Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 319 Ae 329 PENGARUH MANAJEMEN PENGETAHUAN TERHADAP KINERJA ORGANISASI DENGAN VARIABEL KOMITMEN DAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KECAMATAN DI LINGKUNGAN KOTA PEKANBARU Oleh Shauma Fajri, . Zulfadil . Rosyetti. Program Studi Magister Manajemen Universitas Riau e-mail: shaumafajri@gmail. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract This study aims to analyze the direct effect of knowledge management on organizational performance. To analyze the influence of commitment to the organization. To analyze the effect of entrepreneurship on organizational performance. To analyze the indirect effect of knowledge management mediated by commitment to organizational performance. analyze the indirect effect of knowledge management mediated by entrepreneurship on organizational performance. In this study, the population in this study were 108 employees from 12 subdistricts in Pekanbaru City and the sample to be used was 90 people. The data used in this study are primary data and secondary data and the data collection method is a questionnaire. The data analysis technique used in this study is SEM. The results of knowledge management research affect commitment, entrepreneurship and organizational performance. Commitment has a positive and significant influence on organizational Entrepreneurship influences organizational performance. Knowledge management influences organizational performance through organizational commitment as an intervening variable. Knowledge management influences organizational performance with organizational commitment as an intervening variable. Keyword : Knowledge Management. Organizational Performance. Commitment and Entrepreneurship PENDAHULUAN Untuk memaksimalkan kinerja organisasi, penilaian kinerja pada organisasi publik sangat meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penilaian kinerja bertujuan untuk mengetahuai serta menilai keberhasilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada suatu instansi atau organisasi publik. Orientasi organisasi publik pada dasarnya tidak mengejar keuntungan atau mengedepankan laba . rofit oriente. , tetapi lebih mengutamakan pelayanan publik . ervice public oriente. Selain itu penilaian kinerja dilakukan sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja suatu instansi atau organisasi publik pada rentang waktu periode sebelumnya dan digunakan sebagai dasar penyusunan strategi instansi pada periode selanjutnya. Kinerja pemerintah menggambarkan hasil dari suatu kegiatan dan program pemerintah yang akan atau telah dilaksanakan serta dicapai sesuai dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas terukur (PP Nomor 8 Tahun 2. Untuk menilai kinerja pemerintah tidak hanya melihat dari sisi input dan output akan tetapi juga dari sisi outcome, manfaat dan dampaknya pada saat melayani serta memperhatikan kesejahteraan Salah satu cara untuk apakah kinerja tersebut berhasil atau tidaknya tergambar pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang dituangkan kedalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang SAKIP. Dalam proses pelaksanaan evaluasi sistem SAKIP tersebut maka Kementerian PAN & RB menerbitkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. SAKIP pemerintah Kota. Kabupaten, dan Provinsi dinilai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Predikat atau nilai yang tercantum didalam SAKIP dikategorikan menjadi D. CC. BB. A, dan AA. Capaian nilai dari SAKIP akan menjadi bahan evaluasi serta memetakan instansi pemerintah pada beberapa kategori. Pengelompokan kategori ini dilakukan bertujuan untuk memetakan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran suatu instansi pemerintah dalam hal implementasi manajemen dan anggaran berbasis kinerja. Untuk melihat hasil dari penilaian SAKIP Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1 Kinerja Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru Berdasarkan SAKIP Tahun 2018-2020 Ket Tahun Nilai Predikat Cukup Cukup Cukup Sumber : SAKIP Kota Pekanbaru, 2022 Dari tabel 1 terlihat bahwa dalam lima tahun terakhir tepatnya dari tahun 2018-2020 Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru masih berada dalam kategori CC. Meskipun secara nilai mengalami peningkatan akan tetapi secara predikat yang didapatkan masih kateori cukup (CC), yang artinya perlu banyak perbaikan. Hal ini menunjukkan masih terjadi kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan yang dilaksanakan Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, sehingga kinerja SAKIP nya masih rendah. Hasil dari SAKIP Ini terjadi karena banyaknya realisasi program kegiatan tak sesuai dengan Nilai CC yang didapat Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan masih terjadi inefisiensi sebesar 30 persen dalam akuntabilitas kinerja yang mana banyak indikator yang tidak selaras, yakni Indikator ini adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah tidak selaras sampai pada pelaksanaan program kerja dan kegiatan kecamatan yang ada di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Untuk melihat nilai dari SAKIP Kecamatan yang ada di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 2 Kinerja Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru Berdasarkan SAKIP Tahun 2020 Nilai Kategori No. Kecamatan 1 Pekanbaru Kota 68,49 2 Payung Sekaki 61,66 3 Tenayan Raya 60,81 4 Rumbai 5 Rumbai Pesisir 53,71 6 Marpoyan Damai Senapelan 53,31 50,74 8 Bukit Raya 47,99 9 Sail 36,07 10 Sukajadi 50,99 11 Lima Puluh 38,01 12 Tampan Sumber : SAKIP Kota Pekanbaru, 2022 Tabel 2 memperlihatkan dari 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru hanya 4 Kecamatan yang meraih nilai BB dan B. Sementara sisanya CC. Agar Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru mampu meraih nilai BB, setidaknya dua per tiga Kecamatan harus juga mendapat penilaian BB. Untuk meningkatkan kinerja instansi atau organisasi sumber daya manusia atau pegawai yang bekerja di organisasi tersebut adalah aset paling penting yang harus dimiliki oleh organisasi dan harus diperhatikan dalam manajemen, karena sebagai penggerak jalannya organisasi dan faktor penentuan dan pencapaian tujuan yang efektif dan efesien. Kinerja pegawai yang baik akan akan berdampak pada meningkatnya kinerja organisasi secara keseluruhan, sehingga pada akhirnya terlihat dari pencapaian organisasi yang sesuai dengan Kemampuan seorang pegawai terlihat dari kinerja mereka dalam melaksanakan tugasnya. Kinerja pegawai tersebut merupakan salah satu modal bagi organisasi untuk mencapai Sehingga pegawai yang memiliki kinerja yang baik harus selalu mendapatkan perhatian oleh pemimpin organisasi. Kinerja secara umum diartikan kemampuan seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan pekerjaan yang telah diberikan kepadanya. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang telah dicapai seseorang setelah melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya sesuai dengan beban dan target yang telah diberikan (Robbins, 2. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, lebih dari 50% ASN yang tidak dapat menjelaskan secara detail target perencanaan serta hubungan antara kinerja individu dan organisasi, sehingga hasil pengamatan ini hampir sama dengan asumsi kesenjangan 60 persen antara perencanaan dan pelaksanaan strategis dan capaian nilai evaluasi SAKIP 2019 sebesar 58. Ada kemungkinan besarnya persentase ASN yang tidak paham detail target perencanaan kinerja individu dan organisasi dikarenakan faktor manajemen pengetahuan yang kurang baik. Faktor yang dapat mempengaruhi kinerja adalah komitmen organisasi. Luthans, . 8: . mengemukakan bahwa komitmen organisasi sebagai keinginan kuat yang dimiliki pekerja untuk tetap mempertahankan kedudukannya sebagai anggota organisasi tempatnya bekerja, keinginan untuk berusaha keras menjadi bagian dari organisasi, dan keyakinan yang kuat dalam penerimaan nilai-nilai dan tujuan yang ada dalam organisasi. Komitmen organisasi lebih dari sekedar loyalitas pasif tetapi juga melibatkan hubungan aktif dan keinginan pribadi individu untuk memberikan kontribusinya secara penuh terhadap organisasi. Komitmen pegawai OPD Kota Pekanbaru terhadap organisasi dapat dilihat berdasarkan sikap pegawai yang akan bekerja secara sukarela dalam memenuhi target yang telah ditetapkan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3. Rekapitulasi Target dan Realisasi Penyelesaian Pekerjaan Pada Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru Tahun 2018-2020 Penyelesaian Pekerjaan Tahun Target Realisasi Sumber : SAKIP Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, 2022 Berdasarkan tabel 3 diatas, dapat dilihat bahwa target yang telah ditetapkan setiap tahun akan tetapi tidak sejalan dengan nilai realisasi yang diperoleh, dimana realisasi yang diperoleh mengalami fluktuasi dan cenderung menurun dari segi persentase. Dengan demikian pekerjaan yang dikerjakan oleh pegawai tidak sesuai dengan harapan dari instansi, oleh sebab itu kinerja pegawai perlu dilakukan peningkatan sehingga mampu mencapai tujuan yang telah ditetetapka organisasi. Keberhasilan suatu kinerja organisasi dapat dilihat melalui perkembangan kinerja instansi tersebut, apakah mereka mengalami peningkatan atau penurunan. Suatu instansi tidak akan dapat meningkatkan kinerjanya apabila pengelolaan manajemen yang baik tidak dikelola dengan baik serta adanya dorongan dalam upaya untuk meningkatkan kinerja instansi. Osborne dan Gaebler, 1993 dalam Nashar 2019 membuat opini dalam bukunya Reinventing Government: How the Enterpreneurial Spirit Is Transforming the Public Sector untuk mewirausahakan birokrasi pemerintah. Tujuan reinventing government adalah untuk menumbuhkan sikap dan perilaku yang inovatif dan adaptif yang berorientasi kepada kepentingan Kesejahteraan masyarakat merupakan sebuah kepentingan masyarakat yang menjadi tujuan dari dibentuknya Pemerintah, dan oleh karena itu untuk mengatasi kesenjangan antara pelaksanaan strategis dan perencanaan di Pemerintah, konsep kewirausahaan pemerintah dapat menjadi sebuah pilihan yang patut Kinerja pegawai akan mencapai hasil yang lebih maksimal apabila didukung dengan knowledge yang dimiliki. Setiap pegawai pengetahuannya dengan maksimal tanpa adanya ketergantungan pada sistem yang telah dibuat. Sehingga dapat dikatakan bahwa masing-masing pegawai mempunyai peran tertentu untuk meningkatkan kinerja organisasi. Knowledge management merupakan salah faktor yang paling penting bagi keberhasilan dalam kondisi yang kompetitif di era informasi, dimana salah satu aspek yang menggambarkan knowledge management adalah pengetahuan atas pekerjaan. Knowledge management atau manajemen pengetahuan merupakan suatu alat yang digunakan untuk mendapatkan kinerja pegawai pada organisasi sektor publik yang optimal (Chong et al. , 2. Knowledge management juga menjadi salah faktor yang paling penting bagi keberhasilan dalam kondisi yang kompetitif di era informasi, dimana salah satu aspek yang menggambarkan knowledge management adalah pengetahuan atas pekerjaan. Pengetahuan identik dengan tingkat pendidikan seseorang, untuk melihat tingkat pendidikan pegawai Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4. Tingkat Pendidikan Pegawai Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru Tingkat Jumlah Pendidikan 1 SMA 16,67% 2 DIPLOMA 25,93% 3 S1 36,11% 4 S2 21,30% 5 S3 0,00% Jumlah 100,00% Sumber : SAKIP Kota Pekanbaru, 2022 Tabel 4 dapat dianalisa bahwa mayoritas pegawai Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru adalah dengan tingkat pendidikan S1, akan tetapi masih ada sebagian yang berpendidikan SMA dan D3. Meskipun yang dominan adalah tingkat pendidikan S1, akan tetapi tidak semua pegawai yang ditempatkan sesuai dengan bidang dan keahliannya. Bila ketidakpahaman ASN terhadap detail target perencanaan kinerja individu dan organisasi dihubungkan dengan dimensi perencanaan yang dapat mempengaruhi perilaku kewirausahaan yang mempunyai karakteristik kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah dan mencari peluang, maka wajar saja nilai capaian kinerja instansi Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru masih berada di kategori CC dengan nilai 58. Dari latar belakang masalah diatas, penulis ingin membangun sebuah gambaran penelitian bahwa kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan dapat diatasi dengan penerapan kewirausahaan Kewirausahaan pemerintah ini dapat memunculkan proses kreativitas dan inovasi dalam memecahkan masalah dan mencari peluang sehingga dapat meningkatkan kinerja organisasi, namun tentu untuk menerapkan kewirausahaan pemerintah, terlebih dahulu perangkat daerah yang diisi oleh ASN sebagai pembantu kepala daerah harus paham target kinerja perencanaan baik individu maupun organisasi. KAJIAN PUSTAKA Menurut Steers kinerja organisasi merupakan suatu tingkat yang memperlihatkan sejauh mana pelaksanaan tugas yang telah diterima dapat diselesaikan sesuai dengan misi organisasi (Steers. Sedangkan menurut Mahsun . kinerja memperlihatkan suatu tingkat pencapaian atas pelaksanaan suatu kegiatan baik itu program, kebijakan agar dapat mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang sesuai dengan strategic planning organisasi tersebut. Dwiyanto, . mengemukakan bahwa sulit untuk mengukur kinerja organisasi publik dikarenakan tujuan dan misi organisasi publik karena bersifat kabur dan bersifat multidimensional. Menurut Keban . 4: . istilah kinerja merupakan terjemahan dari performance yang sering diartikan oleh para cendekiawan sebagai AupenampilanAy. Auunjuk kerjaAy, atau AuprestasiAy Sedangkan menurut Prawirosentono . 8: . performance organization, yakni memperlihatkan hasil kerja yang dicapai oleh suatu lembaga atau suatu organisasi yang dalam mencapai tujuan yang diinginkan sesuai tugas dan wewenang agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika yang telah ditentukan. Selajutnya menurut Bastian dan Nogi . 5 : . kinerja organisasi merupakan suatu gambaran atas pencapaian pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi yang telah diberikan sesuai dengan kewenanganya agar dapat mewujudkan tujuan, misi, dan visi organisasi. Keban . 6 : . menyatakan bahwa kinerja organisasi merupakan suatu gambaran atas apa dan seberapa jauh capaian suatu organisasi dalam mengejar tujuan serta target yang telah ditetapkan. Dari beberapa definisi dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kinerja organisasi merupakan capaian yang berhasil dicapai oleh organisasi atau instansi dalam kegiatan, aktivitas serta program yang telah ditetapkan agar tujuan dan sasaran organisasi dapat terlaksana dan tercapai sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan Menurut pendapat yang dikemukan Luthans . komitmen organisasi adalah sikap yang mencerminkan loyalitas pegawai terhadap organisasi mereka dan proses yang mengeksresikan kepedulian mereka terhadap organisasi, kesuksesan dan kesejahteraan. Dessler . dalam Elshifa . komitmen organisasi dapat didefinisikan sebagai kekuatan relatif identifikasi individu terhadap organisasinya. Edison. Anwar dan Komariyah . menyatakan komitmen merupakan dorongan emosional dalam arti positif. Dimana pegawai yang ingin kariernya maju dan berkomitmen untuk mengejar keunggulan dan meraih prestasi untuk meningkatkan kompetensi. Sutrisno . menyatakan komitmen merupakan suatu sikap loyalitas pegawai dalam bekerja terhadap organisasi yang diperlihatkan dengan perhatian dan partisipasinya kepada organisasi ditempat mereka Pegawai yang memiliki totalitas atau loyalitas yang tinggi akan selalu menjaga nama baik organisasi dan juga berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan citra organisasi, karna itu komitmen dapat mempengaruhi kinerja. Sunarto . komitmen pegawai merupakan suatu sikap kecintaan dan kesetian pegawai atas organisasi ditempat mereka bekerja dengan selalu berusaha untuk memenuhi tujuan dan nilai-nilai organisasi kesedian untuk bekerja keras atas nama organisasi. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi organisasi adalah seberapa loyal seorang pegawai terhadap organisasinya, yang ditunjukkan dengan adanya keinginan untuk bekerja secara maksimal dan akan tetap tinggal atau tidak akan meninggalkan Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Maksud disini adalah seorang wirausahawan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk merubah sesuatu yang tadinya belum ada menjadi ada, dan yang sebelumnya sudah ada dibuat sedemikian rupa sehingga menciptakan sesuatu yang berbeda. Hal tersebut sebagaimana di kemukakan oleh Suryana . AuKewirausahaan merupakan kemampuan seorang pegawai dalam menciptakan suatu peluang dan cara padang dalam bekerja yang baru dan berbedaAy. Kewirausahaan merupakan suatu proses penciptaan yang baru dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada, dengan tujuan mencapai kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi Menurut Dalkir . manajemen pengetahuan merupakan sebuah koordinasi yang disengaja dan sistematis dari sumber daya manusia organisasi, teknologi, proses dan struktur organisasi untuk menambah value melalui penggunaan kembali dan inovasi. Koordinasi ini dicapai melalui menciptakan, berbagi, dan menerapkan pengetahuan dengan menggunakan pengalaman dan tindakan yang telah diambil organisasi demi kelangsungan pembelajaran organisasi. Selanjutnya Hendrawan . menyatakan manajemen pengetahuan merupakan suatu rangkaian kegiatan organisasi untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan dan mendistribusikan pengetahuan atas pegawai untuk digunakan kembali dalam organisasi. Scarborough al . dalam Armstrong . mengartikan manajemen pengetahuan sebagai setiap proses atau praktek membuat, memperoleh, menangkap, berbagi, dan menggunakan pengetahuan untuk meningkatkan pembelajaran dan kinerja organisasi. Manajemen pengetahuan mengidentifikasi menyebarluaskannya sehingga pembelajaran dapat Ini mempromosikan berbagi pengetahuan dengan menghubungkan orang-orang dengan orangorang dan dengan menghubungkannya dengan informasi sehingga mereka dapat belajar dari pengalaman yang tercatat (Armstrong, 2. Dari pendapat diatas diketahui bahwa manajemen pengetahuan ada kaitannya dengan organisasi dan kinerja organisasi, sebagaimana manajemen pengatahuan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja organisasi Berdasarkan pada kerangka berfikir di atas, maka dapat merumuskan model penelitian sebagai Gambar 1 : Kerangka Penelitian METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, maka jenis penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian confirmatory dan Penelitian confirmatory research dan eksplanasi adalah Aupenelitian yang menyoroti hubungan antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnyaAy (Singarimbun dan Effendi, 2. Penelitian eksplanatori ini bertujuan untuk menjelaskan dan menguji atau membuktikan suatu teori atau hipotesis untuk memperkuat atau menolak teori atau hipotesis hasil penelitian yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan analisis SEM. Pemodelan penelitian melalui SEM memungkinkan seseorang peneliti dapat menjawab pertanyaan penelitian yang bersifat regresif maupun dimensional. Pada saat seorang peneliti menghadapi pertanyaan penelitian berupa identifikasi dimensi-dimersi sebuah konsep atau konstruk dan pada saat yang sama peneliti ingin mengukur pengaruh atas tingkat antara faktor yang telah diidentifikasikan dimensi-dimensinya itu. SEM merupakan alternatif alat yang digunakan untuk penetitian ini. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pada dasarnya. SEM adalah kombinasi antara analisis fakor dan analisis regresi berganda (Ferdinand, 2. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai dari 12 Kecamatan di Kota Pekanbaru sebanyak 108 orang yang terdiri dari 24 orang eselon i dan 84 Eselon IV karena terkait dengan apakah indikator bersifat reflektif atau formatif. Berikut model structural dan model pengukuran dalam PLS yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik Pengambilan Sampel Sampel yang akan digunakan adalah sebanyak 90 orang. Adapun teknik pengambilan PurposiveSampling. Analisis Data Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Struktural (Varianc. Equation Model (SEM) dengan menggunakan software smart PLS. Partial Least Square (PLS) adalah model persamaan structural (SEM) yang berbasis komponen atau varian PLS merupakan pendekatan alternatif yang bergeser dari pendekatan SEM berbasis kovarian menjadi berbasis varian. SEM yang berbasis kovarian umumnya menguji kausalitas/teori sedangkan PLS lebih bersifat predictive model. (Jogiyanto, 2. PLS merupakan metode analisis yang powerful karena tidak didasarkan pada banyak Misalnya, data harus terdistribusi normal, sampel tidak harus besar. Selain dapat digunakan untuk mengskonfirmasi teori. PLS juga dapat digunakan untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan antar variable laten. PLS dapat sekaligus menganalisis konstruk yang dibentuk dengan indicator refleksif dan formatif. Hal ini tidak dapat dilakukan oleh SEM yang berbasis kovarian karena akan menjadi unidentified model. (Jogiyanto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis SEM (Structural Equation Mode. Metode pendugaan SEM yang digunakan dalam penelitian ini adalah PLS (Partial Least Squar. Dengan menggunakan PLS dimungkinkan melakukan permodelan persamaan structural dengan ukuran sampel relative kecil dan tidak membutuhkan asumsi normalitas multivariate. Perancangan model sturktural hubungan antara variable laten pada PLS didasarkan pada rumusan masalah atau hipotesis Model Struktural (Inner Mode. dan Model Pengukuran (Outer Mode. Perancangan model structural hubungan antar variable laten pada PLS didasarkan pada rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Perancangan model pengukuran . uter mode. dalam PLS sangat penting Gambar 1 Model Struktural (Inner Mode. dan Model Pengukuran (Outer Mode. Diagram Jalur Model Struktural PLS Agar lebih mudah dipahami, hasil perancangan inner model dan outer model tersebut, selanjutnya dinyatakan dalam bentuk diagram jalur. Gambar 2. Diagram Jalur Model Struktural PLS Estimasi Metode pendugaan parameter . didalam PLS adalah metode kuadrat terkecil . east square method. Proses perhitungan dilakukan dengan cara literasi, dimana literasi akan berhenti jika telah tercapai kondisi convergen. Koefisien determinasi menggunakan R-squared yang menunjukkan berapa persentase variasi konstruk endogen/kriterion dapat dijelaskan oleh konstruk . ksogen/predikto. Tabel 5 R Square R Square Adjusted Kinerja Organisasi Komitmen Kewirausahaan Sumber : Data Olahan Smartpls, 2022 Dari tabel 5, diperoleh nilai r square variabel kinerja organisasi sebesar 0,782. Artinya adalah sebesar 78,2% variabel kinerja organisasi Variable R Square dipengaruhi oleh kewirausahaan, manajemen pengetahuan, dan komitmen, sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji pada penelitian ini. Kemudian diperoleh nilai r square variabel komitmen sebesar 0,391. Artinya sebesar 39,1% variabel komitmen dipengaruhi oleh manajemen pengetahuan, sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji pada penelitian ini. Dan diperoleh nilai r square variabel kewirausahaan sebesar 0,379. Artinya sebesar 37,9% variabel kewirausahaan dipengaruhi oleh manajemen pengetahuan, sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji pada penelitian ini. Goodness Fit Pengukuran menggunakan R-Square variable laten dependen dengan interpretasi yang sama dengan regresi. Berikut hasil pengukuran R-Square goodness of fit. Tabel 6 R Square Goodness Of Fit Model Variable R Square Kinerja Organisasi Komitmen Kewirausahaan Sumber : Data Olahan Smartpls, 2022 Dari Tabel 6 dapat dilihat bahwa nilai QSquare > 0 yang berarti menunjukkan bahwa model memiliki predictive relevance, sebaliknya jika nilai Q-Square < 0 menunjukkan model kurang memiliki predictive relevance. Dari hasil tersebut dapat diketahui nilai Q-Square dalam penelitian ini dengan R2 model = 1 Ae . AeR. AeR. AeR. = 1 Ae . Ae0,. Ae0,. Ae0,. = 1 Ae . = 1 Ae 0,082 = 0,918 Dari persamaan tersebut diperoleh nilai ketepatan model sebesar 0,918. Artinya adalah bahwa nilai q-square > 0 yang menunjukkan bahwa model memiliki predictive relevance. Atau dengan kata lain bahwa untuk menjelaskan variasi kinerja organisasi yang dipengaruhi oleh kewirausahaan, manajemen pengetahuan, dan komitmensecara keseluruhan 8% dan sisanya sebesar 8. 2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model penelitian ini. Pengujian Hipotesis Pengaruh Langsung (Direct Effec. Untuk memprediksi adanya hubungan kausalitas dalam SEM-PLS dengan menggunakan Smartpls dapat dilakukan dengan melihat TStatistik dilihat pada Tabel path coefficien, p- value, standard errors dan effect sizes for path coefficients. Berikut ini akan disajikan Tabel 7 yakni hasil uji hipotesis pengaruh langsung. Tabel 7 Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Langsung Original T statistics sample (O/STDEV value (O) Manajemen Pengetahuan 0. > Komitmen Manajemen Pengetahuan > Kewirausahaa Manajemen Pengetahuan 0. > Kinerja Organisasi Komitmen -> Kinerja Organisasi Kewirausahaa n -> Kinerja Organisasi Sumber : Data Olahan Smartpls, 2022 Tabel 7 memperlihatkan signifikansi parameter yang diestimasi memberikan informasi yang sangat berguna mengenai pengaruh antara variabel-variabel penelitian. Dasar yang digunakan dalam menguji hipotesis adalah nilai yang terdapat pada output path coeficients berikut ini: Pengaruh Manajemen Pengetahuan Terhadap Komitmen Berdasarkan tabel 7 di atas, pengaruh manajemen pengetahuan terhadap komitmen adalah signifikan dengan nilai path koefisien 0. 625, dengan t statistic 9. 026 dan p value 0. Hasil tersebut terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari 1. , yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara manajemen pengetahuan dengan komitmen. Dengan demikian, dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Auada pengaruh antara komitmenAy diterima. Pengaruh Manajemen Pengetahuan terhadap Kewirausahaan Berdasarkan tabel 7 di atas, pengaruh manajemen pengetahuan terhadap kewirusahaan adalah signifikan dengan nilai path koefisien 0. dengan t statistic 9. 889 dan p value 0. Hasil tersebut terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari 978 . , yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara manajemen pengetahuan dengan Dengan demikian, dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Auada pengaruh antara manajemen pengetahuan terhadap kewirusahaanAy Pengaruh Manajemen Pengetahuan terhadap Kinerja Organisasi Berdasarkan tabel 7 di atas, pengaruh manajemen pengetahuan terhadap kinerja organisasi adalah signifikan dengan nilai path koefisien 0. dengan t statistic 2. 699 dan p value 0. Hasil tersebut terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari 978 . , yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara manajemen pengetahuan dengan kinerja organisasi. Dengan demikian, dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Auada pengaruh antara manajemen pengetahuan terhadap kinerja organisasiAy diterima. Pengaruh Komitmen Terhadap Kinerja Organisasi Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa pengaruh antara komitmen terhadap kinerja organisasi adalah signifikan dengan nilai path 334, dengan t statistic 4. 593 dan p value Hasil tersebut terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari 1. yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara komitmen dengan kinerja Dengan demikian dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Aukomitmen berpengaruh terhadap kinerja organisasiAy diterima. Pengaruh Kewirausahaan terhadap Kinerja Organisasi Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa hubungan antara kewirausahaan terhadap kinerja organisasi adalah signifikan dengan nilai path 617, dengan t statistic 7. 342 dan p value Hasil tersebut terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari 1. yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kewirausahaan terhadap kinerja organisasi. Dengan demikian dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Aukewirausahaan berpengaruh terhadap kinerja organisasiAy diterima. Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effec. Untuk menguji adanya efek mediasi dari beberapa hipotesis pengaruh tidak langsung . ndirect effec. ini, berikut ditampilkan pada Tabel Tabel 8 : Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung Original T statistics Variabel sample (|O/STDEV P values (O) Manajemen Pengetahuan -> Komitmen -> Kinerja Organisasi 0. Manajemen Pengetahuan -> Kewirausahaan -> Kinerja Organisasi 0. Sumber : Data Olahan Smartpls, 2022 Dari Tabel 8 diatas, dapat diketahui pengaruh tidak langsung antar variabel penelitian, untuk lebih jelasnya dapat dilihat para rincian berikut: Pengaruh Manajemen Pengetahuan terhadap Kinerja Organisasi Melalui Komitmen Berdasarkan tabel 8 menunjukkan bahwa pengaruh antara manajemen pengetahuan terhadap kinerja organisasi melalui komitmenadalah signifikan dengan nilai path koefisien koefisien 284, dengan t statistic 4. 527 dan p value 0. Hasil tersebut terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari 1. yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara manajemen pengetahuan terhadap kinerja organisasi melalui komitmen. Dengan demikian dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Aumanajemen pengetahuan berpengaruh terhadap kinerja organisasi melalui komitmenAy diterima. Pengaruh Manajemen Pengetahuan terhadap Kinerja Organisasi Melalui Kewirausahaan Berdasarkan tabel 8 di atas, hubungan organisasi melalui kewirausahaan adalah signifikan dengan nilai path koefisien 0. 383, dengan t statistic 316 dan p value 0. Hasil tersebut lebih besar 978 . yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara manajemen pengetahuan terhadap kinerja organisasi melalui kewirausahaan. Dengan demikian, dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Auada pengaruh antara manajemen pengetahuan terhadap kinerja organisasi melalui kewirausahaanAy diterima. SIMPULAN Berdasarkan dirumuskan kesimpulan sebagai berikut: Manajemen terhadap komitmen. Kurangnya sumbangan pemikiran yang efisien bagi organisasi menyebabkan seorang pejabat struktural kurang ikut terlibat dalam aktivitas organisasi demi mencapai tujuan sasaran strategis Hal ini menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan memiliki peran penting terhadap komitmen. Semakin baik menajemen pengetahuan maka komitmen akan meningkat. Manajemen terhadap komtimen. Pengetahuan seorang pejabat struktural tentunya memberikan sumbangan pemikiran yang efisien bagi organisasi akan tetapi, kenyataan pejabat struktural kurang ikut terlibat dalam aktivitas sehingga masih ada pegawai yang bekerja tidak berorientasi yang telah ditetapkan Hal ini menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan memiliki peran penting terhadap kewirausahaan, artinya semakin baik menajemen pengetahuan maka kewirausahaan akan meningkat. Manajemen terhadap kinerja organisasi. Kurangnya dikutsertakan dalam pengambilan keputusan membuat perencanaan yang dibuat tidak mampu dimaksimalkan, meskipun telah sesuai standar akan tetapi masih tidak mampu memenuhi sasaran yang ditargetkan. Hal ini pengetahuan memiliki peran penting terhadap kinerja organisasi. Semakin baik menajemen pengetahuan maka kinerja organisasi akan meningkat. Komitmen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Untuk mencapai tujuan dari organisasi yaitu organisasi mampu mencapai sasaran dengan sangat baik diperlukan komitmen untuk Akan tetapi masih ada pegawai yang memiliki komitmen yang rendah tidak mau bekerja secara maksimal untuk mewujudkan sasaran dari organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen dapat menentukan kinerja organisasi. Semakin baik komitmen maka kinerja organisasi akan semakin meningkat. Kewirausahaan berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Untuk mewujudkan tujuan dari organisasi yang mampu meningkatkan kinerja menjadi lebih baik dengan mampu mencapai sasaran yang telah ditetapkan, tentunya memerlukan sikap kewirausahaan pegawai. Akan tetapi berdasarkan orientasi pada tugas serta hasil yang ditetapkan sebelumnya, sehingga sasaran yang ingin dicapai tidak mampu Artinya kewirasausahaan memiliki peran penting dalam menentukan kinerja organisasi, semakin baik kewirusahaan maka kinerja organisasi akan meningkat. Manajemen pengetahuan berpengaruh terhadap kinerja organisasi melalui komitmen organisasi sebagai variabel Kurangnya partisipasi pegawai keputusan membuat sebagian pegawai tidak bekerja berdasarkan orientasi pada tugas serta hasil yang ditetapkan sebelumnya membuat perencanaan yang dibuat tidak mampu dimaksimalkan, meskipun telah sesuai standar akan tetapi masih tidak mampu memenuhi sasaran yang ditargetkan. Hal ini menunjukkan pengetahuan diikuti dengan kewirausahaan yang baik maka kinerja organisasi akan Manajemen pengetahuan berpengaruh terhadap kinerja organisasi dengan komitmen organisasi sebagai variabel Kurangnya partisipasi pegawai pengambilan keputusan serta komitmen yang rendah tidak mau bekerja secara maksimal untuk mewujudkan sasaran dari organisasi membuat perencanaan yang dibuat tidak mampu dimaksimalkan, meskipun telah sesuai standar akan tetapi masih tidak mampu memenuhi sasaran yang ditargetkan. Hal ini menunjukkan pengetahuan diikuti dengan komitmen yang baik maka kinerja organisasi akan REFERENSI