pembangunan berkelanjutan (Pearce & Barbier, 2. Rakyat wajib memutuskan apa pengalokasi terbaik dari total sumber daya yang tersedia saat ini guna menaikkan aktivitas ekonomi serta kesejahteraan, dan berapa banyakkah dari total sumber daya yang wajib disimpan ataupun disimpan guna masa depan demi kesejahteraan generasi mendatang. Keberlanjutan dan Teori Etika Klasik Utilitarian Menurut teori utilitarianisme sehubungan dengan pembangunan berkelanjutan, melihat semua manusia dan kadang-kadang juga makhluk non-manusia sebagai pembawa utilitas yang sama, adalah mungkin untuk berpendapat bahwa kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk generasi mendatang seperti untuk saat ini (Molotokiene, 2. Berbicara tentang keberlanjutan yang lemah versus yang kuat dan apakah mungkin atau tidaknya untuk mengganti sumber daya alam dengan modal buatan manusia, solusi utilitarian akan melakukan perhitungan utilitas. Utilitarianisme klasik yang dikembangkan oleh J. Bentham dan J. Mill, menyatakan bahwa kita harus melakukan apa yang "memaksimalkan" jumlah kesenangan dan "meminimalkan" jumlah penderitaan bagi semua orang yang terkena dampak tindakan kita. Tujuan sebenarnya dari moralitas bagi kaum utilitarian adalah untuk memastikan kebahagiaan dan menghilangkan penderitaan. Kaum utilitarian mengambil posisi bahwa kita dapat mencapai Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 177 Ae 184 (Mei 2. Keberlanjutan Konsep Ekonomi A moralitas objektif dengan mempertimbangkan konsekuensi dari satu tindakan atau tindakan Menurut Kymlicka . , utilitas memiliki empat definisi, yaitu: . Hedonisme kesejahteraan, mendefinisikan utilitas dalam hal pengalaman atau perasaan senang. Dari sudut pandang ini, manusia selalu mencari kesenangan dan menghindari penderitaan . Ini adalah kebutuhan manusia empiris yang selalu terukur. Manfaat dari keadaan pikiran nonhedonis Definisi utilitas lainnya adalah manfaat dari keadaan pikiran non-hedonis. Perspektif dalam definisi kedua ini menyangkal bahwa utilitas merujuk hanya kepada pengalaman ataupun perasaan yang menggembirakan. Perihal itu sebab wujud pengalaman ataupun perasaan yang dihadapi manusia merupakan sesuatu yang berharga yang tak bisa direduksikan menjadi satu keadaan mental saja, misalnya kebahagiaan semata. Kepuasan preferensi: Menurut perspektif ini, meningkatkan utilitas seseorang berarti memuaskan preferensinya, apa pun sifat preferensi itu. Pendefinisian ini mendapat berlimpah kritik sebab mengaburkan pengertian tentang apa yang saat ini disenangi individu dan apa yang berharga guna dipunya ataupun dilaksanakan orang lain. Apa yang baik ataupun berharga guna individu mungkin berbeda dengan apa yang mereka inginkan ataupun apa yang mereka sukai sekarang. Dalam konteks ini, kemauan ataupun preferensi tak menjadikan sesuatu menjadi berharga, tetapi sebab obyek . tertentu punya nilai, individu lebih memilihnya. Preferensi yang Diinformasikan Menurut definisi perspektif ini, utilitas harus ditafsirkan selaku kepuasan preferensi, yang dibasiskan kepada pengetahuan yang lengkap serta pertimbangan . yang benar. Salah satu hal dari utilitarianisme yang paling dikritik adalah bahwa utilitarianisme memungkinkan seseorang untuk merugikan individu jika memberikan kebaikan yang lebih umum (Ariansen, 1. , maka kepentingan individu kurang signifikan dibandingkan dengan kepentingan seluruh umat manusia. Kesimpulan Pembangunan berkelanjutan wajib menawarkan solusi untuk memenuhi keperluan dasar masyarakat, menggabungkan pembangunan serta perlindungan lingkungan, menggapai kesetaraan, memastikan penetapan kehidupan sosial serta keanekaragaman budaya serta melindungi integritas ekologis dalam konteks ekonomi. Perspektif Ekonomi Antroposentrisme, manusia ialah penguasa serta penentu realitas, yang menurutnya memiliki konsekuensi berorientasikan kepada keuntungan. Ini beda bersama ekosentrisme, di mana semua subjek di alam semesta berharga karena keduanya terhubung dalam suatu ekosistem. Keberlanjutan dalam teori utilitarian menegaskan bahwa semua orang dan ekosistemnya memiliki manfaat yang sama dan tanggung jawab yang sama untuk generasi mendatang, meskipun merugikan individu tetapi membawa kebaikan bersama. Copyright A 2023 Jurnal Karya Ilmiah 22 . : 177 Ae 184 (Mei 2. Pratiwi Nila Sari. Khomsiyah Daftar Pustaka