VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RPP DARING DALAM MASA PANDEMI COVID 19 DI SMK NEGERI 2 TARAKAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Improvement Of Teachers' Ability To Compile Online Rpp In The Covid 19 Pandemic In Smk Negeri 2 Tarakan 2021/2022 School Year Eko Dani Wariyanto SMK Negeri 2 Tarakan smkn2tarakan@gmail. ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian tindakan sekolah ini (PTS) adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP Daring. Subjek penelitian ini yaitu kemampuan guru dalam menyusun RPP Daring selama kegiatan pembelajaran di masa pandemic covid 19. Adapun sekolah yang akan digunakan adalah SMK Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 60 orang guru mata pelajaran. Sekolah ini dipilih karena peneliti menjadi kepala sekolahnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, tindakan dan dokumentasi. Penelitian tindakan sekolah ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan supervisi. Digunakan dua siklus supaya dapat diketahui dengan pasti peningkatan kemampuan guru dalam memahami dan menyusun RPP Daring menggunakan supervisi pembelajaran guru semasa pandemic covid 19 di Kota Tarakan. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan supervisi terhadap persiapan dan penyusunan RPP Daring, dapat meningkatkan kemampuan guru, yang dibuktikan dengan hasil pengamatan di setiap aspek pengamatan, tindakan sehingga mengalami peningkatkan kemampuan guru di setiap siklus dan setiap akhir pertemuan supervisi. Untuk hasil pertemuan1 pada siklus I menunjukan peningkatan 20,0% dengan rata-rata hasil belajar 2,7 dengan kategori cukup sedangkan pada siklus ke II meningkat menjadi 83,3% dengan ratarata hasil belajar 4,1 dengan kategori sangat mampu walaupun masih ada yang belum mampu mencapai kemampuan menyusun RPP Daring dalam kegiatan pembelajaran di masa pandemic covid 19 maka akan diberikan pembinaqn secara khusus sehingga semua guru mempunyai kemampuan menyusun RPP Daring dalam pembelajaran. Dengan demikian, persiapan dan kemampuan menyusun RPP Daring dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP Daring, sehingga disarankan kepada guru untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan, metode pembelajaran yang tepat dalam setiap pembelajaran terutama metode pembelajaran serta media yang digunakan di sekolah sehingga mendukung terlaksanannya proses pembelajaran, menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Kata kunci : Kemampuan Guru. RPP Daring. Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 ABSTRACT The purpose of this school action research (PTS) is to improve the ability of teachers in compiling online RPP. The subject of this study is the ability of teachers in compiling online RPP during learning activities during the covid 19 pandemic. The school that will be used is SMK Negeri 2 Tarakan which numbers 60 subject teachers. This school was chosen because the researcher became its principal. The collection of data in this study was conducted through observation, action and documentation This school action research is carried out in two cycles and each cycle is carried out three supervised meetings. Used two cycles so that it can be known with certainty the improvement of teachers' ability to understand and compile online RPP using teacher learning supervision during the covid 19 pandemic in Tarakan City. The results of the study proved that by supervising the preparation and preparation of online RPP, it can improve the ability of teachers, as evidenced by observations in every aspect of observation, actions so as to improve the teacher's ability in each cycle and at the end of the supervision meeting. For the results of meeting 1 in cycle I showed an increase of 0% with an average learning outcome of 2. 7 with sufficient categories while in cycle II increased to 83. 3% with an average learning outcome of 4. 1 with a very capable category although there are still those who have not been able to achieve the ability to compile online RPP in learning activities in the covid 19 pandemic period, it will be given a special builder so that all teachers have the ability to compile online RPP in learning. Thus, the preparation and ability to compile rpp online can improve the ability of teachers in preparing online RPP, so it is advisable for teachers to prepare learning devices to be used, the right learning methods in each learning, especially learning methods and media used in schools so as to support the implementation of the learning process, interesting and in accordance with the needs of students. Keyword: Teacher Ability. RPP Online. Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 menurut Hamzah B. Uno . perbaikan kualitas pembelajaran haruslah diawali dengan perbaikan desain pembelajaran yakni melalui perencanaan yang baik melalui rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sehingga diharapkan dengan perencanaan pembelajaran yang baik akan berdampak baik terhadap hasil belajar siswa. Untuk meneliti secara seksama apakah dengan penyusunan perencanaan pembelajaran yang baik sesuai dengan karakteristik siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa, maka dilakukan penelitian yang diberi judul peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP Daring yang disesuai-kan dengan masa pandemic covid 19 di SMK Negeri 2 Tarakan tahun pelajaran 2021/ 2022, dengan harapan perencanaan pembelajaran dapat dijadikan titik awal dari upaya perbaikan kualitas pembelajaran. IDENTIFIKASI MASALAH Beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab terjadinya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran disebabkan antara lain: Kurangnya (Kepala Sekolah dan Pengawas Sekola. , terhadap guru karena masih ada anggapan bahwa karya bersama dan dalam tingkat yang lebih tinggi pasti lebih baik walau dalam kenyataan RPP tidak selalu sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Selama ini guru-guru tertarik pada RPP hasil kerja orang lain tanpa merevisinya sesuai kebutuhan sekolah RPP yang dibuat bersama-sama memerlukan perbaikan dan penyem- PENDAHULUAN Latar belakang dalam penelitian ini merupakan kondisi pembelajaran di masa pandemi covid di kota Tarakan yang menerapkan pembelajaran secara daring dari rumah dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru . eacher centre oriente. , menyebabkan banyaknya pembelajaran seakan-akan gurulah yang menjadi pusat dari ilmu pengetahuan, sumber segala kehidupan sehingga siswa terkesan enggan mendapatkan sumber lainnya. Untuk memberikan kesempatatan pada siswa dalam menggali ilmu pengetahuan maka di-perlukan strategi pencapaiannya. Misalnya menggunakan strategi pembelajaran ekspositori dengan didominasi oleh metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dan hampir tidak ada RPP yang dibuat guru menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent centre oriente. dengan pendekatan discovery inkuiri sehingga tidak tampak adanya proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi oleh siswa. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, merupakan acuan utama bagi guru dalam merencanakan proses pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, penilaian serta tindak lanjutnya 1. Namun, hingga penelitian ini dilaksanakan RPP yang ditunjukkan guru-guru umumnya masih menggunakan skenario pembelajaran konvensional. Penyusunan RPP yang benar adalah sangat penting dan hal ini Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007 telah disahkan pada tanggal 28 Maret 2007 Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 purnaan sesuai kondisi sekolahnya namun tidak dilaksanakan. Guru kurang memiliki waktu dalam penyusunan RPP sesuai kebutuhannya sehingga menggunakan RPP yang tersedia saja. RPP yang diberlakukan selama pandemic covid 19 dikenal satu lembar yang menyerderhanakan sistematikan RPP yang digunakan. bangan RPP yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Bagi Sekolah Memiliki panduan pengembangan RPP yang inovatif dan kreatif sesuai kondisi lingkungan sekolah selama pandemic covid 19. Memiliki RPP pengembangan secara inovatif dan kreatif dalam peningkatan mutu pendidikan. Bagi Dinas Pendidikan Memiliki dokumen RPP pengembangan sesuai kebutuhan guru selama pandemic covid 19. Memiliki contoh RPP Daring yang telah diujikan keefektifan selama pandemic covid 19. MODEL PENELITIAN Dalam hal ini peneliti memaparkan bahwa penelitian ini merupakan penelitian tindakan . ction researc. , karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah kinerja guru di sekolah. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik supervisi akademik diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Suharsimi Arikunto . mengelompokkan penelitian tindakan menjadi empat macam yaitu, . guru sebagai peneliti, . penelitian tindakan kolaboratif, . simultan terintegratif, dan . administrasi sosial eksperimental. Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentuk penelitian kolaboratif yakni kepala sekolah sebagai peneliti, dan penanggung jawab penuh penelitian ini adalah kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya dalam RUMUSAN MASALAH Beradasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang dikemuka-kan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah upaya terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP Daring dimasa pandemic covid 19 di SMK Negeri 2 Tarakan tahun pelajaran 2021/2022? TUJUAN PENELITIAN Berdasarkan rumusan masalah penelitian di atas maka bertujuan dari penelitian ini adalah meneliti upaya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP Daring dimasa pandemic covid 19 di SMK Negeri 2 Tarakan tahun pelajaran 2021/2022. MANFAAT PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian di aats maka manfaat yang dapat dihasilkan dari penelitian ini adalah: Bagi Guru Memiliki pengetahuan tentang proses penyusunan RPP sesuai kondisi sekolahnya Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menyusun pengem- Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 supervisi akademik terhadap kinerja Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan hasil kinerja guru dalam pembelajaran di kelas dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Supaya penelitian dapat terlaksana dengan baik maka peneliti dibantu dengan seorang observer atau pengamat yang melakukan pengamatan serta memantau perubahan yang terjadi di dalam lingkungan penelitian, sehingga data yang diperoleh lebih valid di SMK Negeri 2 Tarakan. Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang Penelitian ini bertempat di SMK Negeri 2 Tarakan. Jalan Aki Balak RT. 81 Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kec. Tarakan Barat, tahun pelajaran 2021/2022, dan waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2021 serta subyek penelitian adalah semua guru mata pelajaran kelas X sampai dengan kelas XII SMK Negeri 2 Tarakan tahun pelajaran 2021/2022. Suhardjono . adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakanAetindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan. Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart . alam Sugiarti, 1997:. , yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning . , action . , observation . , dan reflection . Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus I dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi KAJIAN TEORI Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur, dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai suatu kompetensi dasar yang ditetapkan. Dalam standar isi yang telah dijabarkan dalam silabus. Ruang lingkup rencana pembelajaran paling luass mencakup 1 . kompetensi dasar yang terdiri atas 1. atau beberapa indikator untuk 1 . kali pertemuan atau lebih. RANCANGAN PENELITIAN Penelitian penelitian tindakan sekolah (PTS), karena melibatkan semua guru SMK Negeri 2 Tarakan. Dikatakan penelitian tindakan sekolah karena melibatkan guru-guru SMK Negeri 2 Tarakan melalui supervisi akademik sehingga diperoleh kinerja gurunya. Menurut Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 Secara definisi rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan pada masa kini dan masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan. Proses mempersiapkan kegiatan -kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 tahun 2005 pasal 20 berbunyi bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana memuat sekurang-kurangnya tujuan pemebelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar. Beberapa pembelajaran antara lain: Proses mempersiapkan kegiatankegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam tujuan tertentu. Siapa yang melakukan? Kapan? Dimana? Bagaimana cara melakukannya? Sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang menyangkut hal-hal yang akan dikerjakan di masa akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan Proses penyiapan seperangkat pembelajaran untuk dilaksanakan pada waktu yang akan datang, yang diarahkan untuk mencapai sasaran kompetensi. Proses pengambilan keputusan atau sejumlah alternatif . mengenai sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang guna mencapai tujuan yang dikehendaki serta pemantauan dan penilaian atas hasil pelaksanaannya, yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Hal yang sama diungkapkan oleh E. Mulyasa. Rencana pelaksanaan pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Dari beberapa pengertian perencanaan yang dikemukakan oleh para pakar, tetapi pada dasarnya perencanaan memiliki kata kunci Aupenentuan aktivitas yang akan dilakukanAy kata kunci ini meng-identifikasikan bahwa perencanaan merupakan kegiatan untuk menentukan masa yang akan datang. Karena pekerjaan yang ditentukan pada kegiatan perencanaan belum dilaksanakan, maka untuk dapat membuat perencanaan yang baik harus menguasai keadaan yang ada pada saat ini. Dari kondisi yang ada itulah berbagai proyeksi dapat dilakukan dan kemudian dituangkan dalam berbagai rangkaian 2 E. Mulyasa. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. Cet Ke-4, 3 Ibid. , h. Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 kegiatan dalam perencanaan dalam hal ini rencana pengajaran di kelas/ Penerapan kegiatan perencanaan dalam proses pembelajaran merupakan suatu upaya untuk menentukan berbagai kegiatan yang akan dilakukan di ruang kelas dalan kaitannya dengan upaya untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Dalam konteks pendidikan berbasis kompetensi, maka tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut adalah kompetensi yang harus dimiliki siswa, sehingga rencana pembelajaran merupakan suatu upaya untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan dalam kaitannya dengan upaya mencapai kompetensi yang diharapkan, yakni kompetensi kongitif, afektif, dan kompentensi psikomotor. Ungkapan tersebut di atas sejalan dengan yang disampaikan oleh (Pidarta, 2. yakni ruang lingkup atau cakupan kompetensi Dalam proses membuat rencana pembelajaran, yang harus ditentukan terlebih dahulu adalah kompetensi apa yang akan dicapai. Kompetensi tersebut merupakan tujuan atau arah yang akan dituju. Setelah menentukan kompetensi, maka pertanyaannya menuju arah tersebut? Bagaimana kompetensi tersebut dapat dicapai? Siapa yang dapat melakukan proses tersebut? Kebutuhan apa yang diperlukan untuk melaksanakan proses tersebut? Materi, serta sumber apa yang sesuai dengan maksud tersebut? Keempat pertanyaan diatas terakhir berkaitan dengan sumber daya, yaitu: bagaimana mengetahui bahwa arah/tujuan yang akan sudah benar? Seberapa besar tingkat efektifitas pencapaiannya? Dalam menentukan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa, tidak hanya didasarkan pada kemauan guru atau kepala sekolah, tetapi juga harus memperhatikan berbagai kebutuhan. Itulah sebabnya, sebelum menentukan/ memilih arah yang harus dituju, maka pengambil kebijakan tentang rencana pembelajaran harus memiliki berbagai informasi dalam menentukan/memilih yang akan dihasilkan dari proses pembelajaran yang akan dilakukan. Pencarian informasi dapat dilakukan melalui berbagai proses pengukuran dan penilaian baik pada internal dan faktor eksternal . ebutuhan dan harapan stakeholder Prinsip Perencanaan Pembelajaran Beberapa prinsip perencanaan pembelajaran adalah meliputi : Dilakukan oleh sumber daya manusia yang tepat dan kompeten. Dalam melaksanakan perencanaan pembelajaran maka perencanaan tersebut harus dilakukan oleh orang yang tepat. Untuk merencanakan proses Rahmat Raharjo. Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Magnum Pustaka, 2. , hlm. Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 matematika, maka yang melaksanakannya adalah orang dari jurusan matematika, untuk merencanakan pembelajaran pendidikan agama Islam, maka yang dapat melaksanakannya adalah guruguru yang dari jurusan pendidikan Jika dalam melakukan proses perencanaan tersebut memerlukan ahli dalam bidang lain, misalnya ahli media, maka juga harus ada kolaborasi anatara ahli bidang studi dengan ahli media. Selain itu orang yang akan melakukan perencanaan harus memahami bagaimana membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dengan Memiliki validitas. Dalam melakukan rencana pembelajaran harus diperhitungkan bagaimana perencanaan tersebut dilaksanakan. Oleh karena itu harus diper-hitungkan proses yang akan dilalui untuk dapat mencapai kompetensi yang telah direncana-kan tadi. Berpedoman pada masa yang akan Perencanaan pembelajaran yang dibuat adalah apa yang akan diupayakan untuk dapat dicapai pada kurun waktu yang akan Oleh karena itu apa yang akan dicapai dalam perencanaan tersebut adalah sesuatu yang akan dicapai dalam kurun waktu yang akan datang, minimal ketercapaian dari standar minimum yang ditentukan sekolah maupun bidang studi, pada akhir pembelajaran dari suatu bidang/mata pelajaran disetiap semester. Model Perencanaan Pembelajaran Sebagaimana diketahui bahwa kurikulum yang diterapkan pada sekolah saat ini adalah kurikulum berbasis kompetensi yang secara definisi merupakan perangkat standar pendidikan yang dapat mengantarkan siswa untuk menjadi kompeten dalam berbagai bidang kehidupan yang dipelajarinya, bidang kehidupan yang dipelajarinya ini memuat sejumlah kompetensi siswa dan sekaligus hasil belajarnya . earning outcome. Dari uraian ini terlihat bahwa perencanaan pembelajaran diarahkan pada pencapaian kompetensi siswa yang telah direncanakan dalam Renacana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kompetensi sendiri merupakan seperangkat tindakan cerdas penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas guru ataupun mengajar. Namun masalahnya adalah bagaimana menentukan kompetensi-kompetensi yang harus dikuasai siswa pada suatu tahapan Dalam Kurikulum 13 merupakan kurikulum yang dikembangkan dengan berpedoman pada model pengembangan yang berbasis kompetensi. Artinya kurikulum tersebut harus merujuk pada yang akan dihasilkan. Kompetensi merupakan kemampuan menyeluruh 5 Syaiful Sagala. Kemampuan Guru dan Tenaga Kependidikan, (Bandung: Alfabeta 2. , h. Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 yang meliputi keilmuan, keterampilan dan sikap dari suatu jenis unjuk kerja sebagai suatu hasil belajar. Itulah sebabnya kriteria kompeten tersebut harus meliputi: Mampu memahami konsep yang mendasari standar kompetensi yang harus dikuasai atau dicapai. Mampu melakukan pekerjaan sesuai dengan tuntutan standar kompetensi yang harus dicapai dengan cara dan prosedur yang benar dan hasil yang baik. Mampu mengaplikasikan kemampuannya dalam kehidupan seharihari baik disekolah maupun di luar Ciri-ciri kompetensi sebagaimana tersebut di atas sama dengan yang dikemukakan oleh UNESCO dalam 4 pilar pendidikan yang meliputi: . Learning to know, . Learning to do, . Learning to be, dan . Learning to live Learning to know merupakan perwujudan dari penguasaan konsep atau pengetahuan atau kognitif, learning to do merupakan perwujudan dari penguasaan keterampilan atau psikomotor, leraning to be merupakan perwujudan dari sikap atau afektif dari suatu pekerjaan, sedangkan learning to live together merupakan perwujudan dari kecakapan hidup . ife skil. yang sebagian besar dapat dikategorikan sebagai suatu sikap atau afektifA. Berdasarkan kompetensi tersebut kemudian dikembangkan berbagai standar kompetensi oleh pemerintah yang kemudian menjadi suatu standar kompetensi minimal yang harus dikuasai oleh sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Secara definisi standar kompetensi merupakan seperangkat kompetensi yang dibakukan secara nasional dan diwujudkan dengan hasil belajar perserta didik, standar harus dapat diukur dan diamati untuk memudahkan pengambilan keputusan bagi guru, tenaga kependidikan lain, siswa, orang tua dan penentu kebijakan. Standar bermanfaat sebagai dasar penilaian dan pemantauan proses kemajuan dan hasil belajar Mendasarkan pada hal tersebut itulah maka hasil belajar harus dapat diukur, baik itu menggunakan instrumen tes maupun non tes. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajarann (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran. Standar Kompetensi (SK). Kompetensi Dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 psikologis peserta didik. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Hal yang senada diungkapkan oleh (Muslimin Ibrahim, 2. dalam rangka mengimplementasikan program pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan lapangan untuk setiap kompetensi dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPPnya. Di dalam RPP secara rinci harus memuat tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian (PP Nomor 19 Tahun 2. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) . Mencantumkan identitas, yang meliputi: Nama sekolah. Mata Kelas/Semester. Standar Kompetensi, dikutip dari silabus yang telah disusun. Kompetensi Dasar. dikutip dari silabus, begitu pula dengan Indikator dijabarkan dari kompetensi dasar. Alokasi waktu diperhitungkan untuk mencapai satu kompetensi dasar yang bersangkutan yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun sebagai skenario untuk mencapai satu Kompetensi Dasar. Mencantumkan indikator. Indikator dijabarkan sendiri oleh guru dari Kompetensi Dasar. Setiap indikator terdiri dari dua bagian, yaitu tingkah laku dan referens . si pelajaranny. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah atau beberapa tujuan. Mencantumkan Materi pelajaran Materi pelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benarbenar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 Langkah-langkah kegiatan pembelajaran dapat berupa kegiatan pendahuluan atau pembuka, kegiatan inti dan kegiatan akhir/penutup, ini tidak mesti harus ada, tergantung pada urutan sintaks sesuai dengan model yang dipilih. Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus -ebut, pengarang, dan halaman yang Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian. Fungsi Perencanaan Pembelajaran Mengapa proses pembelajaran di sekolah harus direncanakan dengan baik? Sebagaimana kita ketahui bahwa proses pembelajaran sekolah merupakan upaya sekolah dalam mencapai kompetensi siswa. Karena merupakan suatu maka proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan rekayasa yang dilakukan guru. Rekayasa merupakan suatu kegiatan yang sengaja dila- kukan untuk mencapai suatu hasil secara lebih efektif, lebih efesien dan lebih menarik. Itulah sebabnya tindakan yang sengaja diadakan harus memiliki kejelasan arah yang akan dituju, sumber daya manusia yang diperlukan tidak hanya berkaitan dengan kuantitasnya, tetapi lebih mengarah kepada kualitasnya. Dengan demikian terdapat beberapa fungsi utama dalam perencanaan pembelajaran seperti yang diungkapkan oleh E. Mulyasa. Menentukan kompetensi yang akan dihasilkan dari proses pembelajaran yang akan dilakukan. Penentuan kompetensi ini merupakan hal yang paling penting dalam keberhasilan proses perencanaan. Penentuan kompetensi yang salah akan berakibat fatal pada: Tidak dapat dicapainya kompetensi . Tidak sesuainya dengan kebutuhan dan harapan stakeholder . Tidak dapat dikembangkan secara berkelanjutan kerena kesalahan memilih prioritas . Terjadi pemborosan sumber daya karena kesalahan memilih prioritas. Pemilihan kompetensi yang terlalu tinggi, berakibat akan sulit untuk direalisasikan, mestinya kompetensi disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, dibedakan pula antara siswa kelas rendah dan kelas tinggi. Kelas rendah menggunakan kompetensi 6 E. Mulyasa. Op Cit,h. Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 dasar yang masih bersifat konkrit, semi konkrit dan abstrak. Begitu sebaliknya di kelas tinggi pola komptensi yang diharapkan dari hal-hal yang abstrak, semi abstrak, lalu konkrit, itu dilakukan guna pencapaian target atau kriteria ketuntasan minimum dapat tercapai, dengan demikian rencana pembelajaran yang telah tersusun yang berupa rencana pelaksanaan pembelajaran akan sesuai seperti yang ditetapkan sebelumnya. Ketercapaian suatu rencana pembelajaran tentunya dapat kita lihat pada hasil akhir yang berupa Yakni penilain pada setiap akhir pembelajaran. Manfaat Perencanaan Pembelajaran Dari beberapa fungsi dan pengertian dari perencanaan pembelajaran di atas dapat diketahui berbagai manfaat dari perencanaan pembelajaran yang meliputi. Pertama memberikan kejelasan dalam pencapaian kompetensi siswa, dan prasyarat yang diperlukan oleh peserta didik untuk dapat mengikuti pembelajaran di sekolah tersebut. Situasi seperti ini menggambarkan bahwa perencanaan yang baik akan memudahkan pelaksanaannya. Bahkan jika di sekolah tersebut terjadi berbagai perubahan personal dan kepemimpinan, masih dapat dilaksanakan dengan mudah karena adanya perencanaan yang Disisi lain adanya perencanaan dapat digunakan oleh manajemen sekolah maupun oleh guru lain manaka personal yang berkepentingan berhalangan. Kedua meningkatkan efesiensi dalam proses pelaksanaan. 7 Adanya perencanaan akan memberikan gambaran tentang kebutuhan sumber daya yang diperlukan dalam mencapai Baik itu sember daya manuasia maupun non manusia. Dengan diketahuinya berbagai kebutuhan sumber daya tersebut, maka proses pengadaan sumber daya dapat ditentukan lebih dahulu. Selain itu adanya perencanaan juga menentukan proses yang tepat sehingga terhindar dari proses tidak jelas dan berulang-ulang. Ketiga melaksanakan proses pengembangan berkelanjutan. Adanya perencanaan dapat menentukan berbagai proses yang dibutuhkan pada kurun waktu tertentu. memperhatikan prioritas yang harus dicapai, maka perencanaan saat ini merupakan dasar dari perencanaan berikutnya, demikian seterusnya akan terjadi kesinambungan antara satu perencanaan dengan perencanaan berikutnya, dari satu indikator ke indikator lainnya, dalam berbagai kompetensi dasar yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa didik pada setiap jenjang kelas, sehingga kemudian pengembangan secara berkelanjutan akan dapat dilakukan. Keempat perencanaan pembelajaran dapat digunakan untuk menarik sebagai suatu hasil karya ilmiah bagi 7 E. Mulyasa. Implementasi KTSP. Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008. Hal Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 seorang pendidik untuk jadikan bahan usulan dalam kenaikan jabatan/ golongan, sehingga sangat perlu dilakukan mendasain suatu rencana pembelajaran yang sesuai dengan standar isi dan kompetensi dasar pada tingkatan kelas yang berbeda. Tabel 1 Peningkatan Rata-rata Kemampuan Guru Dalam Menyusun RPP Daring Siklus I dan Siklus II HASIL PENELITIAN Kemampuan Guru Menyusun RPP Daring Setelah dilakukan penelitian terhadap penyusunan RPP Daring maka diperoleh hasil penelitian tentang muatan RPP Daring sebagai berikut . adanya tujuan pembelajaran, . adanya rincian kegiatan belajar mengajar, dan . unsur penilaian pembelajaran yang sudah dicantumkan dalam RPP dengan rincian sebagai berikut: dalam siklus I guruguru yang mencapai kriteria mampu menyusun RPP Daring dengan baik sebanyak 12 orang atau 20,0% dengan rata-rata nilai 2,7 pada kategori cukup dan pada siklus II sebanyak 39 orang atau 65,0% dengan rata-rata nilai 3,7 pada kategori baik sedangkan guru yang belum mencapai kriteria baik dalam menyusun RPP Daring maka akan diberikan pola pembinaan secara berkala hingga semua guru memiliki kemampuan menyusun RPP Daring sesuai ketentuan yang diharapkan. Untuk jelasnya dapat lihat pada Tabel 1 berikut ini tentang kemampuan guru menyusun RPP. Kriteria Banyaknya Siklus I Siklus II Persentase (%) Sedangkan grafik peningkatan rata-rata kemampuan guru dalam menyusun RPP Daring siklus I dan siklus II dapat dilihat pada Grafik 1 berikut ini. Grafik 1 Peningkatan Rata-rata Kemampuan Guru Dalam Menyusun RPP Daring Siklus I dan Siklus II Kemampuan Rata-rata Guru Dalam Penyusunan RPP I Siklus I Siklus II Banyakny Persentase (%) Dari Tabel 1 dan Grafik 1 di atas terlihat ada peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP Daring hingga siklus II pertemuan 6 sebanyak 50 orang atau 83,3% telah mampu menyusun RPP Daring sesuai standar yang ditetapkan yang akan melak-sanakan proses pembelajaran sesuai mata Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 pelajaran yang diampuhnya sedangkan masih terdapat 10 orang yang belum mampu mencapai standar akan diberikan sehingga perlu pembinaan tersendiri dalam waktu berbeda membuat RPP Daring sesuai standar. Motivasi Kerja Guru SMK Negeri 2 Tarakan Untuk mengetahui motivasi kerja guru-guru SMK Negeri 2 Tarakan dalam melaksanakan tugas mengajar secara daring maka telah dibagikan link dalam google form dengan hasil pada Tabel 2 sebagai berikut. Tabel 2. Rekap Motivasi Kerja Guru SMK Negeri 2 Tarakan Motivasi Kerja Persentase (%) Kriteria Optimis Optimis Optimis Optimis Optimis Optimis Optimis Optimis Optimis Pesimis Optimis Frekwensi Membuat Perangkat Pembelajaran Membuat RPP Daring Membuat Bahan Ajar Mempersiapkan Buku Absen dan Nilai Komitmen Hadir Dalam Pembelajaran Bekerja secara Motivasi Dalam Kerja Melaksanakan tugas dengan sadar Mematuhi aturan Bekerja seadanya Rata-rata Dari data tersebut pada Tabel 2 di atas terlihat rata-rata guru telah mencapai sifat optimis dalam melaksanakan tugas dengan baik atau mempunyai komitmen yang baik dalam melaksanakan tugas namun terdapat 2 orang atau 3,3% hanya bekerja seadanya, bersifat pesimis dan kurang aktif dalam kegiatan yang menjadi tugas pokoknya sehingga perlu diberikan pembinaan yang baik sehingga mempunyai tanggungjawab yang sama dengan guru lainnya. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan yang dapat diambil dalam melihat hasil penelitian kepala sekolah terhadap motivasi kerja dan kemampuan guru dalam penyusunan RPP Daring maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut, guru-guru yang mencapai kriteria baik hingga amat baik hanya sebanyak 12 orang guru atau 20,0% dan pada siklus II meningkat menjadi 50 orang atau 83,3 % dengan kriteria baik dan amat baik pada siklus II pertemuan 6 sedangkan yang belum mencapai kriteria baik akan diberikan pembinaan secara berkala hingga memiliki kemampuan dan motivasi kerja yang baik dengan guru lainnya sehingga semua guru SMK Negeri 2 Tarakan meningkat mutunya, meningkat pula kinerja dalam rangka membangun sumber daya manusia yang unggul sesuai dengan Sekolah Menengah Kejuruan yang unggul (SMK PK). Sedangan saran yang dapat disampaikan kepada pihak Guru. Sekolah dan Dinas Pendidikan dan 90% - 100% Sangat Baik 80% - 89% baik 70% - 79% Cukup 60% - 69% Kurang 0 - 59% Sangat Kurang Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara sebagai berikut: Guru. Untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran sebelum melaksanakan tugasnya, berupa . kesiapan bahan ajar, . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan . Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) supaya aktivitas belajar dapat berjalan dengan kondusif, serta . mempersiapkan media pembelajaran yang inovatif, kreatif dalam masa pandemi covid 19. Guru dapat melakukan tugasnya dengan baik dengan ketersediaan perangkat pembelajaran guru. Sekolah Mempersiapkan alat tulis menulis (ATK) guru dalam pembelajaran sehingga guru dapat mengajar dengan sarana dan prasarana yang Mempersiapkan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar guru dari awal pembelajaran supaya guru fokus pada tugasnya. Pemerintah membantu guru dalam penyediaan paket data untuk kelancaran pembelajaran daring. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran sebelum tahun Melakukan evaluasi keberhasilan guru dalam pembelajaran dengan tepat dan akurat. Membantu guru dalam menyediakan aflikasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. DAFTAR RUJUKAN Ahmad Rohani. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta. PT. Rineka Cipta. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian Praktek. PT Rineka Cipta. Jakarta Badan Standar Nasional Pendidikan. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta :BSNP. Depdiknas. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta : Depdiknas. Depdiknas. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta : Depdiknas. Depdiknas. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Menengah. Jakarta : Depdiknas. Direktorat Dikmenum. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta : Depdiknas. Mulyasa. Kurikulum Berbasis Kompetensi. PT Rosda Karya. Bandung. Mulyasa 2008. Implementasi KTSP. Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Oemar Hamalik. Kurikulum dan Pembelajar. Jakarta: Bumi Aksara Eko Dani Wariyanto Peningkatan Kemampuan Guru Available at http://jurnal. id/edu