Jurnal Pendidikan West Science Vol. No. Januari 2026, pp. Analisis Bibliometrik Penelitian Pendidikan Karakter di Indonesia Loso Judijanto IPOSS Jakarta. Indonesia dan losojudijantobumn@gmail. Article Info ABSTRAK Article history: Pendidikan karakter merupakan isu strategis dalam pembangunan pendidikan di Indonesia, seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap pembentukan nilai moral, ideologis, dan sosial peserta didik. Meskipun jumlah penelitian mengenai pendidikan karakter terus meningkat, pemetaan komprehensif mengenai arah, struktur, dan dinamika penelitian tersebut masih terbatas. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan perkembangan penelitian pendidikan karakter di Indonesia menggunakan pendekatan bibliometrik. Data bibliografis dikumpulkan dari basis data ilmiah yang relevan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrix. Analisis mencakup tren publikasi, kata kunci dominan, pola kolaborasi penulis, afiliasi institusi, serta jejaring kolaborasi antarnegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa character building merupakan tema sentral yang paling dominan, dengan keterkaitan kuat terhadap nilai Pancasila, pendidikan religius, dan konteks pendidikan formal. Secara temporal, penelitian berkembang dari fokus pedagogis-operasional menuju isu yang lebih luas dan lintas disiplin, seperti pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan, meskipun intensitasnya masih relatif Dari sisi jejaring ilmiah, kolaborasi penelitian masih terkonsentrasi pada sejumlah penulis dan institusi tertentu, dengan Indonesia sebagai aktor utama dalam kolaborasi internasional. Studi ini memberikan gambaran menyeluruh tentang lanskap penelitian pendidikan karakter di Indonesia serta mengidentifikasi peluang pengembangan riset di masa depan melalui penguatan kolaborasi dan diversifikasi tema penelitian. Received Jan, 2026 Revised Jan, 2026 Accepted Jan, 2026 Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Analisis Bibliometrik. Character Building. Pancasila. Indonesia Keywords: Character Education. Bibliometric Analysis. Character Building. Pancasila. Indonesia ABSTRACT Character education has become a strategic issue in IndonesiaAos educational development, particularly in response to growing concerns regarding moral, ideological, and social values among Despite the increasing number of studies addressing character education, a comprehensive mapping of research trends, structures, and scholarly networks in this field remains limited. This study aims to analyze and map the development of character education research in Indonesia using a bibliometric approach. Bibliographic data were collected from relevant academic databases and analyzed using VOSviewer and the Bibliometrix package. The analysis covers publication trends, dominant keywords, co-authorship networks, institutional affiliations, and international collaboration patterns. The findings reveal that character building is the most dominant and central research theme, closely associated with Pancasila values, religious education, and formal educational contexts. Temporally, the research has evolved from pedagogical and implementation-oriented topics toward broader and interdisciplinary issues, such as sustainable Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jpdws/index A 64 Jurnal Pendidikan West Science development and environmental awareness, although these themes remain less dominant. In terms of scholarly networks, research collaboration is still concentrated among a limited number of authors and institutions, with Indonesia acting as the main hub in international This study provides a comprehensive overview of the landscape of character education research in Indonesia and highlights future research opportunities through strengthened collaboration and thematic diversification. This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta. Indonesia Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan karakter telah menjadi isu sentral dalam pembangunan pendidikan di Indonesia selama dua dekade terakhir. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya perhatian terhadap tantangan moral, etika, dan sosial yang dihadapi generasi muda di tengah dinamika globalisasi, digitalisasi, dan perubahan nilai sosial (Berkowitz & Bier, 2. Pendidikan tidak lagi dipandang semata sebagai proses transfer pengetahuan kognitif, melainkan sebagai wahana strategis untuk membentuk kepribadian, nilai, dan karakter peserta didik agar mampu menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan berintegritas (Hidayat, 2024. Noddings, 2. Di Indonesia, pendidikan karakter memperoleh legitimasi kuat melalui kebijakan nasional, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dicanangkan pemerintah. Secara konseptual, pendidikan karakter mencakup pengembangan nilai-nilai moral universal seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial, yang diinternalisasikan melalui proses pembelajaran formal maupun nonformal. (Andriani et al. , 2. menegaskan bahwa pendidikan karakter harus mencakup tiga dimensi utama, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action, agar nilai yang diajarkan tidak berhenti pada tataran kognitif Di Indonesia, nilai-nilai karakter sering kali dikaitkan dengan Pancasila, budaya lokal, serta kearifan tradisional, sehingga memiliki kekhasan dibandingkan dengan praktik pendidikan karakter di negara lain (Ismail, 2016. Mulianti & Sulisworo, 2. Seiring dengan meningkatnya urgensi pendidikan karakter, jumlah penelitian akademik yang membahas tema ini di Indonesia juga mengalami pertumbuhan signifikan. Penelitian pendidikan karakter tidak hanya dilakukan dalam ranah pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga meluas ke pendidikan tinggi, pendidikan kejuruan, serta konteks pendidikan nonformal. Kajian-kajian tersebut mencakup beragam pendekatan, mulai dari studi konseptual, pengembangan model pembelajaran, evaluasi program, hingga penelitian empiris berbasis kuantitatif, kualitatif, maupun mixed methods (Hadi et al. , 2025. Nasir et al. , 2. Namun, pesatnya pertumbuhan publikasi ini juga menimbulkan tantangan dalam memahami arah, pola, dan kontribusi ilmiah penelitian pendidikan karakter secara komprehensif. Analisis bibliometrik menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan untuk memetakan lanskap penelitian suatu bidang secara sistematis dan objektif. Analisis Vol. No. Januari 2026, pp. A 65 Jurnal Pendidikan West Science bibliometrik memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi tren publikasi, penulis dan institusi produktif, jurnal inti, pola kolaborasi, serta tema-tema penelitian dominan berdasarkan data kuantitatif publikasi ilmiah (Aria & Cuccurullo, 2017. Donthu et al. , 2. Pendekatan ini sangat relevan untuk digunakan dalam menelaah perkembangan penelitian pendidikan karakter di Indonesia, mengingat luasnya cakupan topik dan meningkatnya volume publikasi dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun sejumlah studi literatur dan tinjauan sistematis mengenai pendidikan karakter telah dilakukan, sebagian besar masih bersifat naratif dan terbatas pada analisis konseptual atau tematik tertentu. Hingga saat ini, kajian yang secara khusus menggunakan pendekatan bibliometrik untuk memetakan penelitian pendidikan karakter di Indonesia masih relatif terbatas. Padahal, analisis bibliometrik dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai evolusi penelitian, dinamika tema, serta kesenjangan riset yang belum banyak dieksplorasi. Informasi ini penting tidak hanya bagi peneliti dan akademisi, tetapi juga bagi pembuat kebijakan pendidikan dalam merumuskan strategi pengembangan pendidikan karakter berbasis bukti ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan suatu studi yang secara sistematis memetakan perkembangan penelitian pendidikan karakter di Indonesia menggunakan pendekatan bibliometrik. Dengan menganalisis publikasi ilmiah dalam kurun waktu tertentu, studi ini diharapkan mampu mengungkap pola pertumbuhan penelitian, aktor-aktor kunci dalam produksi pengetahuan, serta arah perkembangan tema pendidikan karakter di Indonesia. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan untuk memperkuat landasan ilmiah kebijakan dan praktik pendidikan karakter agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman dan berbasis pada peta riset yang jelas dan terukur. Meskipun penelitian pendidikan karakter di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat, hingga kini belum tersedia pemetaan bibliometrik yang komprehensif untuk menggambarkan struktur, tren, dan dinamika penelitian tersebut secara sistematis. Kurangnya pemahaman mengenai pola publikasi, tema dominan, jaringan kolaborasi penulis, serta kontribusi institusi dan jurnal menyebabkan arah pengembangan riset pendidikan karakter menjadi kurang terintegrasi dan berpotensi tumpang tindih. Oleh karena itu, permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik, tren perkembangan, dan struktur intelektual penelitian pendidikan karakter di Indonesia jika ditinjau melalui pendekatan analisis bibliometrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memetakan perkembangan penelitian pendidikan karakter di Indonesia menggunakan pendekatan bibliometrik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis bibliometrik untuk memetakan dan menganalisis perkembangan penelitian pendidikan karakter di Indonesia. Data bibliografis diperoleh dari basis data ilmiah Scopus, dengan mempertimbangkan keterwakilan publikasi nasional dan internasional. Proses penelusuran dilakukan menggunakan kata kunci Aupendidikan karakterAy. Aucharacter educationAy. Aucharacter buildingAy dikombinasikan dengan konteks Indonesia. Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal, prosiding, dan publikasi ilmiah lain yang membahas pendidikan karakter di Indonesia, diterbitkan dalam rentang waktu tertentu, serta memiliki metadata lengkap . udul, penulis, tahun, sumber, dan kata kunc. Data yang tidak relevan, duplikasi, atau tidak memenuhi kriteria dikeluarkan dari analisis. Data bibliografis yang telah dikumpulkan kemudian diekspor dalam format yang kompatibel (. csv atau . untuk dianalisis menggunakan perangkat lunak bibliometrik VOSviewer. Vol. No. Januari 2026, pp. A 66 Jurnal Pendidikan West Science Analisis yang dilakukan mencakup analisis pemetaan ilmiah . cience mappin. Pemetaan ilmiah dilakukan melalui analisis co-authorship, co-citation, dan keyword co-occurrence guna mengungkap struktur intelektual, pola kolaborasi, serta klaster tema penelitian yang berkembang. Hasil analisis bibliometrik kemudian diinterpretasikan secara deskriptif dan analitis untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai lanskap penelitian pendidikan karakter di Indonesia. Visualisasi jaringan yang dihasilkan dari VOSviewer digunakan untuk mendukung interpretasi hubungan antarpenulis, institusi, dan tema penelitian. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi tren riset utama, pergeseran fokus penelitian dari waktu ke waktu, serta potensi kesenjangan riset yang masih terbuka untuk dikaji lebih lanjut. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Visualisasi Jaringan Sumber: Data Diolah, 2026 Gambar 1 menunjukkan bahwa Aucharacter buildingAy merupakan simpul paling dominan dan sentral dalam peta penelitian pendidikan karakter. Ukuran node yang besar menandakan frekuensi kemunculan yang tinggi, sekaligus menegaskan bahwa konsep pembangunan karakter menjadi fondasi utama dalam diskursus akademik. Keterkaitan langsung dengan kata kunci seperti AupancasilaAy. Auislamic educationAy, dan Auhigher educationAy memperlihatkan bahwa penelitian pendidikan karakter di Indonesia sangat dipengaruhi oleh nilai ideologis dan religius, serta banyak dikaji dalam konteks pendidikan tinggi. Hal ini mencerminkan pendekatan normatif dan filosofis yang kuat dalam pengembangan karakter peserta didik. Klaster merah yang menghubungkan character building, pancasila, islamic education, dan higher education menunjukkan fokus penelitian pada integrasi nilai kebangsaan dan nilai keislaman dalam sistem pendidikan formal. Hubungan yang kuat antara pendidikan karakter dan Pancasila mengindikasikan bahwa banyak penelitian menempatkan pendidikan karakter sebagai instrumen pembentukan identitas nasional dan moral warga negara. Sementara itu, keterkaitan dengan pendidikan Islam menegaskan bahwa nilai religius dipandang sebagai sumber utama pembentukan karakter, terutama dalam konteks budaya dan sosial Indonesia yang religius. Vol. No. Januari 2026, pp. A 67 Jurnal Pendidikan West Science Klaster hijau yang terdiri atas curricula, learning systems, dan learning process menunjukkan pendekatan yang lebih pedagogis dan operasional terhadap pendidikan karakter. Fokus penelitian pada kurikulum dan sistem pembelajaran mengindikasikan pergeseran dari kajian konseptual menuju implementasi praktis di ruang kelas. Hubungan antara kurikulum dan proses pembelajaran mencerminkan perhatian peneliti terhadap bagaimana nilai-nilai karakter dapat diinternalisasikan melalui desain pembelajaran, metode pengajaran, serta evaluasi pendidikan secara sistematis. Klaster biru yang menghubungkan sustainable development, architectural design, dan environmental protection menunjukkan perluasan cakupan penelitian pendidikan karakter ke isu-isu lintas disiplin. Pendidikan karakter tidak lagi dipahami semata sebagai pembentukan moral individu, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran keberlanjutan dan tanggung jawab Keterkaitan dengan desain arsitektural menandakan munculnya pendekatan inovatif yang melihat lingkungan fisik dan ruang belajar sebagai medium pembentukan karakter, khususnya dalam konteks pendidikan berkelanjutan. Sementara itu, kemunculan node Aucharacter educationAy yang relatif terpisah namun tetap terhubung dengan isu environmental protection menunjukkan adanya pengaruh literatur internasional dalam penelitian pendidikan karakter di Indonesia. Istilah ini umumnya digunakan dalam publikasi berbahasa Inggris dan merepresentasikan kerangka teoretis global yang mulai diadopsi oleh peneliti nasional. Gambar 3. Overlay Visualization Sumber: Data Diolah, 2026 Gambar 3 menunjukkan dinamika temporal penelitian pendidikan karakter di Indonesia dari sekitar 2019 hingga 2022, yang ditandai oleh gradasi warna dari biru ke kuning. Topik-topik awal seperti learning process, learning systems, dan curricula cenderung berwarna lebih gelap . iruAeung. , menandakan bahwa pada fase awal penelitian, fokus utama masih berada pada aspek pedagogis dasar dan implementasi teknis pendidikan karakter di ruang kelas. Hal ini mencerminkan upaya awal peneliti untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam struktur kurikulum dan proses pembelajaran formal. Pada periode menengah, terlihat pergeseran fokus menuju topik yang lebih konseptual dan institusional seperti higher education, character building, dan sustainable development, yang ditunjukkan oleh warna hijau hingga hijau kekuningan. Hal ini menandakan bahwa penelitian pendidikan karakter mulai dikembangkan dalam konteks pendidikan tinggi dan Vol. No. Januari 2026, pp. A 68 Jurnal Pendidikan West Science dikaitkan dengan isu pembangunan berkelanjutan. Integrasi antara pendidikan karakter dan sustainable development menunjukkan adanya kesadaran bahwa pembentukan karakter tidak hanya berorientasi pada moral individual, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan keberlanjutan jangka panjang. Pada fase paling mutakhir, topik-topik seperti pancasila, islamic education, dan character education tampil dengan warna kuning terang, yang mengindikasikan peningkatan perhatian penelitian dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini menunjukkan penguatan kembali nilai ideologis dan religius sebagai fondasi pendidikan karakter di Indonesia, sekaligus adopsi istilah global character education dalam publikasi akademik. Tabel 1. Top Cited Documents Citations Authors and year (Dembo et al. (Andreastuti et al. (Aspinall & Berger, 2. (Berenschot & Aspinall, 2. (Mokoginta & Arafah, 2. (Retnawati et al. (Zulela et al. , 2. Title Bayesian analysis of a morphological supermatrix sheds light on controversial fossil hominin relationships Character of community response to volcanic crises at Sinabung and Kelud volcanoes The break-up of Indonesia? Nationalisms after decolonisation and the limits of the nation-state in post-cold war Southeast Asia How clientelism varies: comparing patronage Negotiation in Indonesian Culture: A Cultural Linguistic Analysis of Bahasa Indonesia Textbooks Strategy and implementation of character education in senior high schools and vocational high schools How is the Education Character Implemented? The Case Study in Indonesian Elementary School Gambar 3. Visualisasi Densitas Sumber: Data Diolah, 2026 Vol. No. Januari 2026, pp. A 70 Jurnal Pendidikan West Science Gambar 3 menunjukkan bahwa Aucharacter buildingAy merupakan topik dengan intensitas penelitian tertinggi, ditandai oleh warna paling terang . dan area sebaran yang luas. Kepadatan tinggi di sekitar kata kunci ini, yang juga mencakup pancasila, higher education, dan islamic education, mengindikasikan bahwa penelitian pendidikan karakter di Indonesia sangat terpusat pada penguatan nilai moral, ideologis, dan religius dalam konteks pendidikan formal. Hal ini menegaskan bahwa pembangunan karakter diposisikan sebagai inti diskursus akademik, terutama dalam kerangka pembentukan identitas kebangsaan dan moral peserta didik. Sebaliknya, topik-topik seperti learning systems, learning process, curricula, serta tema lintas disiplin seperti sustainable development, environmental protection, dan architectural design menunjukkan tingkat kepadatan yang lebih rendah dan tersebar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun topiktopik tersebut mulai mendapat perhatian, intensitas penelitiannya masih belum setinggi kajian inti tentang pembangunan karakter. Gambar 4. Visualisasi Kepenulisan Sumber: Data Diolah, 2026 Gambar 4 menunjukkan bahwa Marini. Arita berperan sebagai aktor kunci dan penghubung utama dalam jaringan kolaborasi penelitian pendidikan karakter di Indonesia, terlihat dari posisinya yang sentral dan keterhubungannya dengan beberapa klaster penulis. Jaringan hijau dan merah merepresentasikan dua kelompok kolaborasi besar yang relatif intens, dengan penulis seperti Nuraeni. Sri. Safitri. Desy. Rihatno. Taufik, dan Wahyudi. Apri sebagai kontributor aktif dalam klaster masing-masing. Sementara itu, klaster biru yang terdiri atas Hasanah. Uswatun dan Sarifah. Iva tampak lebih terpisah dan memiliki keterhubungan terbatas, menunjukkan kolaborasi yang masih terisolasi. Vol. No. Januari 2026, pp. A 71 Jurnal Pendidikan West Science Gambar 5. Visualisasi Institusi Sumber: Data Diolah, 2026 Gambar 5 menunjukkan bahwa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan institusi paling dominan dan berpengaruh dalam penelitian pendidikan karakter di Indonesia, tercermin dari ukuran node yang lebih besar dan posisinya yang relatif Keterlibatan institusi pendidikan berbasis keguruan ini menegaskan bahwa penelitian pendidikan karakter masih kuat berakar pada disiplin ilmu kependidikan. Di sisi lain, munculnya institusi seperti UIN Alauddin Makassar. Institut Teknologi Bandung (ITB), serta berbagai departemen arsitektur dan arsitektur lanskap menunjukkan adanya kontribusi lintas disiplin, khususnya dalam mengaitkan pendidikan karakter dengan isu lingkungan, desain ruang, dan pembangunan berkelanjutan. Namun, sebaran node yang relatif terpisah mengindikasikan bahwa kolaborasi antar institusi masih terbatas, sehingga membuka peluang besar untuk memperkuat jejaring riset lintas universitas dan lintas bidang guna meningkatkan integrasi dan dampak penelitian pendidikan karakter di Indonesia. Gambar 6. Visualisasi Negara Sumber: Data Diolah, 2026 Vol. No. Januari 2026, pp. A 72 Jurnal Pendidikan West Science Gambar 6 ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pusat utama dan aktor paling dominan dalam penelitian pendidikan karakter, tercermin dari ukuran node yang paling besar dan keterhubungannya dengan berbagai negara lain. Kolaborasi internasional Indonesia tampak terjalin dengan negara-negara seperti Australia. United Kingdom. France. Netherlands. Malaysia. Turkey. Austria, dan Thailand, meskipun intensitasnya bervariasi. Hubungan yang relatif kuat dengan negara-negara Eropa Barat dan Australia mengindikasikan adanya pertukaran gagasan dengan pusat-pusat riset pendidikan global, sementara kolaborasi dengan negara-negara Asia menunjukkan kedekatan konteks budaya dan regional. Namun demikian, pola jejaring yang masih didominasi oleh Indonesia sebagai simpul tunggal menandakan bahwa kolaborasi internasional dalam penelitian pendidikan karakter masih bersifat terbatas dan berpotensi untuk diperluas agar kontribusi dan visibilitas riset Indonesia di tingkat global semakin meningkat. Pembahasan Hasil analisis bibliometrik menunjukkan bahwa penelitian pendidikan karakter di Indonesia secara konsisten berpusat pada konsep character building sebagai tema inti. Dominasi kata kunci ini, yang kuat keterkaitannya dengan Pancasila, islamic education, dan higher education, menegaskan bahwa diskursus pendidikan karakter di Indonesia sangat dipengaruhi oleh nilai ideologis dan religius serta berorientasi pada pembentukan identitas moral dan kebangsaan. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendekatan normatif dan filosofis masih menjadi fondasi utama penelitian, sejalan dengan konteks sosial-budaya Indonesia yang menempatkan pendidikan sebagai sarana pembinaan moral warga negara. Namun, kuatnya konsentrasi pada tema inti ini juga mengindikasikan kecenderungan homogenitas fokus penelitian, yang berpotensi membatasi eksplorasi pendekatan konseptual alternatif dalam pendidikan karakter. Dari sisi dinamika temporal dan kepadatan topik, penelitian pendidikan karakter menunjukkan evolusi dari pendekatan pedagogis-operasional menuju isu yang lebih luas dan lintas Fokus awal pada learning process, learning systems, dan curricula mencerminkan upaya implementatif di tingkat pembelajaran, sementara kemunculan tema sustainable development, environmental protection, dan architectural design pada periode berikutnya menandakan perluasan perspektif pendidikan karakter ke arah keberlanjutan dan kesadaran lingkungan. Meskipun demikian, tingkat kepadatan tema-tema lintas disiplin tersebut masih relatif rendah dibandingkan tema inti, yang menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dengan isu global seperti keberlanjutan dan lingkungan masih berada pada tahap awal dan belum menjadi arus utama Dari perspektif aktor dan jejaring ilmiah, hasil analisis menunjukkan bahwa kolaborasi penelitian pendidikan karakter di Indonesia masih terkonsentrasi pada sejumlah penulis, institusi, dan negara tertentu. Beberapa penulis dan universitas berperan sebagai simpul sentral, sementara jejaring kolaborasi antarklaster dan antar institusi masih terbatas. Pada tingkat internasional. Indonesia menjadi pusat utama kolaborasi, dengan hubungan yang sudah terjalin namun belum intensif dengan negara-negara lain. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan kolaborasi lintas institusi, lintas disiplin, dan lintas negara merupakan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas, visibilitas, dan dampak global penelitian pendidikan karakter di Indonesia. Dengan memperluas jejaring dan memperkaya tema penelitian, studi pendidikan karakter di Indonesia berpotensi berkembang lebih integratif, inovatif, dan relevan terhadap tantangan pendidikan global. Vol. No. Januari 2026, pp. A 73 Jurnal Pendidikan West Science KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis bibliometrik, dapat disimpulkan bahwa penelitian pendidikan karakter di Indonesia berkembang secara signifikan dengan character building sebagai tema sentral yang kuat, terutama dalam keterkaitannya dengan nilai Pancasila, pendidikan religius, dan konteks pendidikan formal. Perkembangan penelitian menunjukkan adanya pergeseran bertahap dari fokus pedagogis-operasional menuju isu yang lebih luas dan lintas disiplin, seperti keberlanjutan dan lingkungan, meskipun tema-tema tersebut belum menjadi arus utama. Dari sisi jejaring ilmiah, kolaborasi penelitian masih terkonsentrasi pada sejumlah penulis, institusi, dan negara tertentu, dengan Indonesia sebagai aktor dominan dalam kolaborasi internasional. Temuan ini menegaskan perlunya perluasan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara serta eksplorasi tema-tema inovatif agar penelitian pendidikan karakter di Indonesia dapat berkembang lebih inklusif, berdaya saing global, dan relevan terhadap tantangan pendidikan masa depan. DAFTAR PUSTAKA