Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 9 No. 2 Maret 2025 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 8598/jisip. 7255/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index The Relationship between Language Skills and Social Communication Abilities in Children with Autism Spectrum Disorder in Surakarta Yasmin Advira Hefny1. Muryanti2. Nadya Susanti3 Terapi Wicara dan Bahasa. Poltekkes Kemenkes Surakarta. Indonesia Article Info Article history: Received: 5 March 2025 Publish: 31 March 2025 Keywords: Autism Spectrum Disorder. keterampilan Bahasa. Komunikasi Sosial. Abstract Language skills play an important role in the development of children's social skills, especially in children with Autism Spectrum Disorder (ASD). This study aims to analyze the relationship between language skills and social communication skills of children with ASD in Surakarta. This study used a quantitative method with an observational design and a crosectional approach. Data were collected through observation and analyzed using univariate and bivariate statistical tests with the help of SPSS 21. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between language skills and social communication skills of children with ASD, with a significance value of A of 0. 00 (A <0. and a correlation coefficient . This shows that the higher the child's language skills, the better their social communication skills. There is a significant positive relationship between language skills and social communication skills of children with ASD in Surakarta. Improving language skills can contribute to the development of social communication of children with ASD. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Yasmin Advira Hefny Terapi Wicara dan Bahasa. Poltekkes Kemenkes Surakarta. Indonesia Email: yasminahefny@gmail. PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk sosial yang secara alami membutuhkan interaksi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi merupakan elemen fundamental dalam membangun hubungan sosial, memungkinkan individu untuk menyampaikan maksud dan memahami pesan dari lawan bicara (Ilham & Wijati, 2. Proses komunikasi ini berkembang seiring dengan pengalaman sosial yang diperoleh melalui interaksi dengan keluarga, teman sebaya, dan lingkungan masyarakat (Milyane et al. , 2. Dalam komunikasi sosial, individu tidak hanya bertukar informasi secara verbal, tetapi juga menggunakan elemen non-verbal seperti gerakan, ekspresi wajah, dan simbol (Sarwoprasodjo, 2. Interaksi sosial yang efektif ditandai dengan hubungan timbal balik antara individu atau kelompok, di mana terdapat aksi dan reaksi yang membentuk pola komunikasi yang dinamis (Ramdhan et al. , 2. Salah satu aspek penting dalam komunikasi sosial adalah keterampilan bahasa, yang mencakup kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis (Pamuji & Setyami, 2. Namun, bagi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), keterampilan komunikasi sering kali menjadi tantangan yang signifikan. ASD merupakan gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, serta perilaku yang terbatas dan repetitif (Astarini, 2. Gangguan ini menghambat kemampuan anak untuk mengekspresikan keinginannya, memahami bahasa, dan membangun hubungan sosial yang efektif (Dewi et al. , 2. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 875 | The Relationship between Language Skills and Social Communication Abilities in Children with Autism Spectrum Disorder in Surakarta (Yasmin Advira Hefn. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 (DSM-V). ASD ditandai dengan defisit dalam komunikasi sosial, perilaku komunikatif non-verbal, serta kesulitan dalam memahami dan mempertahankan hubungan (American Psychiatric Association, 2. Data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2023 menunjukkan bahwa satu dari 36 anak didiagnosis dengan ASD, meningkat dari satu dari 44 anak pada dua tahun sebelumnya. Sementara itu, di Indonesia. Rekap Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 mencatat 271 anak dengan autisme atau tuna laras, dengan tren peningkatan pada tahun 2022 (Oktaviani & Fatmawati, 2. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengungkap hubungan erat antara keterampilan bahasa dan kemampuan komunikasi sosial pada anak dengan ASD. Ibrahimagic et al. menemukan bahwa keterlambatan keterampilan bahasa pada anak ASD sejalan dengan keterbatasan dalam komunikasi sosial. Ravi et al. , . menyatakan bahwa keterampilan komunikasi sosial yang muncul sejak dini, seperti joint attention dan komunikasi yang disengaja, berkaitan dengan perkembangan bahasa reseptif dan ekspresif. Selain itu. Blume et al. , . juga menunjukkan bahwa bahasa reseptif memiliki hubungan yang erat dengan gaya komunikasi, termasuk penggunaan gestur dan joint Mengingat pentingnya keterampilan bahasa dalam mendukung komunikasi sosial serta meningkatnya prevalensi anak dengan ASD, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan bahasa dengan kemampuan komunikasi sosial pada anak dengan ASD di Surakarta. Penelitian ini akan berfokus pada analisis hubungan antara keterampilan bahasa dan komunikasi sosial pada anak dengan ASD di Surakarta. Mengingat pentingnya komunikasi dalam kehidupan sosial manusia, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi orang tua, pendidik, serta pemerintah dalam meningkatkan keterampilan komunikasi sosial anak dengan ASD. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan intervensi yang lebih efektif dalam mendukung perkembangan anak dengan ASD. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan bahasa dan kemampuan komunikasi sosial anak dengan ASD di Surakarta. Peningkatan keterampilan bahasa dapat berkontribusi terhadap perkembangan komunikasi sosial anak dengan ASD. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yang berlandaskan pada filsafat Metode kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dengan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, serta analisis data yang bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak autism spectrum disorder di Surakarta yang berjumlah 50 anak. Populasi ini dipilih karena mereka memenuhi karakteristik yang sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu anak-anak dengan ASD yang memiliki hambatan dalam keterampilan bahasa dan komunikasi sosial. Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih untuk dianalisis dalam penelitian (Sugiyono, 2. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari orang tua dari 30 anak dengan ASD yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan crosectional. Observasi merupakan suatu proses yang kompleks yang terdiri dari proses pengamatan dan ingatan (Sutrisno Hadi dalam Sugiyono, 2. Desain cross-sectional adalah desain penelitian yang mempelajari hubungan antara variabel risiko dan efek dengan cara observasi, di mana data dikumpulkan dalam satu waktu tertentu tanpa adanya 876 | The Relationship between Language Skills and Social Communication Abilities in Children with Autism Spectrum Disorder in Surakarta (Yasmin Advira Hefn. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 intervensi atau perlakuan terhadap subjek penelitian (Abduh et al. , 2. Desain ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi hubungan antara keterampilan bahasa dengan kemampuan komunikasi sosial pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD) di Surakarta dalam satu waktu tertentu tanpa perlu melakukan pengukuran berulang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan ciri-ciri atau karakteristik tertentu yang relevan dengan penelitian (Hermawan, 2. Teknik ini dipilih agar sampel yang diperoleh benar-benar mewakili populasi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun kriteria inklusi dan eksklusi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Kriteria Inklusi . Orang tua dengan anak yang mengalami autism spectrum disorder di Surakarta. Anak autism spectrum disorder berusia 6-12 tahun. Anak autism spectrum disorder yang menggunakan bahasa verbal. Orang tua dan anak bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. Kriteria Ekslusi . Anak dengan autism spectrum disorder yang memiliki gangguan lain . isalnya gangguan intelektual berat atau gangguan neurologis lai. Anak dengan autism spectrum disorder yang sedang sakit saat pengambilan data sehingga tidak dapat berpartisipasi dalam penelitian. Penelitian ini dilakukan di SLB Negeri Surakarta dan SLB Autis Harmony. Pemilihan lokasi penelitian ini berdasarkan hasil studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa banyak siswa dengan ASD di sekolah tersebut masih mengalami kesulitan dalam komunikasi dua arah maupun komunikasi kelompok, serta memiliki keterampilan bahasa yang masih Penelitian ini dilakukan selama Juni 2024 hingga Desember 2024. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil hubungan keterampilan bahasa dengan kemampuan komunikasi sosial anak dengan ASD di Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kemampuan komunikasi anak dan kuesioner pengukuran fungsional kosakata anak. Hasil analisis data sebagai Tabel 1. Gambaran Frekuensi Jenis Kelamin Sampel Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Laki-laki Perempuan Total Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat 21 responden laki-laki . %) dan 9 responden perempuan . %). Hal ini menunjukkan bahwa jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Tabel 2. Gambaran Frekuensi Usia Sampel Usia . Frekuensi Persentase (%) Total Berdasarkan data dari tabel di atas dapat diketahui bahwa responden yang berusia 6 sampai dengan 8 tahun berjumlah 12 anak . %), responden yang berusia 9 sampai dengan 877 | The Relationship between Language Skills and Social Communication Abilities in Children with Autism Spectrum Disorder in Surakarta (Yasmin Advira Hefn. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 10 tahun berjumlah 12 anak . %), responden yang berusia 11 sampai dengan 12 tahun berjumlah 6 anak . %). Tabel 1 Gambaran Frekuensi Keterampilan Bahasa Anak Jumlah Skor Frekuensi Persentase (%) Tidak Mampu . Mampu dengan Bantuan Maksimal . Mampu dengan Bantuan Sedang ke Maksimal . Mampu dengan Bantuan Sedang . Mampu dengan Bantuan Minimal ke Sedang . 3 Mampu dengan Bantuan Minimal . Mandiri . Total Berdasarkan data dari tabel di atas, dari 30 responden dapat diketahui bahwa keterampilan bahasa anak memiliki jumlah skor tidak mampu sebanyak 0 anak . %), jumlah skor mampu dengan bantuan maksimal sebanyak 2 anak . ,7%), jumlah skor mampu dengan bantuan sedang ke maksimal sebanyak 7 anak . ,3%), jumlah skor mampu sedang bantuan sedang sebanyak 7 anak . ,3%), jumlah skor mampu dengan bantuan minimal ke sedang sebanyak 3 anak . %), jumlah skor dengan bantuan minimal sebanyak 6 anak . %), jumlah skor mandiri sebanyak 5 anak . ,7%). Tabel 4 Gambaran Frekuensi Kemampuan Komunikasi Anak Jumlah Skor Frekuensi Persentase (%) Tidak Pernah . Jarang . Kadang-kadang . Sering . Selalu . Total Berdasarkan data dari tabel 4. 4 di atas, dari 30 responden dapat diketahui bahwa kemampuan komunikasi anak memiliki jumlah skor tidak pernah sebanyak 0 anak . %), jumlah skor jarang sebanyak 11 anak . ,7%), jumlah skor kadang-kadang 6 anak . %), jumlah skor sering 6 anak . %), jumlah skor selalu 7 anak . ,3%). Hasil Penelitian Tabel 2 Distribusi Hasil Tes Spearman Rank Variabel Bebas Variabel Terikat Kemampuan Keterampilan Komunikasi Bahasa Sosial Berdasarkan hasil analisis data uji hipotesis di atas, didapatkan hasil A sebesar = 0. 00 yang artinya bahwa Ha . ipotesis alternati. diterima, karena nilai A < 0. 878 | The Relationship between Language Skills and Social Communication Abilities in Children with Autism Spectrum Disorder in Surakarta (Yasmin Advira Hefn. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 sehingga menunjukkan adanya hubungan antara kemampuan komunikasi sosial dengan keterampilan bahasa. Untuk nilai koefisien korelasi . didapat hasil sebesar 740 yang menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara keterampilan bahasa dengan kemampuan komunikasi sosial masuk pada kategori kuat, yaitu berada 0. 75 (Hasbi et al. , 2. kemudian untuk korelasi antar variabel tersebut bernilai positif, artinya kedua variabel memiliki hubungan yang searah yaitu semakin besar nilai satu variabel maka akan semakin besar pula nilai satu variabel lainnya begitu juga sebaliknya. Keterampilan bahasa memiliki hubungan yang kuat dengan komunikasi sosial, intervensi yang meningkatkan kemampuan berbahasa dapat berdampak positif pada keterampilan komunikasi sosial. Guru dan terapis perlu lebih memperhatikan pengembangan keterampilan bahasa sejak dini, karena hal ini dapat membantu anak dalam membangun hubungan sosial yang lebih baik. Pengukuran keterampilan bahasa dapat menjadi indikator potensial dalam menilai kemampuan komunikasi anak yang dapat dilakukan oleh terapis wicara, juga perlunya program inklusif di sekolah dan komunitas dengan mempertimbangkan pentingnya keterampilan bahasa dalam meningkatkan interaksi sosial. Pembahasan Berdasarkan dari data penelitian yang telah diolah dapat diketahui bahwa kemampuan komunikasi pada anak dengan autism spectrum disorder di Surakarta memiliki jumlah skor tidak pernah sebanyak 0 anak . %), jumlah skor jarang sebanyak 11 anak . ,7%), jumlah skor kadang-kadang 6 anak . %), jumlah skor sering 6 anak . %), jumlah skor selalu 7 anak . ,3%). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah skor yang paling banyak diperoleh pada kuesioner adalah jarang, dengan skor sebanyak 11 responden dan dengan persentase sebesar 36,7% dari total responden yang Hasil penelitian di atas berhubungan dengan hasil penelitian oleh Proborini et al. yang menyatakan bahwa anak dengan autism spectrum disorder memiliki kecenderungan mengalami gangguan komunikasi sosial dimana kemampuan bahasa verbal, non-verbal, serta upaya untuk menjalin komunikasi dan interaksi dengan lingkungan berada jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Berdasarkan dari data penelitian yang telah diolah dapat diketahui bahwa keterampilan bahasa pada anak dengan autism spectrum disorder di Surakarta memiliki jumlah skor tidak mampu sebanyak 0 anak . %), jumlah skor mampu dengan bantuan maksimal sebanyak 2 anak . ,7%), jumlah skor mampu dengan bantuan sedang ke maksimal sebanyak 7 anak . ,3%), jumlah skor mampu sedang bantuan sedang sebanyak 7 anak . ,3%), jumlah skor mampu dengan bantuan minimal ke sedang sebanyak 3 anak . %), jumlah skor dengan bantuan minimal sebanyak 6 anak . %), jumlah skor mandiri sebanyak 5 anak . ,7%). Hasil penelitian di atas berhubungan dengan hasil penelitian oleh Supena et al. yang menyatakan bahwa anak mampu berujar kata sederhana, anak juga mampu spontan mengidentifikasi benda-benda disekitarnya saat bermain, hanya saja dalam bahasa Inggris. Kemampuan mengidentifikasi benda yang ada disekitar mulai berkembang, anak mampu mengenal lebih dari 10 benda yang dilihatnya, hanya saja belum konsisten. Berdasarkan hasil analisis korelasi data dengan uji Spearman Rank didapatkan hasil A 00 atau A < 0. 050 dengan koefisien korelasi . 740 yang artinya Ha diterima dan menunjukkan adanya hubungan antara kemampuan komunikasi sosial dengan keterampilan bahasa, dimana kedua variabel tersebut memiliki hubungan dan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain. 879 | The Relationship between Language Skills and Social Communication Abilities in Children with Autism Spectrum Disorder in Surakarta (Yasmin Advira Hefn. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Hasil penelitian juga menunjukkan koefisien korelasi . 740 yang berarti bahwa setiap keterampilan bahasa anak meningkat maka akan menaikkan sebanyak 740 atau setengah lebih dari kemampuan komunikasi sosial anak, dalam hal ini sesuai dengan penelitian Ibrahimagic et al. , . dengan judul AuCommunication and Language Skills of Autistic Spectrum Disorders in Children and Their ParentsAo EmotionsAy menyatakan temuan yang didapat mengenai perkembangan keterampilan bahasa dan kemampuan komunikasi hampir sama dimana anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan keterampilan bahasa yang sejalan dengan kemampuan komunikasi sosial. Selain itu. Ravi et al. , . dengan judul AuAre early social communication skills a harbinger for language development in infants later diagnosed autistic?AiA longitudinal study using a standardized social communication assessmentAy menyatakan bahwa hubungan positif yang signifikan antara keterampilan bahasa dan komunikasi sosial yang diukur pada usia dini dimana berfokus pada joint attention . tensi pada hal yang sama dengan orang lai. dan tindakan komunikatif yang diarahkan pada tujuan . aitu komunikasi yang disengaj. dan kemudian bahasa reseptif dan ekspresif. Blume et al. , . dengan judul AuLanguage Growth in Young Children with Autism: Interactions Between Language Production and Social CommunicationAy juga menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara keterampilan bahasa di usia dini dengan kemampuan komunikasi sosial dimana bahasa reseptif sangat erat hubungannya dengan gaya komunikasi seperti gestur dan joint attention. KESIMPULAN Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosectional untuk menganalisis hubungan antara keterampilan bahasa dan komunikasi sosial pada anak dengan ASD di Surakarta. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sampel terdiri dari 30 anak dengan ASD yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian mencakup skala keterampilan bahasa dan komunikasi sosial, serta analisis data dilakukan dengan uji statistik. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan mengenai hubungan keterampilan bahasa dan komunikasi sosial pada anak ASD serta memberikan rekomendasi bagi orang tua, pendidik, dan praktisi dalam menangani anak dengan ASD. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan bahasa dan kemampuan komunikasi sosial anak dengan ASD di Surakarta. Peningkatan keterampilan bahasa dapat berkontribusi terhadap perkembangan komunikasi sosial anak dengan ASD. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih kepada seluruh responden yang telah bersedia berpartisipasi dalam proses penelitian ini, ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA American Psychiatric Association. DIAGNOSTIC AND STATISTICAL MANUAL OF MENTAL DISORDERS FIFTH EDITION DSM-5. Astarini. Peran Aktif Orangtua Dan Guru Sekolah Inklusi Dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Dan Interaksi Sosial Anak Penderita Autisme. Psikodidaktika: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan Dan Konseling, 5. , 93. https://doi. org/10. 32663/psikodidaktika. Blume. Wittke. Naigles. , & Mastergeorge. Language Growth in 880 | The Relationship between Language Skills and Social Communication Abilities in Children with Autism Spectrum Disorder in Surakarta (Yasmin Advira Hefn. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Young Children with Autism: Interactions Between Language Production and Social Communication. Journal of Autism and Developmental Disorders, 51. , 644Ae665. https://doi. org/10. 1007/s10803-020-04576-3 Dewi. Inayatillah, & Yullyana. Pengalaman Orangtua dalam Mengasuh Anak Autis di Kota Banda Aceh. Psikoislamedia Jurnal Psikologi, 3. , 288Ae301. Hasbi. El. Damayanti. Hermina. , & Mizani. PENELITIAN KORELASIONAL (Metodologi Penelitian Pendidika. Al-Furqan : Jurnal Agama. Sosial. Dan Budaya, 6. , 784Ae808. https://publisherqu. com/index. php/AlFurqan/article/view/771/708 Ibrahimagic. Patkovic. Radic. , & Hadzic. Communication and Language Skills of Autistic Spectrum Disorders in Children and Their ParentsAo Emotions. Materia Socio-Medica, 33. , 250Ae256. https://doi. org/10. 5455/msm. Ilham. , & Wijati. Keterampilan Berbicara: Pengantar Keterampilan Berbahasa (T. Rokhmawan . )). Lembaga Academic & Research Istitute. https://books. id/books?id=WUTZDwAAQBAJ&lpg=PP1&ots=RtNi8uEu as&dq=Keterampilan Berbicara: Pengantar Keterampilan Berbahasa &lr&hl=id&pg=PP1#v=onepage&q=Keterampilan Berbicara: Pengantar Keterampilan Berbahasa&f=false Milyane. Umiyati. Putri. Juliastuti. Akib. Daud. Dawami. Rosemary. Athalarik. Adiarsi. Puspitasari. Andi. Ramadhani, , & Rochmansyah. Pengantar Ilmu Komunikasi (A. Masruroh . )). Widina Bhakti Persada Bandung. Oktaviani. , & Fatmawati. Gambaran Karakteristik Orang Tua Dengan Anak Autism Spectrum Disorder ( Asd ) Di Sekolah Luar Biasa ( Slb ) Surakarta. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, 2, 375Ae386. https://journalmandiracendikia. com/jikmc Pamuji. , & Setyami. Desain Model Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Bagi Siswa Sekolah Dasar Se-Kalimantan Utara. Jurnal Borneo Humaniora, 1. , 25Ae29. http://ojs. id/ojs/index. php/humaniora Proborini. Setriani, & Novita. KEMAMPUAN KOMUNIKASI SOSIAL ANAK AUTIS. Fakultas Psikologi. Universitas Muhammadiyah Lampung, 1Ae10. Ramdhan. Nawawi. Abas. Diwyarthi. Marlina. Wahidah. Tamrin. Makaruku. Azizah. Prastya. Maifizar. Wulandari. , & Anggraeni. Sosiologi: Suatu Pengantar dalam Memahami Ilmu Sosiologi (Issue Septembe. https://w. net/publication/376989639 Ravi. Bradshaw. Abdi. Meera. Parish-Morris. Yankowitz. Paterson. Dager. Burrows. Chappell. St. John. Estes. Piven. , & Swanson. Are early social communication skills a harbinger for language development in infants later diagnosed autistic?AiA longitudinal study using a standardized social communication assessment. Frontiers in Communication, 7. https://doi. org/10. 3389/fcomm. Sarwoprasodjo. Pengertian Komunikasi Sosial. Pustaka.