Kreativitas Pengrajin dalam Pengembangan Kerajinan Bambu Desa Selaawi Kecamatan Garut Sandi Rediansyah1. Wanda Listiani2. Dinda Satya Upaja Budi3 Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB). Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jl. Soekarno Hatta No. Kb. Lega. Kec. Bojongloa Kidul. Kota Bandung, 40235 Jl. Buah Batu No. Cijagra. Kec. Lengkong. Kota Bandung. Jawa Barat 40265 sandirediansyah@gmail. com, 2wandalistiani@gmail. com, 3dindasatya@gmail. ABSTRACT Bamboo crafts in Garut area, more precisely in Selaawi District, are a picture of empowering surrounding natural products to become something playing a very important role for Selaawi In addition to being used for personal needs, bamboo is also a source of livelihood for the surrounding community. The bamboo craft which becomes the pride of Selaawi people is a large bird cage. Some of the things becoming a problem in this study are how big the influence on the development of the shape and variety of lampshade decorations, both from the outside community and from the people of Selaawi Region itself. This study uses qualitative methods with interviews. The data analysis is conducted inductively from important themes to common themes. The expected contribution of this study is to encourage the creativity of the craftsmen to create a new and diverse form of crafts. Moreover, it is significant to introduce bamboo handicrafts to the wider community as a characteristic or identity originating from Selaawi District Region. Keywords: Selaawi. Bamboo Crafts. Decorative Lamp Covers. Creativity ABSTRAK Kerajinan bambu di daerah Garut, lebih tepatnya di Kecamatan Selaawi merupakan gambaran pemberdayaan hasil alam yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang sangat berperan penting untuk masyarakat Selaawi. Bambu selain dimanfaatkan untuk keperluan pribadi juga menjadi salah satu mata pencaharian bagi masyarakat sekitar. Kerajinan bambu yang menjadi suatu kebanggaan masyarakat Selaawi ialah sangkar burung yang berukuran Beberapa hal yang menjadi masalah pada kajian ini adalah seberapa besar pengaruh terhadap pengembangan bentuk dan ragam hiasan tutup lampu, baik dari masyarakat luar maupun dari masyarakat Daerah Selaawi itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara. Kemudian analisis data secara induktif dari tema-tema yang penting ke tema yang biasa, serta mengartikan makna dari data. Hasil yang diharapkan pada kajian ini ialah kreativitas para pengrajin ini menjadi modal utama dalam menciptakan suatu kerajinan bentuk baru dan beragam sekaligus memperkenalkan kerajinan bambu ke masyarakat luas sebagai ciri khas atau identitas yang berasal dari Daerah Kecamatan Selaawi. Kata kunci: Selaawi. Kerajinan Bambu. Hiasan Tutup Lampu. Kreativitas Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 2 Desember 2022 Melimpahnya bambu di Daerah Selaawi membuat masyarakat sekitar tergerak untuk memanfaatkan bambu menjadi cinderamata atau peralatan rumah tangga (Rediansyah, 2. Sangat banyak jenis kerajinan yang unik dan menarik dihasilkan dari bambu, tidak hanya sebatas memproduksi perabotan rumah tangga dan sangkar burung, tetapi seperti lampu, home decor, tableware, kursi, perhiasan, tas, bahkan pintu. Dari sinilah sudah banyak perubahan yang terjadi pada setiap kerajinan yang dibuat. Masyarakat Selaawi memanfaatkan bambu sebagai potensi mata pencaharian yang sangat menjanjikan di daerahnya. Daerah Selaawi ini menjadi sentral kerajinan anyaman bambu. Selain itu masyarakat Selaawi harus terus dapat mengembangkan kreativitas dan mengikuti perkembangan zaman agar selalu diminati oleh para wisatawan dari masa ke masa sebagai budaya bangsa. Kerajinan yang dihasilkan oleh para pengrajin Selaawi lambat laun mulai mengalami pengembangan dan perubahan, asal mula adanya hiasan tutup lampu ini menjadi bukti pengembangan dan perubahan yang terjadi terhadap kerajinan yang memiliki bahan dasar bambu ini. Khususnya pada kerajinan sangkar burung, yang awal mulanya hanya digunakan untuk mengandangi burung hias dan hanya diminati oleh para pecinta burung saja, saat ini telah beralih fungsi menjadi sebuah hiasan yang estetis pada sebuah ruangan dan dapat dinikmati oleh semua orang. Raharjo . dalam hal ini menyatakan bahwa keunggulan pada beberapa produk seni kerajinan adalah mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai hiasan sekaligus berfungsi secara fisik, sehingga konsumen tidak sekedar membeli keindahannya namun juga membeli kemanfaatan fungsi fisiknya seperti produk-produk yang dihasilkan dalam penciptaan seni ini. PENDAHULUAN Latar Belakang Garut merupakan kawasan penghasil kerajinan yang dikenal oleh masyarakat luas, bahkan mancanegara. Salah satu yang menjadi sentral kerajinan paling dikenal ialah kerajinan berbahan dasar kulit yakni di daerah Sukaregang. Tidak hanya itu kawasan Garut juga mempunyai kerajinan yang tidak kalah menarik seperti kerajinan anyaman yang berbahan dasar bambu, tepatnya di Desa Selaawi. Kecamatan Selaawi. Kabupaten Garut. Bambu dalam kehidupan masyarakat memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi berbagai jenis bahan kerajinan. Kerajinan adalah warisan secara turun temurun yang merupakan peninggalan leluhur dari generasi ke generasi seterusnya dan dijaga agar tidak hilang. Kerajinan timbul karena adanya dorongan dari manusia dalam mempertahankan hidup dan salah satu hasil budaya bangsa. Kawasan Selaawi ini sudah lama dikenal menjadi daerah penghasil berbagai jenis kerajinan dari bahan bambu. Kerajinan sangkar burung yang telah masuk rekor muri dan menjadi ikon bambu yang mendunia yaitu sangkar burung terbesar di dunia berukuran 7 x 5 meter, menjadi sangkar burung terpanjang di dunia sepanjang 3 km. Dan juga penanaman serentak satu milyar pohon bambu dari 100 jenis bambu di daerah Selaawi Kab. Garut (Dinas Komunikasi dan Informa ka Kabupaten Garut, 2. Pada Tahun 1970 Daerah Selaawi ini menjadi kawasan penghasil kerajinan sangkar burung. Selain untuk membuat sangkar burung, bambu merupakan peninggalan leluhur yang diwariskan turun temurun dipakai sebagai bahan dasar untuk membuat bermacam-macam jenis alat Masyarakat Selaawi memanfaatkan potensi bambu ini sehingga memiliki nilai Rediansyah. Listiani. Satya UB: Kreatifitas Pengrajin dalam Pengembangan Kerajinan Bambu Desa Selaawi Kecamatan Garut Penelitian dilaksanakan di Daerah Selaawi yang merupakan pusat industri kerajinan bambu yang ada di Garut. Pengumpulan Data Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi pustaka. Data hasil kegiatan mereduksi dari semua data-data yang terkumpul jelas dan singkat yang mana mengacu pada judul dan masalah mengenai tahapan dan metode yang digunakan di Teknik Observasi Peneliti melakukan penelitian sesuai dengan tempat yang diteliti yaitu di Desa Selaawi. Kabupaten Garut. Tahapan ini dilakukan pengumpulan data secara langsung di Gapokjin Desa Selaawi yaitu Kerajinan Bapak Utang Mamad. Bapak Amoh dan Bapak Aloy. Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan, pencatatan, dan mendokumentasikan objek yang ada di lapangan. Pada observasi ini peneliti mengamati mengenai kegiatan pengrajin dalam mengolah bambu menjadi berbagai macam kerajinan. Obsevasi dilakukan secara berulangulang untuk dapat mengamati tentang kerajinan bambu Desa Selaawi dan diadakan pengambilan data berupa pengumpulan informasi dari subjek yang Peneliti melakukan observasi ke Gapokjin kerajinan Bapak Utang Mamad sebanyak tiga kali, diantaranya: Pada tanggal 18 April 2019 dilakukan observasi yang pertama dengan menemui Bapak Utang Mamad sebagai pemilik Kerajinan dan sebagai ketua Gapokjin Desa Selaawi dan meminta waktunya untuk menjadi narasumber dan mempersilahkan peneliti melakukan penelitian di tempat kerajinannya untuk melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan yang sedang berlangsung. Kemudian observasi yang kedua pada tanggal 2 Maret 2020 Pandangan sebagian pengrajin bambu yang ada di Selaawi terhadap perubahan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam mengembangkan dan mencoba teknik-teknik baru masih dirasa tidak efektif, hal ini dikarenakan para pengrajin harus mulai mempelajari dasar-dasar dan tahapan yang baru dalam mengolah dan membuat hiasan tutup lampu ini, pengrajinpun harus dapat berfikir kreatif untuk terus mengembangkan bentuk yang unik agar dapat terus diminati para konsumen, target pasar yang belum jelas dan belum tentupun menjadi pertimbangan yang cukup besar. Beberapa hal yang menjadi masalah pada kajian ini adalah seberapa besar pengaruh terhadap pengembangan bentuk dan ragam hiasan tutup lampu, baik dari masyarakat luar maupun dari masyarakat Daerah Selaawi itu sendiri. Sedangkan hasil dari penelitian ini ialah Kreativitas para pengrajin ini menjadi modal utama dalam menciptakan suatu kerajinan bentuk baru dan beragam sekaligus memperkenalkan kerajinan bambu ke masyarakat luas sebagai ciri khas atau identitas yang berasal dari Daerah Kecamatan Selaawi. Metode Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif. Metode penelitian kualitatif yang digunakan mengambil pemikiran Creswel . yang pertanyaanpertanyaan dan prosedur-prosedur, pengumpulan data yang tepat dari partisipan, menganalisis data secara induktif dari tema-tema yang penting ke tema yang biasa, serta mengartikan makna dari data termasuk ke dalam tahapan penelitian kualitatif dengan keterlibatan upaya-upaya yang penting. Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Mekarsari. Kecamatan Selaawi. Garut. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 2 Desember 2022 Peneliti menelaah beberapa sumber pustaka yang terkait langsung dengan pokok permasalahan dari objek yang diteliti. Sumber pustaka tersebut adalah sumber-sumber yang tertulis berupa jurnal, buku, dll. Pengumpulan atau pencarian buku dilakukan di perpustakaan UPI, perpustakaan ISBI, toko-toko buku di Kota Bandung, toko-toko buku di Kota Yogyakarta, dll. Validasi Data Pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data, dimana penggunaan triangulasi ini memberikan arahan dalam penelitian agar pada saat pengumpulan data wajib memakai macam-macam data yang ada. Triangulasi sendiri adalah sebuah teknik dengan cara memeriksa kebenaran data yang bermanfaat untuk hal lainnya dalam membedakan hasil wawancara pada objek penelitian (Moloeng, 2004: . Triangulasi memanfaatkan berbagai macam sumber data yang tidak sama untuk mencari data yang menyerupai atau sejenis. Sumber yang telah diperoleh dari sumber pertama dapat diuji dengan membandingkan data sejenis yang didapat dari sumber lain yang tidak sama. Validasi data dengan triangulasi dalam penelitian melalui significant others seperti pengrajin bambu subjek penelitian. Hasil wawancara dengan subjek dilakukan pengecekan dengan sumber yang berbeda yang dalam hal ini significant others sebagaimana tersebut di atas. Pengecekan difokuskan pada tema yang telah ditemukan peneliti berdasarkan hasil wawancara. Interpretasi Data dan Kesimpulan Penelitian ini dinilai baik apabila peneliti mampu memperhatikan konteks yang mendukungnya. Dengan cara ini, pemahaman terhadap subjektif yang dilakukan peneliti menjadi sebuah pijakan kuat, hal ini dikarenakan interpretasi yang digunakan dapat menutup kemungkinan munculnya interpretasi lainnya. Kelebihan pada penelitian semacam ini lebih dan observasi yang ketiga pada tanggal 10 Oktober 2020 bertemu dengan Bapak Utang Mamad. Bapak Amoh dan Bapak Aloy. Teknik Wawancara Teknik wawancara dilakukan untuk mencari data seperti pemikiran, konsep, atau pengalaman informan. Pada penelitian kualitatif, teknik wawancara sering dijadikan sebagai teknik pengumpulan data Pada bagian ini peneliti melakukan wawancara langsung dengan subjek penelitian. Orang-orang yang dianggap bisa memberikan informasi terkait data-data yang berkaitan dengan objek penelitian akan diwawancarai lebih fokus. Peneliti akan menyiapkan pertanyaanpertanyaan yang ditujukan untuk sejumlah orang yang dianggap berkontribusi pada masalah peneliti. Narasumber yang diwawancarai adalah Bapak Utang Mamad selaku Pengrajin di Desa Selaawi dan beliau sebagai Ketua Gapokjin (Gerakan Kelompok Pengraji. Desa Selaawi. Bapak Amoh sebagai Pengrajin yang tetap fokus di kerajinan sangkar burung, dan Bapak Aloy sebagai orang yang mengolah serta menyediakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan sangkar burung. Hal ini dilakukan agar kegiatan wawancara dapat tersimpan dengan baik, dan peneliti mempunyai bukti melakukan wawancara maka peneliti menggunakan alat bantu seperti catatan tertulis, dan alat perekam seperti handphone, dan kamera. Studi Pustaka Teknik pengumpulan data melalui kepustakaan yang merupakan sebagai langkah awal dalam mencari informasi dengan cara mempelajari beberapa literatur. Menggunakan studi pustaka dengan buku-buku penunjang akan lebih memudahkan pemecahan masalah dan mendapatkan hasil kajian yang lebih tepat. Pengumpulan data dapat diperoleh secara tertulis berupa buku, artikel, jurnal, dan lain sebagainya. Rediansyah. Listiani. Satya UB: Kreatifitas Pengrajin dalam Pengembangan Kerajinan Bambu Desa Selaawi Kecamatan Garut menambah referensi terkait perubahan fungsi yang terjadi pada suatu kaya seni kerajinan yang ada pada suatu kelompok Sama halnya dengan yang terjadi pada kerajinan hiasan tutup lampu ini, dimana para pengrajin di Selaawi yang sudah terbiasa membuat sangkar burung, lalu beralih kepada pembuatan hiasan tutup lampu dengan memanfaatkan ilmu dasar yang mereka miliki sebelumnya. Kerajinan yang dibuat diubah fungsinya menjadi sebuah hiasan tutup lampu baik eksterior maupun interior. Buku dengan judul AuButir-Butir Mutiara Estetika TimurAy Karya SP. Gustami yang diterbitkan oleh Prasista tahun 2007. Buku ini memaparkan Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya di IndonesiaAy masa akhir zaman purba hingga masa akhir zaman madya ini diperlukan bingkai pemahaman dan wawasan berkesenian yang mengacu pada format sejarah seni budaya bangsa. Pendalaman materi, objek garapan, penguasaan teknik, serta kemampuan mengurai aspek historis dan sosial kultural, menyangkut pandangan hidup, pola pikir, tata nilai, perilaku, dan fungsi-fungsi sosial seni, dapat mempertajam analisis estetikanya (Gustami, 2. Buku ini memberikan masukan untuk penulis terkait alih fungsi yang terjadi pada hiasan tutup lampu, perubahan yang terjadi pada kerajinan yang penulis angkat memberikan sebuah pandangan akan perubahan fungsi, dimana awal mula kerajinan hiasan tutup lampu ini berasal dari kerajinan sangkar burung yang beralih fungsi menjadi sebuah hiasan eksterior dan interior pada suatu ruangan. Alih fungsi pada hiasan tutup lampu ini tidak sepenuhnya dibahas secara mendalam, karena peneliti ingin mengangkat dan mengungkapkan terkait perubahan yang terjadi pada bentuk dan teknik hiasan tutup lampu yang pertama dengan perubahan hiasan tutup lampu tergantung pada kemampuan peneliti untuk membuat pijakan teoritis serta kerangka pemikiran yang kuat sebagai pijakan untuk melakukan penalaran sehingga penafsiran yang dihasilkannya pun mempunyai argumentasi yang memadai. Maka, dalam hasil penelitian ini, posisi peneliti mencoba berada pada dua bagian dimana peneliti tidak hanya berpihak kepada pengrajin yang dijadikan sebagai subyek penelitian ini, namun peneliti di satu sisi juga turut menggali konteks sosial yang melingkupi munculnya kesadaran pengrajin terersebut untuk memenuhi standar karya penelitian yang bersifat ilmiah. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian Terdahulu Peneliti telah melakukan tinjauan pustaka dengan memetakan hasil penelitian terdahulu guna mencari informasi mengenai kajian yang pernah dilakukan sebagai bahan acuan ataupun memastikan bahwa topik yang diangkat belum pernah ada yang menulis. Adapun tinjauan pustaka yang telah penulis temukan yaitu sebagai Penelitian Ratih Pertiwi dengan judul AuKajian Perubahan Bentuk Bubu Ikan Berbahan Dasar Bambu (Studi Kasus: Rajapolah Tasikmalay. Ay yang mana hasil dari penelitian dapat ditarik kesimpulan berdasarkan metodologi penelitian secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yaitu seiring kebutuhan masyarakat urban maka perubahan estetika bentuk bubu dapat mempengaruhi fungsi dan kegunaan dari bubu, yang sebelumnya digunakan sebagai alat tradisional penangkap ikan bagi masyarakat pedesaan dan saat ini terjadi pergeseran fungsi menjadi dekorasi interior, seperti dekorasi pada eksterior restoran Khas Sunda dan dekorasi interior pada lampu (Pertiwi, 2. Jurnal penelitian ini membantu penulis dalam Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 2 Desember 2022 masyarakat lebih berminat dalam menggunakan balok laminasi bambu. Jurnal penelitian ini sedikitnya membantu penulis dalam menambah data referensi terkait teknik laminasi dalam proses pembuatan kerajinan, khususnya kerajinan berbahan dasar bambu. Pada pembuatan yang dilakukan oleh para pengrajin terkait pada kerajinan hiasan tutup lampu ini mulai dikembangkan teknik baru, yaitu dengan menggunakan teknik laminasi. Teknik laminasi ini dianggap sebagai ilmu baru oleh masyarakat Selaawi dalam pengolahan bambu, teknik yang dianggap baru ini membuat sebuah perubahan yang terjadi, selain dari teknik yang dipakai menjadi berubah, bentuk bentuk yang dihasilkanpun menjadi beragam. Penelitian Adhi Nugraha dengan judul AuAsian Ways of Creativity: Keeping Traditions Alive?Ay yang mana membahas mengenai model TCISM digunakan sebagai panduan untuk menjaga tradisi tetap mutakhir melalui transformasi. Inovasi kreatif berdasarkan pada akar tradisi Asia bernilai fundamental, ini adalah cara paling elegan dan alami, tidak hanya untuk menghasilkan produk fungsional dengan lingkungan dan tujuan ekonomi, tetapi juga untuk menyatakan ekspresi artistik, mewakili Identitas dan budaya Asia, dan menopang masyarakat Asia. Proses lima komponen fundamentalnya (Teknik. Konsep. Ikon. Struktur, dan Materia. menjadi objek dan sistem baru. Model TCISM berfungsi paling baik untuk dua fungsi utama. Pertama, berfungsi sebagai alat untuk menganalisis konten tradisi dalam beberapa produk. Kedua, berfungsi sebagai alat untuk menciptakan produk berbasis tradisi baru (Nugraha, 2. Jurnal penelitian ini membantu penulis mendapatkan gambaran dalam menganalisis data yang sudah Cara menganalisis datadata itu dilakukan dengan menggunakan dua fungsi. Pertama, menganalisis konten yang menghasilkan bentuk dan teknik baru dalam pembuatannya saja. Penelitian Edi Eskak dengan judul AuBambu Atter (Gigantochloa atte. Sebagai Bahan Substitusi Kayu Pada Ukiran AsmatAy yang mana membahas mengenai pengrajin yang memiliki masalah kesulitan pada bahan baku souvenir ukiran bergaya Asmat bisa diselesaikan dengan memanfaatkan bambu ater sebagai pengganti bahan baku, hal ini merupakan bentuk kreativitas dalam hal mengganti bahan baku kayu menjadi bambu (Eskak, 2. Jurnal penelitian ini sedikitnya membantu penulis dalam menambah data referensi terkait dalam segi pemanfaatan bahan baku dan kreativitas para pengrajin yang terus diolah dengan melihat sumber daya alam yang lain dalam membuat kerajinan. Kreativitas yang dilakukan oleh masyarakat dalam hal mengganti bahan baku yang awalnya menggunakan kayu diganti menjadi bambu adalah inovasi agar kerajinan ini tidak terhenti dan terus diminati oleh para pecinta/ pengguna ukiran. Sama halnya dengan yang terjadi pada hiasan tutup lampu ini, kreativitas dan pemanfaatan bahan baku yang melimpah menjadi sebuah modal utama untuk terus dapat mempertahankan serta mengembangkan kerajinan-kerajinan yang sudah ada. Penelitian yang berjudul AuKlasifikasi Balok Laminasi Bambu (Studi Kasus Pabrik Laminasi Bambu PT Indonesia Hijau Papan. Cisolok Jawa Bara. Ay oleh Ima Nurmalasari dan Bella Goestav, penelitian ini membahas tentang mutu dari balok laminasi bambu, informasi bahwasannya kualitas bagus dan harga yang ditawarkan juga mahal (Nurmalasari & Goestav, 2. Kurangnya terhadap kualitas balok laminasi bambu, menyebabkan produksi balok laminasi bambu tidak begitu diminati, tetapi setelah mengetahui kualitas serta kekuatan dari balok laminasi bambu diharapkan Rediansyah. Listiani. Satya UB: Kreatifitas Pengrajin dalam Pengembangan Kerajinan Bambu Desa Selaawi Kecamatan Garut lam mengarahkan serta memberikan arahan pada setiap wilayah agar dapat saling melengkapi dan mengisi dalam perkembangan dan kemajuan kerajinan bambu Dengan demikian seluruh masyarakat mendapatkan peran dalam memproduksi kerajinan-kerajinan yang dihasilkan oleh daerah Selaawi. Dalam hal ini peran pemerintah dalam mengembangkan kerajinan yang ada di Daerah Selaawi menjadi hal yang paling utama dan penting, karena pemerintah dapat lebih memberikan jalan yang mudah disertai oleh infrastruktur yang mendukung, baik jalan yang dapat di akses dengan mudah serta tatanan daerah yang baik dalam memperkenalkan kerajinan ini kepada masyarakat luas ataupun masyarakat luar yang ingin tau lebih dalam mengenai Selaawi dengan kerajinan-kerajinan yang dibuat oleh para Dikutip dari Ahmadi dkk. 2, h. bahwa keutamaan hasil produk lokal yang menjadi hal yang utama pada suatu daerah ialah hasil bumi, kreasi, seni, tradisi, budaya, pelayanan jasa, sumber daya alam, dan manusia atau hal lainnya. Produk/jasa yang sangat bernilai tinggi bisa menambah penghasilan untuk suatu daerah, dimana potensi suatu daerah ini harus bisa lebih Potensi perkembangan suatu daerah merupakan potensi sumber daya tertentu yang dimiliki oleh suatu daerah (Rochmawati & Hadi, 2. tradisi yang ada pada masyarakat Selaawi dengan melihat hasil kerajinan yang Kedua, berfungsi sebagai alat untuk menciptakan produk seperti hiasan tutup lampu yang memakai teknik lama . eknik membuat sangkar burun. tetapi memunculkan kerajinan baru . iasan tutup Penelitian yang berjudul AuApplication of bamboo in a designebuild course: Lianhuadang Farm projectAy oleh Jian Jiao Peng Tang, tulisan ini membahas tentang bambu dapat memiliki fungsi yang berbeda dalam alat, wadah, furnitur, dan arsitektur karena teksturnya yang kaya dan kemungkinan skala dan bentuk pemrosesan yang luas. Bambu memiliki keunggulan waktu pematangan yang pendek, perolehan material yang nyaman, ringan, kekuatan tinggi, biaya rendah, degradasi mudah, dan daur ulang. Cina memiliki sumber daya bambu yang melimpah dan tradisi pengerjaan bambu yang panjang. Bambu adalah bahan yang ideal untuk pelatihan desain (Jiao & Tang. Penelitian ini membantu peneliti menemukan gambaran dalam pemanfaatan bambu untuk pelengkap keindahan pada suatu ruangan/ tempat agar terlihat lebih estetik dan berbeda. Kerajinan Bambu Selaawi Kerajinan yang dibuat oleh masyarakat Selaawi adalah kerajinan yang menggunakan bahan dasar bambu, dalam pembuatan kerajinan bambu ini masyarakat Selaawi ingin membuat suatu pembeda dari kerajinan-kerajinan yang berbahan dasar bambu pada umumnya serta dijadikan suatu ikon Selaawi. Pembudidayaan pohon bambu, pengolahan, proses membuat kerajinan di daerah Selaawi ini dilakukan di tempat atau di lokasi yang berbeda, namun tetap satu daerah. Hal ini dikarenakan masyarakat yang ada di daerah Selaawi membuat pembagian tugas untuk seluruh Pemerintah berperan da- Perubahan pada bentuk kerajinan Pada dasarnya bentuk kerajinan yang dibuat oleh para pengrajin di Selaawi ialah kerajinan-kerajinan yang dibuat seperti pada umumnya, seperti membuat perabotan dapur, setelah itu sebagian para pengrajin mulai beralih membuat sangkar Awal mula kerajinan sangkar burung ini ada ialah pada saat beberapa masyarakat dari Selaawi berkunjung Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 2 Desember 2022 mengolah serta mengembangkan kerajinanke daerah Bandung dan melihat orang kerajinan yang terbuat dari bahan bambu, yang membuat sangkar burung, mereka disini pengrajin yang mencoba keluar dari mendapatkan inspirasi saat melihat dan bentuk-bentuk kerajinan yang sudah ada memperhatikan pembuatan sangkar budan menjadi ikon dari daerah ini, yaitu rung dengan menggunakan bahan dari kerajinan sangkar burung. Dari bentuk bambu, dari situlah mereka memiliki ide awal sangkar burung inilah terciptanya untuk mencoba belajar dan membuat bentuk baru namun tetap memakai teknik sangkar burung di daerah Selaawi, selain dan bentuk dasar serta proses yang sama dari masyarakat Selaawi yang memang dalam pembuatan kerajinannya. sudah memiliki dasar membuat kerajinankerajinan berbahan dasar bambu, didukung Pada bagan 1. Menjelaskan dua proses pula dengan berlimpahnya pohon bambu dalam pengolahan bambu yang menjadi di daerah Selaawi. bahan dasar sampai dengan hasil jadi Setelah bentuk kerajinan sangkar bukerajinan hiasan tutup lampu. rung yang mulai dikenal oleh sebagian masyarakat luar. Terjadinya persaingan pengrajin yang membuat kerajinan sangkar burung, menjadikan sangkar burung yang dibuat oleh masyarakat Selaawi ini sedikit tersaingi, dan juga harga yang awal mulanya menjanjikan untuk kebutuhan sehari hari, saat ini mulai menurun. Sebagian pengrajin yang tetap bertahan dan terus berusaha bersaing serta meningkatkan kualitas baik dari segi kerapihan maupun dari bahan bambu yang dipakai. Adapula pengrajin yang mencoba perubahan secara fungsi dengan kerajinan-kerajinan sangkar burung lainnya. Terjadinya pada bentuk kerajinan yang dibuat oleh sebagian masyarakat Selaawi berawal dari ide salah seorang pengrajin yang Bagan 1. Proses Dalam Mengolah Bambu Pada Hiasan Tutup Lampu serta pembelajaran dalam Rediansyah. Listiani. Satya UB: Kreatifitas Pengrajin dalam Pengembangan Kerajinan Bambu Desa Selaawi Kecamatan Garut Bentuk Kerajinan Bentuk kerajinan sangkar burung dipilih dalam pembuatan dasar kerajinan hiasan tutup lampu. Teknik ataupun ilmu dasar yang dimiliki oleh pengrajin yang ada di Selaawi khususnya masyarakat Desa Mekarsari memiliki dasar dalam membuat kerajinan sangkar burung yang pada akhirnya dasar ini dipakai dalam membuat kerajinan tutup Awal mula bentuk yang dimunculkan pada hiasan tutup lampu ini iaGambar 2. lah sangkar burung, hal ini Kerajinan Hiasan Tutup Lampu dengan sangat berkaitan dengan Teknik dan Bentuk dasar Sangkar Burung pengalaman-pengalaman (Dokumentasi: Sandi Rediansyah, 2. para pengrajin yang ada di bentuk dasar sangkar burung yang diubah Selaawi. Teknik serta bentuk tidak jauh menjadi ukuran yang kecil, meskipun pada berbeda dengan pembuatan sangkar dasarnya sangkar burung biasanya memiliki pintu dan kepala kaitan, tetapi akan tetap Dengan kata lain bentuk awal sebuah disebut sangkar burung meskipun bagian objek akan tetap sama, meskipun ukuran pintu dan kepala kaitannya itu dihilangkan, serta ada beberapa bagian tertentu yang tetapi akan berbeda namanya ketika bentuk dihilangkan dan diubah, contohnya pada dasar dan teknik yang digunakan telah Gambar 1. Kerajinan Sangkar Burung Selaawi (Dokumentasi: Sandi Rediansyah, 2. Pengaruh Luar untuk Bentuk Kerajinan Pengaruh yang terjadi pada perubahan kerajinan hiasan tutup lampu ini lebih banyak didominasi pandangan yang muncul dari luar, kepercayaan diri para pengrajin yang ada di daerah Selaawi untuk lebih mengembangkan kerajinan yang telah ada dan telah menjadi modal awal baik dalam pengolahan maupun teknik-teknik yang dipakai. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 2 Desember 2022 perakitan keseluruhan bagian-bagiannya hingga menjadi hiasan tutup lampu dengan teknik dan bahan yang dipakai dalam membuat sangkar burung. Hal ini menjadikan faktor penting yang dilihat oleh industri kerajinan yang memiliki perkembangan dalam membuat sebuah industri kerajinan semakin memberikan inovasi dan kemajuan, perkembangan dari segi industri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: tersedianya bahan baku, bahan bakar, pasar dan sarana penunjang, tenaga kerja yang terampil, jaringan yang baik dan lingkungan yang mendukung dari hasil produksi tersebut (Menurut Sandi . alam (Rachmanto. Ellyas Arini Wanda. Winny Astuti, 2. Sebuah kerajinan yang dapat dikembangkan terlihat dari banyak faktor pendukung pada sebuah kelompok masyarakat yang berusaha untuk membuat Gambar 4. Bahan untuk membuat Ruji (Dokumentasi: Sandi Rediansyah, 2. Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Perubahan Kerajinan Bambu Hiasan Tutup Lampu Selaawi Perubahan Kerajinan Bambu Hiasan Tutup Lampu Selaawi dilihat melalui 2 faktor yaitu faktor Internal dan Eksternal. Faktor Internal merupakan suatu hal yang muncul dikalangan pengrajin untuk melakukan kegiatan dari pengalaman pribadi ataupun pengamatan di lingkungan sekitar sehingga menghasilkan sebuah karya. Sedangkan faktor eksternal merupakan sesuatu yang muncul dari luar pengrajin seperti masyarakat dan lingkungan luar. Hal ini bisa sangat mempengaruhi bentuk karya kerajinan yang dihasilkan. Gambar 3. Hasil kerajinan yang terpengaruh dari luar (Dokumentasi: Sandi Rediansyah, 2. Kerajinan yang sangat terasa berbeda dari bentuk dan teknik awal yang dibuat dengan bentuk dan teknik yang baru pada hiasan tutup lampu, seperti pada teknik yang dipakai pada kerajinan hiasan tutup lampu sebelumnya, ada beberapa proses yang dilakukan, seperti pembuatan ruji, pembentukan ruji, pembuatan wengku, proses membolongi wengku dengan bor, dan Rediansyah. Listiani. Satya UB: Kreatifitas Pengrajin dalam Pengembangan Kerajinan Bambu Desa Selaawi Kecamatan Garut Bagan 2. Faktor Internal dan Eksternal yang Berpengaruh Terhadap Perubahan Hiasan Tutup Lampu Seniman seringkali melakukan inovasi baru baik dalam segi teknik, bentuk dan proses pembuatan pada kerajinan bambu yang dibuat sedangkan pengrajin cenderung hanya melakukan kegiatan pengulangan dalam membuat kerajinan bambu ini sesuai pesanan dengan skala banyak tanpa ada inovasi. Seniman juga bisa merangkap sebagai pengrajin bambu karena adanya suatu permintaan pasar yang memungkinkan hal tersebut dilakukan. Ataupun sebaliknya pengrajin bambu pun bisa menjadi seorang seniman karena adanya keinginan untuk menciptakan sebuah inovasi dan kebebasan dalam berkarya. Di dalam faktor eksternal, pesanan dan permintaan pasar terhadap kerajinan bambu dari luar seringkali melalui tengkulak Terdapat 2 faktor yang saling berkaitan lahirnya kerajinan bambu hiasan tutup lampu ini yaitu faktor dari dalam/internal dan faktor dari luar/eksternal. Faktor internal ini berasal dari dalam diri pengrajin bambu hiasan tutup lampu yang selalu berinovasi, sedangkan faktor eksternal berasal dari pesanan atau permintaan pasar terhadap kerajinan yang akan dibuat. Dalam hal ini adanya pengaruh dari luar yang masuk dalam mengubah sudut pandang kerajinan Selaawi. Faktor internal umumnya dilakukan oleh para Seniman, yang mana akan ditiru sebagai acuan oleh para pengrajin bambu Selaawi. Pengrajin bambu Selawi ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu disebut dengan Seniman dan yang disebut dengan pengrajin Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 2 Desember 2022 memanfaatkan dan mengelola tanaman bambu yang bisa dibuat menjadi berbagai barang kerajinan. Dimensi proses kreativitas yang titik fokusnya di proses berpikir sehingga memberikan ide-ide unik atau kreatif. Proses terjadinya perubahan bentuk hiasan tutup lampu yang terbuat dari bambu bermula dari daerah Selaawi ini terkenal dengan kerajinan sangkar burung, dimana sangkar burung ini menjadi sebuah kerajinan yang menjadi suatu andalan masyarakat Selaawi. Kerajinan di daerah ini telah menjadi sebuah kerajinan turun temurun, dan dijadikan sebagai mata pencaharian yang diminati masyarakat Selaawi, selain karena melimpah dan ketersediaan bahan di sekitarnya, cara berfikir dalam pemanfaatan hasil alam, kreativitas yang dibarengi tuntutan ekonomi, masyarakat Selaawi berusaha membuat dan mengembangkan kerajinan berbahan dasar bambu yang bisa bersaing dengan kerajinan bambu lainnya. Pemikiran masyarakat terkait bambu tidak hanya sebagai kerajinan sangkar burung saja, akan tetapi bisa menumbuhkan inovasi baru terkait bambu yang dijadikan sebagai hiasan rumah yang menarik seperti kerajinan sangkar burung yang diubah bentuk dan kegunaannya menjadi bentuk hiasan tutup lampu. Dimensi press didefinisikan sebagai kreativitas yang menitikberatkan pada faktor press atau dorongan, baik itu dari dorongan internal diri sendiri seperti keinginan untuk menciptakan atau bersibuk diri untuk menjadi kreatif, maupun dorongan eksternal di lingkungan sosial dan psikologis. Pengetahuan yang berkaitan dengan budaya, pola pikir masyarakat akan berubah mengikuti perkembangan jaman yang mana akan mengakibatkan degradasi pengetahuan lokal masyarakat Selaawi dan hal ini menarik untuk dikupas. Jenis dan pemanfaatan bambu yang beranekaragam bisa memberi kontribusi Tengkulak ini merupakan orang yang berperan penting dalam menentukan harga kerajinan di Selaawi dan juga sebagai penghubung antara pembeli dan pengrajin Selaawi . roses dimana pengrajin mendapatkan inovasi dari lua. dengan pengrajin Selaawi . ang memiliki. Teknik, bentuk dan proses pembuatan yang kha. Tengkulak dituntut bijak dalam menentukan harga sehingga para pengrajin bambu Selaawi akan hidup sejahtera dan tidak merasa rugi. Pola Pikir Kreativitas Pengrajin Menurut James J. Gallagher dalam (Sitepu & Hutasuhut, 2. mengatakan bahwa AuCreativity is a mental process by which an individual crates new ideas or products, or recombines existing ideas and product, in fashion that is novel to him or herAy . reativitas adalah suatu proses mental yang diterapkan individu seperti gagasan ataupun produk baru, atau menyatukan antara keduanya yang pada akhirnya akan melekat pada diriny. Kreativitas menurut Rhodes dalam (Lanudin, 2. dapat dijelaskan menjadi empat jenis dimensi konsep kreativitas yaitu dengan pendekatan Four PAos Creativity atau empat P, dimana ada dimensi person, process, press dan product. Kreativitas pada dimensi person merupakan upaya mendefinisikan kreativitas dimana berfokus ke individu atau person dari individu yang bisa disebut Bambu adalah tanaman yang sangat bermanfaat dari segi ekonomi bagi masyarakat Selaawi. Untuk masyarakat umumnya dimanfaatkan dengan teknologi sederhana untuk kebutuhan rumah tangga manfaat ekonomis tanaman bambu mampu memberikan peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Masyarakat memanfaatkan bambu untuk kehidupan sehari-hari sudah sejak lama. Adanya interaksi antara masyarakat dengan bambu. Hal ini tergambar dari cara masyarakat Rediansyah. Listiani. Satya UB: Kreatifitas Pengrajin dalam Pengembangan Kerajinan Bambu Desa Selaawi Kecamatan Garut burung dengan fungsi sebenarnya menjadi sangkar burung dengan fungsi lain, yaitu sebagai hiasan tutup lampu di taman dan di tempat tertentu yang mengusung tema Pada bentuk awal sangkar burung yang dijadikan hiasan tutup lampu ini tidak banyak mengalami perubahan baik pada bahan maupun kelengkapannya, keselarasan dan bentuk dari susunan garis yang dibuat pada sangkar burung menjadikan bentuk sangkar burung ini memiliki bentuk yang khas. Garis yang kencang menimbulkan perasaan yang lain daripada garis yang membelok atau melengkung, yang satu memberi kesan kaku, keras, dan yang lain berkesan luwes, lemah-lembut (Djelantik. Pada sangkar burung garis yang dihasilkan biasanya memilik kombinasi yang berbeda-beda, contohnya garis melengkung dengan garis lurus ataupun garis menyiku dengan garis lurus, dan Garis-garis yang dihasilkan dari susunan sangkar burung ini memiliki keindahannya masing-masing. Sangkar burung jadi sebuah awal mula terbentuknya kerajinan hiasan tutup lampu, sangkar burung yang awalnya berukuran besar pada hiasan tutup lampu ini diubah ukurannya saja yang dijadikan lebih kecil dari ukuran Awal mula terjadi pengembangan bentuk baru dengan menggunakan teknik dan proses baru. Perkembangan seni kerajinan bambu yang dibuat oleh masyarakat Selaawi ini, tidak terlepas dari peran orang-orang terdahulunya. Bentuk-bentuk dasar kerajinan yang terdapat dikawasan ini menyerupai dengan kerajinan bambu daerah lainnya, seperti contohnya di Daerah Rajapolah. Tasikmalaya yang sangat terkenal dengan penghasil kerajinan bambunya, namun tidak dipungkiri bahwasannya Daerah Selaawi yang memiliki kerajinan yang hampir sama dengan Daerah Rajapolah ini, yang baik untuk proses pengenalan sumber daya alam yang dimiliki suatu daerah melalui kegiatan mengumpulkan data pendukung pengetahuan lokal masyarakat Selaawi. Mengenai AupressAy yang berasal dari lingkungan, ada lingkungan yang bisa menghargai imajinasi dan fantasi, dan juga menekankan nilai kreativitas serta inovasi. Kreativitas dalam dimensi produk merupakan upaya kreativitas yang berfokus pada produk kreatif yang menekankan pada keasliannya. Sesuatu yang baru atau penggabungan/elaborasi yang penuh inovatif dan kreativitas yang dihasilkan oleh individu. Tidak dapat dipungkiri bahwa dari perubahan yang terjadi di masyarakat Selaawi dalam perkembangannya sangat luar biasa, hampir seluruh rumah masyarakat Selaawi memakai hasil kerajinan tangan bambu seiring adanya persaingan produk dari luar negeri. Sebagai mata pencaharian, masyarakat Selaawi menjual barang-barang dari Kerajinan-kerajinan berbahan dasar bambu dicoba dan dikembangkan oleh masyarakat Selaawi. Kerajinan bambu yang bisa dibuat bukan hanya kerajinan sangkar burung saja, namun kerajinan seperti hiasan rumah yang menarik. Didapatkan secara turun temurun keahlian ini, keterampilan para pengrajin dan juga budaya masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan tanaman bambu. Ini bukti nyata bahwa kerajinan bambu tidak akan Ilmu yang mempelajari semua yang berkaitan dengan keindahan yang mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut AukeindahanAy dalam bukunya Ilmu Estetika (Djelantik, 1. Pada dasarnya nilai-nilai estetik yang terdapat pada perubahan bentuk hiasan tutup lampu ini mengalami beberapa tahap pengembangan, baik dari bentuk yang asal mulanya sangkar Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 2 Desember 2022 masih tetap dipertahankan hingga saat ini, serta teknik dalam pengolahannya pun masih ada yang memakai teknik terdahulu dan tetap dipertahankan hingga saat ini. Pendekatan yang akan digunakan peneliti untuk mencari rumusan mengenai prinsip yang diterapkan para pengrajin selama berprofesi sebagai pengrajin adalah dengan menggunakan inventori biografis, meliputi identitas pribadi, lingkungan, dan pengalaman-pengalaman hidupnya. Dibutuhkan kejelian meliputi subjek selama bertindak dalam keprofesiannya sebagai Singkatnya, biografi pengrajin yang diteliti diinterpretasi sehingga nilainilai yang dipegang teguh oleh pribadi pengrajin itu dapat diketahui. Apa yang didapat dari hasil penelusuran kemudian dicocokan dengan sudut pandang subjek peneliti, dengan begitu penelitian yang dihasilkan lebih bermakna dan jelas. Pemasaran hasil dari kerajinannya dilakukan dengan cara modern, seperti iklan, media sosial, serta relasi yang menghubungkan antara konsumen dengan para pengrajin di daerah Selaawi. Perkembangan dan perubahan terus terjadi pada kerajinan bambu. Banyaknya permintaan pasar yang menuntut para pengrajin terus dapat mengembangkan kemahirannya dalam mengolah bambu serta berinovasi, penyesuaian untuk memenuhi permintaan pasar pada kerajinan inilah yang menyebabkan terciptanya bentuk dan teknik baru. dengan seiring jaman serta perkembangan yang mulai memperlihatkan perubahanperubahan, baik dari segi bentuk bahkan dari segi teknik ataupun proses Menurut SP Gustami dalam (Rispul, 2. seni kerajinan merupakan salah satu kesenian yang telah ada dari dulu pada sekelompok masyarakat tradisional, serta berkembang diseluruh suku bangsa dan sering digunakan secara fungsional agar dapat melengkapi kebutuhan masyarakat sebagai pendukungnya. Sistem berkelanjutan pada sebuah keahlian dilakukan secara turun temurun agar dapat masuk ke dalam kategori seni tradisional. Seperti yang telah diungkapkan oleh Gustami, kerajinan yang telah ada pada zaman dahulu dan turun temurun ini sifatnya praktis, meskipun perkembangan dan kemajuan zaman membuat perubahan pada karya kerajinan yang harus terus menyesuaikan dengan kebutuhan pada saat ini baik itu dari bentuk, fungsi ataupun proses pengerjaannya. Banyaknya perubahan yang terjadi pada kerajinan bambu ini, tidak sedikit orang lebih menyukai bahkan bentukbentuk baru ini hanya dijadikan sebuah hiasan rumah ataupun tempat makan. Terlihat dari kerajinan yang saat ini ada, dengan terjadinya perubahan pada kerajinan bambu para pencinta dan peminat kerajinan bambu masih ada serta dapat berkolaborasi dengan kerajinankerajinan di daerah lainnya. Wujudnya berkesan wantah, datar, dangkal, dan tidak berarti, bahkan sering kali tampak kasar dan tidak selesai. Secara turun-temurun tetap dipakai, untuk memenuhi fungsi-fungsi praktis di masyarakat luas menjadi seni-seni tradisional (Rispul, 2. Kerajinan yang dibuat oleh masyarakat Selaawi, bahanbahan yang dari dulu sudah dipergunakan Konsep Kreativitas Masyarakat untuk Mengembangkan Hiasan Tutup Lampu Kerajinan Bambu Di Selaawi D Lanudin dalam Utami Munandar erpikir diverge. adalah kemampuan untuk menciptakan perpaduan baru, berdasarkan data, informasi atau unsurunsurnya, sehingga bisa menemukan banyak kemungkinan jawaban dari suatu Rediansyah. Listiani. Satya UB: Kreatifitas Pengrajin dalam Pengembangan Kerajinan Bambu Desa Selaawi Kecamatan Garut serta proses kerajinan sangkar burung yang sekarang banyak dibuat menjadi hiasan tutup lampu. Perubahan fungsi bisa menjadi nilai utama dari perubahan kerajinan hiasan tutup lampu. masalah, yang ditekankan pada kuantitas, ketepatgunaan dan keragaman jawaban. Kreativitas menjadi hal penting bagi kehidupan manusia, menurut Utami Munandar . , karena: . dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya dan perwujudan diri tersebut merupakan salah satu kebutuhan penting dalam hidup manusia. dengan berfikir kreatif dijadikan sebagai kemampuan melihat masalah kurang mendapat perhatian dalam pendidikan formal. sibuk menjadi kreatif tidak hanya menghasilkan manfaat tetapi juga memberikan rasa puas kepada individu tersebut. kreativitas yang memungkinkan manusia bisa meningkatkan kualitas hidupnya (Lanudin. Cropley dalam (Lanudin, 2. menyatakan bahwa perilaku kreatif memerlukan gabungan antara ciri-ciri psikologis yang berinteraksi sebagai berikut: sebagai hasil berfikir kritis . manusia memiliki seperangkat unsurunsur mental. Jika diberikan situasi yang menuntut tindakan, individu mengerjakan dan mengembangkan unsur-unsur mental sampai timbul konfigurasi. Konfigurasi ini seperti gagasan, model, tindakan, cara menyusun kata, melodi atau bentuk. Sama halnya dengan kreativitas masyarakat Selaawi, bahwa proses kreativitas masyarakat meliputi perubahan bentuk, teknik dan proses pembuatan yang khas dari kerajinan yang dibuat. Di awali dengan hasil pesanan atau permintaan konsumen dan muncul kreativitas dari pengrajin untuk bisa mempertahankan nilai kerajinan dipasaran. Kreativitas bisa saja muncul dikarenakan suatu keterpaksaan, dimana pengrajin dituntut untuk membuat kerajinan yang memiliki daya tarik serta diminati dipasaran. Kreativitas pengrajin Selaawi terlihat dengan adanya perubahan bentuk, fungsi Inovasi Pengrajin Hiasan Tutup Lampu Menurut Datta, et al dalam (Hamali, 2. Inovasi sering dimaknai sebagai salah satu sumber kehidupan pada organisasi yang menentukan di dalam suatu instansi. Nilai pada suatu inovasi yang sesuai dinyatakan pada suatu hasil . sama seperti produk diperjual belikan inovasi bisa membantu untuk mendominasi pasar yang ada saat ini atau dapat mengembangkan pasar yang baru, hal ini berperan untuk berlangsungnya kepemimpinan suatu Dengan demikian keberhasilan dalam memberikan harga pada suatu inovasi merupakan stategi yang paling utama dalam merumuskan strategi inovasi pada pasar yang cukup dinamis dan stabil. Menurut Peter F. Drucker . dalam (Hamali, 2. inovasi merupakan AuAs changing the value and satisfaction obtained from resources by the consumer. Ay Menurut Wang & Ahmed . 4: . dalam (Hamali, 2. Inovasi organisasi merupakan keseluruhan pada suatu kemampuan dalam berinovatif organisasi untuk dapat memperkenalkan produk baru ke pasar, ataupun memulai pasar baru, melalui penggabungan orientasi strategis pada perilaku inovatif dan proses. Menurut OECD Oslo Manual . 5: . dalam (Hamali, 2. AuInnovation is the implementation of a new or significantly improved product . ood or servic. , or process, a new marketing method, or a new organisational method in business practices, workplace organisation or external relations. Menurut Damanpour, et al. AiInnovation as new to the adopting organization. Ay Definisi inovasi menurut Baregheh, et . 9:1. AuInnovation is the multi-stage process whereby organizations transform ideas into new/improved products, service or Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 2 Desember 2022 ukurannya serta dihilangkan beberapa komponen yang ada pada kerajinan sangkar burung sehingga menjadi kerajinan bambu hiasan tutup lampu. Adanya peningkatan secara signifikan berkaitan dengan fungsional dari kerajinan hiasan tutup lampu yang merupakan bentuk inovasi Inovasi implementasi produksi atau metode pengiriman yang benar-benar baru atau peningkatan secara terus menerus. Perubahan signifikan dalam hal teknik, peralatan dan/atau perangkat lunak. Metode Pengiriman dalam hal logistik perusahaan dan mencakup peralatan, perangkat lunak dan teknik untuk sumber input, mengalokasikan pasokan dalam perusahaan, atau pengiriman produk akhir (OECD Oslo Manual, 2005: . Inovasi proses berguna untuk mengurangi biaya produksi dan juga untuk memuaskan para pelanggannya (Hassan et al. Inovasi proses diimplementasikan pada proses pengiriman bahan baku yang mana sebelumnya harus diambil sendiri atau dicari sendiri oleh pengrajin. Saat ini dengan adanya pembagian tugas antara Pengolah atau Penyedia bahan baku yang memfokuskan diri hanya untuk menyediakan bahan baku. Pengrajin bisa fokus pada hasil kerajinan yang dibutuhkan Ini merupakan bentuk inovasi proses pada kerajinan hiasan tutup lampu. Penerapan inovasi proses juga bisa dilihat dari proses penjualan produk kerajinan, dimana dulu pengiriman hasil kerajinan masih dilakukan secara konvensional dan memakan waktu yang cukup lama. Metode pengiriman menggunakan jasa pengiriman pada saat ini lebih banyak menguntungkan konsumen. Hal ini juga dikarenakan meningkatnya permintaan pasar ke pengrajin Selaawi, yang mana dengan adanya kerja sama antara pihak processes, in order to advance, compete and differentiate themselves successfully in their Ay Pada definisi-definisi yang dijelaskan di atas mempunyai kesamaan, yang dapat ditarik kesimpulan mengenai inovasi merupakan langkah untuk menciptakan dan membuat sesuatu yang baru atau pengembangan dari sesuatu yang sudah ada, yang membedakan hanya pada Penjelasan ini mengarahkan kepada kesamaan yang terjadi pada perubahan-perubahan tutup lampu dimana inovasi dalam setiap kerajinan hiasan tutup lampu ini sangat berkaitan dengan para pengrajin yang berusaha untuk membuat suatu hal yang baru dari yang sudah ada. Definisi dari Wang & Ahmed . OECD Oslo Manual . dan Damanpour . memastikan pada hal yang sama yaitu mengenai Sedangkan definisi menurut Baregheh, et al. lebih menekankan pada langkah-langkah dimana proses dari inovasi dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasi. Dimensi Inovasi terdiri dari: Inovasi produk merupakan proses munculnya barang atau jasa yang benarbenar baru atau peningkatan dari yang sudah ada secara baik berhubungan dengan karakteristik fungsional atau penggunaannya, peningkatan dalam hal spesifikasi teknik, komponen dan bahan, keramahan dalam penggunaan atau karakteristik fungsional lainnya (OECD Oslo Manual, 2005: . Inovasi produk adalah salah satu faktor kunci keberhasilan organisasi dan merupakan strategi yang sangat penting bagi peningkatan market share dan kinerja bisnis (Hassan et al. Inovasi produk sudah dilakukan oleh Pengrajin Selaawi khususnya kerajinan bambu hiasan tutup lampu. Bermula dari bentuk dasar sangkar burung yang diubah Rediansyah. Listiani. Satya UB: Kreatifitas Pengrajin dalam Pengembangan Kerajinan Bambu Desa Selaawi Kecamatan Garut biaya transaksi, meningkatkan kepuasan kerja, reduksi biaya pasokan (OECD Oslo Manual, 2005: 50-. Kerjasama dengan pihak ketiga bisa menjadi cara untuk meningkatkan kinerja kelompok pengrajin. Dengan menyiapkan produk kerajinan yang sesuai dengan permintaan pasar maka pihak ketiga atau disebut sebagai perantara/reseller akan membantu dalam hal penjualan. Dengan adanya pihak ketiga/ reseller perluasan pasar akan terbentuk dengan sendirinya. Awal lahirnya suatu ide merupakan suatu kreativitas, memegang peran penting yang sangat strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dengan adanya kreativitas yang tinggi diharapkan memiliki semangat berinovasi yang tinggi pula. Inovasi yang dilakukan oleh pengrajin Selaawi seperti inovasi produk, inovasi proses, inovasi pemasaran dan inovasi organisasi. Inovasi yang dilakukan berdampak pada eksploitasi ekonomi. Ketika pengrajin terus melakukan eksplorasi karya dan akhirnya bisa menghasilkan banyak pesanan atau permintaan pasar semakin melonjak maka pengrajin harus menargetkan supaya hasil kerajinan selesai tepat waktu. Pengrajin berkarya tidak hanya untuk kepuasan batin namun juga sebagai tuntutan ekonomi. pengrajin dan pengelola jasa pengiriman, dapat melakukan pengiriman produk lebih Inovasi Pemasaran adalah implementasi suatu metode pemasaran baru dalam hal pengepakan, desain, penempatan dan promosi produk serta penetapan harga. Dalam hal desain produk, yang berubah dalam hal bentuk dan penampilan bukan merubah fungsi dan karakteristiknya. Sasaran dari inovasi ini adalah meningkatkan penjualan, market share dan membuka pasar baru (OECD Oslo Manual, 2005: 49-. Packaging pengiriman juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemasaran. Hal ini menjadi nilai tambah suatu produk. Karena adanya persaingan di pasar, maka salah satu cara dengan inovasi pemasaran yang bisa dilakukan adalah memberikan inovasi packaging pengiriman produk kerajinan ke Kemudian pemasaran secara konvensional pembeli akan langsung mendatangi tempat kerajinan untuk melihat dan membeli kerajinan. Pemasaran dari mulut ke mulut juga cukup membantu. Tapi adanya keterbatasan untuk bertemu dengan orang setiap saat menjadi kendala tersendiri untuk teknik pemasaran seperti Dengan semakin berkembangnya zaman, pemasaran bisa dibantu dengan Pemasaran bisa dilakukan dengan media online. Sudah banyak media yang memberitakan terkait hasil kerajinan Selaawi. Dan juga pemanfaatan Sosial Media dalam hal pemasaran juga memiliki nilai tambah. Hal ini bentuk dari penerapan inovasi pemasaran. Inovasi Organisasi merupakan implementasi metode organisasional baru dalam praktek bisnis perusahaan, organisasi tempat bekerja atau hubungan di luar/eksternal. Inovasi organisasi bisa meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengurangi biaya administrasi atau Inovasi Pengrajin Selaawi yang Berujung pada Industri Kreatif Berbicara mengenai kreativitas dan inovasi. Industri di bidang kreatif salah satu penopang perekonomian Indonesia. Itulah sebabnya, industri ini mulai dilirik oleh negara, sebagai penopang perekonomian di Indonesia. Industri ini bisa menjadi alternatif lain dari perkembangan industri saat ini. Industri kreatif adalah industri yang muncul dari pemanfaatan suatu keterampilan, kreativitas, dan bakat yang dimiliki individu dalam menciptakan kesejahteraan dan lapangan Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 2 Desember 2022 berkelanjutan melalui kreativitas dengan iklim perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya yang Kerajinan Selaawi ini termasuk pada produk industri kreatif karena setiap harinya bisa menghasilkan ratusan bahkan ribuan produk kerajinan. Dalam proses produksinya, pengrajin Selaawi tidak hanya memperhatikan kuantitas tapi juga kualitas produk kerajinan. Secara kualitas produk kerajinan Bambu Selaawi tidak kalah saing dengan produk kerajinan dari tempat lain. Pengrajin mempunyai pengetahuan dan kemampuan seni secara otodidak, pengaruh lingkungan serta warisan keluarga secara turun temurun. Dalam berkarya pengrajin Selaawi tidak terlepas dari kemajuan zaman dan beberapa pengrajin Selaawi memunculkan inovasi baru dalam Teknik membuat kerajinan. Industri ini akan berfokus dan daya kreasi suatu individu (Binus. Hal ini membuktikan bahwa untuk menyiasati kelangkaan sumber daya dengan mengembangkan industri alternatif yang berbasiskan sumber daya yang terbarukan. Menurut Departemen Perdagangan RI dalam (Fitriana, 2. Industri Kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Dengan kata lain, keterampilan serta bakat yang muncul dari kreativitas dapat memunculkan ide-ide segar dalam dunia pekerjaan. Perkembangan industri kreatif berbasis kerajinan lokal sulit berkembang, baik jika masyarakat hanya menjalankan usahanya secara individu atau tanpa ada campur tangan dari pihak luar. Peran pemerintah sangat besar diberbagai aspek khususnya dalam hal pengambilan kebijakan. Dalam upaya mendukung industri kreatif ini. Pemerintahan Kecamatan Selaawi mendukung penuh pengrajin. Ini merupakan sebuah langkah usaha dalam pembangunan ekonomi secara SIMPULAN Kesimpulan dalam penelitian AuKreativitas Pengrajin Dalam Pengembangan Kerajinan Bambu Desa Selaawi Kecamatan GarutAy, yaitu Kreativitas para pengrajin ini menjadi modal utama dalam menciptakan suatu kerajinan bentuk baru dan beragam sekaligus memperkenalkan kerajinan bambu ke masyarakat luas sebagai ciri khas atau identitas yang berasal dari Daerah Kecamatan Selaawi. Daftar Pustaka